• Tidak ada hasil yang ditemukan

Etika Penelitian

Dalam dokumen PELAJARI KARYA TULIS ILMIAH (Halaman 43-75)

BAB III METODE PENELITIAN

H. Analisis Data

I. Etika Penelitian

Etika penelitian adalah proses memperoleh persetujuan dari responden dan persetujuan dari institusi tempat dilakukannya penelitian (Heriyanto, 2021).

Peneliti mengajukan permohonan izin ke Prodi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya untuk mendapatkan persetujuan mengadakan penelitian.

30

Peneliti melakukan perlakuan sesuai penelitian dan mengobservasi dengan menekankan masalah etika yang meliputi :

1. Lembar Persetujuan (Informed Consent)

Responden ditetapkan setelah terlebih dahulu mendapatkan penjelasan tentang kegiatan penelitian, tujuan penelitian, serta setelah responden menyatakan setuju untuk dijadikan responden secara tertulis melalui informed consent. Calon responden yang tidak menyetujui untuk dijadikan responden tidak akan dipaksa.

2. Tanpa Nama (Anonymity)

Peneliti tidak akan mencantumkan nama subjek pada lembar persetujuan dan hanya mencantumkan inisial nama untuk menjaga kerahasiaan identitas subjek.

3. Kerahasiaan (Confidentiality)

Responden yang dijadikan sampel dalam penelitian akan dirahasiakan identitas spesifiknya (nama, gambar atau foto, ciri-ciri fisik) dan hanya informasi tertentu saja yang disampaikan.

J. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat

Penelitian ini dilaksanakan di Prodi DIII Keperawatan Sutupo Surabaya.

2. Waktu

Penelitian ini dilaksanakan bulan Agustus 2022 s/d Mei 2023.

K. Jadwal Penelitian

Tabel 3.3 Jadwal Kegiatan Penelitian

No. Kegiatan Agu Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Juni 1 Pengajuan

judul 2 Konsultasi

Proposal KTI 3 Ujian

Proposal KTI

4 Pelaksanaan penelitian 5 Mengolah

hasil penelitian 6 Konsul

KTI 7 Ujian

KTI

8 Revisi ujian KTI

32 BAB IV

HASIL PENELITIAN

Peneliti pada bab ini akan menyajikan hasil penelitian tentang “Harga Diri Mahasiswi Yang Mengalami Body Dissatisfaction Di Prodi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya” pada bulan Februari 2023. Hasil penelitian akan dibagi menjadi 3 bagian yaitu gambaran umum lokasi penelitian, data umum, dan data khusus.

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilaksanakan di Prodi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya yang terletak di Jl. Parang Kusumo No 1 Surabaya. Jumlah seluruh mahasiswa yang ada di Prodi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya memiliki 287 mahasiswa yang terdiri dari 97 mahasiswa tingkat I dengan perempuan sebanyak 81 mahasiswi dan laki-laki sebanyak 16 mahasiswa, 96 mahasiswa tingkat II dengan perempuan sebanyak 81 mahasiswi dan laki-laki sebanyak 15 mahasiswa, dan 94 mahasiswa tingkat III dengan perempuan sebanyak 90 mahasiswi dan laki-laki sebanyak 4 mahasiswa.

Prodi DIII Keperawatan Sutopo dengan kualifikasi yang terakreditasi A (LAM-PTKes), memiliki fasilitas antara lain terdapat Ruang Ketua Program Studi, Ruang Dosen Komunitas dan Jiwa, Ruang Dosen Keperawatan Medikal Bedah, Ruang Dosen Keperawatan Anak, Ruang Dosen Keperawatan Maternitas, Ruang Rapat, Mini Hospital, Laboratorium Anak, Laboratorium Maternitas, Laboratorium Jiwa, Laboratorium Komunitas, Depo, Ruang Kesehatan, Ruang Perpustakaan, Ruang Hima, Ruang Tata Usaha /Administrasi, Mushola, Toilet Mahasiswa dan Dosen, Pojok Diskusi, Kantin,

Aula Prodi DIII Keperawatan Sutopo, Gudang, Asrama Mahasiswa dan Dosen, Tempat Parkir, Gazebo, Pos Satpam, Lapangan Olahraga, spot wireless (WiFi), terdapat 6 Ruang Kelas (1A, 1B, 2A, 2B, 3A, 3B) dimana masing-masing kelas terpasang AC dan dilengkapi berbagai alat pembelajaran seperti papan tulis, LCD Proyektor, Layar Proyektor dan seperangkat komputer.

