BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Gambaran Umum Kabupaten Kepulauan Selayar a. Asal Mula Nama Selayar
Hingga saat ini belum ada kesepakatan tentang arti nama selayar, baik dari segi etimologi maupun maknanya. Ada yang berpendapat bahwa selayar berasal dari kata “salah layar”, yang berarti suatu perjalanan laut atau pelayaran yang gagal mencapai tujuan pelayarannya. Konon nama tersebut diberikan oleh Sultan Ternate yang kebetulan melakukan perjalanan pada waktu itu. Versi lain yang didasarkan pada pendekatan bahasa menyatakan bahwa selayar berasal dari kata “satu layar”. Penamaan ini diperkirakan berasal dari bahasa melayu. Selain kedua penamaan diatas, selayar juga mendapatkan julukan “tanah doang”, yang berarti tanah tempat berdoa.
Hal ini cukup rasional karena sebagian masyarakat tradisional selayar sering menggunakan mantra pengobatan yang didalamnya terdapat kalimat “barakka doang, barakka la ilaha illallah”. Selain itu, julukan “tanah doang” didasarkan pada cerita rakyat turun temurun, terkait dengan bentuk pulau Selayar yang menyerupai udang. Cerita rakyat tersebut dimulai ketika jaman penjajahan, pada saat pulau ini akan dibom, akan tetapi rencana pengeboman itu diurungkan karena
yang tampak dari pulau ini 55 bukan perkampungan atau pemukiman akan tetapi yang nampak adalah udang.
Pulau Selayar secara administratif merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang telah merayakan hari jadinya yang ke-415 pada tanggal 29 November 2020 tahun lalu. Dalam usia tersebut, Selayar telah menempuh perjalanan sejarah yang Panjang dan penuh dengan makna budaya yang dapat direfleksikan pada konteks kekinian, sehingga menciptakan pembangunan berkelanjutan yang tetap berdasarkan pada khazanah budaya, kearifan, dan pengetahuan local Selayar. Bukti otentik mengenai panjangnya rentang waktu sejarah yang telah dilewati Selayar, tersaji dalam keragaman tinggalan arkeologi atau tinggalan purbakala yang tersebar di seluruh wilayah Selayar, mulai dari tingalan masa prasejarah, islam, dan kolonial.
Bahkan dalam beberapa sumber sejarah, seperti sumber dari portugis disebutkan bahwa ketika orang portugis mengunjungi pelabuhan siang mereka mendapatkan penjelasan bahwa pedagang-pedagang melayu muslim dari Patani, Pahang, dan Ujung Tanah telah tinggal di Selayar sejak 1480.
Keseluruhan benda hasil kebudayaan masalalu termasuk tinggalan purbakala di Pulau Selayar menurut Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1992 disebut sebagai benda cagar budaya yang merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan bersama sebagai kekayaan budaya bangsa.
b. Letak Geografis
Kabupaten Kepulauan Selayar (dahulu Kabupaten Selayar, perubahan nama berdasarkan PP. No. 59 Tahun 2008) adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar adalah Kota Benteng. Kabupaten ini memiliki luas sebesar 10.503,68 km² (wilayah daratan dan lautan) dan dengan jumlah penduduk sebesar 123.283 jiwa.
Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri dari 2 sub area wilayah pemerintahan yaitu wilayah daratan yang meliputi Kecamatan Benteng, Bontoharu, Bontomanai, Buki, Bontomatene, dan Bontosikuyu. Serta wilayah kepulauan yang meliputi Kecamatan Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, Takabonerate, Pasimarannu, dan Pasilambena.
Kabupaten Kepulauan Selayar adalah salah satu daerah dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang berfungsi sebagai pintu bagian selatan Sulawesi Selatan dengan karakteristik daerah berupa gugus kepulauan yang wilayah administratifnya terdiri atas 11 kecamatan.
Dimana 6 kecamatan daratan dan 5 kecamatan kepulauan. Untuk saat ini tercatat sebanyak 81 desa dan 7 kelurahan. Dimana 50 desa yang berada di kecamatan daratan dan 31 desa berada di kecamatan kepulauan. 52 desa diantaranya terletak di wilayah pesisir dan pulau- pulau kecil.
