• Tidak ada hasil yang ditemukan

Formula 2; C)Formula 3

Dalam dokumen Lampiran 1 (Halaman 52-58)

COOKIES BAYAM SORGUM SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN TINGGI ZAT BESI UNTUK IBU HAMIL ANEMIA

B) Formula 2; C)Formula 3

Pengaruh Imbangan Terhadap Sifat Organoleptik Cookies Bayam Sorgum

Untuk mengetahui tingkat kesukaan ibu hamil terhadap

cookies bayam sorgum

dengan imbangan formula 1, 2, dan 3 dilakukan uji mutu hedonik. Berdasarkan hasil pengujian dari ketiga formula oleh 30 panelis ibu hamil tidak terlatih dilihat dari keseluruhan indikator (warna, tekstur, aroma dan rasa) hasil perhitungan rata- ratanya menunjukkan bahwa para panelis memiliki nilai kesukaan yang berbeda dari ketiga sampel tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4 dibawah ini.

Tabel 4

Distribusi Frekuensi Penilaian Tingkat Kesukaan Terhadap Warna, Aroma, Rasa, Dan Tekstur Cookies Bayam Sorgum

Formula Tingkat Kesukaan Warna Aroma Rasa Tesktur

n % n % n % N %

1

Sangat tidak suka 0 0 0 0 1 3,3 0 0

agak tidak suka 0 0 4 3,3 0 0 3 10

tidak suka 2 6,7 1 3,3 0 0 4 13,3

netral 3 10 1 3,3 0 0 4 13,3

suka 14 46,7 17 56,7 16 53,3 15 50

agak suka 2 6,7 1 3,3 6 20 1 3,3

sangat suka 9 30 6 20 5 16,7 3 10

2

Sangat tidak suka 0 0 0 0 0 0 0 0

agak tidak suka 2 6,7 1 3,3 3 10 2 6,7

tidak suka 5 16,7 6 20 6 20 7 23,3

netral 6 20 4 13,3 7 23,3 6 20

suka 11 36,7 9 30 5 16,7 11 36,7

agak suka 3 10 8 26,7 5 16,7 2 6,7

sangat suka 3 10 2 6,7 4 13,3 2 6,7

3

Sangat tidak suka 1 3,3 0 0 0 0 0 0

agak tidak suka 1 3,3 4 13,3 5 16,7 1 3,3

tidak suka 12 40 9 30 9 30 7 23,3

netral 6 20 8 26,7 4 13,3 8 26,7

suka 6 20 6 20 5 16,7 13 43,3

agak suka 3 10 1 3,3 3 10 1 3,3

sangat suka 1 3,3 2 6,7 4 13,3 0 0

Tabel 4 menunjukkan berdasarkan warna sebanyak sebagian besar subjek (83.4 %) menyukai cookies bayam sorgum formula 1.

Sebagian besar sampel (80%) menyukai aroma dari

cookies formula 1, 90% sampel

menyukai rasa . dan sebagian besar tetap

menyukai tekstur

cookies formula 1 yaitu

sebesar 63.3%.

Hasil Uji Hedomik yang dilakukan oleh sampel, nilai rata-rata Warna, Aroma, Rasa Dan Tekstur Cookies Bayam Sorgum seperti terlihat pada table 5 di bawah ini.

A B C

JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 12 No 2 Oktober 2020age 250

250 Doi:10.34011/juriskesbdg.v12i2.1775

Tabel 5

Distribusi Nilai Rerata Uji Hedomik Warna, Aroma, Rasa Dan Tekstur Cookies Bayam Sorgum

Formula n Warna Aroma Rasa Tekstur

Rerata (SD)

95% CI Rerata (SD)

95 % CI Rerata (SD)

95 % CI Rerata (SD)

95 % CI

1 30 5,43

(1,223)

4,98 - 5,89

4,93 (1,507)

4,37- 5,50

5,33 (1,184)

4,89 - 5,78

4,53 (1,358)

4,03 - 5,04

2 30 4,57

(1,357)

4,06 - 5,07

4,77 (1,331)

4,27 - 5,26

4,50 (1,570)

3,91 - 5,09

4,50 (1,570)

3,85 - 4,82

3 30 3,93

(1,337)

3,43 - 4,43

3,90 (1,348)

3,40 - 4,40

4,13 (1,676)

3,51 - 4,76

4,20 (0,961)

3,84 - 4,56

Pada tabel 5 terlihat bahwa dari segi warna, aroma, rasa maupun tekstur cookies bayam sorgum formula 1 mempunyai nilai rerata tertinggi dibandingkan formula lainnya

yaitu sebesar 5.43, 4.93, 5.33, dan 4.53.

