• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penampang 2D

Dalam dokumen identifikasi sebaran batuan andesit sebagai (Halaman 59-74)

BAB V PENUTUP

4.2 Hasil Penampang 2D

kandungan mineral dengan rentang nilai resistivitas yang beragam yaitu mengacu pada Tabel 2.4 Nilai Resistivitas Batuan [27], yaitu pada kedalaman ± 9,26 – 16 m dengan rentang nilai resistivitas 62,3 – 209 m yang ditandai dengan warna biru tua hingga biru muda teridentifikasi sebagai endapan alluvium yang terdiri dari beberapa batuan yaitu tuffa, batu pasir, lempung, kerikil, dan basalt. Pada kedalaman ± 24 m dengan rentang nilai resistivitas 383 – 699 m yang ditandai dengan warna hijau muda hingga warna hijau tua teridentifikasi terdapat beberapa batuan yaitu batu granit dan batu gamping. Pada kedalaman ± 1,25 dan kedalaman ± 33,8 – 45,6 m dengan nilai rentang resistivitas 1277 – 4264 m yang ditandai dengan warna kuning hingga warna ungu teridentifikasi terdapat batuan andesit yang dapat digunakan sebagai material bahan bangunan.

Gambar 4.5 Interpretasi Penampang 2D Lintasan 1 Dengan Topografi

4.2.2 Lintasan 2

Gambar 4.6 Hasil Penampang 2D Lintasan 2 Dengan Topografi

Pada lintasan 2 memiliki panjang 235 m dengan menggunakan 48 buah elektroda dengan jarak spasi antar elektroda 5 m. Pada lintasan 2 terdapat 529 titik datum.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, lintasan 2 memiliki rentang nilai resistivitas berkisar antara 38,6 – 3410 m dengan kedalaman yang diperoleh 45,6 m. Nilai error yang diperoleh pada proses inversi sebesar 17,4 % yaitu dengan dilakukannya iterasi sebanyak 5 kali.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, nilai resistivitas batuan pada lintasan 2 dapat dibagi menjadi 3 rentang nilai resistivitas, yaitu: 38,6 – 263 m yang merupakan rentang nilai resistivitas rendah, 499 – 947 m yang merupakan rentang nilai resistivitas sedang, dan 1277 – 3410 m yang merupakan rentang nilai resistivitas tinggi. Pada penampang diatas dapat dilihat bahwa lintasan 2 memiliki kandungan mineral dengan rentang nilai resistivitas yang beragam yaitu mengacu pada Tabel 2.4 Nilai Resistivitas Batuan [27], yaitu pada pada kedalaman ± 9,26 – 15,9 m dengan rentang nilai resistivitas 38,6 – 263 m yang ditandai dengan warna biru tua hingga warna hijau muda teridentifikasi sebagai endapan alluvium yang terdiri dari beberapa batuan yaitu tuffa, batu pasir, lempung, kerikil, dan basalt.

Pada kedalaman ± 24 m dengan rentang nilai resistivitas 499 – 947 m yang

ditandai dengan warna hijau tua hingga warna kuning teridentifikasi terdapat beberapa batuan yaitu batu granit dan batu gamping Pada kedalaman ± 1,25 dan kedalaman ± 39,4 – 45,6 m dengan rentang nilai resistivitas 1277 – 3410 m yang ditandai dengan warna cokelat hingga warna ungu teridentifikasi terdapat batuan andesit yang dapat digunakan sebagai material bahan bangunan.

