• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakekat Permainan Bola Voli a. Permainan Bola Voli

Dalam dokumen Skripsi Dodot Limar Ketangi (Halaman 48-67)

A. Kajian Teori

2. Hakekat Permainan Bola Voli a. Permainan Bola Voli

Permainan Bola voli merupakan olahraga yang sangat populer di kalangan masyarakat sekarang ini. Olahraga ini sering kali menjadi pilihan olahraga bagi individu dari berbagai usia dan tingkat kebugaran.

Partisipasi dalam permainan bola voli terjadi secara formal di klub atau

34

tim, maupun secara informal di pantai, taman, atau lapangan terbuka.

Ada banyak turnamen dan liga voli yang diadakan di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Kompetisi ini dapat melibatkan berbagai kategori, mulai dari pemula hingga profesional.

Sebelum menjadi olahraga yang populer dan banyak dikenal di kalangan masyarakat, permainan bola voli memiliki sejarah tersendiri.

Olahraga ini dimulai dengan sederhana di Amerika Serikat dengan terobosan dari permainan aslinya yang ditemukan pada tahun 1895 oleh William G.Morgan, seorang direktur pendidikan jasmani YMCA di Holyoke, Massachussetts. Awalnya Morgan menggabungkan elemen dari beberapa permainan sebelumnya yaitu bola basket, baseball, tenis, dan bola tangan untuk menciptakan permainan baru. Permainan baru inilah awalnya pertama disebut dengan “mintonette”. Beliau memikirkan permainan ini untuk menciptakan olahraga yang memberikan relaksasi dan aktivitas fisik yang sedikit kontak fisik.

Pada tahun 1896, permainan mintonette dimainkan dengan lima pemain partisipasi di Springfield College di Springfield, Massachusetts.

Dalam pertandingan yang berlangsung ini, ada seorang anggota fakultas yang memberikan komentar bahwa permainan ini terlihat seperti tendangan voli bolak-balik melewati net. “Volleying” bola, atau melayani bola, Morgan kemudian menyukai ide tersebut untuk mengganti permainan ini menjadi Volleyball. Bola yang pertama digunakan dalam permainan bola voli ini adalah budder dari bola basket,

35

namun Morgan berpikir bahwa bola itu terlalu ringan dan lambat.

Kemudian mengganti dengan bola basket, tetapi bola itu juga terlalu berat dan besar. Akhirnya Morgan meminta A.G Spalding untuk membuatkan bola untuk permainan secara khusus dirancang untuk olahraga ini pada tahun 1900.

Dalam sejarah perkembangannya, bola voli mengalami penurunan popularitas yang besar karena seringnya terjadi perubahan peraturan.

Bahkan pelatih merasa kesulitan mengajar bola voli karena aturan yang berubah setiap tahun. Baik dari bola, ukuran lapangan, dan jumlah pemain. Pada tahun-tahun awal, perlengkapan dan aturan permainannya sederhana. Aturan pertama permainan ini diterbitkan dalam sebuah artikel di YMCA Sports Manual pada tahun 1897. Ukuran lapangan adalah 40 kaki kali 80 kaki (12 meter kali 24 meter) dengan jaring mulai dari 6 kaki hingga 6 1/2 kaki (1,8 hingga 2 meter). Setiap tim memiliki empat pemain dan empat putaran yang membentuk sebuah pertandingan. Server menggunakan tongkat untuk melakukan servis bola melewati net. Jika servis tidak melewati net, maka dianggap pelanggaran dan server didiskualifikasi. Jika dia adalah orang terakhir di timnya yang melakukan servis, timnya akan tersingkir. Servis dan pengembaliannya harus berupa bola voli dan tidak dapat dilakukan dua kali berturut-turut oleh orang yang sama. Hanya server yang dapat mencetak poin untuk timnya.

36

Pada tahun 1896, olahraga ini juga diperkenalkan di Dayton, Ohio, dan banyak peraturannya direvisi. Ketinggian net distandarisasi menjadi 7 kaki, dribbling 6 inci (2,3 meter) dihilangkan, dan setiap permainan dimainkan 21 poin. Bola voli dengan cepat menjadi populer di seluruh dunia.

