• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1 Landasan Teoritis

2.1.2 Ekonomi Politik Media

Kajian mengenai ekonomi poltik media dilandasi oleh pemikiran yang dikemukan Golding dan Murdock (1991) bahwa letak kekuatan media berada pada struktur dan proses ekonomi media dalam memproduksi pesan.

Pandangan ini membalikkan fokus yang dilakukan oleh kaum strukturalis yang menganggap kekuatan media merupakan kekuatan ideologis. Peranan media ialah untuk melegitimasi kekuatan kelas dari pemilik dan pengendali media. (Rusadi, 2015: 15)

Kajian ekonomi politik sebenernya juga menjadi fokus kajian pada perpektif klasik, yaitu untuk kajian yang memandang bahwa proses ekonomi pada media tersebut murni merupakan proses ekonomi yang terisolasi dari faktor poltik dan kekuasaan. Perspektif kajian ini tersebut ekonomi politik liberalis. Media dipandang anya sebagai saluran dalam proses pertukaran komoditas di pasar bebas guna berkompetisi dan memberikan manfaat dan kepuasaan terhadap khalayaknya. (Rusadi, 2015: 15)

Berbeda dengan ekonomi politik liberalis, perspektif kajian ekonomi politik kritikal, memberikan perhatian pada interplay antara organisasi ekonomi dengan dimensi poltik, sosial dan kehidupan kultural. Oleh karena itu, dalam kajian mengenai industri budaya perhatian ekonomi politik kritikal diarahkan untuk mengkaji pengaruh dinamika ekonomi terhadap lingkup dan keanekaragaman ekspresi budaya publik dan ketersediaannya untuk kelompok sosial yang aneka ragam. (Rusadi, 2015: 15)

Menurut Vincent Mosco (2009) mendefinisikan ekonomi politik komunikasisebagai studi tentang relasi soaila khusunya relasi kekuasaan yang membentuk saling berkaitan anatra produksi, distribusi dan konsumsi sumber daya komunikasi, seperti surat kabar, buku, film, video dan khalayak.

Sedangkan Golding dan Murdock (1991), merumuskan ekonomi politik media perspektif kritikal sebagai kajian interplay antara dimensi ekonomi dengan dimensi simbolik. (Rusadi, 2015: 16)

Berdasarkan rumusan tersebut maka permasalahan apa saja yang timbul dari sajian isi media, disebabkan dapat dilacak dari kondisi ekonomi media yaitu bagaimana media diorganisasi dan dibiayai. Kajian ekonomi politik kritikal memiliki tiga varian yaitu instrumentalis, strukturalis dan konstruktivis. Instrumentalis memandang bahwa media merupakan instrumen dari kelas yang berkuasa yaitu pemilik media agar isi media sesuai dengan kepentingannya. (Rusadi, 2015: 16)

Namun dalam variant strukturalis menganggap kekuasaan strukturlah yang menguasai media dan struktur menganggap kekuasaan strukturlah yang menguasai media dan struktur yang dimaksud. Lalu, variant kontruktivis memandang bahwa para meliki media ada dalam struktur yang memberika fasilitas dan berbagai batasan-batasan. Variant kontruktivis melihat media dikendalikan tidak saja oleh kekuatan strukturnya, tetapi juga oleh para agen serta faktor-faktor sosial dan budaya yang ada dilingkungannya. (Rusadi, 2015: 16)

Dilihat dari fokus kajiannya, Golding dan Murdock (1991) menjelaskan ada tiga kerangka kerja ekonomi poltik kritikal yaitu kajian produksi, teks, dan konsumsi. Kajian aspek produksi, diarahkan pada penelitian proses produksi isi media sebagai produk budaya yang akan mempengaruhi konsumsi budaya. Kajian pada ekonomi politik media pada tataran teks, memfokuskan permasalahan keterkaitan dinamika ekonomi dengan produksi isi media. (Rusadi, 2015: 16)

Tugas ekonomi politik media ialah untuk menguji setiap hambatan yang ada terhadap kebebasan untuk bisa mengakses produk budaya. Menurut Murdock ada dua jenis hambatan, yaitu material dan budaya. Hambatan materaial yang dimaksud ialah ketersediaan sarana akses yang tidak gratis.

