B. Analisis Fungsi dan Program Ruang
3. Pola Organisasi Ruang
a. Pola hubungan ruang horizontal
Berikut adalah pola hubungan ruang secara horizontal untuk fungsi utama dan penunjang pada tapak:
61
Gambar 34. Hubungan Ruang Horizontal.
(Sumber: analisis penulis 2021)
Pengelompokan ruang dalam tapak terbagi atas publik, semi publik dan privat, dengan batasan ruang jalan atau parkiran dan Taman.
b. Pola hubungan ruang vertical
Berikut adalah pola hubungan ruang secara vertikal untuk fungsi utama gedung:
Gambar 35. Hubungan Ruang Vertikal.
(Sumber: analisis penulis 2021)
62
Pengelompokan zona secara vertikal dimulai dari lantai terbawah hingga teratas, menunjukkan sifat fungsi ruangnya dimulai dari publik hingga privat.
c. Penzoningan
Konsep zoning ini merupakan gambaran posisi perletakan zona-zona bangunan pada perancangan tapak. Dimana fungsi primer, sekunder, dan penunjang bangunan diletakkan pada area yang sesuai dengan fungsi dari bangunan tersebut.
Gambar 36. Penzoningan.
(Sumber: analisis penulis 2021)
63
C. Analisis Tampilan Bentuk Bangunan
Perencanaan bentuk dan Landskap bangunan bertujuan untuk mendapatkan bentuk bangunan yang akan mengekspresikan fungsi bangunan tersebut. Untuk mendapatkan bentuk yang ekspresif maka tranformasi bentuk-bentuk yang dapat diadopsi ke dalam bentuk bangunan yang direncanakan sesuai dengan ciri khas yang ingin ditonjolkan dari bangunan tersebut. Penentuan pada perancangan ini didasarkan pada pertimbangan fungsi bangunan dan lingkungan tapak.
Perancangan Galeri Seni Rupa di Kota Makassar dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer, dimana hasil karya seni rupa diambil dari para perupa dalam lingkup Sulawesi Selatan khususnya kota Makassar, sehingga filosofi bentuk yang diterapkan pada bangunan ini mengadopsi bentuk dari salah satu benda/alat kesenian yang kerap paling sering digunakan oleh para pelaku seni khususnya seni rupa yakni wadah alat lukis dan bentuk landskap serta tatanan massa mengikuti bentuk tapak. Penerapan filosofi bentuk ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat dunia dan menjadi ikon kota Makassar. Untuk pengolahan bentuk ruang luar atau landskap dan tatanan Massa mengikuti bentuk tapak dan hasil Analisis tapak.
64
1. Bentuk Dasar
Gambar 37.Atap rumah (Sumber: analisis penulis 2021)
Bentuk dasar merupakan bentuk dari sebuah atap rumah yang memiliki bentuk segitiga sama sisi hal itu menjadi daya tarik bagaimana menciptakan rumah atau tempat berlindung dari beberapa karya seni rupa.
2. Olah Bentuk
Gambar 38. Olah bentuk (Sumber: analisis penulis 2021)
65
Olah bentuk merupakan proses dimana bagian-bagian tertentu yang diolah sedemikan rupa untuk medapatkan bentuk yang di inginkan.
Gambar diatas merupakan proses pemotongan setiap sisi bentuk segitiga.
3. Bentuk Akhir
Gambar 39. Bentuk 3D (Sumber: analisis penulis 2021)
Bentuk akhir merupakan gambaran bentuk sementara yang di hasilkan dari proses explorasi bentuk.
66
D. Analisis Kelengkapan Bangunan 1. Struktur
Berikut tabel penggunaan struktur yang akan diaplikasikan pada bangunan:
Tabel III.4. Aplikasi Stuktur NO BAGIAN
STRUKTUR APLIKASI STRUKTUR
1 Struktur Bawah
Pondasi Poor Sloof Beton
Bertulang
2 Struktur Tengah
Kolom Beton Bertulang
Balok Beton Bertulang
Plat Lantai Beton
3 Struktur Atas
Plat Atap
Beton Space frame
Sumber: Analisis Penulis 2021
Sebagian besar struktur menggunakan beton pracetak, dengan pertimbangan lebih ramah lingkungan. Efektifitas dan efesiensi waktu dalam pelaksanaannya, serta minim menghasilkan sampah pembangunan di lokasi pekerjaan.
