• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pola Organisasi Ruang

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 76-80)

B. Analisis Fungsi dan Program Ruang

3. Pola Organisasi Ruang

a. Pola hubungan ruang horizontal

Berikut adalah pola hubungan ruang secara horizontal untuk fungsi utama dan penunjang pada tapak:

61

Gambar 34. Hubungan Ruang Horizontal.

(Sumber: analisis penulis 2021)

Pengelompokan ruang dalam tapak terbagi atas publik, semi publik dan privat, dengan batasan ruang jalan atau parkiran dan Taman.

b. Pola hubungan ruang vertical

Berikut adalah pola hubungan ruang secara vertikal untuk fungsi utama gedung:

Gambar 35. Hubungan Ruang Vertikal.

(Sumber: analisis penulis 2021)

62

Pengelompokan zona secara vertikal dimulai dari lantai terbawah hingga teratas, menunjukkan sifat fungsi ruangnya dimulai dari publik hingga privat.

c. Penzoningan

Konsep zoning ini merupakan gambaran posisi perletakan zona-zona bangunan pada perancangan tapak. Dimana fungsi primer, sekunder, dan penunjang bangunan diletakkan pada area yang sesuai dengan fungsi dari bangunan tersebut.

Gambar 36. Penzoningan.

(Sumber: analisis penulis 2021)

63

C. Analisis Tampilan Bentuk Bangunan

Perencanaan bentuk dan Landskap bangunan bertujuan untuk mendapatkan bentuk bangunan yang akan mengekspresikan fungsi bangunan tersebut. Untuk mendapatkan bentuk yang ekspresif maka tranformasi bentuk-bentuk yang dapat diadopsi ke dalam bentuk bangunan yang direncanakan sesuai dengan ciri khas yang ingin ditonjolkan dari bangunan tersebut. Penentuan pada perancangan ini didasarkan pada pertimbangan fungsi bangunan dan lingkungan tapak.

Perancangan Galeri Seni Rupa di Kota Makassar dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer, dimana hasil karya seni rupa diambil dari para perupa dalam lingkup Sulawesi Selatan khususnya kota Makassar, sehingga filosofi bentuk yang diterapkan pada bangunan ini mengadopsi bentuk dari salah satu benda/alat kesenian yang kerap paling sering digunakan oleh para pelaku seni khususnya seni rupa yakni wadah alat lukis dan bentuk landskap serta tatanan massa mengikuti bentuk tapak. Penerapan filosofi bentuk ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat dunia dan menjadi ikon kota Makassar. Untuk pengolahan bentuk ruang luar atau landskap dan tatanan Massa mengikuti bentuk tapak dan hasil Analisis tapak.

64

1. Bentuk Dasar

Gambar 37.Atap rumah (Sumber: analisis penulis 2021)

Bentuk dasar merupakan bentuk dari sebuah atap rumah yang memiliki bentuk segitiga sama sisi hal itu menjadi daya tarik bagaimana menciptakan rumah atau tempat berlindung dari beberapa karya seni rupa.

2. Olah Bentuk

Gambar 38. Olah bentuk (Sumber: analisis penulis 2021)

65

Olah bentuk merupakan proses dimana bagian-bagian tertentu yang diolah sedemikan rupa untuk medapatkan bentuk yang di inginkan.

Gambar diatas merupakan proses pemotongan setiap sisi bentuk segitiga.

3. Bentuk Akhir

Gambar 39. Bentuk 3D (Sumber: analisis penulis 2021)

Bentuk akhir merupakan gambaran bentuk sementara yang di hasilkan dari proses explorasi bentuk.

66

D. Analisis Kelengkapan Bangunan 1. Struktur

Berikut tabel penggunaan struktur yang akan diaplikasikan pada bangunan:

Tabel III.4. Aplikasi Stuktur NO BAGIAN

STRUKTUR APLIKASI STRUKTUR

1 Struktur Bawah

Pondasi Poor Sloof Beton

Bertulang

2 Struktur Tengah

Kolom Beton Bertulang

Balok Beton Bertulang

Plat Lantai Beton

3 Struktur Atas

Plat Atap

Beton Space frame

Sumber: Analisis Penulis 2021

Sebagian besar struktur menggunakan beton pracetak, dengan pertimbangan lebih ramah lingkungan. Efektifitas dan efesiensi waktu dalam pelaksanaannya, serta minim menghasilkan sampah pembangunan di lokasi pekerjaan.

