• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Transaksi Kredit

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

B. Praktik Kredit Pakaian Di Desa Pringgasela KECAMATAN

1. Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Transaksi Kredit

Pembayaran yang dilakukan dengan sistem kredit menjadi alasan pertimbangan warga sebagai pembeli yang rata-rata dari kalangan ibu rumah tangga, buruh, dan petani. Dengan adanya sistem kredit ini tentu sangat memudahkan pembeli untuk mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Karena mereka bisa membayar dengan kesepakatan yang telah ditetapkan diawal dan sesuai dengan kondisi keuangannya.

Salah satu alasan masyarakat mengambil barang secara kredit adalah karena ketidakmampuan masyarakat dalam pembayaran secara cash atau tunai, hal itu dikarenakan banyaknya kebutuhan-kebutuhan lainnya yang lebih utama. Hal tersebut berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada Inaq Mariana selaku pembeli.

“ndrak kepeng sik ta bayar langsung. Karna arak kebutuhan ta si lin ndah, ya ampok ta brotang”92

91 Ibu Hatimah, Pedagang, Wawancara, Pringgasela, Tanggal 2 Januari 2021.

92 Inaq Mariana, Pembeli, Wawancara, Pringgasela, Tanggal 3 Januari 2021.

Maksudnya adalah yang menjadi alasannya untuk mengambil barang secara kredit karena tidak memiliki cukup uang untuk membayar secara langsung karena ada kebutuhan yang lainnya sehingga untuk mengambil barang yang diinginkannya maka ia akan mengambil dengan cara kredit.

Sama halnya dengan yang diungkapkan oleh Inaq Ependi selaku pembeli.

“ndrak kepeng sik ta bayar langsung banu ja dan nengka mun ndk ta berotang ndk ta muk bde barang si melen ta o”93

Maksudnya adalah alasannya mengambil kredit karena tidak memiliki uang untuk membayar secara tunai dan juga sekarang jika ia tidak mengambil secara kredit maka ia tidak akan memiliki barang yang diinginkannya.

Adapun pendapat dari Inaq Eca selaku pembeli mengungkapkan alasan mengambil kredit.

“mun ngka ja ndk ta ngreditang ndk ta muk kelambi si mlen ta, dakak na lebih mahal lagu ndk berat, soal a piran si arak kepeng ta bayar ndk a tuntut ita piran harus ta bayar.”94

Maksudnya adalah kalau zaman sekarang jika tidak mengambil secara kredit maka kita tidak akan memiliki pakaian yang kita inginkan, walaupun harga relatif lebih mahal dari harga tunai namun itu tidak terlalu memberatkan, karena kapan kita memiliki uang, maka saat itu pula kita akan bayar, dan tidak dituntut kapan harus membayarnya.

93 Inak Ependi, Pembeli, Wawancara, Pringgasela, Tanggal 3 Januari 2021.

94 Inaq Eca, Pembeli, Wawancara, Pringgasela, Tanggal 2 Januari 2021.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Inaq Rukyal saat diwawancara di rumahnya.

“ndk ngumbe dakak na lebih mahal lagu kan piran-piran sik ta bayar jari a ndk ta berat alok ngotang, mun na harusang ita bayar le waktu tertentu ja ndk ta bani ngmbit a, karna belum tentu arak kepeng sik ta bayar.”95

Maksudnya adalah tidak mengapa kita mengambil barang secara kredit walau harganya lebih mahal akan tetapi kita bisa membayar kapan kita memiliki uang sehingga tidak memberatkan saat mengambil utang, namun jika diharuskan membayar dengan menetapkan waktu tertentu, tentu kita tidak akan mengambilnya, karena belum tentu ada uang yang akan kita gunakan untuk membayar hutang.

Hal senada diungkapkan oleh Inaq Awan selaku pembeli dalam wawancara ia menuturkan bahwa.

“mudak ta muk barang si meleang ta mun ta ngredit ja, dakak na lebih mahal, laguka piran-piran ta bayar, ndklah terlalu ta peneng sik a. Mun na tentuang waktu a ja sang mikir ita gin ngmbit barang, takut ta ndk ta muk bayar pas jatuh waktu pembayaran a. Lagu berat so peh ta berotang,lelah ita mikirang a. mun ta gitak si lin ja kadang ndk a mikirng penjual ke mentang-mentang ndk tolok waktu pembayaran a smele-mele a, liat-liat na bebayar”96

