• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Tumbuh dan Berkembangnya Permukiman Kumuh

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Faktor Tumbuh dan Berkembangnya Permukiman Kumuh

Menurut Suparlan (2002), dalam Syaiful. A (2002) bahwa permukiman dapat digolongkan sebagai permukiman kumuh karena, a. fasilitas umum kurang atau tidak memadai (sarana dan prasarana), b. kondisi fisik hunian atau rumah pada umumnya mengungkapkan kemiskinan dan kekumuhan, karena tidak terawat dengan baik (sikap masyarakat),

c. kondisi dari permukiman tersebut ditandai oleh bangunan rumah- rumah hunian yang dibangun secara tidak teratur dan memadati hampir setiap sudut permukiman, dimana setiap rumah dibangun diatas tanah tanpa halaman.

Menurut (Permen PUPR No.14/PRT/M/2018 Pasal 18) Tentang pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh dan dapat di lihat dari kriteria kumuh .

a) Bangunan Gedung e.) Pengelolaan Air Limbah b) Jalan Lingkungan f.) Pengelolaan Persampahan c) Penyediaan Air Minum g.) Proteksi Kebakaran

d) Drainase Lingkungan

C. Analisis Kondisi Permukiman kumuh 1. Analisis deskrptif

a. Bangunan Gedung

Berdasarkan UU no.1 pasal 1 tahun 2011 tentang perumahan dan permukiman bahwa permukiman kumuh merupakan perumahan yang tidak layak huni karena tidak beraturannya bangunan sehingga tingkat kepadatan bangunan yang tinggi.

Berdasarkan hasil observasi pengamatan lansung di lapangan di kelurahan cambayya kecamatan ujung tanah kota Makassar,kondisi bangunan gedung di kawasan lingkungan cambayya memiliki ketidakteraturan bangunan yang memiliki permasalahan pada kondisi dinding juga masih ada rumah warga yang kurang layak apabila turun hujan membasahi dalam rumah. Kondisi dinding yang masih adanya beberapa rumah yang menggunakan dinding semi permanen dari atap bekas.

Begitupun dengan kondisi lantai yang beberapa rumah masih menggunakan lantai dasar yang membuat tingkat, kenyamanan berkurang. Sedangkan sarana dan prasarana pendukung

dilokasi penelitian masih belum memenuhi syarat standar sarana prasarana. Berikut adalah visualisasi bangunan dan juga peta sebaran permukiman kumuh di Kawasan Mannaungi.

Gambar 4.2: Visualisasi Bangunan di lingkungan Kelurahan Cambayya

(Sumber : Survey Lapangan 2021)

b. Jalan Lingkungan

Berdasarkan hasil observasi pengamatan langsung di lapangan kondisi jalan lingkungan masih belum memenuhi minimum lebar badan jalan 6,5 meter sehingga apabila dalam keadaaan mendesak membuat mobil ambulans tidak bisa menjemput masyarakat yang membutuhkan. Bersadarkan kondisi spesifikasi dilokasi penelitian masih cukup banyak menggunakan jalan beton, sedangkan jalan paving blok hanya beberapa ruas yang dalam keadaan baik, Jaringan jalan merupakan prasarana penghubung antar wilayah atau kawasan,

oleh karena itu dibutuhkan sasaran rencana dengan ketentuan standar kebutuhan pelayanan yang berlaku. Berikut adalah visualisasi jaringan jalan,klasifiksi jalan di kelurahan cambayya

Gambar 4.3: Visualisasi Jaringan Jalan Kelurahan Cambayya

(Sumber : Survey Lapangan 2021)

c. Penyediaan Air minum

Berdasarkan hasil observasi pengamatan langsung di lapangan kondisi penyediaan air minum masih belum terpenuhi secara kuantitas dan kualitas, seperti yang kita ketahui air minum/ bersih merupakan suatu kebutuhan pokok di kehidupan sehari-hari. Hasil wawancara oleh masyarakat sumber air yang digunakan. untuk pengguna air PDAM masih belum semua terpenuhi oleh karena itu masyarakat di sana menggunakan tampungan karena di sana daerah pinggir laut yang air yang dari sumur itu menjadi asin jadi rata-rata warga menggunakan air PDAM, dan sebagian juga masih mengambilnya memakai jergen, untuk air minum Air bersih menjadi syarat mutlak yang

harus tersedia disetiap wilayah untuk mendukung seluruh aktivitas masyarakat karena air bersih adalah kebutuhan pokok setiap individu guna memenuhi kehidupan yang sehat, bersih dan produktif. Berikut adalah visualisasi air bersih di Kelurahan Cambayya.

