Faktor keamanan bergantung pada kategori resiko bangunan gedung, pada kategori resiko bangunan gedung dan non gedung tercakup secara lengkap dalam tabel 2.3, dan tabel 2.4. (Sumber : SNI 1726 - 2019 Pasal 4.1.2)
12 Tabel 2. 3 Kategori resiko bangunan gedung dan non gedung untuk beban gempa
Jenis Pemanfaatan Jenis
Pemanfaatan Gedung dan non gedung yang memiliki resiko rendah terhadap
jiwa manusia pada saat terjadi kegagalan, termasuk tetapi tidak dibatasi untuk, antara lain :
Fasilitas pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan Fasilitas sementara
Gudang penyimpanan
I
Semua gedung dan struktur lain, kecuali yang termasuk dalam kategoriresiko I,II,III dan IV termasuk, tapi tidak dibatasi untuk :
Perumahan : rumah toko dan rumah kantor Pasar
Gedung perkantoran
Gedung apartemen atau rumah susun Pusat perbelanjaan
Bangunan industri Fasilitas manufaktur pabrik
Struktur tambahan (termasuk menara telekomunikasi, tangki penyimpanan bahan bakar, menara pendingin, struktur stasiun listrik, tangki air pemadam kebakaran atau struktur rumah atau struktur pendukung air atau mineral atau peralatan pemadam kebakaran) yang disyaratkan untuk beroperasi pada saat keadaan darurat
II
Gedung dan non gedung yang memeiliki resiko tinggi terhadap jiwa manusia pada saat terjadi kegagalan, termasuk, tapi tidak dibatasi untuk :
Bioskop
Gedung pertemuan
Stadion
Fasilitas kesehatan yang memiliki unit bedah dan unit gawat darurat
Fasilitas penitipan anak
Penjara
Bangunan untuk orang jompo
Gedung dan non gedung, tidak termasuk dalam kategori resiko IV, yang memiliki potensi untuk menyebabkan dampak ekonomi yang besar dan atau gangguan massal terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari bila terjadi kegagalan, termasuk, tapi tidak dibatasi untuk :
Pusat pembangkit listrik biasa
Fasilitas penanganan air
Fasilitas penanganan limbah
Pusat telekomunikasi
Gedung dan non gedung yang tidak termasuk dalam kategori
III
13 Lanjutan Tabel 2.3 Kategori resiko bangunan gedung dan non gedung untuk
beban gempa
Sumber: SNI 1726 - 2019 tabel 3 Tata cara perencaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung
Tabel 2. 4 Faktor Keutamaan gempa (Ie) Kategori risiko Faktor keutamaan gempa, Ie
I atau II 1,0
III 1,25
IV 1,50
Sumber: SNI 1726-2019
resiko IV, (termasuk tetapi tidak dibatasi untuk fasilitas manufaktur, proses pananganan, penyimpanan, penggunaan atau tempat pembuangan bahan bakar berbahaya, atau bahan yang mudah meledak) yang mengadung Bahan beracun atau peledak dimana jumlah kandungan bahannya melebihi nilai batas yang disyaratkan oleh instansi yang berwenang Dan cukup menimbulkan bahaya bagi masyarakat jika terjadi kebocoran.
Gedung dan non gedung yang ditujukkan sebagai fasilitas yang penting termasuk, tetapi tidak dibatasi untuk :
Bahan bangunan monumental
Gedung sekolah dan fasilitas pendidikan
Rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya yang memiliki fasilitas bedah dan unit gawat darurat
Fasilitas pemadam kebakaran, ambulans, dan kantor polisi serta garasi kendaraan darurat
Tempat perlindungan terhadap gempa bumi, angin badai, dan tempat perlindungan darurat lainnya
Fasilitas kesiapan darurat, komunikasi, pusat operasi dan fasilitas lainnya untuk tanggap darurat Pusat pembangkit energi dan fasilitas publik lainnya yang dibutuhkan pada saat keadaan darurat
Struktur tambahan (termasuk menara telekomunikasi, tangki penyimpanan bahan bakar, menara pendingin, struktur stasiun listrik, tangki air pemadam kebakaran atau struktur rumah atau struktur pendukung air atau mineral atau peralatan pemadam kebakaran) yang disyaratkan untuk beroperasi pada saat keadaan darurat
Gedung dan non gedung yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi struktur bangunan lain yang masuk ke dalam kategori resiko IV
IV
14 2.5.1 Kategori.desain.seismik
Struktur harus ditetapkan memiliki suatu kategori desain seismik yang ditentukan dalam tabel 2.8, dan tabel 2.9. (Sumber : SNI 1726 - 2019 pasal 6.5)
Tabel 2. 5 Kategori Desain seismik berdasarkan parameter respon percepatan pada periode pendek
Nilai SDS
Kategori risiko I atau II atau III IV
SDS < 0,167 A A
0,167 ≤ SDS <0,33 B C
0,33 ≤ SDS < 0,50 C D
0,50 < SDS D D
Sumber: SNI 1726-2019
Tabel 2. 6 Kategori Desain seismik berdasarkan parameter respon percepatan pada periode 1 detik
Nilai SD1 Kategori risiko I atau II
atau III IV
S D1 < 0,167 A A
0,167 ≤ SD1 < 0,133 B C
0,133 ≤ S D1 < 0,20 C D
0,20 < S D1 D D
Sumber: SNI 1726-2019
2.5.2 Elemen Sistem penahan gaya seismik
Elemen-elemen sistem penahan gaya seismik, termasuk komponen struktur dan sambungannya, harus memenuhi persyaratan pendetailan pada Tabel 2. 7 untuk system struktur yang dipilih. (Sumber: SNI 1726 - 2019 Pasal 7.2.1.2) 2. 8 untuk system struktur yang dipilih. (Sumber: SNI 1726 - 2019 Pasal 7.2.1.2) dapat dilihat pada lampiran tabel 2.7
15 2.6 Penentuan Periode
Perioda fundamental, T, tidak boleh melebihi hasil perkalian koefisien untuk batasan atas pada perioda yang dihitung (Cu) dari Tabel 2.8 dan perioda fundamental pendekatan, Ta, yang ditentukan sesuai dengan Persamaan 2.10. Perioda fundamental diijinkan secara langsung menggunakan periode bangunan pendekatan Ta (Sumber: SNI 1726-2019 Pasal 7.8.2)
Tabel 2. 9 Koefisien untuk Batas Atas pada Perioda yang Dihitung Parameter percepatan respons spektral desain pada 1
detik, SD1 Koefisien Cu
≥ 0,4 1,4
0,3 1,4
0,2 1,5
0,15 1,6
≤ 0,1 1,7
Sumber: SNI 1726-2019
2.6.1 Periode fundamental pendekatan
Periode fundamental pendekatan (Ta), dalam detik, harus ditentukan dari persamaan 2.10
Ta = Ct . hnx (2.10) dengan :
hn = Ketinggian struktur dalam (m) diatas dasar sampai akhir tingkat struktur, dan koefisien Ct dan x ditentukan dari tabel 2.9.
16 Tabel 2. 10 Nilai parameter periode pendekatan Ct dan x
Tipe struktur C t X
Sistem rangka pemikul momen di mana rangka memikul 100 % gaya siesmik yang disyaratkan dan tidak dilingkupi atau dihubungkan dengan komponen yang lebih kaku dan akan mencegah rangka dari
defleksi jika dikenai gaya gempa
Rangka baja pemikul momen 0,0724α 0,8
Rangka beton pemikul momen 0,0466α 0,9 Rangka baja dengan bresing eksentris 0,0731α 0,75 Rangka baja dengan bresing terkekang terhadap tekuk 0,0731α 0,75
Semua sistem struktur lainnya 0,0488α 0,75
Sumber: SNI 1726-2019
2.7 Prosedur gaya lateral ekivalen 2.7.1 Koefisien respon seismik
Koefisien respon seismik “CS” harus ditentukan sesuai dengan persamaan 2.11 ( Sumber : SNI 1726 - 2019 Pasal 7.8.1.1)
e DS
I R
CS= S (2.11)
Nilai CS yang dihitung sesuai dengan persamaan 2.11 tidak perlu melebihi..persmaan..2.12.
( )e DS S
I R C S
T
= (2.12)
Cs harus tidak kurang dari, persamaan 2.13
Cs = 0,044 . SDS . Ie > 0,01 (2.13)
17 2.7.2 Gaya geser dasar seismik (V)
Gaya geser dasar seismik V dalam arah yang ditetapkan harus dihitung sesuai dengan persamaan 2.14. (Sumber : SNI 1726 - 2019 pasal 7.8.1)
𝑉 = CS.𝑊 (2.14) dengan :
V = Gaya geser dasar W = Berat lantai
Cs = Koefisien response seismic R
I
S =SDS. e (2.15) dengan :
SDS = Parameter percepatan respon spektrum desain pendek R = aktor modifikasi respon
Ie = Faktor keutamaan