Berikut berbagai penerapan struktur dalam bangunan galeri seni rupa, antara lain:

67

1. Struktur bawah: menggunakan pondasi poor, untuk sloof menggunakan beton.

2. Struktur tengah: penggunaan beton pada balok, kolom dan plat lantai.

3. Struktur atas: penggunaan atap beton, serta pada bagian atrium menggunakan rangka atap aluminium dengan kaca sebagai skylight.

2. Material

Penggunaan material-material yang mudah didapatkan dan ramah lingkungan.

Tabel III.5. Aplikasi Material No

.

Bagian Bangunan

Material Keterangan 1. Dinding Utama

Beton Pracetak

 Bahan daur ulang

 Hemat waktu pemasangan

 Minim sampah

 Penggunaan

dipadukan dengan dinding bata.

2. Dinding Utama

Batu Bata

 Bahan mudah didapatkan.

 Digunakan dengan pasangan berongga sebagai sirkulasi udara.

 Penggunaan

dipadukan dengan dinding beton pra cetak.

3. Dinding Fasad  Memberi kesan

ringan.

68 Kaca dan Glassblock

 Memasukkan

pandangan dari luar dan dalam.

 Memaksimalkan cahaya matahari ke dalam bangunan.

3. Kusen, Daun Pintu dan Jendela

UPVC

Unplasticised Polyvinyl Chloride

 Bahan daur ulang

 Hemat waktu pemasangan

 Minim sampah

 Motif bervariasi 4. Lantai Utama

Lantai Semen Ekspos

 Hemat waktu dan biaya

 Minim sampah

 Dingin 5. Lantai Kantor

(Ruang Kantor)

Bambu Laminasi

 Bahan daur ulang

 Motif bervariasi

 Tidak menyerap panas

6. Langit-langit

Ekspos

 Hemat waktu dan biaya

 Minim sampah

 Memaksimalkan tinggi ruang 7. Fasad dan

Shading

Wood Plastic Compsite (WPC)

 Bahan ramah lingkungan

 Pemasangan mudah

 Tetap mendapatkan kesan natural.

 Terdiri dari berbagai motif.

 Tahan terhadap air dan cuaca.

69 8. Finishing Atap

Utama

Green Roof

 Memaksimalkan jumlah RTH tapak.

 Sebagai estetika bangunan.

 Membantu menjaga suhu sekitar agar tetap rendah.

 Bidang yang datar dapat digunakan untuk mendukung aplikasi utilitas lainnya.

9. Finishing Atap

Genteng Aspal

 Ringan sehingga tidak memerlukan struktur lebih.

 Menyerap panas sehingga ruangan di bawahnya tetap sejuk.

10. Finishing Atap

Enamel

 Ringan

 Pemasangan mudah dan praktis

 Tahan rembesan

11. Jalan/ Penutup Tanah

Paving Block Berumput

 Air mudah menyerap

 Aplikasi penghijauan

 Mudah didapatkan

Sumber: Anasilis Penulis 2021

Beberapa pertimbangan dalam memilih material seperti bahan dasar material tersebut, waktu yang digunakan dalam pelaksanaan serta sampah yang dihasilkan setelah pengerjaan.

70

3. Utilitas

Perlengkapan bangunan agar maksimal dalam fungsi. Aplikasi- aplikasi perlengkapan bangunan yang akan digunakan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel III.6. Aplikasi Utilitas N

o.

Utilitas Aplikasi Keterangan

1. Sistem Air Bersih

 GWT pada reservoir bawah.

Water Tank pada reservoir atas.

 Sumber air dari PDAM, sumur, air hujan &

penggunaan air bekas pakai.

2. Sistem Air Kotor

 STP

penampungan dari toilet.

Grease Trap untuk buangan dapur.

 Air kotor setelah melalui treatment dan filtrasi

digunakan kembali.

3. Alat Sanitari

 Wastafel dengan sistem sensor,

mengurangi air yang terbuang percuma.