Berikut berbagai penerapan struktur dalam bangunan galeri seni rupa, antara lain:
67
1. Struktur bawah: menggunakan pondasi poor, untuk sloof menggunakan beton.
2. Struktur tengah: penggunaan beton pada balok, kolom dan plat lantai.
3. Struktur atas: penggunaan atap beton, serta pada bagian atrium menggunakan rangka atap aluminium dengan kaca sebagai skylight.
2. Material
Penggunaan material-material yang mudah didapatkan dan ramah lingkungan.
Tabel III.5. Aplikasi Material No
.
Bagian Bangunan
Material Keterangan 1. Dinding Utama
Beton Pracetak
Bahan daur ulang
Hemat waktu pemasangan
Minim sampah
Penggunaan
dipadukan dengan dinding bata.
2. Dinding Utama
Batu Bata
Bahan mudah didapatkan.
Digunakan dengan pasangan berongga sebagai sirkulasi udara.
Penggunaan
dipadukan dengan dinding beton pra cetak.
3. Dinding Fasad Memberi kesan
ringan.
68 Kaca dan Glassblock
Memasukkan
pandangan dari luar dan dalam.
Memaksimalkan cahaya matahari ke dalam bangunan.
3. Kusen, Daun Pintu dan Jendela
UPVC
Unplasticised Polyvinyl Chloride
Bahan daur ulang
Hemat waktu pemasangan
Minim sampah
Motif bervariasi 4. Lantai Utama
Lantai Semen Ekspos
Hemat waktu dan biaya
Minim sampah
Dingin 5. Lantai Kantor
(Ruang Kantor)
Bambu Laminasi
Bahan daur ulang
Motif bervariasi
Tidak menyerap panas
6. Langit-langit
Ekspos
Hemat waktu dan biaya
Minim sampah
Memaksimalkan tinggi ruang 7. Fasad dan
Shading
Wood Plastic Compsite (WPC)
Bahan ramah lingkungan
Pemasangan mudah
Tetap mendapatkan kesan natural.
Terdiri dari berbagai motif.
Tahan terhadap air dan cuaca.
69 8. Finishing Atap
Utama
Green Roof
Memaksimalkan jumlah RTH tapak.
Sebagai estetika bangunan.
Membantu menjaga suhu sekitar agar tetap rendah.
Bidang yang datar dapat digunakan untuk mendukung aplikasi utilitas lainnya.
9. Finishing Atap
Genteng Aspal
Ringan sehingga tidak memerlukan struktur lebih.
Menyerap panas sehingga ruangan di bawahnya tetap sejuk.
10. Finishing Atap
Enamel
Ringan
Pemasangan mudah dan praktis
Tahan rembesan
11. Jalan/ Penutup Tanah
Paving Block Berumput
Air mudah menyerap
Aplikasi penghijauan
Mudah didapatkan
Sumber: Anasilis Penulis 2021
Beberapa pertimbangan dalam memilih material seperti bahan dasar material tersebut, waktu yang digunakan dalam pelaksanaan serta sampah yang dihasilkan setelah pengerjaan.
70
3. Utilitas
Perlengkapan bangunan agar maksimal dalam fungsi. Aplikasi- aplikasi perlengkapan bangunan yang akan digunakan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III.6. Aplikasi Utilitas N
o.
Utilitas Aplikasi Keterangan
1. Sistem Air Bersih
GWT pada reservoir bawah.
Water Tank pada reservoir atas.
Sumber air dari PDAM, sumur, air hujan &
penggunaan air bekas pakai.
2. Sistem Air Kotor
STP
penampungan dari toilet.
Grease Trap untuk buangan dapur.
Air kotor setelah melalui treatment dan filtrasi
digunakan kembali.
3. Alat Sanitari
Wastafel dengan sistem sensor,
mengurangi air yang terbuang percuma.
Penggunaan kloset jongkok dengan
Wastafel + Sensor
Kloset Jongkok Sewage Treatment Plan (STP)
Grease Trap Ground Water Tank Water Tank
71 pertimbangan kebersihan dan kesehatan.