B. Data Umum

Data umum pada penelitian ini menyajikan karakteristik mahasiswi berdasarkan usia dan disajikan dalam bentuk tabel.

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Usia Mahasiswi yang mengalami Body Dissatisfaction di Prodi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya Pada

Bulan Februari Tahun 2023

Umur Mahasiswi (Tahun) Frekuensi (n) Persentase (%) 18

19 20 21 22

7 11 10 8 1

18,9 29,8 27 21,6

2,7

Total 37 100

Tabel 4.1 menunjukkan karakteristik mahasiswi berdasarkan usia didapatkan bahwa sebagian besar mahasiswi dengan usia 19 tahun sebanyak 11 mahasiswi (29,8%) dan sangat sedikit mahasiswi dengan usia 22 tahun sebanyak 1 mahasiswi (2,7%).

34

C. Data Khusus

Data khusus ini disajikan data mencakup variabel penelitian yaitu Harga Diri Mahasiswi yang mengalami Body Dissatisfaction di Prodi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya.

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Harga Diri Mahasiswi yang Mengalami Body Dissatisfaction Di Prodi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya Pada Bulan Februari Tahun 2023.

Harga Diri Mahasiswi Frekuensi (n) Persentase (%) Tinggi

Sedang Rendah

3 21 13

8 57 35

Total 37 100

Tabel 4.2 menunjukkan harga diri mahasiswi yang mengalami body dissatisfaction di Prodi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya berdasarkan hasil penelitian adalah sangat sedikit sejumlah 3 mahasiswi (8%) memiliki harga diri yang tinggi, sebagian besar sejumlah 21 mahasiswi (57%) memiliki harga diri yang sedang, dan sebagian kecil sejumlah 13 mahasiswi (35%) memiliki harga diri yang rendah.

35 BAB V PEMBAHASAN

Bab ini menyajikan pembahasan dari hasil penelitian yang dipaparkan pada bab sebelumnya. Hasil penelitian yang dilakukan pada 37 mahasiswi di bulan Februari 2023 mengenai harga diri mahasiswi yang mengalami body dissatisfaction di Prodi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya.

Hasil penelitian yang digunakan untuk mengetahui harga diri mahasiswi yang mengalami body dissatisfaction pada Februari 2023 terdiri dari 3 klasifikasi yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan pengolahan data dari skala yang telah ditentukan pada penelitian ini didapatkan harga diri mahasiswi yang beragam. Hasil observasi pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa sebagian besar sejumlah 21 mahasiswi (57%) memiliki harga diri yang sedang, sebagian kecil sejumlah 13 mahasiswi memiliki harga diri yang rendah (35%), dan sangat sedikit sejumlah 3 mahasiswi (8%) memiliki harga diri yang tinggi.

Sebagian besar mahasiswi memiliki harga diri yang sedang dikarenakan mereka cenderung merasa percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki baik akademik maupun non akademik untuk mencapai suatu prestasi dimana pada sisi akademik dirinya memiliki motivasi yang memicu keinginan giat belajar untuk memperoleh nilai yang tinggi misalnya dalam hal IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), pada sisi non akademik seperti mahasiswi aktif mengikuti kegiatan organisasi di kampus dan mengikuti perlombaan. Dalam mengasah kemampuan, mahasiswi mengembangkan skill dan menggali potensi yang ada di dalam dirinya seperti hobi, misalnya dalam hal olahraga, membaca, menulis, fotografi, mendesain, memasak,

36

dan lain-lain. Hal ini bisa mengembangkan sisi kreativitas, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kualitas hidup, dan hobi yang dimiliki dapat dijadikan mahasiswi untuk mengikuti ajang perlombaan. Hobi baik yang sesuai dengan minat individu tentunya akan dapat menggali potensi terpendam di dalam dirinya dan mampu meningkatkan skill. Dengan harga diri yang baik, mahasiswi akan memiliki kepribadian yang semakin matang dan timbul rasa percaya diri sehingga dapat menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik (Khoiriyah & Rosdiana, 2019).

