BAB II PAPARAN DATA DAN HASIL TEMUAN
A. Gambaran Umum Kelurahan Bintaro
30
Sebelah Utara : Kali Meninting Lombok Barat Sebelah Selatan : Kelurahan Ampenan Tengah
Sebelah Timur : Kelurahan Ampenan Utara dan Kelurahan Dayan Pekan Sebelah Barat : Selat Lombok
Kemudian Kelurahan Bintaro terdiri dari 5 (lima) kepala Lingkungan dan 31 RT. Sesuai dengan Peraturan Walikota Mataram Nomor : 12 Tahun 2012 dimana perubahan Lingkungan menjadi sebuah Lembaga Kemasyakatan terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara dan masa jabatan Kepala Lembaga 5 (lima) tahun. Adapun nama Lingkungan dan Nama Kepala Lingkungan sebagai berikut :
1. Kepala Lingkungan Telaga Mas : H. Ismail
2. Kepala Lingkungan Dende Seleh : Sarwo Edy Fiqri 3. Kepala Lingkungan Bugis : Suherman 4. Kepala Lingkungan Pondok Prasi : H. Maskan 5. Kepala Lingkungan Bintaro Jaya : Sopian Hadi
Untuk lebih jelasnya bisa di lihat pada tabel berikut berdasarkan nama lingkungan dan kepala lingkungan yang ada di kelurahan ampenan
Tabel II.1
Daftar Nama Lingkungan dan Kepala Lingkungan
No Nama Dusun Kepala Dusun
1 Kepala Lingkungan Telaga Mas H. Ismail
2 Kepala Lingkungan Dende Seleh Sarwo Edy Fiqri 3 Kepala Lingkungan Bugis Suherman 4 Kepala Lingkungan Pondok Prasi H. Maskan 5 Kepala Lingkungan Bintaro Jaya Sopian Hadi Sumber: Profil Kelurahan Bintaro 2018
Dari data tabel diatas menetukan nama setiap kepala lingkungan yang sudah jelas bertanggung jawab terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya, seperti kepala lingkungan telaga mas yang bertanggung jawab penuh kepada masyarakatnya adalah H. Ismail, kepala lingkungan dende seleh adalah Sarwao Edy Fiqri, kepala lingkungan Bugis Suherman dan kepala lingkungan pondok prasi H. Maskan, serta kepala lingkungan Bintaro jaya adalah Sopian Hadi. Dan yang menjadi fokus peneliti untuk mendapatkan informasi sesuai degan letak lingkungan untuk meneliti kawasan Pondok Perasi yang dipimpin oleh bapak H. Maskan. Seperti hasil wawancara peneliti dengan H. Maskan selaku kepala lingkungan Pondok Perasi:
“Saya selaku lingkungan pondok perasi ini memegang penuh tanggung jawab sebagai kepala lingkungan yang sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan dan kami juga berdempetan atau berdekatan langsung dengan pesisir ampenan sampai pesisir meninting saya menjabat menjadi kepala lingkungan ini semenjak tahun 2013 memang kami kondisinya disini seperti yag adek lihat, kami setiap hari mengerjakan sesuatu yang berbau dengan penangkapan ikan dan saya seaku kepala lingkungan selalu memonitoring masyarakat agar selalu kondusif dan tentunya kami menginginkan masyarakat yang berdaya saing seperti kebanyakan masyarakat memikirkan bahwa masyarakat nelayan ini masyarakat yang kebanyakan masyarakat awam apalagi letak kita ini bisa dibilang masin kawasan pinggiran dari jantung Kota Mataram.”34
2. Keadaan Geografis
Kelurahan Bintaro adalah kawasan perkotaan yang terdiri dari dataran rendah ymg terleteak diujumg barat kota mataram dm barat pulau
34 Wawancara dengan Bapak H. Maskan, Kepala Lingkungan Pondok Perasi hari Selasa 30 Oktober 2018
Lombok. Kondisi tanah di Kelurahan Bintaro termasuk tanah subur. Selain itu kini kelurahan Bintaro sudah dari dulu digunakan sebagai lahan pemukiman dengan adanya berbagai macam pembagunan sehingga masyarakat banyak yang bekerja pada sektor per-pabrikan. Namun karena terletak di ujung barat kota Mataram dan berbatasan langsung dengan selat Lombok maka mata pencarian masyarakat asli Bintaro adalah sebagai buruh nelayan, pemindang ikan sekaligus sebagai pedagang ikan, sisanya PNS dan wiraswasta.
