• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Tiap Kelas

Dalam dokumen PETUNJUK TEKNIS PTPR 19012021 PD1F (Halaman 99-172)

BAB IV KLASIFIKASI, DEFINISI, STRUKTUR DATA

4.2. Definisi

4.2.2 Definisi Tiap Kelas

4.2.2.1 Penguasaan Tanah

Tabel 8. Definisi Setiap Kelas Penguasaan Tanah

No Terminologi Pengertian/Penjelasan

1 Penguasaan tanah oleh pemilik Tanah dikuasai oleh pemiliknya langsung 2 Penguasaan tanah oleh pemilik

perseorangan

Tanah dikuasai oleh pemiliknya langsung yang berupa perorangan

3 Penguasaan tanah oleh pemilik kelompok masyarakat

Tanah dikuasai oleh pemiliknya langsung yang berupa kelompok masyarakat

4 Penguasaan tanah oleh pemilik masyarakat hukum adat (ulayat)

Tanah dikuasai oleh pemiliknya langsung yang berupa masyarakat hukum adat (ulayat)

5 Penguasaan tanah oleh pemilik Badan Hukum

Tanah dikuasai oleh pemiliknya langsung yang berupa Badan Hukum

6 Penguasaan tanah oleh pemilik Badan Hukum Privat

Tanah dikuasai oleh pemiliknya langsung yang berupa Badan Hukum Privat

7 Penguasaan tanah oleh pemilik Badan Hukum Publik

Tanah dikuasai oleh pemiliknya langsung yang berupa Badan Hukum Publik

8 Penguasaan tanah oleh pemilik Instansi Pemerintah

Tanah dikuasai oleh pemiliknya langsung yang berupa instansi pemerintah

9 Penguasaan tanah oleh pemilik Instansi Pemerintah Pusat

Tanah dikuasai oleh pemiliknya langsung yang berupa instansi pemerintah pusat

10 Penguasaan tanah oleh pemilik Instansi Pemerintah Provinsi

Tanah dikuasai oleh pemiliknya langsung yang berupa instansi pemerintah provinsi

11 Penguasaan tanah oleh pemilik Instansi Pemerintah Kabupaten/Kota

Tanah dikuasai oleh pemiliknya langsung yang berupa instansi pemerintah kabupaten/kota

PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020

92

No Terminologi Pengertian/Penjelasan

12 Penguasaan tanah oleh pemilik Instansi Pemerintah Desa

Tanah dikuasai oleh pemiliknya langsung yang berupa instansi pemerintah desa

13 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Tanah dikuasai oleh pihak lain yang bukan pemilik

14 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik perseorangan

Tanah dikuasai oleh pihak lain perorangan yang bukan pemilik

15 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik perseorangan dengan sewa

Tanah dikuasai oleh pihak lain perorangan yang bukan pemilik dengan cara sewa atau kontrak

16 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik perseorangan dengan gadai

Tanah dikuasai oleh pihak lain perorangan yang bukan pemilik dengan cara gadai

17 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik perseorangan dengan penggarapan

Tanah dikuasai oleh pihak lain perorangan yang bukan pemilik dengan cara penggarapan

18 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik perseorangan dengan pinjam pakai

Tanah dikuasai oleh pihak lain perorangan yang bukan pemilik dengan cara pinjam pakai

19 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik perseorangan dengan izin/konsesi

Tanah dikuasai oleh pihak lain perorangan yang bukan pemilik dengan mendapatkan izin/konsesi

20 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik perseorangan dengan cara lainnya

Tanah dikuasai oleh pihak lain perorangan yang bukan pemilik dengan cara selain sewa/kontrak, gadai, penggarapan, dan pinjam pakai.