4. Sistem Pencega han Kebakar an
Tangga darurat dengan jarak maks. 25 m dari pusat kegiatan.
Sistem
pendeteksi api dan asap otomatis.
Penggunaan alarm dan alat pemadaman manual.
Gas halon dengan
aplikasi pada fungsi yang tidak boleh kena air.
5. Sistem Telepon
Sistemkomuni kasi melalui pesawat telepon.
Pengelompoka n sesuai fungsi kerja yang ada.
6. Sistem Keaman an
Sistem keamanan dengan CCTV.
Dengan sistem monitoring pusat pada ruang
keamanan Sumber: Analisis Penulis 2021
Tangga Darurat Sprinkler
Smoke Detector Hidrant & Alarm
Gas Halon
Pesawat Telepon PABX
CCTV Monitoring
72
Penggunaan sistem yang umum serta mudah didapatkan, merupakan langkah mengurangi emisi dalam proses pengadaan barang dan
komponennya.
E. Analisis pendekatan perencanaan
Menciptakan kesan yang menarik pada desain sekaligus menjadi pembeda antara bangunan disekitarnya. Berikut beberapa komponen yang akan digunakan pada desain:
Tabel III.7. Komponen Arsitektur
No. Jenis Gambar
Keterangan
1. Lukisan Penerapan pada
fasad bangunan
2. Karya Instalasi
Sebagai vokal bangunan
73
3. Karya Kriya
Penerapan pada lingkungan
bangunan (Sclupture)
4. Karya Ilustrasi
Penerapan pada fasade bangunan
berfungsi sebangai penghalau panas
berlebih Sumber: Analisis penulis 2021
Komponen yang digunakan secara umum ialah karya-karya seni rupa yang kemudian diterapkan pada desain bangunan dengan tujuan menciptakan karakter tersendiri pada bangunan galeri seni.
74
BAB IV
KONSEP PERENCANAAN A. Situasi
Perancangan Galeri Seni Kota Rupa di Kota Makassar berlokasi di jalan Aroepala, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rapocini Kota Makassar Sulawesi Selatan. Latar belakang pemilihan lokasi di karenakan lokasi tersebut strategis untuk perncanaan Galeri Seni Rupa Lahan memiliki total luasan ±3 Ha.
Gambar 40. Situasi (Sumber: analisis penulis 2021)
B. Konsep Tapak 1. Sirkulasi
Jalan Poros Aroepala di jadikan akses utama menuju lokasi site bangunan, oleh Karena itu akses masuk dan keluar berada di jalan poros Aroepala. Pola sirkulasi menggunakan pola langsung, di mana
75
akses dekat dari pintu masuk bangunan dan parkiran. Pola sirkulasi ini diharapkan dapat memepermudah akses sirkulasi pada tapak.
Gambar 41. Sirkuslasi/akses (Sumber: analisis penulis 2021)
2. Kebisingan dan Polusi Udara
Kebisingan pada area tapak tertinggi hanya terjadi pada bagian depan tapak (site) dan di ikuti semua sisi site dengan kategori rendah.
Untuk mengurangi dampak dari tingginya tingkat kebisingan maka diperlu juga memperharikan jarak bangunan atau GSB. Selain menagatur jarak bangunan, perlu beberapa vegetasi atau pepepohonan rindang untuk meredup tinggat kebisingan baik dari darea gedung ataupun dari arah luar site.
76
Gambar 42. Konsep Kebisingan (Sumber: analisis penulis 2021)
Ruang dalam bangunan yang perlu menggunakan kedap suara ataupun tidak boleh di ganggu dengan kebisingan seperti aula, kelas seni dan beberapa area pameran. Oleh sebab itu, beberapa ruangan tersebut akan menggunakan material yang dapat menyerap suara seperti rock wool, karpet, kain (fabric), fiber mineral akustik dan panel absorber.
3. View
Berdasarkan hasil analisis pandangan, maka untuk mengoptimalkan view bangunan dari luar dan dalam bangunan sebagai berikut:
a. Bangunan di design agar pengguna bisa mengoftimalkan view yang ada di sekitar tapak.
b. Rencana pagar bangunan di buat tidak terlalu tinggi, agar tidak menghalangi view sekitarannya.