Kondisi Topografi wilayah Kelurahan Bintaro termasuk beriklim tropis sebagaimana tunumnya wilayah Kota Mataram, dan berada pada ketinggian 0-2 di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 25-33°C yang merupakan wilayah pesisir pantai dan merupakan muara dari Kali Meninting.
Data Lokasi Kelurahan Bintaro Nama Kelurahan : Bintaro
Kecamatana : Ampenan
Kota : Mataram
Alamat : Jalan Kembung No.5 Lingkugan Bugis Ampenan 3. Data Kependuduk Kelurahan Bintaro
Berdasarkan data kependudukan Kelurahan Bintaro jumlah pertumbuhan penduduk bisa kita katakan cukup stabil, dengan jumlah jiwa rata-rata tidak sampai seribu jiwa per-kepala ligkungan. Seperti yang tertera pada tabel II.2
Tabel II.2
Data Jumlah Penduduk Bintaro
No. Nama
Lingkungan Jumlah
KK Laki Perempuan Jumlah Anak
1 Bintaro Jaya 427 312 542 675
2 Pondok Perasi 834 700 964 532
3 Bugis 604 357 851 498
4 Telaga Mas 402 311 493 224
5 Dende Seleh 380 142 615 441
Jumlah 2.647 1.822 3.465 2.340
Sumber: Profil Kelurahan Bintaro Tahun 2018
Seperti lingkungan Bintaro Jaya sebanyak 427 kepala keluarga (KK), Pondok Perasi 834 kepala keluarga (KK) , Bugis 604 kepala keluarga (KK), Telaga Mas 402 kepala keluarga (KK), dan terakhir Dende Seleh 380 kepala keluarga (KK). Dengan setiap kepala keluarga memiliki anak 2 sampai 3 orang anak. Dm bisa dilihat bersama angka perempuan yang paling banyak di tempati oleh linkungan Pondok Perasi yang menempati angka perempuan sebanyak 964 dan jumlah kepala keluarga sebanyak 834 jika dibandingkan dengan kepadatan penduduk yang terletak pada lingkungan-lingkungan yang ada di kelurahan Bintaro Untuk lebih jelasnya bisa di lihat di tabel di atas. Dan seperti hasil wawancara peneliti dengan staf pejabat Lurah Bintaro dalam hal ini bapak Burdi, S.Sos. selaku Kasi Sosial PM
Memang ini adalah data kependudukan pada tahun 2018 kelurahan Bintaro kecamatan Ampenan yang total jumlah kependudukan yaitu berjumlah 2.647 kepala keluarga (KK) yang sebagian besar jumlah penduduk yang paling banyak terletak pada lingkungan Pondok Perasi berjumlah 834 kepala keluarga (KK)
dibandingkan dengan jumlah penduduk yang lainnya di lingkungan- lingkungan sekelurahan Bintaro.35
4. Sosial Ekonomi Masyarakat Kelurahan Bintaro
Kelurahan Bintaro berdasarkan profil tahun 2018 sebagian besar masyarakat berpenghasilan sebagai buruh nelayan, pedagang dan kuli bangunan (buruh kasar). Mengenai mata pencaharian penduduk di Kelurahan Bintaro dapat di cermati pada tabel berikut.
