BAB III PAPARAN DATA
B. Deskripsi Kitab Alala
Kitab alala merupakan kitab kumpulan nadhom yang dikutip dari kitab Talim Mutaalim. Sedangkan untuk pengarang kitab alala sendiri, belum tahu siapa pengarangnya. Namun ada pendapat lain yang menyebut penulisnya adalah Syekh Muhammad Abu Basyir Al-Dimawi (Demak). Muhammad Abu Basyir Al-Dimawi merupakan salah satu ulama yang mencurahkan pemikirannya di bidang pendidikan akhlak. Adapun pemikirannya yang terkenal tertuang di salah satu karyanya yaitu kitab Alala Tanalul Ilma yang diambil dari sepotong kata dari bait pertama kitab tersebut, yang membahas tentang adab dalam menuntut ilmu.3 Berikut adalah gambaran mengenai kitab alala :
1) Syarat mencari ilmu (Syair 1, 2 )
ٍ ناَيَبِبٍاَهِع ْوُمْجَمٍٍْنَعٍٍَكْيِبْنُأَسٍ۞ٍٍٍ ةَّتِــــــسِبٍٍَّلِاٍٍَمْلـــِعْلاٍٍُلاــــَنَتَلٍٍَلَا
Ingatlah ! kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan ilmu melainkan dengan enam syarat yang akan aku ceritakan keseluruhan secara jelas dan gamblang.
ٍ ناَمَزٍٍِل ْوُط َوٍٍٍ ذاَتْسُاٍٍُداَش ْرِا َوٍ۞ٍٍ ةَغْلُب َو راَبِطْصا َوٍٍ ص ْر ِح َوٍٍ ءاَكُذ
Yaitu: cerdas, lapang dada, bersabar, bekal yang cukup, petunjuk (arahan) guru, dan waktu yang lama (mencukupi). 4
3 Nurul Maghfiroh,”Internalisasi Nilai Sikap Sosial Melalui Pembelajaran Kitab Alala di MI Al-Iman Bulus“Jurnal As Sibyan Jurnal Kajian Kritis Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Dasar” Vol 4 No 2, Juli–Desember 2021, 142
4 Ali Maghfur Syadzili Iskandar, “Sya’ir Alala & Nadham Ta’lim Mutiara Hikmah Mencari Ilmu” (Surabaya: Al-Miftah, 2012), 7
39
2) Mencari teman (syair 3, 4)
ٍْيِدــــــــــَتْقَيٍٍٍِن ِراـــــَقُمـْلاِبٍٍَنْي ِرَقلاٍٍَّنِإَفٍ۞ٍٍِهِنْي ِرَقٍٍْنَعٍٍْلَس َوٍٍْلَأْسَتٍٍَلٍٍِء ْرَمـْلاٍٍِنَع
Dalam meneliti seseorang janganlah kamu bertanya tentang orang tersebut, namun lihatlah siapa yang menjadi temannya, karena seorang teman pasti mengikuti perbuatan temannya
ٍْيِدــــــــــــَتْهَتٍٍُهْنٍِراَقَفٍٍٍ رْيَخاَذٍٍَناَكٍٍْنِاَفٍ۞ٍٍ ةَع ْرــُسٍٍُهـــــْبِِّنَجَفٍٍِّ رَشٍاَذٍٍَناَكٍٍْنِاَف
Kalau temannya adalah orang yang buruk perangainya maka segera hindarilah ia, tetapi jika temannya adalah orang yang baik maka dekatilah ia, niscaya kamu mendapat petunjuk.
3) Anjuran mencari ilmu (syair 5, 6)
ٍِدِماَحَمْلاٍٍِِّلُكِلٍٍٍ نا َوْنِع َوٍٍ لْضَف َوٍٍ۞ٍٍِهِلْهَ ِلٍٍِ نْيَزٍٍٍَمْلِعلْاٍٍَّنِاَفٍٍْمَّلــــــَعَت
Tuntutlah ilmu ! karena ilmu dapat menjadi perhiasaan, menjadi kehormatan (keutamaan), dan menjadi tanda bagi setiap sesuatu yang terpuji bagi orang yang memilikinya.
ٍِدِئا َوَفْلاٍٍِر ْوُحُبٍٍْىِفٍٍْحبْسا َوٍٍِمْلِعْلاٍٍَنِمٍ۞ٍٍٍ ةَداـــــَـي ِزٍٍ م ْوَيٍٍَّلُكٍا دْيِفَتْسُمٍٍْنُك َو
Dan jadilah kamu orang yang bisa menggali faedah (manfaat) pada setiap hari atas bertambahnya ilmu, serta arungilah faedah-faedah ilmu yang laksana lautan.5
5 Ibid.,8
4) Keutamaan ilmu fiqih ( Syair 7, 8, 9)
ٍِد ِصاَقٍٍٍُلَدْعَا َوٍى َوْقَّتلا َو ِرِِّبْلاٍىَلِاٍ۞ٍٍٍِدـِئاَقٍٍ لَضْفَاٍٍَهــــْقِفلْاٍٍَّنِاَفٍٍْهـَّقَفَت
Belajarlah ilmu fiqih, karena fiqih adalah ilmu yang lebih utama dalam memberikan tuntunan kebajikan dan ketaqwaan, serta ilmu yang lebih menegakkan kebenaran (keadilan).
ٍِدِئاَدَّشلاٍٍِعْيِمَجٍٍْنِمٍٍْى ِجْنُيٍٍُنْص ِحْلا َوُهٍ۞ٍىَدـــــُهْلاٍٍِنَنُسٍىَلِاٍٍْىِداَهلْاٍٍُمْلِعلْا َوُه
Ilmu fiqih adalah ilmu yang dapat memberikan petunjuk pada jalan hidayah, sekaligus benteng yang dapat menyelamatkan dari segala kesengsaraan (kebodohan).
