• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

D. Perencanaan Jaringan Distribusi

a). Analisa perhitungan dengan metode hardy Cross

Untuk melakukan perhitungan dengan metode Hardy Cross pertama kali dilakukan pembagian jaringan menjadi 11 jaringan. Kemudian menentukan debit aliran melalui setiap pipa berdasarkan persamaan kontinuitas, nilai debit aliran ini diperkirakan. Pada setiap simpul debit aliran menuju dan meninggalkan titik adalah sama. Sebagai contoh pada titik simpul 1, debit aliran menuju titik A adalah 0.015053 m3/detik. Menurut hukum kontinuitas debit aliran yang

Liter/periode Liter/jam Liter/detik m3/detik

I 95634 31878 8.86 0.0089

II 44515 14838 4.12 0.0041

III 29677 7419 2.06 0.0021

IV 89030 13774 3.83 0.0038

V 29677 5935 1.65 0.0016

VI 14838 2968 0.82 0.0008

Jumlah 303372 76813 21.337 0.0213

Periode Pemakaian air

sumber : hasil perhitungan

meninggalkan titik 1 harus sama dengan 0.015053 m3/detik. Dengan cara yang sama ditentukan debit aliran melalui pipa - pipa yang lainnya.Debit aliran yang ditetapkan dalam langkah pertama ini merupakan pendekatan yang biasanya belum benar, sehingga diperlukan koreksi guna memperbaiki debit tersebut yang akhimya sampai pada debit yang benar. Untuk itu jaringan pipa dibagi menjadi sejumlah jaringan tertutup sehingga tiap pipa termasuk dalam satu jaringan.

Pembagian debit aliran awal dapat dilihat pada gambar 7

Gambar 11 Pembagian debit aliran awal masing-masing pipa (Qo)

Reservoir Q = 260 m3

P6 , D : 2Inch

Campagaloe Q = 54.18 m3/hari

P3 , D : 2 Inch

Bontosua Q = 47.67 m3/hari

P8 , D : 2 Inch Balangloe Q = 43.96 m3/hari

P9 , D : 1.5 Inch Bonto Jannang

37.59 m3/hari

P11 , D : 1.5 Inch Samataring Q = 39.27 m3/hari P10 , D : 2.5 Inch

Q= 84.63 m3/hari P2 , D : 3 Inch Q = 152.60 m3/hari

P1 , D : 4.5 Inch Q = 318.78 m3/hari

P7 , D : 3.5 Inch Q = 166.18 m3/hari

P4 , D : 2.5 Inch Q = 104.93 m3/hari

P5, D : 2 Inch Gudanga Q = 50.75 m3/hari

P12 , D : 2 Inch Punnanere Q = 45.36 m3/hari

Setelah dilakukan pembagian debit aliran, maka dilakukan perhitungan kehilangan tinggi tekanan dan koreksi debit pada sistem jaringan pipa pada iterasi 1 pipa I.

Dimana :

L = 2524 m ( panjang pipa ) D = 0,114 m (diameter pipa)

C = 100 (koefisien kekasaran untuk pipa Galvanis) Ditanya :

Hitung kehilangan tinggi tekanan (hf) ? Hitung koreksi debit aliran (AQ) Hitung debit aliran sebenarnya ?

Asumsikan debit aliran awal (Qo),dengan pemisalan diperoleh nilai 0.0150535 m3/detik

Tabel 3 hal. 41 K =

K =

K = 208,347.353

hf = 208,347.353 x 0,0150535 1,85 = 88.597 m

Hitung nilai β„Žπ‘“

π‘„π‘œ = 88.597

0,0150535 = 5,855.452 m

Dengan cara yang sama dihitung untuk pipa no 2,3 dan seterusnya kemudian nilai Head Loss (hf) masing –masing pipa di jumlahkan seperti pada

10,7. 𝐿 𝐢1,85βˆ’ 𝐷4,87

10,7𝑋 2524 1001,85𝑋0,1144,87

tabel 17. pipa 1. Sehingga di peroleh βˆ‘hf = 88.597 m dengan jumlah nilai Head Pipa 1 persatuan laju aliran sehingga di peroleh sebesar βˆ‘ β„Žπ‘“

π‘„π‘œ = 5,855.45 m

βˆ†Q =

βˆ†Q = 88.597

1,85 𝑋 5,855.45

= -0,00814 m3/detik

Maka debit aliran untuk pipa 1 diperoleh : Rumus 28 hal 40

Q = Qo + Ξ”Q

= 0.0150535 + (-0,00814) = 0.006916 m3/detik

Dengan cara yang sama masing-masing jaringan untuk tiap pipa, maka hasilnya dibuat dalam Tabel dengan menggunakan Microsoft Excel.

