BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian
Kecamatan Minasatene merupakan salah satu dari 13 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, memiliki luas wilayah 76,48 Km² dengan batas-batas administrasi sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Bungoro - Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Balocci - Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Maros - Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Pangkajene
Di kecamatan Minasatene terdapat 2 ( dua ) Desa dan 6 ( enam ) Kelurahan yaitu:
- Kel. Bontolangkasa - Desa Kabba
- Desa Panaikang - Kel. Bonto Kio - Kel. Biraeng - Kel. Minasatene - Kel. Kalabbirang - Kel. Bontoa
52
Dari 8 ( delapan ) Desa/Kelurahan tersebut terdapat 13 lingkungan, 4 Dusun, 54 RW, 153 RT, dan 57 Pamong Desa.
OPD Kecamatan Minasatene mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan melaksanakan fungsi-fungsi yang antara lain adalah : 1. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat
2. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban 3. Mengkoordinasikan Penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan 4. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum 5. Mengkoordinasikan penyelenggaran kegiatan pemerintah di tingkat Kecamatan 6. Membina penyelenggaraan Pemerintahan Desa / Kelurahan
7. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya 8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Kecamatan Minasatene merupakan salah satu Kecamatan yang paling dekat dengan ibukota Kabupaten. Penduduknya yang majemuk memiliki pola pikir dan pola tindak yang beragam. Seiring dengan semakin berkembangnya kehidupan di berbagai sektor, masyarakat pun menjadi semakin kritis, sehingga tuntutan masyarakat kepada Pemerintah pun semakin besar, terutama dalam hal pelayanan.
Apalagi dengan jumlah aparat yang tidak mencukupi serta masih adanya aparat yang belum menguasai sistem komputerisas membuat tantangan yang dihadapi OPD Kecamatan Minasatene dalam memberikan Pelayanannya pun semakin besar. Oleh
karena itulah Pemerintah Kecamatan Minasatene dituntut untuk lebih responsif, kreatif dan inovatif dalam menghadapi perubahan – perubahan yang terjadi baik ditingkat lokal, regional dan nasional.
Dengan memperhatikan hal tersebut dan dikaitkan dengan sasaran jangka menengah Renstra Kabupaten Pangkajene dan kepulauan yang ingin dicapai yaitu meningkatnya profesionalisme aparatur dan efektifitas kelembagaan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, serta meningkatnya pelayanan publik yang prima, diperoleh hasil penentuan isu-isu strategis yang akan ditangani oleh OPD Kecamatan Minasatene melalui Renstra OPD Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut :
1. Semakin tingginya tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan prima 2. Rendahnya rasio antara jumlah aparat dengan jumlah pelayanan
3. Rendahnya Sumber Daya Aparatur dalam bidang teknologi
4. Masih lambatnya koordinasi di tingkat Desa/Kelurahan dalam hal pengumpulan data
5. Masih belum optimalnya sistem perencanaan pembangunan 6. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan 7. Belum optimalnya fungsi LPM
8. Belum optimalnya pembinaan PKK
9. Belum berimbangnya jumlah linmas dengan jumlah penduduk 10. Menurunnya kualitas dan kuantitas air tanah
11. Kurang berfungsinya drainase dengan baik 12. Tingginya tingkat kerusakan jalan
13. Masih rendahnya persentase RT ber PHBS 14. Masih rendahnya kualitas bangunan Puskesmas
Struktur Organisasi Kecamatan terdiri dari : 1. Camat
2. Sekretaris Camat 3. Seksi Pemerintahan
4. Seksi Ketentraman dan Ketertiban 5. Seksi Perekonomian
6. Seksi Kesejahteraan Sosial 7. Seksi Pembangunan
8. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
9. Sub Bagian Perencanaan, Pelaporan dan Keuangan
Gambar 5.1. Struktur Organisasi Kantor Camat Minasatene Kabupaten Pangkep
Sebagai penerjemahan kebijakan politik Gubernur sebagai Kepala Daerah yang tertuang dalam RPJMD, Renstra menjadi pijakan bagi perencanaan strategis OPD, termasuk hingga ke level perencanaan tahunan. Bagian berikut akan menguraikan visi dan misi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang tertuang dalam Renstra tersebut. Adapun rumusan visi RPJMD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan 2016- 2021 adalah:
“Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Mewujudkan Desa Modern yang Produktif dan Berkarakter menuju Daerah yang Lebih Maju dan Mandiri pada Tahun 2021”
Pada rumusan visi ini terdapat terdapat dua pokok visi yakni “Desa Modern yang Produktif dan Berkarakter”, “Daerah yang Lebih Maju dan Mandiri”. Dengan demikian, visi RPJMD ini bermaksud mewujudkan perubahan untuk kondisi masa depan pada dua level yakni level desa dan level daerah. Arti dari setiap pokok visi tersebut adalah sebagai berikut.