Pada tahun 1916, Asosiasi Atletik Perguruan Tinggi Nasional (NCAA) diundang untuk membantu mengedit peraturan dan mempromosikan olahraga tersebut. Jaring dinaikkan menjadi 8 kaki (2,4 meter), permainan dimainkan hingga 15 poin, dan pertandingan terdiri dari tiga pertandingan. Pada awal tahun 1920-an, permainan ini dimodifikasi lebih lanjut. Pada tahun 1919, Pasukan Ekspedisi Amerika mendistribusikan hampir 16.000 bola voli kepada pasukan dan sekutunya. Direktur YMCA yang dikirim ke Eropa pada akhir Perang Dunia I untuk membantu merehabilitasi tentara sekutu memperkenalkan bola voli ke banyak negara Eropa. Ini adalah stimulus utama bagi pertumbuhan olahraga ini secara internasional. Pada tahun 1920, tiga sentuhan per sisi dan aturan serangan baris belakang diterapkan.

Pada tahun 1920-an dan 1930-an, banyak universitas di Amerika Serikat mulai menyelenggarakan kelas bola voli serta tim intramural dan perguruan tinggi. YMCA memiliki pengaruh terbesar dengan pertumbuhan bola voli selama 20 tahun pertama perkembangannya.

Pada tahun 1920 kejuaraan nasional YMCA pertama diadakan di Brooklyn. USVBA adalah anggota piagam dari Fédération

37

Internationale de Volleyball (FIVB), yang dibentuk pada tahun 1947 di Paris, Prancis.

Selama tahun 1960-an, teknik-teknik baru ditambahkan ke dalam permainan, termasuk soft spike (atau dink), passing lengan bawah (atau bump), blok melintasi net, dan penyelaman dan roll defense. Bola yang digunakan untuk Olimpiade tahun 1964 terdiri dari rangka karet dengan panel kulit. Bola yang dibuat serupa digunakan saat ini.

Bola voli merayakan hari jadinya yang ke-100 pada tahun 1995.

Pada tahun 1996, voli pantai ditambahkan sebagai olahraga resmi Olimpiade. Di Amerika Serikat, bola voli menyelenggarakan kejuaraan nasional NCAA untuk tim putra dan putri. Di tingkat internasional, berbagai kejuaraan dan turnamen berdasarkan empat tahun Olimpiade diadakan. Olahraga bola voli telah tumbuh dan berkembang di seluruh dunia. Meski berasal dari Amerika, permainan bola voli kini populer di Amerika Serikat dan juga di seluruh dunia. Bola voli berada di peringkat belakang sepak bola di antara olahraga dengan partisipasi tertinggi. Saat ini, lebih dari 46 juta orang Amerika bermain bola voli. Di seluruh dunia, 800 juta pemain berpartisipasi dalam bola voli setidaknya sekali seminggu.

Perkembangan permainan bola voli tidak hanya di dunia saja, Tahun 1928, olahraga ini mulai masuk ke Indonesia, tepatnya saat penjajahan Belanda. Banyak guru pendidikan jasmani yang didatangkan dari

38

Belanda untuk mengajar di Indonesia. Hal ini membawa dampak dengan memperkenalkan permainan bola voli ke anak-anak. Selain itu, tentara Belanda juga banyak andil dalam memperkenalkan olahraga ini. Hal ini berawal dari mereka yang bermain di asrama-asrama, lapangan terbuka, dan mengadakan pertandingan antar kompeni-kompeni Belanda.

Seiring berjalannya waktu, mulai muncul klub-klub bola voli di seluruh Indonesia. Pertandingan bola voli resmi pertama kali diselenggarakan dalam PON II pada tahun 1951 di Jakarta, POM I di Yogyakarta, dan PON III pada tahun 1953. Setelah keberhasilan dalam penyelenggaraan pertandingan ini dan mulai menyebar ke sekolah- sekolah lain, pada tanggal 22 Januari 1955 didirikan PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) di Jakarta sebagai organisasi resmi untuk mengembangkan dan memajukan olahraga bola voli bersamaan dengan diadakannya kejuaraan nasional bola voli pertama di Indonesia.