ٍِدِباَعٍٍِفْلَاٍٍْنِمٍٍِناَطْيَّشلاٍىَلَعُّدَشَاٍ۞ٍاـــــــــ عِِّر َوَتُما دـــ ِحا َوٍاــ هْيِقَفٍٍَّنِاـــَف
Sesungguhnya seseorang yang ahli fiqih yang bisa menjauhi perkara haram, bagi syaitan lebih berat dari seribu orang yang ahli beribadah (tanpa didasari ilmu fiqih).6
5) Kerusakan dari orang yang berilmu (Syair 10, 11)
ٍُكِِّسَنَتُمٍٍ لِهاَجٍٍُهْنِمٍٍُرَبْكَاٍٍَوٍ۞ٍٍ كــــِِّتَهَتـُمٍٍ مِلاــــَعٍٍ رْيِبَكٍٍ داــَسَف
Kerusakan yang besar adalah orang yang berilmu tapi tidak tahu malu.
Dan kerusakan yang lebih besar adalah orang yang bodoh namun tetap bersikukuh menjalankan ibadah dengan kebodohannya
6 Ibid., 9
41
ٍُكَّسَمَتَيٍٍِهــــــِنٍْيِدٍٍْيِفٍاَمِهِبٍٍْنَمِلٍ۞ٍٍ ةَمْيِظَعٍٍَنْيِمَلاَعْلاٍيِفٍٍ ةَنْتِفٍاَمُه
Keduanya adalah cobaan yang besar pada alam ini bagi orang yang berpedoman pada keduanya dalam hal agama
6) Berupaya menggapai cita-cita (Syair 12, 13)
ٍُن ْوُنـُفٍٍُن ْوـــُنُجْلا َوٍٍ ءاــــَنِعٍٍِرْيَغِبٍ۞ٍٍا رِظاَنُمٍا هْيِقَفٍىِسْمُتٍٍْنَاٍٍَتْيَّنَمَت
Kamu bercita-cita ingin menjadi seorang ahli fiqih yang handal dengan tanpa bersusah payah ? ketahuilah bahwa gila itu bermacam-macam
ٍُن ْوُكَيٍٍَفْيَكٍٍُمْلـــــــِعْلاَفٍاــــــــَهـُلَّمَحَتٍ۞ٍٍٍ ةَّقَشَمٍٍَن ْوُدٍٍِلاَمْلاٍٍُباَسِتْكاٍٍَسْيَل َو
Tidak pernah ada mencari harta tanpa bersusah payah. Kalau begitu lantas bagamanakah dengan mencari ilmu, apakah juga seperti itu ?.7
7) Orang yang berilmu lebih bisa menjaga diri (Syair 14, 15, 16)
ا رِثْكُمٍٍٍَناَكٍٍْنِاٍٍِء ْرَمْلاٍٍِقْمُحِبٍٍْنِقْيَا َوٍ۞ٍٍٍُهُمَلاَكٍٍَّلَقٍٍِء ْرَمْلاٍٍُلْقَعٍٍَّمــــــَتٍاَذِا
Ketika sempurna (cerdas) otak seseorang maka sedikit perkataannya. Dan yakinilah kepandiran (bodoh) seseorang jika dia banyak bicara.
ٍِلْجِِّرلاٍٍِةَرْثَعٍٍْنِمٍٍِء ْرَمْلاٍٍُتوُمَيٍٍَسيَل َوٍ۞ٍٍِهِناـــــَسِِّلٍٍْنِمٍٍ ةَرْثَعٍٍْنِمٍىَتَفلاٍٍُت ْوُمَي
Matinya seorang pemuda adalah disebabkan oleh terpelesetnya mulut. Dan kematian seseorang bukanlah dikarenakan terpelesetnya kaki
7 Ibid, 10
ٍِلْهَمْلاٍىٍَلَعٍىَرْبَتٍٍِلْجِِّرلاِبٍٍُهُتَرْثَع َوٍ۞ٍٍٍِهـِسْأَرِبٍٍْىِم ْرَتٍٍِهــــْيِفٍٍْنِمٍٍُهُتَرْثَعَف
Terpelesetnya mulut bisa mengakibatkan luka dalam kepala (yang sulit disembuhkan). Namun jika kakinya yang terpeleset lam-kelamaan akan bisa sembuh (dengan sendirinya).
8) Orang yang berilmu hidup selamanya (Syair 17, 18)
ٍُمـــــْيِمَرٍٍِباَرُّتلاٍٍَتْحَتٍٍُهُلاــــَص ْوَأ َوٍٍ۞ٍٍِهِت ْوَمٍٍَدْعَبٍٍٍ دِلاَخٍٍُّيَحٍٍِمْلِعْلاٍوُخَأ
Orang yang berilmu tetap hidup selamanya meskipun dia telah meninggal dan tulangnya hancur lebur dalam tanah
ٍُمــْيِدَعٍٍَوُه َوٍٍِءاـــَيْحَلْاٍٍَنِمٍٍُّنَظــُيٍٍ۞ٍىَرَّثلاٍٍىَلَعٍىِشْمَيٍٍَوُه َوٍٍ تْيَمٍٍِلْهَجْلاوُذ َو
Sedangkan orang yang bodoh dihukumi telah mati meskipun dia masih berjalan diatas bumi. Dia disangka masih hidup namun sebenarnya mati.8
9) Mulia adalah harapan semua orang (Syair 19, 20)
ٍُتاَبُثٍٍِلاَجِِّرلاٍىِفٍٍٍ زْي ِزَعٍٍْنِكَل َوٍ۞ٍٍُتاَكَرَحٍىَلُعْلاٍٍِوْأَشٍىَلِاٍٍِّ لُكِل
Setiap orang pasti tergerak untuk menjadi mulia, namun sedikit sekali orang yang menetapi cita-citanya
ٍْىِدَّرلاٍٍَعَمٍٍىَد ْرُتَفٍٍىَد ْرَلْاٍٍِبَحْصُتٍٍَل َوٍ۞ٍٍْمُهَراـَي ِخٍٍْب ِحاَصَفٍٍٍ م ْوَقٍٍْىِفٍٍَتْنُكٍاَذِا
8 Ibid., 11
43
jika kamu berada pada sebuah kaum maka pilihlah teman orang yang terbaik dari mereka. Dan jangan berteman dengan orang yang hina, niscaya kamu akan terhina bersama mereka.
