BAB IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
D. Perencanaan Jaringan Distribusi
a). Analisa perhitungan dengan metode hardy Cross
Untuk melakukan perhitungan dengan metode Hardy Cross pertama kali dilakukan pembagian jaringan menjadi 11 jaringan. Kemudian menentukan debit aliran melalui setiap pipa berdasarkan persamaan kontinuitas, nilai debit aliran ini diperkirakan. Pada setiap simpul debit aliran menuju dan meninggalkan titik adalah sama. Sebagai contoh pada titik simpul 1, debit aliran menuju titik A adalah 0.015053 m3/detik. Menurut hukum kontinuitas debit aliran yang
Liter/periode Liter/jam Liter/detik m3/detik
I 95634 31878 8.86 0.0089
II 44515 14838 4.12 0.0041
III 29677 7419 2.06 0.0021
IV 89030 13774 3.83 0.0038
V 29677 5935 1.65 0.0016
VI 14838 2968 0.82 0.0008
Jumlah 303372 76813 21.337 0.0213
Periode Pemakaian air
sumber : hasil perhitungan
meninggalkan titik 1 harus sama dengan 0.015053 m3/detik. Dengan cara yang sama ditentukan debit aliran melalui pipa - pipa yang lainnya.Debit aliran yang ditetapkan dalam langkah pertama ini merupakan pendekatan yang biasanya belum benar, sehingga diperlukan koreksi guna memperbaiki debit tersebut yang akhimya sampai pada debit yang benar. Untuk itu jaringan pipa dibagi menjadi sejumlah jaringan tertutup sehingga tiap pipa termasuk dalam satu jaringan.
Pembagian debit aliran awal dapat dilihat pada gambar 7
Gambar 11 Pembagian debit aliran awal masing-masing pipa (Qo)
Reservoir Q = 260 m3
P6 , D : 2Inch
Campagaloe Q = 54.18 m3/hari
P3 , D : 2 Inch
Bontosua Q = 47.67 m3/hari
P8 , D : 2 Inch Balangloe Q = 43.96 m3/hari
P9 , D : 1.5 Inch Bonto Jannang
37.59 m3/hari
P11 , D : 1.5 Inch Samataring Q = 39.27 m3/hari P10 , D : 2.5 Inch
Q= 84.63 m3/hari P2 , D : 3 Inch Q = 152.60 m3/hari
P1 , D : 4.5 Inch Q = 318.78 m3/hari
P7 , D : 3.5 Inch Q = 166.18 m3/hari
P4 , D : 2.5 Inch Q = 104.93 m3/hari
P5, D : 2 Inch Gudanga Q = 50.75 m3/hari
P12 , D : 2 Inch Punnanere Q = 45.36 m3/hari
Setelah dilakukan pembagian debit aliran, maka dilakukan perhitungan kehilangan tinggi tekanan dan koreksi debit pada sistem jaringan pipa pada iterasi 1 pipa I.
Dimana :
L = 2524 m ( panjang pipa ) D = 0,114 m (diameter pipa)
C = 100 (koefisien kekasaran untuk pipa Galvanis) Ditanya :
Hitung kehilangan tinggi tekanan (hf) ? Hitung koreksi debit aliran (AQ) Hitung debit aliran sebenarnya ?
Asumsikan debit aliran awal (Qo),dengan pemisalan diperoleh nilai 0.0150535 m3/detik
Tabel 3 hal. 41 K =
K =
K = 208,347.353
hf = 208,347.353 x 0,0150535 1,85 = 88.597 m
Hitung nilai βπ
ππ = 88.597
0,0150535 = 5,855.452 m
Dengan cara yang sama dihitung untuk pipa no 2,3 dan seterusnya kemudian nilai Head Loss (hf) masing βmasing pipa di jumlahkan seperti pada
10,7. πΏ πΆ1,85β π·4,87
10,7π 2524 1001,85π0,1144,87
tabel 17. pipa 1. Sehingga di peroleh βhf = 88.597 m dengan jumlah nilai Head Pipa 1 persatuan laju aliran sehingga di peroleh sebesar β βπ
ππ = 5,855.45 m
βQ =
βQ = 88.597
1,85 π 5,855.45
= -0,00814 m3/detik
Maka debit aliran untuk pipa 1 diperoleh : Rumus 28 hal 40
Q = Qo + ΞQ
= 0.0150535 + (-0,00814) = 0.006916 m3/detik
Dengan cara yang sama masing-masing jaringan untuk tiap pipa, maka hasilnya dibuat dalam Tabel dengan menggunakan Microsoft Excel.