77
c. Ketinggian bangunan dioptimalkan sehingga pandangan tidak terhalang ketika berada dalam bangunan.
d. Memanfaatkan ketinggian bangunan agar terlihat dari luar tapak sehingga menjadi daya tarik pengunjung.
Gambar 43. View dari luar (Sumber: analisis penulis 2021)
C. Konsep Bentuk Bangunan
Pada bentuk dan tampilan bangunan berdasarkan pertimbangan dan kondisi tapak, studi banding, dan konsep arsitektur kontemporer yang di terapkan pada bangunan.
Bentuk bangunan juga menggunakan system analogi. Perencanaan bentuk bangunan menganalogi atap. Pembentukan dasar bentuk dari segitiga yang manjadi symbol perlindungan terhadpat beberapak karya seni rupa.
78
Gambar 44. Bentuk bangunan (Sumber: analisis penulis 2021)
D. Konsep Kelengkapan Bangunan 1. Sistem Struktur dan Material
c. Struktur
Struktur bawah bangunan menggunakan struktur pondasi Footplat dengan kedalaman modul 8 meter, dan di tambah tiang pancang. Struktur tengah bangunan menggunakan beberapa jenis ukuran kolom 100x60, 30x40 dan kolom prkatis 15x15.
Adapun untuk ukuran balok induk 40x60, balok anak 25x40 dan ringbalk 15x20. Sedangkan untuk struktur atas bangunan menggunakan struktur beton bertulang dengan atap datar dan menggunakan atap dengan rangka baja berat. Bahan penutup dinding menggunakan kaca tempered dan pasangan batu bata.
79
Gambar 45. Konsep struktur (Sumber: analisis penulis 2021) d. Material
Penggunaan material pada bangunan terdiri dari dua yaitu exterior dan interior.
1) Interior
Pada bagian interior menggunakan beberapa jenis material terutama pada lantai, dinding dan plafound.
a) Lantai
Menggunakan keramik dengan texture kasar pada area teras dan area terbuka bangunan, PVC/Vinly pada ruangan bangunan dan parket solid pada sirkulasi bangunan.
80
b) Dinding
Material yang dingunanan pada dinding yaitu pasangan batu bata dengan fhinising cat.
c) Plafond
Salah satu material yang di gunakan yaitu Gypsum 2) Exterior
Material yang dingunakan pada bangunan yaitu pasangan batu dan fhinising cat, kaca tempered dan alucopan/ACP.
Penggunaan material di atas bertujuan memberi kesan elegan pada bangunan.
Gambar 46. Kaca tempered (Sumber: analisis penulis 2021)
Gambar 47. Alucoupan (Sumber: analisis penulis 2021)
81
2. Sistem Penghawaan
Pada bangunan memiliki beberapa system penghawaan yakni penghawan alami dan buatan.
a. Penghawaan Alami
Sistem penghawaan alami digunakan secara optimal pada beberapa ruang yang tidak menggunakan penghawaan buatan.
Metode penghawaan alami dengan cara memberi bukaan atau lubang ventilasi pada beberapa bagian bangunan yang menjadi jalur masuknya udara dari luar.
Gambar 48. Konsep penghawaan alami (Sumber: analisis penulis 2021) b. Penghawaan buatan
Pada sistem penghawaan buatan di peruntukan khusus untuk ruangan tertentu saja seperti laboratorium, kelas seni, perpustakaan, aula dan tentunya area pameran.pada area tersebut menggunakan sistem penghawaan buatan berupa air conditioner (AC).
82
3. Sistem Pengcahayaan
Pada bangunan memiliki beberapa sistem yakni sistem pengcahayaan alami dan pengcahayaan buatan.
a. Pencahayaan Buatan
Pencahayaan buatan berguna untuk mencapai penerangan secara Fungisional, terutama pada ruangan-ruangan tertentu yang memerlukan penerangan secara optimal demi kelancaran kegiatan pameran, oleh karena itu beberapa jenis lampu yang di gunakan yaitu lampu neon, lampu pijar, lampu hologan dan lampu sorot.
