• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PERANCANGAN DAN UJI COBA RANCANGAN PENYULUHAN

5.2 Perancangan Penyuluhan

5.2.6 Evaluasi Penyuluhan

Penetapan tujuan evaluasi penyuluhan berdasarkan kaidah SMART yaitu penyuluhan mengenai pembuatan POC limbah air tahu terfermentasi sebagai

56

penambahan nutrisi pada tanaman sawi dengan sistem tanam hidroponik dengan mengukur tingkat pengetahuan petani pada kegiatan penyuluhan yang diharapkan dalam interval waktu yang telah ditentukan. Dalam materi tersebut hasil kajian yang telah dilaksanakan terkait penambahan POC limbah air tahu terfermentasi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pakcoy dengan penanaman sistem hidroponik. Perlakuan terbaik pada tanaman ialah yang akan melandasi tingkat pengetahuan petani di desa Polagan kecamatan Sampang mengenai pemanfaatan limbah sekitar untuk tanaman melalui kegiatan demcar, pembagian leafleat dari kegiatan penyuluhan dengan pengisian kuisioner sebelum dan sesudah penyuluhan dilaksanakan.

B. Manfaat Evaluasi

Manfaat evaluasi penyuluhan yaitu untuk mengukur tingkat pengetahuan petani dalam pengaruh pemberian POC limbah air tahu terfermentasi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pakcoy denga penanaman sistem hidroponik di desa Polagan kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Dengan mengetahui dan menentukan hasil tingkat pengetahuan yang telah dilakukan, hal tersebut dapat mengetahui bahwa penyuluhan tersebut berhasil atau kurang berhasil dilaksanakan.

Hasil kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan dapat digunakan untuk menentukan rencana tindak lanjut pada kegiatan penyuluhan selanjutnya. Hasil dari kegiatan penyuluhan diharapkan dapat menjadi saran dan perbaikan untuk kegiatan penyuluhan selanjutnya. Kegiatan evaluasi dapat memberikan inovasi dan masukan bagi petani agar dapat menerapkan serta mengembangkan usahanya.

C. Jenis Evaluasi

Jenis evaluasi yang digunakan adalah evaluasi hasil penyuluhan pertanian.

Tujuan kegiatan evaluasi penyuluhan ialah untuk mengukur tingkat pengetahuan

anggota kelompok tani terhadap pengaruh pemberian POC limbah air tahu terfermentasi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pakcoy dengan penanaman sistem hidroponik. Alat ukur yang digunakan pada evaluasi ini menggunakan multiple choice dengan memberikan jawaban tegas dari responden.

Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kegiatan penyuluhan dilakukan.

Pernyataan dari kuisioner berupa multiple choice dengan nilai 1 pada jawaban benar dan 0 pada jawaban salah. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut kemudian dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi.

D. Sasaran evaluasi

Penetapan sasaran evaluasi menggunakan random sampling yaitu anggota kelompok tani yang mau dan mampu menghadiri kegiatan tersebut juga petani yang aktif atau pengurus. Sasaran evaluasi merupakan petani yang tergabung dalam kelompok tani Dewi sri desa Polagan kecamatan Sampang kabupaten Sampang. Petani penerima manfaat penyuluhankemudian diberi petunjuk pengisian kuisioner yang telah diberikan sebagai bentuk pada kegiatan evaluasi. Sasaran evaluasi dilakukan kepada petani yang hadir pada kegiatan tersebut, kuisioner dibagikan setelah dan sebelum melakukan atau memaparkan materi penyuluhan.

E. Instrumen evaluasi

Pada penelitian ini, penulis menggunakan kuisioner sebagai jenis instrumen. Kuisioner yang digunakan telah tervalidasi dan reliabel sebanyak 20 soal berupa multiple choice dengan perhitungan menggunakan skala guttman untuk memperoleh jawaban tegas dari petani sehingga kuisioner dapat menjawab tujuan penyuluhan yang akan dilakukan. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah tingkat pengetahuan petani terhadap pemanfaatan limbah air tahu terfermentasi sebagai Pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi

58

tanaman sawi pakcoy dengan penanaman sistem hidroponik. Penentuan sub variabel pengetahuan menggunakan taksonomi bloom yang terdri dari (a) mengetahui, (b) memahami, (c) menggunakan, (d) menganalisis, (e) mengsistensis, dan (f) mengevaluasi seperti pada tabel 8 Instrumen Evaluasi.

Tabel 8 Instrumen Evaluasi

Variabel Sub Variabel Definisi Operasional

Parameter Skala Ket.