Kabupaten Kepulauan Selayar terletak antara 5° 24" - 7° 35" LS dan 120° 15" - 122° 30" BT dengan titik koordinat 6° 5' 48°, 7" LU 120° 30 16°, 86" BT koordinat 6° 5' 48°, 7" LU 120° 30" 16°, 86" BT.
Luas wilayah 10.503,69 km (wilayah darat 1.357,03 km dan wilayah laut 9.146,66 km), dengan 57 batas-batas wilayah sebelah utara perairan Kabupaten Bulukumba, sebelah timur perairan Teluk Bone, sebelah selatan Laut Flores, sebelah barat perairan Selat Makassar.
Dibagian pantai barat Pulau Selayar banyak ditumbuhi pohon kelapa.
Gambar 4.1
Peta Kabupaten Kepulauan Selayar
Sumber: website pariwisata.kepulauanselayarkab.go.id Hampir seluruh wilayah pesisir pantai barat Pulau Selayar, memiliki pesisir berwarna putih dengan air laut yang jernih, pantai barat Selayar juga menjadi lokasi perkampungan penduduk termasuk
Kota Benteng sendiri. Penduduk Pulau Selayar, mayoritas merupakan Suku Makassar meskipun bahasa sehari-hari yang digunakan bukanlah bahasa Makassar melainkan bahasa Selayar dengan beberapa kata memiliki perbedaan dengan bahasa Makassar. Dan agama yang paling banyak dianut adalah agama islam.
c. Letak Demografi
Pada tahun 2018 jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Selayar tercatat sebanyak 103.473 jiwa. Dalam 3 tahun kemudian (tahun 2021) jumlah penduduk tersebut telah mengalami pertambahan sebanyak 6.506 jiwa. Dengan dasar tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata pertambahan penduduk di Kabupaten Kepulauan Selayar masih sebesar 1,95% setiap tahunnya. Penduduk Kabupaten Kepulauan Selayar menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2015 berjumlah sebanyak 121.749 jiwa terdiri dari 57.685 jiwa laki-laki dan 64.064 jiwa perempuan. Data tentang komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin tersebut menunjukkan bahwa secara umum, jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari jumlah penduduk laki- laki dengan rasio jenis kelamin (sex ratio) sebesar 90,04 (setiap 100 perempuan terdapat 90 laki-laki). Komposisi penduduk Kepulauan Selayar menurut kelompok umur terdiri dari:
Penduduk usia 0-14 tahun sebanyak 36.093 jiwa Penduduk usia 15-64 tahun sebanyak 77.486 jiwa Penduduk usia 65 tahun keatas sebanyak 8.170 jiwa
Menurut hasil survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2018 jumlah Angkatan kerja di Kabupaten Kepulauan Selayar pada tahun 2018 sebesar 54.996 orang, yaitu yang bekerja sebanyak 49.478 orang dan jumlah pengangguran sebanyak 5.518 orang. Jumlah bukan angkatan kerja sebanyak 32.651 orang dengan rincian 6.503 orang sekolah, 22.162 orang mengurus rumah tangga dan lainnya sebanyak 3.986 orang. 59 Penyebaran penduduk berdasarkan wilayah kecamatan pada tahun 2018 sebagai berikut:
Tabel 4.1
Keadaan Jumlah Penduduk Menurut Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Selayar
No. Kecamatan Jumlah Penduduk
1. Benteng 18.860 jiwa
2. Bontoharu 11.801 jiwa
3. Bontomanai 13.642 jiwa
4. Bontomatene 13.818 jiwa
5. Bontosikuyu 14.450 jiwa
6. Buki 6.778 jiwa
7. Pasilambena 7.802 jiwa
8. Pasimarannu 8.923 jiwa
9. Pasimasunggu 7.008 jiwa
10. Pasimasunggu Timur 6.524 jiwa 11. Takabonerate 12.143 jiwa
Sumber: (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar, Januari (2019)
d. Visi dan MisiKabupaten Kepulauan Selayar 1. Visi Kabupaten Kepulauan Selayar
Kepulauan Selayar sebagai bandar maritim kawasan timur Indonesia
2. Misi Kabupaten Kepulauan Selayar
a) Mengembangkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.