Kesan baik yang ditunjukkan oleh mahasiswi seperti rasa saling menghargai dan menghormati antar sesama serta adanya rasa berguna bagi orang lain, hal ini didapatkan dari dorongan dan dukungan pola asuh orang tua yang telah diajarkan dan tertanam dalam ingatan mereka sejak dini, dimana kesan baik tersebut membuat mahasiswi memiliki hubungan sosial yang baik dan memunculkan rasa penerimaan diri di lingkungan sosial. Menurut Sari (2012, dalam Abdussamad dan Supradewi, 2018) memaparkan individu yang memiliki pola asuh yang baik serta keluarga yang bahagia akan memiliki harga diri yang tinggi, karena adanya penerimaan, dukungan orang tua, dan cinta dari mereka. Selain itu, pada faktor citra tubuh mahasiswi dengan harga diri sedang menunjukkan dirinya merasa cukup puas terhadap tubuhnya, merasa cukup menyukai penampilan fisiknya, tetapi mereka tetap merasa bersyukur, bahagia dan tidak malu dengan kondisinya saat ini. Bentuk tubuh yang diinginkan mahasiswi umumnya menginginkan tubuh yang ideal dan memiliki wajah cantik berkulit putih, namun ada juga yang menginginkan kecantikan dari dalam diri mereka (inner beauty). Ketika mahasiswi memiliki standar bentuk tubuh seperti yang diinginkannya tanpa terpengaruh standar kecantikan menurut pandangan orang lain, mampu menerima dirinya apa adanya dan menyukai diri

sendiri, bahkan ada yang berhasil mencapai tubuh impiannya dengan cara diet sehat dan olahraga teratur, hal ini membuat munculnya rasa kepuasan pada bentuk tubuhnya karena sesuai dengan apa yang diinginkan. Saat individu memandang tubuhnya positif maka akan muncul kepuasan terhadap tubuh sehingga akan muncul rasa penerimaan terhadap diri yang akan membuat self-esteem menjadi tinggi, akan tetapi jika individu memandang tubuhnya secara negatif maka akan menimbulkan self-esteem yang rendah pada individu (Hidayat, Malfasari, &

Herniyanti, 2019). Namun, ternyata mereka terdapat adanya rasa khawatir dan memikirkan tentang persepsi penilaian orang lain mengenai sikap perilaku dan kepribadiannya. Individu dengan harga diri sedang merasa kurang yakin dalam menilai diri, merasa ragu, dan bergantung pada penerimaan di lingkungan tempat individu berada (Resky, Harlina, & Andi, 2021).

Mahasiswi sebagian kecil mengalami harga diri yang rendah, ini disebabkan mereka merasa kurang percaya diri mengenai kemampuan yang dimiliki khususnya dalam hal akademik, yaitu dirinya merasa kurang mampu menguasai materi dan mengalami kesulitan ketika mengerjakan ujian sehingga untuk meraih nilai yang tinggi dan peringkat di kelas kemungkinan mengalami kegagalan dan merasa tidak memiliki prestasi yang dapat dibanggakan. Individu yang mempunyai harga diri rendah cenderung merasa tidak memiliki nilai diri yang berharga dimata orang lain sehingga menjadikan individu merasa minder, pemalu, merasa tidak berarti hidup di dunia dan merasa minder tidak mempunyai kemampuan yang dapat dibanggakan dalam dirinya (Liyanovitasari dan Setyoningrum, 2022). Terdapat pula rasa kekhawatiran yang dialami mahasiswi dengan harga diri rendah terkait tekanan penilaian dan pandangan orang lain terhadap dirinya, sehingga akan membuat

38

individu terus memikirkan hal – hal negatif dan bisa berpengaruh terhadap rasa keberhargaan dirinya. Hal tersebut sependapat dengan Sari (2020, Liyanovitasari dan Setyoningrum, 2022) mengungkapkan bahwa harga diri yang rendah akan terjadi jika ada tekanan dari orang disekitarnya yang akan menyebabkan individu merasa takut akan ketidakmampuan dalam menghadapi kekurangan yang dimiliki sehingga menyebabkan individu tersebut melakukan ketidakpuasan terhadap tubuh dan tidak yakin dengan kemampuan pada dirinya sendiri. Selain itu, mahasiswi juga merasa tidak puas dan malu terhadap penampilan fisiknya saat ini sehingga dirinya akan muncul persepsi negatif dan menganggap penampilannya kurang menarik serta akan mempengaruhi keberadaan dirinya di lingkungan sosial. Menurut teori Yosep dan Sutini (2010, dalam Liyanovitasari dan Setyoningrum, 2022) menyatakan bahwa individu yang tidak puas dengan karakteristik citra tubuh dan kemampuannya, akan menumbuhkan rasa tidak nyaman dan tidak percaya diri terhadap keberadaan dirinya di lingkungan sosial yang ditunjukkan dengan perasaan negatif tentang tubuhnya sendiri.

Namun, terdapat pula mahasiswi memiliki harga diri yang tinggi walaupun sangat sedikit. Hal ini dikarenakan mereka mempunyai rasa percaya diri yang tinggi terhadap kemampuan yang dimiliki dan adanya rasa keyakinan mampu memperoleh prestasi, nilai yang tinggi, dan aktif ikut organisasi yang ada di kampus mereka. Hal tersebut menandakan bahwa mereka memiliki keyakinan positif terhadap dirinya sendiri dan mampu menghadapi tantangan dengan sikap percaya diri yang baik meskipun terkadang masih ada rasa ragu – ragu ketika mahasiswi mengerjakan soal ujian. Menurut Sarwono (2005, dalam Putri & Istiqomah, 2020) bahwa seseorang dengan harga diri yang tinggi memiliki dorongan yang kuat untuk

berprestasi dengan sungguh – sungguh terutama ketika dihadapkan dengan tugas – tugas yang sulit. Mereka juga merasa yakin dapat meraih peringkat di kelas dan memiliki prestasi yang dapat dibanggakan, hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki motivasi untuk berprestasi tinggi dan ingin memperoleh hasil yang baik dalam pendidikan mereka. Menurut Noviariandani (2012, dalam Ayu & Prayitno, 2018) menyatakan dengan harga diri tinggi dapat membangkitkan rasa percaya diri, menghasilkan perasaan berharga, yakin akan kemampuannya dan mengenal potensi di dalam dirinya sehingga membentuk kualitas diri yang akan mendorong mencapai prestasi yang tinggi. Hal ini didukung oleh Ayu dan Prayitno (2018) yang mengatakan bahwa kualitas mahasiswi dapat dilihat dari prestasi akademik yang diraihnya. Dalam hal citra tubuh, mahasiswi merasa puas dan bahagia dengan kondisi penampilan fisiknya saat ini serta memandang dirinya sebagai orang yang memiliki penampilan menarik dan meyakini mempunyai daya tarik tersendiri.

Tingkat kepuasaan terhadap tubuh yang dimiliki sepadan dengan tingkat penerimaan diri secara keseluruhan. Menurut Tamannaeifar dan Mansourinik (2012, dalam Zhafirah & Dinardinata, 2018) mengungkapkan bahwa individu yang memiliki citra tubuh yang positif akan merasa puas dan menyukai penampilannya.

Mahasiswi juga tidak merasa khawatir dengan persepsi orang lain, dengan demikian mereka menunjukkan memiliki kepercayaan diri dan tidak terlalu memikirkan pandangan orang lain terhadap dirinya. Menurut teori Coopersmith (1967, dalam Suhron, 2017) menjelaskan bahwa individu dengan harga diri tinggi lebih mudah menyesuaikan diri dengan suasana yang menyenangkan sehingga tingkat kecemasan rendah dan memiliki ketahanan diri yang seimbang.

40 BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa harga diri mahasiswi yang mengalami body dissatisfaction di Prodi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya sebagian besar menunjukkan harga diri yang sedang, sebagian kecil menunjukkan harga diri yang rendah, dan sangat sedikit menunjukkan harga diri yang tinggi.