 Penggunaan kloset jongkok dengan

Wastafel + Sensor

Kloset Jongkok Sewage Treatment Plan (STP)

Grease Trap Ground Water Tank Water Tank

71 pertimbangan kebersihan dan kesehatan.

4. Sistem Pencega han Kebakar an

 Tangga darurat dengan jarak maks. 25 m dari pusat kegiatan.

 Sistem

pendeteksi api dan asap otomatis.

 Penggunaan alarm dan alat pemadaman manual.

 Gas halon dengan

aplikasi pada fungsi yang tidak boleh kena air.

5. Sistem Telepon

 Sistemkomuni kasi melalui pesawat telepon.

 Pengelompoka n sesuai fungsi kerja yang ada.

6. Sistem Keaman an

 Sistem keamanan dengan CCTV.

 Dengan sistem monitoring pusat pada ruang

keamanan Sumber: Analisis Penulis 2021

Tangga Darurat Sprinkler

Smoke Detector Hidrant & Alarm

Gas Halon

Pesawat Telepon PABX

CCTV Monitoring

72

Penggunaan sistem yang umum serta mudah didapatkan, merupakan langkah mengurangi emisi dalam proses pengadaan barang dan

komponennya.

E. Analisis pendekatan perencanaan

Menciptakan kesan yang menarik pada desain sekaligus menjadi pembeda antara bangunan disekitarnya. Berikut beberapa komponen yang akan digunakan pada desain:

Tabel III.7. Komponen Arsitektur

No. Jenis Gambar

Keterangan

1. Lukisan Penerapan pada

fasad bangunan

2. Karya Instalasi

Sebagai vokal bangunan

73

3. Karya Kriya

Penerapan pada lingkungan

bangunan (Sclupture)

4. Karya Ilustrasi

Penerapan pada fasade bangunan

berfungsi sebangai penghalau panas

berlebih Sumber: Analisis penulis 2021

Komponen yang digunakan secara umum ialah karya-karya seni rupa yang kemudian diterapkan pada desain bangunan dengan tujuan menciptakan karakter tersendiri pada bangunan galeri seni.

74

BAB IV

KONSEP PERENCANAAN A. Situasi

Perancangan Galeri Seni Kota Rupa di Kota Makassar berlokasi di jalan Aroepala, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rapocini Kota Makassar Sulawesi Selatan. Latar belakang pemilihan lokasi di karenakan lokasi tersebut strategis untuk perncanaan Galeri Seni Rupa Lahan memiliki total luasan ±3 Ha.

Gambar 40. Situasi (Sumber: analisis penulis 2021)

B. Konsep Tapak 1. Sirkulasi

Jalan Poros Aroepala di jadikan akses utama menuju lokasi site bangunan, oleh Karena itu akses masuk dan keluar berada di jalan poros Aroepala. Pola sirkulasi menggunakan pola langsung, di mana

75

akses dekat dari pintu masuk bangunan dan parkiran. Pola sirkulasi ini diharapkan dapat memepermudah akses sirkulasi pada tapak.

Gambar 41. Sirkuslasi/akses (Sumber: analisis penulis 2021)

2. Kebisingan dan Polusi Udara

Kebisingan pada area tapak tertinggi hanya terjadi pada bagian depan tapak (site) dan di ikuti semua sisi site dengan kategori rendah.

Untuk mengurangi dampak dari tingginya tingkat kebisingan maka diperlu juga memperharikan jarak bangunan atau GSB. Selain menagatur jarak bangunan, perlu beberapa vegetasi atau pepepohonan rindang untuk meredup tinggat kebisingan baik dari darea gedung ataupun dari arah luar site.

76

Gambar 42. Konsep Kebisingan (Sumber: analisis penulis 2021)

Ruang dalam bangunan yang perlu menggunakan kedap suara ataupun tidak boleh di ganggu dengan kebisingan seperti aula, kelas seni dan beberapa area pameran. Oleh sebab itu, beberapa ruangan tersebut akan menggunakan material yang dapat menyerap suara seperti rock wool, karpet, kain (fabric), fiber mineral akustik dan panel absorber.

3. View

Berdasarkan hasil analisis pandangan, maka untuk mengoptimalkan view bangunan dari luar dan dalam bangunan sebagai berikut:

a. Bangunan di design agar pengguna bisa mengoftimalkan view yang ada di sekitar tapak.

b. Rencana pagar bangunan di buat tidak terlalu tinggi, agar tidak menghalangi view sekitarannya.

