COOKIES BAYAM SORGUM SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN TINGGI ZAT BESI UNTUK IBU HAMIL ANEMIA
B) Formula 2; C)Formula 3
Pengaruh Imbangan Terhadap Sifat Organoleptik Cookies Bayam Sorgum
Untuk mengetahui tingkat kesukaan ibu hamil terhadap
cookies bayam sorgumdengan imbangan formula 1, 2, dan 3 dilakukan uji mutu hedonik. Berdasarkan hasil pengujian dari ketiga formula oleh 30 panelis ibu hamil tidak terlatih dilihat dari keseluruhan indikator (warna, tekstur, aroma dan rasa) hasil perhitungan rata- ratanya menunjukkan bahwa para panelis memiliki nilai kesukaan yang berbeda dari ketiga sampel tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4 dibawah ini.
Tabel 4
Distribusi Frekuensi Penilaian Tingkat Kesukaan Terhadap Warna, Aroma, Rasa, Dan Tekstur Cookies Bayam Sorgum
Formula Tingkat Kesukaan Warna Aroma Rasa Tesktur
n % n % n % N %
1
Sangat tidak suka 0 0 0 0 1 3,3 0 0
agak tidak suka 0 0 4 3,3 0 0 3 10
tidak suka 2 6,7 1 3,3 0 0 4 13,3
netral 3 10 1 3,3 0 0 4 13,3
suka 14 46,7 17 56,7 16 53,3 15 50
agak suka 2 6,7 1 3,3 6 20 1 3,3
sangat suka 9 30 6 20 5 16,7 3 10
2
Sangat tidak suka 0 0 0 0 0 0 0 0
agak tidak suka 2 6,7 1 3,3 3 10 2 6,7
tidak suka 5 16,7 6 20 6 20 7 23,3
netral 6 20 4 13,3 7 23,3 6 20
suka 11 36,7 9 30 5 16,7 11 36,7
agak suka 3 10 8 26,7 5 16,7 2 6,7
sangat suka 3 10 2 6,7 4 13,3 2 6,7
3
Sangat tidak suka 1 3,3 0 0 0 0 0 0
agak tidak suka 1 3,3 4 13,3 5 16,7 1 3,3
tidak suka 12 40 9 30 9 30 7 23,3
netral 6 20 8 26,7 4 13,3 8 26,7
suka 6 20 6 20 5 16,7 13 43,3
agak suka 3 10 1 3,3 3 10 1 3,3
sangat suka 1 3,3 2 6,7 4 13,3 0 0
Tabel 4 menunjukkan berdasarkan warna sebanyak sebagian besar subjek (83.4 %) menyukai cookies bayam sorgum formula 1.
Sebagian besar sampel (80%) menyukai aroma dari
cookies formula 1, 90% sampelmenyukai rasa . dan sebagian besar tetap
menyukai tekstur
cookies formula 1 yaitusebesar 63.3%.
Hasil Uji Hedomik yang dilakukan oleh sampel, nilai rata-rata Warna, Aroma, Rasa Dan Tekstur Cookies Bayam Sorgum seperti terlihat pada table 5 di bawah ini.
A B C
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 12 No 2 Oktober 2020age 250
250 Doi:10.34011/juriskesbdg.v12i2.1775
Tabel 5
Distribusi Nilai Rerata Uji Hedomik Warna, Aroma, Rasa Dan Tekstur Cookies Bayam Sorgum
Formula n Warna Aroma Rasa Tekstur
Rerata (SD)
95% CI Rerata (SD)
95 % CI Rerata (SD)
95 % CI Rerata (SD)
95 % CI
1 30 5,43
(1,223)
4,98 - 5,89
4,93 (1,507)
4,37- 5,50
5,33 (1,184)
4,89 - 5,78
4,53 (1,358)
4,03 - 5,04
2 30 4,57
(1,357)
4,06 - 5,07
4,77 (1,331)
4,27 - 5,26
4,50 (1,570)
3,91 - 5,09
4,50 (1,570)
3,85 - 4,82
3 30 3,93
(1,337)
3,43 - 4,43
3,90 (1,348)
3,40 - 4,40
4,13 (1,676)
3,51 - 4,76
4,20 (0,961)
3,84 - 4,56
Pada tabel 5 terlihat bahwa dari segi warna, aroma, rasa maupun tekstur cookies bayam sorgum formula 1 mempunyai nilai rerata tertinggi dibandingkan formula lainnya
yaitu sebesar 5.43, 4.93, 5.33, dan 4.53.
Semakin tinggi nilai rerata maka semakin tinggi pula tingkat kesukaan sampel terhadap suatu produk.
Tabel 6
Hasil Analisis Kruskal-Wallis Perbedaan Formula Cookies Bayam Sorgum Terhadap Warna, Aroma, Rasa Dan Tekstur
Formula n
Warna Aroma Rasa Tekstur
Median
(Min-Mak) Nilai P
Median (Min- Mak)
Nilai P
Median (Min- Mak)
Nilai P
Median (Min- Mak)
Nilai P
1 30 5
(3 - 7)
0,000*
5 (3 - 7)
0,006*
5 (3 - 7)
0,007*
5 (3 - 7)
0,525
2 30 5
(3 - 7)
5 (3 - 7)
5 (3 - 7)
5 (3 - 7)
3 30 5
(3 - 7)
5 (3 - 7)
5 (3 - 7)
5 (3 - 7)
*) P < 0,05
Tabel 6 menunjukkan adanya pengaruh imbangan bayam dan tepung sorgum pada parameter warna, aroma dan rasa (p < 0.05)
cookies. Sedangkan tekstur cookies tidakterpengaruh oleh imbangan bayam dan tepung sorgum.
Cookies dengan warna,aroma, dan rasa terbaik adalah
cookiesformula 1
Tabel 7
Hasil Analisis Mann-Whitney Perbedaan Antar Formula Cookies Bayam Sorgum Terhadap
Warna, Aroma, Rasa Dan Tekstur
Nama Formul
a
Nilai P
Warna Aroma Rasa Tekstu r
1 0,016
* 0,681 0,021
* 0,49
3
1 0,000
*
0,003
*
0,003
* 0,241
2
3 0,007
*
0,013
* 0,34 0,749
2
*) P < 0,05
Tabel 7 menunjukkan hasil uji beda nilai rata-rata warna, aroma, rasa dan
tekstur antara berbagai imbangan.
Berdasarkan uji Mann-Whitney, ada perbedaan imbangan bayam dan sorgum terhadap warna dari
cookies formula 1 dan3, 1 dan 2 serta 3 dan 2 (p=0.016, 0.00, 0.007). Sedangkan untuk aroma terdapat pengaruh imbangan bayam dan sorgum terhadap formula 1 dan 2, serta 3 dan 2 (P=0.003, 0.013). Untuk rasa terdapat pengaruh imbangan bayam dan sorgum terhadap
cookies formula 1 dan 2 serta 1dan 3 (p=0.021, 0.003), sedangkan antara
cookies formula 2 dan 3 tidak terdapatperbedaan yang bermakna. Tidak terdapat perdedaan yang bermakna untuk semua formula pada parameter tekstur.
Kandungan Nilai Zat Gizi Cookies Bayam Sorgum
Untuk mengetahui kandungan zat
gizi makro, zat besi, dan serat yang terdapat
dalam
cookies bayam sorgum makadilakukan pengujian di Laboratorium
Saraswanti Genotech Bogor. Hasil
laboratorium uji kandungan gizi dapat dilihat
pada tabel 8.
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 12 No 2 Oktober 2020age 251
251 Doi:10.34011/juriskesbdg.v12i2.1775
Tabel 8
Hasil Analisis Kandungan Zat Gizi Antar Formula Cookies Bayam Sorgum
N o
Parameter Satua n
Cookie s F1
Cookie s F2
Cookie s F3 1 Energi
Total
Kcal /100 g
459,6 458,58 459,79 2 Energi
dari Lemak
Kcal /100 g
153,6 160,38 163,35
3 Karbohidr at
% 70,53 67,01 65,65
4 Protein % 10,3 7,54 8,46
5 Energi dari Protein
% 9 6,5 7,4
6 Lemak
Total
% 17,07 17,8 18,15
7 Kadar abu % 2,52 3,07 3,72
8 Kadar air % 3,92 4,56 4,02
9 Serat Pangan
% 10,33 9,56 8,13
10 Zat Besi mg /100 g
2,51 4,39 5,40
Tabel 8 menunjukkan hasil analisis kandungan zat gizi antar formula
cookiesbayam sorgum. Cookies formula 1, 2 dan 3 mempunyai kandungan energi total yang hampir sama dikisaran 450 kkal. Ketiga jenis formula
cookies bayam sorgumtersebut tinggi energi karena memiliki kandungan energi lebih dari 300 kkal.
