BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
2. Alat dan bahan yang digunakan
Pengumpulan data tentang alat
dan bahan Pengumpulan
data tentang faktor penunjang Pengumpulan
data tentang faktor penghambat
Kesimpulan Analisis
data Pengumpulan
data tentang proses pembuatan
papan reklame (billboard)
Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini antara lain:
a. Observasi
Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung di lapangan dan diharapkan bisa memperoleh data-data dari objek yang diteliti. Menurut Sutopo
(2002: 64) “Teknik observasi digunakan untuk menggali data dari sumber data yang berupa peristiwa, tempat atau lokasi dan benda, serta rekaman gambar”.
Proses pembuatan papan reklame (billboard) pada percetakan Demy Advertising, yang lokasinya di Jl. Urip Sumoharjo BTN Citra Tello permai block A4/15 Makassar provinsi Sulawesi Selatan.
Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus tunggal terpancang (embedded research).
b. Wawancara
Wawancara atau biasa disebut dengan interview menurut L.J. Moleong (1990: 135) berpendapat bahwa kegiatan percakapan dengan maksud tertentu.
Wawancara merupakan percakapan atau dialog yang dilakukan oleh dua belah pihak antara pewawancara dengan pihak yang diwawancarai atau populer disebut informan dengan tujuan untuk memberikan jawaban atas kepentingan pertanyaan- pertanyaan yang dibutuhkan oleh pewawancara. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, di mana wawancara mendalam (in-depth interview) dapat dilakukan berkali-kali sesuai dengan keperluan peneliti dalam waktu dan konteks yang dianggap tepat untuk mengungkapkan dan mendapatkan data yang rinci, jujur dan mendalam dari informan dengan struktur yang tidak ketat tetapi dengan pertanyaan yang semakin terfokus dan informasi yang diperoleh semakin mendalam.
Dalam melakukan wawancara yang akan difokuskan terhadap tiga kelompok informan:
1. Wawancara dilakukan kepada manajer serta tenaga ahli dalam rangka mendapatkan data tentang upaya sosialisasi dalam pegembangan keahlian dan dilakukan pada percetakan Demy Advertising.
2. Wawancara dilakukan kepada para karyawan pada percetakan Demy Advertising.
3. Wawancara dilakukan kepada konsumen percetakan Demy Advertising.
Informan dalam wawancara adalah Laode Suharsin selaku pemilik dan pemimpin biro iklan, para pegawai dan informan tambahan konsumen, dengan teknik wawancara ini diharapkan dapat diperoleh data-data dari informan mengenai latar belakang pembuatan papan reklame (billboard), bahan-bahan, alat-alat dan proses pembuatan Observasi.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah bukti-bukti berupa tulisan atau gambar atau referensi yang dapat dijadikan penetapan sumber data. Menurut L.J. Moleong (1990: 61)
“Dokumentasi dapat berupa catatan pribadi serta catatan resmi”. Dalam penelitian ini akan dicari tentang catatan berupa arsip dan buku laporan serta foto-foto disaat proses pembuatan rancangan reklame outdoor di percetakan Demy Advertising.
Begitu juga akan dicari hasil karya dan foto-foto dari produk papan reklame (billboard) pada percetakan Demy Advertising. Seperti yang diungkapkan Nasution (1988: 85) “Dokumen terdiri atas tulisan pribadi seperti buku harian, surat-surat dan dokumen resmi”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1984: 21) menyatakan bahwa “Dokumen berarti pemberitahuan pengumpulan bukti-bukti dan keterangan-keterangan (seperti gambar, kutipan, guntingan koran, dan referensi lain)”. Penelitian ini menggunakan sumber dokumen berupa foto yang berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian tentang proses pembuatan papan reklame (billboard) pada percetakan Demy Advertising, yang lokasinya di Jl. Urip Sumoharjo BTN Citra Tello permai block A4/15.
adalah suatu informasi yang memungkinkan kesimpulan riset dapat dilakukan.
Reduksi data dilakukan semenjak penetuan keputusan mengenai pokok masalah, penyusunan rumusan masalah, dan cara mengumpulkan data dilakukan dengan membuat singkatan, memusatkan tema, menentukan batas-batas masalah, dan menulis memo.
Komponen ini juga merupakan proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan dan abstraksi data dari fieldnote dan dilakukan secara penelitian baik sebelum, selama pengumpulan sampai akhir pengumpulan data. Sebenarnya reduksi data sudah dilakukan sejak pengambilan keputusan rencana kerja, pemilihan kasus, menyusun proposal, membuat pertanyaan maupun cara pengumpulan data yang akan dilakukan.