βˆ’ βˆ‘ β„Žπ‘“ 1,85 βˆ‘π‘‘π‘₯π‘„π‘œβ„Žπ‘“

Tabel 17. Perhitungan Hardy Cross

Tabel 18. Faktor Koreksi Iterasi

Karena nilai Ξ”Q Iterasi pertama sudah mendekati nilai 0 (balance) dimana arah dan debit aliran sudah konstan sehingga perhitungan Hardy Cross dihentikan pada Iterasi ini.

L Ξ”Q

(m) m3/dtk

1 2524 208,347.353 5,885.45 -0.00814

2 200 118,930.450 1,796.13 -0.00390

3 218 933,864.771 5,245.86 -0.00122

4 213 307,790.591 3,380.99 -0.00268

5 135 578,310.753 3,426.15 -0.00130

6 360 1,542,162.007 9,658.68 -0.00138

7 375 222,994.594 3,620.85 -0.00424

8 265 1,135,202.589 5,952.47 -0.00112

9 300 5,216,754.518 23,946.19 -0.00096

10 326 471,078.556 4,310.36 -0.00216

11 176 3,060,495.984 14,580.35 -0.00100

12 154 659,702.636 3,552.59 -0.00116

Sumber : Hasil Perhitungan

27.0380 7.6096 12.9431 11.8089 16.7529 8.2109 24.7117 28.4142 12.3567 42.5065 17.2260 0.0018544

0.0021420

100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 0.0072061

0.0022511 0.0049550 0.0023965 0.0025585 0.0078474 0.0020759 0.0017751 0.0039964

No PIPA d Qo

C K hf hf/Qo

(m) m3/dtk

0.1143 0.0150535 100 88.5967

0.0762 0.0508 0.0635 0.0508 0.0508 0.0762 0.0508 0.0381 0.0635 0.0381 0.0508

loop βˆ‘hf

1 88.597

2 12.943

3 11.809

4 16.753

5 8.211

6 24.712

7 28.414

8 12.357

9 42.506

10 17.226

11 27.038

12 7.610

14580.353 -0.0010

βˆ‘hf/Qo Ξ”Q

5885.452 -0.0081

1796.135 -0.0039

5245.862 -0.0012

3620.852 -0.0042

3552.587 -0.0012

3380.995 -0.0027

3426.150 -0.0013

9658.676 -0.0014

5952.465 23946.185

4310.359

-0.0011 -0.0010 -0.0022

b). Kapasitas Pompa

Untuk menentukan efisiensi pompa dengan menghitung kapasitas pompa sebagai berikut :

Diameter pipa pompa = 10.16 cm (4 inchi)

Tebal akuifer = 100.7 m

Konduktivitas hidrolis akuifer = 0.23118 m3/detik Maka dipakai persamaan yaitu :

Rumus

π‘„π‘šπ‘Žπ‘₯ = 2π‘₯3.14π‘₯0.0508π‘₯100.7π‘₯ {√0.23118

15 } = 0.0077 m3/dtk

= 7.7 l/dtk

Jadi kapasitas pompa adalah 7.7 l/det c). Spesifikasi Pompa

Merk : Pedrollo

Code : PO416

Harga List

Harga : Rp 10.600.000,00

Berat : 30 Kg

Daya Output : 950 Watt Daya Input Start : 2500 Watt

Daya Hisap :

