bangsa yang unggul, kreatif dan certas, Sehingga semakin banyak generasi bangsa tersebut maka akan semakin berkembangdan majulah bangsa tersebut.
Pada intinya tanpa adanya profesi guru, sebuah bangsa bukanlah apa-apa.
D. GURU DAN INSPIRASI KEMAJUAN PENDIDIKAN
sesama rekan anggota profesi dalam berinteraksi dengan sesama rekan anggota profesi, Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi Tujuan lain kode etik dapat juga berkaitan dengan peningkatan kegiatan pengabdian profesi, sehingga bagi para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengapainya dalam melaksanakan tugasnya.
Oleh karena itu, kode etik merumuskan ketentuan- ketentuan yang perlu dilakukan para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya, Untuk meningkatkan mutu profesi Memuat norma-norma dan anjuran agar para anggota profesi selalu berusaha meningkatkan mutu pengabdian para anggotanya, Untuk meningkatkan mutu organisasi Diwajibkan kepada setiap anggota untuk secara aktif berpartisipasi dalam membina organisasi profesi dan kegiatan-kegiatan yang dirancang organisasi. Karena kedua fungsi tersebut sama yang seperti dikemukakan oleh Gipson dan Michel (1945:449) yang lebih mementingkan pada kode etik sebagai pedoman pelaksanaan tugas profesional dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang profesional, Biggs dan Blocher (1986:10) mengemukakan 3 fungsi kode etik yaitu : yang pertama melindungi Suatu profesi dari campur tangan pemerintah, kedua mencegah terjadinya pertentangan
internal dalam suatu profesi, ketiga melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi, Oteng Sutisna (1986-364) bahwa pentingnya kode etik guru dengan teman kerjanya difungsikan sebagai penghubung serta saling mendukung dalam bidang sukseskan misi dalam mendidik peserta didik.
Organisasi profesi ini merupakan wadah atau tempat berkumpulnya para praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas mereka sebagai individu. Jadi dengan adanya organisasi profesi, para profesi dengan mudah dalam melaksanakan tanggung jawabnya, menyelesaikan masalah-masalah yang dialaminya sehingga penting bagi para profesi memiliki organisasi profesi. Dengan adanya organisasi profesi guru, keuntungan yang didapat bagi guru Indonesia adalah dapat mempertinggi kesadaran sikap, mutu dan kegiatan profesi serta meningkatkan kesejahteraan guru, mempersatu guru indonesia dan peningkatan kemampuan profesional.
Organisasi profesi guru di Indonesia selain PGRI adalah PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia), IGI (Ikatan Guru Indonesia), FSGI (Federisasi Serikat Guru Indonesia), PERGUNU (Persatuan Guru Nahdlotul
Ulama), MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), KKG (Kelompok Kerja Guru). Perananya, PGSI : sebagai tempat para guru menyampaikan aspirasi, IGI : Memperjuangkan mutu, profesionalisme dan kesejahteraan guru Indonesia, FSGI : Mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan, PERGUNU : Membangun generasi muda NU melalui jalur pendidikan, MGMP : Melaksanakan pengembangan wawasan, pengetahuan dan kompetensi, dan KKG : Memfasilitasi kegiatan yang dilakukan dipusat kegiatan guru berdasarkan masalah dan kesulitan yang dihadapi guru.
Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan.
Oleh karena itu guru yang merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Dalam arti khusus dapat dikatakan bahwa setiap diri guru itu terletak tanggung jawab untuk membawa para siswanya pada suatu kedewasaan atau taraf kematangan tertentu. Dalam rangka ini guru tidak semata-mata sebagai
"pengajar"yang dilakukan transfer of knowledge,
tetapi juga sebagai "pendidik"yang melakukan transpor of values dan sekaligus sebagai
"pembimbing"yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar. Berkaitan dengan ini, sebenarnya guru memiliki peran yang unik dan sangat kompleks di dalam proses belajar mengajar, dalam usahanya untuk mengantarkan siswa atau anak didik ke taraf yang dicita-citakan. Oleh karena itu, setiap rencana kegiatan guru harus dapat didudukkan dan dibenarkan semata-mata demi kepentingan anak didik, sesuai dengan profesi dan tanggung jawabnya.
Misi utama seorang guru adalah menjalankan tugas sebagai profesi guru, baik yang terikat oleh dinas maupun diluar dinas dalam bentuk pengabdian. Selain itu juga guru mempunyai tugas kemanusiaan dan kemasyarakatan. Tugas guru juga mendidik, mengajar dan melatih anak didik serta meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup untuk diterapkan dalam kehidupan demi masa depan peserta didik.
Untuk mencapai tujuan tersebut seorang profesi guru mempunyai kewajiban untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
Ing ngarso sung tulodo adalah memberikan acuan yang baik kepada peserta didik karena guru berfungsi sebagai pemimpin dalam kegiatan belajar, ing madya
mangun karso adalah guru sebagai penggerak peradaban serta guru menjadi inovasi penggerak, tutwuri handayani adalah guru sebagai motivator agar peserta didik selalu semangat dalam menghadapi permasalahan dalam hidup serta mempelajari nilai- nilai kehidupan. profesi merupakan pekerjaan yang menuntut keahlian, yang didapatkan melalui pendidikan dan latihan tertentu, seperti sudah menempuh pendidikan tinggi yaitu Sarjana, Master, Doktor dan Profesor. organisasi profesi guru menurut Hermawan (1979) yaitu Untuk menjunjung tinggi martabat profesi dalam hal ini kode etik dapat menjaga pandangan dan kesan dari pihak luar atau masyarakat, agar mereka jangan sampai memandang rendah atau remeh terhadap profesi yang bersangkutan, Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan Yang dimaksud kesejahteraan di sini meliputi baik kesejahteraanbatin spiritual atau mental.
Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Misi utama seorang guru adalah menjalankan tugas sebagai profesi guru, baik yang terikat oleh dinas maupun diluar dinas dalam bentuk pengabdian.
Ing ngarso sung tulodo adalah memberikan acuan yang baik kepada peserta didik karena guru berfungsi sebagai pemimpin dalam kegiatan belajar, ing madya mangun karso adalah guru sebagai penggerak peradaban serta guru menjadi inovasi penggerak, tutwuri handayani adalah guru sebagai motivator agar peserta didik selalu semangat dalam menghadapi permasalahan dalam hidup serta mempelajari nilai- nilai kehidupan.
522 Dr. Ali Halidin, M.Pd.I.
D
ILEMA ETIKA DALAM MENGAJAR“Innamaa yudzhibul-‘ilman-nisyaanu, wa tarkul- mudzaakarati.” (Sesungguhnya yang menyebabkan ilmu
hilang adalah lupa dan tidak mengulanginya.)”