Hal ini berlanjut selama pegumpulan data berlangsung sampai laporan akhir disusun.
b. Penyajian Data
Penyajian data menurut H. B Sutopo (2002: 92) adalah “Suatu informasi yang memungkinkan kesimpulan riset dapat dilakukan. Sajian data dapat berupa kalimat panjang atau cerita, gambar dan skema, serta tabel. Dengan melihat sajian data penelitian akan lebih memahami berbagai hal yang terjadi dan memungkinkan untuk mengerjakan sesuatu pada analisis berdasarkan pemahaman tersebut”.
Penyajian data dilakukan setelah data terkumpul, kemudian dikelompokkan dalam beberapa bagian sesuai dengan jenis permasalahan, dari hal itu diperoleh gambaran secara menyeluruh, yang akan mempermudah pemahaman dari berbagai hal dan proses selanjutnya.
c. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi
Merupakan langkah yang terakhir, yaitu langkah untuk mengambil kesimpulan semenjak data terkumpul. Jadi setelah data dikumpulkan (dari awal
sampai akhir atau sudah cukup), maka data tersebut dipusatkan pada permasalahan, kemudian ditarik suatu kesimpulan atau verifikasi.
Lokasi penelitian ini beralamatkan di Jl. Urip Sumoharjo BTN Citra Tello Permai Block A4/15 kota madya Makassar yang jaraknya kurang lebih 300 meter dari jalan protokol provinsi Sulawesi Selatan. Meskipun letak percetakan Demy Advertising berada didalam perumahan, namun mampu bertahan dengan banyaknya persaingan antar percetakan di Makassar. Percetakan Demy Advertising berdiri sejak tahun 2005. Usaha ini dipimpin oleh Bapak L. Suharsin. Percetakan Demy Advertising terdiri enam pekerja yang bergerak di bidang jasa periklanan.
Menurut Bapak L. Suharsin tertarik pada dunia seni rupa mulai dari awal kuliahnya, karena semasa kuliah sering berkumpul dengan mahasiswa-mahasiswa seni rupa yang kebetulan satu kost dengannya, beliau mulai bekerja dengan mengerjakan sablon spanduk. Menurut Ibu Misrawati selaku bagian administrasi dan keuangan menyatakan bahwa:
Bapak L. Suharsin sebagai seorang pimpinan di sebuah percetakan Demy Advertising beliau adalah salah seorang yang suka bekerja keras, sebagai contohnya beliau masih mau dan sempat untuk turun tangan dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di lapangan yang bisa beliau kerjakan seperti melaksanakan program-program marketing dan mendesain meskipun sudah ada karyawan yang bertugas untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan tersebut, di samping itu beliau juga masih menyempatkan waktu untuk mempelajari ilmu- ilmu yang berkaitan dalam dunia desain dan internet sehingga perusahaannya tidak tertinggal dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan dunia advertising.
(Wawancara Asrudin, 6 Januari 2016 ).
Salah satu alasan mendirikan percetakan Demy Advertising adalah sebagai mata pencaharian baru dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari maka beliau mendirikan percetakan Demy Advertising. Ternyata pilihan beliau masuk dalam dunia periklanan tidak salah, hal ini terbukti dengan mengalirnya pesanan iklan dari berbagai perusahaan baik besar maupun kecil. Untuk dapat menghasilkan produk iklan dengan kualitas produk yang terjamin bagus sesuai dengan pihak pemesan maka percetakan Demy Advertising menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan iklan yang mempunyai mesin-mesin cetak yang canggih.
2. Deskripsi struktur organisasi percetakan Demy Advertising
Pada Percetakan Demy Advertising wanita bekerja sebagai divisi administrasi dan keuangan, sedangkan yang laki-laki menempati divisi-divisi yang lain.
Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi antara orang-orang dalam satu kelompok kerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang sama. Orang-orang
yang bekerja sama dalam satu kelompok untuk mencapai tujuan itu mempunyai kewenangan dan tanggung jawab masing-masing. Struktur organisasi Percetakan Demy Advertising adalah sebagai berikut:
Gambar 4. 1: Struktur organisasi percetakan Demy Advertising
3. Mendeskripsikan proses pembuatan papan reklame (billboard) pada percetakan Demy Advertising
Proses pembuatan papan reklame (billboard) dengan digital printing diawali dengan mempelajari finished layout, menyiapkan alat dan bahan, proses printing/mencetak, proses pemasangan printout.