Daya Dorong : 100 meter

οƒ·οƒ·οƒΈ

οƒΆ



οƒ— 

ο€½2 15

max

D K r

Q  w

kebutuhan ketersedian liter/jam ltr/jam

1.00 2968 11160 30 2967.68072 30 2937.680722

2.00 2968 11160 30 5935.36144 60 5875.361443

3.00 2968 11160 30 8903.04216 90 8813.042165

4.00 2968 11160 30 11870.7229 120 11750.72289

5.00 2968 11160 30 14838.4036 150 14688.40361

6.00 29677 11160 30 44515.2108 180 44335.21082

7.00 29677 11160 30 74192.018 210 73982.01804

8.00 29677 11160 30 103868.825 240 103628.8253

9.00 14838 11160 30 118707.229 270 118437.2289

10.00 14838 11160 30 133545.632 300 133245.6325

11.00 14838 11160 30 148384.036 330 148054.0361

12.00 7419 11160 30 155803.238 360 155443.2379

13.00 7419 11160 30 163222.44 390 162832.4397

14.00 7419 11160 30 170641.641 420 170221.6415

15.00 7419 11160 30 178060.843 450 177610.8433

16.00 13774 11160 30 191834.913 480 191354.9127

17.00 13774 11160 30 205608.982 510 205098.982

18.00 13774 11160 30 219383.051 540 218843.0514

19.00 13774 11160 30 233157.121 570 232587.1208

20.00 5935 11160 30 239092.482 600 238492.4822

21.00 5935 11160 30 245027.844 630 244397.8437

22.00 5935 11160 30 250963.205 660 250303.2051

23.00 5935 11160 30 256898.567 690 256208.5666

24.00 5935 11160 30 262833.928 720 262113.928

262113.928 2,937.6807

Volume Reservoir 259,176

Sumber : Hasil perhitungan

Maksimum Minimum

Maksimum - Minimum Jam

Pemakaian ltr/jam Rata-rata Kumulatif

Fluktuasi

Kumulatif Rata-Rata

Selisih Fluktuasi Rata-Rata Total Head : 100 meter

Debit Air : 8.5 liter/detik pada head 85 m

Outlet : 3 inch

d). Reservoir sebagai system penyediaan air bersih

Jumlah air yang dibutuhkan di kecamatan Batang setiap harinya adalah 29,667 liter/jam.

Tabel 19. Analisa fluktuasi kebutuhan air dalam rangka perhitungan kebutuhan reservoir

Gambar 23. Grafik estimasi pemakaian air per jam

Dengan demikian Reservoir dapat dihitung dimensinya dengan ukuran volume 259.176 m3 = 260 m3.

Volume reservoir adalah 260 m3 = 260,000 liter

Pompa akan berhenti bekerja apabila air dalam reservoir volumenya tinggal 20%

dari volume total, sehingga volume reservoir menjadi : 260,000 liter x 20 % = 52,000 liter

Jadi pompa akan bekerja apabila volume reservoir hanya 260,000 liter – 52,000 liter = 208,000 liter

Dan Jangka waktu pengisian reservoir : 208.000 Kapasitas pompa (Q) = 208,000

7.7 = 27,012 detik

= 7.5 jam

Jadi waktu yang diperlukan pompa untuk mengisi reservoir adalah 7.5 jam.

f). Diameter pipa distribusi

Kecepatan standar dalam pipa biasanya sebesar 0.9 – 1.5 m/detik dan batas maksimunnya berkisar 1.5 – 2.0 m/detik. Bila kecepatan aliran pipa yang digunakan sebesar 1.5 m/detik, maka diameter pipa distribusi dapat dihitung sebagai berikut :

ο‚· Untuk Pipa 1 : Qp = V x A

𝐷 = √4 π‘₯𝑄𝑝

πœ‹ π‘₯ 𝑉𝑠

𝐷 = √4 π‘₯0.0150

3.14 π‘₯ 1.7

= 0.106 =10.6 cm = 4.5 inchi Kerugian Head pada pipa

Ø4.5 inchi = 0.106 m L = 2524 m

Q = 0.0150 m3/det Luas penampang (A)

𝐴 =πœ‹ π‘₯ 𝐷2

4

𝐴 =3.14 π‘₯ 0.1062 4

= 0.010256 m2 Kecepatan (V)

𝑉 =𝑄

𝐴

𝑉 = 0.0150

0.010256

= 1.468 m/det 𝐻𝑓 = πœ‘πΏ π‘₯ 𝑉2

𝐷 π‘₯ 2𝑔

πœ‘ = 0.002 +0.0005

0.0075

= 0.0087

𝐻𝑓 = 0.0087 2524 π‘₯ 1.4682 0.114 π‘₯( 2π‘₯9.81)

= 2.096 m

Pada belokan (elbow 90ΒΊ) Menurut Mays Larry W. Water Resources Engineering (1st ed). John Wiley & sons (Asia) Pte, Ltd.Singapore. (2004), diketahui nilai koefisien (K) untuk elbow 90o standar adalah sebesar 0,25. Maka didapat nilai Hf untuk elbow 90o adalah : 𝐻𝑓 = 𝐾𝑉2

