• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Harmoni komunikasi keluarga dalam mengatasi kenakalan

Komunnikasi keluarga sangatlah penting untuk mengatasi kenakalan remaja dalam keluarga karena orang tua sebagai contoh utama dalam mendidik dan mengasuh anak, komunukasi sangat penting untuk membuat keluarga semakin harmonis, apabila dalam keluarga tesebut komunikasi yang dilakukan tidak berjalan lancar maka dapat menimbulkan ketidak harmonisan keluarga bahkan mengakibatkan perselisihan antar anggota keluarga.

Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan dengan Bapak Bakhtriar, hasil wawancaranya sebagai berikut:

Komunikasi dengan anak saya kurang baik, karna anak saya orangnya tertutup tidak mau menceritakan jika dia punya masalah sebelum didesak.

Saya pernah mendapat informasi dari temannya kalau anak saya itu merokok ketika pergi di sekolah. Saya sangat tidak setuju dengan perilakunya sehingga saya memberikan nasehat yang baik kepada anak

45

saya dan memberitahukan bahaya tentang rokok dan akibat yang ditimbulkan dari merokok30

Hasil wawancara dengan Bapak Firman sebagai berikut”

Saya berkomunukasi dengan anak saya biasa saja. karna saya sibuk bekerja di luar. Saya pernah mendapat informasi dari tetangga saya kalau anak saya merokok saat kumpul sama teman-temannya, sehingga saya memasukkan anak saya ke pesanteren agar menjadi anak yang baik dan merubah perilaku buruknya itu” 31

Sedangkan wawancara dengan bapak Mahrus adalah sebagai berikut:

Saya berkomunikasi dengan anak saya baik, Namun saya tidak setuju jika anak saya selalu bergaul dengan teman sebayanya karna ikut-ikutan merokok sehingga saya mempunyai cara agar anak saya terhindar dari perilaku tersebut dengan mengikuti kegiatan yaang positif di sekolah misalnya teater 32

Dari ketiga wawancara di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa remaja yang kurang berkomunikasi dengan keluarganya cenderung melakukan kenakalan remaja karna ketika mereka punya masalah cenderung menceritakan kepada teman-temannya sehingga lama kelamaan ikut-ikutan melakukan kenakalan-kenakalan remaja. Orang tua harus memberikan nasehat kepada anaknya agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang negatif.

Berdasarkan wawancara dengan ibu Rosma wawancaranya sebagai berikut:

Saya berkomunikasi dengan anak saya biasa-biasa saja, memang anak saya itu nakal seperti kebut-kebutan di jalan raya. Saya si kurang setuju apabila anak saya bergaul dengan remaja yang senang kebut-kebitan karena sangat berbahaya. Untuk mengurangi kenakalan tersebut saya mengarahkan anak

30 Wawancara dengan Bakhtiar. 31 Juli 2020

31 Wawancara dengan Firman. 31 Juli 2020

32 Wawancara dengan Mahrus. 1 Agustus 2020

saya dengan memberikan nasihat tentang bahaya yang di timbulkan dari kebut-kebutan tersebut33

Begitu juga wawancara yang di lakukan dengan ibu Hadi, hasil wawancaranya sebagai berikut:

Komunikasi yang saya lakukan dengan anak saya bisa di katakana lancar, anak saya itu memiliki hobi kebut-kebutan, saya kurang suka dengan prilaku anak saya karena sangat berbahaya apa lagi bergaulnya dengan teman yang suka kebut-kebutan. Saya mempunyai cara untuk mengurangi prilaku yang di lakukan anak saya dengan cara menegur, dan memberikan nasihat34

Hal yang sama saat wawancara yang di lakukan dengan bapak Azis, hasil wawancaranya sebagai berikut:

Komunikasi saya dengan anak saya kurang baik karena anak saya pendiam dan tertutup, saya tau anak saya sering kebut-kebutan dari temanya, saya tidak setuju apabila anak saya bergaulnya dengan anak anak yang seperti itu, karena pengaruh dari temanya itu sehingga anak saya ikut kebut- kebutan. Cara saya mengurangi kenakalan anak saya dengan cara memberikan nasihat dan membatasi anak saya untuk bergaul dengan teman-temanya itu35

Dari ketiga wawancara di atas dapat penulis simpulkan bahwa orang tua memiliki cara untuk mengatasi kenakalann tersebut, yaitu dengan memberikan nasihat dan larangan untuk bergaul dengan teman-temanya yang nakal. Dengan cara tersebut komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak akan berjalan dengan baik

Wawancara yang dilakukan dengan ibu Nani sebagai berikut:

33 Wawancara dengan Mahrus. 1 Agustus 2020

34 Wawancara dengan Hadi. 2 Agustus 2020

35 Wawancara dengan Azis.4 Agustus 2020

47

Komunikasi dengan anak saya baik, tapi anak saya mempunyai kebiasaan yang kurang positif seperti bermain game online yang terlalu sering. Saya tidak suka ketika anak saya bermain game online terlalu lama karna menyita waktu belajarnya. Cara yang saya lakukan agar anak saya tidak bermain game online memberikan hal-ha positif seperti bimbel (bimbingan belajar) 36

Hasil Wawancara yang dilakukan dengan Ibu Murni sebagai berikut:

Komunikasi dengan anak saya baik, hal ini ditandai dengan sering curhat.

Saya mengetahui anak saya sering bermain game online dari temannya bahkan dia sering tidak masuk sekolah karna main gamne online sma temannya. Saya sangat tidak setuju dengan perilaku anak saya karna mengganggu proses belajarnya. Cara yang saya lakukan untuk mengatasi agar anak saya tidak sering bermain game online yaitu menasehati dan memberikan waktu untuk mengikuti kegiatan di luar sekolah37

Begitu juga saat wawancara yang dilakukan Ibu Surdini, hasil wawancaranya sebagai berikut:

Saya berkomunikasi dengan anak saya baik. Saya mengetahui kalau anak saya sering main game online saat waktu pulang sekolah tpi belum sampai di rumah dan saya pergi mencarinya dan menanyakan kepada tetangga- tetangga akhirnya mereka memberitahukan bahwa anak saya sedang kumpul sama teman-temannya dan bermain game online sampai lupa waktu. Cara yang saya lakukan agar anak saya tidak kecanduan bermain game online maka saya memasukkan anak saya di pondok agar banyak belajar agama38

Sedangkan wawancara yang dilakukan dengan bapak Supri sebagai berikut:

Komunikasi dengan anak saya berjalan dengan baik, saya smelihat anak saya bermain game online dan langsung menegurnya karna mengganggu belajarnya bahkan sampai lupa makan. Cara yang saya lakukan agar anak saya tidak bermain game online yaitu dengan menyuruh untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah39

36 Wawancara dengan Nani 4 Agustus 2020

37 Wawancara dengan Murni 6 Agustus 2020

38 Wawancara dengan Surdini 7 Agustus 2020

39 Wawancara dengan Supri. 8 Agustus 2020

Dari keempat wawancara di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa game online sangat menggangu aktifitas belajar anak, sehingga keluarga sangat resah dengan adanya game online tersebut, hal ini diperlukan sebuah komunikasi yang baik agar anak tidak terjerumus dalam game online tersebut, Komunikasi yang baik mampu menciptakan keluarga yang harmonis.

Dari keseluruhan wawancara yang penulis lakukan dengan 10 orang tua dapat disimpulkan bahwa, orang tua memiliki cara tersendiri untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi anaknya, sehingga anakanya terhindar dari kenakalan tersebut.

Penelitian ini hanya di tujukan kepada remaja yang berusia 15-21 tahun beragama Islam di Desa Samaenre Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone.

Jumlah yang di maksud adalah 10 orang tua dan 10 Remaja. Dari hasil penelitian inilah penulis berusaha mengadakan identifikasi kasus terhadap komunukasi keluarga dalam mengatasi kenakalan remaja di Desa SamaenreKecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone

Dilihat dari fakta yang telah penulis jelaskan pada bab sebelumnya bahawa sebelum melakukan komunikasi harus ditentukan tujuan yang ingin dicapai.

Selanjutnya dapat di jelaskan bahwa dalam komunikasi memiliki tujuan untuk mengatasi kenakalan remaja di Desa Samaenre. Hal tersebut di buktikan dengan temuan yang penulis dapati ketika komunikasi dengan keluarga yakni antara orang tua dan anak, anak juga butuh informasi dari orang tua begitupun sebaliknya walaupun dengan banyak pengecualian hal ini dilakukan bertujuan untuk

49

mengatasi kenakalan remaja dan menunjukkan bahwa orang tua telah memiliki strategi-strategi yang digunakan dalam mengatasi kenakalan remaja tersebut.

Dilihat dari teori yang ada di bab II bahwa terdapat jenis-jenis komunikasi salah satunya yaitu komunikasi keluarga yang menjelaskan bahawa komunikasi keluarga adalah suatu pengorganisasian yang menggunakan kata-kata, sikap tubuh, intonasi suara tindakan untuk menciptakan harapan image, ungkapan perasaan serta saling pengertian. Keluarga merupakan jaringan orang-orang yang berbagi kehidupan mereka dalam jangka waktu yang lama yang terikat oleh perkawinan, darah, komitmen, dan berbagi pengharapan-pengharapan masa depan mengenai hubungan yng berkaitan.

Hal ini juga di perkuat dengan adanya penemuan yang penulis lakukan di Desa Samaenre Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone memberikan contoh perilaku serta arahan dari orang tua lalu anak mengetahui permasalahannya.

Dalam keluarga orang tua melakukan komunikasi dengan memberikan arahan- arahan yang telah dibuat untuk mengurangi perilaku kenakalan remaja, setelah diberikan arahan anak akan merubah perilaku buruknya tersebut dan dan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapinya.

Dilihat dari teori bab II terdapat upaya yang dilakukan keluarga dalam mengatsi kenakalan remaja, hal ini diperkuat dengan penemuan penulis bahwa harmoni komunikasi keluarga sangat penting dalam keluarga. Orang tua adalah sebagai pembina pribadi yang pertama dalam hidup anak, kepribadian orang tua sikap dan cara hidup mereka merupakan unsur-unsur pendidik yang tidak langsung

dan denag sendirinya akan masuk kedalam pribadi anak yang sedang pada masa perkembangan anak. Kepribadian tersebut melalui semua pengalaman dan nilai- nilai yang di serap dalam perkembangannya.

Berdasarkan data dari lapangan upaya yang dilakukan keluarga yang ada di Desa Samaenre Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten bone berjalan secara efektif dalam mengatasi kenakalan remaja hal ini dilihat dari cara orang tua menyuruh anaknya untuk pergi ke pondok dan di batasi keluar rumah serta memberikan nasehat.

C. Bentuk-bentuk Kenakalan Remaja di Desa Samaenre Kecamatan Tellu

Dokumen terkait