1. Mempelajari finished layout
Seperti dalam teknik pembuatan billboard dengan teknik airbrush, dalam teknik digital printing juga dilakukan tahap mempelajari finished layout yang diterima dari klien, tetapi dalam pembuatan iklan outdoor dengan digital printing dari desainer tidak hanya menerima finished layout berupa printout desainnya saja melainkan juga dalam bentuk file yang disimpan dalam CD (compact disk) dan flash disk atau kirim lewat E mail.
PIMPINAN L. Suharsin
(Demy)
Administrasi &
Keuangan Misrawati
Produksi Asrudin
Naryo
Designer Ifen
Marketing Totin
2. Proses printing
Teknik digital printing tidak perlu dilakukan proyeksi untuk menentukan perbandingan yang tepat dengan besar sesungguhnya. Semua telah diatur menggunakan komputer pada saat pembuatan desain, jadi ketepatan perbandingan tidak perlu diragukan.
3. Pembuatan konstruksi kerangka
Membuat konstruksi kerangka papan reklame (billboard) memerlukan perhitungan yang matang dengan menggunakan spesifikasi bahan standar kualitas . 4. Pemasangan sticker printout
Untuk pemasangan sticker printout yang berupa MMT (Multi Media Tecnology) pada media ini yaitu dengan cara menempelkan hasil sticker printout pada permukaan plat aluminium.
5. Pemasangan plat aluminium
Proses selanjutnya yaitu pemasangan plat aluminium pada kerangka yang telah dibuat sebelumnya. Plat aluminium yang sudah tertempel sticker printout dipasang pada bidang board.
4. Mendeskripsikan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan papan reklame (billboard) di percetakan Demy Advertising
Alat dan bahan merupakan perlengkapan yang digunakan dalam proses pembuatan papan reklame (billboard) di percetakan Demy Advertising, dan sangat penting karena dengan adanya alat dan bahan maka mempermudah perajin dalam melakukan proses pembuatan sehingga dapat berjalan lancar. Di samping itu tiap-tiap jenis alat dan bahan yang digunakan memiliki fungsi yang berbeda-beda, mulai dari proses pembuatan konstruksi, pembuatan desain sampai pada proses penyelesaian akhir. Jadi perajin perlu pemahaman terhadap pemakaian alat dan bahan yang digunakan, diharapkan memanfaatkan alat dan bahan sesuai dengan fungsinya.
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan papan reklame (billboard) di percetakan Demy Advertising seperti peralatan sticker printout, bor tangan, tang rivet, mesin gerinda tangan, spoit spray gun, las inverter, mesin kompresor, bahan sticker digital printing multi media teknologi (mmt), pondasi beton bertulang, besi kotak hollo, cat dan pengencer, plat aluminium, paku rivet, lampu sorot.
5. Mendeskripsikan kualitas papan reklame (billboard) yang dihasilkan percetakan demy Advertising
kualitas papan reklame(billboard) yang dihasilkan percetakan demy Advertising meliputi:
1. Kecocokan untuk pemakaian.
2. Perbaikan berkelanjutan.
3. Bebas dari kerusakan/cacat.
4. Pemenuhan kebutuhan pelanggan sejak awal dan setiap saat.
5. Melakukan segala sesuatu secara benar.
6. Sesuatu yang bisa membahagiakan pelanggan.
B. PEMBAHASAN
Dalam pembahasan ini, penulis akan menguraikan hasil kegiatan penelitian sesuai dengan analisa data yakni tentang proses pembuatan papan reklame (billboard) pada percetakan Demy Advertising Makassar.
1. Proses pembuatan papan reklame (billboard) pada percetakan Demy Advertising Pada pembahasan ini akan diuraikan proses pembuatan papan reklame (billboard) pada percetakan Demy Advertising yang berdasarkan penyajian hasil analisa data.
Adapun pemaparan proses pembuatan papan reklame (billboard) yaitu sebagai berikut:
1. Mempelajari finished layout
Seperti dalam teknik pembuatan billboard dengan teknik airbrush, dalam teknik digital printing juga dilakukan tahap mempelajari finished layout yang diterima dari klien, tetapi dalam pembuatan iklan outdoor dengan digital printing dari desainer tidak hanya menerima finished layout berupa printout desainnya saja melainkan juga dalam bentuk file yang disimpan dalam CD (compact disk).