Tabel 9
Hasil Analisis Prosentase Kecukupan Gizi Ibu Hamil Trimester 2 Terhadap Makanan Tambahan
No Kandungan Gizi
Angka Tambahan
Gizi Ibu Hamil Trimester
2
Prosentase Kecukupan Gizi
(%) F1 F2 F3
1 Energy
(kkal) 300 153 152 153
2 Protein (g) 10 103 75,4 84,6 3 Zat besi
(mg/100 g) 9 30 49 60
Berdasarkan tabel 9 diketahui bahwa
cookies formula 1, 2 dan 3 telahmemenuhi angka tambahan kecukupan energi pada Ibu Hamil di Trimester 2.
Coookies formula 1 telah memenuhi angka tambahan kecukupan protein pada Ibu Hamil Trimester 2.
PEMBAHASAN
Cookies bayam sorgum adalah
produk
cookies yang dibuat dari tepungsorgum dan daun bayam dengan beberapa bahan tambahan yang melalui tahapan
pencampuran adonan dan pemanggangan.
Cookies merupakan makanan selingan
yang mempunyai kadar air yang rendah sehingga tahan lama dengan rasa manis atau asin. Produk makanan selingan ini mempunyai tekstur yang renyah dan kering disertai dengan rasa manis sehingga cocok sebagai makanan tambahan untuk ibu hamil. Pada penelitian ini,
cookies dibuatdari tepung sorgum dan daun bayam yang merupakan bahan pangan lokal yang mudah didapatkan di masyarakat. Selain itu, bahan pangan ini mempunyai kandungan zat gizi yang baik terutama zat besi dan serat.
Bahan baku utama pada penelitian ini adalah tepung sorgum putih yang banyak dijual di pasaran dan bayam hijau dengan ukuran daun kecil. Tepung sorgum berasal dari biji sorgum putih di oleh dengan cara digiling melalui dua proses penggilingan, penggilingan pertama bertujuan untuk menghilangkan kulit biji dari Lembaga (germ). proses penggilingan kedua bertujuan untuk menghaluskan biji lembaga (germ) sampai pada derajat kehalusan yang sesuai
15.
Bayam hijau dengan ukuran daun kecil di pilih karena mempunyai kadar air yang lebih sedikit dibandingkan bayam dengan daun yang lebar. Bayam hijau adalah jenis sayuran yang banyak digunakan oleh masyarakat karena harganya murah dan mudah mengolahnya.
Manfaat bayam hijau bagi kesehatan adalah untuk pertumbuhan badan, terutama bagi anak-anak dan ibu-ibu yang sedang hamil.
Daun bayam memiliki cukup banyak kandungan protein, mineral, kalsium, zat besi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Salah satu kandungan gizi bayam yang unggul adalah kandungan zat besi (Fe) dimana jenis zat besi pada bayam merupakan jenis zat besi non-heme. Oleh karena itu, penggunaan bayam hijau dapat menambah nilai gizi besi pada produk olahan
16.
Sebagian besar sampel menyukai
warna
cookies bayam sorgum formula 1(83,4%). Warna
cookies memiliki peranterhadap penerimaan produk dan sebagai
daya tarik dan merangsang indera
penglihatan untuk memilih dan
mengkonsumsi.
Cookiesformula 1
mempunyai warna hijau muda dan sedikit
kecoklatan. Hal ini berkaitan dengan
komposisi
cookies formula satu yangJURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 12 No 2 Oktober 2020age 252
252 Doi:10.34011/juriskesbdg.v12i2.1775
mengandung 10% bayam hijau. Semakin besar imbangan bayam hijau makan warna
cookies akan semakin gelap dan semakinsedikit ibu hamil yang menyukainya. Warna hijau yang dihasilkan pada produk
cookieskarena adanya kandungan pigmen klorofil dari daun bayam. Pigmen klorofil pada daun bayam akan menghasilkan warna hijau, semakin tinggi imbangan bayam maka warna cookies yang dihasilkan akan semakin tua hijaunya. Warna kecoklatan pada
cookies bayam sorgum disebabkanadanya reaksi maillard pada saat proses pemanggangan. Pada proses pemanggangan cookies terjadi reaksi reaksi non enzimatis antara gula pereduksi dengan gugus amin bebas dari protein
17.