Lampu pijar dan lampu sorot digunakan di beberapa titik area pameran yang bertujuan memberi kesan menarik pada setiap bagian bagian dari seni yang dipamerkan. Untuk penggunaaan lampu neon digunakan di beberapa titik bangunan terutama di aula, kelas seni, laboratorium, café, resto dan area pengelola.
Sedangkan untuk lagu halogen akan digunakan di beberapa titik taman.
Gambar 49. Lampu hologen (Sumber: analisis penulis 2021)
83
b. Pencahayaan Alami
Sumber pencahayaan alami bersumber dari cahaya matahari.
Sehingga pada beberapa titik di bagunan menggunakan kaca dan bukaan yang mendukung cahaya matahari langsung masuk ke area gedung.
Gambar 50. Pencahayaan alami (Sumber: analisis penulis 2021) 4. Sistem Utilitas
a. Sistem Plumbing (Air Kotor)
Dari analisis air kotor dibagi menjadi beberapa sumber, yaitu air hujan, air buangan, dan toilet.
Gambar 51. Skema air kotor (Sumber: analisis penulis 2021)
84
Gambar 52. Skema disposal padat (Sumber: analisis penulis 2021) b. Sistem Plumbing (Air Bersih)
Sistem air bersih di alirkan dari instalasi pipa induk perusahaan daerah air minum (PDAM) yang kemudian dialirkan menuju tangki bawah penampungan. Kemudian air di alirkan ke beberapa titik kebutuhan air bersih seperti taman dan masjid yang berada di site. Air juga mengalir naik ke lantai 5 menggunakan mesin pompa khusus dan di tampung di tangki kemudian di distribusikan kesetiap area dalam bangunan terutama dapur dan toilet.
Gambar 53. Skema air bersih (Sumber: analisis penulis 2021)
85
c. Sistem Distribusi listrik
Sumber listrik merupakan hal terpenting dibangunan, jaringan listrik yang bersumber dari perusahan listrik negara (PLN) yang kemudian dihubungkan ke panel induk listrik yang kemnudian di alirkan kesub panel (cabang) kemudian di instalasikan ke seluruh area bangunan. Untuk menghidari arus listrik yang mengalami masalah maka perlu di peradakan genset sebagai sumber listrik cadangan.
Gambar 54. Skema jaringan listrik (Sumber: analisis penulis 2021) d. Sistem Pembuangan Sampah
Untuk mengurangi masalah sampah yang gedung area tapak dan gedung Galeri Seni Rupa perlu dilakukan beberapa hal berikut:
1) Menyediakan tempat sampah pada tempat-tempat tertentu yang mudah akses dan di bersihkan
2) Memfasilitasi bak sampah khusus menurut jenisnya basah, kering dan berbau.
e. Sistem Keamanan
86
1) Evakuasi Kebakaran
Sistem penanggulangan bahaya kebakaran yang di pakai dalam perancangan ini adalah:
1. Menerapkan tangga darurat yang mudah dicapai.
2. Pemasangan sprinkle, hydran dan alat pemadam kebakaran api ringan (APAR).
3. Pemasangan di setiap titik bangunan alat pendeteksi kebakaran, seperti smoke detector dan heat detector.
2) Penangkal Petir
Petir merupakan gejala alam yang cukup berbahaya dan dapat menggangu sistem elektrikal dan menyebabkan kebakaran. Pemasangan sistem pananggulangan bahaya petir menggunakan franklin / konvensiaonal.
Gambar 57. Penangkal petir (Sumber: analisis penulis 2021)
87
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Galeri Seni Rupa di Kota Makassar merupakan salah satu sarana yang mendukung kegiatan para seniman ataupun mahasiswa seni terkhususnya di wilayah kota Makassar dan sekitarnya. Sehingga menajdi daya tarik tersendiri untuk ikon kota kedepannya.
Galeri Seni Rupa di Kota Makassar hadir untuk memberi wadah untuk seniman seniman dan pelajar untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan hasil karya seni mereka melalu sebuah ruang atau galeri yang layak. Galeri Seni rupa juga memberikan pemebalajaran mengenai bidang seni dan juga memiliki fasilitas penunjang seperti perpustakaan, laboratorium seni, workshop, kelas seni, aula dan terutama area galeri yang cukup luas.