Sejak itu, popularitas bola voli semakin meningkat di Indonesia, dan jumlah tim serta pemainnya pun semakin bertambah. Pada tahun 1963, Indonesia mengirimkan tim bola voli pertamanya ke SEA Games dan meraih medali emas pada tahun 1977, 1979, dan 1981. Kepopuleran bola voli di Indonesia semakin meningkat dengan adanya acara-acara kompetisi yang diadakan oleh PBVSI, seperti Kejuaraan Bola Voli Antar-Pelajar dan Kejuaraan Bola Voli Antar-Klub.

39

Permainan bola voli merupakan olahraga yang terkenal dan banyak digemari oleh masyarakat baik dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertandingan-pertandingan baik dari tingkat daerah sampai tingkat nasional. Bahkan daerah yang berada dipelosok pun banyak menyelenggaran turnamen-turnamen untuk menyemarakkan sebuah acara dengan pertandingan bola voli.

Pion et al (2015) menjelaskan bahwa bola voli adalah olahraga olimpiade yang dimainkan oleh 2 tim dari masing-masing pemain mencoba untuk menjatuhkan bola di area lawan dengan memblokir dan memukul bola melewati net. Duzgun et al (2011) Bolavoli adalah disiplin permainan yang rumit dengan teknik tinggi, taktis, dan tuntutan pemain yang tinggi, dan melayani passing dan pengaturan bola saat menyerang. Permainan dilanjutkan hingga bola menyentuh lantai, bola

―keluar, atau satu tim gagal mengembalikan bola secara sempurna.

Bola voli merupakan suatu permainan yang kompleks yang tidak mudah dilakukan oleh setiap orang, sebab dalam permainan bola voli dibutuhkan koordinasi gerak yang benar-benar bisa diandalkan untuk melakukan semua gerakan yang ada dalam permainan bola voli (Ahmadi, 2007). Permainan bola voli merupakan permainan tersebut dimainkan oleh 2 tim masing-masing pemain terdiri dari 6 pemain yang bertujuan untuk mencetak skor dengan menjatuhkan bola di lapangan lawan.

40

Diungkapkan oleh Papageorgiou (2002) yang menyatakan bahwa:

Volleyball is a game that is suitable for both sexes and for players of all ages and abilities and can be adapted to allow players with a physical or mental disability to play at competitive level”.

Bola voli adalah permainan yang dapat dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan bahkan untuk orang berkebutuhan khusus tentunya dengan disesuaikan tingkat kesulitannya dalam berkompetisi.

Berdasarkan beberapa pendapat ahli diatas, disimpulkan bahwa permainan bola voli merupakan permainan kompleks yang membutuhkan koordinasi gerak yang baik. Permainan ini dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari enam pemain. Olahraga ini dapat dimainkan oleh laki-laki dan perempuan dari berbagai usia dan kemampuan, bahkan dapat disesuaikan untuk pemain dengan kebutuhan khusus. Dengan demikian, bola voli adalah permainan yang inklusif dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Pada dasarnya tujuan permainan bola voli adalah menjatuhkan bola ke lapangan lawan. Menurut Singh (2015) Volleyball is the game played by two team each having six players on a 9 mt square court, the two court separated by the net (height 2.43mt for men and 2.24mt for women). Three are called front row player and three are called back row players.

Permainan bolavoli memiliki sarana dan prasarana. Diantaranya adalah lapangan permainan, net, tiang, dan bola. Sarana dan prasarana

41

tersebut memiliki ketentuan-ketentuan tertentu sesuai aturan yang telah ada. Joel Dearing (2019, p. 6) menyebutkan lapangan voli memiliki jarak 18 m dari ujung ke ujung dan 9 m dari sideline ke sideline. Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter. Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 cm. (Suhadi & Sujarwo, 2009, p. 71). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar dibawah ini.

Gambar 7. Lapangan Bola Voli

Sumber: pinterest.com

Jaring atau net dalam permainan bola voli adalah penghalang horizontal yang terletak di tengah lapangan, membagi lapangan menjadi dua bagian yang sama besar untuk masing-masing tim. Jaring pada permainan bola voli memiliki ketentuan lebar net 1 meter dan panjang 9,50 meter, terdiri dari rajutan lubang selebar 10 cm berbentuk persegi.

