• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM MBKM

5. Dukungan

Tahap ini dapat diperkuat atau dilemahkan, bergantung pada kewajiban terhadap kemajuan pelaksanaan program. Pengelolaan program pendidikan tidak sepenuhnya ditentukan oleh dukungan yang diberikan. Sejujurnya, wawancara ini dapat diselesaikan dengan manajemen yang baik atas pelaksanaan perbaikan rencana pendidikan.

Selain itu, satuan pendidikan harus mengembangkan program pelatihan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan perkembangan saat ini. Dalam menyelenggarakan program pendidikan otonom pada awalnya harus melalui siklus transformasi mengingat sistem fundamental dari program pendidikan

Strategi Pengembangan Kurikulum MBKM

92

Yenni Agustina

itu sendiri, yaitu (1) Tujuan Pembinaan Umum, (2) Profil Mahasiswa Pancasila, (3) Penyusunan Rencana Pendidikan, (4) Standar Pembelajaran dan Penilaian, dan (5) Hasil Belajar. Rencana fungsional pendidikan unit instruktif disesuaikan dengan penyusunan dan pengaitan pemahaman sesuai setting berorientasi konteks unit instruktif, sehingga pembelajaran lebih bermakna. Berikut sarana pembinaan program pendidikan otonom pada satuan instruktif:

1. Cari tahu kualitas unit instruktif

2. Menumbuhkan visi, misi dan tujuan unit instruktif

3. Penyusunan lengkap meliputi ATP, evaluasi, peragaan modul, peragaan media, serta program kebutuhan unit instruktif.

4. Pemahaman menyeluruh terhadap perencanaan: baik isi kurikulum, jumlah informasi yang dipelajari, maupun program intra, ekstra, dan kokurikuler (Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila/P5).

5. Menyusun kerangka pembinaan, penilaian dan peningkatan keahlian. Peran guru sebagai pemimpin pembelajaran harus ditingkatkan guna mempercepat pengembangan kurikulum mandiri di satuan pendidikan.

Seorang guru harus mampu memanfaatkan teknologi dan beradaptasi. PMM (Platform Merdeka Mengajar) merupakan salah satu teknologi pendidikan yang digunakan untuk akses belajar mandiri. PMM merupakan tahapan terkomputerisasi yang memberikan berbagai administrasi dan konten pembelajaran untuk membantu pelaksanaan pembelajaran bebas. Selain itu, PMM juga diharapkan mampu menggarap hakikat pembelajaran dan memperluas penerimaan pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya pembelajaran abad 21 saat ini (Muadz, 2023).

Prinsip Pengembangan Kurikulum Merdeka

Program Merdeka menawarkan struktur program yang lebih mudah disesuaikan, dengan fokus pada materi dasar, sehingga memberikan kesempatan kepada pendidik untuk memberikan pengajaran sesuai kebutuhan dan kualitas siswanya. Program Merdeka bertujuan untuk lebih sederhana, mendalam, mandiri, relevan, dan interaktif

Strategi Pengembangan Kurikulum MBKM

93

Yenni Agustina

dibandingkan program sebelumnya. Sesuai Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Akademik, program penelitian mandiri berpegang pada lima prinsip tersebut.

Kelima standar ini dipahami sebagai berikut:

1. Pembelajaran pada program Merdeka direncanakan dengan mempertimbangkan tahapan transformatif dan tingkat prestasi peserta didik. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan yang maju dan mencerminkan ciri-ciri dan kemajuan banyak siswa sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.

2. Latihan pembelajaran direncanakan dan dilaksanakan untuk membentuk kemampuan yang diharapkan dapat mengakar dalam diri siswa.

3. Karakter dan keterampilan siswa dapat dikembangkan secara utuh melalui proses pembelajaran.

4. Pembelajaran yang disesuaikan dengan konteks, lingkungan, dan budaya siswa serta bermitra dengan orang tua dan masyarakat disebut pembelajaran relevan.

5. Belajar menuju masa depan yang mendukung.

Tahapan Perencanaan Pembelajaran Kurikulum Merdeka Berdasarkan situs Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, program peninjauan otonom ini memiliki tujuh tahap penyusunan studi.

Berikut sarananya:

1. Menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dengan menganalisis hasil belajar. Hasil penguasaan adalah perolehan kemampuan-kemampuan yang harus diperoleh siswa pada setiap tahap transformasi dalam setiap mata pelajaran, sekolah dan setiap tingkat pendidikan, mulai dari satuan pendidikan prasekolah, sekolah dasar dan sekolah tambahan. . Hasil belajarnya menggabungkan sekumpulan kemampuan dan susunan materi yang luas yang dikoordinasikan dalam struktur cerita. Memetakan hasil belajar yang dipartisi berdasarkan tahapan umur.