β β βπ 1,85 βππ₯ππβπ
Tabel 17. Perhitungan Hardy Cross
Tabel 18. Faktor Koreksi Iterasi
Karena nilai ΞQ Iterasi pertama sudah mendekati nilai 0 (balance) dimana arah dan debit aliran sudah konstan sehingga perhitungan Hardy Cross dihentikan pada Iterasi ini.
L ΞQ
(m) m3/dtk
1 2524 208,347.353 5,885.45 -0.00814
2 200 118,930.450 1,796.13 -0.00390
3 218 933,864.771 5,245.86 -0.00122
4 213 307,790.591 3,380.99 -0.00268
5 135 578,310.753 3,426.15 -0.00130
6 360 1,542,162.007 9,658.68 -0.00138
7 375 222,994.594 3,620.85 -0.00424
8 265 1,135,202.589 5,952.47 -0.00112
9 300 5,216,754.518 23,946.19 -0.00096
10 326 471,078.556 4,310.36 -0.00216
11 176 3,060,495.984 14,580.35 -0.00100
12 154 659,702.636 3,552.59 -0.00116
Sumber : Hasil Perhitungan
27.0380 7.6096 12.9431 11.8089 16.7529 8.2109 24.7117 28.4142 12.3567 42.5065 17.2260 0.0018544
0.0021420
100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 0.0072061
0.0022511 0.0049550 0.0023965 0.0025585 0.0078474 0.0020759 0.0017751 0.0039964
No PIPA d Qo
C K hf hf/Qo
(m) m3/dtk
0.1143 0.0150535 100 88.5967
0.0762 0.0508 0.0635 0.0508 0.0508 0.0762 0.0508 0.0381 0.0635 0.0381 0.0508
loop βhf
1 88.597
2 12.943
3 11.809
4 16.753
5 8.211
6 24.712
7 28.414
8 12.357
9 42.506
10 17.226
11 27.038
12 7.610
14580.353 -0.0010
βhf/Qo ΞQ
5885.452 -0.0081
1796.135 -0.0039
5245.862 -0.0012
3620.852 -0.0042
3552.587 -0.0012
3380.995 -0.0027
3426.150 -0.0013
9658.676 -0.0014
5952.465 23946.185
4310.359
-0.0011 -0.0010 -0.0022
b). Kapasitas Pompa
Untuk menentukan efisiensi pompa dengan menghitung kapasitas pompa sebagai berikut :
Diameter pipa pompa = 10.16 cm (4 inchi)
Tebal akuifer = 100.7 m
Konduktivitas hidrolis akuifer = 0.23118 m3/detik Maka dipakai persamaan yaitu :
Rumus
ππππ₯ = 2π₯3.14π₯0.0508π₯100.7π₯ {β0.23118
15 } = 0.0077 m3/dtk
= 7.7 l/dtk
Jadi kapasitas pompa adalah 7.7 l/det c). Spesifikasi Pompa
Merk : Pedrollo
Code : PO416
Harga List
Harga : Rp 10.600.000,00
Berat : 30 Kg
Daya Output : 950 Watt Daya Input Start : 2500 Watt
Daya Hisap :
Daya Dorong : 100 meter
ο·ο·οΈ
οΆ
ο§ο§ο¨
ο ο¦
ο½2 15
max
D K r
Q ο° w
kebutuhan ketersedian liter/jam ltr/jam
1.00 2968 11160 30 2967.68072 30 2937.680722
2.00 2968 11160 30 5935.36144 60 5875.361443
