A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Lokasi Penelitian
46 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
47 b. Data Guru Dan Siswa
1) Jumlah Guru
Tabel 4
Data Guru SDN 1 Taman Endah Tahun Pelajaran 2014/2015
No Nama Lulus Golongan Jabatan
1. Widodo Utomo, S.Pd
NIP.19630203 198309 1 002
S1
1996 IV/a Kepala
Sekolah 2. Nurul Pawedar Asih, A.Ma. Pd
NIP. 19590510 197910 2 006
D2
2000 IV/a Guru Kelas 1 3. Mujito, S.Pd.SD
NIP. 19571007 197910 1 007
S1
2011 IV/a Guru Kelas 5 4. M. Sugiyanto, A.Ma. Pd
NIP. 19591128 198203 1 011
D2
2000 IV/a Guru Kelas 6 5. Susilowati, S.Pd.SD
NIP. 19650223 198603 2 004
S1
2011 IV/a Guru Kelas 4b 6. Misyati, S.Pd.SD
NIP. 19641008 198603 2 011
S1
2010 IV/a Guru Kelas 3 7. Shastiati, S.Pd.SD
NIP. 19691111 199903 2 005
S1
2011 III/c Guru Kelas 4a 8. Ulil Azmi Suryaningrat, S.Pd
NIP. 19811204 201101 1 010
S1
2010 III/a Guru
Penjaskes 9. Sri Ratna, S.Pd.SD
NIP. 19851003 101101 2 004
S1
2010 II/b Guru Kelas 2 10. Nur Widayati, S.Pd.SD S1
2012 - Guru
B.lamp 4a, 6
11. Tariyem, S.Pd.SD S1
2011 - Guru
B.lamp 1, 4b 12. Siti Rokanah, S.Pd.SD S1
2011 - Guru
B.lamp 5 13. Sugiyanti, S.Pd.I S1
2010 - Guru
B.lamp 2,3
14. Mardianto SMA
1997 - Penjaga/TU
48 2) Jumlah Siswa
Tabel 5
Data Siswa SDN 1 Taman Endah Tahun Pelajaran 2014/2015
No Kelas L P Jumlah
1. I 14 16 30
2. II 14 11 25
3. III 20 12 32
4. IV A 13 8 21
5. IV B 14 6 20
6. V 13 19 32
7. VI 7 14 14
Jumlah 95 86 181
c. Visi Dan Misi SDN 1 Taman Endah 1) Visi
SDN 1 Taman Endah mempunyai visi yaitu: "Terwujudnya perserta didik yang cerdas dalam bidang pengetahuan, kecakapan hidup dan berbudi pekerti untuk menuju siswa yang berakhlak mulia, berbudaya dan berkarakter bangsa".
49 2) Misi
Dalam rangka mewujudkan visi diatas, misi akan diemban oleh SDN 1 Taman Endah sebagai berikut.
a) Mengembangkan sikap dan perilaku religius dilingkungan dan diluar sekolah.
b) Meningkatkan minat baca, tulis, dan berhitung serta pengetahuan sosial berdasarkan pada kompetensi dasar dan pengembangannya.
c) Mewujudkan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan bermakna.
d) Membiasakan perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat.
e) Meningkatkan mutu lulusan yang siap bersaing dijenjang pendidikan berikutnya.
50 d. Struktur Organisasi SDN 1 Taman Endah
GAMBAR 2
Struktur Organisasi SDN 1 Taman Endah
Sumber: Daftar Struktur Organisasi SDN 1 Taman Endah T.P 2014/2015 Kepala Sekolah
Widodo Utomo, S.Pd.
Ketua Komite Suparto, S.Pd
Tata Usaha Nur Widayati, S.Pd.SD
UKS Misyati, S.Pd.SD
Pramuka Elvina
Guru Kelas III Misyati, S.Pd.SD Guru Kelas II
Sri Ratna, S.Pd.SD Guru Kelas I
Nurul Pawedar Asih, A.Ma. Pd
Guru Kelas IV A Shastiati, S.Pd.SD
Guru Kelas V Mujito, S.Pd.SD Guru Kelas IV B
Susilowati, S.Pd.SD
Guru B.Lampung Kelas IV A dan VI Nur Widayati, S.Pd.SD Guru B.Lampung
Kelas I dan IV B Tariyem, S.Pd.SD Guru Kelas VI
M.Sugiyanto, A.Ma. Pd
Guru Penjaskes Ulil Azmi Surya
Ningrat, S.Pd Guru B.Lampung
Kelas II dan III Sugiyanti, S.Pd.I Guru B.Lampung
Kelas V Siti Rokanah, S.Pd.SD
Penjaga Sekolah Mardiyanto
SISWA
51 e. Denah Bangunan SDN 1 Taman Endah
Gambar 3
Denah Lokasi SD Negeri 1 Taman Endah
U JALAN RAYA NUSANTARA
LAPANGAN SEPAK BOLA
Gedung KPD
Ruang Kelas IV A
Ruang Kelas V
Ruang Kelas VI
Perpustakaan Kantor Kepala Sekolah
Kantin Parkir Guru
Dapur Ruang Guru
Dan Tata Usaha Ruang Kelas IV B
wc wc
Mushola Parkir KPD Kantor KPD
wc wc wc Kantin
Kantin
Gedung Rumah Dinas
Parkir Parkir
wc wc Ruang Kelas I Ruang Kelas II Ruang Kelas III Gedung KPD
52 2. Deskripsi Hasil Penelitian
Penelitian tindakan ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika kelas III SDN 1 Taman Endah, dengan menggunakan metode Problem Solving. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan setiap siklus 2 kali pertemuan, dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran (2 X 35 menit) pada setiap tatap muka.
a. Siklus I
Pembelajaran pada siklus I sebanyak 2 kali pertemuan, pertemuan pertama sebelum tindakan proses pembelajaran menggunakan metode Problem Solving diberikan tes (pre-test) untuk mengetahui kemampuan awal siswa, untuk menentukan skor dasar dalam pembagian kelompok dan pada akhir pertemuan siklus diberikan tes (post-test) untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran setelah dilakukan tindakan pembelajaran menggunakan metode Problem Solving. adapun tahapan pelaksanaan pada siklus I adalah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.
53 1) Perencanaan
Pada tahap ini peneliti merencanakan pembelajaran untuk menerapkan metode Problem Solving. Dalam setiap proses dan setiap siklusnya terdiri dari 2 pertemuan. Adapun hal-hal yang dilakukan dalam perencanaan adalah sebagai berikut.
a) Mempersiapkan bahan pembelajaran.
b) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RPP yang dibuat disesuaikan dengan metode Problem Solving.
c) Mempersiapkan alat evaluasi
Dalam mempersiapkan alat evaluasi berdasarkan pada pembuatan kisi-kisi soal. Banyak soal dalam siklus ini adalah 5 soal, yang akan diteskan pada awal pertemuan (pre-test) dan akhir siklus (post-test).
d) Mempersiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS)
LKS dibuat berdasarkan materi dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. LKS ini dikerjakan secara mandiri atau individu.
54 e) Membuat alat pengumpulan data
Alat pengumpulan data berupa lembar observasi aktivitas dan hasil belajar siswa.
2) Pelaksanaan Tindakan Pertemuan I
Pada siklus I dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemusn.
Pertemuan I dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 April 2014 selama 2 jam pelajaran (2 X 35 menit). Adapun kegiatan pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut.
a. Pendahuluan
Pelaksanaan tindakan diawali dengan pembelajaran pendahuluan, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan do`a. Kemudian mengabsen siswa dan mengkondisikan siswa untuk siap menerima pembelajaran. Lalu bertanya mengenai pelajaran yang telah dipelajari minggu lalu, dilanjutkan dengan menjelaskan kompetensi yang harus dicapai.
55 b) Inti
Siswa dibagi dalam masyarakat belajar untuk melakukan diskusi dengan setiap kelompok terdiri dari 4 siswa, dan mengembangkan kemampuan siswa dengan pertanyaan. Guru menyampaikan materi pembelajaran, menyajikan informasi pembelajaran dengan pertanyaan-pertanyaan dan menyajikan suatu masalah yang harus dipecahkan oleh setiap kelompok. Dengan menggunakan pita, kardus, penggaris, gunting, dan alat tulis, guru meminta siswa untuk memecahkan permasalahan yang diberikan oleh guru. Dengan hal tersebut maka akan membantu siswa lebih memahami materi yang akan diajarkan yaitu menentukan cara menghitung keliling persegi dan persegi panjang. Kemudian memancing penampilan siswa, dengan cara salah satu dari anggota kelompok menyampaikan hasil diskusinya didepan kelas. Setelah itu guru dan siswa menguji hasil diskusi sementara, lalu membuat rumusan kesimpulan terhadap masalah yang telah dibahas.
Kemudian guru memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang harus dikerjakan secara individu.
56 c) Penutup
Guru bersama-sama dengan siswa mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan kemudian memberi kesimpulan tentang materi yang telah dibahas.
Memberikan penilaian dan umpan balik positif kepada siswa, serta bertanya kepada siswa mengenai hal-hal yang belum dipahami.
Setelah selesai guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk mempelajari materi berikutnya, serta memberikan nasihat-nasihat. Selanjutnya guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.
Dalam pertemuan I siswa sudah mulai menunjukkan sikap antusiasnya dalam pembelajaran. Mereka mengikuti setiap petunjuk yang diberikan oleh guru, dan hasil percobaannya sudah cukup baik. Namun terdapat beberapa siswa yang kurang memperhatikan penjelasan dari guru, tidak berani bertanya saat diberi kesempatan dan masih ragu-ragu dalam menjawab pertanyaan dari guru. Selain itu ada juga siswa yang belum mengeluarkan pendapatnya dalam kelompok diskusi, karena mereka kurang percaya diri dengan pemikirannya. Maka dari itu dalam pertemuan yang selanjutnya akan diadakan perbaikan-perbaikan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.
57 Pertemuan II
Pertemuan ke II dilaksanakan pada hari Senin tanggal 20 April 2015 selama 2 jam pelajaran (2 X 35 menit). Adapun kegiatan pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut.
a) Pendahuluan
Pelaksanaan tindakan diawali dengan pembelajaran pendahuluan, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan do`a. Kemudian mengabsen siswa dan mengkondisikan siswa untuk siap menerima pembelajaran. Lalu bertanya mengenai pelajaran yang telah dipelajari minggu lalu, dilanjutkan dengan menjelaskan kompetensi yang harus dicapai.
b) Inti
Siswa dibagi dalam masyarakat belajar untuk melakukan diskusi dengan setiap kelompok terdiri dari 2 siswa atau teman sebangku, dan mengembangkan kemampuan siswa dengan pertanyaan. Guru menyampaikan materi pembelajaran, menyajikan informasi pembelajaran dengan pertanyaan-pertanyaan dan menyajikan suatu masalah yang harus dipecahkan oleh siswa yang berkaitan dengan materi menggambar dan membuat bangun datar dengan keliling tertentu. Kemudian memancing penampilan siswa, dengan cara salah satu dari anggota kelompok menyampaikan hasil diskusinya didepan kelas. Setelah itu guru dan siswa menguji hasil
58 diskusi sementara, lalu membuat rumusan kesimpulan terhadap masalah yang telah dibahas. Kemudian guru memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang harus dikerjakan secara individu.
c) Penutup
Guru bersama-sama dengan siswa mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan kemudian memberi kesimpulan tentang materi yang telah dibahas.
Memberikan penilaian dan umpan balik positif kepada siswa, serta bertanya kepada siswa mengenai hal-hal yang belum dipahami.
Setelah selesai guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk mempelajari materi berikutnya, serta memberikan nasihat-nasihat. Selanjutnya guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.
Dalam pertemuan II terjadi peningkatan dalam proses pembelajaran, siswa lebih bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Dalam pertemuan II guru membuat pembaharuan dalam pembagian kelompok yaitu setiap kelompok hanya terdiri dari 2 siswa ( teman sebangku ). Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat mengeluarkan ide dan gagasannya dalam memecahkan permasalahan, tidak ragu-ragu bertanya tentang materi yang belum dipahami, dan berani mempresentasikan hasil diskusinya. Mereka lebih percaya diri dalam melakukan percobaan dan memecahkan
59 masalah. Namun terdapat beberapa siswa yang kurang mengoptimalkan waktu yang diberikan oleh guru dan cenderung mengobrol diluar materi yang diajarkan. Dan kurang bersungguh-sungguh dalam mempresentasikan hasil diskusinya.
Setelah diadakan dua kali pertemuan kemudian diberikan Post-test untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode Problem Solving dalam proses pembelajaran .
3) Observasi
Penilaian hasil belajar siswa dapat dilihat berdasarkan siklus I, dengan melihat rata-rata dari pre-test dan post-test yang sudah diberikan guru kepada siswa kelas III dengan jumlah siswa 32 siswa.
