BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2. Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi literasi keuangan dan inklusi keuangan syariah yang diuji secara statistik dari jawaban responden dengan hasil penelitian berikut ini.
a. Literasi Keuangan (X)
Tabel 4.2
Saya memahami tentang konsep keuangan syariah.
LK.1
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid Sangat Tidak
Setuju
0 0 0 0
Tidak Setuju 2 2.2 2.2 2.2
Ragu-Ragu 20 21.7 21.7 23.9
Setuju 54 58.7 58.7 82.6
Sangat Setuju 16 17.4 17.4 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 2 responden atau 2,2% yang menyatakan tidak setuju, 20 responden atau 21,7% menyatakan ragu- ragu, 54 responden atau 58,7% menyatakan setuju, 16 responden atau 17,4% menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.3
Saya memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman yang baik pada hal-hal yang berkaitan dengan lembaga keuangan syariah.
LK.2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Sangat Tidak
Setuju
0 0 0 0
Tidak Setuju 5 5.4 5.4 5.4
Ragu-Ragu 33 35.9 35.9 41.3
Setuju 44 47.8 47.8 89.1
Sangat Setuju 10 10.9 10.9 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau % yang menyatakan sangat tidak setuju, 5 responden atau 5,4% yang menyatakan tidak setuju, 33 responden atau 35,9% yang menyatakan ragu-ragu, 44 responden atau 47,8% yang menyatakan setuju, 10 responden atau 10.9% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.4
Saya mengetahui bahwa setiap transaksi menggunakan keuangan syariah harus didasarkan pada prinsip yang berdasarkan Al-Qur’an
dan As-Sunnah LK.3
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Sangat Tidak
Setuju
0 0 0 0
Tidak Setuju 1 1.1 1.1 1.1
Ragu-Ragu 2 2.2 2.2 3.3
Setuju 44 47.8 47.8 51.1
Sangat Setuju 45 48.9 48.9 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 1 responden atau 1,1% yang menyatakan tidak setuju, 2 responden atau 2,2% yang menyatakan ragu- ragu, 44 responden atau 47,8% yang menayatakan setuju, 45 responden atau 48,9% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.5
Saya sangat puas dengan kondisi keuangan saya saat.
LK.4
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 2 2.2 2.2 2.2
Tidak Setuju 11 12.0 12.0 14.1
Ragu-Ragu 36 39.1 39.1 53.3
Setuju 32 34.8 34.8 88.0
Sangat Setuju 11 12.0 12.0 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 2 responden atau 2,2%
menyatakan sangat tidak setuju, 11 responden atau 12,0% yang menyatakan tidak setuju, 36 responden atau 39,1% yang menyatakan ragu-ragu, 32 responden atau 34,8% yang menyatakan setuju, 11 responden atau 12,0% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.6
Saya memahami produk-produk lembaga keuangan syariah LK.5
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Sangat Tidak
Setuju
0 0 0 0
Tidak Setuju 3 3.3 3.3 3.3
Ragu-Ragu 35 38.0 38.0 41.3
Setuju 45 48.9 48.9 90.2
Sangat Setuju 9 9.8 9.8 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 3 responden atau 3,3% yang menyatakan tidak setuju, 35 responden atau 38,0% yang menyatakan ragu-ragu, 45 responden atau 48,9% yang menyatakan setuju, 9 responden atau 9,8% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.7
Sistem kerja ekonomi syariah menggunakan prinsip bagi hasil dalam sebuah kerja sama usaha
LK.6
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Sangat Tidak
Setuju
0 0 0 0
Tidak Setuju 0 0 0 0
Ragu-Ragu 7 7.6 7.6 7.6
Setuju 42 45.7 45.7 53.3
Sangat Setuju 43 46.7 46.7 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 0 responden atau 0% yang menyatakan tidak setuju, 7 responden atau 7,6% yang menyatakan ragu- ragu, 42 responden atau 45,7% yang menyatakan setuju, 43 responden atau 46,7% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.8
Pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu perencanaan jangka pendek dan jangka panjang
LK.7
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Sangat Tidak
Setuju
0 0 0 0
Tidak Setuju 0 0 0 0
Ragu-Ragu 12 13.0 13.0 13.0
Setuju 45 48.9 48.9 62.0
Sangat Setuju 35 38.0 38.0 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 0 responden atau 0% yang menyatakan tidak setuju, 12 responden atau 13,0% yang menyatakan ragu-ragu, 45 responden atau 48,9% yang menyatakan setuju, 35 responden atau 38,0% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.9
Saya selalu mendahulukan kebutuhan dibandingkan dengan keinginan.