77

c. Ketinggian bangunan dioptimalkan sehingga pandangan tidak terhalang ketika berada dalam bangunan.

d. Memanfaatkan ketinggian bangunan agar terlihat dari luar tapak sehingga menjadi daya tarik pengunjung.

Gambar 43. View dari luar (Sumber: analisis penulis 2021)

C. Konsep Bentuk Bangunan

Pada bentuk dan tampilan bangunan berdasarkan pertimbangan dan kondisi tapak, studi banding, dan konsep arsitektur kontemporer yang di terapkan pada bangunan.

Bentuk bangunan juga menggunakan system analogi. Perencanaan bentuk bangunan menganalogi atap. Pembentukan dasar bentuk dari segitiga yang manjadi symbol perlindungan terhadpat beberapak karya seni rupa.

78

Gambar 44. Bentuk bangunan (Sumber: analisis penulis 2021)

D. Konsep Kelengkapan Bangunan 1. Sistem Struktur dan Material

c. Struktur

Struktur bawah bangunan menggunakan struktur pondasi Footplat dengan kedalaman modul 8 meter, dan di tambah tiang pancang. Struktur tengah bangunan menggunakan beberapa jenis ukuran kolom 100x60, 30x40 dan kolom prkatis 15x15.

Adapun untuk ukuran balok induk 40x60, balok anak 25x40 dan ringbalk 15x20. Sedangkan untuk struktur atas bangunan menggunakan struktur beton bertulang dengan atap datar dan menggunakan atap dengan rangka baja berat. Bahan penutup dinding menggunakan kaca tempered dan pasangan batu bata.

79

Gambar 45. Konsep struktur (Sumber: analisis penulis 2021) d. Material

Penggunaan material pada bangunan terdiri dari dua yaitu exterior dan interior.

1) Interior

Pada bagian interior menggunakan beberapa jenis material terutama pada lantai, dinding dan plafound.

a) Lantai

Menggunakan keramik dengan texture kasar pada area teras dan area terbuka bangunan, PVC/Vinly pada ruangan bangunan dan parket solid pada sirkulasi bangunan.

80

b) Dinding

Material yang dingunanan pada dinding yaitu pasangan batu bata dengan fhinising cat.

c) Plafond

Salah satu material yang di gunakan yaitu Gypsum 2) Exterior

Material yang dingunakan pada bangunan yaitu pasangan batu dan fhinising cat, kaca tempered dan alucopan/ACP.

Penggunaan material di atas bertujuan memberi kesan elegan pada bangunan.

Gambar 46. Kaca tempered (Sumber: analisis penulis 2021)

Gambar 47. Alucoupan (Sumber: analisis penulis 2021)

81

2. Sistem Penghawaan

Pada bangunan memiliki beberapa system penghawaan yakni penghawan alami dan buatan.

a. Penghawaan Alami

Sistem penghawaan alami digunakan secara optimal pada beberapa ruang yang tidak menggunakan penghawaan buatan.

Metode penghawaan alami dengan cara memberi bukaan atau lubang ventilasi pada beberapa bagian bangunan yang menjadi jalur masuknya udara dari luar.

Gambar 48. Konsep penghawaan alami (Sumber: analisis penulis 2021) b. Penghawaan buatan

Pada sistem penghawaan buatan di peruntukan khusus untuk ruangan tertentu saja seperti laboratorium, kelas seni, perpustakaan, aula dan tentunya area pameran.pada area tersebut menggunakan sistem penghawaan buatan berupa air conditioner (AC).

82

3. Sistem Pengcahayaan

Pada bangunan memiliki beberapa sistem yakni sistem pengcahayaan alami dan pengcahayaan buatan.

a. Pencahayaan Buatan

Pencahayaan buatan berguna untuk mencapai penerangan secara Fungisional, terutama pada ruangan-ruangan tertentu yang memerlukan penerangan secara optimal demi kelancaran kegiatan pameran, oleh karena itu beberapa jenis lampu yang di gunakan yaitu lampu neon, lampu pijar, lampu hologan dan lampu sorot.