“Desa Modern yang Produktif dan Berkarakter” adalah kondisi yang diharapkan terhadap desa dan kelurahan pada tahun 2021 baik di daratan maupun pulau-pulau di Kabupaten Pangkep memiliki ciri produktif dan ciri berkarakter. Ciri produktif ditandai oleh kemudahan akses (transportasi dan informasi);
memanfaatkan teknologi; terbuka dalam tata kelola pemerintahan desa; gotong royong, disiplin, kreatif, inovatif; memiliki produk unggulan; memiliki kerjasama antar desa; berorientasi pasar. Ciri berkarakter ditandai oleh adanya pengetahuan dan kearifan lokal, nilai dan norma religiusitas, SDM yang berdaya saing tinggi, memeliharan kelestarian lingkungan fisik dan sosial; memiliki resiliensi (kelenturan)
dalam menghadapi dinamika lingkungan. Keseluruhan ciri produktif dan berkarakter ini bermuara pada kemandirian desa. Karena itu, indikator utama dari pokok visi ini adalah kemandirian desa, baik pada desa daratan maupun desa pulau-pulau.
“Daerah yang Lebih Maju dan Mandiri” adalah kondisi pada tahun 2021 yang menempatkan Kabupaten Pangkep sebagai daerah otonom memiliki aksesibilitas yang baik terutama dalam hal transportasi dan komunikasi; semakin mewujudkan sinergi yang baik antara wilayah kepulauan, dataran rendah dan pegunungan; pelayanan umum yang lebih baik dan lebih cepat; kualitas sumberdaya manusia yang tinggi; produksi komoditas unggulan yang meningkat dua kali lipat, dan indeks pembangunan manusia (IPM) yang meningkat secara akseleratif.
Indikator utama dari pokok visi “Daerah yang Maju dan Mandiri” ini adalah IPM yang diharapkan berada pada lima besar di Sulawesi Selatan.
Visi RPJMD Kabupaten Pangkep 2016-2021 memiliki keterkaitan yang erat dengan visi RPJPD Kabupaten Pangkep 2016-2021. Adapun visi RPJPD Kabupaten Pangkep 2005-2025 adalah :
“Menjadi daerah maju dan mandiri di Sulawesi Selatan yang didukung oleh struktur ekonomi dan struktur wilayah yang kuat dengan dijiwai oleh nilai- nilai keagamaan pada tahun 2025”.
Dari rumusan visi ini pokok visi “Daerah yang Lebih Maju dan Mandiri”
pada RPJMD sama dengan pokok visi “Daerah Maju dan Mandiri” pada RPJPD.
Yang menjadi karakteristik dari RPJMD sebagai tahapan ketiga dari RPJPD adalah pokok visi “Desa Modern yang Produktif dan Berkarakter”.
Misi dalam RPJMD ini adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya mewujudkan visi. Misi ini dirumuskan dengan memperhatikan permasalahan dan isu strategis pembangunan daerah serta pokok visi yang akan dikontribusi oleh masing- masing misi. Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, maka ditetapkan lima misi RPJMD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Tahun 2016-2021, namun yang dijelaskan disini hanya misi yang relevan dengan OPD Kecamatan Minasatene yaitu : Mewujudkan tata pemerintah yang baik pada tatanan daratan dan pulau-pulau
Misi ini mencakup upaya umum dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi pada berbagai ranah. Selain itu, misi ini juga terkait dengan perbaikan pelayanan umum, khususnya melalui optimalisasi pada unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Misi RPJMD ini memiliki keterkaitan dengan misi RPJPD. Misi RPJPD Kabupaten Pangkajene Kepulauan 2005-2025 adalah: (1) Menjadi daerah yang maju mandiri melalui penyelenggaraan pemerintahan daerah yang mantap; (2) Mengembangkan potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan sumberdaya buatan dalam rangka mendukung struktur ekonomi daerah dan wilayah yang kuat;
(3) Meningkatkan pembinaan kemasyarakatan dalam berbagai aspek kehidupan yang dijiwai oleh nilai-nilai keagamaan.