LK.8
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Sangat Tidak
Setuju
0 0 0 0
Tidak Setuju 1 1.1 1.1 1.1
Ragu-Ragu 6 6.5 6.5 7.6
Setuju 42 45.7 45.7 53.3
Sangat Setuju 43 46.7 46.7 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 1 responden atau 1,1% yang menyatakan tidak setuju, 6 responden atau 6,5% yang menyatakan ragu-
ragu, 42 responden atau 45,7% yang menyatakan setuju, 43 responden atau 46,7% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.10
Saya selalu membuat list pengeluaran dalam satu bulan LK.9
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Sangat Tidak
Setuju
1 1.1 1.1 1.1
Tidak Setuju 17 18.5 18.5 19.6
Ragu-Ragu 27 29.3 29.3 48.9
Setuju 37 40.2 40.2 89.1
Sangat Setuju 10 10.9 10.9 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 1 responden atau 1,1%
menyatakan sangat tidak setuju, 17 responden atau 18,5% yang menyatakan tidak setuju, 27 responden atau 29,3% yang menyatakan ragu-ragu, 37 responden atau 40,2% yang menyatakan setuju, 10 responden atau 10,9% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.11
Manfaat menabung dalam mengelola keuangan pribadi yaitu untuk menyimpan uang demi keperluan masa depan.
LK.10
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Sangat Tidak
Setuju
0 0 0 0
Tidak Setuju 1 1.1 1.1 1.1
Ragu-Ragu 4 4.3 4.3 5.4
Setuju 43 46.7 46.7 52.2
Sangat Setuju 44 47.8 47.8 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 1 responden atau 1,1% yang menyatakan tidak setuju, 4 responden atau 4,3% yang menyatakan ragu-
ragu, 43 responden atau 46,7% yang menyatakan setuju, 44 responden atau 47,8% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.12
Tingkat Pemahaman Literasi Keuangan Secara Keseluruhan Statistics
Literasi Keuangan
N Valid 92
Missing 0
Mean 39.92
Std. Deviation 3.659
Minimum 32
Maximum 50
Sum 3673
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa literasi keuangan memiliki jawaban minimum responden yang didapat dari penyebaran kuesioner sebesar 32, jawaban maksimum responden yang didapat dari penyebaran kuesioner sebesar 50, rata-rata jawaban responden yang didapat dari penyebaran kuesioner sebesar 39,92, dan standar deviasi sebesar 3,659.
Chen and Volpe (1998) mengkategorikan literasi keuangan personal menjadi tiga kelompok, yaitu 1) <60% yang berarti individu memiliki tingkat pemahaman tentang keuangan yang rendah. 2) 60%- 79%, yang berarti individu memiliki tingkat pemahaman tentang keuangan yang sedang, dan 3) >80% yang menunjukkan bahwa tingkat pemahaman tentang keuangan yang tinggi. Hasil analisis dalam penelitian ini adalah berdasarkan hasil keseluruhan pada variabel literasi keuangan rata-rata responden menjawab 39,92 atau sebesar 40% dari 10 pertanyaan tentang literasi keuangan yang menunjukkan bahwa tingkat pemahaman literasi keuangan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar termasuk dalam kategori rendah (<60%).