Tabel II.3
Data Mata Pencarian Maysarakat Kelurahan Bintaro
NO. JENIS MATA PENCARIAN JUMLAH
1 Wiraswasta 79 Orang
2 Pedagang 500 Orang
3 Buruh Kasar 341 Orang
4 Buruh Nelayan 4.208 Orang
5 dan lain-lain 159 Orang
Jumlah 5.287 Orang
Sumber: Profil Kelurahan Bintaro Tahun 2018
Sebagian besar yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai buruh nelayan (4208), kemudian disusul oleh pedagang dan buruh migran (500), kemudian montir, sebagai jasa angkutan, burh kasar (341) kemudian Pegawai Negeri Sipil (PNS), berprofesi sebagai perawat swasta, berprofesi sebagai TNI dan POLRI, pengusaha besar, pengusaha kecil dan dosen (159).Bisa dilihat bahwa angka yang paling banyak di tempatkan oleh masyarakat yang bermata pencaharian sebagai buruh nelayan Untuk lebih jelasnya lihat tabel di atas. Yang diperkuat oleh hasil wawancara peneliti dengan Kasi Sosial dan PM yang mempertegas lagi dari hasil tabel di atas:
35 Wawancara dengan Bapak Burdi, Kasi Sosial dan PM Kelurahan Bintaro, hari Jum‟at 2 November 2018
BURDI, S.Sos. mengatakan bahwa “dari data mata pencaharian masyarakat kelurahan Bintaro ini sebagia besar masyarakat yang paling banyak adalah masyarakat yang bekerja menjadi buruh nelayan dan yang menjadi buruh nelayan ini yang paling banyak adalah masyarakat Pondok Perasi.”36
Lebih lanjut lagi selaras dengan keterangan data sosial ekonomi masyarakat kelurahann Bintaro oleh Ibu Emmy Sulistiawati selaku Kasi Ekonomi Fispras.
Di kelurahan Bintaro yang berkenaan dengan letak masyarakatnya di kawasan pesisir yang langsung diduduki oleh masyarakat lingkungan Pondok Perasi jadi kita tidak heran bahwa masyarakat yang paling banyak bekerja menjadi buruh nelayan dan nelayan yaitu masyarakat lingkungan Pondok Perasi dan kita juga tidak memungkiri dari data tersebut juga banyak yang bemata pencaharian atau bekerja sebagai wirasuasta, pedagang, buruh kasar, sampai ada yang berprofesi sebagai PNS, TNI, POLRI, dan dosen”.37
5. Tingkat Pendidikan Masyarakat Kelurahan Bintaro
Jika ditinjau dari bidang pendidikan masyarakat Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan Kota Mataram, memiliki tingkat pendidikan yang bervariasi, yaitu mulai dari tiangkat TK, SD/MI, SMP/MTs sederajat, SMA/MA sederajat, perguruan tinggi (sejana dan diploma). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
36 Wawancara dengan Bapak Burdi, Kasi Sosial dan PM Kelurahan Bintaro, hari Jum‟at 2 November 2018
37 Wawancara, Ibu Emmy Sulistiawati, Kasi Ekonomi Fispras, hari Senin 5 November 2018
Tabel II.4
Jumlah Pendidikan Masyarakat Kelurahan Bintaro
No Tingkat Pendidikan Jumlah
1 Usia 3-6 tahun yang belum masuk TK 446 orang 2 Usia 3-6 tahun yang sedang TK/Play Group 278 orang 3 Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah 282 orang 4 Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah 1.075 orang 5 Usia 18-56 tahun tidak pernah sekolah 478 orang 6 Usia 18-56 tahun pernah SD tetapi tidak tamat 453 orang
7 Tamat SD/sederajat 122 orang
8 Tamat SMP/sederajat 868 orang
9 Tamat SMA/sederajat 486 orang
10 Tamat D-1/sederajat 16 orang
11 Tamat D-2/sederajat 17 orang
12 Tamat D-3/sederajat 26 orang
13 Tamat S-1/sederajat 18 orang
Jumlah 4.079 orang
Sumber: Profil Kelurahan Bintaro Tahun 2018
Dari tingkat pendidikul yang ada di keluraan bintaro yang pertama dari usia 3-6 tahun ini yang belum masuk TK sebanyak (446), usia 3-6 tahun yang sedang TK/Play Group sebanyak (278), usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah sebanyak (282), usia 7-18 tahun yang sedang bersekolah sebanyak ( 1.075), usia 18-56 tahun tidak pernah bersekolah sebanyak