Semakin tinggi nilai rerata maka semakin tinggi pula tingkat kesukaan sampel terhadap suatu produk.

Tabel 6

Hasil Analisis Kruskal-Wallis Perbedaan Formula Cookies Bayam Sorgum Terhadap Warna, Aroma, Rasa Dan Tekstur

Formula n

Warna Aroma Rasa Tekstur

Median

(Min-Mak) Nilai P

Median (Min- Mak)

Nilai P

Median (Min- Mak)

Nilai P

Median (Min- Mak)

Nilai P

1 30 5

(3 - 7)

0,000*

5 (3 - 7)

0,006*

5 (3 - 7)

0,007*

5 (3 - 7)

0,525

2 30 5

(3 - 7)

5 (3 - 7)

5 (3 - 7)

5 (3 - 7)

3 30 5

(3 - 7)

5 (3 - 7)

5 (3 - 7)

5 (3 - 7)

*) P < 0,05

Tabel 6 menunjukkan adanya pengaruh imbangan bayam dan tepung sorgum pada parameter warna, aroma dan rasa (p < 0.05)

cookies. Sedangkan tekstur cookies tidak

terpengaruh oleh imbangan bayam dan tepung sorgum.

Cookies dengan warna,

aroma, dan rasa terbaik adalah

cookies

formula 1

Tabel 7

Hasil Analisis Mann-Whitney Perbedaan Antar Formula Cookies Bayam Sorgum Terhadap

Warna, Aroma, Rasa Dan Tekstur

Nama Formul

a

Nilai P

Warna Aroma Rasa Tekstu r

1 0,016

* 0,681 0,021

* 0,49

3

1 0,000

*

0,003

*

0,003

* 0,241

2

3 0,007

*

0,013

* 0,34 0,749

2

*) P < 0,05

Tabel 7 menunjukkan hasil uji beda nilai rata-rata warna, aroma, rasa dan

tekstur antara berbagai imbangan.

Berdasarkan uji Mann-Whitney, ada perbedaan imbangan bayam dan sorgum terhadap warna dari

cookies formula 1 dan

3, 1 dan 2 serta 3 dan 2 (p=0.016, 0.00, 0.007). Sedangkan untuk aroma terdapat pengaruh imbangan bayam dan sorgum terhadap formula 1 dan 2, serta 3 dan 2 (P=0.003, 0.013). Untuk rasa terdapat pengaruh imbangan bayam dan sorgum terhadap

cookies formula 1 dan 2 serta 1

dan 3 (p=0.021, 0.003), sedangkan antara

cookies formula 2 dan 3 tidak terdapat

perbedaan yang bermakna. Tidak terdapat perdedaan yang bermakna untuk semua formula pada parameter tekstur.

Kandungan Nilai Zat Gizi Cookies Bayam Sorgum

Untuk mengetahui kandungan zat

gizi makro, zat besi, dan serat yang terdapat

dalam

cookies bayam sorgum maka

dilakukan pengujian di Laboratorium

Saraswanti Genotech Bogor. Hasil

laboratorium uji kandungan gizi dapat dilihat

pada tabel 8.

JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 12 No 2 Oktober 2020age 251

251 Doi:10.34011/juriskesbdg.v12i2.1775

Tabel 8

Hasil Analisis Kandungan Zat Gizi Antar Formula Cookies Bayam Sorgum

N o

Parameter Satua n

Cookie s F1

Cookie s F2

Cookie s F3 1 Energi

Total

Kcal /100 g

459,6 458,58 459,79 2 Energi

dari Lemak

Kcal /100 g

153,6 160,38 163,35

3 Karbohidr at

% 70,53 67,01 65,65

4 Protein % 10,3 7,54 8,46

5 Energi dari Protein

% 9 6,5 7,4

6 Lemak

Total

% 17,07 17,8 18,15

7 Kadar abu % 2,52 3,07 3,72

8 Kadar air % 3,92 4,56 4,02

9 Serat Pangan

% 10,33 9,56 8,13

10 Zat Besi mg /100 g

2,51 4,39 5,40

Tabel 8 menunjukkan hasil analisis kandungan zat gizi antar formula

cookies

bayam sorgum. Cookies formula 1, 2 dan 3 mempunyai kandungan energi total yang hampir sama dikisaran 450 kkal. Ketiga jenis formula

cookies bayam sorgum

tersebut tinggi energi karena memiliki kandungan energi lebih dari 300 kkal.