Strategi Pengembangan Kurikulum MBKM

94

Yenni Agustina

2. Merencanakan dan melakukan penilaian indikatif. Evaluasi indikatif bertujuan untuk membedakan kemampuan, kelebihan dan kekurangan peserta didik. Hasil tersebut dimanfaatkan guru sebagai sumber perspektif dalam menyusun pembelajaran dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa. Perencanaan pengambilan juga dapat didasarkan pada beberapa pertimbangan berbeda, misalnya keadaan keluarga, status belajar, inspirasi belajar, minat siswa dan data terkait lainnya.

3. Menumbuhkan Modul Instruktif. Pembuatan Modul Instruktif berarti membina perangkat instruktif yang menjadi pedoman bagi guru dalam mencapai hasil pembelajaran. Interaksi peningkatannya harus signifikan; menarik, signifikan dan menjiwai; signifikan dan logis; terlebih lagi, solid.

4. Model pembelajaran baru yang berpusat pada siswa yang menyesuaikan pengajaran dengan tahapan dan karakteristik kinerja siswa. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan kelebihan dan kelemahan individu siswa. Luasnya materi pembelajaran mengingat isi yang diajarkan oleh pendidik untuk kelas atau materi yang dipelajari oleh siswa. Guru kemudian mengubah pengalaman pendidikan, hasil belajar, dan mengubah iklim pembelajaran.

5. Penilaian formatif dan sumatif harus direncanakan, dilaksanakan, dan dikelola sesuai dengan lima prinsip panduan ini. Penilaian adalah bagian penting dari pengalaman pendidikan, bekerja dengan pembelajaran dan memberikan semua data yang mencakup sebagai masukan. Fungsi evaluasi digunakan untuk merancang dan melaksanakan evaluasi, dan metode serta waktu evaluasi dapat dipilih kapan saja. Keadilan, proporsionalitas, validitas, dan kepercayaan evaluasi adalah tujuannya. Melaporkan kemajuan dan pencapaian siswa adalah hal yang mendasar dan mendidik. Siswa, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua semuanya menggunakan hasil penilaian.

6. Melaporkan kemajuan pembelajaran Ada beberapa persyaratan untuk metode pelaporan hasil pembelajaran yang efektif. Yang pertama adalah kerjasama dari mahasiswa. Kedua, menjadikan pendidik dan peserta didik sebagai mitra. Ketiga, mencerminkan

Strategi Pengembangan Kurikulum MBKM

95

Yenni Agustina

kualitas yang disampaikan sekolah. Keempat, lengkap, tulus, adil dan penuh perhatian. Kelima, lugas dan mudah dipahami semua pihak.

7. Penilaian pembelajaran dan penilaian merupakan langkah selanjutnya setelah pembelajaran dan penilaian. Saat ini, instruktur akan mempelajari setiap modul pendidikan. Melalui penilaian, guru dapat mengetahui apa yang sudah berjalan dan apa yang perlu ditingkatkan. Intinya modul instruktif juga bisa naik ke level berikutnya.

Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menggarap kemampuan Lulusan Pendidikan Lanjutan (PT) dengan memberikan pintu terbuka kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar PT konsentrasi program dan mengikuti proyek atau mata kuliah tinjauan luar. Program review di HEI lain. Pertukaran pelajar, magang, asisten pengajar di satuan pengajaran, penelitian, proyek kemanusiaan, wirausaha, dan proyek mandiri merupakan contoh program studi non-akademik.

Dengan MBKM, mahasiswa mendapatkan pengalaman lapangan terkait dengan berbagai ilmu dan kemajuan, serta situasi uniknya, memperluas kemampuannya dan mempersiapkannya memasuki dunia kerja dengan baik. Pengalaman pendidikan MBKM harus menyenangkan, mendukung penalaran imajinatif dan inventif, dan memiliki pandangan yang membangkitkan semangat dalam pembelajaran (Fathan, 2020). Menurut Prayogo (2020), tujuan utama MBKM adalah untuk meningkatkan kualitas kemandirian belajar dalam prosedur birokrasi dan inovasi pendidikan.

MBKM adalah pengalaman berkembang yang berfokus pada siswa yang menggabungkan hipotesis dan praktik lapangan untuk membantu siswa mencapai potensi terbesar dan menumbuhkan kebebasan. Dengan demikian, hard skill dan soft skill mahasiswa dikembangkan ke tingkat yang tinggi sehingga menjadikan lulusannya berkompeten dan siap memenuhi tuntutan dunia industri. Tuntutan

Strategi Pengembangan Kurikulum MBKM

96

Yenni Agustina

perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi (IPTEKS) di masa Modern Unrest 4.0 telah memberdayakan hukum tidak resmi dan perubahan administrasi dan organisasi dalam iklim pelatihan di Indonesia.

SDM memerlukan informasi serta kemampuan fungsional. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan program lain yang disebut dengan Tempat Belajar Mandiri (MBKM) untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkonsentrasi di lapangan sana sini (Widiyono dkk, 2021). Hal ini dilakukan untuk membina alumni yang mempunyai keseriusan tinggi, menjadi alumni yang spesifik dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri dan dunia kerja (Arifin dan Muslim, 2020).