(478), usia 18-56 tahun pernah SD tetapi tidak tamat sebanyak (453), dan yang tamat SD/ sederajat sebmyak (122), tamat SMP/sederajat (868), tamat SMA/ sederajat sebanyak (486), tarnat D-l/sederajat 16 orang, tamat D-2/sederajat sebanyak (17), tamat D-3/sederajat sebanayak 26 orang, dan S-l/sederajat sebanyak sebanyak (18) yang menjadi total jumlah keseluruhan menjadi total sebanyak 4.079, dari semua jumlah di atas ini terdapat dari usia 7-18 menempati angka yang paling banyak yaitu
dengm jumlah 1.075 orang dan berbeda dengan yang tamat perguruan tinggi S-l yang sangat sedikit sebanyak 18 orang. Yang diperkuat lagi dengan hasil wawancara peneliti dengan sekretaris Lurah Bintaro Bapak Khaerul Amri, S.STP yang mengatakan bahwa:
“Seperti sama-sama kita ketahui pendidikan ini menjadi tonggak utama untuk merubah suatu daerah paling tidak merubah tatanan kehidupan individu kemasa yang lebih baik melalui pendidikan berkaitan dengan hal ini memang jumlah anak-anak kami yang berada dalam kawasan kelurahan Bintaro ini sebanyak kurang lebih 1.075 yang masih mengenyam pendidikan dari umur 7- 18 tahun yang menjadi perhatian kami dari kesemua total jumlah pendidikan masyarakat kelurahan Bintaro totalnya 4.079 dari rata- rata tingkat pendidikan masyarakat kami paling banyak hanya lulusan atau tamatan sampai SMP saja kami tentu menginginkan tingkat pendidikan anak-anak kelurahan Bintaro ini hingga mencapai perguruan tinggi dan kita juga bisa menyimpulkan juga bahwa masyarakat paling banyak bisa mengenyam pendidikan hanya sebatas tigkat SMP, dan juga kami mengetahui salah satu faktor yang menjadi hambatan untuk bisa menyekolahkan anak-anak mereka apalagi yang paling banyak penduduknya terletak pada lingkungan pondok perasi anak nelayan ini selain factor penghambatnya dari segi ekonomi kami juga akan berusaha akan menstimulasi dengan memberikan pelatihan-pelatihan dalam mengasah kemampuan bakat mereka dalam hal penyesuaian kondisi pekerjaan mereka khususnya sebagai masyarakat sebagai bermata pencaharian sebagai nelayan dan buruh nelayan.38
Pendidikan merupakan Salah satu sumber yang sangat penting yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia, tingkat pendidikan yang tinggi, dan didukung dengan maju dan berkembangnya informasi dan teknologi akan mencerminkan bagaimana pola pikir masyarakat. Khususnya pola pikir masyarakat terhadap istilah dan teori tentang pemberdayaaan mayarakat untuk mengembangkan pontesi daerah yang mulanya masyarakat tidak mengenal dan paham terhadap apa yang berpotensi untuk dijadikan peluang
38 Wawancara dengan Khaerul Amri, Sekretaris Lurah, hari Selasa 6 November 2018
usaha maka secara berkala dan berkelanjutan serta diperkenalkan sejak dini akan membentuk masyarakat yang mengerti dan paham tentang maksud dari teori dan istilah-istilah pengembangan masyarakat khusunya bagaimana mengelola daerah menjadi daerah yang produktif dan tidak lagi menjadi daerah yang konsumtif.
6. Sarana Pendidikan Dan Tempat Ibadah
Tempat ibadah dan pendidikan merupakan sarana wajib yang sangat vital bagi kelangsungan hidup suatu masyarakat baik itu dalam bentuk masyarakat, konunitas, kelompok, atau pun individu dan perorangan.
Karena keduah hal ini merupakan kebutuhan yang harus ada agar masyarakat dapat mejalani kehidupan dengan rukuan dan aman.
a. Sarana Pendidikan
Melalui hasil penelitian di lokasi, peneliti menemukan dokumen- dokumen yang terdapat pada kantor kelurahan Bintaro kecamatan Ampenan kota Mataram, dokumen yang ditemuakan peneliti dalam hal banyaknya sarana dan prasarana pendidikan yang ada peneliti mendapatkan data seperti pada tabel.
Tabel II.5
Daftar Sarana Pendidikan Dikelurahan Bintaro
No Instansi/
Gedung
Lingkungan Telaga
Mas Dende
Seleh Bugis Pondok
Prasi Bintaro Jaya
1 TK/PAUD - - 1 1 2
2 SD/MI - - 1 - -
3 SMP/MTs - - - - -
4 SMU/MA - - - - -
Sumber: Profil Kelurahan Bintaro Tahun 2018
Ada beberapa sarana dan prasarana pendidikan di antaranya PAUD/TK SD/MI, sederajat. Ada beberapa PAUD/TK di setiap kepala lingkungan diantaranya di Bintaro Jaya 2, bugis 1, dan Pondok Perasi 1.