2𝑔

𝐻𝑓 = 0.251.4682

2π‘₯9.81

= 0.0275 m

Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.096 + 0.0275 = 2.124 m

ο‚· Untuk Pipa 2 : Qp = V x A 𝐷 = √4 π‘₯𝑄𝑝

πœ‹ π‘₯ 𝑉𝑠

𝐷 = √4 π‘₯0.00720

3.14 π‘₯ 1.7

= 0.073 =7.3 cm = 2.8 inchi = 3 inchi Kerugian Head pada pipa

Ø3 inchi = 0.0762 m

L = 200 m

Q =0.00720 m3/det Luas penampang (A)

𝐴 =πœ‹ π‘₯ 𝐷2

4

𝐴 =3.14 π‘₯ 0.07622 4

= 0.004558 m2 Kecepatan (V)

𝑉 =𝑄

𝐴

𝑉 = 0.00720

0.004558

= 1.580 m/det 𝐻𝑓 = πœ‘πΏ π‘₯ 𝑉2

𝐷 π‘₯ 2𝑔

πœ‘ = 0.002 +0.0005

0.0075

= 0.0087

𝐻𝑓 = 0.0087 154 π‘₯ 1.5802 0.0762 π‘₯( 2π‘₯9.81)

=2.908 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)

𝐻𝑓 = 𝐾𝑉2

2𝑔

𝐻𝑓 = 0.251.5802

2π‘₯9.81

= 0.0318 m

Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.908 + 0,0318 = 2.9408 m

ο‚· Untuk Pipa 3 dusun Bontosua Qp = V x A

𝐷 = √4 π‘₯𝑄𝑝

πœ‹ π‘₯ 𝑉𝑠

𝐷 = √4 π‘₯0.00225

3.14 π‘₯ 1.7

= 0.041 = 4.1 cm = 1.6 inchi = 2 inchi Kerugian Head pada pipa

Ø2 inchi = 0.051 m L = 218 m

Q =0.00225 m3/det Luas penampang (A)

𝐴 =πœ‹ π‘₯ 𝐷2

4

𝐴 =3.14 π‘₯ 0.0512 4

= 0.002026 m2 Kecepatan (V)

𝑉 =𝑄

𝐴

𝑉 = 0.00225

0.002026

= 1.111 m/det 𝐻𝑓 = πœ‘πΏ π‘₯ 𝑉2

𝐷 π‘₯ 2𝑔

πœ‘ = 0.002 +0.0005

0.0075

= 0.0087

𝐻𝑓 = 0.0087 154 π‘₯ 1.1112 0.051 π‘₯( 2π‘₯9.81)

= 2.3496 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)

𝐻𝑓 = 𝐾𝑉2

2𝑔

𝐻𝑓 = 0.251.111 2

2π‘₯9.81

= 0.0157 m

Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.3496 + 0,0157 = 2.365 m

ο‚· Untuk Pipa 4 Qp = V x A 𝐷 = √4 π‘₯𝑄𝑝

πœ‹ π‘₯ 𝑉𝑠

𝐷 = √4 π‘₯0.004955 3.14 π‘₯ 1.7

= 0.0609 = 6.09 cm = 2.39 inchi = 2.5 inchi Kerugian Head pada pipa

Ø2.5 inchi = 0.0635 m L = 231 m

Q =0.004955 m3/det Luas penampang (A)

𝐴 =πœ‹ π‘₯ 𝐷2

4

𝐴 =3.14 π‘₯ 0.06352 4

= 0.00316 m2

Kecepatan (V) 𝑉 =𝑄

𝐴

𝑉 =0.004955

0.00316

= 1.565 m/det 𝐻𝑓 = πœ‘πΏ π‘₯ 𝑉2

𝐷 π‘₯ 2𝑔

πœ‘ = 0.002 +0.0005

0.0075

= 0.0087

𝐻𝑓 = 0.0087 213 π‘₯ 1.5652 0.0635 π‘₯( 2π‘₯9.81)

= 3.645 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)

𝐻𝑓 = 𝐾𝑉2

2𝑔

𝐻𝑓 = 0.25 1.565

2π‘₯9.81

= 0.0312 m

Maka dapat diketahui total head : Hf = 3.645 + 0,0312 = 3.676 m

ο‚· Untuk Pipa 5 dusun Gudanga Qp = V x A

𝐷 = √4 π‘₯𝑄𝑝

πœ‹ π‘₯ 𝑉𝑠

𝐷 = √4 π‘₯0.002397 3.14 π‘₯ 1.7

= 0.042 = 4.2 cm = 1.695 inchi = 2 inchi

Kerugian Head pada pipa Ø2 inchi = 0.025 cm L = 135 m

Q =0.002397 m3/det Luas penampang (A) 𝐴 =πœ‹ π‘₯ 𝐷2

4

𝐴 =3.14 π‘₯ 0.0512 4

= 0.001963 m2 Kecepatan (V)