3.00 2968 11160 30 8903.04216 90 8813.042165
4.00 2968 11160 30 11870.7229 120 11750.72289
5.00 2968 11160 30 14838.4036 150 14688.40361
6.00 29677 11160 30 44515.2108 180 44335.21082
7.00 29677 11160 30 74192.018 210 73982.01804
8.00 29677 11160 30 103868.825 240 103628.8253
9.00 14838 11160 30 118707.229 270 118437.2289
10.00 14838 11160 30 133545.632 300 133245.6325
11.00 14838 11160 30 148384.036 330 148054.0361
12.00 7419 11160 30 155803.238 360 155443.2379
13.00 7419 11160 30 163222.44 390 162832.4397
14.00 7419 11160 30 170641.641 420 170221.6415
15.00 7419 11160 30 178060.843 450 177610.8433
16.00 13774 11160 30 191834.913 480 191354.9127
17.00 13774 11160 30 205608.982 510 205098.982
18.00 13774 11160 30 219383.051 540 218843.0514
19.00 13774 11160 30 233157.121 570 232587.1208
20.00 5935 11160 30 239092.482 600 238492.4822
21.00 5935 11160 30 245027.844 630 244397.8437
22.00 5935 11160 30 250963.205 660 250303.2051
23.00 5935 11160 30 256898.567 690 256208.5666
24.00 5935 11160 30 262833.928 720 262113.928
262113.928 2,937.6807
Volume Reservoir 259,176
Sumber : Hasil perhitungan
Maksimum Minimum
Maksimum - Minimum Jam
Pemakaian ltr/jam Rata-rata Kumulatif
Fluktuasi
Kumulatif Rata-Rata
Selisih Fluktuasi Rata-Rata Total Head : 100 meter
Debit Air : 8.5 liter/detik pada head 85 m
Outlet : 3 inch
d). Reservoir sebagai system penyediaan air bersih
Jumlah air yang dibutuhkan di kecamatan Batang setiap harinya adalah 29,667 liter/jam.
Tabel 19. Analisa fluktuasi kebutuhan air dalam rangka perhitungan kebutuhan reservoir
Gambar 23. Grafik estimasi pemakaian air per jam
Dengan demikian Reservoir dapat dihitung dimensinya dengan ukuran volume 259.176 m3 = 260 m3.
Volume reservoir adalah 260 m3 = 260,000 liter
Pompa akan berhenti bekerja apabila air dalam reservoir volumenya tinggal 20%
dari volume total, sehingga volume reservoir menjadi : 260,000 liter x 20 % = 52,000 liter
Jadi pompa akan bekerja apabila volume reservoir hanya 260,000 liter β 52,000 liter = 208,000 liter
Dan Jangka waktu pengisian reservoir : 208.000 Kapasitas pompa (Q) = 208,000
7.7 = 27,012 detik
= 7.5 jam
Jadi waktu yang diperlukan pompa untuk mengisi reservoir adalah 7.5 jam.