Gambar 4.3: Visualisasi Air Bersih Kelurahan Cambayya

(Sumber : Survey Lapangan 2021)

d. Kondisi Drainase Lingkungan

Drainase adalah bangunan pelengkap yang merupakan bangunan yang ikut mengatur dan mengendalikan sistem aliran hujan agar aman dan mudah melewati jalan, belokan daerah curam, bangunan tersebut seperti gorong-gorong, pertemuan saluran , bangunan terjunan, jembatan, tali-tali air, pompa, pintu air. Berdasarkan hasil observasi pengamatan langsung di lapangan kondisi Drainase lingkungan dilokasi penelitian sangat tidak terpenuhi karena limbah dan sampah bertumpuk di

drainase sehingga menimbulkan bau ang tidak sedap begitupun kondisi kanal di Kawasan penelitian Kelurahan Cambayya

Gambar 4.3: Visualisasi drainase di Kelurahan Cambayya

(Sumber : Survey Lapangan 2021)

e. Pengelolaan Air Limbah

Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik menyatakan air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan/atau kegiatan permukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama. Sistem pengelolaan air limbah domestik yang selanjutnya disingkat SPALD adalah serangkaian kegiatan pengelolaan air limbah domestik dalam satu kesatuan dengan prasarana dan sarana pengelolaan air limbah domestik. Berdasarkan hasil observasi pengamatan langsung di lapangan kondisi pengelolaan air limbah tidak terdapat pengelolaan ait limbah di kelurahan cambayya dan pembuangan air limbah tiap rumah seringkali langsung ke drainase di lingkungan mereka sehingga menimbulkan bau yang

tidak sedap dan menjadikan lingkungan menjadi kumuh berikut adalah visualisasi air limbah di kelurahan cambayya.

Gambar 4.3: Visualisasi Air limbah di Kelurahan Cambayya

(Sumber : Survey Lapangan 2021)

f. Pengelolaan Persampahan

Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga menyatakan sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Sarana persampahan adalah peralatan yang dapat digunakan dalam kegiatan penanganan sampah, sedangkan prasarana adalah fasilitas dasar yang dapat menunjang terlaksananya kegiatan penanganan sampah.Berdasarkan hasil observasi pengamatan langsung di lapangan kondisi pengelolaan persampahan cenderung kurang maksimal dalam pengelolaannya, sarana persampahan di Kawasan lingkungan Kelurahan Cambayya sudah terpenuhi mobil sampah dan motor sampah dapat melalui jalan yang ada di kelurahan cambayya tetapi masih belum maksimal dan juga masih minimnya kesadaran dari masyarakat

akibatnya pengelolaan persampahan di masyarakat menjadi kumuh dan kurang dikelola dengan baik, didukung dengan prasarana persampahan dilokasi penelitian juga tidak terpenuhi seperti tidak adanya tempat penampungan sementara (TPS) yang layak untuk pengelolaan sampah.

Gambar 4.3: Visualisasi Persampahan di Kelurahan Cambayya

(Sumber : Survey Lapangan 2021)

g. Proteksi Kebakaran

Adapun sarana dan prasarana dalam proteksi kebarakan antara lain ialah, pasokan air untuk pemadam kebakaran (diperoleh dari sumber alam seperti kolam air, danau, sumur dalam dan sungai. Maupun buatan seperti tangka air, air mancur dan hidran), instansi pemadam kebakaran setempat wajib menyediakan bahan pemadam bukan air (seperti bahan pemadam bukan air dapat berupa „„foam‟‟ atau bahan kimia lainnya), dan aksesibiitas. Berdasarkan hasil observasi

pengamatan langsung di lapangan kondisi sarana proteksi kebakaran dilokasi penelitian hanya pasokan air yang di peroleh dari laut karena masyarakat bermukim dekat dari laut bahkan hidran pun tidak tersedia di lokasi penelitian sedangkan sarana lainnya seperti bahan pemadam bukan air juga tidak terpenuhi.