Ada SD/MI di beberapa kepala lingkungan bugis 1. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel berikut. Sebagaimana dengan hasil wawancara peneliti dengan salah satu guru yang mengajar di SD 26 Ampenan ibu Farida :
Saya masih mengabdi di sekolahan SD ini dan saya setiap hari datang mengajar, dari sebagian besar yang bersekolah adalah anak-anak kami yang dari kelurahan Bintaro terutama yang dari lingkugan Pondok Perasi ini, kami dari tenaga kependidikan mengamati anak-anak nelayan sangat berantusias dalam bersekolah namun kami harus mengerti juga bawaan kenakalan yang dibawa dari rumah ini tentu yang masih menjadi pekerjaan kita sebagai guru dilain hal juga karakter atau sifat dari anak-anak didik kami yang dari sebagian besar dari kelurahan Bitaro ini mempunyai sifat keras, namun tentu kami juga tau bagaiman cara mengatasinya, sebagian besar juga orang tua anak-anak ini sangat peduli dalam hal pendidikan anak-anak mereka apalagi yang tinggal di sebagian pinggir pesisir ampenan kelurahan Bintaro ini39
b. Sarana Kesehatan
Semakin tinggi tingkat kesehatan suatu daerah maka akan semakin baik kehidupan masyarakatnya, begitupun dengan kelurahan Bintaro ada beberapa sarana kesehatan yang terdapat di kelurahan Bintaro diantaranya dapat di lihat pada tabel di bawah ini
39 Wawancara, dengan ibu Farida, Guru SD 26 Ampenan, hari Kamis 8 November 2018
Tabel II.6
Sarana dan Prasarana Kesehatan
No Sarana dan Kepersertaan
Lingkungan Telaga
Mas Dende
Seleh Bugis Pondok
Prasi Bintaro Jaya 1 Posyandu 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 2 Kader Posyandu 5 orang 5 orang 5 orang 5 orang 5 orang
3 PUS 300 534 409 233 209
Sumber: Profil Kelurahan Bintaro Tahun 2018
Dari tabel tesebut dapat kita pahami bahwa di setiap lingkungan terdapat 1 unit tempat pelayanan posyandu dengan beranggotakan 5 orang per-tiap unit posyandu. Selain itu juga terdapat PUS di setiap lingkungan yang terdiri dari 200 sampai 500 orang anggota. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa tingkat kesehatan masyarakat kelurahan Bintaro dapat di katakan sangat baik karena telah memenuhi syarat untuk menjadi lingkungan yang terdapat pusat kesehatan masyarakat yang cukup memadai dengan jumlah penduduknya.Meskipun masih belum ada tempat kesehatan seperti puskesmas dan tempat kesehatan lainnya yang masyarakat kelurahan Bintaro ini harus pergi ke kelurahan Dayan Peken yang disana terdapat Puskesmas. Yang diperkuat oleh hasil wawancara peneliti dengan kepala Pokja Posyandu Bapak Zainy Aroni bahwa:
“Kami dari poäa posyandu berdiri dari sebagian besar masyarakat kelurahan Bintaro yang terdiri alas perkumoulan masyarakat umum yang juga ada kader-kader dari kelurahan dan kami setiap sekali seminggu mengadakan kegiatan rutin seperti yang biasa kita ketahui yaitu kegiatan imunisasi dan juga kami ada kegiatan mengembangkan bakat atau kursus menjahit bagi para ibu-ibu kader dan bagi ibu-ibu nelayan yang sebagian besar
kami membidik para perempuan untuk aktifdalam kegiatan seperti ini dan juga sebagian besar perempuan yang turut aktif
ini banyak
dari kalangan ibu-ibu nelayan Pondok Perasi yang selain membawa anak mereka untuk diimunisasi juga ada yang ikut pelatihan menjahit ini tentu kami sejuga sebagai kader kelurahan sangat mendukung.40
c. Sarana Keagamaan
Tingkat kesadaran masyarakat dalam berkehidupan dan bertetangga akan terlihat baik bila tetap menjalani kehidupan dengan menjujung rasa toleransi, khusunya toleransi dalam beragama. Untuk itu, mengukur kesadaran masyarakat dalam bertingkah laku baik apabila kita mampu mengamati bagaimna keagamaan dan sarana tempat ibadah sebagai penunjang kelangsungan dalam kerukunan bertetangga. Berikut daftar sarana tempat ibadah di kelurahan Bintaro.