f). Diameter pipa distribusi
Kecepatan standar dalam pipa biasanya sebesar 0.9 β 1.5 m/detik dan batas maksimunnya berkisar 1.5 β 2.0 m/detik. Bila kecepatan aliran pipa yang digunakan sebesar 1.5 m/detik, maka diameter pipa distribusi dapat dihitung sebagai berikut :
ο· Untuk Pipa 1 : Qp = V x A
π· = β4 π₯ππ
π π₯ ππ
π· = β4 π₯0.0150
3.14 π₯ 1.7
= 0.106 =10.6 cm = 4.5 inchi Kerugian Head pada pipa
Γ4.5 inchi = 0.106 m L = 2524 m
Q = 0.0150 m3/det Luas penampang (A)
π΄ =π π₯ π·2
4
π΄ =3.14 π₯ 0.1062 4
= 0.010256 m2 Kecepatan (V)
π =π
π΄
π = 0.0150
0.010256
= 1.468 m/det π»π = ππΏ π₯ π2
π· π₯ 2π
π = 0.002 +0.0005
0.0075
= 0.0087
π»π = 0.0087 2524 π₯ 1.4682 0.114 π₯( 2π₯9.81)
= 2.096 m
Pada belokan (elbow 90ΒΊ) Menurut Mays Larry W. Water Resources Engineering (1st ed). John Wiley & sons (Asia) Pte, Ltd.Singapore. (2004), diketahui nilai koefisien (K) untuk elbow 90o standar adalah sebesar 0,25. Maka didapat nilai Hf untuk elbow 90o adalah : π»π = πΎπ2
2π
π»π = 0.251.4682
2π₯9.81
= 0.0275 m
Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.096 + 0.0275 = 2.124 m
ο· Untuk Pipa 2 : Qp = V x A π· = β4 π₯ππ
π π₯ ππ
π· = β4 π₯0.00720
3.14 π₯ 1.7
= 0.073 =7.3 cm = 2.8 inchi = 3 inchi Kerugian Head pada pipa
Γ3 inchi = 0.0762 m
L = 200 m
Q =0.00720 m3/det Luas penampang (A)
π΄ =π π₯ π·2
4
π΄ =3.14 π₯ 0.07622 4
= 0.004558 m2 Kecepatan (V)
π =π
π΄
π = 0.00720
0.004558
= 1.580 m/det π»π = ππΏ π₯ π2
π· π₯ 2π
π = 0.002 +0.0005
0.0075
= 0.0087
π»π = 0.0087 154 π₯ 1.5802 0.0762 π₯( 2π₯9.81)
=2.908 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)
π»π = πΎπ2
2π
π»π = 0.251.5802
2π₯9.81
= 0.0318 m
Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.908 + 0,0318 = 2.9408 m
ο· Untuk Pipa 3 dusun Bontosua Qp = V x A
π· = β4 π₯ππ
π π₯ ππ
π· = β4 π₯0.00225
3.14 π₯ 1.7
= 0.041 = 4.1 cm = 1.6 inchi = 2 inchi Kerugian Head pada pipa
Γ2 inchi = 0.051 m L = 218 m
Q =0.00225 m3/det Luas penampang (A)
π΄ =π π₯ π·2
4
π΄ =3.14 π₯ 0.0512 4
= 0.002026 m2 Kecepatan (V)
π =π
π΄
π = 0.00225
0.002026
= 1.111 m/det π»π = ππΏ π₯ π2
π· π₯ 2π
π = 0.002 +0.0005
0.0075
= 0.0087
π»π = 0.0087 154 π₯ 1.1112 0.051 π₯( 2π₯9.81)
= 2.3496 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)
π»π = πΎπ2
2π
π»π = 0.251.111 2
2π₯9.81
= 0.0157 m
Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.3496 + 0,0157 = 2.365 m
ο· Untuk Pipa 4 Qp = V x A π· = β4 π₯ππ
π π₯ ππ
π· = β4 π₯0.004955 3.14 π₯ 1.7
= 0.0609 = 6.09 cm = 2.39 inchi = 2.5 inchi Kerugian Head pada pipa
Γ2.5 inchi = 0.0635 m L = 231 m
Q =0.004955 m3/det Luas penampang (A)
π΄ =π π₯ π·2
4
π΄ =3.14 π₯ 0.06352 4
= 0.00316 m2
Kecepatan (V) π =π
π΄
π =0.004955
0.00316
= 1.565 m/det π»π = ππΏ π₯ π2