b. Inklusi Keuangan Syariah (Y)
Tabel 4.13
Inklusi keuangan merupakan akses layanan keuangan untuk masyarakat
IK.1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 3 3.3 3.3 3.3
Tidak Setuju 1 1.1 1.1 4.3
Ragu-Ragu 21 22.8 22.8 27.2
Setuju 52 56.5 56.5 83.7
Sangat Setuju 15 16.3 16.3 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 3 responden atau 3,3%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 1 responden atau 1,1% yang menyatakan tidak setuju, 21 responden atau 22,8% yang menyatakan ragu-ragu, 52 responden atau 56,5% yang menyatakan setuju, 15 responden atau 16,3% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.14
Saya menggunakan perbankan syariah IK.2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Sangat Tidak
Setuju
0 0 0 0
Tidak Setuju 27 29.3 29.3 29.3
Ragu-Ragu 13 14.1 14.1 43.5
Setuju 37 40.2 40.2 83.7
Sangat Setuju 15 16.3 16.3 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 27 responden atau 29,3% yang menyatakan tidak setuju, 13 responden atau 14,1% yang menyatakan ragu-ragu, 37 responden atau 40,2% yang menyatakan setuju, 15
responden atau 16,3% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.15
Saya memahami apa itu lembaga keuangan syariah IK.3
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Sangat Tidak
Setuju
0 0 0 0
Tidak Setuju 3 3.3 3.3 3.3
Ragu-Ragu 20 21.7 21.7 25.0
Setuju 57 62.0 62.0 87.0
Sangat Setuju 12 13.0 13.0 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 3 responden atau 3,3% yang menyatakan tidak setuju, 20 responden atau 21,7% yang menyatakan ragu-ragu, 57 responden atau 62,0% yang menyatakan setuju, 12 responden atau 13,0% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.16
Setelah saya memahami tentang perbankan syariah, saya dengan mudah menggunakan jasa layanan keuangan syariah
IK.4
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 0 0 0 0
Tidak Setuju 6 6.5 6.5 6.5
Ragu-Ragu 19 20.7 20.7 27.2
Setuju 52 56.5 56.5 83.7
Sangat Setuju 15 16.3 16.3 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 6 responden atau 6,5% yang menyatakan tidak setuju, 19 responden atau 20,7% yang menyatakan
ragu-ragu, 52 responden atau 56,5% yang menyatakan setuju, 15 responden atau 16,3% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.17
Rekening dapat digunakan untuk menyimpan uang, mengirim atau menerima pembayaran, menerima gaji atau bantuan keuangan
IK.5
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 0 0 0 0
Tidak Setuju 1 1.1 1.1 1.1
Ragu-Ragu 3 3.3 3.3 4.3
Setuju 47 51.1 51.1 55.4
Sangat Setuju 41 44.6 44.6 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 1 responden atau 1,1% yang menyatakan tidak setuju, 3 responden atau 3,3% yang menyatakan ragu- ragu, 47 responden atau 51,1% yang menyatakan setuju, 41 responden atau 44,6% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.18
Transaksi perbankan secara online melalui internet banking, mobile banking merupakan bagian dari inklusi keuangan
IK.6
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 0 0 0 0
Tidak Setuju 1 1.1 1.1 1.1
Ragu-Ragu 10 10.9 10.9 12.0
Setuju 54 58.7 58.7 70.7
Sangat Setuju 27 29.3 29.3 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 1 responden atau 1,1% yang menyatakan tidak setuju, 10 responden atau 10,9% yang menyatakan
ragu-ragu, 54 responden atau 58,7% yang menyatakan setuju, 27 responden atau 29,3% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.19
Semua jasa layanan keuangan dapat digunakan siapa saja termasuk mahasiswa/mahasiswi
IK.7
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1.1 1.1 1.1
Tidak Setuju 0 0 0 0
Ragu-Ragu 2 2.2 2.2 3.3
Setuju 48 52.2 52.2 55.4
Sangat Setuju 41 44.6 44.6 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 1 responden atau 1,1%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 0 responden atau 0% yang menyatakan tidak setuju, 2 responden atau 2,2% yang menyatakan ragu- ragu, 48 responden atau 52,2% yang menyatakan setuju, 41 responden atau 44,6% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.20
Inklusi keuangan syariah dapat mendukung peningkatan Human Development Index (HDI) Indonesia
IK.8
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 0 0 0 0
Tidak Setuju 1 1.1 1.1 1.1
Ragu-Ragu 28 30.4 30.4 31.5
Setuju 46 50.0 50.0 81.5
Sangat Setuju 17 18.5 18.5 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 1 responden atau 1,1% yang menyatakan tidak setuju, 28 responden atau 30,4% yang menyatakan ragu-ragu, 46 responden atau 50,0% yang menyatakan setuju, 17
responden atau 18,5% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.21
Inklusi keuangan dapat mendukung daya tahan ekonomi masyarakat dalam kondisi apapun
IK.9
Frequen
cy Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 0 0 0 0
Tidak Setuju 0 0 0 0
Ragu-Ragu 20 21.7 21.7 21.7
Setuju 55 59.8 59.8 81.5
Sangat Setuju 17 18.5 18.5 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 0 responden atau 0% yang menyatakan tidak setuju, 20 responden atau 21,7% yang menyatakan ragu-ragu, 55 responden atau 59,8% yang menyatakan setuju, 17 responden atau 18,5% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.22
Lembaga keuangan syariah mudah diakses karena peraturannya mudah dimengerti
IK.10
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 0 0 0 0
Tidak Setuju 0 0 0 0
Ragu-Ragu 14 15.2 15.2 15.2
Setuju 54 58.7 58.7 73.9
Sangat Setuju 24 26.1 26.1 100.0
Total 92 100.0 100.0
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa 0 responden atau 0%
yang menyatakan sangat tidak setuju, 0 responden atau 0% yang menyatakan tidak setuju, 14 responden atau 15,2% yang menyatakan
ragu-ragu, 54 responden atau 58,7% yang menyatakan setuju, 24 responden atau 26,1% yang menyatakan sangat setuju, dari total 92 Responden.
