NOMOR 8 TAHUN 2023 TENTANG
C. Umur Ekonomis
5.3 Harga Satuan Pekerjaan (HSP)
jdih.pu.go.id Dasar menjadi lebih mahal. Pertimbangan kedua adalah bila disimpan di lokasi pekerjaan perlu dipertimbangkan jadwal pekerjaan pemasangan dan kemungkinan hilang atau rusak.
Untuk harga satuan dasar bahan jadi, harus diberi keterangan, harga bahan tersebut diterima sampai di lokasi tertentu, misal lokasi pekerjaan, atau di base camp. Harga akan bertambah bila dalam transaksi diambil di pabrik/gudang grosir. Untuk efisiensi pertu dipertimbangkan agar bahan jadi diterima di Lokasi Pekerjaan.
Bahan jadi dapat berasal dari pabrik/pelabuhan/gudang kemudian diangkut ke lokasi pekerjaan menggunakan tronton/truk atau alat angkut lain, sedang untuk memuat dan menurunkan barang menggunakan crane atau alat angkat lainnya.
Data dan asumsi, urutan kerja, proses perhitungan dan keluaran relatif sama dengan perhitungan untuk bahan baku (subbab 5.2.3.3) dan bahan olahan (subbab 5.2.3.4).
Dalam penetapan HSD bahan jadi, khususnya untuk beton pracetak, perlu rangkaian baja tulangan.
5.2.3.8 Perhitungan HSD bahan jadi
1) Tentukan tempat dan harga setempat bahan tersebut di borrow area atau quarry, pabrik atau di toko material atau juga di pelabuhan.
2) Hitung biaya memuat bahan jadi, transportasi dan membongkar bahan jadi, per satuan bahan jadi.
3) Tabelkan dan beri kode setiap bahan jadi yang sudah dicatat harganya, harga di terima di lokasi pekerjaan atau di base camp.
jdih.pu.go.id dapat diusahakan yang berdekatan dengan lokasi jembatan yang akan dibangun.
Komponen untuk menyusun harga satuan pekerjaan (HSP) diperlukan data HSD upah, HSD peralatan, dan HSD bahan. Langkah-langkah analisis HSP adalah sebagai berikut:
a) Tetapkan asumsi penggunaan alat secara manual atau mekanis.
b) Urutkan pekerjaan atau metode kerja yang akan dilakukan, baik menggunakan alat secara manual atau mekanis.
c) Pemakaian bahan, peralatan, dan tenaga kerja.
a. Tetapkan koefisien bahan yang digunakan (lihat Rumus 16, 17, dan 18)
b. Koefisien peralatan
i. Tetapkan jenis alat, kapasitas alat, atau volume yang mampu diproduksi alat (Cp atau V), dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi (misal faktor bucket, faktor efisiensi alat, dan faktor lainnya). Alat bantu (bila diperlukan) dapat dilihat dalam Tabel A.4.
ii. Hitung waktu siklus (Ts) sesuai dengan Rumus 15.
iii. Hitung kapasitas produksi alat per jam (Qi), menggunakan rumus- rumus yang sesuai dengan jenis alat yang digunakan. Lihat Rumus 20 sampai dengan Rumus 57.
iv. Hitung koefisien alat (dalam satuan jam/satuan pengukuran) menggunakan Rumus 19.
v. Bila diperlukan alat bantu, cantumkan jenis dan jumlahnya, sesuai dengan Tabel A.4. Perhitungan alat bantu adalah lump sum dan harganya relatif kecil sehingga tidak diperhitungkan koefisien alatnya.
c. Koefisien tenaga kerja
i. Tetapkan kapasitas produksi alat per jam (Qi), sebagai alat produksi yang paling menentukan kesinambungan pekerjaan.
ii. Hitung produksi alat per hari (Qt), menggunakan Rumus 59.
iii. Tetapkan kebutuhan jenis tenaga kerja (Li) dan jumlah tenaga kerja (satuan orang) untuk pekerjaan tersebut, sesuai dengan jenis tenaga kerja dalam Tabel A.1.