Aspek Pengetahuan

Mengetahui Pemahaman petani mengenai

pemanfaatan limbah air tahu terfermentasi

Diukur dari pemahaman petani terhadap pengertian Pupuk organik cair limbah

Menggunakan skala ordinal dan

dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi

1-4

Memahami Pemahaman petani dalam memberikan respon serta berpatisipasi dalam pemanfaatan limbah air tahu terfermentasi

Diukur dari pemahaman petani dalam mengetahui manfaat Pupuk organik cair limbah air tahu terfermentasi terhadap tanaman

Menggunakan skala ordinal dan

dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi

5-7

Menggunakan Pemahaman petani dalam menilai manfaat terhadap Pupuk organik cair limbah air tahu terfermentasi

Diukur dari pemahaman petani terhadap cara pembuatan Pupuk organik cair limbah air tahu trrfementasi

Menggunakan skala ordinal dan

dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi

8-10

Menganalisis Pemahaman petani untuk

mempertimbangkan peluang dari materi yang diperoleh secara rinci

Diukur dari pemahaman petani berdasarkan kesesuaian terhadap kondisi usaha taninya dengan

menerapkan pembuatan Pupuk organik cair limbah

Menggunakan skala ordinal dan

dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi

11-13

Mengsintesis Pemahaman petani dalam menerapkan peluang dari materi yang diperoleh serta menerapkan nilai-nilai tersebut pada kehidupannya

Diukur berdasarkan pertimbangan petani terhadap kemauan dalam menerapakan pemanfaatan limbah tersebut

Menggunakan skala ordinal dan

dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi

14-17

Variabel Sub Variabel Definisi Operasional

Parameter Skala Ket.

Evaluasi Pemahaman petani dalam menilai untuk menerapkan pemanfaatan Pupuk organik cair limbah air tahu terfermentasi dalam kelompok tani nya berdasarkan materi

yang telah

diperoleh

Diukur dari pemahaman petani dalam menerapkan pemanfaatan limbah air tahu terfenetasi sebagai Pupuk organik cair dalam kehidupan usaha tani nya

Menggunakan skala ordinal dan

dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi

18-20

Sumber: Data primer diolah, (2022)

Perolehan data berasal dari penyebaran kuisioner menggunakan skala guttman, Skala guttman yang diberikan berupa pernyataan dari kuisioner berupa multiple choice. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut kemudian di kategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi.

F. Uji Validitas dan Realibilitas

Uji validitas dimaksudkan untuk melihat kesesuaian instrument evaluasi dengan menunjukkan hasil yang valid dan layak untuk diberikan kepada responden. Sedangkan uji reliabilitas ialah untuk melihat tingkat kepercayaan dari hasil yang diterima setelah pengisian kuisioner yang telah diberikan. Pelaksanaan uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan dengan menyabarkan instrument evaluasi kepada penerima manfaat penyuluhanyang memiliki karaktersitik hamper sama dengan sasaran evalusi penyuluhan. Uji validitas dan realibilitas kuisioner diuji mengunakan SPSS 23 untuk menguji 20 butir pertanyaan. Pernyataan dikatakan valid apabila R hitung > R tabel, sedangkan untuk pernyataan dikatakan realiabel jika nilai Cronbach’s Alpha > R tabel, kemudian kuisioner sudah siap disebar kepada responden.

Dari hasil kuisioner uji validitas menggunakan aplikasi SPSS versi 23 diperoleh nilai dan dijadikan data. Nilai korelasi (r hitung) yang telah diperoleh dibandingkan dengan nilai korelasi pada tabel (r tabel). Jika nilai r hitung lebih

60

besar dari r tabel artinya variabel dapat dinyatakan valid. Nilai r tabel dengan taraf signifikan 0,05 atau 5% dengan uji satu arah pada tabel 9.

Tabel 9 Hasil Uji Validitas

No. Variabel Rentang Hasil Ket.

1. Mengetahui .334 - .538 Kurang valid Direvisi

2. Memahami .474 - .684 Valid -

3. Menggunakan .032 - .667 Kurang valid Direvisi

4. Menganalisis .517 - .748 Valid -

5. Sintesis .538 - .688 Valid -

6. Evaluasi .510 - .590 Valid -

Sumber: Data primer diolah, 2022

Pada tabel diatas terdapat 20 pertanyaan pada kuisioner yang telah diisi oleh 20 responden. Kuisioner menggunakan pertanyaan multiple choice dengan peniliaian skala guttman yaitu nilai 1 untuk jawaban benar dan nilai 0 untuk jawaban salah. Berdasarkan output uji validitas diketahui r hitung > 0,444.

Diketahui ada 2 butir soal yang tidak valid, maka perlu dilakukan perbaikan serta penataan Bahasa yang baik dan benar agar pertanyaan mudah dipahami oleh petani yang dapat dilihat pada lampiran 3.

G. Teknik pengumpulan data

Data diperoleh dari hasil penyuluhan menggunakan kuisioner yang berisi pernyataan tertulis dan wawancara terstruktur. Pertanyaan dalam angket menggunakan skala guttman degan nilai 0-1. Teknik pengujian instrumen sebagai alat pengumpulan data ini menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.

H. Analisis data evaluasi

Alat analisis data menggunakan analisis data dan deskriptif yaitu alat ukur SPSS untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani terkait pemanfaatan limbah air tahu terfermentasi sebagai Pupuk organik cair pada sistem tanam hidroponik dikelompok tani Dewi Sri desa Polagan kecamatan Sampang kabupaten Sampang. Data yang telah diperoleh selanjutnya dikategorikan menjadi tiga yaitu rendah, sedang, dan tinggi.

Dokumen terkait