BAB III METODELOGI PENELITIAN
C. Teknik Pengumpulan Data
4. Dokumentasi
Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia yaitu berbentuk surat, catatan harian, cendera mata, laporan dan foto. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu, sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi diwaktu silam.24Metode dokumentasi dilakukan dengan cara memperoleh data dan sejarah tempat penelitian di Desa Karang Bayan Lombok Barat.
24Ibid. h.42
32 D. Popuasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.25 Populasi dalam penelitian ini adalahpengerajin rotan di Desa Karang Bayan Lombok Barat sebanyak 150 orang pengerajin rotan.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pengambilan sampel (sampling) adalah proses memilih sejumlah elemen secukupnya dari populasi, sehingga penelitian terhadap sampledan pemahaman tentang sifat atau karakteristiknya akan membuat kita dapat menggeneralisasikan sifat atau karakteristik tersebut pada elemen populasi.26
Teknik yang dipakai untuk pengambilan sampeldalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Teknik ini adalah teknik yang paling sederhana (simple). Sampel diambil secara acak, tanpa memerhatikan tingkatan yang ada dalam populasi, tiap elemen populasi memiliki peluang yang sama dan diketahui
25Sigiyono, Metode Penelitian Manajemen, Bandung : Alfabeta, 2014, h.148.
26 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), hlm. 148.
33
untuk terpilih sebagai subjek.27 Cara menentukan jumlah elemen/ anggota sampel dari suatu populasi adalah salah satunya menggunakan Rumus Slovin.
n = N+ N x e2 Dimana:
n = Jumlah elemen/anggota sampel N =Jumlah elemen/anggota populasi e = Error level (tingkat kesalahan)
Penentuan pengambilan sampel apabila kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi, jika jumlah subjeknya besar, dapat diambil antara 10–15% atau 20–25% atau lebih tergantung setidak–tidaknya dari kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana serta sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.28
Jumlah populasi pengerajin rotan di Desa Karang Bayan sebanyak 150 pengerajin dengan tingkat kesalahan pengambilan sample sebesar 20% karena dalam penelitian korelasional jumlah sampel minimal untuk memperoleh hasil yang baik adalah kurang dari 30 , maka perhitungannya sebagai berikut:
Diketahui:
N = 150
27Ibid.,hlm.151.
28Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2006), hlm. 134.
34 e = 20% / 0,2
Maka:
n= + � ×�� 2 n= + 5 × ,5 2 n = 21,42 ᴝ 22
Jadi jumlah sample yang digunakan adalah sebanyak 22 pada pengerajin rotan.
E. Jenis dan Sumber Data
a. Jenis Data
Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif merupakan data yang berwujud angka-angka sebagai hasil observasi atau pengukuran. Data ini diperoleh dari pengukuran langsung maupun dari angka-angka yang diperoleh dengan mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif.29 Data kuantitatif dalam penelitian ini berupa jumlah pengusaha batu bata serta jumlah responden yang dihitung dengan perhitungan statistik dari kuesioner.
2. Data Kualitatif
Data kualitatif merupakan data yang menunjukkan kualitas atau mutu sesuatu yang ada, baik keadaan, proses, peristiwa/kejadian dan lainnya yang
29Eko Putro Widoyoko, Tehnik Penyusunan Instrumen Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014) h.21.
35
dinyatakan dalam bentuk pernyataan atau berupa kata-kata. Penentuan kualitas data itu menuntut kemampuan menilai tentang bagaimana mutu sesuatu itu.30 Adapun yang dipakai dalam penelitian ini yaitu menjelaskan karakteristik profil responden seperti jenis kelamin, usia dan pendidikan responden.
3. Sumber data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : 1. Data primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung melalui hasil obsevasi maupun dari pengisian kuesioner atau angket yang dilakukan peneliti. 31
2. Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui pihak kedua atau tangan kedua. Data sekunder digunakan untuk membantu peneliti dalam mencari kejelasan dari informasi yang diperoleh secara langsung dari data primer.32
F. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Karang Bayan Lombok Barat selama 1 (satu bulan).
