• Tidak ada hasil yang ditemukan

Generasi Milenial

BAB III T antangan Era Milenial

A. Generasi Milenial

1. Pengertian Generasi Milenial

Menurut Yuswohady dalam artikel Milennial Trends (2016)64, Generasi Milenial (Millennial Generation) adalah generasi yang lahir dalam rentang waktu awal tahun 1980 hingga tahun 2000. Generasi ini sering disebut juga sebagai Gen-Y, Net Generation, Generation WE, Boomerang Generation, Peter Pan Generation, dan lain-lain. Mereka disebut generasi milenial karena merekalah generasi yang hidup di pergantian milenium. Secara bersamaan di era ini teknologi digital mulai merasuk ke segala sendi kehidupan.

64 Syarif Hidayatullah, Abdul Waris, Riezky Chris Devianti, Syafi trilliana Ratna Sari, Irawan Ardi Wibowo, dan Pande Made PW, “Perilaku Generasi Milenial dalam Menggunakan Aplikasi Go-Food”, Manajemen dan Kewirausahaan, Vol.

6, No. 2, 2018, hal. 241.

Berdasarkan hasil penelitian dari Lancaster & Stillman (2002) Generasi Y dikenal dengan sebutan generasi millenial atau milenium. Ungkapan generasi Y mulai dipakai pada editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1993.

Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instant messaging dan media sosial seperti facebook dan twitt er, IG dan lain-lain, sehingga dengan kata lain generasi Y adalah generasi yang tumbuh pada era internet booming.

Generasi milenial hidup pada era informasi yang diperoleh secara terbuka dari internet. Termasuk pilihan di pasar online. Generasi milenial di dunia juga menghadapi beberapa krisis mulai dari masalah terorisme domestik hingga resesi ekonomi. Pengalaman bersejarah yang unik dari para milenial ini telah membentuk mereka memiliki hubungan dengan politik dan komunitas mereka (Gilman dan Stokes, 2014).

Penelitian lain dari Alvara Research Center (2014) menyebutkan bahwa konsumsi internet penduduk kelompok usia 15 hingga 34 tahun jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia yang lebih tua. Hal ini menunjukkan ketergantungan generasi ini terhadap internet sangat tinggi. Penelitian ini juga menyebutkan bahwa generasi berusia 15-24 tahun menyukai topik pembicaraan yang terkait musik/fi lm, olahraga, dan teknologi. Sementara yang berusia antara 25 hingga 34 tahun menyukai topik pembicaraan yang lebih bervariatif.65

Berdasarkan gambaran-gambaran tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa generasi milenial adalah

65 Christiany Juditha, “Penggunaan Media Digital dan Partisipasi Politik Generasi Milenial”, Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, Vol. 22, No.

2,Desember, 2018, hal. 92.

generasi yang lahir diantara tahun 1980-2000 saat terjadi kemajuan teknologi yang pesat. Jika dilihat dari kelompok umur, generasi milenial merupakan generasi yang saat ini berusia dikisaran 15-34 tahun.66

2. Karakteristik Generasi Milenial

Generasi Milenial atau sering disebut generasi Y merupakan generasi yang menarik perhatian, baik bagi manajer maupun akademisi. Generasi ini merupakan generasi pertama yang menghabiskan seluruh hidup mereka pada lingkungan digital, yang tentu saja berimplikasi pada bagaimana cara mereka hidup dan bekerja. Menurut beberapa penelitian, generasi ini disebut greatest generation, namun ada juga yang menyebut sebagai generasi cengeng, yaitu anak-anak muda yang memperturutkan kemauan hati secara berlebihan dan dilindungi secara berlebihan yang tidak mampu mengatasi pekerjaan yang biasa saja tanpa adanya petunjuk atau bantuan.67 Generasi millenial diantaranya ditandai dengan karakteristik sebagai berikut:

Digital Immersion

Generasi millenial tidak hanya nyaman dengan menggunakan teknologi, teknologi adalah bagian yang terintegrasi dari generasi millenial. Teknologi dan perkembangannya tersebut sangat berpengaruh untuk generasi ini. Mereka terlalu bergantung pada teknologi masa kini.68

66 Syarif Hidayatullah, Abdul Waris, Riezky Chris Devianti, Syafi trilliana Ratna Sari, Irawan Ardi Wibowo, dan Pande Made PW, “Perilaku Generasi Milenial dalam Menggunakan Aplikasi Go-Food”, Manajemen dan Kewirausahaan, Vol.

6, No. 2, 2018, hal. 241.

67 Satria Aji Setiawan dan Nova Puspitasari, “Preferensi Stuktur Organisasi bagi Generasi Milenial”, Borneo Administrator, Vol. 14, No. 2, 2018,hal. 104.