10) Mengutamakan guru dari yang lain (Syair 21, 22, 23, 24)
ٍَفَرَّشلا َوٍٍٍَلْضَفْلاٍىِدِلا َوٍٍَنِمٍٍْىِنَلاَنٍٍْنِا َوٍ۞ٍٍٍْىِدِلا َوٍٍ ِسْفَنٍىَلَعٍٍْىِذاــَتْسُأٍٍُمِِّدـَقُأ
Saya lebih memilih mendahulukan kepentingan guruku daripada orang tuaku meskipun orang tuaku telah memberikan keutamaan (harta) dan kemuliaan (dunia)
ٍْفَدَّصلاَكٍٍُمْس ِجْلا َوٍٍِمْس ِجْلاٍٍِِّبَرُمٍاَذَه َوٍ۞ٍٍُرَه ْوــــَجٍٍُح ْوُّرلا َوٍٍِح ْوُّرلاٍٍِِّبَرُمٍٍَكاَذَف
Karena guru adalah pembimbing jiwa, dan jiwa adalah mutiara. Sedangkan orang tua adalah pembimbing raga, dan raga adalah tempat mutiara.9
مِلْسُمٍٍِِّلُكٍٍىَلَعٍٍا ظْف ِحٍٍُهَبَج ْوَأ َوٍٍ۞ٍٍِمِِّلَعُمْلاٍٍَّقَحٍٍِِّقَحْلاٍٍَّقَحَاٍٍُتْيَأَر
Saya yakin hak guru melebihi dari segala hak yang ada. Hal itu karena guru wajib menjaga setiap orang islam.
ٍ مَه ْرِدٍٍُفْلَاٍٍ د ِحا َوٍٍِف ْرَحٍٍِمْيِلْعَتِلٍ۞ٍٍٍ ةـَماَرَكٍٍِهيَلِاٍىَدْهُّيٍٍْنَاٍٍَّقَحٍٍْدَقَل
Sungguh, untuk memuliakan seorang guru seharusnya diberi seribu dirham karena telah mengajarkan satu huruf saja
11) Meraih kemuliaan (Syair 25, 26, 27)
9 Ibid., 12
ٍَاــــهَّلِذُتٍىَّتَحٍٍَّزِعْلاٍٍُلاــَنَتٍٍَتْسَلَفٍٍ۞ٍاَهَّزِعُتٍٍْنَاٍٍَىِهَتْشَتٍٍْنَاٍٍَكَلٍىَرَا
Saya yakin bahwa kamu sangat ingin memuliakan kemuliaan, kamu tidak akan mendapatkan kemuliaan sampai kamu menganggap hina kemuliaan tersebut.
ٍِمُّه َوَتٍٍْنِمٍٍُهُداــــَتْعَيٍاَمٍٍَقَّدـــــَص َوٍ۞ٍٍٍُهُن ْوُنُظٍٍَءاَسٍٍِء ْرَمْلاٍٍُلْعِفٍٍَءاَسٍاَذﺇ
Apabila jelek perbuatan seseorang maka jelek pulalah prasangkanya, dan ia selalu menganggap benar terhadap apa saja yang biasa dilakukannya.
ٍُمِواَقُمٍٍ لْثِم َوٍٍ ف ْوُرْشَم َوٍٍ فْي ِرَشٍ۞ٍٍ ةَثَلاَثٍٍْنِمٍٍ دِـحا َوٍٍَّلِاٍٍُساَّنلاٍاَمَف
Manusia itu hanya berhak mendapat satu bagian dari tiga bagian, yaitu:
mulia, dimuliakan, atau menyerupai teman.10
12) Menghadapi orang lain (Syair 28, 29, 30, 31,32)
ٍُم ِزَلٍٍٍُّقــَحْلا َوٍٍَّقــَحْلاٍٍِهْيِفٍٍُعــَبْتَا َوٍ۞ٍٍٍُهَرْدــَقٍٍٍُف ِرْعَأَفٍٍٍْىِق ْوَفٍٍْىِذَّلاٍاَّمَاَف
Saya mengetahui derajat orang yang ada di atas saya, dan saya mengikuti haknya karena hak itu sesuatu hal yang pasti.
ٍُمِكاــــَح ِرْخَفْلاِبٍٍَلـْضَفْلاٍٍَّنِاٍٍُتْلـَّضَفَتٍ۞ٍٍاـــَفَه ْوَاٍٍَّلَزٍٍٍْنِاَفٍٍىِلْثِمٍٍْىِذَّلاٍاَّمَاَف
Sedangkan orang sepadan denganku jika dia terpeleset atau melakukan kesalahan maka aku mempersilahkannya, karena mempersilahkan orang yang sombong adalah kebijaksanaan.
10 Ibid., 13
45
ٍُمِئَلٍٍَمَلٍٍْنِا َوٍى ِض ْرِعٍٍِهِبٍٍُن ْوُصَأٍ۞ٍاـــــــ بِئاَدٍٍٍُمَلْحَاَفٍٍْىِن ْوُدٍٍْىِذَّلاٍاَّمَاَف
Adapun orang yang derajatnya di bawahku, aku akan berusaha menjauhinya untuk menjaga kehormatanku meskipun dicemooh oleh para pencela.
