• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEK-EFEK YANG DITERBITKAN MARKETABLE SECURITIES ISSUED

Dalam dokumen PT BANK CIMB NIAGA Tbk (Halaman 146-156)

Peringkat efek-efek yang diterbitkan Marketable securities issued ratings Peringkat efek-efek yang diterbitkan ini berdasarkan credit

rating PT Pefindo pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 adalah idAAA.

The ratings for the marketable securities issued based on credit rating PT Pefindo at 31 March 2023 and 31 December 2022 is idAAA.

31 Maret/ 31 Desember/

March 2023 December 2022

Bank CIMB Niaga Bank CIMB Niaga

Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga The Continuous Bonds II of Bank CIMB

Tahap IV Tahun 2018 dengan Tingkat Niaga Phase IV Year 2018 with Fixed

Suku Bunga Tetap (lihat Catatan 1b) Interest Rate (see Note 1b)

Seri C 118,000 118,000 Series C

Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga The Continuous Sukuk Mudharabah I

Tahap II Tahun 2019 (lihat Catatan 1b) of Bank CIMB Niaga Phase II Year 2019 (see Note 1b)

Seri C 429,000 429,000 Series C

Obligasi Berkelanjutan III Bank CIMB Niaga The Continuous Bonds III of Bank CIMB

Tahap I Tahun 2019 dengan Tingkat Niaga Phase I Year 2019 with Fixed

Suku Bunga Tetap (lihat Catatan 1b) Interest Rate (see Note 1b)

Seri C 481,000 481,000 Series C

Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga The Continuous Sukuk Mudharabah I

Tahap III Tahun 2020 (lihat Catatan 1b) of Bank CIMB Niaga Phase III Year 2020 (see Note 1b)

Seri C 391,000 391,000 Series C

Seri B - 287,000 Series B

391,000

678,000 1,419,000

1,706,000

Dikurangi : Less:

Biaya emisi obligasi yang belum diamortisasi (1,087) (1,062) Unamortised bond issuance costs 1,417,913

1,704,938

Entitas Anak Subsidiaries

Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar I Tahun 2023 (lihat Catatan 1b) Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar I Year 2023 (see Note 1b)

Seri A 700,000 - Seri A

Seri B 300,000 - Seri B

1,000,000

-

Dikurangi : Less:

Biaya emisi obligasi yang belum diamortisasi (493) - Unamortised bond issuance costs 999,507

-

Jumlah - bersih 2,417,420 1,704,938 Total - net

28. EFEK-EFEK YANG DITERBITKAN (lanjutan) 28. MARKETABLE SECURITIES ISSUED (continued)

Transaksi lindung nilai Hedge transactions

Tidak terdapat transaksi lindung nilai per 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022.

There was no hedging transaction as of 31 March 2023 and 31 December 2022.

Informasi mengenai tingkat suku bunga dan jatuh tempo di ungkapkan pada Catatan 53 dan 55.

Information in respect to interest rate and maturity is disclosed in Notes 53 and 55.

29. PINJAMAN YANG DITERIMA 29. BORROWINGS

Pinjaman pihak ketiga merupakan pinjaman yang diterima Entitas Anak dalam menjalankan bisnisnya. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada berbagai tahun antara 2023 - 2026. Tingkat suku bunga per tahun untuk fasilitas tersebut untuk periode yang berakhir 31 Maret 2023 berkisar antara 6,25% - 9,00% (31 Desember 2022: 5,65% - 9,00%).

Third parties borrowings represent borrowings received by Subsidiary to finance their business. The borrowing will be matured in the years between 2023 - 2026. The annual interest rates for the period ended 31 March 2023 ranged between 6.25% - 9.00% (31 December 2022: 5.65% - 9.00%).

Seluruh pinjaman di atas digunakan untuk pembiayaan

kendaraan roda empat, baik dalam kondisi baru atau bekas. All the borrowings above are used for finance financing of four wheelers, either new or used.