𝑉 =𝑄

𝐴

𝑉 =0.002397

0.001963

= 1.221 m/det 𝐻𝑓 = πœ‘πΏ π‘₯ 𝑉2

𝐷 π‘₯ 2𝑔

πœ‘ = 0.002 +0.0005

0.0075

= 0.0087

𝐻𝑓 = 0.0087 135 π‘₯ 1.221 2 0.051 π‘₯( 2π‘₯9.81)

= 1.785 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)

𝐻𝑓 = 𝐾𝑉2

2𝑔

𝐻𝑓 = 0.251.2212

2π‘₯9.81

= 0.0190 m

Maka dapat diketahui total head : Hf = 1.785 + 0,0190 = 1.804 m

ο‚· Untuk Pipa 6 dusun Campagaloe Qp = V x A

𝐷 = √4 π‘₯𝑄𝑝

πœ‹ π‘₯ 𝑉𝑠

𝐷 = √4 π‘₯0.002559 3.14 π‘₯ 1.7

= 0.0437 = 4.37 cm = 1.75 inchi Kerugian Head pada pipa

Ø2 inchi = 0.051 m L = 360 m

Q =0.002559 m3/det Luas penampang (A)

𝐴 =πœ‹ π‘₯ 𝐷2

4

𝐴 =3.14 π‘₯ 0.0512 4

= 0.00196 m2 Kecepatan (V)

𝑉 =𝑄

𝐴

𝑉 =0.002559

0.00196

= 1.3037 m/det 𝐻𝑓 = πœ‘πΏ π‘₯ 𝑉2

𝐷 π‘₯ 2𝑔

πœ‘ = 0.002 +0.0005

0.0075

= 0.0087

𝐻𝑓 = 0.0087 360 π‘₯ 1.30372 0.051 π‘₯( 2π‘₯9.81)

= 1.426 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)

𝐻𝑓 = 𝐾𝑉2

2𝑔

𝐻𝑓 = 0.251.30372

2π‘₯9.81

= 0.0216 m

Maka dapat diketahui total head : Hf = 1.426 + 0,0216 = 1.448 m

ο‚· Untuk Pipa 7 Qp = V x A 𝐷 = √4 π‘₯𝑄𝑝

πœ‹ π‘₯ 𝑉𝑠

𝐷 = √4 π‘₯0.007847 3.14 π‘₯ 1.7

= 0.07668 = 7.668 cm = 3.01 inchi Kerugian Head pada pipa

Ø3.5 inchi = 0.0762 m L = 375 m

Q = 0.007847 m3/det Luas penampang (A)

𝐴 =πœ‹ π‘₯ 𝐷2

4

𝐴 =3.14 π‘₯ 0.07622 4

= 0.004558 m2 Kecepatan (V)

𝑉 =𝑄

𝐴

𝑉 =0.007847

0.004558

= 1.722 m/det 𝐻𝑓 = πœ‘πΏ π‘₯ 𝑉2

𝐷 π‘₯ 2𝑔

πœ‘ = 0.002 +0.0005

0.0075

= 0.0087

𝐻𝑓 = 0.0087 375 π‘₯ 1.7222 0.0762 π‘₯( 2π‘₯9.81)

= 2.468 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)

𝐻𝑓 = 𝐾𝑉2

2𝑔

𝐻𝑓 = 0.251.72162

2π‘₯9.81

= 0.0378 m

Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.468 + 0,0378 = 2.506 m

ο‚· Untuk Pipa 8 dusun Balangloe Qp = V x A

𝐷 = √4 π‘₯𝑄𝑝

πœ‹ π‘₯ 𝑉𝑠

𝐷 = √4 π‘₯0.002026 3.14 π‘₯ 1.7

= 0.0394 = 3.94 cm = 1.55 inchi Kerugian Head pada pipa

Ø2 inchi = 0.051 m L = 265 m

Q =0.002076 m3/det Luas penampang (A)

𝐴 =πœ‹ π‘₯ 𝐷2

4

𝐴 =3.14 π‘₯ 0.0512 4

= 0.002026 m2 Kecepatan (V)

