• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakikat Pendidikan Agama Islam

Dalam dokumen peran guru pendidikan agama islam dalam (Halaman 33-38)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Tinjauan Teoritis

2.2.2 Hakikat Pendidikan Agama Islam

Dalam arti sederhana pendidikan diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Dalam perkembangannya, istilah pendidikan atau paedagogie berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa. Pendidikan juga diartikan sebagai usaha yang dijalankan oleh seorang kelompok agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.29

27Departemen Agama RI, Al-Hikmah Al-Qur‟an dan Terjemah Al-Kaffah, h. 420

28Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, h.33

29Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008), h.1

Menurut beberapa ahli yang mendefenisikan maksud dari pendidikan yang di antaranya yaitu Jhon Dewey, mengatakan bahwa:

Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia.30

Senada yang dikemukakan oleh pendapat Jhon Dewey di atas, mengenai defenisi pendidikan, adapun pendapat yang dikemukakan oleh Ahmad D. Marimba mengenai defenisi pendidikan yaitu:

Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.31

Memberikan pendidikan keimanan kepada anak merupakan sebuah keharusan orangtua maupun guru. Nilai-nilai keimanan yang diberikan sejak anak masih kecil, dapat mengenalkan pada Tuhannya, bagaimana ia bersikap pada Tuhannya dan apa yang mesti diperbuat di dunia ini. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Q.S Al- Luqman (31) ayat 13 yang berbunyi:































Terjemahnya:

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".32

Pendidikan yang pertama dan utama untuk dilakukan adalah pembentukan keyakinan kepada Allah yang diharapkan dapat melandasi sikap, tingkah laku dan kepribadian anak didik. Pendidikan Islam harus mampu menciptakan manusia muslim yang berilmu pengetahuan tinggi, di mana keimanan dan ketaqwaanya

30Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, h.2

31Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, h.3

32Departemen Agama RI, Al-hiqmah Al-Qur‟an dan Terjemah Al-kaffah, h.412

21

menjadi pengendali dalam penerapan atau pengalamannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Oleh karena itu pendidikan keimanan harus dijadikan pokok dari pendidikan anak. Dengan pendidikan tersebut diharapkan anak akan tumbuh dewasa menjadi insan kamil yang beriman kepada Allah swt, melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan keimanan sejati bisa membentengi dirinya dari berbuat dan berkebiasaan buruk dan negatif.

Dalam peraturan pemerintah RI. No 55 Tahun 2007 Bab 1 Pasal 1 dijelaskan bahwa:

Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamnya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.33

Agama Islam adalah pegangan bagi kehidupan manusia yang di dalamnya mengandung petunjuk dan pedoman dalam menjalani kehidupannya.

Islam puys much attention to social life and to the sacredness of family life, in order that people may have opportunity to life peaceful, happy and good lives.

One will find in the Holy Qur‟an an the sayings of the prophet that Muhammad did many things to show this characteristic of islam when visiting relatives and friends and the behavior of people when they are invited to go to the house of a friend or relatives.34

Pendidikan Agama Islam dimaksudkan adalah untuk menanamkan nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran Agama Islam dan membentuk perilaku yang baik terhadap peserta didik sehingga dalam proses interaksi di sekolah dan dalam masyarakat tidak terjadi konflik yang dapat mengancam kerusuhan di sekolah dan di masyarakat.

33Pemerintah Republik Indonesia, “PP No. 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama”, https://sites.google.com/site/raraswurimiswandaruspdi/, (Diakses 28 Maret 2015).

34Djamaluddin Darwis, English for Islamic Studies, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008), h.189.

Metode Pendidikan Agama Islam sebenarnya bertujuan untuk menjadikan proses dan hasil pembelajaran Agama Islam lebih berguna dan berhasil menimbulkan kesadaran peserta didik untuk mengamalkan ketentuan ajaran Agama Islam melalui arahan ataupun motivasi dari guru sehingga menimbulkan gairah belajar atau kemauan peserta didik secara mantap. Di samping itu bermanfaat juga untuk mengantarkan tercapainya tujuan Pendidikan Islam yang dicita-citakan.35

Menurut Zakiyah Daradjat Pendidikan Agama Islam atau at-Tarbiyah al- Islamiyah adalah usaha bimbingan atau asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran Agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup.36

Menurut Chabib Thoha dan Abdul Mu‟ti megatakan bahwa Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama islam melalui kegiatan bimbingan dan pengajaran atau latihan dengan memperhatikan tuntunan untuk menghormati agama lain.37

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertakwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran Agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Qur‟an dan hadis. Melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, pelatihan, serta penggunaan pengalaman, dibarengi tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dalam masyarakat hingga terwujudnya kesatuan dan persatuan bangsa.

35Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 1997), h. 9-11.

36Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), h.86

37Chabib Thoha, dan Abdul Mu‟ti, Proses Belajar Mengajar PBM-PAI di Sekolah, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 1998, h.180.

23

Pendidikan Agama Islam juga merupakan suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah, sebagaimana islam telah menjelaskan pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia, baik duniawi maupun ukhrawi.38

2.2.2.1 Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam memiliki cakupan yang luas, hal ini didasarkan karena ajaran islam itu banyak memuat ajaran-ajaran tentang tata hidup yang meliputi seluruh askep kehidupan manusia pokok yang digunakan manusia dalam menjalani kehidupannya di dunia dan untuk menyiapkan kehidupan yang sejahtera di akhirat kelak.39

Secara garis besar, ruang lingkup Pendidikan Agama Islam menyangkut tiga hal pokok yang di antaranya yaitu:

1. Aspek keinginan yang disebut aqidah, yaitu aspek keyakinan terhadap Allah swt dan semua yang difirmankan-Nya untuk diyakini.

2. Aspek norma atau hukum yang disebut syariah, yaitu aturan-aturan Allah swt yang mengatur hubungan manusia dengan Allah swt, sesama manusia, dan dengan alam semesta.

3. Aspek perilaku yang disebut dengan akhlak, yaitu sikap atau perilaku yang nampak dari pelaksanaan aqidah dan syariah.40

38M. Arifin, Ilmu Pendidikan Agama Islam Tinjauan Teoretis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner, (Cet v, Jakarta: PT Bumi Aksara 2011), h.8

39Nasir A. Baki, Metode Pembelajaran Agama Islam, (Yogyakarta: Eja Publisher,2014), h.7-8

40Ali Hamzah, Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi, (Cet.I.Bandung:CV Alfabeta, 2014), h.25

2.2.2.2 Tujuan Pendidikan Agama Islam

Tujuan Pendidikan Agama Islam yaitu untuk menumbuhkan pola kepribadian manusia yang bulat melalui latihan kejiwaan, kecerdasan otak, penalaran, perasaan dan indera.

Menurut Prof. Dr. Omar Muhammad al-Toumy al-Syaebani yang dikutip di dalam buku M. Arifin yang berjudul Ilmu Pendidikan Islam mengenai tujuan Pendidikan Agama Islam yaitu: Perubahan yang diingini, yang diusahakan dalam proses pendidikan atau usaha pendidikan untuk mencapainya, baik pada tingkah laku individu dari kehidupan pribadinya atau kehidupan masyarakat serta pada alam sekitar di mana individu itu hidup atau pada proses pendidikan itu sendiri dan proses pengajaran sebagai suatu kegiatan asasi dan sebagai proporsi di antara profesi asasi dalam masyarakat.41

Dalam dokumen peran guru pendidikan agama islam dalam (Halaman 33-38)

Dokumen terkait