Gambar 4.7 Interpretasi Penampang 2D Lintasan 2 Dengan Topografi

4.2.3 Lintasan 3

Gambar 4.8 Hasil Penampang 2D Lintasan 3 Topografi

Pada lintasan 3 memiliki panjang 235 m dengan menggunakan 48 buah elektroda dengan jarak spasi antar elektroda 5 m. Pada lintasan 3 terdapat 529 titik datum.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, lintasan 3 memiliki rentang nilai resistivitas berkisar antara 26,5 – 4333 m dengan kedalaman yang diperoleh 45,6 m. Nilai error yang diperoleh pada proses inversi sebesar 20,0 % yaitu dengan dilakukannya iterasi sebanyak 5 kali.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, nilai resistivitas batuan pada lintasan 3 dapat dibagi menjadi 3 rentang nilai resistivitas, yaitu: 26,5 - 236 m yang merupakan rentang nilai resistivitas rendah, 488 – 1010 m yang merupakan rentang nilai resistivitas sedang, dan 1277 – 4333 m yang merupakan rentang nilai resistivitas tinggi. Pada penampang diatas dapat dilihat bahwa lintasan 3 memiliki kandungan mineral dengan rentang nilai resistivitas yang beragam yaitu mengacu pada Tabel 2.4 Nilai Resistivitas Batuan [27], yaitu pada kedalaman ± 9,26 – 15,9 m dengan rentang nilai resistivitas 26,5 – 236 m yang ditandai dengan warna biru tua hingga warna hijau teridentifikasi sebagai endapan alluvium yang terdiri dari beberapa batuan yaitu tuffa, batu pasir, lempung, kerikil, dan basalt. Pada kedalaman ± 24,0 – 45,6 m dengan rentang nilai resistivitas 488 – 1010 m yang ditandai dengan warna hijau hingga warna kuning teridentifikasi terdapat beberapa batuan yaitu batu granit dan batu gamping. Pada kedalaman ± 1,25 m dan kedalaman ± 39,4 – 45,6 m dengan rentang nilai resistivitas 1277 – 4333 m yang ditandai dengan warna cokelat hingga warna ungu teridentifikasi terdapat batuan andesit yang dapat digunakan sebagai material bahan bangunan.

Gambar 4.9 Interpretasi Penampang 2D Lintasan 3 Dengan Topografi

4.2.4 Lintasan 4

Gambar 4.10 Hasil Penampang 2D Lintasan 4 Dengan Topografi

Pada lintasan 4 memiliki panjang 235 m dengan menggunakan 48 buah elektroda dengan jarak spasi antar elektroda 5 m. Pada lintasan 4 terdapat 529 titik datum.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, lintasan 4 memiliki rentang nilai resistivitas berkisar antara 20,5 – 2545 m dengan kedalaman yang diperoleh 45,6 m. Nilai error yang diperoleh pada proses inversi sebesar 17,6 % yaitu dengan dilakukannya iterasi sebanyak 5 kali.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, nilai resistivitas batuan pada lintasan 4 dapat dibagi menjadi 3 rentang nilai resistivitas, yaitu: 20,5 – 200 m yang merupakan rentang nilai resistivitas rendah, 322 – 642 m yang merupakan rentang nilai resistivitas sedang, dan 1277 – 2545 m yang merupakan rentang nilai resistivitas tinggi. Pada penampang diatas dapat dilihat bahwa lintasan 4 memiliki kandungan mineral dengan rentang nilai resistivitas yang beragam yaitu mengacu pada Tabel 2.4 Nilai Resistivitas Batuan [27], yaitu pada kedalaman ± 9,26 – 15,9 m dengan rentang nilai resistivitas 20,5 – 200 m yang ditandai dengan warna biru tua hingga warna hijau muda teridentifikasi sebagai endapan alluvium yang terdiri dari beberapa batuan yaitu tuffa, batu pasir, kerikil, lempung, dan basalt. Pada kedalaman ± 24 m dengan rentang nilai resistivitas 322 – 642 m yang ditandai dengan warna hijau tua hingga warna kuning teridentifikasi terdapat beberapa batuan yaitu batu granit dan batu gamping. Pada kedalaman ± 1,25 – 15,9 m dan kedalaman ± 24,0 – 45,6 m dengan rentang nilai resistivitas yang 1277 – 2545 m yang ditandai dengan warna orange hingga warna ungu teridentifikasi terdapat mineral batuan andesit yang dapat digunakan sebagai material bahan bangunan.