30Ibid, h.23.
31Husain Usman dan Purnomo Setiyadi, Pengatar Stantistik (Jakarta : Bumi Aksara, 2011), h.20.
32Ibid. h.20.
36 G. Teknik Analisis Data
Setelah data diperoleh maka langkah selanjutnya yaitu menganalisis data menggunakan statistik karena bentuk data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampel untuk financial inclusion. Selanjutnya data yang diperoleh akan dianalisis untuk memprediksikan seberapa jauh perubahan/pengaruh nilai variabel dependen terhadap nilai variabel independennya dengan menggunakan analisis uji t. Uji prasyarat analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Uji Prasyarat Awal
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji validitasdan uji reliabilitassebagai persyaratan uji hipotesis.
a. Uji Validitas
Uji validitas / kesahihan adalah indeks yang menunjukkan alat ukur tersebut benar benar mengukur apa yang diukur. Validitas ini menyangkut akurasi instrumen. Suatu butir instrumen dikatakan valid pabila memiliki sumbangan yang besar terhadap skor total.33
Valid tidaknya suatu item intrumen dapat diketahui dengan membandingkan indeks korelasi product moment atau rhitung dengan nilai kritisnya dan rumus product moment yang digunakan adalah sebagai berikut:34
33Eko Putro Widoyoko, Tehnik Penyusunan Instrumen Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014) h. 141
34Ibid.h.147
37
rhitung = �∑ − ∑ ∑
√{� ∑ 2− ∑ 2 }{� ∑ 2− ∑ 2 }
dimana :
n = jumlah responden x = financial inclusion
y = pendapatan pengerajin rotan
dengan degree of freedom (df) = (n-2) dan dengan tingkat signifikansi = 0,05, maka :
a) Variabel dikatakan valid jika r hiting > r tabel
b) Variabel dikatakan tidak valid jika r hitung < r tabel
Dalam hal ini untuk menghitung nilai korelasi product moment atau rhitung menggunakan bantuan aplikasi SPSS.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah untuk mengetahui hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula. Reliabilitas instrument merupakan syarat untuk pengujian validitas instrumen. Oleh karena itu walaupun instrument yang valid pada umumnya pasti reliable, tetapi pengujian reliabilitas instrument perlu dilakukan.35
Uji realibilitas instrumen dapat dilakukan dengan teknik Alpha Cronback yang berguna untuk mengetahui apakah alat ukur yang dipakai
35Ibid. h.148
38
dapat diandalkan atau dipercaya. Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliable dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach, bila koefisien reliabilitas nilai Alpha Cronbach> 0,60.36 Dalam penelitian ini untuk menghitung nilai Alpha Cronbach menggunakan bantuan aplikasi SPSS.
c. Uji linieritas
Uji linieritas pada prinsipnya untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) linier atau tidak. Pada uji linieritas menggunakan aplikasi SPSS 16.0 dengan menggunakan test for linierity pada taraf signifikan 0,05 untuk mendapatkan tabel anova dengan melihat probability pada linearity.
d. Uji Normalitas
Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah sebaran data yang terdistribusi secara normal/tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk mendeteksi normalitas dapat dilakukan dengan analisis grafik dan uji statistik. Metode yang lebih handal adalah dengan melihat probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dan distribusi nomal.
2. Analisis Regresi Linear Berganda
Uji regresi linier berganda adalah alat yang dapat digunakan untuk memprediksi permintaan di masa yang akan datang berdasarkan data masa lalu atau untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (independent)
36Ibid.h. 159
39
terhadap satu varibel tak bebas (dependent). Penerapan metode regresi berganda jumlah variabel bebas (independent) yang digunakan lebih dari satu yang memengaruhi satu variabel tak bebas (dependent)37
Tujuan dilakukan pengujian hipotesis terhadap penerapan metode regresi linear berganda adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh antara kelompok data A dan B (variabel X1 dan X2), terhadap kelompok data C (variabel tak bebas) serta untuk menguji signifikansi secara parsial dua varibel bebas (independent)terhadap variabel tak bebas (dependent), yakni untuk mengukur secara terpisah kontribusi yang ditimbulkan dari masing-masing variabel.