iv. Hitung koefisien tenaga kerja setiap jenis tenaga kerja (dalam satuan jam/satuan pengukuran), menggunakan Rumus 60, Rumus 61 dan/atau Rumus 62.
jdih.pu.go.id d) Perekaman analisis harga satuan
a. Susun jenis tenaga (A), jenis bahan (B), dan jenis peralatan (C), masing-masing lengkap dengan satuan, koefisien, dan harga satuan.
b. Susun jumlah tenaga kerja (A), jumlah harga bahan (B), dan jumlah harga peralatan (C) yang digunakan.
c. Jumlahkan seluruh harga tersebut sebagai total harga pekerjaan (D) = A + B + C
d. Hitung biaya overhead dan keuntungan, contoh 15%: E = 15% x D e. Hitung harga satuan pekerjaan F = D + E
5.3.2 Pekerjaan Mekanis 5.3.2.1 Data dan Asumsi
Asumsi dapat disusun pada hal-hal yang terkait dengan pekerjaan dan diperlukan. Asumsi dapat meliputi antara lain, tetapi tidak terbatas pada hal- hal berikut:
a) Sifat pekerjaan dilakukan secara mekanis.
b) Lokasi pekerjaan (untuk jalan adalah sepanjang jalan, L dengan satuan km).
c) Kondisi jalan dari quarry ke base camp atau lokasi pekerjaan (baik, sedang, rusak).
d) Kondisi jalan dari base camp ke lokasi pekerjaan (baik, sedang, rusak).
e) Jarak rata-rata dari base camp ke lokasi pekerjaan, L1 (km) (untuk pekerjaan jalan, lihat contoh lembar Informasi).
f) Jarak dari lokasi ke tempat pembuangan bahan untuk pekerjaan galian dan timbunan, L2 (km).
g) Jarak dari stock pile ke cold bin (untuk pekerjaan campuran beraspal) atau ke batch plant untuk pekerjaan campuran beton semen, L3 (km).
h) Jam kerja efektif tenaga kerja, Tk (jam) (untuk pekerjaan jalan).
i) Jenis bahan.
j) Faktor bahan meliputi Faktor Pemampatan (Bulking Factor) (Fk), berat isi (padat, BiP, atau lepas BiL) dalam satuan ton/m³, dan berat jenis bahan (BJ).
k) Faktor konversi galian (Fv) untuk pekerjaan galian dengan rasio lengan terhadap kedalaman tertentu dan kondisi digging dan dumping tertentu.
Makin tinggi rasionya makin besar Fv.
l) Informasi bahan (bahan baku, bahan olahan, bahan jadi) diterima di base camp atau lokasi pekerjaan.
jdih.pu.go.id m) Tebal padat, t (tanah timbunan, agregat, campuran berbasis semen atau
aspal).
n) Lebar jalan, dan bahu jalan (untuk pekerjaan jalan).
o) Proporsi campuran bahan dan/atau komposisi bahan campuran:
• kadar semen, Sm;
• kadar aspal, As;
• kadar pasir, Ps;
• kadar agregat kasar, AgK; 5-20 (5-10, 10-15 dan 15-20); 20-30;
• kadar agregat halus, AgH; 0-5;
• faktor air-semen (f.a.s), W/C (water cement ratio)
• kadar bahan tambah aspal, AsA;
• kadar filler yang ditambahkan FA;
• kadar bahan tambah untuk beton semen (Ad);
• jumlah air untuk beton semen, Air).
p) Dimensi agregat (ukuran maksimum, Ag)
q) Faktor kehilangan bahan berbentuk curah atau kemasan (Fh1, Fh2).
r) Pengurugan kembali dengan bahan pilihan untuk pekerjaan galian struktur, Uk
s) Bahan penunjang (kayu) untuk pekerjaan galian struktur dengan kedalaman > 2 (dua) meter.
5.3.2.2 Urutan Pekerjaan
Urutan pekerjaan dapat disusun pada hal-hal yang terkait dengan jenis pekerjaan yang diperlukan. Pada umumnya memberikan tahap-tahap pekerjaan mulai dari hal-hal berikut: