• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Pendukung Dan Penghambat Pelaksanaan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Pembahasan Dan Hasil

4.3.2. Faktor Pendukung Dan Penghambat Pelaksanaan

5. Pelaksanaan program pembangunan daerah dikatakan tidak efektif apabila hasil pencapaian kurang dari 60%

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bagaimana rasio efektifitas pelaksanaan program pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018 dari 228 indikator, terdapat 32 indikator yang mencapai hasil sangat efektif, terdapat 42 indikator yang mencapai hasil efektif, terdapat 6 indikator yang mencapai hasil cukup efektif, terdapat 10 indikator yang mencapai hasil kurang efektif, dan terdapat 132 indikator yang mencapai hasil tidak efektif.

4.3.2 Faktor Pendukung Dan Penghambat Pelaksanaan Program Pembangunan Daerah

RPJMD tersebut dapat dilaksanakan karena adanya kolaborasi atau kerja sama dengan SKPD. Terdapat 89 program pembagunan daerah yang dikerjakan oleh 35 perangkat daerah utama yang terdiri dari : Badan Kepegawaian Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Pendapatan Daerah, badan penelitian dan pengembangan daerah, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, bada pengembangan sumber daya manusia, badan perencanaan pembangunan daerah, biro hokum dan ha, biro kesejahteraan, biro pemerintahan, dinas bina marga dan bina kontruksi, dinas energy dan sumber daya mineral, dinas kebudayaan dan kepariwisataan, dinas kehutanan, dinas kelautan dan perikanan, dinas kepemudaan dan olahraga, dinas kesehatan, dinas kesehatan pangan, tanaman pangan holtikultura, dinas koperasi usaha kecil dan menengah, dinas pemberdayaan masyarakat dan desa, dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dinas penanaman modal dan PTSP, dinas pendidikan, dinas pengelolaan lingkungan hidup, dinas perhubungan, dinas perindustrian, dinas perkebunan, dinas perpustakaan dan kearsipan, dinas perumahan,kawasan pemukiman,dan pertahanan, dinas peternakan dan kesehatan hewan, dinas social, dinas sumber daya air,cipta karya dan tata ruang, dinas tenaga kerja dan transmigrasi, satuan polisi pamong praja.

2. Anggaran yang mencukupi

Faktor kedua yang menjadi pendukung pelaksanaan program pembangunan Daerah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018 adalah anggaran yang diberikan sudah mencukupi berdasarkan data yang diterima adapun jumlah anggaran yang diberikan untuk pelaksanaan program pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018 yaitu 6.736.883,18 sedangkan

anggaran yang terealisasi untuk pelaksanaan program pembangunan daearah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan yaitu 5.160.168,46

3. Kosistennya pelaksanaan RENSTRA ke RENJA

Faktor kedua yang menjadi pendukung pelaksanaan program pembangunan Daerah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018 adalah konsistennya pelaksanaan RENSTRA ke RENJA dengan demikian sasaran dan pelaksanaan program pembangunan daearah ini dapat terwujud dalam suatu sistem yang terencana dan berkelanjutan. Berdasarkan peraturan mentri dalam negeri nomor 67 tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan kajian lingkungan hidup strategis dalam penyusunan atau evaluasi rencana pembangunan daerah. Penyususnan RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan telah terintegrasi dengan pemedagri tersebut diatas, dengan tujuan untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dalam penyususnan RPJMD sebagai upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan merupakan dokumen induk yang memuat arah kebijakan pembangunan daearah selama 5 (lima) tahun dan menjadi acuan dalam penyusunan perubahan rencana strategis (RENSTRA) bagi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang disusun berdasarkan tahapan yang melibatkan berbagai stakeholders termasuk pemerintah kabupaten dan kota. Selanjutnya RPJMD Sulawesi Selatan ini nantinya akan dijabarkan dalam rencana pembangunan tahunan dalam bentuk dokumen rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). Dokumen rencana kerja perangkat daerah (RKPD) menjadi dasar penyususnan kebijakan umum APBD (KUA),

rencana kerja (RENJA) serta prioritas dan palfon anggaran (PPA) setiap tahunnya.

4.3.2.2 Faktor Penghambat

Berdasarkan penjelasan pada bagian sebelumnya, dapat dikatakan bahwa pelaksanaan program pembangunan daearah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013- 2018 sudah berjalan. Namun demikian masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan menjadi penghambat dalam pelaksanaannya untuk menjadi lebih efektif lagi. Adapun faktor penghambat antara lain adalah sebagai berikut :

1. Kurang profesionalnya sumber daya manusia

Dalam pelaksanaan pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018. Sumber daya manusia adalah salah satu syarat utama yang harus dipenuhi. Namun berdasarkan data yang penulis peroleh, hal ini masih menjadi kendala karena dianggap masih kurang professional yang dikarenakan realisasi pencapaian kinerja untuk tahun 2014 sampai dengan 2016 belum lengkap sebagai akibat kurang baiknya pengelolaan data hasil pelaksanaan program pada perangkat daerah yang menjadi penanggung jawab program.