Sebagian besar sampel (80%) menyukai aroma dari
cookies formula 1,sedangkan sebanyak 63.4% dan 30%
sampel menyukai cookies formula 2 dan 3.
Aroma merupakan salah satu atribut yang paling banyak menentukan kelezatan dari suatu produk makanan. Aroma pada
cookies formula 1 adalah aroma khasnamun netral (tidak berbau menyengat).
Aroma yang pada
cookies karena adanyabutter dan margarin. Aroma yang terdapat pada suatu produk diperkuat dengan adanya penggunaan margarin dan butter dalam adonan. Lemak merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan biskuit karena berfungsi sebagai penambah aroma
18.
Sebanyak 90% sampel menyukai rasa dari
cookies formula 1 sedangkansebesar 46,7% dan 40% sampel menyukai
cookies formula 2 dan 3. Menurut Winarno,2002, rasa adalah parameter mutu yang terindera lewat alat pengecap pada lidah manusia. Rasa pada
cookies dipengaruhioleh gula, susu, margarin, dan tepung yang digunakan
19. Rasa yang didapatkan pada
cookies formula 1 adalah rasa manis dangurih. Semakin besar imbangan bayam hijau akan mempengaruhi rasa
cookies.Pada cookies formula 3 terdapat rasa yang agak getir.
Cookies formula 2 dan 3mempunyai imbangan bayam lebih besar dibandingkan
cookies formula 1. Sayuranhijau seperti bayam umumnya mengandung fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan.
Namun, kandungan fitokimia tersebut dapat menimbulkan rasa pahit bila dikonsumsi, jika tidak diolah dengan tepat
20.
Tekstur yang banyak disukai adalah formula 1 dengan tekstur renyah. Menurut
Rohimah, 2013 kerenyahan dalam membuat biskuit harus diperhatikan, karena merupakan salah satu faktor penentu kualitas biskuit dan sangat berhubungan dengan daya terima konsumen
21. Hasil penelitian menunjukan semakin besar imbangan bayam maka tekstur
cookiesyang didapatkan semakin kurang renyah, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Muhtar, 2017 dalam pembuatan kerupuk stik bayam, semakin banyak penambahan bayam, maka stik bayam akan semakin kurang renyah
20.
Kandungan karbohidrat pada
cookies formula 1 lebih tinggi dibandingkan cookies formula 2 dan 3. Hal inidikarenakan cookies formula 1 mempunyai komposisi tepung sorgum tertinggi dibandingkan kedua formula lainnya.
Kandungan protein sorgum 10-11% lebih tinggi dibandingkan beras giling (6-7%) dan hanya sedikit dibawah gandum (12%) (USDA, 2014).
22. Kadar lemak pada ketiga formula
cookies mempunyai nilai yanghampir sama yaitu dikisaran 17-18 %. Hal ini disebabkan bahan pembuatan
cookiesyang mengandung lemak mempunyai komposisi yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa dari ketiga formula
cookies mempunyai komposisi bahan yangstandar diluar bayam hijau dan sorgum.
Berdasarkan hasil uji kadar serat pangan, terlihat bahwa serat pangan dari
cookiesformula 1 memiliki kadasr serat pangan tertinggi dibandingkan dengan
cookiesformula 2 dan dormula 3. Cookies formula satu merupakan cookies dengan imbangan tepung gandum tertinggi (90%). Tepung sorgum mempunyai kadar serat pangan yang tinggi, sehingga semakin besar imbangan tepung sorgum makan semakin tinggi kandungan serat pangan produk
cookies. Cookies formula 1, 2 dan 3mempunyai kadar air dibawah 5%. Hasil ini telah sesuai dengan syarat mutu
cookiesSNI 01-2973-1992 bahwa kadar air cookies maksimal 5%.
Cookies formula 3 mempunyai kadar
zat besi tertinggi dibandingkan
cookiesformula 1 dan 2.