π· π₯ 2π
π = 0.002 +0.0005
0.0075
= 0.0087
π»π = 0.0087 213 π₯ 1.5652 0.0635 π₯( 2π₯9.81)
= 3.645 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)
π»π = πΎπ2
2π
π»π = 0.25 1.565
2π₯9.81
= 0.0312 m
Maka dapat diketahui total head : Hf = 3.645 + 0,0312 = 3.676 m
ο· Untuk Pipa 5 dusun Gudanga Qp = V x A
π· = β4 π₯ππ
π π₯ ππ
π· = β4 π₯0.002397 3.14 π₯ 1.7
= 0.042 = 4.2 cm = 1.695 inchi = 2 inchi
Kerugian Head pada pipa Γ2 inchi = 0.025 cm L = 135 m
Q =0.002397 m3/det Luas penampang (A) π΄ =π π₯ π·2
4
π΄ =3.14 π₯ 0.0512 4
= 0.001963 m2 Kecepatan (V)
π =π
π΄
π =0.002397
0.001963
= 1.221 m/det π»π = ππΏ π₯ π2
π· π₯ 2π
π = 0.002 +0.0005
0.0075
= 0.0087
π»π = 0.0087 135 π₯ 1.221 2 0.051 π₯( 2π₯9.81)
= 1.785 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)
π»π = πΎπ2
2π
π»π = 0.251.2212
2π₯9.81
= 0.0190 m
Maka dapat diketahui total head : Hf = 1.785 + 0,0190 = 1.804 m
ο· Untuk Pipa 6 dusun Campagaloe Qp = V x A
π· = β4 π₯ππ
π π₯ ππ
π· = β4 π₯0.002559 3.14 π₯ 1.7
= 0.0437 = 4.37 cm = 1.75 inchi Kerugian Head pada pipa
Γ2 inchi = 0.051 m L = 360 m
Q =0.002559 m3/det Luas penampang (A)
π΄ =π π₯ π·2
4
π΄ =3.14 π₯ 0.0512 4
= 0.00196 m2 Kecepatan (V)
π =π
π΄
π =0.002559
0.00196
= 1.3037 m/det π»π = ππΏ π₯ π2
π· π₯ 2π
π = 0.002 +0.0005
0.0075
= 0.0087
π»π = 0.0087 360 π₯ 1.30372 0.051 π₯( 2π₯9.81)
= 1.426 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)
π»π = πΎπ2
2π
π»π = 0.251.30372
2π₯9.81
= 0.0216 m
Maka dapat diketahui total head : Hf = 1.426 + 0,0216 = 1.448 m
ο· Untuk Pipa 7 Qp = V x A π· = β4 π₯ππ
π π₯ ππ
π· = β4 π₯0.007847 3.14 π₯ 1.7
= 0.07668 = 7.668 cm = 3.01 inchi Kerugian Head pada pipa
Γ3.5 inchi = 0.0762 m L = 375 m
Q = 0.007847 m3/det Luas penampang (A)
π΄ =π π₯ π·2
4
π΄ =3.14 π₯ 0.07622 4
= 0.004558 m2 Kecepatan (V)
π =π
π΄
π =0.007847
0.004558
= 1.722 m/det π»π = ππΏ π₯ π2
π· π₯ 2π
π = 0.002 +0.0005
0.0075
= 0.0087
π»π = 0.0087 375 π₯ 1.7222 0.0762 π₯( 2π₯9.81)
= 2.468 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)
π»π = πΎπ2
2π
π»π = 0.251.72162
2π₯9.81
= 0.0378 m
Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.468 + 0,0378 = 2.506 m
ο· Untuk Pipa 8 dusun Balangloe Qp = V x A
π· = β4 π₯ππ
π π₯ ππ
π· = β4 π₯0.002026 3.14 π₯ 1.7
= 0.0394 = 3.94 cm = 1.55 inchi Kerugian Head pada pipa
Γ2 inchi = 0.051 m L = 265 m
Q =0.002076 m3/det Luas penampang (A)
π΄ =π π₯ π·2
4
π΄ =3.14 π₯ 0.0512 4
= 0.002026 m2 Kecepatan (V)
π =π
π΄
π =0.002076
0.002026
= 1.0247 m/det π»π = ππΏ π₯ π2
π· π₯ 2π
π = 0.002 +0.0005
0.0075
= 0.0087
π»π = 0.0087 265 π₯ 1.02472 0.051 π₯( 2π₯9.81)
= 2.289 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)
π»π = πΎπ2
2π
π»π = 0.251.02472
2π₯9.81