Tabel 9

Hasil Analisis Prosentase Kecukupan Gizi Ibu Hamil Trimester 2 Terhadap Makanan Tambahan

No Kandungan Gizi

Angka Tambahan

Gizi Ibu Hamil Trimester

2

Prosentase Kecukupan Gizi

(%) F1 F2 F3

1 Energy

(kkal) 300 153 152 153

2 Protein (g) 10 103 75,4 84,6 3 Zat besi

(mg/100 g) 9 30 49 60

Berdasarkan tabel 9 diketahui bahwa

cookies formula 1, 2 dan 3 telah

memenuhi angka tambahan kecukupan energi pada Ibu Hamil di Trimester 2.

Coookies formula 1 telah memenuhi angka tambahan kecukupan protein pada Ibu Hamil Trimester 2.

PEMBAHASAN

Cookies bayam sorgum adalah

produk

cookies yang dibuat dari tepung

sorgum dan daun bayam dengan beberapa bahan tambahan yang melalui tahapan

pencampuran adonan dan pemanggangan.

Cookies merupakan makanan selingan

yang mempunyai kadar air yang rendah sehingga tahan lama dengan rasa manis atau asin. Produk makanan selingan ini mempunyai tekstur yang renyah dan kering disertai dengan rasa manis sehingga cocok sebagai makanan tambahan untuk ibu hamil. Pada penelitian ini,

cookies dibuat

dari tepung sorgum dan daun bayam yang merupakan bahan pangan lokal yang mudah didapatkan di masyarakat. Selain itu, bahan pangan ini mempunyai kandungan zat gizi yang baik terutama zat besi dan serat.

Bahan baku utama pada penelitian ini adalah tepung sorgum putih yang banyak dijual di pasaran dan bayam hijau dengan ukuran daun kecil. Tepung sorgum berasal dari biji sorgum putih di oleh dengan cara digiling melalui dua proses penggilingan, penggilingan pertama bertujuan untuk menghilangkan kulit biji dari Lembaga (germ). proses penggilingan kedua bertujuan untuk menghaluskan biji lembaga (germ) sampai pada derajat kehalusan yang sesuai

15

.

Bayam hijau dengan ukuran daun kecil di pilih karena mempunyai kadar air yang lebih sedikit dibandingkan bayam dengan daun yang lebar. Bayam hijau adalah jenis sayuran yang banyak digunakan oleh masyarakat karena harganya murah dan mudah mengolahnya.

Manfaat bayam hijau bagi kesehatan adalah untuk pertumbuhan badan, terutama bagi anak-anak dan ibu-ibu yang sedang hamil.

Daun bayam memiliki cukup banyak kandungan protein, mineral, kalsium, zat besi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Salah satu kandungan gizi bayam yang unggul adalah kandungan zat besi (Fe) dimana jenis zat besi pada bayam merupakan jenis zat besi non-heme. Oleh karena itu, penggunaan bayam hijau dapat menambah nilai gizi besi pada produk olahan

16

.

Sebagian besar sampel menyukai

warna

cookies bayam sorgum formula 1

(83,4%). Warna

cookies memiliki peran

terhadap penerimaan produk dan sebagai

daya tarik dan merangsang indera

penglihatan untuk memilih dan

mengkonsumsi.

Cookies

formula 1

mempunyai warna hijau muda dan sedikit

kecoklatan. Hal ini berkaitan dengan

komposisi

cookies formula satu yang

JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 12 No 2 Oktober 2020age 252

252 Doi:10.34011/juriskesbdg.v12i2.1775

mengandung 10% bayam hijau. Semakin besar imbangan bayam hijau makan warna

cookies akan semakin gelap dan semakin

sedikit ibu hamil yang menyukainya. Warna hijau yang dihasilkan pada produk

cookies

karena adanya kandungan pigmen klorofil dari daun bayam. Pigmen klorofil pada daun bayam akan menghasilkan warna hijau, semakin tinggi imbangan bayam maka warna cookies yang dihasilkan akan semakin tua hijaunya. Warna kecoklatan pada

cookies bayam sorgum disebabkan

adanya reaksi maillard pada saat proses pemanggangan. Pada proses pemanggangan cookies terjadi reaksi reaksi non enzimatis antara gula pereduksi dengan gugus amin bebas dari protein

17

.

