• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Statistik

1. Data Statistik tentang Skor Lingkungan Keluarga

Data statistik ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang lingkungan keluarga siswa. Objek penelitian ini yaitu siswa kelas XI Jurusan BDP SMKN 1 Ponorogo yang berjumlah 87 responden. Adapun hasil skor lingkungan keluarga yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.1

Skor Jawaban Angket Lingkungan Keluarga

No. Skor lingkungan Keluarga Frekuensi Persentase

1 68 1 1.1%

2 80 1 1.1%

3 81 2 2.3%

4 83 3 3.4%

5 84 2 2.3%

6 86 2 2.3%

7 87 3 3.4%

8 88 1 1.1%

9 89 1 1.1&

10 90 7 8.0%

11 91 5 5.7%

12 92 8 9.2%

13 93 6 6.9%

14 94 12 13.8%

15 95 8 9.2%

16 96 2 2.3%

17 97 3 3.4%

18 98 3 3.4%

19 99 8 9.2%

20 108 1 1.1%

21 110 1 1.1%

22 115 1 1.1%

23 116 1 1.1%

24 117 1 1.1%

25 118 2 2.3%

26 119 2 2.3%

No. Skor lingkungan Keluarga Frekuensi Persentase

Total 87 100%

Dari tabel 4.1 maka dapat disimpulkan bahwa skor tertinggi diperoleh 119 dan skor terendah 68. Setelah diketahui skor jawaban angket maka selanjutnya mencari Mean (Mx) dan Standar Deviasi (SDx) dari data yang sudah diperoleh, cara menghitung Mean dan Standar Deviasi yaitu dengan menggunakan SPSS 25.0 for windows. Berikut adalah hasil perhitungannya.

Tabel 4.2

Deskripsi Statistik Lingkungan Keluarga Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

lingkungankeluarga 87 68 119 94.40 8.950

Valid N (listwise) 87

Berdasarkan hasil output SPSS diatas, maka Mean dan Standar Deviasinya yaitu, Mx = 94,40 dan SDx = 8,950. Untuk mengetahui tingkatan lingkungan keluarga siswa tergolong baik, cukup baik, ataupun kurang baik di buat pengelompokkan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

1) Skor lebih dari Mx + 1.SDx adalah termasuk kategori baik

2) Skor kurang dari Mx – 1.SDx adalah termasuk kategori kurang baik

3) Skor antara Mx – 1.SDx sampai dengan Mx – 1.SDx adalah termasuk kategori cukup baik

Adapun perhitungannya yaitu:

1) Mx + 1.SDx =94,40 + 1. 8,950

=94,40 + 8,950

=103.35 (dibulatkan menjadi 103) 2) Mx – 1.SDx =94,40 – 1. 8,950

=94,40 – 8,950

=85,45 (dibulatkan menjadi 85)

Berdasarkan perhitungan diatas, dapat diketahui skor yang lebih dari 103 dikategorikan tingkat lingkungan keluarga tinggi, sedangkan skor 85-103 dikategorikan tingkat lingkungan keluarga sedang, dan skor kurang dari 85 tingkat lingkungan keluarga rendah. Untuk mengetahui lebih jelas terkait lingkungan keluarg siswa di SMKN 1 Ponorogo maka dapat dilihat pada tabel 4.3

Tabel 4.3

Persentase dan Kategori Lingkungan Keluarga

No Nilai Frekuensi Persentase Kategori

1. lebih dari 103 9 10,2% Tinggi

2. 85-103 69 79% Sedang

3. kurang dari 85 9 10,2% Rendah

Jumlah 87 100%

Berdasarkan kategori diatas, maka dapat disimpulkan yang menyatakan bahwa lingkungan keluarga siswa di SMKN 1 Ponorogo kelas XI jurusan BDP dikategorikan tinggi dengan frekuensi sebanyak 9 responden (10,2%), dikategorikan sedang dengan frekuensi sebanyak 69 responden (79%), dan kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 9 responden (10,2%). Dengan demikian, maka secara umum dapat dikatakan lingkungan keluarga keluarga siswa di SMKN 1 Ponorogo kelas XI jurusan BDP dikategorikan sedang dengan persentase 79%.

2. Data Statistik tentang Skor Kesiapan Belajar

Data statistik ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kesiapan belajar siswa. Objek penelitian ini yaitu siswa kelas XI Jurusan BDP SMKN 1 Ponorogo yang berjumlah 87 responden. Adapun hasil skor kesiapan belajar siswa yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.4

Skor Jawaban Angket Kesiapan Belajar

No. Skor Kesiapan Belajar Frekuensi Persentase

1 67 1 1.1%

2 73 1 1.1%

3 74 1 1.1%

4 76 2 2.3%

5 79 1 1.1%

6 80 2 2.3%

7 81 1 1.1%

8 82 4 4.6%

9 83 5 5.7%

10 84 3 3.4%

11 85 3 3.4%

12 86 3 3.4%

13 87 1 1.1%

14 88 3 3.4%

15 89 4 4.6%

16 90 2 2.3%

17 91 4 4.6%

18 92 5 5.7%

19 93 2 2.3%

20 94 7 8.0%

21 95 8 9.2%

22 96 6 6.9%

23 97 3 3.4%

24 98 4 4.6%

25 99 3 3.4%

26 100 2 2.3%

27 101 2 2.3%

28 102 2 2.3%

29 103 1 1.1%

30 107 1 1.1%

31 Total 87 100%

Dari tabel 4.4 maka dapat disimpulkan bahwa skor tertinggi diperoleh 107 dan skor terendah 67. Setelah diketahui skor jawaban angket maka selanjutnya mencari Mean (Mx) dan Standar Deviasi (SDx) dari data yang sudah diperoleh, cara menghitung Mean dan Standar Deviasi yaitu dengan menggunakan SPSS 25.0 for windows. Berikut adalah hasil perhitungannya.

Tabel 4.5

Deskripsi Statistik Kesiapan Belajar Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

kesiapanbelajar 87 67 107 90.59 7.624

Valid N (listwise) 87

Berdasarkan hasil output SPSS diatas, maka Mean dan Standar Deviasinya yaitu, Mx = 90,59 dan SDx = 7,624. Untuk mengetahui tingkatan kesiapan belajar siswa tergolong baik, cukup baik, ataupun kurang baik di buat pengelompokkan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

1) Skor lebih dari Mx + SDx adalah termasuk kategori baik

2) Skor kurang dari Mx – 1.SDx adalah termasuk kategori kurang baik

3) Skor antara Mx – 1.SDx sampai dengan Mx – 1.SDx adalah termasuk kategori cukup baik

Adapun perhitungannya yaitu:

1) Mx + 1.SDx = 90,59 + 1. 7,624.

= 90,59 + 7,624.

= 98,214 (dibulatkan menjadi 98) 2) Mx – 1.SDx = 90,59 + 1. 7,624.

= 90,59 – 7,624.

= 82,966 (dibulatkan menjadi 83)

Berdasarkan perhitungan diatas, dapat diketahui skor yang lebih dari 98 dikategorikan tingkat kesiapan belajar tinggi, sedangkan skor 83-98 dikategorikan tingkat kesiapan belajar sedang, dan skor kurang dari 80 tingkat kesiapan belajar rendah. Untuk mengetahui lebih jelas terkait kesiapan belajar siswa di SMKN 1 Ponorogo maka dapat dilihat pada tabel 4.6.

Tabel 4.6

Persentase dan Kategori Kesiapan Belajar

No Nilai Frekuensi Persentase Kategori

1. lebih dari 98 11 12,5% Tinggi

2. 83-98 63 72% Sedang

3. kurang dari 83 13 14,2% Rendah

Jumlah 87 100%

Berdasarkan kategori diatas, maka dapat disimpulkan yang menyatakan bahwa kesiapan belajar siswa di SMKN 1 Ponorogo kelas XI jurusan BDP dikategorikan tinggi dengan frekuensi sebanyak 11 responden (12,5%), dikategorikan sedang dengan frekuensi sebanyak 63 responden (72%) dan kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 13 responden (14,2%). Dengan demikian, maka secara umum dapat dikatakan kesiapan belajar siswa di SMKN 1 Ponorogo kelas XI jurusan BDP dikategorikan sedang dengan persentase (72%).

3. Data Statistik tentang Nilai Hasil Belajar

Data statistik ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang hasil belajar siswa.

Data ini diperoleh dari dokumentasi sekolah yaitu nilai akhir siswa mata pelajaran. Objek penelitian ini yaitu siswa kelas XI Jurusan BDP SMKN 1 Ponorogo yang berjumlah 87 responden. Adapun hasil skor kesiapan belajar siswa yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.7

Skor Jawaban Hasil Belajar

No. Skor Hasil Belajar Frekuensi Persentase

1 78 2 2.3%

2 79 4 4.6%

3 80 5 5.7%

4 81 9 10.3%

5 82 22 25.3%

6 83 3 3.4%

7 84 6 6.9%

8 85 17 19.5%

9 86 2 2.3%

10 87 3 3.4%

11 88 2 2.3%

12 89 5 5.7%

No. Skor Hasil Belajar Frekuensi Persentase

13 90 1 1.1%

14 94 5 5.7%

15 95 1 1.1%

TOTAL 87 100%

Dari tabel 4.4 maka dapat disimpulkan bahwa skor tertinggi diperoleh 95 dan skor terendah 78. Setelah diketahui skor jawaban angket maka selanjutnya mencari Mean (Mx) dan Standar Deviasi (SDx) dari data yang sudah diperoleh, cara menghitung Mean dan Standar Deviasi yaitu dengan menggunakan SPSS 25.0 for windows. Berikut adalah hasil perhitungannya.

Tabel 4.8

Deskripsi Statistik Hasil Belajar Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

hasilbelajar 87 78 95 84.05 3.873

Valid N (listwise) 87

Berdasarkan hasil output SPSS diatas, maka Mean dan Standar Deviasinya yaitu, Mx = 84,05 dan SDx = 3,873 Untuk mengetahui tingkatan kesiapan belajar siswa tergolong baik, cukup baik, ataupun kurang baik di buat pengelompokkan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

1) Skor lebih dari Mx + SDx adalah termasuk kategori baik

2) Skor kurang dari Mx – 1.SDx adalah termasuk kategori kurang baik

3) Skor antara Mx – 1.SDx sampai dengan Mx – 1.SDx adalah termasuk kategori cukup baik

Adapun perhitungannya yaitu:

1) Mx + 1.SDx = 84,05 + 1. 3,873

= 84,05 + 3,873

= 87,923 (dibulatkan menjadi 88)

2) Mx – 1.SDx = 84,05 – 1. 3,873

= 84,05 – 3,873

= 80,177 (dibulatkan menjadi 80)

Berdasarkan perhitungan diatas, dapat diketahui skor yang lebih dari dikategorikan tingkat kesiapan belajar tinggi, sedangkan skor 80-97 dikategorikan tingkat kesiapan belajar sedang, dan skor kurang dari 80 tingkat kesiapan belajar rendah. Untuk mengetahui lebih jelas terkait kesiapan belajar siswa di SMKN 1 Ponorogo maka dapat dilihat pada tabel 4.9.

Tabel 4.9

Persentase dan Kategori Hasil Belajar

No Nilai Frekuensi Persentase Kategori

1. lebih dari 88 12 13,6% Tinggi

2. 80-88 69 79,1% Sedang

3. kurang dari 80 6 6.9% Rendah

Jumlah 87 100%

Berdasarkan kategori diatas, maka dapat disimpulkan yang menyatakan bahwa kesiapan belajar siswa di SMKN 1 Ponorogo kelas XI jurusan BDP dikategorikan tinggi dengan frekuensi sebanyak 12 responden (13,6%), dikategorikan sedang dengan frekuensi sebanyak 69 responden (79,1%) dan kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 7 responden (6,9%). Dengan demikian, maka secara umum dapat dikatakan kesiapan belajar siswa di SMKN 1 Ponorogo kelas XI jurusan BDP dikategorikan sedang dengan persentase (79,1%).

Dokumen terkait