Jika nilai probabilitas< 0,05, maka dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan secara variabel bebas terhadap variabel terikat.Namun, jika nilai signifikansi> 0,05, maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara antara variabel bebas terhadap variabel terikat.38
3. Uji Hipotesis
Hipotesis merupakan pertanyaan-pertanyaan yang menggambarkan suatu hubungan antara dua variabel yang berkaitan dengan suatu kasus tertentu dan merupakan anggapan sementara yang perlu diuji benar atau tidak benar tentang dugaan dalam suatu penelitian serta memiliki manfaat bagi proses penelitian agar efektif dan efisien. Setelah uji prasyarat dilakukan,maka langkah selanjutnya
37Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013) hlm. 302.
38Ibid, hlm.202.
40
melakukan uji hipotesis untuk mengetahui apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. Untuk menguji hipotesis di atas digunakan adalah:
1. Uji t
Uji t melakukan pengujian terhadap koefisien regresi secara parsial.
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi peran secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan mengasumsikan bahwa variabel independen lain dianggap konstan.Uji ini dapat dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t tabel atau dengan melihat kolom signifikansi pada masing-masing t hitung. Kaidah pegujiannya jika, t hitung < t tabel maka Ho diterima dan sebaliknya jika, t hitung > t tabel maka Ha diterima dan t tabel dapat dicari dengan menggunakan tabel t.39
39Zuldafrial, Penelitian Kuantitatif ( Media Perkasa: Surakarta,2012),h. 121-122.
41 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Deskripsi Lokasi dan Penelitian a. Sejarah Desa Karang Bayan
Desa Karang Bayan merupakan salah satu desa pemekaran dari desa Sigerongan diwilayah Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, yang merupakan salah satu desa tertua di kecamatan Lingsar yang terletak pada suatu dataran rendah jarak dengan ibu Kota Kabupaten Lombok Barat ± 25 Km dan dengan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat ± 7 Km, tinggi dari permukaan laut 116 m, hawa udaranya sejuk, curah hujan sebanyak 134mm/tahun dengan luas wilayah : 1.535,6 Ha dengan batas wilayah sebagai berikut :
• Di sebelah timur : Desa Batu Mekar
• Di sebelah selatan : Desa Saribaye
• Di sebelah barat : Desa Sigerongan dan Langko
• Di sebelah utara : Desa Langko dan Kabupaten Lombok utara.
Pada tahun 1998 desa sigerongan diberikan kesempatan oleh pemerintah untuk melakukan pemekaran seingga dusun Brembang Timur, Karang Bayan Barat, Karang bayan timur, Peresak Barat dan Peresak timur bergabung untuk membuat sebuat desa yang motori oleh kelima
42
kepala dusun tersebut beserta tokoh tokoh masyarakat yang ada diwilayah tersebut dan sangat di dukung oleh seluruh lapisan masyarakat dengan maksud dan tujuan jumlah penduduk dusun tersebut cukup banyak dengan wilayah yang cukup luas serta pemerataan dan percepatan pembangunan wilayah tersebut. Pada tanggal 28 maret 1999 inisiatif pemerintah untuk memekar desa dari desa sigerongan dibuktikan dengan SK Gubernur.
Desa persiapan Karang Bayan ditetapkan menjadi desa yang definitive pada taun 2000 melalui peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat. Selaku Pejabat kepala Desa Karang Bayan Bapak Bupati Lombok Barat kembali mempercayakan kepada H. Elmi Al-Bayani melalui surat Keputusan Bupati Lombok Barat no : ……… / ……. / BPMPD / 2000, tentang Penunjukan langsung pejabat kepala Desa di Kabupaten Lombok Barat dan pada saat itu juga Desa Karang Bayan terbentuk menjadi 5 (Lima) dusun yaitu:
1) Dusun Brembang Timur 2) Dusun Karang Bayan Barat 3) Dusun Karang bayan timur 4) Dusun Peresak Barat 5) Dusun Peresak timur
Sebagai desa baru, seluruh masyarakat desa Karang Bayan bahu membahu membangun desa mereka, seluruh kegiatan yang terkait dengan membangun desa dilakukan dengan cara gotong royong. Mulai dari
43
rehabilitasi kantor desa sementara, membuat perlengkapan kantor, memperbaiki ruas jalan Karang Bayan, membangun kantor desa baru dan lain sebagainya. Seluruh kegiatan yang telah dilakukan bersumber dari bantuan pemerintah kabupaten Lombok Barat serta swadaya murni masyarakat Desa Karang Bayan.
Pada tahun 2001 dibentuk panitia pemilihan yang pertama di desa karang bayan adapun yang menjadi panitia pada saat itu adalah I Wayan Putu Oke (Ketua Panitia), Usman, Nopian Sudirati, H. Subki dan L.
Arkanudin. Pada waktu itu calon kepala desa ada 2 Calon yakni H. Helmi Albayani dengan lambang Partai jagung dan Deriati dengan Lambang Partai Mangga Dan yang terpilih adalah H. Helmi Albayani.
Pada tahun 2007 dibentuk panitia pemilihan yang kedua di desa karang bayan adapun yang menjadi panitia pada saat itu adalah H. Sadri (Ketua Panitia), Asyiah Sanjaya, Usman, Nopian, H. Subki dan L.
Arkanudin. Pada waktu itu calon kepala desa ada 2 yakni Sudirati Dan Sunandri. Dan yang terpilih adalah Sudirati.
Pada tahun 2013 dibentuk panitia pemilihan yang ketiga di desa karang bayan adapun yang menjadi panitia pada saat itu adalah H.
Sadri(Ketua Panitia), Ratna, Mandrawati, Nen saputra, muliadi, Nuriah, Nopian dan H. Hamdi. Pada waktu itu calon kepala desa ada 2 Yakni Sudirati dan Uzaeni Dan yang terpilih adalah Sudirati.
44
Dari sejak pertama sampai dengan saat ini Desa Karang Bayan telah dipimpin oleh Tiga orang. Berdasarkan hitungan dari lama dari masing-masing Kepala Desa memegangJabatannya sebagai pimpinan di Desa Karang Bayan, maka dapat diperkirakan bahwa Desa Karang bayan telah mulai terbentuk pada tahun 2000 atau lebih kurang 17 tahun yang lalu.
Desa ini semakin dikenal sejak tahun 1986. Hal ini terjadi setelah beberapa dusun yang berada di Desa Karang Bayan ini seperti Dusun Nyurbaya Desa Batu Mekar dan Dusun Presak.
Dengan melimpahnya tanaman Ketak (merupakan tanaman keluarga paku – pakuan yang biasanya menjalar pada tanaman induk) mampu diolah oleh masyarakat setempat sebagai Kerajinan Tangan Ketak dapat dianyam/
dijalin kemudian dibentuk menjadi berbagai macam kerajinan tangan seperti nampan, tempat tissue, tempat buah, dan yang paling banyak diminati oleh kaum hawa ialah tas, yang selain bernilai seni tinggi juga berguna dalam kehidupan sehari hari.