Galeri Seni Rupa di Kota Makassar di design dengan konsep arsitektur kontemporer dengan bentuk analogi segitiga atap. Bentuk atap di dterapkan sebagai simbol perlindungan terhadapa karya-karya para seniman yang ada di kota Makassar ataupun sekitarnya.
88
B. Saran
Mengenai penyusunan laporan tugas akhir ini, penulis menyadari sangat jauh dari kata kesempuraan. Adapun yang menjadi dasar pertimbangan adalah sebagai berikut:
1. Hendaknya sering berkonsultasi dengan dosen pembimbing,penguji ataupun pihak-pihak yang memeiliki kapasitas pada bidang perancangan galeri seni.
2. Penulis harus memiliki banyak referensi terutama yang berkaitan dengan Galeri, Seni Rupa dan konsep yang di terapkan pada bangunan agar membudahkan dalam pengaplikasian perencanaan.
3. Dalam penyususnan Laporan tugas akhir di sarankan mencari lebih banyak lagi literatur yang mebahas tentang tema perancangan ataupun objek yang ingin di rencanakan khususnya galeri seni rupa.
4. Dalam penyusunan ini hendaknya lebih teliti mengenai tulisan dan penyusunan kalimat dan kaabsahan suber referensi.
89
DAFTAR PUSTAKA
Amri Yahya, Catalan Kunjungan Kerumah-rumah Seni di Negara Lain, Yogyakarta, 1990
Calladar dan De Chiara Joseph.Time Saver Standards For Building Types.1973.
Ching, D. K. 2000. ARSITEKTUR: Bentuk, Ruang, dan Tatanan Edisi Kedua. Penerbit Erlangga: Jakarta.
De Chiara dan Callender, Time Saver Standard for Building Types, McGraw Hill Book Company
Ebdi Sanyoto, Sadjiman, 2005, Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain, Yogyakarta
Encyclopedia of American Architecture (1975)
Google Eath. 2021. Explore, Search and Discovery. 03 Maret 2021.
Google Maps. 2021. Rappocini. 03 Maret 2021.
Google Search. 2021. Image
Gunawan, K. ArsitekturKontemporer. 2011.
Harris, Charles W. dan Nicholas T. Dines. 1998. Time-Saver Standards for Landscape Architecture. USA: McGraw-Hill, Inc.
Harris, Cyril. M. 2005. Dictionary of Architecture and Construction. United States of America: Mc Graw Hill Book Company
Hilberseimer, L. 1964. Contemporary Architecture: Its Roots and Trends.
Chicago: Chicago, P. Theobald. ... Data Arsitek jilid 2. Edisi 33.
Jakarta: Erlangga .
Hilberseimer, L. Contemporary Architects 2. 1964.
http://galeri-nasional.or.id/halaman/877-temporer_exhibition_room https://howieandbelle.com/art-1-new-museum-dan-art-space/
Kakanwil Perdagangan. Aditama 2011.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Kementerian dan KebudayaanRepublik Indonesia”, (2011)
90
Konneman. World of Contemporary Architecture XX. 1997.
Neufert Ernst. Data ArsitekJilid 1. 1996.
Neufert, Ernst. 2002. Data Arsitek Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Panero Julius dan Zelnik Martin. Time-Saver Standards for Interior Design and Space Planning. 1973.
Panero Julius, AIA, ASID; Martin Zelnik, AIA, ASID, Dimensi Manusia dan Ruang Interior (terjemahan: Djoeliana Kurniawan), Penerbit PT. Erlangga, Jakarta, 2003.
Panero, Julius dan Martin Zelnik. 2005. Dimensi Manusia dan Ruang Interior. Jakarta: Erlangga
Peraturan Daerah Kota Makassar No. 4 Tahun 2015. Tentang Tata Ruang Wilayah Kota Makassar 2015-2035.
Putra, Y. H. (2012). Galeri Seni Rupa di Yogyakarta. S1 thesis, 11.
Schirmbeck, Egon. Hidayatullah. 2017.
Sukmawati Ibrahim. 2019.”Tahun 2020, Pelukis Makassar Bakal Punya Galeri Khusus dan Layak?” Tribun Timur, 13 agustur 2019.
Sumalyo, Y. Arsitektur Modern Akhir Abad XIX dan Abad XX. 1996.