21 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik kelompok masyarakat

Tanah dikuasai oleh pihak lain kelompok masyarakat yang bukan pemilik

22 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik kelompok masyarakat dengan sewa

Tanah dikuasai oleh pihak lain kelompok masyarakat yang bukan pemilik dengan cara sewa

23 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik kelompok masyarakat dengan gadai

Tanah dikuasai oleh pihak lain kelompok masyarakat yang bukan pemilik dengan cara gadai

24

Penguasaan tanah oleh bukan pemilik kelompok masyarakat dengan penggarapan

Tanah dikuasai oleh pihak lain kelompok masyarakat yang bukan pemilik dengan cara penggarapan

25

Penguasaan tanah oleh bukan pemilik kelompok masyarakat dengan pinjam pakai

Tanah dikuasai oleh pihak lain kelompok masyarakat yang bukan pemilik dengan cara pinjam pakai

26

Penguasaan tanah oleh bukan pemilik kelompok masyarakat dengan izin/konsesi

Tanah dikuasai oleh pihak lain kelompok masyarakat yang bukan pemilik dengan mendapatkan izin/konsesi

PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020

93

No Terminologi Pengertian/Penjelasan

27

Penguasaan tanah oleh bukan pemilik kelompok masyarakat dengan cara lainnya

Tanah dikuasai oleh pihak lain kelompok masyarakat yang bukan pemilik dengan cara selain sewa, gadai, penggarapan, izin/konsesi dan pinjam pakai

28 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik masyarakat hukum adat (ulayat)

Tanah dikuasai oleh pihak lain masyarakat hukum adat (ulayat) yang bukan pemilik

29

Penguasaan tanah oleh bukan pemilik masyarakat hukum adat (ulayat) dengan sewa

Tanah dikuasai oleh pihak lain masyarakat hukum adat (ulayat) yang bukan pemilik dengan cara sewa

30

Penguasaan tanah oleh bukan pemilik masyarakat hukum adat (ulayat) dengan gadai

Tanah dikuasai oleh pihak lain masyarakat hukum adat (ulayat) yang bukan pemilik dengan cara gadai

31

Penguasaan tanah oleh bukan pemilik masyarakat hukum adat (ulayat) dengan penggarapan

Tanah dikuasai oleh pihak lain masyarakat hukum adat (ulayat) yang bukan pemilik dengan cara penggarapan

32

Penguasaan tanah oleh bukan pemilik masyarakat hukum adat (ulayat) dengan pinjam pakai

Tanah dikuasai oleh pihak lain masyarakat hukum adat (ulayat) yang bukan pemilik dengan cara pinjam pakai

33 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik masyarakat hukum adat (ulayat) dengan izin/konsesi

Tanah dikuasai oleh pihak lain masyarakat hukum adat (ulayat) yang bukan pemilik dengan mendapatkan izin/konsesi

34

Penguasaan tanah oleh bukan pemilik masyarakat hukum adat (ulayat) dengan cara lainnya

Tanah dikuasai oleh pihak lain masyarakat hukum adat (ulayat) yang bukan pemilik dengan cara selain sewa, gadai, penggarapan, izin/konsesi, dan pinjam pakai

35 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Badan Hukum

Tanah dikuasai oleh pihak lain Badan Hukum yang bukan pemilik

36 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Badan Hukum dengan sewa

Tanah dikuasai oleh pihak lain Badan Hukum yang bukan pemilik dengan cara sewa

37 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Badan Hukum dengan gadai

Tanah dikuasai oleh pihak lain Badan Hukum yang bukan pemilik dengan cara gadai

38 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Badan Hukum dengan penggarapan

Tanah dikuasai oleh pihak lain Badan Hukum yang bukan pemilik dengan cara penggarapan

39 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Badan Hukum dengan pinjam pakai

Tanah dikuasai oleh pihak lain Badan Hukum yang bukan pemilik dengan cara pinjam pakai

40 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Badan Hukum dengan izin/konsesi

Tanah dikuasai oleh pihak lain Badan Hukum yang bukan pemilik dengan mendapatkan izin/konsesi

41 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Badan Hukum dengan cara lainnya

Tanah dikuasai oleh pihak lain Badan Hukum yang bukan pemilik dengan cara selain sewa, gadai, penggarapan, izin/konsesi, dan pinjam pakai

PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020

94

No Terminologi Pengertian/Penjelasan

42 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Instansi Pemerintah

Tanah dikuasai oleh pihak lain Instansi Pemerintah yang bukan pemilik

43 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Instansi Pemerintah dengan sewa

Tanah dikuasai oleh pihak lain Instansi Pemerintah yang bukan pemilik dengan sewa

44 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Instansi Pemerintah dengan gadai

Tanah dikuasai oleh pihak lain Instansi Pemerintah yang bukan pemilik dengan gadai

45

Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Instansi Pemerintah dengan

penggarapan

Tanah dikuasai oleh pihak lain Instansi Pemerintah yang bukan pemilik dengan penggarapan

46

Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Instansi Pemerintah dengan pinjam pakai

Tanah dikuasai oleh pihak lain Instansi Pemerintah yang bukan pemilik dengan pinjam pakai

47 Penguasaan tanah oleh bukan pemilik Instansi Pemerintah dengan cara lainnya

Tanah dikuasai oleh pihak lain Instansi Pemerintah yang bukan pemilik dengan cara selain sewa, gadai, penggarapan, izin/konsesi, dan pinjam pakai

48 Tidak ada penguasaan tanah

Tanah yang tidak dikuasai oleh pihak tertentu, berupa tanah negara bebas dengan tutupan hutan/semak/belukar

4.2.2.2 Pemilikan Tanah

Tabel 9. Definisi Setiap Kelas Pemilikan Tanah

No Terminologi Pengertian

1 Terdaftar Tanah yang sudah terdaftar di kantor pertanahan dan dilekati hak menurut UUPA

2 Terdaftar dengan Hak Milik Tanah yang terdaftar dengan Hak Milik 3 Terdaftar dengan Hak Milik

Perseorangan

Tanah yang terdaftar dengan Hak Milik oleh WNI perorangan

4 Terdaftar dengan Hak Milik Badan Hukum

Tanah yang terdaftar dengan Hak Milik oleh Badan Hukum tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah 5 Terdaftar dengan Hak Milik Satuan

Rumah Susun

Tanah yang terdaftar dengan Hak Milik Satuan Rumah Susun

6 Terdaftar dengan Hak Milik Satuan Rumah Susun Perseorangan

Tanah yang terdaftar dengan Hak Milik Satuan Rumah Susun oleh WNI perorangan

7 Terdaftar dengan Hak Milik Satuan Rumah Susun Badan Hukum

Tanah yang terdaftar dengan Hak Milik Satuan Rumah Susun oleh Badan Hukum yang ditetapkan oleh pemerintah

8 Terdaftar dengan Hak Milik Wakaf Tanah yang terdaftar dengan Hak Milik Wakaf

PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020

95

No Terminologi Pengertian

9 Terdaftar dengan Hak Milik Wakaf Perseorangan

Tanah yang terdaftar dengan Hak Milik Wakaf oleh WNI perorangan

10 Terdaftar dengan Hak Milik Wakaf Badan Hukum

Tanah yang terdaftar dengan Hak Milik Wakaf Badan Hukum tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah

11 Terdaftar dengan Hak Guna Usaha Tanah terdaftar dengan Hak Guna Usaha 12 Terdaftar dengan Hak Guna Usaha

Perseorangan

Tanah terdaftar dengan Hak Guna Usaha yang digunakan oleh WNI perorangan

13 Terdaftar dengan Hak Guna Usaha Badan Hukum

Tanah terdaftar dengan Hak Guna Usaha oleh Badan Hukum tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah

14 Terdaftar dengan Hak Guna Bangunan Tanah terdaftar dengan Hak Guna Bangunan 15 Terdaftar dengan Hak Guna Bangunan

Perorangan

Tanah terdaftar dengan Hak Guna Bangunan yang digunakan oleh WNI perorangan

16 Terdaftar dengan Hak Guna Bangunan Badan Hukum

Tanah terdaftar dengan Hak Guna Bangunan oleh Badan Hukum tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah

17 Terdaftar dengan Hak Pakai Tanah terdaftar dengan Hak Pakai

18 Terdaftar dengan Hak Pakai Perseorangan

Tanah terdaftar dengan Hak Pakai yang digunakan oleh WNI perorangan

19 Terdaftar dengan Hak Pakai Badan Hukum

Tanah terdaftar dengan Hak Pakai yang digunakan oleh Badan Hukum Indonesia ataupun Badan Hukum Asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia

20 Terdaftar dengan Hak Pakai Badan Keagamaan dan Sosial

Tanah terdaftar dengan Hak Pakai yang digunakan untuk kepentingan keagamaan dan sosial

21 Terdaftar dengan Hak Pakai Instansi Pemerintah

Tanah terdaftar dengan Hak Pakai yang digunakan untuk kepentingan instansi pemerintah

22 Terdaftar dengan Hak Pakai Orang Asing Tanah terdaftar dengan Hak Pakai yang digunakan oleh orang asing

23 Terdaftar dengan Hak Pakai Perwakilan Negara Asing

Tanah terdaftar dengan Hak Pakai yang digunakan oleh perwakilan negara asing

24 Terdaftar dengan Hak Pengelolaan Tanah terdaftar dengan Hak Pengelolaan 25 Terdaftar dengan Hak Pengelolaan

Instansi Pemerintah

Tanah terdaftar dengan Hak Pengelolaan yang pengelolaan tanahnya dilakukan oleh instansi pemerintah

26 Terdaftar dengan Hak Pengelolaan Badan Hukum Pemerintah (Publik)

Tanah terdaftar dengan Hak Pengelolaan yang pengelolaan tanahnya dilakukan oleh badan hukum pemerintah (publik)

PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020

96

No Terminologi Pengertian

28 Belum terdaftar Tanah yang belum terdaftar di kantor pertanahan dan belum dilekati hak tanah menurut UUPA

29 Belum terdaftar Tanah Negara Tanah belum terdaftar atau belum dilekati hak tanah menurut UUPA baik di area status kawasan hutan maupun tanah negara non kawasan hutan 30 Belum terdaftar Tanah Negara Status

Kawasan Hutan

Tanah belum terdaftar yang terletak area yang berstatus kawasan hutan.

31 Belum terdaftar Tanah Negara Status Kawasan Non Hutan (APL)

Tanah belum terdaftar yang terletak di Area Penggunaan Lain (APL) dan memiliki bukti penguasaan fisik dan atau yuridis

32 Belum terdaftar Tanah Ulayat Tanah belum terdaftar yang merupakan tanah ulayat

33 Belum terdaftar Tanah Milik Adat Tanah belum terdaftar yang merupakan tanah milik adat.

4.2.2.3 Penggunaan Tanah

Tabel 10. Definisi Setiap Kelas Penggunaan Tanah

No Terminologi Pengertian

1 Permukiman Bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan perdesaan

2 Kampung Kelompok bangunan padat ataupun jarang

digunakan sebagai tempat tinggal penduduk dan dimukimi secara menetap

3 Kampung Padat Kelompok bangunan digunakan sebagai tempat tinggal penduduk dan dimukimi secara menetap yang didominasi dengan bangunan dengan KDB >

50%

4 Kampung Jarang Kelompok bangunan digunakan sebagai tempat tinggal penduduk dan dimukimi secara menetap yang didominasi dengan bangunan KDB ≤ 50%

5 Perumahan Areal tanah yang digunakan untuk kelompok

rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggaL atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan 6 Perumahan Padat Kelompok rumah yang berfungsi sebagai

lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan yang didominasi dengan bangunan KDB > 50%

PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020

97

No Terminologi Pengertian

7 Perumahan Jarang Kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan yang didominasi dengan bangunan KDB ≤ 50%

8 Rumah Susun/ Apartemen Hunian bertingkat yang dibangun dalam satu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, yang berfungsi untuk tempat hunian, yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama

9 Emplasemen Areal tanah yang diatasnya berdiri bangunan yang berada di sekitar kampung dan atau perumahan yang dapat mendukung keberadaan kampung maupun perumahan tsb. Juga dapat diartikan sebagai komplek bangunan yang utamanya dimaksudkan sebagai tempat berusaha (seperti pabrik, kilang, stasiun dsb)

10 Emplasemen Sementara Emplasemen yang dibuat sifatnya sementara karena adanya suatu kegiatan tertentu

11 Emplasemen Tetap Emplasemen yang dibuat permanen

12 Sarana Olahraga Areal tanah atau bangunan permanen yang digunakan sebagai sarana Olahraga

13 Kompleks Olahraga Kelompok fasilitas tempat berolahraga 14 Lapangan Olahraga Lapangan tempat berolahraga

15 Gedung Olahraga Fasilitas Olahraga berupa bangunan yang tertutup

16 Sarana Olahraga Lainnya Sarana olahraga lainnya

17 Makam/ Kuburan Tanah areal pekuburan baik yang jelas terlihat adanya batu nisan atau gundukan maupun karena tuanya hanya berupa pepohonan yang hanya dapat diketahui dengan menanyakan kepada penduduk

18 Kuburan Umum/TPU Area/tempat pemakaman umum atau tidak ada pembatasan jenazah yang dapat dikuburkan 19 Taman Makam Pahlawan Area/tempat pemakaman mereka yang mendapat

tanda jasa kepahlawanan

20 Kuburan Khusus Area/tempat pemakaman yang terbatas/bersifat khusus seperti misalnya kuburan agama tertentu, kuburan keluarga, makam raja/bangsawan

21 Kuburan Lainnya Area/tempat pemakaman selain yang telah disebutkan

PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020

98

No Terminologi Pengertian

22 Taman Areal tanah yang tidak dibangun dan berfungsi sebagai ruang terbuka dan atau taman

23 Taman Umum (Publik) Lahan terbuka yang berfungsi sosial dan estetik sebagai sarana kegiatan rekreatif, edukasi atau kegiatan lain yang terbuka untuk public

24 Taman Privat Lahan terbuka yang berfungsi sosial dan estetik sebagai sarana kegiatan rekreatif, edukasi atau kegiatan lain yang hanya terbuka untuk kalangan tertentu

25 Taman Lainnya Areal tanah yang tidak dibangun dan berfungsi sebagai ruang terbuka dan atau taman sebagai sarana kegiatan rekreasi lainnya

26 Tempat Bersejarah Area/tempat obyek-obyek yang memiliki nilai sejarah

27 Monumen Area tempat bangunan yang dibuat untuk

memperingati seseorang atau peristiwa yang dianggap penting oleh suatu kelompok sebagai bagian dari peringatan kejadian pada masa lalu 28 Candi Area rekreasi objek-objek peninggalan bersejarah

berbentuk candi atau bangunan bersejarah peninggalan purbakala peradaban Hindu-Buddha 29 Tempat Bersejarah Lainnya Area yang memiliki nilai sejarah lainnya

30 Industri Area yang digunakan untuk kegiatan ekonomi, dapat berupa bangunan/ pabrik atau industri yang mengolah bahan dasar tertentu menjadi barang setengah jadi ataupun barang jadi (siap guna)

31 Industri Makanan Area yang digunakan untuk industri pengolahan produk pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi makanan dan juga mencakup produk setengah jadi menjadi produk makanan

32 Industri Pengolahan dan Pengawetan Daging

Area yang digunakan untuk industri yang mencakup operasi rumah potong hewan yang berkaitan dengan pemotongan hewan, pengulitan atau pengemasan semua daging, baik unggas dan non unggas

33 Industri Pengolahan dan Pengawetan Daging Unggas

Area yang digunakan untuk industri yang mencakup kegiatan operasional rumah potong unggas dan pengepakan daging unggas, termasuk kegiatan pengurusan hasil sampingan, seperti pemrosesan sisa atau kotoran unggas, pementangan kulit, penyortiran bulu dan pembersihan lemak

PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020

99

No Terminologi Pengertian

34 Industri Pengolahan dan Pengawetan Daging Non-Unggas

Area yang digunakan untuk industri yang mencakup kegiatan operasional rumah potong hewan yang berkaitan dengan kegiatan pemotongan, pengulitan, pembersihan dan pengepakan daging, seperti daging sapi, babi, biri- biri, kelinci, domba, unta dan daging segar lainnya bukan unggas, kegiatan pengurusan hasil sampingan, seperti produksi kulit dan jangat dari tempat pemotongan hewan termasuk fellmongery, penjemuran tulang, pengolahan sisaan atau kotoran hewan, penyortiran wol dan bulu dan pembersihan lemak

35 Industri Pengolahan dan Pengawetan Ikan dan Biota Air

Area yang digunakan untuk industri yang mencakup usaha pengolahan dan pengawetan ikan dan biota perairan

36 Industri Pengolahan dan Pengawetan Ikan dan Produk Ikan

Area yang digunakan untuk industri yang mencakup:

 Pengolahan dan pengawetan ikan, seperti pembekuan, pengeringan, pengasapan, pengasinan, pencelupan ke dalam air asin

 Produksi hasil ikan, seperti ikan yang dimasak, ikan fillet, telur ikan, caviar, pengganti caviar

 Produksi tepung ikan untuk konsumsi manusia dan makanan hewan

 Produksi daging dan bagian dari ikan bukan untuk konsumsi manusia

37 Industri Pengolahan dan Pengawetan Ikan dan Biota Air dalam Kaleng

Area yang digunakan untuk industri yang mencakup pengolahan dan pengawetan ikan, mollusca, crustacea dan biota air lainnya dalam kaleng (pengalengan)

38 Industri Pengolahan dan Pengawetan Biota Air Lainnya

Area yang digunakan untuk:

 Pengolahan dan pengawetan crustacea, dan mollusca, seperti pembekuan, pengeringan, pengasapan, pengasinan, pencelupan ke dalam air asin, pengalengan dan lain-lain

 Produksi produk crustacea, mollusca, seperti dimasak, fillet, telur

 Produksi tepung biota air lainnya untuk konsumsi manusia atau makanan hewan

 Produksi daging dan bagian biota air lainnya bukan untuk konsumsi manusia

 Pengolahan rumput laut 39 Industri Pengolahan dan Pengawetan

Buah dan Sayuran

Area yang digunakan untuk industri pembuatan makanan yang utamanya terdiri dari sayur- sayuran dan buah-buahan, dengan menggunakan berbagai macam cara pengolahan dan pengawetan serta mencakup produk sayuran dan buah-buahan. Juga mencakup pembuatan makanan siap saji yang tidak tahan lama yang berasal dari sayur-sayuran dan buah- buahan, seperti salad, sayuran yang sudah dipotong-potong atau dikupas, tahu; industry pengupasan kentang, pengolahan lain dari kentang termasuk makanan dan tepung

PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020

100

No Terminologi Pengertian

kentang, pemanggangan dan pengolahan makanan dari kacang dan pasta

40 Industri Pengolahan dan Pengawetan Buah dan Sayuran dengan Cara Diasinkan, Dilumatkan, Dikeringkan dan Dibekukan

Area yang digunakan untuk industri yang mencakup semua:

 Industri makanan yang utamanya terdiri dari buah atau sayur, kecuali makanan cepat saji yang dibekukan atau dalam kaleng

 Industri pengolahan dan pengawetan kentang, meliputi industri bubur kentang yang dikeringkan, industri pengolahan kentang beku, industri makanan kecil dari kentang, industri kentang garing (segar dan kering) dan industri tepung kentang

 Pengawetan buah, kacang atau sayuran, seperti pendinginan, pengeringan, pencelupan ke minyak atau cuka dan lain-lain