b) Meningkatkan kualitas pembangunan pedesaan.
c) Meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
d) Mengembangkan pengelolaan potensi kelautan.
e) Meningkatkan pembinaan kehidupan sosial dan keagamaan.
f) Meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup.
e. Tiga Pilar Pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu sebagai berikut:
1. Pembangunan Pusat Distribusi Logistik (PDL) 2. Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
3. Pembangunan Kawasan Industri Perikanan Terpadu (KIPT) 2. Profil Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan
Selayar
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang kebudayaan dan bidang kepariwisataan yang menjadi kewenangan daerah. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebagaimana dipimpin oleh Kepala Dinas
yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Selain itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga berkewajiban untuk:
a. Menyediakan informasi kepariwisataan, perlindungan hukum, serta keamanan dan keselamatan kepada wisatawan.
b. Menciptakan iklim yang kondusif untuk perkembangan usaha pariwisata yang meliputi terbukanya kesempatan yang sama dalam berusaha, memberikan fasilitas, dan memberikan kepastian hukum.
c. Memelihara, mengembangkan, dan melestarikan aset nasional yang menjadi daya Tarik wisata dan aset potensial yang belum tergali.
d. Mengawasi dan mengendalikan kegiatan kepariwisataan dalam rangka mencegah dan menanggulangi berbagai dampak negative bagi masyarakat luas.
Berdasarkan tugas pokok dan fungsi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, ditetapkan sebagai berikut:
a. Tugas pokok, membantu Bupati dalam menyelenggarakan kegiatan di bidang pariwisata dan kebudayaan.
b. Fungsi, perumusan kebijakan teknis dibidang Pariwisata dan Kebudayaan; Perencanaan di bidang pariwisata dan kebudayaan;
Pemberian izin dan pelayanan umum dibidang pariwisata dan kebudayaan; Pengendalian dan pengamanan teknis operasional dibidang pariwisata dan kebudayaan; Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga memiliki wewenang dalam mengeluarkan izin terkait bidang kebudayaan seperti kegiatan kebudayaan, alih fungsi bangunan bersejarah, dan lainnya.
Sesuai tugas pokok dan fungsi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, maka dibentuklah organisasi Dinas sebagai berikut:
a. Kepala Dinas.
b. Sekretariat, terdiri dari: Subbagian Program; Subbagian Umum, Kepegawaian, dan Hukum; dan Subbagian Keuangan.
c. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, terdiri dari: Seksi Promosi Pariwisata; Seksi Peningkatan Kerjasama dan Kemitraan Pariwisata; dan Seksi Penyediaan Data dan Penyebaran Informasi Pariwisata.
d. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, terdiri dari: Seksi Pengelolaan Daya Tarik dan Kawasan Strategis Pariwisata; Seksi Pengelolaan Destinasi Pariwisata; dan Seksi Industri Pariwisata.
e. Bidang Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Kreatif, terdiri dari:
Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pelaku Ekonomi Kreatif; Seksi Pengembangan Ekosistem dan Penyediaan Infrastruktur; dan Seksi Layanan Hak Kekayaan Intelektual dan Kerjasama Antar Lembaga.
f. Bidang Kebudayaan, terdiri dari: Seksi Pengembangan Kebudayaan dan Pembinaan Kesenian Tradisional; Seksi
Pelestarian Cagar Budaya dan Pengelolaan Museum; dan Seksi Pembinaan Sejarah dan Lembaga Adat.
g. Jabatan Fungsional.
h. Unit Pelaksana Teknis Dinas.