= 0.01338 m
Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.289 + 0,01338 = 2.442 m
ο· Untuk Pipa 9 dusun Bonto Jannang Qp = V x A
π· = β4 π₯ππ
π π₯ ππ
π· = β4 π₯0.001775 3.14 π₯ 1.7
= 0.0364 = 3.64 cm = 1.435 inchi Kerugian Head pada pipa
Γ1.5 inchi = 0.038 m L = 300 m
Q =0.001775 m3/det Luas penampang (A)
π΄ =π π₯ π·2
4
π΄ =3.14 π₯ 0.0382 4
= 0.001104 m2 Kecepatan (V)
π =π
π΄
π =0.001175
0.001104
= 1.608 m/det π»π = ππΏ π₯ π2
π· π₯ 2π
π = 0.002 +0.0005
0.0075
= 0.0087
π»π = 0.0087 300 π₯ 1.6082 0.038 π₯( 2π₯9.81)
= 2.172 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)
π»π = πΎπ2
2π
π»π = 0.251.6082
2π₯9.81
= 0.0329 m
Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.172 + 0,0329 = 2.205 m
ο· Untuk Pipa 10 Qp = V x A π· = β4 π₯ππ
π π₯ ππ
π· = β4 π₯0.003996 3.14 π₯ 1.7
= 0.0547 = 5.47 cm = 2.154 inchi Kerugian Head pada pipa
Γ2.5 inchi = 0.0635 m L = 326 m
Q =0.0040 m3/det Luas penampang (A)
π΄ =π π₯ π·2
4
π΄ =3.14 π₯ 0.06352 4
= 0.003165 m2 Kecepatan (V)
π =π
π΄
π = 0.0040
0.003165
= 1.262 m/det π»π = ππΏ π₯ π2
π· π₯ 2π
π = 0.002 +0.0005
0.0075
= 0.0087
π»π = 0.0087 326 π₯ 1.2622 0.0635 π₯( 2π₯9.81)
= 3.6288 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)
π»π = πΎπ2
2π
π»π = 0.251.2622
2π₯9.81
= 0.02031 m
Maka dapat diketahui total head : Hf = 3.6288 + 0,02031 = 3.6491 m
ο· Untuk Pipa 11 dusun Samataring Qp = V x A
π· = β4 π₯ππ
π π₯ ππ
π· = β4 π₯0.001854 3.14 π₯ 1.7
= 0.0372 = 3.72 cm = 1.467 inchi Kerugian Head pada pipa
Γ1.5 inchi = 0.038 m L = 176 m
Q =0.001854 m3/det Luas penampang (A)
π΄ =π π₯ π·2
4
π΄ =3.14 π₯ 0.0382 4
= 0.00114 m2 Kecepatan (V)
π =π
π΄
π =0.001854
0.00114
= 1.627 m/det π»π = ππΏ π₯ π2
π· π₯ 2π
π = 0.002 +0.0005
0.0075
= 0.0087
π»π = 0.0087 176 π₯ 1.6272 0.038 π₯( 2π₯9.81)
= 2.425 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)
π»π = πΎπ2
2π
π»π = 0.251.6272
2π₯9.81
= 0.03374 m
Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.425 + 0,03374 = 2.458 m
ο· Untuk Pipa 12 dusun Punnanere Qp = V x A
π· = β4 π₯ππ
π π₯ ππ
π· = β4 π₯0.002142 3.14 π₯ 1.7
= 0.0400 = 4.00 cm = 1.577 inchi Kerugian Head pada pipa
Γ2 inchi = 0.051 m L = 154 m
Q =0.002124 m3/det Luas penampang (A)
π΄ =π π₯ π·2
4
π΄ =3.14 π₯ 0.0512 4
= 0.002026 m2 Kecepatan (V)
π =π
π΄
π =0.002142
0.002026
= 1.057 m/det π»π = ππΏ π₯ π2
π· π₯ 2π
π = 0.002 +0.0005
0.0075
= 0.0087
π»π = 0.0087 154 π₯ 1.0572 0.051π₯( 2π₯9.81)
= 1.503 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)
π»π = πΎπ2
2π
π»π = 0.251.0572
2π₯9.81
= 0.0142 m
Maka dapat diketahui total head : Hf = 1.503 + 0,0142 = 1.517 m
Tabel 20. Hasil perhitungan perencanaan jaringan distribusi pada kecamatan Batang kabupaten Jeneponto.