Cookies formula 3mempunyai imbangan daun bayam tebesar dibandingkan kedua formula lainnya.
Semakin tinggi imbangan bayam yang
ditambahkan, akan semakin meningkat pula
kadar zat besinya
20. Pada Ibu hamil
trimester 2 dan 3 membutuhkan
penambahan asupan zat besi sebesar 9 mg
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 12 No 2 Oktober 2020age 253
253 Doi:10.34011/juriskesbdg.v12i2.1775
(AKG, 2019).
Cookies formula 1,2 dan 3dapat menyumbangkan 30%, 49% dan 60%
penambahan kebutuhan zat besi pada ibu hamil.
Berdasarkan SNI
Cookies No. 01-2973-1992
24cookies formula 1 mempunyai kriteria yang memenuhi syarat mutu
cookies. Hal ini berkaitan dengankandungan protein yang dimiliki lebih dari 9%, kandungan lemak lebih dari 9.5%, kandungan karbohidrat lebih dari 70% dan kadar air kurang dari 5%.
Cookies formula 1, 2 dan 3 telah
memenuhi angka tambahan kecukupan energi pada Ibu Hamil di Trimester 2.
Coookies formula 1 telah memenuhi angka tambahan kecukupan protein pada Ibu Hamil Trimester 2. Zat besi dari ketiga formula
cookies belum mencapai 100%angka tambahan kecukupan zat besi pada Ibu Hamil Trimester 2. Ketiga formula
cookies hanya dapat mencukupi 30-60% zatbesi, Zat besi yang terkandung dalam
cookies Sebagian besar berasal dari bayamdan sorgum (non heme) dan sebagian kecil dari telur (heme). Penyerapan zat besi dari nabati lebih rendah dibandingkan dengan dari hewani. Ketiga formula cookies bayam sorgum selain mengandung tinggi energi, protein dan zat besi juga mengandung serat dan zat-zat gizi lain yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Serat untuk ibu hamil berfungsi untuk mencegah konstipasi yang biasa dialami oleh ibu hamil. Fungsi serat dalam makanan adalah untuk menyerap air serta meningkatkan tekstur dan volume feses,
sehingga feses mudah dikeluarkan
23. Manfaat lain dari serat untuk ibu hamil adalah dapat menurunkan tekanan darah, mencegah kanker kolon, dan dapat menurunkan kadar gula darah pada ibu hamil yang mengalami diabetes kehamilan (gestational diabetes).
SIMPULAN
Formula imbangan
cookies bayamsorgum yang paling baik tingkat kesukaannya adalah
cookies formula 1(imbangan bayam dan tepung sorgum = 10:90%).
Kandungan zat gizi
cookies bayamsorgum formula 1 per 100 g adalah energi 459.6 kkal, karbohidrat 70.53 g, protein 10.3 g, lemak 17.07 g, serat pangan 10.33, dan zat besi 2.51 mg.
Ada pengaruh imbangan bayam dan tepung sorgum terhadap warna, aroma, dan rasa
cookies bayam sorgum (p=0.00,p=0.006, p=0.007).
SARAN
Cookies
bayam sorgum dapat menjadi alternatif makanan tambahan bagi ibu hamil. Perlu dilakukan pendugaan umur simpan
cookies bayam sorgum untukmengetahui ketahanan
cookies bayamsorgum selama penyimpanan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.2017. Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (Balita, Ibu Hamil, Anak Sekolah) [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2017. p. 1–44. Available from:
http://gizi.depkes.go.id/wp-
content/uploads/2017/09/Juknis-PMT- 2017.pdf
2. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
2011. Pusat Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2010. Jakarta : Kemenkes RI
3. WHO.2016.Global Health Observatory Data Repository:Prevalence of anemia among pregnant
women.apps.who.int/gho/data/node.main.1?la ng=en
4. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
2013. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
5. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
2019. Laporan Nasional Riskesdas 2018.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
6. WHO. 2015.The global prevalence of anaemia in 2011. Geneva: World Health Organization.
7. Tambunan, Damelia .2011. Gambaran Kejadian Anemia Ibu Hamil dan Faktor-faktor Yang Berhubungan di Wilayah Kerja Puskesmas SEI Apung KABUPATEN ASAHAN Tahun 2011.Skripsi : Universitas Indonesia
8. Faridah A, Sandra N.2014. Penambahan Bayam (Amaranthus tricolor L) dalam
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 12 No 2 Oktober 2020age 254
254 Doi:10.34011/juriskesbdg.v12i2.1775
pebuatan Cookies Sebagai Fortifikasi Fe. In:
Penambahan Bayam (Amaranthus tricolor L) dalam Pembuatan Cookies sebagai Fortifikasi Fe. Padang: Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional FKPT-TPI 2014; 2014. p. 123–30.