Prasarana aksesibilitas tidak terpenuhi yang mengakibatkan keperluan jalur masuk atau putaran balik bagi aparat pemadam kebakaran bahkan akses masuk ke dalam jalan kecil tidak terpenuhi di karenakan kondisi bangunan yang ada di lokasi penelitian padat sehingga akan menyulidkan jika terjadi musibah kebakaran.

h. Hubungan antara pemerintah dan masalah kekumuhan - Bangunan gedung

Menurut UU Nomor 1 Pasal 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan Dan Kawasan Permukiman menyatakan bahwa Permukiman Kumuh adalah Permukiman tidak layak huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat.

- Jalan Lingkungan

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Pasal 16 Tahun 2006 Tentang Jalan menyatakan bahwa jalan lingkungan primer didesain berdasarkan

kecepatan rencana paling rendah 15 (lima belas) kilometer per jam dengan lebar badan jalan paling sedikit 6,5 (enam koma lima) meter. Persyaratan teknis jalan lingkungan primer yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan bermotor beroda tiga atau lebih harus mempuanyai lebar badan jalan paling sedikit 3,5 meter.

- Penyediaan Air minum

Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 Pasal 5 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang menyatakan tersedianya akses air minum yang aman melalui sistem penyediaan air minum dengan jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan terlindungi dengan kebutuhan pokok minimal 60 liter/orang/hari

- Drainase Lingkungan

Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 12/PRT/M/2014 Tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan menyatakan sarana drainase adalah bangunan pelengkap yang merupakan bangunan yang ikut mengatur dan mengendalikan sistem aliran hujan agar aman dan mudah melewati jalan, belokan daeraj curam, bangunan tersebut seperti gorong-gorong, pertemuan saluran , bangunan terjunan, jembatan, tali-tali air, pompa, pintu air

- Pengeloaan Air Limbah

Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umumdan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 04/PRT/M/2017 Tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik menyatakan air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan/atau kegiatan permukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama. Sistem pengelolaan air limbah domestik yang selanjutnya disingkat SPALD adalah serangkaian kegiatan pengelolaan air limbah domestik dalam satu kesatuan dengan prasarana dan sarana pengelolaan air limbah domestik

- Pengelolaan Persampahan

Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 Tentang Penyelenggaraan Prasarana Dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan 100 Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga menyatakan sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik.

Sarana persampahan adalah peralatan yang dapat digunakan dalam kegiatan penanganan sampah, sedangkan prasarana adalah fasilitas dasar yang dapat menunjang terlaksananya kegiatan penanganan sampah

- Proteksi Kebakaran

Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2009 Tentang Pedoman Teknis Manajemen Proteksi Kebakaran Di Perkotaan Menyatakan manajemen proteksi kebakaran diperkotaan adalaah segala upaya yang menyangkut sistem organisasi, personil, sarana dan prasarana, serta tata lakasana untuk mencegah, mengeliminasi serta meminimalisasi dampak kebarakan di bangunan Gedung, lingkungan dan kota.

i. Hasil Sampel

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus – 22 september 2021, peneliti telah merangkum hasil kuesioner terhadap sampel yang berada di wilayah Kelurahan Cambayya. Untuk hasil dari kuesioner dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.6. Hasil Kuesioner Penelitian

Pertanyaan Jawaban Jumlah Total Variabel

1. Apakah lingkungan anda kumuh?

A. Ya 40

100 Y

B. Tidak 60

2. Penghasilan kepala keluarga anda perbulan?

A. Kurang dari

200 ribu 29

100 X1

B. 200-500 ribu 20 C. 500-1 juta 2 D. 1-1,5 juta 12 E. 1,5-2 juta 20 F. Lebih dari 2

juta 17

3. Apakah sodara dapat mencukupi kebutuhan keluarga sehari – hari dengan pendapaan

A. Dapat

mencukupi 50

100 X2

B. Tidak dapat

mencukupi 50

saudara tersebut?

4. Berapa jumlah anggota keluarga dalam rumah tangga anda?

A. 1-4 14

100 B. >5 86 X3

5. Apa pendidikan terakhir anda?

A. Tamat SD, SMP, atau SMA

15

100 X4

B. Tamat Perguruan Tinggi

85 6.. Apa mata pencaharian

Anda?