Tabel II.7
Daftar Sarana Tempat Ibadah
No Peribadatan Lingkungan
Telaga
Mas Dende
Seleh Bugis Pondok
Prasi Bintaro Jaya 1 Masjid 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit
2 Musholla - 1 unit - 1 unit -
3 Pura - - - 1 unit -
4 Vihara 1 unit - - - 1 unit
5 Gereja - - - - -
6
TPU/
Tempat Pemakaman Umum
- - - 1 unit 1 unit
7 Keremasi 1 unit - - - 1 unit
Sumber: Profil Keluralun Bintaro Tahun 2018
40 Wawancara, dengan Zainy Arony, Ketua Pokja Posyandu, hari Senin 12 November 2018
Dari tabel di atas dapat kita melihat bahwa tempat peribadatan masjid di tempat setiap kampung yang ada di kelurahan bintaro semuanya memiliki masing-masing satu unit diantaranya telaga mas memiliki masjid (1 unit), dende saleh memiliki (1 unit) masjid dan (1 unit) musholla, lingkungan bugis memiliki (1 unit) masjid, pondok perasi memiliki (1 unit) masjid dan (1 tmit) musholla dan (1 unit) Pura dan (1 unit) TPU tempat pemakaman umum, Bintaro jaya memiliki (1 unit) masjid (1 unit) Vihara (1 unit) TPU tempat pemakaman umum dan (1 unit) kremasi yang ada di lingkungan Bintaro jaya.
Dari data tempat peribadatan di atas dapat kita lihat bahwa masyarakat kelurahan Bintaro merupakan msyarakat yang sadar akan pentingya memahami tentang aganma. Hal demikian karena di setiap lingkungan memiliki masing-masing satu tempat peribadatan bagi tiap- tiap agama, ini menunjukan dengan jelas bahwa masyarakat setempat merupakan masyarakat yang paham akan ilmu agama. Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan ketua remaja masjid Pondok Perasi Ampenan L M. Haris Juliandi atau yang biasa dipanggil mamiq Andi mengatakan bahwa :
“Dari total jumlah masjid yang ada sekelurahan Bintaro ini masing-masing mempunyai satu masjid di setiap lingkungan yang ditambah juga oleh dua unit mushola dan kami juga setiap minggu bahkan hampir setiap hari mengadakan kegiatan keagamaan yang berfokus pada masjid untuk menggerakan masyarakat akan lebih pahamnya dengan ilmu agama kami juga memahami betul akan toleransi bergama danjuga masjid-masjid kita ini berada di dalam gubug-gubug lingkungan berbeda dengan tempat peribadatan non muslim yang berada atau terletak pada pinggir jalan besar jadi kami tidak mengkhawatirkan jiga
dalam kesetiap kegiatan keagamaan kami ini akan terganggu oleh saudara masyarakat yang non muslim.41
d. Sosial Kemasyarakatan
Perkumpulan kemasyarakatan yang terdapat di kelurahan Bintaro cukup banyak karena masyarakatnya sangat aktif dari segala bidang usaha khususnya usaha yang berhubugan dengan masalah perburuhan nelayan.