Tabel 4.23
Tingkat Pemahaman Inklusi Keuangan Syariah Statistics
Inklusi Keuangan Syariah
N Valid 92
Missing 0
Mean 39.80
Std. Deviation 4.693
Minimum 25
Maximum 50
Sum 3662
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa inklusi keuangan syariah memiliki jawaban minimum responden yang didapat dari penyebaran kuesioner sebesar 25, jawaban maksimum responden yang didapat dari penyebaran kuesioner sebesar 50, rata-rata jawaban responden yang didapat dari penyebaran kuesioner sebesar 39,80, dan standar deviasi sebesar 4,693.
Chen dan Volpe (1998) mengkategorikan inklusi keuangan personal menjadi tiga kelompok, yaitu 1) <60% yang berarti individu memiliki tingkat pemahaman tentang keuangan yang rendah. 2) 60%- 79%, yang berarti individu memiliki tingkat pemahaman tentang keuangan yang sedang, dan 3) >80% yang menunjukkan bahwa tingkat pemahaman tentang keuangan yang tinggi. Hasil analisis dalam penelitian ini adalah berdasarkan hasil keseluruhan pada variabel inklusi keuangan syariah rata-rata responden menjawab 39,80 atau sebesar 40%
dari 10 pertanyaan tentang inklusi keuangan syariah yang menunjukkan bahwa tingkat pemahaman inklusi keuangan syariah pada mahasiswa
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar termasuk dalam kategori rendah (<60%).
3. Instrumen Variabel
Instrumen variabel merupakan pengujian terhadap data hasil kuesioner.
Pengujian instrumen penelitian dilakukan dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.
a. Uji Validitas
Tabel 4.24
Hasil Uji Validitas Literasi Keuangan (X) Instrumen R hitung R tabel Keterangan
LK1 0,489 0,205 Valid
LK2 0,599 0,205 Valid
LK3 0,471 0,205 Valid
LK4 0,459 0,205 Valid
LK5 0,708 0,205 Valid
LK6 0,429 0,205 Valid
LK7 0,494 0,205 Valid
LK8 0,390 0,205 Valid
LK9 0,505 0,205 Valid
LK10 0,518 0,205 Valid
*. Correlation is significant at the 0.05 Sumber:Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa variabel literasi keuangan memiliki kriteria yang valid untuk semua item pertanyaan berdasarkan kriteria r hitung lebih besar dari r tabel.
Tabel 4.25
Hasil Uji Validitas Inklusi Keuangan Syariah (Y) Instrumen R hitung R tabel Keterangan
IK1 0,505 0,205 Valid
IK2 0,709 0,205 Valid
IK3 0,608 0,205 Valid
IK4 0,664 0,205 Valid
IK5 0,587 0,205 Valid
IK6 0,633 0,205 Valid
IK7 0,664 0,205 Valid
IK8 0,750 0,205 Valid
IK9 0,667 0,205 Valid
IK10 0,643 0,205 Valid
*. Correlation is significant at the 0.05 Sumber:Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa variabel inklusi keuangan syariah memiliki kriteria yang valid untuk semua item pertanyaan berdasarkan kriteria r hitung lebih besar dari r tabel.
b. Uji Reliabilitas
Tabel 4.26 Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan
Literasi Keuangan ,668 Reliabel
Inklusi Keuangan
Syariah ,835 Reliabel
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa Cronbach’s Alpha dari 10 pertanyaan variabel literasi keuangan sebesar 0,668 dikatakan reliabel.