Data hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel dibawah ini, dan untuk selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 6
Hasil Belajar Siswa Siklus I
No Indikator Nilai Test
Pre-Test Post-Test
1. Rata-Rata 57,75 72,19
2. Skor Terendah 40 40
3. Skor Tertinggi 80 100
4. Tingkat Ketuntasan 62,50 % 71,88 %
60 Dari tabel diatas terlihat bahwa setelah pelaksanaan pembelajaran selama 1 siklus dengan 2 kali pertemuan, siswa yang tuntas berjumlah 71,88 % pada test terakhir siklus I. Dimana target yang ditentukan adalah 80 % sehingga hasil belajar siswa belum mencapai target yang ditentukan. Karena hasil belajar yang diinginkan belum tercapai maka akan dilakukan siklus ke II untuk memperbaiki pelaksanaan dalam siklus I.
4) Refleksi
Dari hasil observasi pembelajaran pada siklus I, refleksi yang diperoleh antara lain :
a) Beberapa siswa kurang aktif dalam bertanya, memperhatikan guru, mengeluarkan pendapat dan memecahkan masalah.
b) Terdapat beberapa siswa yang belum memberikan pendapat dan tidak mau bekerja sama dalam diskusi.
c) Ada beberapa siswa yang kurang mengoptimalkan ketepatan dan keefisienan waktu yang tersedia terhadap tugas yang diberikan guru.
61 d) Beberapa siswa ada yang mengobrol diluar materi yang
diajarkan.
e) Masih ada siswa yang tidak menunjukkan sikap sungguh-sungguh dalam mempersentasikan hasil diskusi kelompok, hal ini dikarenakan mereka kurang percaya diri.
f) Tingkat ketuntasan hasil belajar siswa belum mencapai target yang diinginkan yaitu 80 %.
Berdasarkan refleksi pada siklus I tindakan yang akan dilakukan pada siklus II yaitu:
a) Guru hendaknya dalam menjelaskan materi pembelajaran selalu mengaitkan materi dalam kehidupan sehari-hari.
b) Guru lebih memotivasi siswa agar lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran khususnya bagi siswa yang belum berperan aktif.
c) Guru memberikan teguran dan bimbingan kepada siswa yang belum berperan aktif dalam pembelajaran.
d) Guru harus mengelola kelas dan waktu dengan lebih baik.
62 e) Guru harus lebih aktif dalam membimbing masing-masing kelompok diskusi, terutama bagi yang kesulitan dalam melakukan percobaan.
f) Guru memberikan reward kepada kelompok yang berhasil dan benar dalam melakukan percobaan, serta memberikan motivasi dan semangat bagi kelompok yang belum berhasil.
b. Siklus II
Setelah diadakan refleksi maka dilaksanakan siklus II. Adapun tahapan pada siklus II sama dengan tahapan pada siklus I yaitu terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.
1) Perencanaan
Perencanaan tindakan kelas yang dilakukan pada siklus II ini berdasarkan pada siklus I, adapun tahapan siklus II masih sama pada siklus I.
2) Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan yang dilakukan pada siklus II untuk memperbaiki proses pembelajaran pada siklus I atau melaksanakan refleksi dari siklus I yaitu guru hendaknya dalam menjelaskan materi
63 pembelajaran selalu mengaitkan materi dalam kehidupan sehari-hari, guru lebih memotivasi siswa agar lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran khususnya bagi siswa yang belum berperan aktif, guru memberikan teguran dan bimbingan kepada siswa yang belum berperan aktif dalam pembelajaran, guru harus mengelola kelas dan waktu dengan lebih baik, guru harus lebih aktif dalam membimbing masing-masing kelompok diskusi, terutama bagi yang kesulitan dalam melakukan percobaan dan guru memberikan reward kepada kelompok yang berhasil dan benar dalam melakukan percobaan, serta memberikan motivasi dan semangat bagi kelompok yang belum berhasil. Dengan demikian maka hasil belajar siswa akan meningkat dan dapat mencapai target yang diinginkan. Pembelajaran pada siklus II dilaksanakan sebanyak 2x pertemuan, sebelum dilakukan pertemuan yang pertama diadakan pre-test dan diakhir pertemuan setelah pertemuan kedua diadakan post-test ini untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan tindakan pembelajaran menggunakan metode problem solving.
64 Pertemuan I
Pada siklus II dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan.