Maksudnya alasan melakukan jual beli kredit adalah karena kemudahan mendapat barang yang diinginkannya walau harga lebih mahal dari harga tunai akan tetapi kapan-kapan ia bisa membayarnya sesuai dengan kondisi keuangannya. Jika ditetapkan waktunya mungkin ia akan berpikir lagi untuk mengambil barang karena takutnya tidak mampu

95 Inaq Rukyal, Pembeli, Wawancara, Pringgasela, Tanggal 10 Januari 2021.

96 Inaq Awan, Pembeli, Wawancara, Pringgasela, Tanggal 2 Januari 2021.

membayar saat jatuh tempo. Namun ia merasa berat saat berutang karena akan menjadi beban pikiran. Kadang ia juga merasa heran melihat pembeli yang lain yang tidak memikirkan penjual, berlaku seenaknya ketika tidak ditetapkan waktu pembayaran.

Adapun yang menjadi alasan bagi penjual dalam melakukan kredit tidak berjangka adalah karena rata-rata pembelinya dari kalangaan ibu rumah tangga yang pada hari pengambilan barang belum tentu memiliki uang untuk membayar secara tunai. Hal tersebut diungkapkan oleh Ibu Johariah selaku pedagang.

“kadang dengan ndk bde kepeng untuk bayar secara langsung ya ampok ta ngmbeng a berotang, jari a piran-piran na arak kepeng a sik a bayar. Lagu karena ndk ta tolokang a jangka waktu jari a pembeli arak lonto si sue bebayar kadang ya si tok ta susah moter modal o. Ndk man bayar bensin ta ktok-ktek o ka ndh”97

Maksudnya adalah alasannya mengkreditkan pakaian karena terkadang orang tidak memiliki cukup uang untuk membayar secara langsung makanya ia memberikan pembelinya berutang, kapanpun ia memiliki uang ia bisa membayar utangnya, namun karena kita tidak menetapkan jangka waktunya sehingga ada saja yang lama membayar utangnya hal tersebut menyebabkan macet dalam hal memutar modal.

Belum lagi uang bensin kesana kemari untuk menawarkan barang.

Sama halnya dengan pendapat dari Ibu Hatimah selaku penjual mengatakan bahwa yang menjadi salah satu alasan menerapkan sistem kredit tidak berjangka adalah karena kebanyakan dari masyarakat sering

97Ibu Johariah, Pedagang, Wawancara, Pringgasela, Tanggal 2 Januari 2021.

mengambil barang secara kredit karena faktor ekonomi yang belum mampu dibayar secara tunai. Hal tersebut diungkapkan saat diwawancara di rumahnya.

“mun nengka ja masyarakat luek ngmbit barang secara kredit.

Karena mungkin ndrk kepeng si gin na kadu bayar langsung. Jari a dari pada barang ta seke numpok arakan ta kreditang a. Dan bu ta tulong dengan si mlet a bde barang ono. Piran-piran sik a bayar otang yang penting na enget a. Karna ta terapang si ngno kadang semele-mele a pembeli bebayar ndk pikirang ita si gin moter modal kadu beli barang ono, jari a harus ta sabar-sabar kah ngadepin si ngni, arak lonto lagu ta tulakang malik resiko ta berusaha”98

Maksudnya adalah kalau sekarang masyarakat kebanyakan mengambil barang itu secara kredit dikarenakan faktor ekonomi, sehingga dari pada barang semakin menumpuk sebaiknya dikreditkan saja. Selain itu dengan jual beli kredit kita bisa membantu orang lain yang membutuhkan barang, kapan-kapan dibayar utangnya yang penting masih diingat. Namun ada saja yang bandel, lalai dalam pembayaran tidak memikirkan penjual untuk memutar uang sebagai modal untuk membeli barang, sehingga hal tersebut membuat kita harus bersabar dalam menghadapi pembeli yang bandel. namun hal tersebut merupakan resiko dalam berusaha.

Menurut Inaq Hormati selaku penjual juga menuturkan bahwa.

“Ta ngereditang barang ono bu ta nulong dengan si ndk mampu bayar secara langsung, ita ndh bu na lancar dagangan ta lamun ndk a macet pembeli bayar otang lagu. aku kan ndk ku nolok waktu piran harus na bayar. Piran-piran na bayar, belum tentu na bde kepeng mun ta tentunang waktu a ja. Jari a ta saling tulong, ita bu laku barang ta dakak ta nerimak si kredit o dan ya pun bu na muk barang si mele a. Ta ngadu modal kepercayaan. Lagu harus ta luek sabar,