Lampu pijar dan lampu sorot digunakan di beberapa titik area pameran yang bertujuan memberi kesan menarik pada setiap bagian bagian dari seni yang dipamerkan. Untuk penggunaaan lampu neon digunakan di beberapa titik bangunan terutama di aula, kelas seni, laboratorium, café, resto dan area pengelola.

Sedangkan untuk lagu halogen akan digunakan di beberapa titik taman.

Gambar 49. Lampu hologen (Sumber: analisis penulis 2021)

83

b. Pencahayaan Alami

Sumber pencahayaan alami bersumber dari cahaya matahari.

Sehingga pada beberapa titik di bagunan menggunakan kaca dan bukaan yang mendukung cahaya matahari langsung masuk ke area gedung.

Gambar 50. Pencahayaan alami (Sumber: analisis penulis 2021) 4. Sistem Utilitas

a. Sistem Plumbing (Air Kotor)

Dari analisis air kotor dibagi menjadi beberapa sumber, yaitu air hujan, air buangan, dan toilet.

Gambar 51. Skema air kotor (Sumber: analisis penulis 2021)

84

Gambar 52. Skema disposal padat (Sumber: analisis penulis 2021) b. Sistem Plumbing (Air Bersih)

Sistem air bersih di alirkan dari instalasi pipa induk perusahaan daerah air minum (PDAM) yang kemudian dialirkan menuju tangki bawah penampungan. Kemudian air di alirkan ke beberapa titik kebutuhan air bersih seperti taman dan masjid yang berada di site. Air juga mengalir naik ke lantai 5 menggunakan mesin pompa khusus dan di tampung di tangki kemudian di distribusikan kesetiap area dalam bangunan terutama dapur dan toilet.

Gambar 53. Skema air bersih (Sumber: analisis penulis 2021)

85

c. Sistem Distribusi listrik

Sumber listrik merupakan hal terpenting dibangunan, jaringan listrik yang bersumber dari perusahan listrik negara (PLN) yang kemudian dihubungkan ke panel induk listrik yang kemnudian di alirkan kesub panel (cabang) kemudian di instalasikan ke seluruh area bangunan. Untuk menghidari arus listrik yang mengalami masalah maka perlu di peradakan genset sebagai sumber listrik cadangan.

Gambar 54. Skema jaringan listrik (Sumber: analisis penulis 2021) d. Sistem Pembuangan Sampah

Untuk mengurangi masalah sampah yang gedung area tapak dan gedung Galeri Seni Rupa perlu dilakukan beberapa hal berikut:

1) Menyediakan tempat sampah pada tempat-tempat tertentu yang mudah akses dan di bersihkan

2) Memfasilitasi bak sampah khusus menurut jenisnya basah, kering dan berbau.

e. Sistem Keamanan

86

1) Evakuasi Kebakaran

Sistem penanggulangan bahaya kebakaran yang di pakai dalam perancangan ini adalah:

1. Menerapkan tangga darurat yang mudah dicapai.

2. Pemasangan sprinkle, hydran dan alat pemadam kebakaran api ringan (APAR).

3. Pemasangan di setiap titik bangunan alat pendeteksi kebakaran, seperti smoke detector dan heat detector.

2) Penangkal Petir

Petir merupakan gejala alam yang cukup berbahaya dan dapat menggangu sistem elektrikal dan menyebabkan kebakaran. Pemasangan sistem pananggulangan bahaya petir menggunakan franklin / konvensiaonal.

Gambar 57. Penangkal petir (Sumber: analisis penulis 2021)

87

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Galeri Seni Rupa di Kota Makassar merupakan salah satu sarana yang mendukung kegiatan para seniman ataupun mahasiswa seni terkhususnya di wilayah kota Makassar dan sekitarnya. Sehingga menajdi daya tarik tersendiri untuk ikon kota kedepannya.

Galeri Seni Rupa di Kota Makassar hadir untuk memberi wadah untuk seniman seniman dan pelajar untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan hasil karya seni mereka melalu sebuah ruang atau galeri yang layak. Galeri Seni rupa juga memberikan pemebalajaran mengenai bidang seni dan juga memiliki fasilitas penunjang seperti perpustakaan, laboratorium seni, workshop, kelas seni, aula dan terutama area galeri yang cukup luas.