Pertemuan I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 29 April 2015 selama 2 jam pelajaran (2 X 35 menit). Adapun kegiatan pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut.
a) Pendahuluan
Pelaksanaan tindakan diawali dengan pembelajaran pendahuluan, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan do`a. Kemudian mengabsen siswa dan mengkondisikan siswa untuk siap menerima pembelajaran. Lalu bertanya mengenai pelajaran yang telah dipelajari minggu lalu, dilanjutkan dengan menjelaskan kompetensi yang harus dicapai.
b) Inti
Siswa dibagi dalam masyarakat belajar untuk melakukan diskusi dengan setiap kelompok terdiri dari 4 siswa, dan mengembangkan kemampuan siswa dengan pertanyaan.
Guru menyampaikan materi pembelajaran, menyajikan informasi pembelajaran dengan pertanyaan-pertanyaan dan
65 menyajikan suatu masalah yang harus dipecahkan oleh setiap kelompok. Dengan menggunakan kertas HVS, penggaris, buku berpetak, dan alat tulis, guru meminta siswa untuk memecahkan permasalahan yang diberikan oleh guru. Dengan hal tersebut maka akan membantu siswa lebih memahami materi yang akan diajarkan yaitu memahami rumus dan menghitung luas persegi dan persegi panjang. Kemudian memancing penampilan siswa, dengan cara salah satu dari anggota kelompok menyampaikan hasil diskusinya didepan kelas. Setelah itu guru dan siswa menguji hasil diskusi sementara, lalu membuat rumusan kesimpulan terhadap masalah yang telah dibahas. Kemudian guru memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang harus dikerjakan secara individu.
c) Penutup
Guru bersama-sama dengan siswa mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan kemudian memberi kesimpulan tentang materi yang telah dibahas.
Memberikan penilaian dan umpan balik positif kepada siswa, serta bertanya kepada siswa mengenai hal-hal yang belum
66 dipahami. Setelah selesai guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk mempelajari materi berikutnya, serta memberikan nasihat-nasihat. Selanjutnya guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.
Dalam pertemuan I siswa semakin berantusias dan bersemangat dalam proses pembelajaran. Mereka sudah mulai memiliki rasa percaya diri dan tidak ragu-ragu lagi dalam bertanya tentang materi yang belum dipahaminya. Siswa saling bekerjasama dan berani mengeluarkan pendapat dalam kelompok diskusi. Sehingga dapat memecahkan persoalan yang diberikan oleh guru dengan baik. Dengan metode Problem Solving siswa lebih mudah memahami cara mencari, menentukan, dan menghitung luas persegi dan persegi panjang.
Pertemuan II
Pertemuan ke II dilaksanakan pada hari Senin tanggal 4 Mei 2015 selama 2 jam pelajaran (2 X 35 menit). Adapun kegiatan pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut.
a) Pendahuluan
Pelaksanaan tindakan diawali dengan pembelajaran pendahuluan, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan do`a. Kemudian mengabsen siswa dan mengkondisikan siswa untuk siap menerima pembelajaran. Lalu
67 bertanya mengenai pelajaran yang telah dipelajari minggu lalu, dilanjutkan dengan menjelaskan kompetensi yang harus dicapai.
b) Inti
Siswa dibagi dalam masyarakat belajar untuk melakukan diskusi dengan setiap kelompok terdiri dari 4 siswa, dan mengembangkan kemampuan siswa dengan pertanyaan.
Guru menyampaikan materi pembelajaran, menyajikan informasi pembelajaran dengan pertanyaan-pertanyaan dan menyajikan suatu masalah yang harus dipecahkan oleh siswa yang berkaitan dengan membandingkan dan mengurutkan luas persegi dan persegi panjang. Kemudian memancing penampilan siswa, dengan cara salah satu dari anggota kelompok menyampaikan hasil diskusinya didepan kelas. Setelah itu guru dan siswa menguji hasil diskusi sementara, lalu membuat rumusan kesimpulan terhadap masalah yang telah dibahas.
Kemudian guru memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang harus dikerjakan secara individu.
c) Penutup
Guru bersama-sama dengan siswa mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan kemudian memberi kesimpulan tentang materi yang telah dibahas.
Memberikan penilaian dan umpan balik positif kepada siswa,
68 serta bertanya kepada siswa mengenai hal-hal yang belum dipahami. Setelah selesai guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk mempelajari materi berikutnya, serta memberikan nasihat-nasihat. Selanjutnya guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.
Dalam pertemuan ke- II siswa lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran, berani mengeluarkan ide-ide dan gagasan mereka dalam pemecahan masalah. Mereka lebih memahami materi yang diajarkan dan berani menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh guru. Mereka sudah terbiasa dalam memecahkan setiap permasalahan. Setelah pertemuan ke- II maka diadakan Post-test untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode Problem Solving dalam proses pembelajaran.