Penerapan Kurikulum Belajar Kampus Merdeka pada seluruh program pendidikan. Mahasiswa dapat mengikuti 4 kali kegiatan pembelajaran luar sekolah pada semester 5, 6, dan 7. Tujuan dari program ini adalah untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan menjadi instruktur, pendidik dan pengajar, dengan harapan mahasiswa benar-benar ingin memperoleh pengalaman yang menjunjung tinggi kemampuan alumni yang disajikan dalam rencana pendidikan. Metodologi penyelenggaraan program pendidikan pembelajaran cuma-cuma secara otonom. Strategi adalah rencana tindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk sementara, Metodologi Penyelenggaraan program Edukasi Merdeka Belajar Merdeka terdiri dari rencana aksi untuk kelangsungan dan produktivitas pelaksanaan program Edukasi Merdeka Belajar Merdeka.

Eksekusi rencana pendidikan adalah penggunaan program pendidikan dalam mengembangkan pengalaman yang bertekad untuk mencapai kemampuan yang diciptakan. Melaksanakan program pendidikan memerlukan kesiapan yang matang, meliputi struktur program pendidikan, SDM, pelaksana, kerangka kerja, iklim pembelajaran, dan sebagainya, serta upaya bersama dengan seluruh mitra yang terlibat dengan pengalaman yang semakin berkembang.

Strategi Pengembangan Kurikulum MBKM

97

Yenni Agustina

Daftar Pustaka

Arifin, S., & Muslim, M. (2020). Tantangan Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Pada Perguruan Tinggi Islam Swasta Di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam Alilmi, 3(1), 10-22.

Davies, Ivor.K. (1976). Competency Based Education, Mc. Graw-Hill, Maiden Head.

Fathan Robby. (2020). Hardiknas 2020 Merdeka Belajar Di Tengah Covid-19. (Http://Jurnalposmedia.Com/Hardiknas-2020- Merdeka-Belajar-Ditengah-Covid-19.

Fatirul, A. N., & Walujo, D. A. (2022). Metode Penelitian Pengembangan Bidang Pembelajaran (Edisi Khusus Mahasiswa Pendidikan dan Pendidik). Pascal Books.

Julaeha, S., Muslimin, E., Hadiana, E., & Zaqiah, Q. Y. (2021). Manajemen Inovasi Kurikulum: Karakteristik dan Prosedur Pengembangan Beberapa Inovasi Kurikulum. Muntazam: Journal Of Islamic Education Management, 2(01).

Muadz, M. (2023). Pengembangan Model Optimalisasi Pemanfaatan Pmm Dalam Implementasi Merdeka Belajar Melalui Lokakarya Bagi Satuan Pendidikan Jenjang Sd Di Kota Batu. Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora, 2(2), 680–702.

Prayogo. (2020). Peluang Reformasi Pendidikan Di Tengah Pandemi Covid-19.

https://www.Y.Prayogo.Kalderanews.Com/2020/05/Peluang- Reformasi-Pendidikan-Di-Tengahpandemi-Covid-19-Begini- Kata-Mendikbud.

Sudaryanto, S., Widayati, W., & Amalia, R. (2020). Konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dan Aplikasinya dalam Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Indonesia. Kode: Jurnal Bahasa, 9(2).

Widiyono, A., Irfana, S., & Firdausia, K. (2021). Implementasi Merdeka Belajar Melalui Kampus Mengajar Perintis Di Sekolah Dasar.

Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-Sd-An, 7(2), 120-133.

Strategi Pengembangan Kurikulum MBKM

98

Yenni Agustina

PROFIL PENULIS

Yenni Agustina, S.Pd., M.Pd.

Ketertarikan penulis terhadap menulis bermula pada saat penulis menempuh pendidikan pada jenjang SMA di SMAN 7 Banda Aceh, kemudian melanjutkan di Perguruan Tinggi Negeri Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada FKIP Jurusan Pendidikan Ekonomi Tahun 2006 dan berhasil lulus pada tahun 2010. Pada tahun 2011 penulis melanjutkan pendidikan yang linear di Prodi Pendidikan Ekonomi di Universitas Negeri Malang dan mendapatkan predikat Magister pada tahun 2013. Saat ini penulis sebagai dosen tetap tersertifikasi di Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh.

Penulis memiliki kepakaran di bidang pendidikan dan ekonomi murni, untuk mewujudkan karir sebagai dosen profesional, penulis pun aktif sebagai peneliti di bidang kepakarannya tersebut. Beberapa penelitian yang telah dilakukan didanai oleh internal perguruan tinggi dan juga Kemenristek DIKTI. Selain peneliti, penulis juga aktif menulis puisi sebagai hobi penulis membaca dan menulis puisi dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara yang sangat tercinta ini.

Email Penulis: [email protected]

99

Erni Susilawati

BAB 7

KETERLIBATAN INDUSTRI