Bahan yang digunakan dalam pembuatan produk billboard adalah satu lembar MMT (Multi Media Technology) dengan merek flex dengan ukuran 4 m x 8 m ditambah lagi untuk pemasangan 10 cm. MMT dengan merek flex merupakan jenis bahan printout yang tahan panas dan hujan, yang bentuknya seperti lembaran kain yang tebal berwarna putih licin.
2. Proses printing
Teknik digital printing tidak perlu dilakukan proyeksi untuk menentukan perbandingan yang tepat dengan besar sesungguhnya. Semua telah diatur menggunakan komputer pada saat pembuatan desain, jadi ketepatan perbandingan tidak perlu diragukan. Setelah proses pembuatan desain selesai, kemudia disimpan dalam bentuk file dalam CD (Compact Disc).
Produk billboard dicetak dengan cara:
a) Hidupkan mesin solvent based dalam keadaan switch on sebelum mulai mencetak billboard kondisi mesin solvent based terlebih dahulu di warming up atau dipanaskan selama 30 menit atau 60 menit.
b) Bahan yang berupa MMT dengan merek flex dimasukkan ke dalam mesin solvent based pada bagian belakang dengan cara paling ujung dimasukkan ke dalam head
(bagian yang berisi warna-warna tinta sekaligus yang mewarnai bagian bahan MMT di dalam mesin).
c) Masukkan file yang berupa CD yang berisi desain billboard ke dalam komputer, setelah terhubung melalui kabel USB dengan mesin dan siap dicetak, setelah itu sebelumnya dalam tombol pengaturan warna diubah ke RGB bukan CMYK agar hasil cetakan nanti warnanya dapat sesuai dengan desainnya.dan diatur kalibrasi warnanya 3, 2, 3 juga pada fill 5 x 10 = 300 mg.
d) Mulai mencetak dengan menekan tombol print, setelah mesin solvent based di warming selama 30 menit dalam proses pencetakan ini durasi waktu yang diperlukan. Mesin cetak digital tersebut sanggup memproduksi billboard yang panjangnya lebih dari 10 meter. Dan hasilnyapun sama persis dengan desain yang dibuat, proses pembuatannyapun lebih cepat, dan ketahanan cuacapun bisa bertahan sampai lima tahun.
3. Pembuatan konstruksi kerangka
Membuat konstruksi kerangka papan reklame (billboard) memerlukan perhitungan yang matang. Seperti yang kita ketahui diperlukan material yang berkualitas baik agar konstruksinya kuat, seperti besi hollow super, besi siku 4/4 cm, plat aluminium 0,6 mm, dan pipa besi medium super.
Dalam dunia reklame sering dijumpai ukuran billboard yang standar dipakai antara lain (4 x 8 m), (5 x 10 m), (6 x 12 m), (8 x 16 m), dan ukuran billboard bando jalan (3 x 12 m) serta tidak jarang dijumpai konsumen memilih bentuk ukuran konstruksi yang sesuai dengan seleranya masing-masing. Sedangkan dari segi penerangan papan reklame dibagi menjadi dua tipe yaitu papan reklame tipe frontlite yang penerangannya dari depan visual menggunakan beberapa lampu sorot dan papan reklame tipe backlite yang penerangannya dari belakang.
Adapun contoh desain konstruksi papan reklame oleh percetakan Demy Advertising:
gambar 4. 2: Desain konstruksi
(sumber dokumentasi: http://2.bp.Bloogspot.com, Januari 2016)
Pipa utama yang menjadi penopang utama papan reklame (billboard) menggunakan pipa besi medium super berdiameter yang memadai juga. Plat aluminium yang menjadi cover ditempel kuat dengan konstruksi sebagai tempat menempelnya sticker printout yang akan dipasang agar kuat menahan terpaan angin dan cuaca yang tidak menentu. Besi siku disusun melintang pada konstruksi sebagai tulangan dalam.
gambar 4. 3: Proses pembuatan konstruksi kerangka (sumber dokumentasi: Asrudin, Januari 2016)
4. Pemasangan sticker printout
Pada proses kali ini adalah pemasangan sticker printout pada plat aluminium yang berukuran 2 x 1 m. Kemudian sticker printout tersebut dibuka secara perlahan dari lapisan kertasnya, lalu disemprotkan cairan shampo. Setelah sticker printout tertempel dilanjutkan dengan pengeringan menggunakan hairdrayer guna menghilangkan gelembung-gelembung udara diantara plat dan sticker printout.