𝑉 =𝑄

𝐴

𝑉 =0.002076

0.002026

= 1.0247 m/det 𝐻𝑓 = πœ‘πΏ π‘₯ 𝑉2

𝐷 π‘₯ 2𝑔

πœ‘ = 0.002 +0.0005

0.0075

= 0.0087

𝐻𝑓 = 0.0087 265 π‘₯ 1.02472 0.051 π‘₯( 2π‘₯9.81)

= 2.289 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)

𝐻𝑓 = 𝐾𝑉2

2𝑔

𝐻𝑓 = 0.251.02472

2π‘₯9.81

= 0.01338 m

Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.289 + 0,01338 = 2.442 m

ο‚· Untuk Pipa 9 dusun Bonto Jannang Qp = V x A

𝐷 = √4 π‘₯𝑄𝑝

πœ‹ π‘₯ 𝑉𝑠

𝐷 = √4 π‘₯0.001775 3.14 π‘₯ 1.7

= 0.0364 = 3.64 cm = 1.435 inchi Kerugian Head pada pipa

Ø1.5 inchi = 0.038 m L = 300 m

Q =0.001775 m3/det Luas penampang (A)

𝐴 =πœ‹ π‘₯ 𝐷2

4

𝐴 =3.14 π‘₯ 0.0382 4

= 0.001104 m2 Kecepatan (V)

𝑉 =𝑄

𝐴

𝑉 =0.001175

0.001104

= 1.608 m/det 𝐻𝑓 = πœ‘πΏ π‘₯ 𝑉2

𝐷 π‘₯ 2𝑔

πœ‘ = 0.002 +0.0005

0.0075

= 0.0087

𝐻𝑓 = 0.0087 300 π‘₯ 1.6082 0.038 π‘₯( 2π‘₯9.81)

= 2.172 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)

𝐻𝑓 = 𝐾𝑉2

2𝑔

𝐻𝑓 = 0.251.6082

2π‘₯9.81

= 0.0329 m

Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.172 + 0,0329 = 2.205 m

ο‚· Untuk Pipa 10 Qp = V x A 𝐷 = √4 π‘₯𝑄𝑝

πœ‹ π‘₯ 𝑉𝑠

𝐷 = √4 π‘₯0.003996 3.14 π‘₯ 1.7

= 0.0547 = 5.47 cm = 2.154 inchi Kerugian Head pada pipa

Ø2.5 inchi = 0.0635 m L = 326 m

Q =0.0040 m3/det Luas penampang (A)

𝐴 =πœ‹ π‘₯ 𝐷2

4

𝐴 =3.14 π‘₯ 0.06352 4

= 0.003165 m2 Kecepatan (V)

𝑉 =𝑄

𝐴

𝑉 = 0.0040

0.003165

= 1.262 m/det 𝐻𝑓 = πœ‘πΏ π‘₯ 𝑉2

𝐷 π‘₯ 2𝑔

πœ‘ = 0.002 +0.0005

0.0075

= 0.0087

𝐻𝑓 = 0.0087 326 π‘₯ 1.2622 0.0635 π‘₯( 2π‘₯9.81)

= 3.6288 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)

𝐻𝑓 = 𝐾𝑉2

2𝑔

𝐻𝑓 = 0.251.2622

2π‘₯9.81

= 0.02031 m

Maka dapat diketahui total head : Hf = 3.6288 + 0,02031 = 3.6491 m

ο‚· Untuk Pipa 11 dusun Samataring Qp = V x A

𝐷 = √4 π‘₯𝑄𝑝

πœ‹ π‘₯ 𝑉𝑠

𝐷 = √4 π‘₯0.001854 3.14 π‘₯ 1.7

= 0.0372 = 3.72 cm = 1.467 inchi Kerugian Head pada pipa

Ø1.5 inchi = 0.038 m L = 176 m

Q =0.001854 m3/det Luas penampang (A)

𝐴 =πœ‹ π‘₯ 𝐷2

4

𝐴 =3.14 π‘₯ 0.0382 4

= 0.00114 m2 Kecepatan (V)

𝑉 =𝑄

𝐴

𝑉 =0.001854

0.00114

= 1.627 m/det 𝐻𝑓 = πœ‘πΏ π‘₯ 𝑉2

𝐷 π‘₯ 2𝑔

πœ‘ = 0.002 +0.0005

0.0075

= 0.0087

𝐻𝑓 = 0.0087 176 π‘₯ 1.6272 0.038 π‘₯( 2π‘₯9.81)

= 2.425 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)