3) Observasi
Penilaian hasil belajar siswa dapat dilihat berdasarkan siklus II, dengan melihat rata-rata dari pre-test dan post-test yang sudah diberikan guru kepada siswa kelas III dengan jumlah siswa 32 siswa.
69 Data hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel dibawah ini, dan untuk selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 7
Hasil Belajar Siswa Siklus II
No Indikator Nilai Test
Pre-Test Post-Test
1. Rata-Rata 60 74,19
2. Skor Terendah 20 40
3. Skor Tertinggi 80 100
4. Tingkat Ketuntasan 72,41 % 87,10 %
Dari tabel diatas terlihat bahwa setelah pelaksanaan pembelajaran selama 1 siklus dengan 2 kali pertemuan, siswa yang tuntas berjumlah 87,10 % pada test terakhir siklus II.
Dimana target yang ditentukan adalah 80 % sehingga hasil belajar siswa telah mencapai target yang ditentukan dan peningkatan hasil belajar dapat memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) mencapai > 80 % pada akhir siklus.
70 4) Refleksi
Dari hasil penelitian siklus II dapat diketahui bahwa penggunaan metode Problem Solving mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan cukup baik dibanding pada siklus I, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
a) Siswa lebih memahami cara mencari, menghitung, menggambar keliling dan luas bangun persegi dan persegi panjang.
b) Siswa dapat menggunakan metode Problem Solving untuk meningkatkan hasil belajarnya.
c) Siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.
d) Siswa lebih kreatif dalam menggunakan ide dan gagasannya.
e) Hasil belajar siswa meningkat setelah diadakan siklus ke- II dan dapat mencapai target yang diinginkan.
f) Guru hendaknya menyampaikan materi pembelajaran dengan mengaitkan kehidupan sehari-hari.
71 B. Pembahasan
Sebelum dilakukan pembelajaran Matematika dengan menggunakan metode Problem Solving pada siswa kelas III SD Negeri 1 Taman Endah, hasil belajar siswa rendah dan terdapat 12 siswa dari 32 siswa yang belum mencapai KKM yang telah ditetapkan. Hal tersebut dikarenakan siswa kurang aktif dalam bertanya maupun menjawab, hasil belajar siswa rendah pada mata pelajaran matematika, siswa menganggap bahwa mata pelajaran matematika itu sulit dan suasana kelas kurang kondusif
Setelah dilaksanakan metode Problem Solving siswa mulai menyukai mata pelajaran Matematika, dan mereka lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran.
Siswa lebih kreatif dalam mengembangkan ide dan gagasannya. Mereka mulai terbiasa dalam memecahkan setiap persoalan yang diberikan oleh guru, kerjasama antar siswa menjadi lebih baik. Kegiatan inilah yang membuat siswa tidak bosan karena siswa tidak hanya duduk, diam, mendengarkan dan kemudian pulang, namun mereka lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian hasil belajar siswa meningkat setiap pertemuan dan dari hasil penelitian yang telah dilakukan siswa yang belum tuntas hanya 4 siswa dan siswa yang tuntas berjumlah 28 siswa.
72 1. Hasil Belajar Siswa
Dari hasil penelitian diperoleh data hasil belajar siswa siklus I dan siklus II selama proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Adapun hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika kelas III dengan menggunakan metode Problem Solving mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 8
Rata-Rata Hasil Belajar Siswa Siklus I dan II No Indikator
Nilai Test
Siklus 1 Siklus II
Pre-Test Post-Test Pre-Test Post-Test 1. Rata-Rata 57,75 72,19 60 74,19 2. Skor
Terendah 40 40 20 40
3. Skor
Tertinggi 80 100 80 100
4. Tingkat
Ketuntasan 62,50 % 71,88 % 72,41 % 87,10 % Untuk lebih jelasnya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika dengan menggunkan metode Problem Solving kelas III SD Negeri 1 Taman Endah dapat dilihat pada grafik berikut.
73 Grafik 1
Tingkat Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II
Grafik 2
Rata-Rata Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II
62.50%
72.41%
71.88%
87.10%
0.00%
10.00%
20.00%
30.00%
40.00%
50.00%
60.00%
70.00%
80.00%
90.00%
100.00%
Siklus I Siklus II
Pre-test Post-Test
57.75
60.00
72.19 74.19
0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00
Siklus I Siklus II
Pre-Test Post-Test