Galeri Seni Rupa di Kota Makassar di design dengan konsep arsitektur kontemporer dengan bentuk analogi segitiga atap. Bentuk atap di dterapkan sebagai simbol perlindungan terhadapa karya-karya para seniman yang ada di kota Makassar ataupun sekitarnya.

88

B. Saran

Mengenai penyusunan laporan tugas akhir ini, penulis menyadari sangat jauh dari kata kesempuraan. Adapun yang menjadi dasar pertimbangan adalah sebagai berikut:

1. Hendaknya sering berkonsultasi dengan dosen pembimbing,penguji ataupun pihak-pihak yang memeiliki kapasitas pada bidang perancangan galeri seni.

2. Penulis harus memiliki banyak referensi terutama yang berkaitan dengan Galeri, Seni Rupa dan konsep yang di terapkan pada bangunan agar membudahkan dalam pengaplikasian perencanaan.

3. Dalam penyususnan Laporan tugas akhir di sarankan mencari lebih banyak lagi literatur yang mebahas tentang tema perancangan ataupun objek yang ingin di rencanakan khususnya galeri seni rupa.

4. Dalam penyusunan ini hendaknya lebih teliti mengenai tulisan dan penyusunan kalimat dan kaabsahan suber referensi.

89

DAFTAR PUSTAKA

Amri Yahya, Catalan Kunjungan Kerumah-rumah Seni di Negara Lain, Yogyakarta, 1990

Calladar dan De Chiara Joseph.Time Saver Standards For Building Types.1973.

Ching, D. K. 2000. ARSITEKTUR: Bentuk, Ruang, dan Tatanan Edisi Kedua. Penerbit Erlangga: Jakarta.

De Chiara dan Callender, Time Saver Standard for Building Types, McGraw Hill Book Company

Ebdi Sanyoto, Sadjiman, 2005, Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain, Yogyakarta

Encyclopedia of American Architecture (1975)

Google Eath. 2021. Explore, Search and Discovery. 03 Maret 2021.

Google Maps. 2021. Rappocini. 03 Maret 2021.

Google Search. 2021. Image

Gunawan, K. ArsitekturKontemporer. 2011.

Harris, Charles W. dan Nicholas T. Dines. 1998. Time-Saver Standards for Landscape Architecture. USA: McGraw-Hill, Inc.

Harris, Cyril. M. 2005. Dictionary of Architecture and Construction. United States of America: Mc Graw Hill Book Company

Hilberseimer, L. 1964. Contemporary Architecture: Its Roots and Trends.

Chicago: Chicago, P. Theobald. ... Data Arsitek jilid 2. Edisi 33.

Jakarta: Erlangga .

Hilberseimer, L. Contemporary Architects 2. 1964.

http://galeri-nasional.or.id/halaman/877-temporer_exhibition_room https://howieandbelle.com/art-1-new-museum-dan-art-space/

Kakanwil Perdagangan. Aditama 2011.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Kementerian dan KebudayaanRepublik Indonesia”, (2011)

90

Konneman. World of Contemporary Architecture XX. 1997.

Neufert Ernst. Data ArsitekJilid 1. 1996.

Neufert, Ernst. 2002. Data Arsitek Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Panero Julius dan Zelnik Martin. Time-Saver Standards for Interior Design and Space Planning. 1973.

Panero Julius, AIA, ASID; Martin Zelnik, AIA, ASID, Dimensi Manusia dan Ruang Interior (terjemahan: Djoeliana Kurniawan), Penerbit PT. Erlangga, Jakarta, 2003.

Panero, Julius dan Martin Zelnik. 2005. Dimensi Manusia dan Ruang Interior. Jakarta: Erlangga

Peraturan Daerah Kota Makassar No. 4 Tahun 2015. Tentang Tata Ruang Wilayah Kota Makassar 2015-2035.

Putra, Y. H. (2012). Galeri Seni Rupa di Yogyakarta. S1 thesis, 11.

Schirmbeck, Egon. Hidayatullah. 2017.

Sukmawati Ibrahim. 2019.”Tahun 2020, Pelukis Makassar Bakal Punya Galeri Khusus dan Layak?” Tribun Timur, 13 agustur 2019.

Sumalyo, Y. Arsitektur Modern Akhir Abad XIX dan Abad XX. 1996.