Anyaman ketak ini mulai berkembang di kabupaten Lombok barat pada tahun 1986, karena melimpahnya ketersediaan bahan baku ketak sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat disana. Baru kemudian pada tahun 1988 pemerintah mulai memperhatikan kerajinan tangan yang termasuk dalam sektor industry rumahan ini, dengan melakukan berbagai pembinaan, pelatihan keterampilan, pengembangan design, serta
45
melakukan pameran lokal dan nasional, sehingga anyaman ketak ini mulai dikenal dan berkembang mulai dari Lombok barat, tengah hingga Lombok timur dan kini banyak dipasarkan ke berbagai wilayah wisata seperti Bali, yang kemudian merambah hingga ke mancanegara seperti German, Inggris, Ferancis dan beberapa Negara berkembang lainnya.
Industry kerajinan tangan/ anyaman ketak ini menawarkan produk produk anyaman ketak yang memiliki design yang unik dan terkenal karena keawetannya dan kemampuannya dibentuk sesuai dengan keinginan para pelanggannya. Selain pilihan barang yang beragam, produk asli buatan indonesia ini juga ramah lingkungan karena dibuat dari bahan full organic.Selain menawarkan berbagai macam produk anyaman ketak, kerajinan ini yang biasanya banyak dikerjakan oleh ibu ibu di daerah sekitar, yang sampai saat ini masih terus eksis memasarkan hasil kerajinan anyaman tersebut baik ke daerah Bali, bahkan hingga di exspor ke mancanegara terutama ke Jepang.
2. Letak Geografis Desa Karang Bayan Lombok Barat
Desa Karang Bayan Lombok Barat terletak di salah satu kecamatan Lingsar.
Desa Karang Bayan Lombok BaratLetak geografis dari dengan batas–batas sebagai berikut :
Di sebelah timur : Desa Batu Mekar Di sebelah selatan : Desa Saribaye
Di sebelah barat : Desa Sigerongan dan Langko
46
Di sebelah utara : Desa Langko dan Kabupaten Lombok utara.
3. Pengumpulan dan Penyajian Data 1) Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini adalah pengerajin rotan yang ada di wilayah Karang Bayan Lombok Barat. Karakteristik responden didasarkan pada jenis kelamin, usia dan pendidikan terakhir. Pengolongan yang dilakukan terhadap responden dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas mengenai gambaran responden sebagai objek penelitian. Gambaran umum objek penelitian tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
Tabel 3.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Responden Persentase
1 2
Laki-laki Perempuan
8 14
36%
64%
∑ - 22 100%
Menurut kategori jenis kelamin, dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh jenis kelamin laki-laki sebanyak 8 orang atau sebesar 36%, sedangkan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 14 orang atau sebesar 64%. Hal ini mengindikasikan bahwa jumlah pengerajin rotan perempuan lebih dominan dibandingkan pengerajin rotan laki-laki.
47
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Adapun karakter responden berdasarkan usia adalah sebagai berikut:
Tabel 3.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No Usia Responden Persentase
1 2 3 4
17 – 25 tahun 26 – 40 tahun 41 – 55 tahun 55 – 60 tahun
6 9 7 0
27,2%
41%
31,8%
0%
∑ - 22 100%
Menurut kategori usia responden, dapat dilihat bahwa responden didominasi usia antara 41-55 tahun sebanyak 9 orang atau sebesar 31,8%, kemudian diatas usia 17-25 tahun sebanyak 7 orang atau sebesar 27,2%, dan usia 26-40 tahun sebanyak 9 orang atau sebesar 41%. Ini artinya pengerajin rotan didominasi oleh kaum dewasa.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Adapun karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir adalah sebagai berikut :
Tabel 3.4 Karakterisitik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
No Pendidikan Responden Persentase
1 2 3 4 5
SD/Sederajat SMP/Sederaat SMA/Sederajat
Diploma S1
14 3 5 0 0
64%
13%
23%
0%
0%
48
6 S2 0 0%
∑ - 22 100%
Menurut kategori pendidikan terakhir, dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh responden yang berpendidikan SD sebanyak 14 orang atau sebesar 64%, diikuti lulusan SMP sebanyak 3 orang atau sebesar 13%, kemudian lulusan SMA sebanyak 5 orang atau sebesar 23%.
