BAB III PEMAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN
2. Faktor Resiliensi
60 a. I am
I am adalah faktor resiliensi yang berkaitan dengan kekuatan pribadi dalam diri individu yang mencakup perasaan, sikap, dan keyakinan pribadi.Berdasarkan hasil temuan,masing masing responden mengalami hal yang sama yaitu dengan menanamkan dalam dirinya untuk dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Cara yang dilakukan untuk bisa bertahan antara lain, responden 1 dengan menjual nasi bungkus untuk mendapatkan penghasilan tambahan, responden 2 walau sudah menanamkan dalam dirinya untuk bisa bertahan namun kenyataanya di terpa dengan masalah ekonomi keluarga membuatnya menggunakan uang modal untuk menutupi kebutuhan keluarga yang membuat usahanhya tidak bisa bertahan. Sedangkan responden 3 dengan cara yang inovasi yaitu menjual Abon buatan sang istri dan bebrapa bulan setelahnya dia bergabung dengan salah satu perusahaan sebagai driver lintas kota.
b. I Have
Adalah faktor resiliensi yang berhubungan dengan besarnya dukungan sosial yang diperoleh dari sekitar. I Have merupakan dukungan dari lingkungan di sekitar individu. Dukungan ini berupa hubungan yang baik dengan keluarga, dan lingkungan sekitarBerdasarkan hasil temuan, ketiga responden ini mendapatkan
61
dukungan dari keluarga yaitu istri, dan anak anak mereka yang memberikan motivasi hingga membuatnya bersemangat lagi.
c. I Can
Adalah faktor resiliensi yang berkaitan dengan usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam memecahkan masalah menuju keberhasilan dengan kekuatan diri sendiri, I Can berisi penilaian atas kemampuan diri sendiri yang mencakup kemampuan menyelesaikan persoalan, keterampilan sosial dan interpersonal.
Berdasarkan hasil penelitian dengan reponden 1 dapat diketahui ia memiliki keterampilan untuk tetap bertahan di tengah pandemi dengan cara mencari penghasilam tambahan dengan menjual nasi bungkus di sekitaran kantor walikota. Sedangkan responden 2 walau usahanya tidak bisa bertahan pada saat pandemi covid-19 namun ia tetap berusaha dengan membuka usaha baru yaitu menjual kelapa tua untuk mendapatkan keuntungan. Lalu responden 3 unuk mencari jalan keluar agar usahanya bisa bertahan dengan cara menjual Abon buatan sang istri dan dengan cara bergabung dengan salah satu perusahaan sebagai driver lintas kota, tetapi usaha pedagang asongan mutiaranya di lanjutkan oleh sang istri sekaligus berjualan abon, disela sela waktu luang saat berdagang mutiara asongan.
62
B. Upaya Resiliensi Komunitas Pedagang Asongan Mutiara Dapat Menghasilkan Keberlanjutan
Hasil penelitian ini diarahkan untuk mengetahui apakah upaya resiliensi komunitas pedagang asongan mutiara dapat mengasilkan keberlanjutan. Selain bisa bertahan dalam menghadapi rintangan dengan bisa menerapkan 7 aspek resiliensi diantaranya regulasi emosi yaitu responden bisa tetap tenang dan tidak terbawa emosi saat berada di tengah-tengah pandemi covid-19. Pengendalian impuls atau mengendalikan keinginan yaitu responden berhasil mengendalikan keinginanya dengan menjalani dan tetap bersyukur atas apa yang telah diberikan kepadanya. Optimisme yaitu responden ada indikator mempunyai kemampuan untuk mengatasi kemalangan yang terjadi, dan tetap bisa memandang kedepan bahwa rintangan ini akan berakhir. Analisis kasual yaitu merujuk pada kemampuan individu untuk megidentifikasi penyebab dari permasalahan yang sedang terjadi. Empati yaitu berhasil memiliki kemampuan membaca tanda tanda kondisi emosional. Efikasi diri yaitu responden berhasil mempersentasikan bahwa individu mampu memecahkan masalah yang dialami. Reaching out yaitu responden mampu memiliki kemampuan untuk meraih aspek positif dari kehidupan setelah kemalangan menimpanya.
Setelah mengetahui bahwa responden mempunyai Resilieni pasca covid-19. Selanjutnya adalah mencari tahu apakah upaya resiliensi dari para responden dapak mengahasilkan sebuah kelanjutan untuk usahanya.