Untuk hasil yang maksimal, sticker printout tersebut di clear setelah terpasang pada plat aluminium guna sebagai anti gores, serta menjaga kecerahan warna dapat bertahan lebih lama.
gambar 4. 4: Proses pemasangan sticker printout (sumber dokumentasi: Asrudin, Januari 2016) 5. Pemasangan plat aluminium
Proses selanjutnya yaitu pemasangan plat aluminium pada kerangka yang telah dibuat sebelumnya. Plat aluminium yang sudah tertempel sticker printout dipasang pada bidang board, lubangi dengan menggunakkan bor tangan berdiameter 3, 5 mm, kira-kira berjarak sejengkal untuk tiap lubang yang dibuat. Lakukan peripetan pada lubang-lubang yang telah dibuat menggunakan tang rivet.
Untuk memudahkan proses pemasangan plat aluminium, dapat dilakukan dengan merivet dari satu sisi terlebih dahulu dan dilanjutkan pada sisi berikutnya.
gambar 4. 5: Proses pemasangan plat aluminium (sumber dokumentasi: Asrudin, Januari 2016)
2. Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan papan reklame (billboard) di percetakan Demy Advertising
Kegiatan yang harus dipersiapkan adalah alat dan bahan, sebab tanpa alat dan bahan untuk mengerjakan sesuatu tidak akan mungkin berhasil. Oleh karena itu alat dan bahan merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan suatu pekerjaan baik pekerjaan berat maupun pekerjaan ringan.
Alat dan bahan merupakan perlengkapan dalam proses pembuatan papan reklame (billboard) di percetakan Demy Advertising, dan sangat penting karena dengan adanya alat dan bahan maka mempermudah dalam melakukan proses pembuatan sehingga dapat berjalan lancar dan memenuhi kualitas yang baik.
Di samping itu tiap-tiap jenis alat dan bahan yang digunakan memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Pada dasarnya dalam setiap pembuatan produk, desainer tidak terlepas dari adanya pemilihan bahan dan penggunaan peralatan, demikian juga dalam pembuatan papan
reklame (billboard), selain menguasai peralatan dibutuhkan juga keahlian dan keterampilan dalam mengoperasikan peralatan. Agar alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan papan reklame (billboard) lebih jelas maka penjabarannya sebagai berikut:
A. Alat
Alat adalah sesuatu media pembuat atau perantara yang dapat digunakan untuk membentuk barang atau produk menjadi barang jadi.
1. Peralatan sticker printout
Peralatan yang digunakan dalam mencetak sticker digital printing terdiri dari 2 jenis yaitu peralatan hardware dan software.
a. Peralatan hardware
Peralatan hardware terdiri dari sebuah komputer dan 3 jenis mesin yang nantinya dihubungkan dengan kabel USB seperti menghubungkan komputer dengan printer biasa. Mesin yang digunakan untuk mencetak digital printing adalah :
1) Solvent based.
Solvent based menggunakan tinta berbahan dasar minyak outdoor yang diproduksi oleh 3 negara dengan merek yang berbeda yaitu :
a) Cina dengan merek infinity, callanger
Infinity, callanger mempunyai ukuran mesin 1,8/ 2,5/ 3.2/ 5 m, memakai head jenis xaar dari Inggris. Menggunakan tinta CMYK dengan 6 warna, resolusi (ketajaman warna) untuk 200 x 1000 dpi, ketahanan bahan warna 6 – 12 bulan.
b) Korea dengan merek DGI
DGI mempunyai ukuran 1,8/ 2,5/ 3.2/ 5 m, memakai head jenis xaar dari Inggris. Menggunakan tinta CMYK dengan 4 warna, resolusi (ketajaman warna) untuk 200 x 1100, ketahanan bahan warna 1-2 tahun.
2) Water based
Water based menggunakan tinta berbahan dasar air. Water based digunakan untuk membuat produk indoor. Ciri water based menggunakan merek epson, cannon, XP dengan ukuran 0,9/1/1,2 m. Medium produk berbahan papper/semi plastik. Water based dilapisi laminasi yang berfungsi untuk ketahanan cetakan.