Berikut Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Gambar 4.2
Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2022
Sumber: (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar, 2022) Berikut uraian tugas dan fungsi berdasarkan struktur organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Selayar:
1. Kepala Dinas
a. Kepala Dinas mempunyai tugas membantu Bupati dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang pariwisata dan kebudayaan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Pemerintah Daerah.
b. Kepala Dinas mempunyai fungsi sebagai perumus kebijakan urusan pemerintahan bidang pariwisata dan kebudayaan; Pelaksana kebijakan urusan pemerintahan bidang pariwisata dan kebudayaan; Pelaksana evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan bidang pariwisata dan kebudayaan; Pelaksana administrasi Dinas; dan pelaksana fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait tugas dan fungsinya.
2. Sekretariat
a. Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris yang mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam mengoordinasikan kegiatan, memberikan pelayanan teknis dan administrasi penyusunan program, umum, kepegawaian dan keuangan dalam lingkungan Dinas.
b. Untuk melaksanakan fungsi pengoordinasian pelaksanaan tugas dalam lingkungan Dinas; Pengoordinasian penyusunan program, pelaporan, dan hukum;
Pengoordinasian urusan umum dan kepegawaian;
Pengoordinasian pengelolaan administrasi keuangan; dan Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugasnya.
1) Sub bagian Program. Subbagian Program dipimpin oleh Kepala Subbagian yang mempunyai tugas membantu Sekretaris melaksanakan urusan penyusunan program dan anggaran, pengelolaan data informasi, pelaksanaan monitoring dan evaluasi, serta penyusunan laporan kinerja.
2) Sub bagian Umum, Kepegawaian, dan Hukum.
Subbagian Umum, Kepegawaian, dan Hukum dipimpin oleh Kepala Subbagian yang mempunyai tugas membantu Sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan urusan ketatausahaan, administrasi pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan barang, urusan rumah tangga serta mengelola admnistrasi kepegawaian dan perundang-undangan.
3) Subbagian Keuangan. Subbagian Keuangan dipimpin oleh Kepala Subbagian yang mempunyai tugas
membantu Sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan pengelolaan administrasi dan pelaporan keuangan.
3. Bidang Pemasaran Pariwisata
a. Bidang Pemasaran Pariwisata dipimpin oleh Kepala Bidang yang mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam mengoordinasikan, merumuskan, dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang pemasaran pariwisata.
b. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata memiliki fungsi untuk merumuskan kebijakan teknis bidang pemasaran pariwisata; Pelaksanaan kebijakan teknis bidang pemasaran pariwisata; Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan dibidang pemasaran pariwisata; Pelaksanaan administrasi dibidang pemasaran pariwisata; dan Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan pimpinan dengan bidang tugasnya.
1) Seksi Promosi Pariwisata. Seksi Promosi Pariwisata dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dalam melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis dibidang promosi pariwisata.
2) Seksi Peningkatan Kerjasama dan Kemitraan Pariwisata. Seksi Peningkatan Kerjasama dan
Kemitraan Pariwisata dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu Kepala Bidang dalam melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang peningkatan kerjasama dan kemitraan pariwisata.
3) Seksi Penyediaan Data dan Penyebaran Informasi Pariwisata. Seksi Penyediaan Data dan Penyebaran Informasi Pariwisata dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dalam melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis dibidang penyediaan data dan penyebaran informasi pariwisata.
4. Bidang Destinasi Pariwisata
a. Bidang Destinasi Pariwisata dipimpin oleh Kepala Bidang yang mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam megoordinasikan, merumuskan, dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang destinasi pariwisata.
b. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata memiliki fungsi merumuskan kebijakan terknis bidang destinasi pariwisata;
Pelaksanaan kebijakan teknis bidang destinasi pariwisata;
Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan dibidang destinasi pariwisata; Pelaksanaan administrasi dibidang destinasi
pariwisata; dan Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.
1) Seksi Pengelolaan Daya Tarik dan Kawasan Strategis Pariwisata. Seksi Pengelolaan Daya Tarik dan Kawasan Strategis Pariwisata dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu Kepala Bidang dalam melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis dibidang pengelolaan daya tarik dan Kawasan stategis pariwisata.