Tabel II.8
Tabel Organisasi Masyarakat (ORMAS)
No Lambaga/Ormas Lokasi
Keterangan Telaga
Mas Dende
Seleh Bugis Pondok
Perasi Bintaro Jaya
1 BKM IQRO 1 - 1 1 1 Remaja dan
Remaji
2 Karang Taruna “Bahari” - - - 1 1 Kelompok
Usaha Micro 3 Krama Adat “Sopoq Angen” - 1 1 1 - Perkumulan
untuk umum
4 Pokja Posyandu 1 1 1 1 1 Perkumpulan
Masyarakat
5 Pokja Lisan - 1 1 1 1 Umum
Sumber: Profil Kelurahan Bintaro Tahun 2018
Dari tabel diatas bisa kita melihat bahwa kelurahan Bintaro memillki organisasi masyarakat atau yang lebih di sebut dengan ORMAS diantaranya limgkungan pondok perasi ini paling banyak memiliki dan sangat aktif di bidang sosial kemasyarakatan dibandingkan dengan lingkungan lain yang ada di kelurahan bintaro diantaranya lingkungan Pondok Perasi memiliki BKM IQRO satu, karang taruna bahari satu,
41 Wawancara, L. M. Haris Juliandi, Ketua Remaja Masjid Pondok Perasi, hari Rabu 14 November 2018
kerama adat sopoq angen 1, pokja posyandu satu, dan pokja lisan satu dibandingkan dengan Linkungan Telaga Mas hanya mengikuti dua organisasi masyarakat diantaranya hanya BKM IQRO dan Pokja posyandu dan diikuti dengan lingkungan Dende saleh yang mengikuti tiga organisasi masyarakat diantaranya kerama adat sopok angen, pokja posyandu, dan pokja lisan. Berikutnya adalah Linkungan Bugis yang mengikuti empat ORMAS diantaranya BKM IQRO satu, krama adat
“sopoq angen” satu, pokja posyandu satu, dan pokja lisan satu di Lingkungan Bugis ini mengikuti semua bentuk organisasi kemasyarakatan yg terkecuali Karang Taruna Bahari. Dan yang terakhir ada lingkungan Bintaro jaya mengikuti empat oraganisasi masyarakat yang sama dengan jumlah dari Lingkungan Bugis tetapi lingkungan Bintaro jaya hanya tidak mengikuti oraganisasi masyarakat krama adat
“sopoq angen” dan hanya mengikuti BKM IQRO, Karang Taruna Bahari, Pokja posyandu, dan Pokja lisan. Jadi yang mengikuti organisasi kemasyarakatan yang paling aktif adalah lingkungan Pondok Perasi yang terdiri dari remaja remaji, kelompok usaha micro, perkumpulan untuk umum, dan perkumpulan masyarakat.
Masyarakat juga memiliki banyak perkumpulan-perkumpulan seperti organisasi yang berlatar belakang mengedepankan kepentingan- kepentingan umum seperti organisasi masyarakat BKM IQRO di mana organisasi ini bertujuan untuk mendidik anak-anak sejak dini agar menjadi penerus generasi muda. Ada juga KARANG TARUNA
"BAHARI” bertujuan untuk mengadakan acara-acara hari besar islam dan hari-hari besar lainnya. Agar lebih mudah di pahami, perhatikan tabel di atas. Sebagimana hasil wawancara peneliti dengan kepala Lurah Bintaro LL. Issugiono yang mengatakan bahwa:
“Sebagian besar masyarakat kami ini sangat peduli akan kegiatan kebersamaan yang menjunjung keaktifan kegotong royongan maka kami bernisiatif untuk membuat suatu perkumpulan yang dapat mengorganisir semua kegiatan masyarakat, kami tentu menginginkan dengan ada kolompok- kelompok masyarakat ini dapat membangkitkan suatu keaktifan dan kekompakan dalam semua bentuk kegiatan kemasyarakatan, jadi awalnya kami juga menarik dari kepala lingkungan dari setiap lingkungan dan kader-kader kami untuk menyepakati dalam hal pembentukan kelompok perkumpulan masyarakat ii dan tentunya kegiatan-kegiatan semacam ini baik untuk perkembangan suatu daerah menuju daerah yang terorganisir dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.”42
e. Perekonomian
Berdasarkan data yang terdapat di kantor kelurahan Bintaro bahwa terdapat kelompok usaha bersama yankni di khususkan untuk masyarakat setempat mengurus hasil laut atau perkumpula para buruh nelayan. Perhatikan tabel di bawah.
Tabel II.9
Tabel Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
Pekumpulan Linkungan
Telaga
Mas Dende
Seleh Bugis Pondok
Prasi Bintaro Jaya KUBE 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit Sumber: Profil Kelurahan Bintaro Tahun 2018
42 Wawancara, dengan bapak LL. Issugiono, Kepala Lurah Bintaro, Hari Jum‟at 16 November 2018