Gambar 4.11 Interpretasi Penampang 2D Lintasan 4 Dengan Topografi

4.2.5 Lintasan 5

Gambar 4.12 Hasil Penampang 2D Lintasan 5 Dengan Topografi

Pada lintasan 5 memiliki panjang 235 m dengan menggunakan 48 buah elektroda dengan jarak spasi antar elektroda 5 m. Pada lintasan 5 terdapat 529 titik datum.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, lintasan 5 memiliki rentang nilai resistivitas berkisar antara 60,7 – 8537 m dengan kedalaman yang diperoleh 45,6 m. Nilai error yang diperoleh pada proses inversi sebesar 17,4 % yaitu dengan dilakukannya iterasi sebanyak 5 kali.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, nilai resistivitas batuan pada lintasan 5 dapat dibagi menjadi 3 rentang nilai resistivitas, yaitu: 60,7 – 250 m yang merupakan rentang nilai resistivitas rendah, 506 – 1025 m yang merupakan rentang nilai resistivitas sedang, dan 1277 – 8537 m yang merupakan rentang nilai resistivitas tinggi. Pada penampang diatas dapat dilihat bahwa lintasan 5 memiliki kandungan mineral dengan rentang nilai resistivitas yang beragam yaitu mengacu pada Tabel 2.4 Nilai Resistivitas Batuan [27], yaitu pada kedalaman ± 9,26 – 24 m dengan rentang nilai resistivitas 60,7 – 250 m yang ditandai dengan warna biru tua hingga warna biru muda teridentifikasi sebagai endapan alluvium yang terdiri dari beberapa batuan yaitu batu pasir, lempung, kerikil, basalt, dan batu granit. Pada kedalaman ± 1,25 – 9,26 m dan kedalaman ± 24 m dengan rentang nilai resistivitas 506 – 2078 m yang ditandai dengan warna hijau muda hingga warna hijau tua teridentifikasi terdapat batu gamping. Pada kedalaman ± 33,8 – 45,6 m dengan rentang nilai resistivitas 1277 – 8537 m yang ditandai dengan warna kuning hingga warna ungu teridentifikasi terdapat batuan andesit yang dapat digunakan sebagai material bahan bangunan.

Gambar 4.13 Interpretasi Penampang 2D Lintasan 5 Dengan Topografi

4.2.6 Lintasan 6

Gambar 4.14 Hasil Penampang 2D Lintasan 6 Dengan Topografi

Pada lintasan 6 memiliki panjang 235 m dengan menggunakan 48 buah elektroda dengan jarak spasi antar elektroda 5 m. Pada lintasan 6 terdapat 529 titik datum.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, lintasan 6 memiliki rentang nilai resistivitas berkisar antara 31,4 – 7331 m dengan kedalaman yang diperoleh 45,6 m. Nilai error yang diperoleh pada proses inversi sebesar 20,7 % yaitu dengan dilakukannya iterasi sebanyak 5 kali.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, nilai resistivitas batuan pada lintasan 6 dapat dibagi menjadi 3 rentang nilai resistivitas, yaitu: 31,4 – 200 m yang merupakan rentang nilai resistivitas rendah, 325 – 708 m yang merupakan rentang nilai resistivitas sedang, dan 1277 – 7331 m yang merupakan rentang nilai resistivitas tinggi. Pada penampang diatas dapat dilihat bahwa lintasan 6 memiliki kandungan mineral dengan rentang nilai resistivitas yang beragam yaitu mengacu pada Tabel 2.4 Nilai Resistivitas Batuan [27], yaitu pada kedalaman ± 9,26 – 15, 9 m dengan rentang nilai resistivitas 31,4 – 200 m yang ditandai dengan warna biru tua hingga warna biru muda teridentifikasi sebagai endapan alluvium yang terdiri dari beberapa batuan yaitu tuffa, batu pasir, lempung, kerikil, dan basalt. Pada kedalaman ± 1,25 m dan kedalaman ± 24 – 33,8 m dengan rentang nilai resistivitas 325 –708 m yang ditandai dengan warna hijau muda hingga hijau tua teridentifikasi terdapat beberapa batuan yaitu batu granit dan batu gamping. Pada kedalaman ± 1,25 m dan ± 39,4 – 45,6 m dengan rentang nilai resistivitas 1277 – 7331 m yang ditandai dengan warna kuning hingga warna ungu teridentifikasi terdapat mineral batuan andesit yang dapat digunakan sebagai material bahan bangunan.