A. Buruh harian 15

100 X5

B. Wirasuasta 20

C. PNS 65

7. Bagaimana status kepemilikan rumah saudara ?

A. Rumah sendiri 20

B. Kontrak 17

100

X6

C. Sewa 14

D. Rumah 12

E. Rumah dinas 20

F. Lainnya 17

8. Bagaimana status tanah rumah yang saudara huni

?

A. Hak milik 46

100 X7

B. Hak pakai 22 C. Hak guna

bangunan 6

D. Hak guna usaha 9

E. Lainnya 17

9. Berapa luas halaman atau pekarangan kosong rumah

?

A. Kurang Kurang dari 10

15

100 X8

B. 10 m² - 30 m² 20 C. 60 m² - 100 m² 15 D. 100 m² - 300 m 50 10. Bagaimana kerapatan /

kepadatan bangunan dilingkungan rumah saudara?

A. Sangat padat 10

100 X9

B. Padat 30

C. Belum 10

D. Tidak padat/

jarang-jarang 50 11. Apakah rumah saudara

memiliki kamar mandi dan wc sendiri ?

A. Memiliki 70

100 X10

B. Tidak memiliki Jika tidak, dimanakah saudara mandi dan buang air?

30

12. Apa Jenis rumah anda?

A. Permanen

(dinding batu) 15

100 X11

B. Semi permanen (campuran kayu dan batu)

25 C. Tidak permanen 60 13. Bagaimana kondisi

rumah anda?

A. . Baik 15

100 X12

B. Agak rusak 25

C. Rusak 60

14. Apakah rumah saudara telah disambungkan dengan listrik dari PLN ?

A. Sudah, melalui sambungan sendiri

25

100

B. Sudah, melalui X13 sambungan dari tetangga

25

C. Belum 60

15. Apakah ada jalan depan depan rumah anda?

A. Ada 10

100 X14

B. Tidak ada 90 16. Apakah ada drainase

depan rumah anda?

A. Ada 54

100 X15

B. Tidak ada 46 17. Bagaimana kondisi

drainase di lingkungan anda?

A. Baik 25

100 X16

B. Agak rusak 20 C. Rusak berat 55

18. Dimanakah anda membuang sampah?

A. Mobil pengangku sampah

35

100 X17

B. TPS 55

C. Dilahan kosong dekat rumah

10

19. Sumber air bersih

A. Langganan

PDAM 29

100 X18

B. Sumur 9

C. Dari sumur

umum 11

D. Sumur pompa 20 E. Dari kran

umum 14

F. Membeli dari

tetangga 7

20. Apakah Kebutuhan pokok anda terpenuhi minimal 60 liter/orang/hari?

A. Terpenuhi 20

100 X19

B. Cukup

terpenuhi 60 C. Tidak terpenuhi

20

Tabel 4.7: Tujuh indikator kumuh

1. Bangunan Gedung - Bagaimana status kepemilikan rumah sodara?

- Bagaimana status tanah rumah yang andda huni?

- Berapa luas halaman atau pekarangan kosong rumah?

- Bagaimana kerapatan/kepadatan bangunan di lingkungan anda?

- Aapakah rumah anda memeiliki kamar mandi sendiri/wc?

- Apa jenis rumah anda?

- Bagaimana kondisi rumah anda?

2. Jalan lingkungan - Apakah ada jalan depan rumah anda?

3. Penyediaan Air minum

- Sumber air bersih

- Apakah kebutuhan pokok anda terpenuhi minimal 60 liter/orang/hari?

4. Drainase lingkungan - Apakah ada drainase depan rumah anda?

- Bagaimana kondisi drainase di lingkungan anda?

5. Pengelolaan air limbah

6. Pengelolaan persampahan 7. Proteksi Kebakaran

- Dimana kah anda membuang sampah?

D. Analisis Penyebab Tumbuh dan Berkembangnya Permukiman Kumuh ( Chi-square.)

a. Analisa Penghasilan kepala keluarga anda perbulan di Permukiman Kumuh (X1 )

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X1 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil kuesioner dengan masyarakat Kelurahan Cambayya hasil rekap kemudian dimasukkan pada tabel analisis Chi Kuadrat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.7: Uji Chi Kuadrat Pengaruh Penghasilan kepala keluarga anda perbulan di Permukiman Kumuh (X1 )

Sumber : Analisis Tahun 2021

Dari hasil tabel 4.7 diatas, dapat dilihat bahwa Pengaruh Penghasilan kepala keluarga anda perbulan di Permukiman Kumuh

X X FH

Y 1 2 3 4 5 6 1 2 1 2

Y 1 16 7 1 10 5 1 40 11,60 8,00 6,80 1,67 1,13 4,95 7,74

2 13 13 1 2 15 16 60 17,40 9,00 10,20 1,11 4,00 3,30 8,41

29 20 2 12 20 17 100

16,15

Db 2.00

x² Tabel 5,99

Kesimpulan Berpengaruh

menurut uji kuadrat Berpengaruh terhadap Permukiman kumuh.