No Perhitungan Distribusi Keterangan Hasil Analisis
a. Hardy Cross Karena nilai ΞQ Iterasi pertama sudah mendekati nilai 0 (balance) dimana arah dan debit aliran sudah konstan.
b. Kapasitas Pompa
Kapasitas Pompa adalah 7.7 liter/detik
c. Reservoir
ο· Volume Reservoir adalah 260 m3 : 260,000 liter
ο· Waktu yang diperlukan pompa untuk mengisi reservoir adalah 2 x 9.3 jam
d. Diameter Pipa
ο· Panjang pipa P1 : 2524 m d : 4.5β
ο· Panjang pipa P2 : 200 m d : 3β
ο· Panjang pipa P3 : 218 m d : 2β
ο· Panjang pipa P4 : 213 m d : 2.5β
ο· Panjang pipa P5 : 135 m d : 2β
ο· Panjang pipa P6 : 360 m d : 2β
ο· Panjang pipa P7 : 375 m d : 3β
ο· Panjang pipa P8 : 265 m d : 2β
ο· Panjang pipa P9 : 300 m d : 1.5β
ο· Panjang pipa P10 : 326 m d : 2.5β
ο· Panjang pipa P11 : 176 m d : 1.5β
ο· Panjang pipa P11 : 154 m d : 2β
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan di kecamatan Batang, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengembangan jaringan distribusi air bersih di kecamatan Batang dapat dilakukan dengan menggunakan pipa diameter : 4.5 inch, 3 inch, 2.5 inch, 2 inch, 1.5 inch dan panjang total jaringan pipa 5,246 m
2. Pengembangan jaringan distribusi air bersih di kecamatan Batang dapat dilakukan dari hasil analisa tingkat kebutuhan sampai tahun 2026 sebesar 366.10 m3/hari, dengan ketersediaan air sebesar 463.10 m3/hari yang berarti ketersediaan > kebutuhan sampai tahun 2026.
B. SARAN
1. Perlu dilakukan pengambilan data secara berkelanjutan sehingga didapat hasil yang akurat.
2. Untuk mengantisipasi laju pertambahan penduduk maka perlu kiranya untuk mencari sumber air yang baru.
Kimpraswil.
Anonim. DPU Ditjen Cipta Karya. 1987. Buku Utama Sistem Jaringan Pipa.Diktat Kursus Perpipaan Departemen Pekerjaan Umum Direktoral Jenderal Cipta Karya Direktorat Air Bersih. Jakarta : Departemen Pekerjaan Umum, Direktoral Jenderal Cipta Karya, Direktorat Air Bersih.
Anonim. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 18/PRT/M/2007. Pedoman Penyusunan Perencanaan Teknis Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Jakarta : Departemen Pekerjaan Umum, Direktoral Jenderal Cipta Karya.