31 Maret/ 31 Desember/

March 2023 December 2022

Rupiah Rupiah

Pihak ketiga Third parties

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 581,989 636,037 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 462,971 544,075 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank DKI, Unit Syariah 420,133 474,158 PT Bank DKI, Sharia Unit PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 348,873 384,087 PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk

PT Bank Permata Tbk 340,889 386,621 PT Bank Permata Tbk

PT Bank Pan Indonesia Tbk 173,120 220,127 PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk 162,574 179,236 PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk

PT Bank UOB Indonesia 130,395 147,029 PT Bank UOB Indonesia

PT Bank OCBC NISP Tbk 94,328 107,636 PT Bank OCBC NISP Tbk

PT Bank Oke Indonesia Tbk 76,295 84,611 PT Bank Oke Indonesia Tbk

PT Bank BCA Syariah 60,657 80,825 PT Bank BCA Syariah

PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Unit Syariah 41,597 45,752 PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Sharia Unit

PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah

Jawa Barat dan Banten Tbk 4,162 10,403 Jawa Barat dan Banten Tbk PT Bank CTBC Indonesia - 74,901 PT Bank CTBC Indonesia PT Bank Victoria Syariah - 49,911 PT Bank Victoria Syariah

2,897,983

3,425,409

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

Selama periode yang berakhir 31 Maret 2023, Entitas Anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dengan nominal sebesar Rp 54.208 (31 Desember 2022 : Rp 62.833). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara 23 Mei 2025 sampai dengan 13 Desember 2025.

During the period ended 31 March 2023, Subsidiary has paid the principle to PT Bank Muamalat Indonesia Tbk amounting to Rp 54,208 (31 December 2022: Rp 62,833).

This borrowing will be matured on various dates between 23 may 2025 up to 13 December 2025.

29. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 29. BORROWINGS (continued)

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (lanjutan) PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (continued) Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk: This loan requires the Subsidiary including:

- Menjaga gearing ratio maksimal sebesar 5 kali; - Maintain the gearing ratio maximum of 5 times;

- Menjaga jumlah piutang pembiayaan bermasalah yang memiliki tunggakan lebih dari 90 hari maksimal sebanyak 3% bersih dari total piutang pembiayaan;

dan

- Maintain the non performing financing receivable which has outstanding days of more than 90 days by maximum of 3% net from total financing receivable;

and - Bank CIMB Niaga sebagai Entitas Induk wajib

menjaga kepemilikannya di Entitas Anak baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 51% dari total modal disetor Entitas Anak.

- Bank CIMB Niaga as Parent Entity must keep their ownership in the Subsidiary either directly or indirectly of 51% ownership from total paid in capital of the Subsidiary.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Selama periode yang berakhir 31 Maret 2023, Entitas Anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan nominal sebesar Rp 81.250 (31 Desember 2022: Rp 479.060).Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara 30 Juni 2023 sampai dengan 27 April 2026.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

During the period ended 31 March 2023, Subsidiary has paid the principle to PT Bank Mandiri (Persero) Tbk amounting to Rp 81,250 (31 December 2022: Rp 479,060).

This borrowing will matured on various dates between 30 June 2023 up to 27 April 2026.

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk: This loan requires the Subsidiary including:

- Menjaga gearing ratio maksimal sebesar 8 kali; dan - Selama pinjaman yang diterima berlangsung, Entitas

Anak harus memberitahukan secara tertulis kepada Bank Mandiri atas:

- Maintain the gearing ratio maximum of 8 times; and - During the borrowings outstanding, the Subsidiary

must notify Bank Mandiri in written for:

Perubahan anggaran dasar Entitas Anak termasuk di dalamnya pemegang saham mayoritas (lebih dari 50% jumlah kepemilikan saham), pengurus perusahaan, permodalan dan nilai saham;

Amendment to the articles of association of the Subsidiary including majority shareholders (more than 50% of the total share ownership), management, capital and share value;

Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain kecuali dalam rangka mendukung kegiatan usaha Entitas Anak yang normal dan transaksi wajar;

Obtaining credit facilities or loan from other parties except in the context of supporting the business activities of normal business and fair transaction of the Subsidiary;

Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan untuk pihak lain, kecuali dalam rangka pendanaan untuk mendukung kegiatan usaha Entitas Anak;

Melunasi hutang Entitas Anak kepada pemilik/

pemegang saham mayoritas; dan

Melakukan peleburan usaha/akuisisi.