9. Nelma. 2014. Analisis Kadar Besi (Fe) pada Bayam Merah (Irsine herbstii hook) dan Bayam Hijau (Amaranthus tricolor sp.) yang Dikonsumsi Masyarakat. J Pendidik Kim [Internet] ;6(3):62–5. Available from:
https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jpk /article/view/5547
10. Wibowo EN. 2015. Deskripsi, Morfologi, dan Kandungan Gizi Sorgum [Internet]. p. 9–35.
Available from: http://e-
journal.uajy.ac.id/11305/3/2BL01258.pdf 11. Irawan B, Sutrisna N. 2011. Prospek
Pengembangan Sorgum di Jawa barat Mendukung Diversifiksi Pangan. Forum Penelit Agro Ekon. 2011;29(2):99–113.
12. Amareta Dahlia Indah Hubungan Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan Dengan Kadar Hemoglobin Dan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (Studi Di Wilayah Kerja Puskesmas Jelbuk Kabupaten Jember) di unduh 20 Desember 2019 dari https://publikasi.polije.ac.id/index.php/jii/artic le/download/25/20
13. Hidayah, N. (2018). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Biskuit Lapis Sandwich Terhadap Perubahan Status Gizi Ibu Hamil Kurang Energi Kronis Di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes (Doctoral dissertation, Muhammadiyah University Semarang).
14. Bakri, Sri Handayani, 2017. Pengaruh Pemberian Biskuit Makanan Tambahan ( Mt) Terhadap Peningkatan Berat Badan , Kadar Hemoglobin (Hb) Dan Albumin Pada Ibu Hamil Kurang Energi Kronis Yang Mendapat
Tablet Tambah Darah (Ifa).Tesis tidak dipublikasikan. Universitas Hasanudin Makasar
15. Suarni.2014. Evaluasi Sifat Fisik dan Kandungan Kimia Biji Sorgum Setelah Penyosohan. J Stigma XII. 1:88–91.
16. Aminah S. 2016. Fortifikasi Bayam Terhadap Biskuit. Jakarta: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.
17. Stephanie, Y. Reaksi Maillard Pada Produk Pangan. Penulisan Ilmiah. Institut Pertanian Bogor; 2008
18. Setiyowati W., Nisa F. Formulasi Biskuit Tingggi Serat (Kajian Proporsi Bekatul Jagung : Tepung Terigu dan Penambahan Baking Powder). J Pangan dan Agroindustri.
2014;2:224–31.
19. Winarno, F.G., Kimia Pangan dan Gizi.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama; 2002.
20. Muchtar F, Hastian. Pengaruh Penambahan Bayam Sebagai Sumber Zat Besi Alami Dalam Pembuatan Kerupuk Stik. Prosiding Seminar;
2017.
21. Rohimah I, Sudaryati E, Nasution E. Analisis Energi dan Protein serta Uji Daya Terima Biskuit Tepung Labu Kuning dan Ikan Lele. J Gizi, Kesehat reproduksi dan Epidemiol.
2013;2(6):1–9.
22. United States Departement of Agriculture.
Sorghum bicolor (L.) Moench [Internet]. 2014 [cited 2019 Jan 5]. Available from:
https://plants.usda.gov/core/profile?symbol=S OBI2
23. Astawan, M. 2009. Panduan Karbohidrat Terlengkap. Jakarta: Dian Rakyat
24. BSN. 1992. SNI 01-2973-1992, Biskuit, di unduh 20 Desember 2019 dari laman http://sispk.bsn.go.id/SNI/DetailSNI/3324
p-ISSN 2086-6380 Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, November 2018, 9(3):179-188
e-ISSN 2548-7949 DOI: https://doi.org/10.26553/jikm.2018.9.3.179-188
Available online at
http://www.jikm.unsri.ac.id/index.php/jikm
November 2018 179