Untuk mengukur tingkat pengaruh maka selanjutnya dilakukan uji kontingensi dimana :

= 0,36 Pengaruh Lemah

b. Analisa kebutuhan keluarga sehari – hari dengan pendapatan saudara

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X2 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil kuesioner dengan masyarakat Kelurahan Cambayya hasil rekap kemudian dimasukkan pada tabel analisis Chi Kuadrat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.8: Uji Chi Kuadrat analisa kebutuhan keluarga sehari-hari dengan pendapatan sodara

Sumber : Analisis Tahun 2021

X X

FH

Y 1 2 1 2 1 2

Y 1 33 6 39 24,42424 14,57576 3,01 5,05 8,06

2 29 31 60 37,57576 22,42424 1,96 3,28 5,24

62 37 99

13,29

Db 1,00

x² Tabel 3,84

Kesimpulan Berpengaruh

16,15

(100 + 16,15)

Dari hasil tabel 4.8 diatas, dapat dilihat bahwa kebutuhan keluarga sehari-hari dengan pendapatan masyarakat di kelurahan Cambayya. menurut uji kuadrat berpengaruh terhadap Permukiman kumuh.Untuk mengukur tingkat pengaruh maka selanjutnya dilakukan uji kontingensi dimana:

= 0,11 Pengaruh Sangat lemah

c. Analisa jumlah anggota keluarga dalam rumah

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X3 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil kuesioner dengan masyarakat Kelurahan Cambayya hasil rekap kemudian dimasukkan pada tabel analisis Chi Kuadrat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.9 :Uji Chi Kuadrat jumlah anggota keluarga dalam rumah

X X FH

Y 1 2 1 2 1 2

Y 1 9 31 40 5,6 34,4 2,06 0,34 2,40

2 5 55 60 8,4 51,6 1,38 0,22 1,60

14 86 100

4,00

Db 1,00

x² Tabel 3,84

Kesimpulan Berpengaruh

Sumber : Analisis Tahun 2021 13,29 (100 + 13,29)

Dari hasil tabel 4.9 diatas, dapat dilihat bahwa jumlah anggota keluarga dalam rumah tidak berpengaruh terhadap permukiman kumuh menurut uji kuadrat Untuk mengukur tingkat pengaruh maka selanjutnya dilakukan uji kontingensi dimana:

= 0,17 Pengaruh sangat lemah

d. Analisa pendidikan masyarakat Kelurahan Cambayya

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X4 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil kuesioner dengan masyarakat Kelurahan Cambayya hasil rekap kemudian dimasukkan pada tabel analisis Chi Kuadrat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.10: Uji Chi Kuadrad pendidikan Masyarakat Kelurahan Cambayya

X X FH

Y 1 2 1 2 1 2

Y 1 10 30 40 6 34 2,67 0,47 3,14

2 5 55 60 9 51 1,78 0,31 2,09

15 85 100

5,23

Db 1,00

x² Tabel 3,84

Kesimpulan Berpengaruh

Sumber : Analisis Tahun 2021

Berdasarkan table 4.10 diatas dapat di lihat bahwa tingkat pendidikan berpengaruh terhadap permukiman kumuh menurut uji chi kuadrat, selanjutnya untuk mengukur tingkat pengaruh tersebut maka dilakukan uji kontingensi dimana:

4,00 (100 + 4,00)

= 0,2 Pengaruh sangat lemah

e. Analisa Mata pencarian masyarakat kelurahan Cambayya.

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X5 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil kuesioner dengan masyarakat Kelurahan Cambayya hasil rekap kemudian dimasukkan pada tabel analisis Chi Kuadrat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.11: Uji Chi Kuadrad mata pencarian masyarakat kelurahan Cambayya.