B. Saran

1. Bagi Mahasiswi

Diupayakan mahasiswi mampu menerima diri apa adanya dengan memunculkan hal-hal yang disenangi seperti melakukan hobi dengan sepenuh hati, memiliki kejujuran menilai diri dan tidak membandingkan diri dengan orang lain sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Peneliti selanjutnya dapat menambah atau mengganti variabel selain harga diri khususnya yang berkaitan dengan masalah body dissatisfaction sehingga hasil penelitian lebih akurat, sekaligus sebagai bahan masukan dan sumber data penelitian selanjutnya.

3. Bagi Institusi Pendidikan

Diupayakan institusi pendidikan dapat mengadakan seminar tentang body dissatisfaction agar mahasiswi mendapat wawasan dan ilmu pengetahuan serta mampu mengatasi masalah.

DAFTAR PUSTAKA

Abdussamad, D. H. Z. (2021). Metode Penelitian Kualitati (D. P. Rapanna (ed.); I).

CV. syakir Media Press. https://www.ptonline.com/articles/how-to-get-better- mfi-results

Abdussamad, Y. P. W., & Supradewi, R. (2018). Hubungan Antara Citra Tubuh Dan Harga Diri Pada Remaja Akhir Penyandang Cacat Tuna Daksa.

Proyeksi, 13(1), 98–108. https://doi.org/10.30659/jp.13.1.98-108

Afifah, N. N. (2020). Harga Diri Wanita Ditinjau Dari Body Dissatisfaction. Unika SOEGIJAPRANATA, 56–57. http://repository.unika.ac.id/24784/

Amarina, F. N., & Laksmiwati, H. (2021). Hubungan Antara Komparasi Sosial Dan Body Dissatisfaction Pada Perempuan Pengguna Instagram Di Surabaya.

Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(6), 1–11.

Anam, H. C., & Simarmata, N. (2017). Perbedaan Harga Diri Mahasiswi Muslim yang Berhijab dan Tidak Berhijab. Jurnal Psikologi Integratif, 5(2), 102–111.

https://core.ac.uk

Arikunto, S. (2008). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Karya. https://repository.uin-suska.ac.id/3076/

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Bumi Aksara.

Ayu, S. M., & Prayitno, S. H. (2018). Hubungan Antara Harga Diri Dan Konsep Diri Dengan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Mahasiswa Prodi DIII

Keperawatan Tahun Ajaran 2017-2018. Insight Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember, 14(2), 151–164.

Damaiyanti, M., & Iskandar. (2012). Asuhan Keperawatan Jiwa. PT Refika Aditama.

Dewi, A. E., Noviekayati, I., & Rina, A. P. (2020). Social Comparison dan Kecenderungan Body Dissatisfaction Pada Wanita Dewasa Awal Pengguna Instagram. Sukma: Jurnal Penelitian Psikologi, 1(02), 173–180.

https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/4467

Hami, A. El, & Sidik, A. A. (2017). Studi Komparasi Self-Esteem Pengguna Iphone dan Bukan Pengguna Iphone pada Remaja. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2), 183–192. https://doi.org/10.15575/psy.v4i2.1347

Heriyanto, B. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif. Perwira Media Nusantara.

42

Heriyanto, B., dkk. (2021). Panduan Penyusunan Dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah. DIII Keperawatan Sutopo Surabaya.

Hidayat, R., Malfasari, E., & Herniyanti, R. (2019). Hubungan Perlakuan Body Shaming Dengan Citra Diri Mahasiswa. Keperawatan Jiwa, 7(1), 79–86.

Khoiriyah, A. L., & Rosdiana, A. M. (2019). Hubungan Ketidakpuasan Tubuh Dengan Penerimaan Diri Pada Perempuan Usia Dewasa Awal (18 – 25 Tahun) Di Kota Malang. Egalita : Jurnal Kesetaraan Dan Keadilan Gender, 14(2), 42–53. https://doi.org/10.18860/egalita.v14i2.9102

Kusumaningtyas, D. N. (2019). Body Dissatisfaction Pada Wanita Dewasa Awal yang Mengalami Obesitas. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 7(3), 466–

474. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v7i3.4806

Liyanovitasari, & Setyoningrum, U. (2022). Gambaran Harga Diri Remaja Yang Mengalami Body Shaming. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 4(2), 259–

262.