2) Seksi Pengelolaan Destinasi Pariwisata. Seksi Pengelolaan Destinasi Pariwisata dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis dibidang pengelolaan destinasi pariwisata.
3) Seksi Industri Pariwisata. Seksi Industri Pariwisata dipimpin oleh Kepala Seksi yang memiliki tugas membantu Kepala Bidang dalam melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis dibidang usaha dan industri pariwisata.
5. Bidang Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Kreatif
a. Bidang SDM dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Kepala Bidang yang mempunyai tugas untuk membantu Kepala
Dinas dalam mengoordinasikan, merumuskan, dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang sumber daya manusia dan ekonomi kreatif.
b. Kepala Bidang SDM dan Ekonomi Kreatif melaksanakan fungsi perumusan kebijakan teknis bidang sumber daya manusia dan ekonomi kreatif; Pelaksanaan kebijakan teknis bidang sumber daya manusia dan ekonomi kreatif;
Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sumber daya manusia dan ekonomi kreatif; Pelaksanan administrasi dibidang sumber daya manusia dan ekonomi kreatif; dan Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.
1) Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pelaku Ekonomi Kreatif. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pelaku Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas untuk membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan sumber daya manusia dan pelaku ekonomi kreatif.
2) Seksi Pengembangan Ekosistem dan Penyediaan Infrastruktur. Seksi Pengembangan Ekosistem dan Penyediaan Infrastruktur dipimpin oleh Kepala Seksi
yang mempunyai tugas membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis dalam bidang pengembangan ekosistem dan penyediaan infrastruktur.
3) Seksi Layanan Hak Kekayaan Intelektual dan Kerjasama Antar Lembaga. Seksi Layanan Hak Kekayaan Intelektual dan Kerjasama Antar Lembaga dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan bahan perumusan serta melaksanakan kebijakan teknis dalam bidang layanan hak kekayaan intelektual dan kerjasama antar Lembaga.
6. Bidang Kebudayaan
a. Bidang Kebudayaan dipimpin oleh Kepala Bidang yang mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam mengoordinasikan, merumuskan, dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang kebudayaan.
b. Kepala Bidang Kebudayaan melaksanakan fungsi perumusan kebijakan teknis bidang kebudayaan;
Pelaksanan kebijakan teknis bidang kebudayaan;
Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan dibidang kebudayaan;
Pelaksanaan administrasi dibidang kebudayaan; dan
Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.
1) Seksi Pengembangan Kebudayaan dan Pembinaan Kesenian Tradisional. Seksi Pengembangan Kebudayaan dan Pembinaan Kesenian Tradisional dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Kebudayaan dalam menyiapkan bahan berkas dan merumuskan serta melaksanakan kebijakan teknis dibidang pengembangan kebudayaan dan pembinaan kesenian tradisional.
2) Seksi Pelestarian Cagar Budaya dan Pengelolaan Museum. Seksi Pelestarian Cagar Budaya dan Pengelolaan Museum dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas untuk membantu Kepala Bidang Kebudayaan dalam menyiapkan berkas perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis dibidang pelestarian cagar budaya dan pengelolaan museum.
3) Seksi Pembinaan Sejarah dan Lembaga Adat. Seksi Pembinaan Sejarah dan Lembaga Adat dipimpin oleh Kepala Seksi yang memiliki tugas untuk membantu Kepala Bidang Kebudayaan dalam menyiapkan bahan perumusan serta melaksanakan kebijakan teknis dalam bidang pembinaan sejarah dan Lembaga adat.
7. Jabatan Fungsional
a. Jabatanss fungsional yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. Pengangkatan pejabat fungsional pada Dinas dilaksanakan berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan formasi, serta sesuai dengan ketentuan peraturan peundang-undangan.