Sumber : Analisis Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.11 diatas, dapat dilihat bahwa mata pencaharian berpengaruh terhadap kondisi permukiman kumuh menurut uji chi kuadrat, selanjutnya untuk mengukur tingkat pengaruh tersebut maka dilakukan uji kontingensi dimana:

= 0,00 Pengaruh sangat lemah

X X

FH

Y 1 2 3 1 2 1 2

Y 1 10 10 20 40 6 26 2,67 1,38 4,05

2 5 10 45 60 9 39 1,78 0,92 2,70

15 20 65 100

6,75

Db 2,00

x² Tabel 3,84

Kesimpulan Berpengaruh

5,23 (100 + 5,23)

6,75 (100 + 6,75)

f. Analisa status kepemilikan rumah di Kelurahan Cambayya.

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X6 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil kuesioner dengan masyarakat Kelurahan Cambayya hasil rekap kemudian dimasukkan pada tabel analisis Chi Kuadrat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.12: Uji Chi Kuadrad Kepemilikan Rumah Di Kelurahan Cambayya.

X X FH

Y 1 2 3 4 5 6 1 2 1 2

Y 1 7 16 10 1 5 1 40 8,00 8,00 6,80 0,13 1,13 4,95 6,20

2 13 1 2 13 15 16 60 12,00 9,00 10,20 0,08 4,00 3,30 7,38

20 17 12 14 20 17 100

13,58

Db 2.00

x² Tabel 5,99

Kesimpulan Berpengaruh

Sumber : Analisis Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.12 diatas, dapat dilihat bahwa faktor status kepemilikan rumah di Kelurahan Cambayya berpengaruh terhadap kondisi permukiman kumuh menurut uji chi Square, dengan demikian perlu dilakukan uji lanjutan (Uji Kontingensi) untuk mengetahui tingkatan pengaruhnya yang dimana:

= 0,33 Pengaruh Lemah 13,58

(100 + 13,58)

g. Analisa status tanah rumah yang di huni masyarakat di Kelurahan Cambayya.

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X7 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil kuesioner dengan masyarakat Kelurahan Cambayya hasil rekap kemudian dimasukkan pada tabel analisis Chi Kuadrat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.13: Uji Chi Kuadrad status tanah rumah yang di huni masyarakat di Kelurahan Cambayya.

X X FH

Y 1 2 3 4 5 1 2 1 2

Y 1 16 11 3 8 2 40 18,4 6,8 0,31 3,39 3,70

2 30 11 3 1 15 60 27,6 10,2 0,21 2,26 2,47

46 22 6 9 17 100

6,17

db 4,00

x² Tabel 3,84

Kesimpulan Berpengaruh

Sumber : Analisis Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.13 diatas, dapat dilihat bahwa faktor status kepemilikan tanah rumah yang dihuni masyarakat Kelurahan Cambayya berpengaruh terhadap kondisi permukiman kumuh menurut uji chi Square, dengan demikian perlu dilakukan (Uji Kontingensi) untuk mengetahui tingkatan pengaruhnya yang dimana:

= 0,22 pengaruh lemah 6,17

(100 + 6,17)

h. Analisa luas halaman pekarangan kosong permukiman di Kelurahan Cambayya.

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X8 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil kuesioner dengan masyarakat Kelurahan Cambayya hasil rekap kemudian dimasukkan pada tabel analisis Chi Kuadrat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.14: Uji Chi Kuadrad luas halaman pekarangan kosong permukiman di Kelurahan Cambayya.

X X

FH

Y 1 2 3 4 1 2 1 2

Y 1 10 10 10 10 40 6 20 2,67 5,00 7,67

2 5 10 5 40 60 9 30 1,78 3,33 5,11

15 20 15 50 100

12,78

db 3,00

x² Tabel 3,84

Kesimpulan Berpengaruh

Sumber : Analisis Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.14 diatas,dapat dilihat bahwa luas halaman pekarangan kosong permukiman di Kelurahan Cambayya menurut uji chi Square, dengan demikian perlu dilakukan (Uji Kontingensi) untuk mengetahui tingkatan pengaruhnya yang dimana:

= 0,33 Pengaruh Lemah 12,78

(100 + 12,78)

i. Analisa Kepadatan bangunan dilingkungan Kelurahan Cambayya

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X9 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil kuesioner dengan masyarakat Kelurahan Cambayya hasil rekap kemudian dimasukkan pada tabel analisis Chi Kuadrat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel 4.15: Uji Chi Kuadrad Kepadatan bangunan dilingkungan Kelurahan Cambayya