Perbedaan jumlah lubang pada net berpengaruh dengan lebar net. Pada

42

kanan dan kiri net, atas dan bawah terdapat lubang yang dikaitkan dengan tali, dimana tali ini berguna untuk menarik net ke tiang-tiang.

Selain tiang, dalam pertandingan bola voli baik nasional maupun internasional, antena harus ada dipasang diatas batas samling net menonjol ke atas. Antena ini berguna untuk menjadi batas luar lambungan bola dimana ketika bola melambung melewati luar antena maka dinyatakan keluar. Antena diletakkan dengan arah yang berlawanan pada sisi net. Tinggi antena di atas net adalah 80 cm dan diberi garis-garis yang berwarna kontras sepanjang 10 cm, bisa berwarna hitam putih, merah putih, dan hitam kuning.

Kemudian sarana yang penting digunakan dalam permainan bola voli adalah bola. Bola harus memiliki kriteria yang sesuai dengan standar ketentuan yang telah ditetapkan. Bola harus bulat, terbuat dari kulit fleksibel atau kulit sintetis dengan kandung kemih di dalamnya, terbuat dari karet atau bahan serupa (FIVB, 2013, p. 16). Warna yang digunakan juga harus terang sesuai kombinasi dalam kompetisi resmi dengan standar FIVB. Ukuran bola voli lingkarnya berdiameter 65-67 cm dan berat 260-280 gram. Tekanan dalamnya 0,30 hingga 0,325 kg/cm2.

b. Teknik Dasar Permainan Bola Voli

Untuk bermain Bolavoli dengan baik, diperlukan penguasaan teknik dasar. Beutelstahl (2008, p. 9) menyatakan teknik adalah prosedur yang dikembangkan berdasarkan praktik dan bertujuan mencari penyelesaian

43

suatu problem gerakan tertentu dengan cara yang paling ekonomis dan berguna. Permainan bola voli membutuhkan penguasaan teknik dasar yang baik untuk dapat dimainkan dengan efektif dan efisien. Menurut Rahmani (2014, p. 115) dalam cabang olahraga bola voli terdapat beberapa teknik dasar yang dapat dipelajari, diantaranya servis, passing, smash, dan blocking.

1) Servis

Servis adalah tindakan awal dalam permainan bola voli di mana seorang pemain memukul bola ke arah lapangan lawan dari belakang garis servis (Miller, 2005). Servis dilakukan oleh pemain dalam tim untuk memulai serangan pertama pada lawan.

Servis yang baik akan sangat berpengaruh pada jalannya pertandingan. Suhadi dan Sujarwo (2009, p. 30) berpendapat dalam melakukan servis ada beberapa macam cara atau model, yaitu: (A) Servis bawah/underhand serve, (B) Servis atas/overhead serve, dan (C) Servis lompat/jump serve.

Sedangkan menurut hasil bola yang dihasilkan setelah dilakukan servis maka ada servis: (a) Berputar/Spin, (b) Mengambang/Float. Dari jenis putaran hasil bola servis maka ada servis: (a) Putaran kedepan/top spin, (b) Putaran kebelakang/back spin, (c) Putaran kesamping/side spin.

44 2) Passing

Passing dalam permainan bola voli adalah istilah cara memainkan bola pertama setelah bola berada dalam permainan akibat serangan lawan, servis lawan, atau permainan net (cover spike dan cover block) (Yudiana, 2010, p. 47). Dalam permainan bola voli memiliki teknik gerakan untuk menghasilkan operan atau umpan yang baik dan mudah diterima oleh pemain tim lainnya. Bentuk teknik yang sering digunakan yaitu passing atas dan passing bawah. Apabila kedua kombinasi gerakan tersebut dimainkan secara sempurna makan memudahkan pemukul untuk mendapatkan sebuah poin.

3) Smash

Dalam melakukan permainan bola voli, poin sangat dibutuhkan untuk mendapatkan kemenangan dalam tim. Salah satu cara mendapatkan poin adalah dengan melakukan serangan melalui smash keras dan akurat. Smash adalah serangan yang dilakukan oleh pemain untuk menghantam bola dengan keras ke arah lapangan lawan dengan tujuan untuk mencetak poin atau memaksa lawan melakukan kesalahan. Suhadi & Sujarwo, (2009, p. 42) menyatakan ada beberapa tipe smash menurut jenis bola sajian dari tossernya adalah: smash bola semi (semi spike), smash bola open/tinggi (open spike), smash bola cepat A dan B (quick A dan B), smash dari garis belakang (back attack).