Sebagian besar sampel (80%) menyukai aroma dari

cookies formula 1,

sedangkan sebanyak 63.4% dan 30%

sampel menyukai cookies formula 2 dan 3.

Aroma merupakan salah satu atribut yang paling banyak menentukan kelezatan dari suatu produk makanan. Aroma pada

cookies formula 1 adalah aroma khas

namun netral (tidak berbau menyengat).

Aroma yang pada

cookies karena adanya

butter dan margarin. Aroma yang terdapat pada suatu produk diperkuat dengan adanya penggunaan margarin dan butter dalam adonan. Lemak merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan biskuit karena berfungsi sebagai penambah aroma

18

.

Sebanyak 90% sampel menyukai rasa dari

cookies formula 1 sedangkan

sebesar 46,7% dan 40% sampel menyukai

cookies formula 2 dan 3. Menurut Winarno,

2002, rasa adalah parameter mutu yang terindera lewat alat pengecap pada lidah manusia. Rasa pada

cookies dipengaruhi

oleh gula, susu, margarin, dan tepung yang digunakan

19

. Rasa yang didapatkan pada

cookies formula 1 adalah rasa manis dan

gurih. Semakin besar imbangan bayam hijau akan mempengaruhi rasa

cookies.

Pada cookies formula 3 terdapat rasa yang agak getir.

Cookies formula 2 dan 3

mempunyai imbangan bayam lebih besar dibandingkan

cookies formula 1. Sayuran

hijau seperti bayam umumnya mengandung fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan.

Namun, kandungan fitokimia tersebut dapat menimbulkan rasa pahit bila dikonsumsi, jika tidak diolah dengan tepat

20

.

Tekstur yang banyak disukai adalah formula 1 dengan tekstur renyah. Menurut

Rohimah, 2013 kerenyahan dalam membuat biskuit harus diperhatikan, karena merupakan salah satu faktor penentu kualitas biskuit dan sangat berhubungan dengan daya terima konsumen

21

. Hasil penelitian menunjukan semakin besar imbangan bayam maka tekstur

cookies

yang didapatkan semakin kurang renyah, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Muhtar, 2017 dalam pembuatan kerupuk stik bayam, semakin banyak penambahan bayam, maka stik bayam akan semakin kurang renyah

20

.

Kandungan karbohidrat pada

cookies formula 1 lebih tinggi dibandingkan cookies formula 2 dan 3. Hal ini

dikarenakan cookies formula 1 mempunyai komposisi tepung sorgum tertinggi dibandingkan kedua formula lainnya.

Kandungan protein sorgum 10-11% lebih tinggi dibandingkan beras giling (6-7%) dan hanya sedikit dibawah gandum (12%) (USDA, 2014).

22

. Kadar lemak pada ketiga formula

cookies mempunyai nilai yang

hampir sama yaitu dikisaran 17-18 %. Hal ini disebabkan bahan pembuatan

cookies

yang mengandung lemak mempunyai komposisi yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa dari ketiga formula

cookies mempunyai komposisi bahan yang

standar diluar bayam hijau dan sorgum.

Berdasarkan hasil uji kadar serat pangan, terlihat bahwa serat pangan dari

cookies

formula 1 memiliki kadasr serat pangan tertinggi dibandingkan dengan

cookies

formula 2 dan dormula 3. Cookies formula satu merupakan cookies dengan imbangan tepung gandum tertinggi (90%). Tepung sorgum mempunyai kadar serat pangan yang tinggi, sehingga semakin besar imbangan tepung sorgum makan semakin tinggi kandungan serat pangan produk

cookies. Cookies formula 1, 2 dan 3

mempunyai kadar air dibawah 5%. Hasil ini telah sesuai dengan syarat mutu

cookies

SNI 01-2973-1992 bahwa kadar air cookies maksimal 5%.

Cookies formula 3 mempunyai kadar

zat besi tertinggi dibandingkan

cookies

formula 1 dan 2.

Cookies formula 3

mempunyai imbangan daun bayam tebesar dibandingkan kedua formula lainnya.