63
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa responden 1 mampu mengahsilkan keberlanjutan bagi usahanya, diketahui dari pasca pandemi responden 1 ini mempunyai keinginan untuk membuka toko mutiara, dan keinginan responden ini pun terwujud di awal tahun 2022 berhasil membuka toko di hotel Aston In Mataram.
Namun pada responden 2 berdasarkan hasil penelitian menunjukan jika pada diri reponden tidak mencukupi 7 aspek resiliensi karena masaalah ekonomi, namun responden mampu bangkit dan membuka usaha baru yaitu usaha menjual kelapa tua yang berhasil berjalan hingga saat ini.
Lalu responden 3 berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dari 7 aspek resiliensi menunjukan jika responden berhasil bertahan dan menunjukan keberlanjutan bagi usahanya dengan sekarang memiliki lebih banyak stok barang. Walaupun responden ini sudah tidak menjadi pedagang asongan mutiara tetapi digantikan oleh istrinya, dan responden memilih bergabung dengan salah satu perusahaan sebagai driver lintas kota.
64 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan tentang bentuk resiliensi pada komunitas pedagang asongan mutiara pasca covid-19 (studi di lingkungan Karang Genteng Kelurahan Pagutan Kota Mataram) maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Bahwa ketiga responden dari komunitas pedagang asongan mutiara hanya responden 1 yaitu bapak Alwi Rahman dan responden 2 Bapak Sutra Zumak yang mampu resilien dan bertahan pasca pandemu Covid-19. Sedangkan responden 2 yaitu bapak Sajerah dilihat dari 7 aspek resiliensi tidak cukup untuk dikatakan resilien sehingga tidak mampu bertahan pasca covid-19 dikarenakan permasalahan ekonomi.Dari teori Reivich dan Shatte yang mengemukakan tujuh aspek resilien diantaranya adalah aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis penyebab, empati, efikasi diri, dan reaching out. Hal ini yang menjadi acuan bagi penulis untuk menggambarkan resiliensi pada komunitas pedagang asongan mutiara pasca covid-19 (studi di lingkungan Karang Genteng Kelurahan Pagutan Kota Mataram).
Bentuk resiliensi yang dapat penulis simpulkan dengan tujuh aspek dalam resiliensi adalah, ketiga subjek memiliki kemampuan dalam mengelola emosi, mensyukuri keadaan, tidak mudah menyerah, kemampuan dalam menghadapi masalah, peduli terhadap orang lain, memiliki keyakinan, serta ,memiliki impian dan tujuan hidup. Namun pada responden 2 mengalami kesulitan
65
ekonomi yang mengaruskannya menggunakan uang modal sebagai penutup kekurangan kebutuhan keluarga membuatnya tidak mampu bertahan pasca covid-19.
Selain aspek resiliensi, ada juga faktor resiliensi yang mempengaruhi responden untuk resiliensi dari kesulitan di tengah pandemi covid-19 yaitu dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal yaitu I Have di pengaruhi oleh orang-orang yang berada dilingkungan sekitar, termasuk keluarga. Sedangkan I am dan I Can termasuk faktor internal yang berasal dari diri sendiri untuk dapat bertahan di tengah pandemi dengan cara meyakinkan diri sendiri dan yakin mampu menghadapi kesulitan yang dialami.
2. Selain berhasil resilien responden 1 dan 2 mampu menunjukan keberlanjutan pada usahanya, yaitu responden 1 akhirnya dapat membuka toko mutiara, sedangkan responden 2 pasca covid ini mempunyai stok barang yang banyak dan ia bergabung ke salah satu perusahaan sebagai driver lintas kota dan usaha asongan mutiara dilanjutkan oleh sang istri. Walaupun responden 2 gagal dalam resilien tetapi dia mampu membuka usaha baru yaitu menjadi pedagang kelapa tua.
B. Saran
Berdasaarkan hasil kesimpulan yang di uraikan di atas maka peneliti menyarankan beberapa hal sebagai berikut:
1. Bagi pelaku pedagang asonganyang berhasil resilien terkait hasil temuan penelitian, pelaku pedagang asongan di harapkan untuk mempertahankan dan meningkatkan resiliensinya
66
sehingga mampu mencapai lebih banyak lagi kesuksesan dalam hidup, serta memberikan manfaat dan kontribusi untuk orang-orang di sekitar termasuk keluarga, dan pada usaha yang pelaku pedagang asongan dirikan. Sedangkan untuk pelaku pedagang asongan yang gagal dalam resilien, peneliti menyarankan untuk tetap selalu optimis dalam menjalankan hidup, mungkin sudah bukan rezekinya lagi menjadi pedagang asongan mutiara namun rezekinya berada di usaha yang lain, seperti kata pepatah jika pintu satu tertutup maka ada seribu pintu yang terbuka.