Sedangkan Cronbach’s Alpha dari 10 pertanyaan variabel inklusi keuangan sebesar 0,835 dikatakan sangat reliabel.
4. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Gambar 4.1
Sumber: Data diolah, 2022
Berdasarkan hasil dari pengujian normalitas berupa grafik normal probabilitiy plot. Grafik normal p-plot menunjukkan bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal, serta tidak menjauh dari garis diagonal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Heteroskesdasitas
Gambar 4.2
Sumber: Data diolah, 2022
Berdasarkan dari hasil heteroskedastisitas diatas dapat disimpulkan bahwa grafik tersebut menunjukkan titik-titik yang menyebar secara acak baik di atas maupun di bawah angka 0 sumbu Y. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model persamaan regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi inklusi keuangan syariah berdasarkan literasi keuangan.
5. Analisis Regresi Sederhana
Berikut adalah tabel regresi sederhana yang terbentuk dalam penelitian ini : Tabel 4.27
Analisis Regresi Sederhana Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardize d
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.102 3.885 1.056 .294
Literasi Keuangan .894 .097 .697 9.227 .000
a. Dependent Variable: Inklusi Keuangan Syariah
Sumber: Data diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat diketahui model regresi yang terbentuk berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut :
Y = a + bX
Y = 4,102 + 0,894X
Berdasarkan model regresi tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa :
a) Konstanta 4,102 memiliki arti apanila variabel independen yaitu literasi keuangan dianggap bernilai konstan (bernilai 1), maka variabel dependen yaitu inklusi keuangan syariah akan mengalami kenaikan sebesar 4,102 satuan.
b) Variabel literasi keuangan menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,894, artinya apabila variabel literasi keuangan mengalami kenaikan 1 (satuan), maka variabel inklusi keuangan syariah mengalami kenaikan sebesar 0,894.
6. Hasil Uji Hipotesis a. Hasil Uji Statistik t
Tabel berikut ini menunjukkan hasil uji statistik t untuk variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 4.28 Hasil Uji Statistik t
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardize d Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.102 3.885 1.056 .294
Literasi Keuangan .894 .097 .697 9.227 .000
a. Dependent Variable: Inklusi Keuangan Syariah
Sumber: Data diolah, 2022
Pengelolaan uji t dilakukan secara parsial pada variabel bebas yang dapat mempengaruhi variabel terikat. Pengaruh secara parsial dapat dilihat dari perbandingan nilai signifikansi yang telah ditentukan yaitu 0,05.
Berdasarkan dari hasil tabel diatas, hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh literasi keuangan (x) terhadap inklusi keuangan syariah (Y) adalah 0,001 < 0,05 dan nilai t hitung 9,227 > nilai t tabel 1,986 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh literasi keuangan terhadap inklusi keuangan syariah secara signifikan.
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil dari penelitian diatas sebagai berikut
1. Tingkat pemahaman literasi keuangan dan inklusi keuangan syariah pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
Tingkat pemahaman literasi keuangan dan inklusi keuangan syariah pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar ketika diberikan pernyataan mengenai literasi keuangan dapat diketahui berdasarkan hasil keseluruhan pada variabel literasi keuangan rata- rata responden menjawab 39,92 atau sebesar 40% dari 10 pertanyaan tentang literasi keuangan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar termasuk dalam kategori rendah (<60%).
Pengkategorian literasi keuangan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu 1)
<60% yang berarti individu memiliki tingkat pemahaman tentang keuangan yang rendah. 2) 60%-79%, yang berarti individu memiliki tingkat pemahaman tentang keuangan yang sedang, dan 3) >80% yang menunjukkan bahwa tingkat pemahaman tentang keuangan yang tinggi.(Chen and Volpe : 1998)
Berdasarkan hasil keseluruhan pada variabel inklusi keuangan syariah rata-rata responden menjawab 39,80 atau sebesar 40% dari 10 pertanyaan tentang inklusi keuangan syariah yang menunjukkan bahwa
tingkat pemahaman inklusi keuangan syariah pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar termasuk dalam kategori rendah yaitu <60%.