ٍُهُلِعاَفٍٍَوُهٍاَم َوٍٍِهــــْيِفٍاَمٍٍِهْيِفْكَيَسٍ۞ٍٍٍِهِلْعِفٍٍِء ْوُسٍىَلَعٍٍِزْجُتَلٍٍَءٍْرَمْلاٍٍِعَد
Tinggalkanlah orang yang jelek, dan jangan kamu balas kejelekkannya. Dia akan merasa puas terhadap apa yang dilakukan dan apa saja yang dikerjakannya.11
ٍْى ِرْمُعٍٍْنِمٍٍُبَسْحُت َوٍٍ عْفَنٍٍَلاِبٍٍُّرُمَتٍ۞ٍٍاَيِلاَيَلٍٍَّنَاٍٍِناَرْسُخْلاٍٍَنِمٍٍْتَسْيَلَأ
Apakah tidak termasuk kerugian jika malam terus berlalu tanpa ada manfaat yang didapat, sedangkan umur pasti akan di pertanggungjawabkan.
13) Perintah mencari ilmu (Syair 33, 34, 35, 36, 37)
ٍُلِهاَجٍٍَوُهٍٍْنَمَكٍٍ مْلِعٍٍْوُخَأٍٍَسْيَل َوٍ۞ٍاــــ مِلاَعٍٍُدَل ْويٍٍُء ْرَمْلاٍٍَسْيَلَفٍٍْمَّلـــَعَت
Belajarlah, karena tidak ada seseorang yang dilahirkan dalam keadaan alim (pintar). Dan orang yang berilmu tidak sama bila dibandingkan dengan orang yang bodoh
ٍِدـِئا َوَفٍٍُسْمَخٍٍٍِراَفْسَلْاٍىِفَفٍٍْرِفاـَس َوٍ۞ٍٍَىلُعٍْلاٍٍِبَلَطٍىِفٍٍِناَط ْوَلْاٍٍِنَعٍٍْبَّرَغَت
Mengembaralah dari kampung halaman untuk mencari keluhuran, karena dalam petualangan itu te
11 Ibid., 15
rdapat lima faedah.
ٍِد ِجاــَمٍٍُةــَبْحُصٍٍَوٍٍ باَدآ َوٍٍ مـــلِع َوٍ۞ٍٍٍ ةــَشْيِعَمٍٍِباـَسِتْكا َوٍٍِّ مــَهٍٍُجُّرــَفَت
Yaitu: hilangnya kesusahan, dapat mencari rezeki, mendapat ilmu, mengetahui etika, dan bergaul dengan orang yang baik.
ٍَدِئاَدـــَشٍٍُباَكِت ْراٍٍَوٍٍ فاـَيَفٍٍُعـْطَقٍٍَوٍ۞ٍٍ هــَب ْرُغ َوٍٍ لُذٍٍٍِراـَفْسَلْاٍىِفٍٍَلـْيِقٍٍْنِا َو
Meskipun dikatakan bahwa dalam petualangan merasakan kehinaan, asing, menjelajah gurun, dan merasakan hal-hal yang berat.
ٍ دِساـــَح َوٍٍ شا َوٍٍَنْيَبٍٍ نا َوَهٍٍِراَدِبٍ۞ٍٍِهِتاَيَحٍٍْنِمٍٍُهَلٍٍ رْيَخٍٍىَتَفْلاٍٍُت ْوَمَف
Matinya seorang pemuda itu lebih baik daripada kehidupannya didunia tempat kehinaan dan hidup diantara orang yang mengadu domba dan hasud (dengki).1
1 Ibid., 16
47
47 BAB IV PEMBAHASAN
A. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Syair Alala Tanalul Ilma Dalam
Kitab Ta’lim Muta’alim Karya Syekh Az-Zarnuji
Kitab Alala didalamnya terdapat 37 bait syair yang belum tedapat pengelompokan tema. Setelah di telaah didalam kitab Alala dapat dibagi menjadi 13 kelompok berdasarkan tema dan isi kandungan yang sama.
diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Syarat mencari ilmu (Syair 1, 2) 2. Mencari teman (Syair 3, 4) 3. Anjuran mencari ilmu (syair 5, 6) 4. Keutamaan ilmu fiqih ( Syair 7, 8, 9)
5. Kerusakan dari orang yang berilmu (Syair 10, 11) 6. Berupaya menggapai cita-cita (Syair 12, 13)
7. Orang yang berilmu lebih bisa menjaga diri (Syair 14, 15, 16) 8. Orang yang berilmu hidup selamanya (Syair 17, 18)
9. Mulia adalah harapan semua orang (Syair 19, 20)
10. Mengutamakan guru dari yang lain (Syair 21, 22, 23, 24) 11. Meraih kemuliaan (Syair 25, 26, 27)
12. Menghadapi orang lain (Syair 28, 29, 30, 31,32) 13. Perintah mencari ilmu (Syair 33, 34, 35, 36, 37)
Setelah mengkaji kitab Alala secara mendalam penulis menemukan 10 nilai karakter dari keseluruhan 18 nilai karakter yang terdapat dalam Permendikbud No. 20 Tahun 2018. Adapun demikian berikut penjelasan mengenai nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada kitab alala, disertakan dengan syair dan artinya.
1. Kerja Keras
Terkandung didalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), kerja keras dimaknai sebagai perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas,serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.Selain pengertian tersebut kerja keras juga dapat dimaknai sebagai bentuk kegiatan yang dikerjakan secara sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum target kerja tercapai dan selalu mengutamakan atau memperhatikan kepuasan hasil pada setiap kegiatan yang dilakukan.1
Dalam kitab Alala dituliskan pada syair ke 1 dan 2 Syekh Az-Zarnuji mengandung kerja keras dalam mencari ilmu, yang dimaksudkan bahwa dalam mencari ilmu kita harus bekerja keras dalam bersabar lapang dada, harus memiliki bekal yang cukup, dan juga waktu yang tidak sedikit.