2. Bagi anggota komunitas pedagang asongan mutiara lainya diharapkan mampu beresilien dan teteap semangat serta selalu termotivasi untuk dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan mencapai kesuksesan yang diinginkan.
3. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengungkap lebih mendalam lagi resiliensi pada komunitas pedagang asongan mutiara dengan metode yang lebih baikk, dan dapat mengkaji lebih dalam atau dengan sudut pandang yang lebih kompleks.
67
DAFTAR PUSTAKA
Remaja Berprestasi Dengan Latar Belakang Orang Tua Jurnal penelitian & PKM Vol 4, No: 2. Juli 2017.
Jurnal Pengembangan WiraswastaVol. 22 No 2, 2020.
Journak Of Social And Industrial Psychology 2012.
Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Kebijakan Pemerintah Di Masa Pandemi Covid- Jurnal Utilitas Vol.6 No.2 Oktober 2020.
-19 Jurnal Ekonomis:Journal of Economics and Business, Vol 4 Nomor 2, September 2020 Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis,
(Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005).
Antipanik buku Jakarta: PT
Elex Media Komputindo. 2020)
Lely Ika Mariyati dan Islami Khosamtun. 2020.
Pengusaha UMKM Pasca Mengalami Kebangkrutan Di , Jurnal Community Psychology Vol.5.No 02 Oktober 2020.
Meggy Octarani
Jurnal JP31 Vol, VI No. 1 Januari 2017.
Mohamad Mustari dan M. Tauifiq Rahman, Pengantar Metode Penelitian, (Yogyakarta: Laksbang Pressindo, 2012).
Jurnal Pemikiran Islam,Vol 30,No, 2, Juli 2019.
68
Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pembinaan Pedagang Kaki Lima (Penelitian Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmju Politik Universitas Hasanuddin, 2016), hal.
1.
Tuna Netra Dengan Strategi Berwirausaha Kerupuk sejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2022, hal 37.
Rahmi Rosita. 2020. -19 Terhadap
9.No.2 November (2020).
Skripsi Program Studi Psikologi Universitas Muhannadiyah Surakarta tahun 2018.
Robert Sinaga. 2020. -19)
Terhadap Pendapatan Pedagang Sayur dan Buah di Pasar onomic Vol.2 No. 02,2020.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R & D.
(Bandung: Alfabeta,2016).
- Jurnal Pengembangan Wiraswasta Vol. 22 No. 01 April 2020.
Wiwin Hendriani, Resiliensi Psikologis Sebuah Pengantar, (Jakarta Timur:Prenadamedia Group, 2018).
https://voi,id/artikel/baca/3839/dampak-covid-19-terganggunya- sektorprekonomian-dan-sampai-berapa-lama-indonesia-bisa- bertahandiakses pada 9 Januari 2023, pukul 22:48.
69 Wawancara :
Alwi Rahman, Karang Genteng: 10 Januari 2023 Sajerah, Karang Genteng: 9 Januari 2023
Sutra Zumak, Karang Genteng: 7 Januari 2023
70
LAMPIRAN-LAMPIRAN
71
Wawancara dilakukan dengan responden 1 yaitu bapak Alwi Rahman yang sekaligus menjadi ketua kelompok pada (Kelompok Usaha Asongan Alwi Mutiara)
Dokumentasi responden 1 yaitu bapak Alwi Rahman setelah berhasil resilien pasca Covid-19 dan bisa mengahsilkan keberkanjutan bagi usahanya
72
Wawancara bersama responden 2 yaitu bapak Sajerah di kediamanya
Dokumentasi banner usaha kelapa tua responden 2, setelah gagal resilien dan memepetahankan usaha asongan mutiaranya.
73
Wawancara bersama responden 3 yaitu bapak Sutra Zumak di kediamanya
Dokumentasi responden 3 yang berhasil resilien dalam covid-19 namun usahanya dilanjutkan sang istri, dan ia memutuskan untuk bergabung dengan salah satu perusahaan sebagai driver lintas kota.
74
75
76
77
78
79
80
81