Maemunah, S. E. (2020). Hubungan Antara Tingkat Kepuasan Citra Tubuh (Body Image) Dengan Harga Diri (Self-Esteem) Pada Mahasiswi Fakultas Psikologi.

AKSIOMA AL-ASAS : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 27–38.

Murdiyanto, D. E. (2020). Penelitian Kualitatif (Teori dan Aplikasi disertai contoh proposal). In Jurnal EQUILIBRIUM (I). Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta Press.

http://belajarpsikologi.com/metode-penelitian-kualitatif/

Najib, M. A., Sugiarto, A., & Erawati, E. (2018). Swafoto Narsistik dan Harga Diri Remaja. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 2(2), 103–110.

https://doi.org/10.20473/jpkm.v2i22017.103-110

Najla, A. D., & Zulfiana, U. (2022). Pengaruh social comparison terhadap body dissatisfaction pada laki-laki dewasa awal pengguna instagram. Cognicia, 10(1), 64–71. https://doi.org/10.22219/cognicia.v10i1.20084

Olivia, J., & Nurfebiaraning, S. (2019). Pengaruh Video Advertising Tokopedia Versi “ Jadikan Ramadan Kesempatan Terbaik ” Terhadap Respon Afektif Khalayak. Jurnal Lontar, 7(1), 16–24.

Patel, A. K., Tiwari, S. K., Singh, S., & Sternart, S. L. (2018). Self-esteem and life satisfaction among university students of Eastern Uttar Pradesh of India: A demographical perspective. Indian Journal of Positive Psychology, 9(3), 382–

386. https://doi.org/10.5281/zenodo.7062925

Putri, I. G. A., & Istiqomah. (2020). Harga Diri dan Kemalasan Sosial pada Mahasiswa LSO (Lembaga Semi Otonom). Jurnal Psikogenesis, 8(2), 229–

240.

Resky, B., Hamid, H., & Nasrawaty Hamid, A. (2021). Hubungan Harga Diri Dengan Body Dissatisfaction Pada Mahasiswi Di Kota Makassar. Jurnal

Psikologi Talenta Mahasiswa, 1(1), 92–104.

https://ojs.unm.ac.id/jtm/article/view/92-104

Saam, Z., & Wahyuni, S. (2013). Psikologi Keperawatan. PT Raja Grafindo Persada.

Sabanise, Y. F., & Rakhman, A. (2019). Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Beasiswa Dengan Mengggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Studi Kasus Politeknik Harapan Bersama Tegal. Smart Comp, 8(1), 48–53.

Siswoaribowo, A., Taukhid, M., & Paramita, D. (2020). Penerapan Self Affirmation terhadap Penurunan Body Dissatisfaction pada Remaja Akhir. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(2), 285–295. www.stikes-khkediri.ac.id

Suhron, M. (2017). Terapi dan Asuhan Keperawtan Konsep Diri (Issue February).

Mitra Wacana Media.

Zhafirah, T., & Dinardinata, A. (2018). Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Harga Diri Pada Siswi SMA Kesatriyan 2 Semarang. Empati, 7(2), 334–340.

44

LAMPIRAN – LAMPIRAN

Lampiran 1

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN (INFORMED CONSENT)

Kepada

Yth. Mahasiswi

Di Prodi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya Surabaya

Dengan hormat,

Saya Chatarina Emberla Qnanti mahasiswi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya Program Studi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya, Tingkat III semester VI yang melakukan penelitian dengan judul :

“STUDI KASUS HARGA DIRI MAHASISWI YANG MENGALAMI BODY DISSATISFACTION DI PRODI DIII KEPERAWATAN SUTOPO SURABAYA”.

Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan anda menjadi responden dalam penelitian ini dan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada lembar terlampir. Jawaban yang diberikan akan saya jaga kerahasiaannya dan hanya akan dipergunakan dalam penelitian.