1 Khabib Solihin and Muhammad Ulil Albab, “Implementation of the Concept of Moral Education in the Book of Alala Tanalul Ilma in the Era of Society 5.0,” Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial 3, no. 1 (2022): 101–20, https://doi.org/10.35878/santri.v3i1.414.
49
ٍ ناَيَبِبٍاَهِع ْوُمْجَمٍٍْنَعٍٍَكْيِبْنُأَسٍ۞ٍٍٍ ةَّتِــــــسِبٍٍَّلِاٍٍَمْلـــِعْلاٍٍُلاــــَنَتَلٍٍَلَا
Ingatlah ! kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan ilmu melainkan dengan enam syarat yang akan aku ceritakan keseluruhan secara jelas dan gamblang.
ٍ ناَمَزٍٍِل ْوُط َوٍٍٍ ذاَتْسُاٍٍُداَش ْرِا َوٍ۞ٍٍ ةَغْلُب َو راَبِطْصا َوٍٍ ص ْر ِح َوٍٍ ءاَكُذ
Yaitu: cerdas, lapang dada, bersabar, bekal yang cukup, petunjuk (arahan) guru, dan waktu yang lama (mencukupi).2
2. Bersahabat dan Komunikatif
Karakter bersahabat dan komunikatif adalah sikap bergaul dan bersahabat dengan siapa saja, peduli orang lain, bersikap simpati dan empati kepada orang lain, suka menolong, mengajak orang pada kebaikan, merasa sedih melihat penderitaan ataupun kesulitan orang lain, dan suka menyenangkan orang lain.3
Karakter bersahabat dan komunikatif sangat penting di internalisasikan pada peserta didik melalui proses pendidikan khususnya lembaga pendidikan di sekolah, karena mrupakan salah satu keterampilan sosial yang harus dimiliki oleh peserta didik sebagai karakter dasar dalam pergaulan sosial dan bekerja sama.4
2 Fatih, “Kiat-Kiat Sukses Para Pelajar Penalaran Nadzom Ta’lim” (Indramayu:
Penerbit Adab 2021), 1
3 Rianawati, “Implementasi Nilai-nilai Karakter Pada Mata Pelajaran PAI” (Pontianak:
IAIN Pontianak Press, 2020), 59
4 Ibid., 60
Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan orang lain dalam kehidupan. komunikasi menjadi jalan utama terbentuuknya interaksi sosial. interaksi sosial dapat terjadi dalam segala aspek kehidupan yang bersangkutan dengan orang lain.
Dalam kitab Alala pada syair ke 3, 4, dan 20 membahas mengenai pergaulan dengan teman, didalamnya juga terkandung nilai karakter komunikasi, bagaimana cara bergaul dan memilih teman agar kita tidak tersesat.
ٍْىِدَّرلاٍٍَعَمٍٍىَد ْرُتَفٍٍىَد ْرَلْاٍٍِبَحْصُتٍٍَل َوٍ۞ٍٍْمُهَراـَي ِخٍٍْب ِحاَصَفٍٍٍ م ْوَقٍٍْىِفٍٍَتْنُكٍاَذِا
Jika kamu berada pada sebuah kaum maka pilihlah teman orang yang terbaik dari mereka. Dan jangan berteman dengan orang yang hina, niscaya kamu akan terhina bersama mereka.
ٍْيِدــــــــــَتْقَيٍٍٍِن ِراـــــَقُمـْلاِبٍٍَنْي ِرَقلاٍٍَّنِإَفٍ۞ٍٍِهِنْي ِرَقٍٍْنَعٍٍْلَس َوٍٍْلَأْسَتٍٍَلٍٍِء ْرَمـْلاٍٍِنَع Dalam meneliti seseorang janganlah kamu bertanya tentang orang tersebut, namun lihatlah siapa yang menjadi temannya, karena seorang teman pasti mengikuti perbuatan temannya
ٍْيِدــــــــــــَتْهَتٍٍُهْنٍِراَقَفٍٍٍ رْيَخاَذٍٍَناَكٍٍْنِاَفٍ۞ٍٍ ةَع ْرــُسٍٍُهـــــْبِِّنَجَفٍٍِّ رَشٍاَذٍٍَناَكٍٍْنِاَف
Kalau temannya adalah orang yang buruk perangainya maka segera hindarilah ia, tetapi jika temannya adalah orang yang baik maka dekatilah ia, niscaya kamu mendapat petunjuk.5
5 Ali Maghfur Syadzili Iskandar, “Sya’ir Alala & Nadham Ta’lim Mutiara Hikmah Mencari Ilmu” (Surabaya: Al-Miftah, 2012), 7-8
51
3. Menghargai Prestasi
Karakter menghargai prestasi yaitu sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
Menghargai prestasi sangat penting artinya dalam upaya pencapaian dan peningkatan kualitas kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupann. Tanpa penghargaan prestasi peradaban manusia tidak akan mengalami perubahan dan kemajuan.6 Prestasi atau pencapaian seseorang merupakan buah manis dari suatu proses panjang kerja keras.
Prestasi merupakan suatu hadiah atas perjuangan yang tidak mudah.