Semakin tinggi imbangan bayam yang

ditambahkan, akan semakin meningkat pula

kadar zat besinya

20

. Pada Ibu hamil

trimester 2 dan 3 membutuhkan

penambahan asupan zat besi sebesar 9 mg

JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 12 No 2 Oktober 2020age 253

253 Doi:10.34011/juriskesbdg.v12i2.1775

(AKG, 2019).

Cookies formula 1,2 dan 3

dapat menyumbangkan 30%, 49% dan 60%

penambahan kebutuhan zat besi pada ibu hamil.

Berdasarkan SNI

Cookies No. 01-

2973-1992

24

cookies formula 1 mempunyai kriteria yang memenuhi syarat mutu

cookies. Hal ini berkaitan dengan

kandungan protein yang dimiliki lebih dari 9%, kandungan lemak lebih dari 9.5%, kandungan karbohidrat lebih dari 70% dan kadar air kurang dari 5%.

Cookies formula 1, 2 dan 3 telah

memenuhi angka tambahan kecukupan energi pada Ibu Hamil di Trimester 2.

Coookies formula 1 telah memenuhi angka tambahan kecukupan protein pada Ibu Hamil Trimester 2. Zat besi dari ketiga formula

cookies belum mencapai 100%

angka tambahan kecukupan zat besi pada Ibu Hamil Trimester 2. Ketiga formula

cookies hanya dapat mencukupi 30-60% zat

besi, Zat besi yang terkandung dalam

cookies Sebagian besar berasal dari bayam

dan sorgum (non heme) dan sebagian kecil dari telur (heme). Penyerapan zat besi dari nabati lebih rendah dibandingkan dengan dari hewani. Ketiga formula cookies bayam sorgum selain mengandung tinggi energi, protein dan zat besi juga mengandung serat dan zat-zat gizi lain yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Serat untuk ibu hamil berfungsi untuk mencegah konstipasi yang biasa dialami oleh ibu hamil. Fungsi serat dalam makanan adalah untuk menyerap air serta meningkatkan tekstur dan volume feses,

sehingga feses mudah dikeluarkan

23

. Manfaat lain dari serat untuk ibu hamil adalah dapat menurunkan tekanan darah, mencegah kanker kolon, dan dapat menurunkan kadar gula darah pada ibu hamil yang mengalami diabetes kehamilan (gestational diabetes).

SIMPULAN

Formula imbangan

cookies bayam

sorgum yang paling baik tingkat kesukaannya adalah

cookies formula 1

(imbangan bayam dan tepung sorgum = 10:90%).

Kandungan zat gizi

cookies bayam

sorgum formula 1 per 100 g adalah energi 459.6 kkal, karbohidrat 70.53 g, protein 10.3 g, lemak 17.07 g, serat pangan 10.33, dan zat besi 2.51 mg.

Ada pengaruh imbangan bayam dan tepung sorgum terhadap warna, aroma, dan rasa

cookies bayam sorgum (p=0.00,

p=0.006, p=0.007).

SARAN

Cookies

bayam sorgum dapat menjadi alternatif makanan tambahan bagi ibu hamil. Perlu dilakukan pendugaan umur simpan

cookies bayam sorgum untuk

mengetahui ketahanan

cookies bayam

sorgum selama penyimpanan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.2017. Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (Balita, Ibu Hamil, Anak Sekolah) [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2017. p. 1–44. Available from:

http://gizi.depkes.go.id/wp-

content/uploads/2017/09/Juknis-PMT- 2017.pdf

2. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

2011. Pusat Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2010. Jakarta : Kemenkes RI

3. WHO.2016.Global Health Observatory Data Repository:Prevalence of anemia among pregnant

women.apps.who.int/gho/data/node.main.1?la ng=en

4. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

2013. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

5. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

2019. Laporan Nasional Riskesdas 2018.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

6. WHO. 2015.The global prevalence of anaemia in 2011. Geneva: World Health Organization.

7. Tambunan, Damelia .2011. Gambaran Kejadian Anemia Ibu Hamil dan Faktor-faktor Yang Berhubungan di Wilayah Kerja Puskesmas SEI Apung KABUPATEN ASAHAN Tahun 2011.Skripsi : Universitas Indonesia

8. Faridah A, Sandra N.2014. Penambahan Bayam (Amaranthus tricolor L) dalam

JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 12 No 2 Oktober 2020age 254

254 Doi:10.34011/juriskesbdg.v12i2.1775

pebuatan Cookies Sebagai Fortifikasi Fe. In:

Penambahan Bayam (Amaranthus tricolor L) dalam Pembuatan Cookies sebagai Fortifikasi Fe. Padang: Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional FKPT-TPI 2014; 2014. p. 123–30.