B. Strategi Pengembangan Program Desa Wisata Dalam Mewujudkan Desa Mandiri Di Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar
Hasil penelitian ini menjelaskan tentang Strategi Pengembangan Program Desa Wisata Dalam Mewujudkan Desa Mandiri Di Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar yang mengacu pada indikator strategi pengembangan menurut Chandler (2006) yang meliputi 4 elemen yaitu Sumber Daya Manusia (SDM), Dana, Informasi dan teknologi, serta Sarana dan Prasarana. Adapun uraian penelitian ini dikemukakan sebagai berikut:
1. Sumber Daya Manusia
SDM merupakan individu atau pelaku industri pariwisata yang secara langsung maupun tidak langsung memiliki interaksi dengan keterkaitan seluruh komponen pariwisata.
Adapun hasil wawancara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai berikut:
“Berbicara tentang sdm perlu untuk ditingkatkan kapasitasnya baik sdm dari pemerintah, masyarakat maupun penggiat pelaku usaha di sektor pariwisata. Kedepaannya diharapkan sektor pariwisata ini bukan hanya semata-mata dinas pariwisata dan kebudayaan selaku opd yang diberikan
kewenangan untuk bertanggung jawab dalam membina dan mengembangkan disektor pariwisata, tetapi untuk majunya pariwisata ini secara moral maupun moril itu adalah tanggung jawab kita semua sehinnga kita semua memikirkan dan melaksanakan sesuatu itu sesuai denga porsi masing-masing pemerintah, masyarakat maupun pelaku penggiat pemerhati wisata apa yang dilakukannya”. (Hasil wawancara Drs.
Hizbullah Kamaruddin, 20 Juni 2022)
Adapun wawancara Kepala Seksi SDM dan Ekraf Pariwisata sebagai berikut:
“Agar kualitas sumber daya manusia pariwisata dapat meningkat, maka perlu difasilitasi berupa pelatihan dan pembinaan. Pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar ada beberapa pelatihan yang diselenggarakan guna peningkatan kinerja SDM yaitu Pelatihan pengelolaan kuliner, Pelatihan pengelolan desa wisata, Pelatihan pengelolaan home stay, Pelatihan digitalisasi branding, dan Pelatihan pengelolaan wisata budaya.” (Hasil wawancara Arini Handayani, S.s 20 Juni 2022)
Berdasarkan hasil wawancara tersebut, dapat dijelaskan bahwa pengembangan pariwisata bukan hanya tanggung jawab Dinas Pariwisata saja tetapi juga merupakan tanggung jawab pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, serta masyarakat. Kemudian agar sumber daya manusianya memiliki kinerja yang baik dan berkualitas maka perlu memberikan atau mengadakan pelatihan-pelatihan yang mampu meningkatkan kualitas kinerja.
Adapun pelatihan pertama yang dilakukan yakni pelatihan pengelolaan toilet yang berlokasi di Rayhan Square Kabupaten Kepulauan Selayar yang diikuti oleh para pengelola destinasi, homestay, dan anggota BUMDes. Pelatihan ini dilakukan karena masyarakat dan pengelola berperan penting dalam menyiapkan toilet yang baik dan bersih bagi para
wisatawan. Potensi pariwisata yang ada di seluruh kabupaten/kota perlu dikelola dengan baik oleh SDM yang mumpuni. Oleh karenanya pelatihan sangat penting diselenggarakan.
Gambar 4.3
Pelatihan Pengelolaan Toilet Di Destinasi Wisata
Sumber: website pariwisata.kepulauanselayarkab.go.id
Kemudian, didelenggarakan juga pelatihan pengelolaan Homestay yang berlokasi di Cafe Pasiana Kabupaten Kepulauan Selayar. Homestay merupakan bagian penting dari pengembangan kawasan wisata.
Pengembangan Homestay di kawasan wisata akan berpotensi besar membuat masyarakat merasakan dampak ekonomi secara langsung dari pariwisata. Pelatihan ini diikuti oleh para pengelola homestay, pengelola pondok wisata serta anggota pokdarwis. Pelatihan ini diselenggrakan untuk meningkatkan kinerja SDM. Dengan terlaksananya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola homestay/pondok wisata. Para pengelola juga diharapkan bisa
memberikan pelayanan yang lebih professional dan berkualitas kepada para wisatawan.