Binding themselves as a guarantor of debt or pledging assets for other parties, except in the context of funding to support the business activities of the Subsidiary;

Paying off the loan of the Subsidiary to the owner/majority shareholders; and

Conducting merger/acquisition.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

29. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 29. BORROWINGS (continued)

PT Bank DKI, unit Syariah PT Bank DKI, Sharia unit

Selama periode yang berakhir 31 Maret 2023, Entitas Anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada PT Bank DKI, unit Syariah dengan nominal sebesar Rp 54.167 (31 Desember 2022: Rp 125.000). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara 11 Februari 2024 sampai dengan 28 Juni 2025.

During the period ended 31 March 2023, Subsidiary has paid the principle to PT Bank DKI, Sharia unit amounting to Rp 54,167 (31 December 2022: Rp 125,000). This borrowing matured on various dates between 11 February 2024 up to 28 June 2025.

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya

untuk: This loan requires the Subsidiary including:

- Bank CIMB Niaga sebagai Entitas Induk wajib menjaga

kepemilikannya di entitas anak minimum sebesar 51%; - Bank CIMB Niaga as Parent Entity must keep their ownership in the Subsidiary with minimum of 51%;

- Piutang pembiayaan yang dijadikan jaminan kepada Bank DKI, unit Syariah maksimal memiliki hari tunggakan sebanyak 20 hari; dan

- Financing receivable which pledged as collateral to Bank DKI, Sharia unit has outstanding days of at the maximum 20 days; and

- Menjaga gearing ratio sebesar 10 kali. - Maintain the gearing ratio maximum of 10 times.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk

Selama periode yang berakhir 31 Maret 2023 , Entitas Anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk dengan nominal sebesar Rp 35.314 (31 Desember 2022: Rp 65.231). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara 25 Mei 2025 sampai dengan 23 Agustus 2025.

During the period ended 31 March 2023, Subsidiary has paid the principle to PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk amounting to Rp 35,314 (31 December 2022: Rp 65,231).

This borrowing will be matured on various dates between 25 May 2025 up to 23 August 2025.

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk:

- Menjaga rasio hutang terhadap ekuitas maksimal sebesar 8:1;

- Menjaga rasio piutang pembiayaan bermasalah yang memiliki tunggakan lebih dari 90 hari maksimal sebanyak 3% (tiga persen) bersih; dan

- Bank CIMB Niaga sebagai Entitas Induk wajib menjaga kepemilikannya di Entitas Anak baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 51% dari total modal disetor Entitas Anak.

This loan requires the Subsidiary including:

- Maintain the debt to equity ratio (DER) maximum of 8:1;

- Maintain the ratio non performing financing receivable which has outstanding days of more than 90 days by maximum of 3% net; and

- Bank CIMB Niaga as Parent Entity must keep their ownership in the Subsidiary either directly or indirectly of 51% ownership from total paid in capital of the Subsidiary.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

29. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 29. BORROWINGS (continued) PT Bank Permata Tbk

Selama periode yang berakhir 31 Maret 2023, Entitas Anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada PT Bank Permata Tbk dengan nominal sebesar Rp 45.833 (31 Desember 2022: Rp 186.323). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara 30 Juli 2023 sampai dengan 29 Juli 2025.

PT Bank Permata Tbk

During the period ended 31 March 2023, Subsidiary has paid the principle to PT Bank Permata Tbk amounting to Rp 45,833 (31 December 2022: Rp 186,323). This borrowing will be matured on various dates between 30 July 2023 up to 29 July 2025.

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk:

- Menjaga gearing ratio maksimal sebesar 8 kali;

- Menjaga jumlah piutang pembiayaan bermasalah yang memiliki tunggakan lebih dari 30 hari maksimal sebanyak 5% dari total piutang pembiayaan dan tunggakan lebih dari 90 hari maksimal sebanyak 2%

dari total piutang pembiayaan; dan

- Bank CIMB Niaga sebagai Entitas Induk wajib menjaga kepemilikannya di Entitas Anak baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 51% dari total modal disetor Entitas Anak.

This loan requires the Subsidiary including:

- Maintain the gearing ratio maximum of 8 times;

- Maintain the non performing financing receivable which has outstanding days of more than 30 days by maximum of 5% from total financing receivable and outstanding days of more than 90 days by maximum of 2% from total financing receivable; and

- Bank CIMB Niaga as Parent Entity must keep their ownership in the Subsidiary either directly or indirectly of 51% ownership from total paid in capital of the Subsidiary.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

PT Bank Pan Indonesia Tbk

Selama periode yang berakhir 31 Maret 2023, Entitas Anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada PT Bank Pan Indonesia Tbk dengan nominal sebesar Rp 47.083 (31 Desember 2022: Rp 295.946). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara 22 November 2024 sampai dengan 6 Januari 2025.

PT Bank Pan Indonesia Tbk

During the period ended 31 March 2023, Subsidiary has paid the principle to PT Bank Pan Indonesia Tbk amounting to Rp 47,083 (31 December 2022: Rp 295,946). This borrowing will be matured on various dates between 22 November 2024 up to 6 January 2025.

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk: This loan requires the Subsidiary including:

- Menjaga rasio hutang terhadap ekuitas sebesar 8:1; - Maintain the debt to equity ratio of 8:1;

- Menjaga jumlah piutang pembiayaan bermasalah yang memiliki tunggakan lebih dari 90 hari maksimal sebanyak 3% dari total piutang pembiayaan; dan

- Maintain the non performing financing receivable which has outstanding days of more than 90 days by maximum of 3% from total financing receivable; and - Bank CIMB Niaga sebagai Entitas Induk wajib

menjaga kepemilikannya di Entitas Anak baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 51% dari total modal disetor Entitas Anak.

- Bank CIMB Niaga as Parent Entity must keep their ownership in the Subsidiary either directly or indirectly of 51% ownership from total paid in capital of the Subsidiary.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk Selama periode yang berakhir 31 Maret 2023, Entitas Anak

telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada PT Bank China Construction Bank Indonesia dengan nominal sebesar Rp 16.698 (31 Desember 2022:

Rp 20.528). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara 30 Mei 2025 sampai dengan 13 Oktober 2025.

During the period ended 31 March 2023, Subsidiary has paid the principle to PT Bank China Construction Bank Indonesia amounting to Rp 16,698 (31 December 2022:

Rp 20,528). This borrowing will be matured on various dates between 30 May 2025 up to 13 October 2025.

29. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 29. BORROWINGS (continued)

PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (lanjutan) PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (continued)

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk:

- Menjaga gearing ratio maksimal sebesar 8 kali;

- Menjaga jumlah piutang pembiayaan bermasalah yang memiliki tunggakan lebih dari 90 hari maksimal sebanyak 5% (gross) dari total piutang pembiayaan;

dan

- Bank CIMB Niaga sebagai Entitas Induk wajib menjaga kepemilikannya di Entitas Anak baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 51% dari total modal disetor Entitas Anak.

This loan requires the Subsidiary including:

- Maintain the gearing ratio maximum of 8 times;

- Maintain the non performing financing receivable which has outstanding days of more than 90 days by maximum of 5% (gross) from total financing receivable; and

- Bank CIMB Niaga as Parent Entity must keep their ownership in the Subsidiary either directly or indirectly of 51% ownership from total paid in capital of the Subsidiary.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

PT Bank UOB Indonesia PT Bank UOB Indonesia

Selama periode yang berakhir 31 Maret 2023, Entitas Anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada PT Bank UOB Indonesia dengan nominal sebesar Rp 16.667 (31 Desember 2022: Rp 52.778). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara 23 Februari 2025 sampai dengan 17 Mei 2025.

During the period ended 31 March 2023, Subsidiary has paid the principle to PT Bank UOB Indonesia amounting to Rp 16,667 (31 December 2022: Rp 52,778). This borrowing will be matured on various dates between 23 February 2025 up to 17 May 2025.

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk:

- Menjaga rasio hutang terhadap ekuitas sebesar 10:1;

dan

- Bank CIMB Niaga sebagai Entitas Induk wajib menjaga kepemilikannya di Entitas Anak baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 51% dari total modal disetor Entitas Anak.

This loan requires the Subsidiary including:

- Maintain the debt to equity ratio of 10:1; and

- Bank CIMB Niaga as Parent Entity must keep their ownership in the Subsidiary either directly or indirectly of 51% ownership from total paid in capital of the Subsidiary.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

PT Bank OCBC NISP Tbk

Selama periode yang berakhir 31 Maret 2023, Entitas Anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada PT Bank OCBC NISP Tbk sebesar Rp 13.333 (31 Desember 2022: Rp 170.691). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara 30 November 2024 sampai dengan 21 Maret 2025.

PT Bank OCBC NISP Tbk

During the period ended 31 March 2023, Subsidiary has paid the principle to PT Bank OCBC NISP Tbk amounting to Rp 13,333 (31 December 2022: Rp 170,691). This borrowing will be matured on various dates between 30 November 2024 up to 21 March 2025.

29. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 29. BORROWINGS (continued)

PT Bank OCBC NISP Tbk (lanjutan) PT Bank OCBC NISP (continued)

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk:

- Menjaga gearing ratio maksimal sebesar 8 kali;

- Menjaga jumlah piutang pembiayaan bermasalah yang memiliki tunggakan lebih dari 60 hari maksimal sebanyak 3,5% dari total piutang pembiayaan atau sesuai ketentuan otoritas;

- Menjaga saldo current account saving account (CASA) minimal sebesar Rp 5.000; dan

- Bank CIMB Niaga sebagai Entitas Induk wajib menjaga kepemilikannya di Entitas Anak baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 51% dari total modal disetor Entitas Anak.

This loan requires the Subsidiary including:

- Maintain the gearing ratio maximum of 8 times;

- Maintain the non performing financing receivable which has outstanding days of more than 60 days by a maximum of 3.5% from total financing receivable or as required by the authority;

- Maintain minimum balance of current account saving account (CASA) of Rp 5,000; and

- Bank CIMB Niaga as Parent Entity must keep their ownership in the Subsidiary either directly or indirectly of 51% ownership from total paid in capital of the Subsidiary.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

PT Bank Oke Indonesia Tbk PT Bank Oke Indonesia Tbk

Selama periode yang berakhir 31 Maret 2023, Entitas Anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada PT Bank Oke Indonesia Tbk dengan nominal sebesar Rp 8.333 (31 Desember 2022: Rp 15.278). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara 30 Mei 2025 sampai dengan 16 Agustus 2025.

During the period ended 31 March 2023, Subsidiary has paid the principle to PT Bank Oke Indonesia Tbk amounting to Rp 8,333 (31 December 2022: Rp 15,278). This borrowing will be matured on various dates between 30 May 2025 up to 16 August 2025.

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk:

- Menjaga gearing ratio maksimal sebesar 8 kali;

- Menjaga rasio kecukupan modal minimal 14%;

- Menjaga jumlah piutang pembiayaan bermasalah yang memiliki tunggakan lebih dari 30 hari maksimal sebanyak 10% (gross) dari total piutang pembiayaan dan tunggakan lebih dari 90 hari maksimal sebanyak 5% (gross) dari total piutang pembiayaan; dan - Bank CIMB Niaga sebagai Entitas Induk wajib

menjaga kepemilikannya di Entitas Anak baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 51% dari total modal disetor Entitas Anak.

This loan requires the Subsidiary including:

- Maintain the gearing ratio maximum of 8 times;

- Maintain capital adequacy ratio minimim of 14%;

- Maintain the non performing financing receivable which has outstanding days of more than 30 days by maximum of 10% (gross) from total financing receivable and outstanding days of more than 90 days by maximum of 5% (gross) from total financing receivable; and

- Bank CIMB Niaga as Parent Entity must keep their ownership in the Subsidiary either directly or indirectly of 51% ownership from total paid in capital of the Subsidiary.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

PT Bank BCA Syariah

Selama periode yang berakhir 31 Maret 2023, Entitas Anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada PT Bank BCA Syariah dengan nominal sebesar Rp 20.211 (31 Desember 2022: Rp 87.842). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara 20 Mei 2023 sampai dengan 14 April 2025.

PT Bank BCA Syariah

During the period ended 31 March 2023, Subsidiary has paid the principle to PT Bank BCA Syariah amounting to Rp 20,211 (31 December 2022: Rp 87,842). This borrowing will be matured on various dates between 20 May 2023 up to 14 April 2025.

Dalam dokumen PT BANK CIMB NIAGA Tbk (Halaman 146-156)