Dalam kitab Alala penghargaan terhadap orang yang berilmu juga tercantum dalam syair ke 17, yang didalamnya menjelaskan keutamaan orang berilmu diperumpamakan sebagai orang yang akan hidup selamanya meskipun orang itu telah menainggal dan sebaliknya orang yang bodoh seperti orang mati meskipun masih hidup, karena tidak mau belajar.7
ٍُمـــــْيِمَرٍٍِباَرُّتلاٍٍَتْحَتٍٍُهُلاــــَص ْوَأ َوٍٍ۞ٍٍِهِت ْوَمٍٍَدْعَبٍٍٍ دِلاَخٍٍُّيَحٍٍِمْلِعْلاٍوُخَأ
Orang yang berilmu tetap hidup selamanya meskipun dia telah meninggal dan tulangnya hancur lebur dalam tanah
ٍُمــْيِدَعٍٍَوُه َوٍٍِءاـــَيْحَلْاٍٍَنِمٍٍُّنَظــُيٍٍ۞ٍىَرَّثلاٍٍىَلَعٍىِشْمَيٍٍَوُه َوٍٍ تْيَمٍٍِلْهَجْلاوُذ َو
6 Rinawati., 57
7 Fatih. “Kiat-kiat Sukses Para Pelajar”, 21
Sedangkan orang yang bodoh dihukumi telah mati meskipun dia masih berjalan diatas bumi. Dia disangka masih hidup namun sebenarnya mati.8
4. Gemar Membaca Dan Rasa Ingin Tahu
Karakter gemar membaca yaitu menyenangi berbagai bacaan yang positif bertujuan menambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman.
Membaca merupakan kegiatan yang dapat membuka wawasan luas dan mengobati akan rasa ingin tahu. segala informasi dapat di ketahui dengan cara membaca. Orang-orang yang gemar membaca akan memiliki lebih banyak ilmu dan pengetahuan.9
Dalam kitab syair Alala Syekh az-zarnuji menuliskan pada syair ke 6 yang mengandung nilai gemar membaca dan rasa ingin tahu sekaligus.
Dalam syairnya dituliskan bahwa manusia dalam mencari ilmu harus menggali manfaat-manfaat yang terkandung dan mau terus belajar mencari ilmu laksana mengarungi lautan yang luas.
ٍِدِئا َوَفْلاٍٍِر ْوُحُبٍٍْىِفٍٍْحبْسا َوٍٍِمْلِعْلاٍٍَنِمٍ۞ٍٍٍ ةَداـــــَـي ِزٍٍ م ْوَيٍٍَّلُكٍا دْيِفَتْسُمٍٍْنُك َو Dan jadilah kamu orang yang bisa menggali faedah (manfaat) pada setiap hari atas bertambahnya ilmu, serta arungilah faedah-faedah ilmu yang laksana lautan10
8 Ibid., 21
9 Rinawati., 63
10 Fatih., 9
53
5. Religius
Karakter religius adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.11
Dalam segala aspek kehidupan manusia tidak akan luput dengan faktor ketuhanan, dimana agama menjadi jalannya. Nilai religius sudah ditanamkan sejak kecil, pengenalan akan Tuhan dan peribadatan.
tentunya pembelajaran religius akan mendekatkan kita kepada Tuhan.
Demikian pula dalam kitab syair Alala terdapat banyak pembelajaran nilai karakter religius, diantaranya pada syair ke 7, 8, 9, 21, 22, 23, dan 24.
Dalam syair alala ke 7, 8, 9 disini membahas mengenai anjuran belajar ilmu fiqih, dijelaskan bahwa ilmu fiqih merupakan ilmu yang paling utama dalam memberikan tuntunan kebajikan dan ketakaan kepada tuhan, dan dapat menunjukkan hidayah serta dapat dijauhkan dari godaan syetan.
ٍِد ِصاَقٍٍٍُلَدْعَا َوٍى َوْقَّتلا َو ِرِِّبْلاٍىَلِاٍ۞ٍٍٍِدـِئاَقٍٍ لَضْفَاٍٍَهــــْقِفلْاٍٍَّنِاَفٍٍْهـَّقَفَت
Belajarlah ilmu fiqih, karena fiqih adalah ilmu yang lebih utama dalam memberikan tuntunan kebajikan dan ketaqwaan, serta ilmu yang lebih menegakkan kebenaran (keadilan).
11 Sukatin dan Shoffa Saifillah al-Faruq, “Pendidikan Karakter” (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2020), 68
ٍِدِئاَدَّشلاٍٍِعْيِمٍَجٍٍْنِمٍٍْى ِجْنُيٍٍُنْص ِحْلا َوُهٍ۞ٍىَدـــــُهْلاٍٍِنَنُسٍىَلِاٍٍْىِداَهلْاٍٍُمْلِعلْا َوُه
Ilmu fiqih adalah ilmu yang dapat memberikan petunjuk pada jalan hidayah, sekaligus benteng yang dapat menyelamatkan dari segala kesengsaraan (kebodohan).
ٍِدِباَعٍٍِفْلَاٍٍْنِمٍٍِناَطْيَّشلاٍىَلَعُّدَشَاٍ۞ٍاـــــــــ عِِّر َوَتُما دـــ ِحا َوٍاــ هْيِقَفٍٍَّنِاـــَف
Sesungguhnya seseorang yang ahli fiqih yang bisa menjauhi perkara haram, bagi syaitan lebih berat dari seribu orang yang ahli beribadah (tanpa didasari ilmu fiqih).12
Adapun pada syair Alala ke 21, 22, 23, dan 24 membahas mengenai adab seorang murid terhadap guru. dimana seorang murid harus mengutamakan guru dari pada yang lain. karena guru adalah pembimbing jiwa yang memiliki hak melebihi dari segala hak lain. Seorang guru adalah mulia karena guru yang memberikan ilmu dan pembelajaran, dan sudah sepatutnya guru mendapatkan penghargaan atas apa yang telah dilakukan (mengajar).13
ٍَفَرَّشلاٍَوٍٍٍَلْضَفْلاٍىِدِلا َوٍٍَنِمٍٍْىِنَلاَنٍٍْنِا َوٍ۞ٍٍٍْىِدِلا َوٍٍ ِسْفَنٍىَلَعٍٍْىِذاــَتْسُأٍٍُمِِّدـَقُأ
Saya lebih memilih mendahulukan kepentingan guruku daripada orang tuaku meskipun orang tuaku telah memberikan keutamaan (harta) dan kemuliaan (dunia)
12 Ali Maghfur Syadzili Iskandar, “Sya’ir Alala & Nadham Ta’lim Mutiara Hikmah Mencari Ilmu” 9
13 Ahmad Busthomy and Abdul Muhid, “Method of Learning Perspective of Alala Tanalul ’Ilma By Imam Al-Zarnuji,” Ta Dib : Jurnal Pendidikan Islam 9, no. 1 (2020): 146–63, https://doi.org/10.29313/tjpi.v9i1.6237.