68 Ibid.

Karena lahir di era kemajuan teknologi, perilaku Gen Y ini amat sangat bergantung dengan teknologi. Mereka bergantung pada internet untuk mencari beragam informasi termasuk mengumpul-kan informasi sebelum mengambil keputusan pembelian suatu produk atau menggunakan suatu jasa. Mengingat kelancaran dan kenyamanan milenial dengan teknologi dan informasi, mereka memiliki pandangan positif tentang bagaimana teknologi dan informasi memengaruhi kehidupan mereka daripada generasi sebelumnya. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa generasi milenial sangat memanfaatkan teknologi dan informasi karena adanya kemajuan teknologi dan informsi dan generagi milenial dapat melakukan aktivitas menjadi sangat mudah, instan serta update dengan informasi terkini.69

• Mentalitas Open Source

Kekuatan dari generasi millenial berasal dari pengaruh facebook, twitt er, Wikipedia, dan media sosial lain yang memiliki pengaruh dalam membentuk perdagangan, politik, pendidikan, dan struktur sosial. Bentuk baru dalam berkomunikasi dalam pengiriman pesan dengan menyingkat pesan yang disampaikan. Berdasarkan pengalaman mereka, generasi millenial memiliki asumsi bahwa semua informasi penting dapat dikumpulkan dengan sentuhan tangan/melalui gawai.70

Content Creation

Generasi millenial tidak pernah puas hanya dengan mendapatkan dan menggunakan informasi; mereka

69 Syarif Hidayatullah, Abdul Waris, Riezky Chris Devianti, Syafi trilliana Ratna Sari, Irawan Ardi Wibowo, dan Pande Made PW, “Perilaku Generasi Milenial dalam Menggunakan Aplikasi Go-Food”, Manajemen dan Kewirausahaan, Vol.

6, No. 2, 2018, hal. 242.

70 Satria Aji Setiawan dan Nova Puspitasari, “Preferensi Stuktur Organisasi bagi Generasi Milenial”, Borneo Administrator, Vol. 14, No. 2, 2018, hal. 104.

juga akan mncari cara untuk membuat informasi melalui blog, media interaktif, twitt er, dan media sosial lainnya. Membagikan informasi lewat blog adalah salah satu contoh yang membuktikan bahwa generasi millenial ingin menangkap, mengorganisasikan, dan menyebarkan pemikiran, opini, dan pengalaman mereka. Kecenderungan ini disebutkan oleh Psikolog Jean Twenge sebagai generation me, yaitu orang-orang yang memiliki karakteristik lebih ambisius, asertif, dan bahkan lebih narcissistic daripada generasi sebelumnya.

Menyukai fl eksibilitas

Generasi millenial adalah generasi yang meyukai fl eksibilitas kerja dan karir. Selanjutnya, sebagai digital native, generasi millenial percaya bahwa mereka dapat bekerja dengan lebih efi sien dengan memanfaatkan teknologi, contohnya adalah menghilangkan waktu untuk hal-hal yang tidak perlu, non-esensial, interaksi tatap muka yang terjadi dalam pengaturan kantor pada umumnya.71

Konsumtif

Gaya hidup online sepertinya sudah menjadi bagian dari jiwa seorang milenial. Tidak heran berbagai iklan produk barang dan jasa tidak asing bagi milenial melalui berbagai platform media. Ajakan untuk berbelanja menggema sejak orang bangun tidur, beraktivitas, hingga saat kembali ke rumah. Tidak heran, mereka menjadi konsumtif. Generasi milenial lebih konsumtif dalam arti lebih senang menghabiskan uang untuk membeli suatu produk atau menggunakan jasa yang telah disediakan. Milenial merupakan konsumen yang mendominsi pasar saat ini. Tak heran ini merupakan

71 Ibid., 104-105.

peluang bisnis bagi pelaku bisnis khususnya bisnis online.

Menurut Sumartono, konsep perilaku konsumtif amatlah variatif, tetapi pengertian perilaku konsumtif adalah membeli barang atau jasa tanpa pertimbangan rasional atau bukan atas dasar kebutuhan.

Cenderung Malas

Generasi milineal merupakan gelar yang diperuntukan bagi individu atau kelompok yang menyukai yang bersifat instan dalam segala hal, dalam artian tidak ingin menjadi terbebani oleh waktu dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Hal ini menjadi peluang bagi pebisnis khususnya yang bergerak pada bisnis online.

Dalam sistem online semuanya diterangkan secara detail sehingga tidak membingungkan pelanggan dalam melakukan pemesanan.

Dengan semua kemudahan tanpa membingungkan ini, tentunya semua orang menjadi terjerumus akan teknologi yang ditawarkan. Dengan semua kemudahan ini, menjadikan individu menjadi pribadi yang malas berusaha untuk mencapai hasil.72

B. Antisipasi Pengaruh Aliran Radikal/Sesat Di