3) Eco solvent
Eco solvent gabungan antara mesin solvent based dan water based. Eco solvent menggunakan print head yang diambil dari water base tetapi untuk tinta diambil dari solvent based. Eco solvent mempunyai resolusi mencapai 1440 dpi, biasa digunakan untuk cetak outdoor / indoor, bahan untuk mencetak menggunakan papper, rusto, dan photo papper. Ada beberapa merk eco solvent yaitu mesin mimaki, roland memakai tinta light solvent dan mutoh memakai tinta mild solvent. Mesin eco solvent merek roland tidak ada ukuran yang pasti, tetapi memakai ukuran high quality, memakai print head merk epson (up to 1440 dpi )
b. Peralatan software
Peralatan software yang digunakan dalam membuka file di dalam komputer yang dihubungkan dengan mesin cetak digital printing adalah photoshop dan corel draw, selain itu ada juga yang menggunakan rip software mempunyai keunggulan yaitu lebih efisien, menggunakan mesin DCI (artist Rip v 9.0) pengiriman file cetak tidak harus menunggu sampai 100% mesin sudah bisa digunakan. Dalam mengolah
file menggunakan mesin solvent based dengan merek infinity, maintep. Mesin eco solvent menggunakan merek roland (roland versi work ICM).
2. Alat yang digunakan pada konstruksi rangka adalah sebagai berikut:
a. Bor tangan
Bor tangan adalah salah satu mesin perkakas, yang secara umum digunakan untuk melubangi suatu benda kerja. Pada mesin ini juga dapat dilakukan pekerjaan–pekerjaan yang lainnya seperti, memperluas lubang, pengeboran untuk tirus pada bagian suatu lubang atau pembenaman.
Dalam pelaksanaannya pengeboran sesungguhnya adalah suatu poros yang berputar, dimana pada bagian ujungnya disambungkan mata bor yang dapat melubangi terhadap benda.
Gambar 4. 6: Bor tangan
(sumber dokumentasi: Asrudin, Januari 2016)
b. Tang rivet
Tang rivet adalah adalah alat yang digunakan untuk penyambungan plat-plat aluminium dengan menggunakan paku rivet dan tarik secara berulang, yang sukar dilas dan dipatri dengan ukuran yang relatif kecil.
Gambar 4. 7: Tang rivet
(sumber dokumentasi: Asrudin, Januari 2016)
c. Mesin gerinda tangan
Mesin gerinda tangan merupakan mesin perkakas yang berfungsi untuk menggerinda benda kerja. Awalnya mesin gerinda hanya ditujukan untuk benda kerja berupa logam yang keras seperti besi dan stainless steel. Menggerinda dapat bertujuan untuk membentuk benda kerja seperti merapikan hasil pemotongan, merapikan hasil las, membentuk lengkungan pada benda kerja yang bersudut, menyiapkan permukaan benda kerja untuk dilas, dan lain-lain.
Gambar 4. 8: Gerinda tangan
(sumber dokumentasi: Asrudin, Januari 2016)
d. Spoit spray gun
Spoit spray gun adalah alat yang digunakan untuk mengaplikasikan cat pada bidang tertentu dengan bantuan tenaga angin. Fungsinya untuk member warna pada bidang yang diinginkan.
Gambar 4. 9: Spoit spray gun
(sumber dokumentasi: Asrudin, Januari 2016) e. Las inverter
Mesin las inverter merupakan mesin perkakas portable dan beratnya cukup ringan, membuatnya mudah untuk bermanuver di tempat kerja yang tidak luas.
Mesin las inverter menawarkan hasil las yang berkualitas tinggi, dapat digunakan untuk pembuatan kerangka papan reklame.
Gambar 4. 10: Las inverter
(sumber dokumentasi: Asrudin, Januari 2016)
f. Mesin kompresor
Kompresor merupakan salah satu alat untuk mengecat. Jika menggunakan kompresor ini memungkinkan hasil pengecatan akan lebih baik, selain untuk pengecatan kompresor ini bisa juga untuk menambah tekanan udara pada ban kendaraan bermotor. Kompresor pada bidang konstruksi juga sudah banyak digunakan, kompresor ini digunakan untuk mempermudah pengecetan kontruksi.
Gambar 4. 11: Mesin kompresor (sumber dokumentasi: Asrudin, Januari 2016)
B. Bahan
Bahan merupakan zat atau benda yang berasal dari mana sesuatu dapat dibuat darinya, atau barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu. Bahan yang digunakan pada percetakan Demy Advertising antara lain:
a. Bahan sticker digital printing Multi Media Teknologi (MMT)
Pada dunia percetakan, sticker digital printing outdoor/ indoor adalah materi bahan flex yang sangat banyak jenisnya dan hampir dari setiap jenisnya sangat sulit untuk dibedakan. Flex adalah suatu jenis bahan print out yang tahan terhadap panas dan hujan.