Susantio Djulianto.2013.”Galeri itu Bukan Museum”, Tempo, 17 desember 2013.
Tangoro, DWI. 1999. Utilitas Bangunan. Jakarta: Universitas Indonesia (UI- Press).
William A. Haviland.2021. “Apa Itu Seni dan Fungsinya dalam Kehidupan Masyaraka”. Trito.id, 27 Februari 2021.
i
-
BAB I Hamzah 105830011515
by Tahap Tutup
A N P E R
Submission date: 14-Jan-2022 09:29PM (UTC+0700) Submission ID: 1741669552
File name:
BAB_1_HAMZAH.docx
(337.88K)Word count: 909 Character count: 5761
BABI Hamzah 105830011515
ORIGINALTY REPORT
10 26
SIMILARITY INDEX INTERNET SOURCES PUBLICATIONS STUDENT PAPERS
PRIMARY soURCES
5 %
Core.ac.uk
ASSMADI
Internet Source
LULUS
2 docplayer.info
206
DAN
Internet Source
turnitin
Submitted
toUniversitas Muhammadiyah
26
Makassar
Student Paper
Exclude quotes
On
ExcludeatchesExclude bibliography On
D A N P
BAB II Hamzah 105830011515
by Tahap Tutup
Submission date: 14-Jan-2022 09:30PM (UTC+0700) Submission ID: 1741670012
File name: BAB 2_HAMZAH.docx (3.51M)
Word count: 2089 Character count: 13564
BAB II Hamzah 105830011515
ORIGINALITY REPORT
25 25% 14%
STUDENT PAPERS PUBLICATIONS
SIMILARITY INDEX INTERNET SOURCESS PRIMARY SOURCES
irnayulyandap29.blogspot.com 7 %
Internet Source
496
MMAD
R
DIYA
K A S
2 123dok.com
A KInternet Source
LULUS
RPUSTAKA 406
qdoc.tips
3
D A N P E N E
Internet Source
turnitin g 7
4 4 repository.trisakti.ac.kt 26
Internet Source
repository.its.ac.id
20%6
5
Internet Sourcedokumen.tips
6
Internet Source296
etheses.uin-malang.ac.id
26
Internet Source
dspace.uii.ac.id
8
26
Internet Source
H NL/ NADIYA
SuSAINO LEN MBAGA
BAB III Hamzah 105830011515
by Tahap Tutup
Submission date: 14-Jan-2022 09:32PM (UTC+0700) Submission ID: 1741671205
File name: BAB_3_HAMZAH.docx (6.03M) Word count: 3713
Character count: 20153
BAB II Hamzah 105830011515
ORIGINALITY REPORT
9
SIMILARITY INDEX% 9%6
INTERNET SOURCESO6
PUBLICATIONS STUDENT PAPERS39%6
PRIMARY SOURCESdigilibadmin.unismuh.ac.id
Internet Source
UHANAO/y,
5 T A S
A K A S
sulselprov.go.id
2 Internet Source
LULUS 296
RPUSTAK
D A N P E N Bdaengbattala.com
26
turnitin
Internet Source
Exclude matches
29%
Exclude quotes Or
Exclude bibliography On
BAB IV Hamzah 105830011515
by Tahap Tutup
NPENE
Submission date: 14-Jan-2022 09:33PM (UTC+0700) Submission ID: 1741671535
File name: BAB 4 HAMZAH.docx (1.92M)
Word count: 1110 Character count: 6827
BAB IV Hamzah 105830011515
ORIGINALITY REPORT
0 % O%
SIMILARITY INDEX INTERNET SOURCES PUBLICATIONS STUDENT PAPERS
PRIMARY SOURCES
vERSIT SAS SAR
HAMMA0/
LULUS PERPUSTA
AAN A N P E N E t u r n i nxEtHdeMatcheS
Exclude quotes On < 2%
Exclude bibliography On
PEN
BAB V Hamzah 105830011515
ADIy
by Tahap Tutup
E R
A PERPU AN PENE
AAN
Submission date: 14-Jan-2022 09:33PM (UTC+0700) Submission ID: 1741671759
File name: BAB_5 HAMZAH.docx (26.75K) Word count: 249
Character count: 1554