𝐻𝑓 = 𝐾𝑉2

2𝑔

𝐻𝑓 = 0.251.6272

2π‘₯9.81

= 0.03374 m

Maka dapat diketahui total head : Hf = 2.425 + 0,03374 = 2.458 m

ο‚· Untuk Pipa 12 dusun Punnanere Qp = V x A

𝐷 = √4 π‘₯𝑄𝑝

πœ‹ π‘₯ 𝑉𝑠

𝐷 = √4 π‘₯0.002142 3.14 π‘₯ 1.7

= 0.0400 = 4.00 cm = 1.577 inchi Kerugian Head pada pipa

Ø2 inchi = 0.051 m L = 154 m

Q =0.002124 m3/det Luas penampang (A)

𝐴 =πœ‹ π‘₯ 𝐷2

4

𝐴 =3.14 π‘₯ 0.0512 4

= 0.002026 m2 Kecepatan (V)

𝑉 =𝑄

𝐴

𝑉 =0.002142

0.002026

= 1.057 m/det 𝐻𝑓 = πœ‘πΏ π‘₯ 𝑉2

𝐷 π‘₯ 2𝑔

πœ‘ = 0.002 +0.0005

0.0075

= 0.0087

𝐻𝑓 = 0.0087 154 π‘₯ 1.0572 0.051π‘₯( 2π‘₯9.81)

= 1.503 m Pada belokan (elbow 90ΒΊ)

𝐻𝑓 = 𝐾𝑉2

2𝑔

𝐻𝑓 = 0.251.0572

2π‘₯9.81

= 0.0142 m

Maka dapat diketahui total head : Hf = 1.503 + 0,0142 = 1.517 m

Tabel 20. Hasil perhitungan perencanaan jaringan distribusi pada kecamatan Batang kabupaten Jeneponto.

No Perhitungan Distribusi Keterangan Hasil Analisis

a. Hardy Cross Karena nilai Ξ”Q Iterasi pertama sudah mendekati nilai 0 (balance) dimana arah dan debit aliran sudah konstan.

b. Kapasitas Pompa

Kapasitas Pompa adalah 7.7 liter/detik

c. Reservoir

ο‚· Volume Reservoir adalah 260 m3 : 260,000 liter

ο‚· Waktu yang diperlukan pompa untuk mengisi reservoir adalah 2 x 9.3 jam

d. Diameter Pipa

ο‚· Panjang pipa P1 : 2524 m d : 4.5”

ο‚· Panjang pipa P2 : 200 m d : 3”

ο‚· Panjang pipa P3 : 218 m d : 2”

ο‚· Panjang pipa P4 : 213 m d : 2.5”

ο‚· Panjang pipa P5 : 135 m d : 2”

ο‚· Panjang pipa P6 : 360 m d : 2”

ο‚· Panjang pipa P7 : 375 m d : 3”

ο‚· Panjang pipa P8 : 265 m d : 2”

ο‚· Panjang pipa P9 : 300 m d : 1.5”

ο‚· Panjang pipa P10 : 326 m d : 2.5”

ο‚· Panjang pipa P11 : 176 m d : 1.5”

ο‚· Panjang pipa P11 : 154 m d : 2”

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan di kecamatan Batang, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Pengembangan jaringan distribusi air bersih di kecamatan Batang dapat dilakukan dengan menggunakan pipa diameter : 4.5 inch, 3 inch, 2.5 inch, 2 inch, 1.5 inch dan panjang total jaringan pipa 5,246 m

2. Pengembangan jaringan distribusi air bersih di kecamatan Batang dapat dilakukan dari hasil analisa tingkat kebutuhan sampai tahun 2026 sebesar 366.10 m3/hari, dengan ketersediaan air sebesar 463.10 m3/hari yang berarti ketersediaan > kebutuhan sampai tahun 2026.

B. SARAN

1. Perlu dilakukan pengambilan data secara berkelanjutan sehingga didapat hasil yang akurat.

2. Untuk mengantisipasi laju pertambahan penduduk maka perlu kiranya untuk mencari sumber air yang baru.

Kimpraswil.

Anonim. DPU Ditjen Cipta Karya. 1987. Buku Utama Sistem Jaringan Pipa.Diktat Kursus Perpipaan Departemen Pekerjaan Umum Direktoral Jenderal Cipta Karya Direktorat Air Bersih. Jakarta : Departemen Pekerjaan Umum, Direktoral Jenderal Cipta Karya, Direktorat Air Bersih.

Anonim. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 18/PRT/M/2007. Pedoman Penyusunan Perencanaan Teknis Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Jakarta : Departemen Pekerjaan Umum, Direktoral Jenderal Cipta Karya.