2) Penyajian Data Hasil Angket
Setelah data berhasil dikumpulkan dalam suatu penelitian, peran dari penyajian data sangat penting karena penyajian data merupakan salah satu bukti bahwa peneliti sudah melakukan penelitian. Pengisian kuesioner diukur dengan menggunakan skala likert yang terdiri atas: (a) Sangat Setuju diberi skor 5; (b) Setuju diberi skor 4; (c) Ragu-ragu diberi skor 3; (d) Tidak Setuju diberi skor 2 dan (e) Sangat Tidak Setuju diberi skor 1.
1. Variabelfinancial inclusion a. Variabel (X1) Kombinasi
Tabel 3.5 Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
X1.1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid STS 7 31.8 31.8 31.8
TS 8 36.4 36.4 68.2
49
TT 3 13.6 13.6 81.8
S 3 13.6 13.6 95.5
SS 1 4.5 4.5 100.0
Total 22 100.0 100.0
Tabel di atas menyatakan bahwa 13,6% pengerajin rotan Setuju dengan skor 4 karena pengetahuan pengerajin rotan tentang sebesar 13,6%
menyatakan ragu-ragu dengan skor 3 terhadap pengetahuan pengerajin, namun 36,4% masih merasa tidak Setuju dengan skor 2.
Tabel 3.6Menciptakan Stabilitas Sistem Keuangan
X1.2 Frequenc
y Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid STS 5 22.7 22.7 22.7
TS 8 36.4 36.4 59.1
TT 7 31.8 31.8 90.9
S 2 9.1 9.1 100.0
Total 22 100.0 100.0
Tabel di atas menyatakan bahwa 9,1% pengerajin rotan Setuju dengan skor 4 karena pengetahuan pengerajin rotan tentang sebesar 31,8%
menyatakan ragu-ragu dengan skor 3 terhadap pengetahuan pengerajin, namun 36,4% masih merasa tidak Setuju dengan skor 2.
50
Tabel 3.7Program Penangulangan Kemiskinan
X1.3 Frequen
cy Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid STS 5 22.7 22.7 22.7
TS 6 27.3 27.3 50.0
TT 7 31.8 31.8 81.8
S 3 13.6 13.6 95.5
SS 1 4.5 4.5 100.0
Tabel di atas menyatakan bahwa 13,6% pengerajin rotan Setuju dengan skor 4 karena pengetahuan pengerajin rotan tentang sebesar 31,8%
menyatakan ragu-ragu dengan skor 3 terhadap pengetahuan pengerajin, namun 27,3% masih merasa tidak Setuju dengan skor 2.
b. Variabel dentifikasi (X2)
Tabel 3.8 Memperluas Akses kepada Masyarakat
X2.1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid STS 4 18.2 18.2 18.2
TS 10 45.5 45.5 63.6
TT 4 18.2 18.2 81.8
S 3 13.6 13.6 95.5
SS 1 4.5 4.5 100.0
Total 22 100.0 100.0
Tabel di atas menyatakan bahwa 13,6% pengerajin rotan Setuju dengan skor 4 karena pengetahuan pengerajin rotan tentang sebesar 18,2%
51
menyatakan ragu-ragu dengan skor 3 terhadap pengetahuan pengerajin, namun 45.5% masih merasa tidak Setuju dengan skor 2.
Tabel 3.9 Lembaga Keuangan Dengan Kelompok Masyarakat
X2.2
Frequen cy
Percen t
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid STS 3 13.6 13.6 13.6
TS 7 31.8 31.8 45.5
TT 9 40.9 40.9 86.4
S 2 9.1 9.1 95.5
SS 1 4.5 4.5 100.0
Total 22 100.0 100.0
Tabel di atas menyatakan bahwa 9,1% pengerajin rotan Setuju dengan skor 4 karena pengetahuan pengerajin rotan tentang sebesar 40,9%
menyatakan ragu-ragu dengan skor 3 terhadap pengetahuan pengerajin, namun 31,8% masih merasa tidak Setuju dengan skor 2
Tabel 3.10Perencanaan Keuangan Atau Usaha Pengerajin Rotan.