Gupta S, Ram.1989, Hydrology & Hydraulic Systems, Prentice Hall, New Jersey Ihwanda, Juni, (2010). Perancangan Sistem Distribusi Air Bersih Pada Kompleks Perumahan T anjung Gading Menggunakan Metode Hardy Cross
Haestad Methods. 2001. User Guide WaterCAD v 4.5 for Windows. Waterbury CT, USA : Haestad Press. Jumarwan.-. Modul Pelatihan Sistem Penyediaan Air Minum. Malang : PDAM Kabupaten Malang.
http://carapengolahan.blogspot.co.id/2013/06/cara-pengolahan-air- bersih.html#.V8aGV0_nfIV
http://eprints.ung.ac.id/7677/5/2013-2-2-13201-811408150-bab2- 24022014035217.pdf
http://eprints.undip.ac.id/34099/5/1946_CHAPTER_II.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/38270/4/Chapter%20II.pdf Klaas, Dua. K. S. Y. (2009). Desain Jaringan Pipa. Penerbit Mandar Maju.
Bandung. Linsley, R. K dan Franzini, J. B. (1991). Teknik Sumber Daya Air Edisi Ketiga ./ilid II, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Linsley, Ray K. & Joseph B. Franzini . 1996. Teknik Sumber Daya Air Jilid I dan II, Edisi Ketiga, Terjemahan Ir. Djoko Sasongko, M.Sc., Jakarta : Erlangga.
Maryono, Agus, Dr. Ing. Ir. W. Muth, Prof. Dipl. Ing. & N. Eisenhauer, Prof. Dr.
Ing. 2003. Hidrolika Terapan, Jakarta : Pradnya Paramita.
Yogyakarta Fakultas Teknik. Univeritas Gajah Mada.
Triatmadja Radianta. 2009. Hidraulika Sistem Jaringan Perpipaan Air Minum.
Yogyakarta : Fakultas Teknik. Univeritas Gajah Mada.
Triatmodjo, Bambang. 1993. Hidraulika I. Yogyakarta : Beta Offset.
Wardiyatmoko.k 2006,Geografi untuk SMA kelas IX. Jakarta : Erlangga.
PROYEKSI PENDUDUK . Pdf. ( google.com )
Data Statistik Indonesia_Pertumbuhan penduduk ( google.com )
DIBUAT OLEH :
MASRURI (105 810 1352 10) AKHYARUDDIN (105 810 1368 10)
EXPANSION PROJECT LOCATION
DUSUN BONTOSUA Q = 47.67 m3/hari
681 Jiwa DUSUN GUDANGA
Q = 50.75 m3/hari 725 Jiwa DUSUN CAMPAGALOE
Q = 54.10 m3/hari 774 Jiwa
DUSUN SAMATARING Q = 3.27 m3/hari
561 Jiwa
DUSUN PUNNANERE Q = 45.36 m3/hari
648 Jiwa DUSUN BONTO JANNANG
Q = 37.59 m3/hari 537 Jiwa DUSUN BALANGLOE
Q = 43.96 m3/hari 628 Jiwa
DIBUAT OLEH :
MASRURI (105 810 1352 10) AKHYARUDDIN (105 810 1368 10)
EXPANSION PROJECT LOCATION
SKALA 1:50
POT. P1
pot. pipa distribusi 3"
SKALA 1:50
POT. P2, P7
DIBUAT OLEH :
MASRURI (105 810 1352 10) AKHYARUDDIN (105 810 1368 10)
EXPANSION PROJECT LOCATION
SKALA 1:50
POT. P4, P10
pot. pipa distribusi 2"
SKALA 1:50
POT. P3, P5, P6, P8, P12
DIBUAT OLEH :
MASRURI (105 810 1352 10) AKHYARUDDIN (105 810 1368 10)
EXPANSION PROJECT LOCATION
pot. pipa distribusi 1.5"
SKALA 1:50
POT. P9, P11
DIBUAT OLEH :
MASRURI (105 810 1352 10) AKHYARUDDIN (105 810 1368 10)
EXPANSION PROJECT LOCATION
800
800
500
denah pompa dan reservoir
pot. pipa distribusi 4"
SKALA 1:50
POT. A
SKALA 1:50
POMPA
A
PIPA KE SUMUR
Foto : Sumur penelitian
Foto : Rumah Pompa
Foto : Jaringan pipa yang sudah ada