Demikian surat permohonan ini, atas kesediaan dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Surabaya, Februari 2023 Hormat saya,

Chatarina Emberla Qnanti NIM. P27820320015

Lampiran 2

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bersedia untuk berpartisipasi sebagai responden yang dilakukan oleh mahasiswi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya Program Studi DIII Keperawatan Sutopo yang berjudul “STUDI KASUS HARGA DIRI MAHASISWI YANG MENGALAMI BODY DISSATISFACTION DI PRODI DIII KEPERAWATAN SUTOPO SURABAYA”

Tanda tangan saya, menunjukkan bahwa saya diberi informasi dan penjelasan mengenai penelitian yang akan dilakukan, sehingga saya memutuskan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini.

Demikian persetujuan ini saya buat secara sadar dan sukarela tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.

Surabaya, Februari 2023 Responden

(………) Peneliti

Chatarina Emberla Qnanti NIM. P27820320015

46

Lampiran 3

SURAT PERMOHONAN IZIN PENGAMBILAN DATA PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

Surabaya, 16 Januari 2023 Kepada Yth.

Ketua Program Studi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya

Dengan hormat,

Sebagai salah satu persyaratan kelulusan DIII Keperawatan Mahasiswa Tingkat III Semester VI pada Program Studi DIII Keperawatan Sutopo Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya diwajibkan melakukan penulisan Karya Tulis Ilmiah. Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Chatarina Emberla Qnanti

NIM : P27820320015

Judul KTI : Studi Kasus Harga Diri Mahasiswi Yang Mengalami Body Dissatisfaction Di Prodi DIII Keperawatan Sutopo Surabaya

Pembimbing : 1. Bambang Heriyanto, S.Kep.Ns.M.Kes 2. Dyah Wijayanti, S.Kep,Ns.M.Kep Tempat : Prodi D-III Keperawatan Sutopo Surabaya Waktu : Januari – Mei 2023

Mengajukan permohonan surat izin penelitian untuk mengambil data sebagai kelengkapan penulisan Karya Tulis Ilmiah.

Demikian, atas bantuan dan kerjasamanya saya sampaikan ucapan terimakasih.

Surabaya, 16 Januari 2023 Peneliti

(Chatarina Emberla Qnanti)

Lampiran 4

48

Lampiran 5

KUESIONER PENELITIAN

STUDI KASUS HARGA DIRI MAHASISWI YANG MENGALAMI BODY

DISSATISFACTION DI PRODI DIII KEPERAWATAN SUTOPO SURABAYA

I. IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama Inisial :

2. NIM :

3. Tingkat :

4. Usia :

II. PETUNJUK PENGISIAN

Berilah tanda centang (√) dalam kotak pada setiap pertanyaan yang tersedia jika pilihan tersebut menjadi jawaban anda, bila ada yang kurang mengerti langsung tanyakan pada peneliti yang bersangkutan.

Keterangan :

STS = Sangat Tidak Setuju TS = Tidak Setuju

R = Ragu – Ragu S = Setuju

SS = Sangat Setuju

III. Kuesioner Harga Diri

NO PERNYATAAN PILIHAN

STS TS R S SS 1 Saya merasa percaya diri dengan

kemampuan saya

2 Saya merasa kemampuan diri saya kurang baik

3 Saya merasa kesulitan mengerjakan ujian meskipun sudah belajar

4 Saya merasa yakin akan memperoleh nilai yang tinggi apabila saya giat belajar

5 Saya merasa kurang mampu menguasai materi kuliah jika dibandingkan orang lain

6 Saya merasa yakin dapat meraih peringkat di kelas

7 Saya merasa tidak memiliki prestasi yang dapat dibanggakan

8 Saya merasa semua orang mau berteman dengan saya tanpa memandang status sosial dan ekonomi

9 Saya merasa khawatir tentang

persepsi orang terhadap perilaku saya 10 Saya memikirkan apakah orang lain

menilai saya sebagai pribadi yang baik atau jahat

11 Saya kesulitan menunjukkan kesan baik tentang diri saya pada orang lain 12 Saya khawatir terlihat kurang pintar

jika dibandingkan orang lain 13 Saya merasa berguna bagi teman –

teman dan orang lain

Dalam dokumen PELAJARI KARYA TULIS ILMIAH (Halaman 43-75)

Dokumen terkait