Susantio Djulianto.2013.”Galeri itu Bukan Museum”, Tempo, 17 desember 2013.

Tangoro, DWI. 1999. Utilitas Bangunan. Jakarta: Universitas Indonesia (UI- Press).

William A. Haviland.2021. “Apa Itu Seni dan Fungsinya dalam Kehidupan Masyaraka”. Trito.id, 27 Februari 2021.

i

-

BAB I Hamzah 105830011515

by Tahap Tutup

A N P E R

Submission date: 14-Jan-2022 09:29PM (UTC+0700) Submission ID: 1741669552

File name:

BAB_1_HAMZAH.docx

(337.88K)

Word count: 909 Character count: 5761

BABI Hamzah 105830011515

ORIGINALTY REPORT

10 26

SIMILARITY INDEX INTERNET SOURCES PUBLICATIONS STUDENT PAPERS

PRIMARY soURCES

5 %

Core.ac.uk

ASS

MADI

Internet Source

LULUS

2 docplayer.info

206

DAN

Internet Source

turnitin

Submitted

to

Universitas Muhammadiyah

26

Makassar

Student Paper

Exclude quotes

On

Excludeatches

Exclude bibliography On

D A N P

BAB II Hamzah 105830011515

by Tahap Tutup

Submission date: 14-Jan-2022 09:30PM (UTC+0700) Submission ID: 1741670012

File name: BAB 2_HAMZAH.docx (3.51M)

Word count: 2089 Character count: 13564

BAB II Hamzah 105830011515

ORIGINALITY REPORT

25 25% 14%

STUDENT PAPERS PUBLICATIONS

SIMILARITY INDEX INTERNET SOURCESS PRIMARY SOURCES

irnayulyandap29.blogspot.com 7 %

Internet Source

496

MMAD

R

DIYA

K A S

2 123dok.com

A K

Internet Source

LULUS

RPUSTAKA 406

qdoc.tips

3

D A N P E N E

Internet Source

turnitin g 7

4 4 repository.trisakti.ac.kt 26

Internet Source

repository.its.ac.id

20%6

5

Internet Source

dokumen.tips

6

Internet Source

296

etheses.uin-malang.ac.id

26

Internet Source

dspace.uii.ac.id

8

26

Internet Source

H NL/ NADIYA

SuSAINO LEN MBAGA

BAB III Hamzah 105830011515

by Tahap Tutup

Submission date: 14-Jan-2022 09:32PM (UTC+0700) Submission ID: 1741671205

File name: BAB_3_HAMZAH.docx (6.03M) Word count: 3713

Character count: 20153

BAB II Hamzah 105830011515

ORIGINALITY REPORT

9

SIMILARITY INDEX

% 9%6

INTERNET SOURCES

O6

PUBLICATIONS STUDENT PAPERS

39%6

PRIMARY SOURCES

digilibadmin.unismuh.ac.id

Internet Source

UHANAO/y,

5 T A S

A K A S

sulselprov.go.id

2 Internet Source

LULUS 296

RPUSTAK

D A N P E N B

daengbattala.com

26

turnitin

Internet Source

Exclude matches

29%

Exclude quotes Or

Exclude bibliography On

BAB IV Hamzah 105830011515

by Tahap Tutup

NPENE

Submission date: 14-Jan-2022 09:33PM (UTC+0700) Submission ID: 1741671535

File name: BAB 4 HAMZAH.docx (1.92M)

Word count: 1110 Character count: 6827

BAB IV Hamzah 105830011515

ORIGINALITY REPORT

0 % O%

SIMILARITY INDEX INTERNET SOURCES PUBLICATIONS STUDENT PAPERS

PRIMARY SOURCES

vERSIT SAS SAR

HAMMA0/

LULUS PERPUSTA

AAN A N P E N E t u r n i n

xEtHdeMatcheS

Exclude quotes On < 2%

Exclude bibliography On

PEN

BAB V Hamzah 105830011515

ADIy

by Tahap Tutup

E R

A PERPU AN PENE

AAN

Submission date: 14-Jan-2022 09:33PM (UTC+0700) Submission ID: 1741671759

File name: BAB_5 HAMZAH.docx (26.75K) Word count: 249

Character count: 1554

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 76-80)

Dokumen terkait