98 Ibu Hatimah, Pedagang, Wawancara, Pringgasela, Tanggal Januari 2021.

karna pembeli beda-beda dengan jari a arak si sue bayar, ya nyuruk ita kadang peneng gin ta nadahang modal ta.. mun wah ta gitak angkun a berotang si lambat bebayar jakadang ndk ta bani ngmbeng a berotang malik atau bitang ta ya untung lebih”99

Maksudnya adalah ia mengkreditkan barang untuk membantu orang lain yang tidak mampu membeli secara tunai. Hal tersebut mampu memperlancar dagangannya jika pembeli tidak macet dalam membayar utang. ia tidak menentukan jangka waktu pembayaran, kapan-kapan pembeli mempunyai uang ia bisa membayarnya, belum tentu pembeli mampu membayar utang jika ditetapkan waktu pembayarannya. saling membantu. Ia selaku penjual barangnya laku. Namun ia harus banyak sabar karena ada saja pembeli yang lama dalam membayar utangnya.

Sehingga itu membuatnya pusing untuk mengelola modal. Jika kita sudah melihat cara angsurannya yang terlambat terkadang kita tidak berani memberi kredit lagi atau mengambil untung lebih”

Ibu Latifa mengatakan bahwa alasan melakukan jual beli kredit.

“jarang na laku barang ta mun harus ta bejual tunai ja, jari a ngreditang ita model a ya ampok arak laku barang ta sakal sekek.

Mun aku ja ndkku nentuang waktu pembayaran karna kan bu ta nulong dengan dan meringankanlah. Resiko a harus ta luek sabar lagu. Karna arak lonto dit ta pembeli si cerewet ato na liat-liat. Lek ja nyewa aku toko tokku bedagang, lagu ngka ja jerak karena kebutuhan ta seke luek, ngka ja angkunkun bedagang ya dor to dor, aning bale dengan. Dan bu na nelpon100

Maksudnya adalah ia melakukan kredit pakaian karena pembeli tidak terlalu berminat ketika barang dijual secara tunai oleh karena itu ia melakukan jual beli secara kredit. Ia tidak menentukan waktu

99 Hormati, Pedagang, Wawancara, Pringgasela, Tanggal 03 januari 2021.

100 Latifa, Pedagang, Wawancara, Pringgasela, Tanggal 10 Januari 2021.

pembayarannya karena hal tersebut mampu membantu dan meringankan pembeli. Namun resikonya ia harus banyak sabar, karena ada pembeli yang rewel dan bertele-tele. Dulu Ibu Latifa menyewa sebuah toko namun hal tersebut berhenti ia lakukan karena selain kebutuhan yang semakin banyak sehingga mekanisme jualanya sekarang adalah door to door atau dari rumah ke rumah, ataupun bisa via telpon.

Selain keterlambatan pembeli dalam membayar angsuran menjadi dampak dari transaksi kredit yang tidak ditentukan jangka waktu pembayarannya, adapun dampak lain ialah memudarnya kepercayaan penjual akibat dari kelalaian pembeli. Kelalaian pembeli dalam membayar utang ini mengakibatkan penjual akan enggan memberikan kredit lagi atau memberikan harga lebih mahal.101

Adapun yang menyebabkan keterlambatan pembeli dalam membayar utang ialah saat penjual datang untuk menawarkan barang sekaligus untuk menerima piutang dari pembeli, pembeli tidak mempunyai uang. Hal tersebut diutarakan oleh Inaq Umam:

pas na dateng pedagang o kebeneran ndrk kepeng ta separo. Ya ampok ketunda ta bayar otang”102

Maksudnya adalah ketika pedagang datang untuk menawarkan barang, kita tidak memiliki uang. Makanya pembayaran utang tertunda.

Inaq Rukyal menuturkan tentang penyebab keterlambatan membayar.

101 Observasi, Pringgasela, Tanggal 03 Januari 2021.

102 Inaq Umam, Pembeli, Wawancara, Pringgasela, Tanggal 04 Januari 2021

kadang pas arak kepeng ta kadu bebayar, ndk a dateng dagang o.

Lagu pas ndrk kepeng ta ja ya ampok na dateng. Kadang ya nyuruk ita ndh sue bebayar”103

Maksudnya adalah ketika ia memiliki uang untuk membayar utang penjual tidak datang, namun ketika ia tidak punya uang penjual datang untuk menawarkan barang sekaligus untuk menerima setorandari pembeli, hal tersebut mengakibatkan ia lama membayar utang.

Keterlambatan pembeli membayar utang juga dikarenakan ada pembeli yang lebih memilih untuk membeli barang yang lain daripada membayar utangnya.104

Dokumen terkait