9. Nelma. 2014. Analisis Kadar Besi (Fe) pada Bayam Merah (Irsine herbstii hook) dan Bayam Hijau (Amaranthus tricolor sp.) yang Dikonsumsi Masyarakat. J Pendidik Kim [Internet] ;6(3):62–5. Available from:

https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jpk /article/view/5547

10. Wibowo EN. 2015. Deskripsi, Morfologi, dan Kandungan Gizi Sorgum [Internet]. p. 9–35.

Available from: http://e-

journal.uajy.ac.id/11305/3/2BL01258.pdf 11. Irawan B, Sutrisna N. 2011. Prospek

Pengembangan Sorgum di Jawa barat Mendukung Diversifiksi Pangan. Forum Penelit Agro Ekon. 2011;29(2):99–113.

12. Amareta Dahlia Indah Hubungan Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan Dengan Kadar Hemoglobin Dan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (Studi Di Wilayah Kerja Puskesmas Jelbuk Kabupaten Jember) di unduh 20 Desember 2019 dari https://publikasi.polije.ac.id/index.php/jii/artic le/download/25/20

13. Hidayah, N. (2018). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Biskuit Lapis Sandwich Terhadap Perubahan Status Gizi Ibu Hamil Kurang Energi Kronis Di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes (Doctoral dissertation, Muhammadiyah University Semarang).

14. Bakri, Sri Handayani, 2017. Pengaruh Pemberian Biskuit Makanan Tambahan ( Mt) Terhadap Peningkatan Berat Badan , Kadar Hemoglobin (Hb) Dan Albumin Pada Ibu Hamil Kurang Energi Kronis Yang Mendapat

Tablet Tambah Darah (Ifa).Tesis tidak dipublikasikan. Universitas Hasanudin Makasar

15. Suarni.2014. Evaluasi Sifat Fisik dan Kandungan Kimia Biji Sorgum Setelah Penyosohan. J Stigma XII. 1:88–91.

16. Aminah S. 2016. Fortifikasi Bayam Terhadap Biskuit. Jakarta: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.

17. Stephanie, Y. Reaksi Maillard Pada Produk Pangan. Penulisan Ilmiah. Institut Pertanian Bogor; 2008

18. Setiyowati W., Nisa F. Formulasi Biskuit Tingggi Serat (Kajian Proporsi Bekatul Jagung : Tepung Terigu dan Penambahan Baking Powder). J Pangan dan Agroindustri.

2014;2:224–31.

19. Winarno, F.G., Kimia Pangan dan Gizi.

Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama; 2002.

20. Muchtar F, Hastian. Pengaruh Penambahan Bayam Sebagai Sumber Zat Besi Alami Dalam Pembuatan Kerupuk Stik. Prosiding Seminar;

2017.

21. Rohimah I, Sudaryati E, Nasution E. Analisis Energi dan Protein serta Uji Daya Terima Biskuit Tepung Labu Kuning dan Ikan Lele. J Gizi, Kesehat reproduksi dan Epidemiol.

2013;2(6):1–9.

22. United States Departement of Agriculture.

Sorghum bicolor (L.) Moench [Internet]. 2014 [cited 2019 Jan 5]. Available from:

https://plants.usda.gov/core/profile?symbol=S OBI2

23. Astawan, M. 2009. Panduan Karbohidrat Terlengkap. Jakarta: Dian Rakyat

24. BSN. 1992. SNI 01-2973-1992, Biskuit, di unduh 20 Desember 2019 dari laman http://sispk.bsn.go.id/SNI/DetailSNI/3324

p-ISSN 2086-6380 Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, November 2018, 9(3):179-188

e-ISSN 2548-7949 DOI: https://doi.org/10.26553/jikm.2018.9.3.179-188

Available online at

http://www.jikm.unsri.ac.id/index.php/jikm

November 2018 179

EFEKTIFITAS PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN-

Dalam dokumen Lampiran 1 (Halaman 52-58)