55
ٍْفَدَّصلاَكٍٍُمْس ِجْلا َوٍٍِمْس ِجْلاٍٍِِّبَرُمٍاَذَه َوٍ۞ٍٍُرَه ْوــــَجٍٍُح ْوُّرلا َوٍٍِح ْوُّرلاٍٍِِّبَرُمٍٍَكاَذَف Karena guru adalah pembimbing jiwa, dan jiwa adalah mutiara.
Sedangkan orang tua adalah pembimbing raga, dan raga adalah tempat mutiara.
مِلْسُمٍٍِِّلُكٍٍىَلَعٍٍا ظْف ِحٍٍُهَبَج ْوَأ َوٍٍ۞ٍٍِمِِّلَعُمْلاٍٍَّقَحٍٍِِّقَحْلاٍٍَّقَحَاٍٍُتْيَأَر
Saya yakin hak guru melebihi dari segala hak yang ada. Hal itu karena guru wajib menjaga setiap orang islam.
ٍ مَه ْرِدٍٍُفْلَاٍٍ د ِحا َوٍٍِف ْرَحٍٍِمْيِلْعَتِلٍ۞ٍٍٍ ةـَماَرَكٍٍِهيَلِاٍىَدْهُّيٍٍْنَاٍٍَّقَحٍٍْدَقَل
Sungguh, untuk memuliakan seorang guru seharusnya diberi seribu dirham karena telah mengajarkan satu huruf saja14
6. Jujur
Karakter jujur adalah perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.15
Dalam hubungan antar manusia ia akan melandasinya dengan enam prinsip pokok, yaitu persamaan, persaudaraan, cinta kasih, kedamaian, tolong menolong, dan toleran. Maka dari itu maka manusia harus membiasakan sifat jujur . Jujur merupakan sifat dimana manusia berusaha menjadi seorang yang dapat dipercaya perkataan maupun
14 Ali Maghfur Syadzili Iskandar., 12
15 Sukatin dan shoffa., 68
tindakannya. dala kamus besar bahasa Indonesia Jujur bermakna tidak curang atau lurus hatinya.
Dalam kitab syair Alala terdapat pada syair ke 14, 15, 16 yang menjelaskan mengenai sifat jujur, dimana sebagai mannusia harus menjaga mulut (lisan) dari berkata dusta, atau tidak jujur. karena perbuatan demikian dapat menyebabkan “terpeleset” dan menyebabkan luka.
ا رِثْكُمٍٍٍَناَكٍٍْنِاٍٍِء ْرَمْلاٍٍِقْمُحِبٍٍْنِقْيَا َوٍ۞ٍٍٍُهُمَلاَكٍٍَّلَقٍٍِء ْرَمْلاٍٍُلْقَعٍٍَّمــــــَتٍاَذِا
Ketika sempurna (cerdas) otak seseorang maka sedikit perkataannya.
Dan yakinilah kepandiran (bodoh) seseorang jika dia banyak bicara.
ٍِلْجِِّرلاٍٍِةَرْثَعٍٍْنِمٍٍِء ْرَمْلاٍٍُتوُمَيٍٍَسيَل َوٍ۞ٍٍِهِناـــــَسِِّلٍٍْنِمٍٍ ةَرْثَعٍٍْنِمٍىَتَفلاٍٍُت ْوُمَي Matinya seorang pemuda adalah disebabkan oleh terpelesetnya mulut.
Dan kematian seseorang bukanlah dikarenakan terpelesetnya kaki
ٍِلْهَمْلاٍىَلَعٍىَرْبَتٍٍِلْجِِّرلاِبٍٍُهُتَرْثَع َوٍ۞ٍٍٍِهـِسْأَرِبٍٍْىِم ْرَتٍٍِهــــْيِفٍٍْنِمٍٍُهُتَرْثَعَف
Terpelesetnya mulut bisa mengakibatkan luka dalam kepala (yang sulit disembuhkan). Namun jika kakinya yang terpeleset lam-kelamaan akan bisa sembuh (dengan sendirinya).16
7. Toleransi dan Cinta Damai
Indonesia merupakan negara yang majemuk dimana didalamnya terdapat perbedaaan suku, ras, agama, budaya, dan adat istiadat. dari
16 Ali Maghfur Syadzili Iskandar.,10
57
perbedaan-perbedaan tersebutlah maka sangat diperlukan toleransi.
Toleransi disebut sebagai sikap saling menghargai perbedaan dalam hal suku, ras, agama, pendapat maupun sikap orang lain.17
Dalam Kitab syair Alala pada syair ke 27, 28, 29, dan 30.
menjelaskan mengenai bagaimana manusia saling berinteraksi dengan dimuliakan, dan memuliakan orang lain. saling menghargai dan tidak saling mencemoooh, hidup berdampingan menciptakan kedamaian dan kasih sayang. berusaha menjadi pribadi yang memiliki toleransi tinggi tanpa membeda bedakan dan menjauhi sifat sombong.