2. Kurangnya pemahaman tentang perencanaan

Dalam pelaksanaan pembangunan daearah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan hal yang harus diperhatikan adalah perencanaanya. Karena pada rencana tersebut terdapat hal-hal yang akan dilaksanakan untuk mencapai sasaran pembangunan. Namun salah satu yang menjadi kendala adalah terdapat program dengan indikator yang banyak jumlahnya serta program dengan indikator yang kurang sesuai dengan kebutuhan dalam mengenai permasalahan pembangunan

77 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Beberapa point yang dapat menjadi kesimpulan atas pelaksanaan program pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013-2018 adalah sebagai berikut:

1) Efektifitas pelaksanaan program pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018 dari 228 indikator, terdapat 32 indikator yang mencapai hasil sangat efektif, terdapat 42 indikator yang mencapai hasil efektif, terdapat 6 indikator yang mencapai hasil cukup efektif, terdapat 10 indikator yang mencapai hasil kurang efektif, dan terdapat 132 indikator yang mencapai hasil tidak efektif.

2) Faktor pendukung pelaksanaan program pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013-2018 yaitu karena adanya kolaborasi atau kerjsama dengan SKPD, anggaran yang mencukupi, konsistennya pelaksanaan RENSTA ke RENJA. Adapun faktor penghambat pelaksanaan program pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013-2018 yaitu kurang profesionalnya SDM, kurangnya pemahaman tentang perencanaan.

5.2 Saran

Berdasarkan dari kesimpulan yang diperoleh atas pelaksanaan program pembangunan daerah dalam RPJMD provinsi Sulawesi selatan tahun 2013-2018, dapat disampaikan beberapa saran untuk perbaikan kinerja perencanaan di masa yang akan datang yaitu sebagai berikut:

1) Hasil analisis efektivitas pelaksanaan program pembangunan daerah dalam RPMD Provnsi Sulawesi Selatan tahun 2013-2018 dapat dijadikan acuan dalam pelaksanan pembangunan daerah periode berikutnya agar dapat dipastikan bahwa target-target yang ditetapkan dalam RPJMD akan dapat dicapai.

2) Pemahaman aparatur perangkat daerah terhadap dokumen-dokumen di lingkungannya perlu ditingkatkan dengan melaksanakan tahapan dan tata cara perencanaan sebagaimana mestinya. Disamping itu setiap perangkat daerah perlu membangunan organisasinya menjadi organisasi pembelajaran mengingat pemahaman aparatur terhadap dokumen perencanaan masih sangat rendah.

79

DAFTAR PUSTAKA

Ackoff, Russell. 1974. Retlesigning The Future. New York : John Wiley & Sons, Aksara.

Bryant, Coralie dan White Louise G. 1987. Manajemen Pembangunan. Jakarta:LP3ES.

Friedmann, john. 1973. Retracking America, A theory of transacive planning. New York : Doubleday.

https://sulselprov.go.id/upload/files/PERATURAN%20GUBERNUR%20NO%201%20T AHUN%202019%20TENTANG%20RPJMD%20PROV.%20SULSEL%20TAHU N%202018-2023-.pdf.

Peraturan Daerah Provinsi Sulewesi Selatan No 1 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunanan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulewesi Selatan Tahun 2013-2018.

Sjafrizal, 2015. Perencanaan Pembangunan Daerah Dalam Era Oonomi. Jakarta.

Rajawali pers.

Todaro, Michael. 1977 Economic Development In The Hird World. London. Longmas.

Undang-undang NO. 23 tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang system perencanaan pembangunan nasional.

Arsyad, Lincolin. 1999. Pengantar Perencanaan Dan Pembangunan Ekonomi Daerah.

Yogyakarta: BPFE.

Bintoro, Tjokroamidjoyo. 1976 Perencanaan Pembangunan. Jakarta: PT. Toko Gunung Agung.

Esmara, Hendra. 1986. Perencanaan Dan Pembangunan Di Indonesia. Jakarta: PT.

Gramedia.

Siagian, Sondang P. 1985. Administrasi Pembangunan. Jakarta: PT. Gunung Agung.

Tarigan, Robinson. 2005. Perencanaan Pembangunan Daerah Dalam Otonomi. Jakarta:

Rajawali Pers.

Tarigan, Robinson. 2005. Perencanaan pembangunan wilayah. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Waterston, Albert. 1965. Development Planning. Baltimore: Johns Hopkins Press

Dokumen terkait