X2.3
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid STS 5 22.7 22.7 22.7
TS 8 36.4 36.4 59.1
TT 6 27.3 27.3 86.4
52
S 3 13.6 13.6 100.0
Total 22 100.0 100.0
Tabel di atas menyatakan bahwa 13,6% pengerajin rotan Setuju dengan skor 4 karena pengetahuan pengerajin rotan tentang sebesar 27,3%
menyatakan ragu-ragu dengan skor 3 terhadap pengetahuan pengerajin, namun 36,4% masih merasa tidak Setuju dengan skor 2.
c. Variabel Terkoordinasi (X3)
Tabel 3.11Peningkatan Kerjasama Antar Lembaga Keuangan
X3.1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid STS 2 9.1 9.1 9.1
TS 7 31.8 31.8 40.9
TT 5 22.7 22.7 63.6
S 3 13.6 13.6 77.3
SS 5 22.7 22.7 100.0
Total 22 100.0 100.0
Tabel di atas menyatakan bahwa 13,6% pengerajin rotan Setuju dengan skor 4 karena pengetahuan pengerajin rotan tentang sebesar 22,7%
menyatakan ragu-ragu dengan skor 3 terhadap pengetahuan pengerajin, namun 31,8% masih merasa tidak Setuju dengan skor 2.
53
Tabel 3.12pendekatan yang kompershif bagi perlindungan konsumen
X3.2
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid STS 2 9.1 9.1 9.1
TS 8 36.4 36.4 45.5
TT 10 45.5 45.5 90.9
S 1 4.5 4.5 95.5
SS 1 4.5 4.5 100.0
Total 22 100.0 100.0
Tabel di atas menyatakan bahwa 4,5% pengerajin rotan Setuju dengan skor 4 karena pengetahuan pengerajin rotan tentang sebesar 45,5%
menyatakan ragu-ragu dengan skor 3 terhadap pengetahuan pengerajin, namun 36,4% masih merasa tidak Setuju dengan skor 2.
Tabel 3.13 Eksplorasi Produk,Layanan, Jasa Dan Saluran Distribusi Inovatif
X3.3 Frequenc
y Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid STS 5 22.7 22.7 22.7
TS 7 31.8 31.8 54.5
TT 5 22.7 22.7 77.3
S 5 22.7 22.7 100.0
Total 22 100.0 100.0
54
Tabel di atas menyatakan bahwa 22,7 pengerajin rotan Setuju dengan skor 4 karena pengetahuan pengerajin rotan tentang sebesar 22,7%
menyatakan ragu-ragu dengan skor 3 terhadap pengetahuan pengerajin, namun 31,8% masih merasa tidak Setuju dengan skor 2.
2. Variabel Pendapatan Pengerajin Rotan (Y)
a. Saya mengetahui tentang mengelola pendapatan dengan baik.
Tabel 3.14Mengelola Pendapatan
Y.1 Frequen
cy Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid STS 4 18.2 18.2 18.2
TS 6 27.3 27.3 45.5
TT 4 18.2 18.2 63.6
S 8 36.4 36.4 100.0
Total 22 100.0 100.0
Tabel diatas menyatakan bahwa sebesar 36,4% pengusaha pengerajin rotan setuju dengan skor 4 karena pengetahuan tentang mengelola pendapatan dengan baik, namun 18,2% masih ragu-ragu dengan skor 3 karena pengetahuan tentang mengelola pendapatan dengan baik masih kurang.
b. Pendapatan yang saya peroleh meningkat setiap bulan Tabel 3.14Pendapatan Setiap Bulan
Y.2