ٍُمِواَقُمٍٍ لْثِم َوٍٍ ف ْوُرْشَم َوٍٍ فْي ِرَشٍ۞ٍٍ ةَثَلاَثٍٍْنِمٍٍ دِـحا َوٍٍَّلِاٍٍُساَّنلاٍاَمَف
Manusia itu hanya berhak mendapat satu bagian dari tiga bagian, yaitu:
mulia, dimuliakan, atau menyerupai teman.
ٍُم ِزَلٍٍٍُّقــَحْلا َوٍٍَّقــَحْلاٍٍِهْيِفٍٍُعــَبْتَا َوٍ۞ٍٍٍُهَرْدــَقٍٍٍُف ِرْعَأَفٍٍٍْىِق ْوَفٍٍْىِذَّلاٍاَّمَاَف
Saya mengetahui derajat orang yang ada di atas saya, dan saya mengikuti haknya karena hak itu sesuatu hal yang pasti.
ٍُمِكاــــَح ِرْخَفْلاِبٍٍَلـْضَفْلاٍٍَّنِاٍٍُتْلـَّضَفَتٍ۞ٍٍاـــَفَه ْوَاٍٍَّلَزٍٍٍْنِاَفٍٍىِلْثِمٍٍْىِذَّلاٍاَّمَاَف
Sedangkan orang sepadan denganku jika dia terpeleset atau melakukan kesalahan maka aku mempersilahkannya, karena mempersilahkan orang yang sombong adalah kebijaksanaan.
17 Solihin and Albab, “Implementation of the Concept of Moral Education in the Book of Alala Tanalul Ilma in the Era of Society 5.0.”
ٍُمِئَلٍٍَمَلٍٍْنِا َوٍى ِض ْرِعٍٍِهِبٍٍُن ْوُصَأٍ۞ٍاـــــــ بِئاَدٍٍٍُمَلْحَاَفٍٍْىِن ْوُدٍٍْىِذَّلاٍاَّمَاَف
Adapun orang yang derajatnya di bawahku, aku akan berusaha menjauhinya untuk menjaga kehormatanku meskipun dicemooh oleh para pencela
8. Mandiri
Mandiri menurut kamus besar bahasa indonesia adalah tidak tergantung pada orang lain, atau dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Sikap mandiri disebut juga kemandirian yang mencakup mandiri dalam berpikir, merasakan, dan membuat keputusan dari diri sendiri. Karakter mandiri dapat menjadikan seorang menjadi pribadi yang ulet dan pantang menyerah.18
Dalam kitab Syair Alala ini juga dituliskan dalam syair ke 33, 34, 35, 36, dan 37 terkait kemandirian dalam menuntut ilmu. tidak dapat dipungkiri bahwa menuntut ilmu membutuhkan banyak pengorbanan dan kerja keras didalamnya, sehingga kemandirian seseorang dalam menuntut ilmu juga sangat berperan penting.
Pada syair-syair tersebut dijelaskan mengenai anjuran mngembara mencari ilmu dan mengambil faedah atau manfaatnya yaitu hilangnya kesusahan, dapat mencari rezeki, mengetahui etika, dan bergaul dengan
18 Julkarnain M Ahmad, Halim Adrian, and Muh Arif, “Pentingnya Menciptakan Pendidikan Karakter Dalam Lingkungan Keluarga,” Jurnal Pendias 3, no. 1 (2021): 1–24, https://media.neliti.com/media/publications/29315-ID-urgensi-pendidikan-agama-luar-sekolah-.
59
orang lain. Didalamnya mengajarkan untuk menjadi mandiri dengan mengembara mencari ilmu dimanapun berada.19
ٍُلِهاَجٍٍَوُهٍٍْنَمَكٍٍ مْلِعٍٍْوُخَأٍٍَسْيَل َوٍ۞ٍاــــ مِلاَعٍٍُدَل ْويٍٍُء ْرَمْلاٍٍَسْيَلَفٍٍْمَّلـــَعَت
Belajarlah, karena tidak ada seseorang yang dilahirkan dalam keadaan alim (pintar). Dan orang yang berilmu tidak sama bila dibandingkan dengan orang yang bodoh
ٍِدـِئا َوَفٍٍُسْمَخٍٍٍِراَفْسَلْاٍىِفَفٍٍْرِفاـَس َوٍ۞ٍٍَىلُعْلاٍٍِبَلَطٍىِفٍٍِناَط ْوَلْاٍٍِنَعٍٍْبَّرَغَت
Mengembaralah dari kampung halaman untuk mencari keluhuran, karena dalam petualangan itu terdapat lima faedah.
ٍِد ِجاــَمٍٍُةــَبْحُصٍٍَوٍٍ باَدآ َوٍٍ مـــلِع َوٍ۞ٍٍٍ ةــَشْيِعَمٍٍِباـَسِتْكا َوٍٍِّ مــَهٍٍُجُّرــَفَت
Yaitu: hilangnya kesusahan, dapat mencari rezeki, mendapat ilmu, mengetahui etika, dan bergaul dengan orang yang baik.
ٍَدِئاَدـــَشٍٍُباَكِت ْراٍٍَوٍٍ فاـَيَفٍٍُعـْطَقٍٍَوٍ۞ٍٍ هــَب ْرُغ َوٍٍ لُذٍٍٍِراـَفْسَلْاٍىِفٍٍَلـْيِقٍٍْنِا َو
Meskipun dikatakan bahwa dalam petualangan merasakan kehinaan, asing, menjelajah gurun, dan merasakan hal-hal yang berat.
ٍ دِساـــَح َوٍٍ شا َوٍٍَنْيَبٍٍ نا َوَهٍٍِراَدِبٍ۞ٍٍِهِتاَيَحٍٍْنِمٍٍُهَلٍٍ رْيَخٍٍىَتَفْلاٍٍُت ْوَمَف
19 Busthomy and Muhid, “Method of Learning Perspective of Alala Tanalul ’Ilma By Imam Al-Zarnuji.”