 Industri produk makanan dari buah atau sayuran

 Industri selai, marmalad (selai jeruk) dan jelly makan

 Pemanggangan kacang

 Industri makanan dan pasta dari kacang 41 Industri Pengolahan dan Pengawetan

Buah dan Sayuran dalam Kaleng

Industri yang digunakan untuk pengolahan dan pengawetan buah-buahan, kacang atau sayuran dalam kaleng

42 Industri Pengolahan Sari Buah dan Sayuran

Area industri yang digunakan untuk pengolahan sari buah atau sayuran

43 Industri Pengolahan dan Pengawetan Buah dan Sayuran Lainnya

Area yang digunakan untuk industri pengolahan makanan dari buah dan sayuran lainnya, seperti salad, pengupasan atau pemotongan sayuran dan tahu dan tempe kedelai, industri pengupasan kentang dan produksi konsentrat dari buah dan sayuran segar

44 Industri Minyak Nabati dan Hewani Area yang digunakan untuk semua industri minyak dan lemak mentah atau olahan yang berasal dari sayuran atau binatang, kecuali pengubahan atau pembersihan lemak babi dan lemak-lemak binatang lain

45 Industri Kopra, Minyak Mentah dan Minyak Goreng Kelapa

Area yang digunakan untuk industri yang mencakup:

 Industri kopra

 Industri minyak mentah kelapa

 Industri minyak goreng kelapa

 Industri tepung dari kelapa

 Industri pelet dari kelapa

46 Industri Minyak Mentah/Murni Kelapa Sawit dan Minyak Goreng Kelapa Sawit

Area yang digunakan untuk industri yang mencakup industri minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil) dan Industri minyak goreng kelapa

PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020

101

No Terminologi Pengertian

sawit

47 Industri Minyak Hewani Area yang digunakan untuk industri untuk pengolahan minyak dan lemak dari binatang yang tidak dapat dimakan serta penyulingan minyak dari ikan dan mamalia laut

48 Industri Minyak Mentah dan Lemak Nabati dan Hewani Lainnya

Area yang digunakan untuk industri minyak mentah, lemak nabati, dan hewani lainnya

49 Industri Pengolahan Susu Area yang digunakan untuk pembuatan dan pengolahan susu cair segar dan berbagai produk susu, seperti minuman dari susu, krim, susu bubuk atau susu kental (baik tawar atau manis), dalam bentuk padat, mentega, yoghurt, keju dan kepala susu, kasein atau laktosa, es krim dan es lain yang bahan dasarnya susu. Golongan ini tidak mencakup produksi susu mentah (seperti susu sapi, unta, biri-biri, kambing, kuda, keledai dan lain-lain) dan pembuatan susu nabati dan keju tiruan

50 Industri Pengolahan Susu Segar dan Krim

Area yang digunakan untuk:

 Pengolahan susu cair segar, susu pasteurisasi, sterilisasi, homogenisasi dan atau pemanasan ultra (UHT)

 Pengolahan krim dari susu cair segar, pasteurisasi, sterilisasi dan homogenisasi 51 Industri Pengolahan Susu Bubuk dan

Susu Kental

Area yang digunakan untuk:

 Pengolahan susu bubuk atau susu kental

 Industri pengolahan susu atau krim dalam bentuk yang padat

52 Industri Pengolahan Es Krim dan Sejenisnya

Area yang digunakan untuk:

 Industri pengolahan es krim

 Industri pengolahan lainnya yang dapat dimakan, seperti sorbet, es lilin, ice drop dan es dengan berbagai rasa lainnya

53 Industri Pengolahan Produk Susu Lainnya

Area untuk pengolahan susu lainnya seperti:

 Industri minuman yang berbahan dasar susu

 Industri mentega

 Industri yoghurt

 Industri keju dan dadih

 Industri air dadih

 Industri kasein atau laktosa (susu manis)

Dalam dokumen PETUNJUK TEKNIS PTPR 19012021 PD1F (Halaman 99-172)

Dokumen terkait