45 4) Block

Dalam permainan bola voli, "block" merujuk pada gerakan atau teknik yang dilakukan oleh pemain bertahan (biasanya pemain depan) untuk menghentikan bola yang dikirim oleh lawan ke arah mereka. Menurut Roesdiyanto (2012) Block adalah suatu usaha untuk mematikan bola hasil smash lawan dengan cara memukul bola tersebut kembali ke lapangan lawan.

Tujuan utama block adalah mencegah bola dari melewati net dan mencapai sisi lapangan lawan, atau setidaknya untuk mengalihkan arah bola sehingga lebih mudah untuk diterima oleh rekan setim. Block yang berhasil dapat mengganggu serangan lawan, membuat mereka kesulitan mencetak poin, dan memberikan kesempatan kepada tim yang bertahan untuk mengatur serangan balik.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, disimpulkan bahwa teknik dasar merupakan pondasi yang penting untuk melakukan sebuah aktivitas olahraga khususnya permainan bola voli dimana seseorang harus menguasai empat teknik dasar antara lain servis, passing, block, dan smash. Servis itu sendiri dibagi menjadi dua yaitu servis atas dan servis bawah, passing dibagi menjadi dua lagi yaitu passing atas dan passing bawah, selanjutnya smash yang berperan dalam melakukan serangan memukul bola sekeras-kerasnya ke lapangan lawan, kemudian

46

block yang berfungsi untuk melakukan bendungan atau penahanan bola saat lawan melakukan smash.

c. Teknik Dasar Gerakan Smash

Dalam permainan bola voli, "smash" merujuk pada serangan keras yang dilakukan oleh seorang pemain untuk mengirimkan bola ke sisi lawan dengan kecepatan dan kekuatan maksimum. Seperti yang diketahui bahwa smash merupakan teknik dasar yang penting untuk mencetak poin dalam pertandingan bola voli. Menurut Kinda (2006) langkah dalam melakukan gerakan smash terdiri dari empat langkah, langkah pertama yaitu melakukan awalan atau run up (lari menghampiri), langkah kedua yaitu take off (lepas landas), langkah ketiga hit (memukul bola pada saat melayang di udara), dan langkah keempat yaitu landing (mendarat).

1) Run up (lari menghampiri)

Proses persiapan ini bervariasi tergantung pada jenis bola dan cara bola jatuh. Biasanya, persiapan dimulai sekitar 2,5 hingga 4 meter sebelum melompat. Langkah terakhir sebelum melompat sangat penting, di mana posisi kaki harus diperhatikan dengan cermat. Kaki yang akan melompat harus menyentuh tanah terlebih dahulu, diikuti oleh kaki lainnya. Arah gerakan harus diatur sedemikian rupa sehingga saat melompat, atlet berada di belakang bola. Tubuh harus menghadap ke arah jaring saat melompat. Lengan-lengan ditarik ke belakang setelah

47

langkah pertama, kemudian diayunkan ke depan, sehingga saat melompat, kedua lengan menggantung di depan tubuh. Untuk ilustrasi lebih lanjut, lihat gambar di bawah ini.

Gambar 8. Fase Run Up

Sumber : Kinda Lenberg American Volleyball Coaches Association- Volleyball Skills and Drills. (United States of America: Human

Kinetics: 2006)

2) Take off (melompat)

Langkah saat melompat harus dilakukan secara berkelanjutan dan tanpa gangguan. Saat melakukan take-off, kedua lengan yang terjulur harus diangkat ke. Pada saat yang sama, tubuh harus diluruskan. Kekuatan untuk melompat diperoleh dari kaki yang digunakan saat take-off. Lengan yang akan melakukan pukulan, serta sisi tubuh yang terkait, sedikit diputar menjauhi bola, dengan sedikit lengkungan pada punggung dan sedikit tekukan pada lengan yang akan melakukan

48

pukulan. Sementara itu, lengan yang lain tetap dijaga setinggi kepala untuk menjaga keseimbangan secara keseluruhan.

Tahapan melompat ini dapat dilihat dalam gambar berikut.