X X

FH

Y 1 2 3 4 1 2 1 2

Y 1 5 20 5 10 40 4 20 0,25 5,00 5,25

2 5 10 5 40 60 6 30 0,17 3,33 3,50

10 30 10 50 100

8,75

db 3,00

x² Tabel 3,84

Kesimpulan Berpengaruh

Sumber : Analisis Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.15 diatas,dapat dilihat bahwa faktor kepadatan bangunan di Kelurahan Cambayya menurut uji chi Square, selanjutnya untuk mengukur tingkat pengaruh tersebut maka dilakukan uji kontingensi dimana:

= 0,28 Pengaruh Lemah 8,75

(100 + 8,75)

j. Analisa rumah memiliki kamar mandi dan wc di Kelurahan Cambayya.

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X10 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil kuesioner dengan masyarakat Kelurahan Cambayya hasil rekap kemudian dimasukkan pada tabel analisis Chi Kuadrat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel 4.16: Uji Chi Kuadrad rumah memiliki kamar mandi dan wc di Kelurahan Cambayya.

Sumber : Analisis Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.16 diatas,dapat dilihat bahwa rumah memiliki kamar mandi dan wc di Kelurahan Cambayya.menurut uji chi Square, selanjutnya untuk mengukur tingkat pengaruh tersebut maka dilakukan uji kontingensi dimana:

= 0,5 Pengaruh sangat lemah

X X

FH

Y 1 2 1 2 1 2

Y 1 15 25 40 28 12 6,04 14,08 20,12

2 55 5 60 42 18 4,02 9,39 13,41

70 30 100

33,53

db 1,00

x² Tabel 3,84

Kesimpulan Berpengaruh

33,53 (100 + 33,53)

k. Analisa jenis rumah masyarakat Di Kelurahan Cambayya.

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X11 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil kuesioner dengan masyarakat Kelurahan Cambayya hasil rekap kemudian dimasukkan pada tabel analisis Chi Kuadrat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel 4.17: Uji Chi Kuadrad jenis rumah masyarakat Di Kelurahan Cambayya.

X X

FH

Y 1 2 3 1 2 1 2

Y 1 10 10 20 40 6 24 2,67 0,67 3,33

2 5 15 40 60 9 36 1,78 0,44 2,22

15 25 60 100

5,56

db 2,00

x² Tabel 3,84

Kesimpulan Berpengaruh

Sumber : Analisis Tahun 2021

Dari hasil tabel 4.17 diatas, dapat dilihat bahwa jenis rumah masyarakat yang ada di Keluraha Cambayya menurut uji kuadrat Untuk mengukur tingkat pengaruh dari jenis rumah yang ada dengan permukiman kumuh maka selanjutnya dilakukan uji kontingensi dimana:

= 0,22 Pengaruh Lemah 5,56

(100 + 5,56)

l. Analisa Kondisi Rumah di Kelurahan Cambayya.

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X12 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil kuesioner dengan masyarakat Kelurahan Cambayya hasil rekap kemudian dimasukkan pada tabel analisis Chi Kuadrat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel 4.18: Uji Chi Kuadrad Kondisi Rumah di Kelurahan Cambayya

Sumber : Analisis Tahun 2021

Dari hasil tabel 4.18 diatas, dapat dilihat bahwa kondisi rumah masyarakat yang ada di Kelurahan Cambayya menurut uji kuadrat Untuk mengukur tingkat pengaruh dari kondisi rumah yang ada dengan permukiman kumuh maka selanjutnya dilakukan uji kontingensi dimana:

= 0,1 Pengaruh Sangat Lemah m. Analisa rumah yang sudah tersambungkan listrik dari PLN.

Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara variabel X13 dan Y maka digunakan metode analisis Chi Kuadrat berdasarkan hasil

X X

FH

Y 1 2 3 1 2 1 2

Y 1 10 10 20 40 10 24 0,00 0,67 0,67

2 15 5 40 60 15 36 0,00 0,44 0,44

25 25 60 100

1,11

db 2,00

x² Tabel 3,84

Kesimpulan Tidak Berpengaruh

1,11 (100 + 1,11)

Dokumen terkait