Gupta S, Ram.1989, Hydrology & Hydraulic Systems, Prentice Hall, New Jersey Ihwanda, Juni, (2010). Perancangan Sistem Distribusi Air Bersih Pada Kompleks Perumahan T anjung Gading Menggunakan Metode Hardy Cross

Haestad Methods. 2001. User Guide WaterCAD v 4.5 for Windows. Waterbury CT, USA : Haestad Press. Jumarwan.-. Modul Pelatihan Sistem Penyediaan Air Minum. Malang : PDAM Kabupaten Malang.

http://carapengolahan.blogspot.co.id/2013/06/cara-pengolahan-air- bersih.html#.V8aGV0_nfIV

http://eprints.ung.ac.id/7677/5/2013-2-2-13201-811408150-bab2- 24022014035217.pdf

http://eprints.undip.ac.id/34099/5/1946_CHAPTER_II.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/38270/4/Chapter%20II.pdf Klaas, Dua. K. S. Y. (2009). Desain Jaringan Pipa. Penerbit Mandar Maju.

Bandung. Linsley, R. K dan Franzini, J. B. (1991). Teknik Sumber Daya Air Edisi Ketiga ./ilid II, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Linsley, Ray K. & Joseph B. Franzini . 1996. Teknik Sumber Daya Air Jilid I dan II, Edisi Ketiga, Terjemahan Ir. Djoko Sasongko, M.Sc., Jakarta : Erlangga.

Maryono, Agus, Dr. Ing. Ir. W. Muth, Prof. Dipl. Ing. & N. Eisenhauer, Prof. Dr.

Ing. 2003. Hidrolika Terapan, Jakarta : Pradnya Paramita.

Yogyakarta Fakultas Teknik. Univeritas Gajah Mada.

Triatmadja Radianta. 2009. Hidraulika Sistem Jaringan Perpipaan Air Minum.

Yogyakarta : Fakultas Teknik. Univeritas Gajah Mada.

Triatmodjo, Bambang. 1993. Hidraulika I. Yogyakarta : Beta Offset.

Wardiyatmoko.k 2006,Geografi untuk SMA kelas IX. Jakarta : Erlangga.

PROYEKSI PENDUDUK . Pdf. ( google.com )

Data Statistik Indonesia_Pertumbuhan penduduk ( google.com )

DIBUAT OLEH :

MASRURI (105 810 1352 10) AKHYARUDDIN (105 810 1368 10)

EXPANSION PROJECT LOCATION

DUSUN BONTOSUA Q = 47.67 m3/hari

681 Jiwa DUSUN GUDANGA

Q = 50.75 m3/hari 725 Jiwa DUSUN CAMPAGALOE

Q = 54.10 m3/hari 774 Jiwa

DUSUN SAMATARING Q = 3.27 m3/hari

561 Jiwa

DUSUN PUNNANERE Q = 45.36 m3/hari

648 Jiwa DUSUN BONTO JANNANG

Q = 37.59 m3/hari 537 Jiwa DUSUN BALANGLOE

Q = 43.96 m3/hari 628 Jiwa

DIBUAT OLEH :

MASRURI (105 810 1352 10) AKHYARUDDIN (105 810 1368 10)

EXPANSION PROJECT LOCATION

SKALA 1:50

POT. P1

pot. pipa distribusi 3"

SKALA 1:50

POT. P2, P7

DIBUAT OLEH :

MASRURI (105 810 1352 10) AKHYARUDDIN (105 810 1368 10)

EXPANSION PROJECT LOCATION

SKALA 1:50

POT. P4, P10

pot. pipa distribusi 2"

SKALA 1:50

POT. P3, P5, P6, P8, P12

DIBUAT OLEH :

MASRURI (105 810 1352 10) AKHYARUDDIN (105 810 1368 10)

EXPANSION PROJECT LOCATION

pot. pipa distribusi 1.5"

SKALA 1:50

POT. P9, P11

DIBUAT OLEH :

MASRURI (105 810 1352 10) AKHYARUDDIN (105 810 1368 10)

EXPANSION PROJECT LOCATION

800

800

500

denah pompa dan reservoir

pot. pipa distribusi 4"

SKALA 1:50

POT. A

SKALA 1:50

POMPA

A

PIPA KE SUMUR

Foto : Sumur penelitian

Foto : Rumah Pompa

Foto : Jaringan pipa yang sudah ada

Dokumen terkait