Gambar 4.4
Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
Sumber: website pariwisata.kepulauanselayarkab.go.id
Adapun pelatihan lainnya yaitu pelatihan pengelolaan desa wisata yang diikuti oleh para kepala desa, perwakilan BUMDes, perwakilan pokdarwis dari desa yang telah ditetapkan sebagai desa wisata serta perwakilan dari komunitas pariwisata Selayar. Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam mengelola an desa wisata.
Gambar 4.5
Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata
Sumber: website pariwisata.kepulauanselayarkab.go.id
Pelatihan digitalisasi branding juga diselenggarakan oleh Dinas Pariiwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar. Pelatihan ini diikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari pokdarwis, pengelola homestay, pengelola souvenir dan kuliner, travel agent, fotografer, serta komunitas dan penggiat pariwisata. Pelatihan ini diselanggarakan guna meningkatkan pemahaman dan kompetensi dalam pemanfaatan pemasaran digital di sektor pariwisata sehingga diharpkan mampu meningkatkan kompetensi SDM/pelaku pariwisata.
Gambar 4.6
Pelatihan Digitalisasi Branding
Ada 5 pelatihan yang telah dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yakni pelatihan pengelolaan toilet, pelatihan usahan homestay, pelatihan digitalisasi branding, pelatihan pengelolaan desa wisata, dan pelatihan wisata budaya. Setiap pelatihan diikuti oleh 40 peserta yakni melibatkan diantaranya para pelaku usaha (SDM), kepala
desa, pokdarwis, BUMDes, serta masyarakat lain dengan menyesuaikan tema pelatihan yang diselenggarakan. Pelatihan ini dilaksanakan sebulan sekali yang mana dalam satu bulan itu persiapan sebelum pelatihan, pengerjaan laporan, serta pertanggung jawaban pelatihan.
Wawancara juga dilakukan pada pegiat wisata di 3 desa wisata yang menjadi prioritas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai berikut:
“Interaksi antara kami pegiat wisata dengan pihak Dispar Sangat bagus. Pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sangat mendukung usaha wisata puncak tanadoang dan memberikan dak fisik seperti bangunan cafe, parkir, toilet. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga melakukan pelatihan pembinaan terhadap masyarakat disekitar Kawasan wisata tanadoang seperti pengelolaan kuliner, cara melayani tamu wisatawan yang berkunjung, serta pengelolan sarana prasarana. Dengan adanya desa wisata ini, hasil bumi desa Bontomarannu sudah disalurkan ke lokasi wisata untuk dibeli langsung oleh pengelola wisata jadi dapat menambah penghasilan masyarakat desa. Adanya program desa wisata ini memiliki dampak positif bagi masyarakat. Dengan banyaknya pengunjung, pola pikir masyarakat desa lebih terbuka tentang kebersihan dalam memelihara dan menjaga keamanan desa bontomarannu agar bisa terwujudnya desa mandiri melalui program desa wisata ini. Selanjutnya juga memberikan dampak positif untuk masyarakat yang memiliki keuangan yang lebih untuk membangun dan berkontribusi dalam membangun spot-spot wisata di sekitaran area desa wisata ini.” (Hasil wawancara Ingka Christy selaku Sekretaris BUMDes Bontomarannu 28 Juni 2022)
“Interaksi kami selaku pengelola wisata punagaan di desa Patilereng dengan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sangat bagus bahkan mereka selalu mengadakan pelatihan untuk BUMDes selaku pengelola desa wisata punagaan dan juga ada pelatihan khusus unit punagaan.
Adapun dampak yang kami rasakan itu dapat dikatakan baik karena untuk menambah wawasan anggota BUMDes dan unit punagaan. Adanya program desa wisata ini membuat masyarakat berinovasi untuk mengembangkan desa wisata punagaan.” (Hasil wawancara Susianti selaku Bendahara BUMDes Patilereng 4 Juli 2022)
“Interaksi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan pokdarwis pantai laguna desa Bontolebang itu baik, hanya saja kadang terjadi miskomunikasi pada pendanaan. Sedangkan untuk pelatihan dan