Indeks inklusi keuangan syariah berdasarkan survei nasional literasi dan inklusi keuangan syariah tahun 2016 hanya sebesar 11,1%, yang artinya dari setiap 100 penduduk indonesia, hanya 11 orang yang memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan syariah. Fakta ini kontradiktif dengan kenyataan bahwa mahasiswa yang berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar sebanyak 1.084 mahasiswanya adalah muslim.
Hal ini sesuai dengan temuan Margaretha dan Pambudhi (2015) yang berjudul “Tingkat Literasi Keuangan pada Mahasiswa S-1 Fakultas Ekonomi”
yang menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan pada mahasiswa strata I Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti termasuk kategori rendah. Implikasi dari hasil penelitian tersebut seharusnya dapat memberikan pendidikan tentang personal finance kepada mahasiswanya. Hal ini agar mahasiswa sejak dini memiliki pemahaman tentang keuangan pribadi agar mereka bisa menjadi mahasiswa yang cerdas, bisa mengatur keuangan dengan baik dan bisa memiliki keuangan dengan baik, serta bisa memiliki kehidupan yang sejahtera tidak mengalami kesulitan keuangan di masa depan.
2. Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Inklusi Keuangan Syariah pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
Variabel literasi keuangan berpengaruh terhadap inklusi keuangan syariah. Berdasarkan dari hasil hipotesis diatas menyatakan bahwa pengelolaan uji t dilakukan secara parsial pada variabel bebas yang dapat mempengaruhi variabel terikat. Pengaruh secara parsial dapat dilihat dari perbandingan nilai signifikansi yang telah ditentukan yaitu 0,05. Berdasarkan dari hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh literasi
keuangan (x) terhadap inklusi keuangan syariah (Y) adalah 0,001 < 0,05 dan nilai t hitung 9,227 > nilai t tabel 1,986 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Artinya terdapat pengaruh literasi keuangan terhadap inklusi keuangan syariah secara signifikan.
Hal ini sesuai dengan temuan Laily (2014) yang berjudul “Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Mahasiswa dalam Mengelola Keuangan”
yang menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap pengambilan keuputusan keuangan mahasiswa. Hal ini mengidentifikasikan bahwa semakin tinggi pengetahuan serta kemampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan akan semakin bijak dalam pengambilan keputusan keuangan. Maka diperlukannya edukasi yang benar dan baik mengenai Lembaga Keuangan Syariah pada umumnya dan perbankan syariah pada khususnya, agar tercapai tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah yang baik, karena literasi keuangan berpengaruh terhadap inklusi keuangan seseorang dalam mengelola keuangan.
55 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti maka dapat disimpulkan dari penelitian “Tingkat Pemahaman Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Syariah pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar”.
Dengan sampel 92 orang adalah sebagai berikut.
1. Tingkat pemahaman literasi keuangan dan inklusi keuangan syariah pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar termasuk dalam kategori rendah. Hal ini dapat dilihat bahwa hanya 40% responden yang memahami literasi keuangan. Untuk tingkat pemahaman inklusi keuangan syariah juga berada dalam kategori rendah. Hal ini dapat dilihat bahwa hanya 39,80% responden yang memahami inklusi keuangan syariah.
2. Literasi Keuangan (X) berpengaruh terhadap Inklusi Keuangan Syariah (Y) pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
B. Saran
1. Bagi Mahasiswa
Diharapkan mahasiswa angkatan 2018 Universitas Muhammadiyah Makassar agar lebih meningkatkan pengetahuan keuangannya serta mengelola keuangan dengan baik. Para mahasiswa diharapkan pula untuk mengembangkan kebiasaan dan perilaku keuangan positif seperti membuat anggaran dan mencatat
pengeluaran, menabung secara rutin serta menyediakan dana untuk pengeluaran tidak terduga.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Diharapkan untuk menambah jumlah variabel-variabel yang berpengaruh terhadap inklusi keuangan syariah. Sehingga hasil penelitiannya nanti dapat memberikan kontribusi yang besar bagi perbankan syariah di Indonesia pada umumnya dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar pada khususnya dan menambah objek penelitian bukan hanya di satu tempat saja, tetapi juga dibeberapa tempat sehingga hasilnya lebih bagus dengan membandingkan beberapa responden dari beberapa mahasiswa lainnya yang berbeda atau juga bisa menggunakan metode penelitian yang lebih bagus.