Khalayak harus mengeluarkan biaya untuk membeli pesawat televisi, radio dan berlangganan surat kabar. Untuk mengakses internet pun disamping harus memiliki komputer atau sejenisnya juga harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan akses ke jaringan baik berlangganan atau biaya waktu akses.

(Rusadi, 2015: 17-18)

Berdasarkan penjelasan diatas penulis menyimpulkan bahwa kajian tentang ekonomi politik media masih relatif baru dilakukakn orang. Istilah umumum yang digunakan secara luas untuk mengombinasikan kerangka teoretik politik dan ekonomi. Keterkaitannya pada dimensi ekonomi dan politik menjadikan media menjadi rentan terhadap pengaruh keduanya.

Sementara itu ideologi menjadi penting dalam wilayah politik untuk melanggengkan kekuasaanya.

Varian yang digunakan pada Ekonomi-politik media dalam penelitian ini menggunakan varian Marxis-Kritikal. Pada tataran teoritis, mengenai media massa memiliki kesepakatan umum bahwa media memiliki kekuatan secara ideologis, tetapi terdapat beberapa perbedaan di antaranya mengenai konsepsi ideologi dan posisi kekuatan ideologis pada media. Perspektif pemikiran Karl Marx terletak pada sudut pandang “ekonomi”, karena esensi teori dan perkembangannya meliputi lingkup makro dan mikro sebagaimana pola beripikir dalam bidang ekonomi. (Rusadi, 2015: 11 )

Marx menawarkan preposisi dasar dalam proses teoretisasi sebagai implikasi ideologi normatif yang dimilikinya. Marx percaya bahwa media massa dimiliki oleh masyarakat suprastruktur dan konten media komunikasinya didominasi oleh kelas sosial. Teori Marx merupakan sebuah kajian kritis yang digunakan untuk memperlihatkan nilai yang tersembunyi dalam realitas yang ada dimedia. (Rusadi, 2015: 11)

Media yang seharusnya bersifat objektif. Isi pesan media selalu dipandang tidak bebas nilai, hal ini selalu dikaitkan dengan pemerintah dan pemilik modal atau media, dalam komunikasi sendiri akhirnya muncul teori- teori atau kajian yang membahsa pengaruh media massa pada masyarakat, khususnya dari aspek teori kritis. Lalu adapula pandangan perihal teori media

komunikasi menurut Marx, Marx mengasumsikan media sebagai arena pertarungan ideologi berbagai kelas. (Rusadi, 2015: 12)

Sudut pandang yang dapat kita gunakan untuk melihat peran pemilik media dari segi ekonomi politik terhadap media massa dapat ditempuh dengan menggunakan pandangan dari teori ekonomi politik. Teori ekonomi politik merupaka sebuah teori yang berangkat dari pendekatan kritis yang muncul sebagai respon terhadap akselerasi kapitalisme. Ekonomi politik secara umum digunakan untuk mendeskripsikan hubungan antara sistem ekonomi, sistem politik dan sistem komunikasi. (Rusadi, 2015: 11)

Teori ekonomi Politik media menurut Marx, teori ini lebih menyalahkan akan kepemilikan media, karena konten media menjadi sebuah komoditi yang dijual ke masyarakat. Informasi yang disampaikan tersebut dikontrol dan disesuaikan dengan keinginan pasar. Pemilik modal melakukan investasi pada media dan hal ini jelas mempengaruhi produksi konten media. Informasi yang disampaikan media menjadi sebuah komoditas bisnis yang terus dijadikan alat mencari keuntungan. (Rusadi, 2015: 11)

Dokumen terkait