Gambar 9. Fase Take Off

Sumber : Kinda Lenberg American Volleyball Coaches Association- Volleyball Skills and Drills. (United States of America: Human

Kinetics: 2006)

3) Hit (memukul)

Ketika bola berada pada ketinggian yang tepat, pemain menggunakan tangan yang ditempatkan di belakang kepala untuk memukul bola dengan kekuatan dan presisi. Pada titik ini, pemain harus fokus untuk memukul bola dengan bagian telapak tangan yang kuat dan dalam posisi yang tepat untuk memberikan kekuatan dan arah yang diinginkan. Gerakan pukulan akan menjadi lebih efektif dengan penggunaan lecutan dari tangan

49

dan lengan, serta penyesuaian posisi tubuh untuk memperkuat kekuatan dan akurat. Untuk ilustrasi lebih lanjut, lihat gambar berikut ini.

Gambar 10. Fase Hit

Sumber : Kinda Lenberg American Volleyball Coaches Association- Volleyball Skills and Drills. (United States of America: Human

Kinetics: 2006)

4) Landing (mendarat)

Setelah memukul bola, pemain harus melanjutkan gerakan mereka dengan menyelesaikan gerakan memukul dengan baik.

Ini termasuk melanjutkan gerakan tangan ke arah lapangan lawan dan menjaga keseimbangan tubuh mereka untuk mendarat dengan aman setelah lompatan.

Cara untuk mendarat setelah melakukan smash pada berbagai jenis tekniknya serupa. Setelah melakukan smash,

50

tahap mendarat dimulai dengan tubuh bagian atas membungkuk ke depan. Kaki diarahkan ke depan untuk menjaga keseimbangan. Pemain akan mendarat pada kedua kaki, dengan lutut sedikit ditekuk. Proses mendarat ini dapat dilihat pada ilustrasi berikut.

Gambar 11. Fase Landing

Sumber : Kinda Lenberg American Volleyball Coaches Association- Volleyball Skills and Drills. (United States of America: Human

Kinetics: 2006)

d. Smash Open Spike

Teknik smash dapat dilakukan dari berbagai posisi lapangan, termasuk posisi empat, tiga, dan dua, serta dari garis serang di belakang lapangan. Seorang pelatih perlu mempertimbangkan tingkat kesulitan dan posisi yang paling efektif untuk mencetak angka, sehingga dapat menyusun tim dengan tepat berdasarkan karakteristik pemain. Tipe-tipe pemain dalam bola voli termasuk penyerang, bertahan, pengumpan, dan

51

serba bisa. Pemain penyerang, atau smasher, dapat difokuskan sebagai ace spiker untuk umpan-umpan tinggi, quicker untuk umpan-umpan pendek atau bola cepat, dan allround untuk pemain yang serba bisa dalam melakukan smash.

Menurut Pranatahadi (2009, p. 5) macam-macam smash dalam bola voli yaitu: smash open, smash semi, smash push, smash pull, smash pull straight, smash double pump, smash zigzag, smash jingkat (running smash), dan smash dari belakang (back attack).

Nuril Ahmadi (2007, p. 32-33) juga menjelaskan bahwa macam- macam smash dalam permainan bola voli berdasarkan hasil bola arah pukulan yaitu, cross court smash, dan straight smash. Berdasarkan kurva jalannya bola hasil pukulan yaitu strong smash, lob, dan drive.

Serta berdasarkan tingginya umpan yaitu, open smash, semi smash, dan quick smash.

Dalam pengaplikasiannya, open spike merupakan jenis smash yang sifatnya general dan sering digunakan karena mudah untuk dilakukan dan menjadi jenis spike awal yang dilatihkan kepada pemula. Smash open (smash normal) dengan ketinggian umpan lebih dari dua meter dan merupakan dasar dari latihan smash. Jika pemain dapat melakukan smash umpan tinggi akan mudah dikembangkan ke umpan-umpan yang lain. Smash open bertujuan untuk mempermudah melakukan penyerangan dengan smash apabila receive servis jauh dari toser. Smash open dilakukan bila variasi penyerangan dengan bola cepat tidak bisa

Dalam dokumen Skripsi Dodot Limar Ketangi (Halaman 48-67)

Dokumen terkait