Gambar 4.15 Interpretasi Penampang 2D Lintasan 6 Dengan Topografi

4.2.7 Lintasan 7

Gambar 4.16 Hasil Penampang 2D Lintasan 7 Dengan Topografi

Pada lintasan 7 memiliki panjang 235 m dengan menggunakan 48 buah elektroda dengan jarak spasi antar elektroda 5 m. Pada lintasan 7 terdapat 529 titik datum.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, lintasan 7 memiliki rentang nilai resistivitas berkisar antara 27,3 – 2863 m dengan kedalaman yang diperoleh 45,6 m. Nilai error yang diperoleh pada proses inversi sebesar 17,9 % yaitu dengan dilakukannya iterasi sebanyak 5 kali.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, nilai resistivitas batuan pada lintasan 7 dapat dibagi menjadi 3 rentang nilai resistivitas, yaitu: 27,3 – 103 m yang merupakan rentang nilai resistivitas rendah, 201 – 758 m yang merupakan rentang nilai resistivitas sedang, dan 1277 – 2863 m yang merupakan rentang nilai resistivitas tinggi. Pada penampang diatas dapat dilihat bahwa lintasan 7 memiliki kandungan mineral dengan rentang nilai resistivitas yang beragam yaitu mengacu pada Tabel 2.4 Nilai Resistivitas Batuan [27], yaitu pada kedalaman ± 9,26 – 15,9 m dengan rentang nilai resistivitas 27,3 – 201 m yang ditandai dengan warna biru tua hingga warna hijau muda teridentifikasi sebagai endapan alluvium yang terdiri dari beberapa batuan yaitu tuffa, batu pasir, lempung, kerikil, dan basalt. Pada kedalaman ± 1,25 – 15, 9 m dan kedalaman ± 24 – 33,8 m dengan rentang nilai resistivitas 390 – 758 m yang ditandai dengan warna hijau tua hingga warna kuning teridentifikasi terdapat beberapa batuan yaitu batu granit dan batu gamping.

Pada kedalaman ± 39,4 – 45,6 m dengan rentang nilai resistivitas 1277 – 2863 m yang ditandai dengan warna cokelat hingga warna ungu teridentifikasi terdapat batuan andesit yang dapat digunakan sebagai material bahan bangunan.

Gambar 4.17 Interpretasi Penampang 2D Lintasan 7 Dengan Topografi

4.2.8 Lintasan 8

Gambar 4.18 Hasil Penampang 2D Lintasan 8 Dengan Topografi

Pada lintasan 8 memiliki panjang 235 m dengan menggunakan 48 buah elektroda dengan jarak spasi antar elektroda 5 m. Pada lintasan 8 terdapat 529 titik datum.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, lintasan 8 memiliki rentang nilai resistivitas berkisar antara 18,3 – 1570 m dengan kedalaman yang diperoleh 45,6 m. Nilai error yang diperoleh pada proses inversi sebesar 18,6 % yaitu dengan dilakukannya iterasi sebanyak 5 kali.

Berdasarkan hasil penampang 2D diatas, nilai resistivitas batuan pada lintasan 8 dapat dibagi menjadi 3 rentang nilai resistivitas, yaitu: 18,3 – 65,2 m yang merupakan rentang nilai resistivitas rendah, 123 – 831 m yang merupakan rentang nilai resistivitas sedang, dan 1277 – 1570 m yang merupakan rentang nilai resistivitas tinggi. Pada penampang diatas dapat dilihat bahwa lintasan 8 memiliki kandungan mineral dengan rentang nilai resistivitas yang beragam yaitu mengacu pada Tabel 2.4 Nilai Resistivitas Batuan [27], yaitu pada kedalaman ± 1,25 – 24 m dengan rentang nilai resistivitas 18,3 – 233 m yang ditandai dengan warna biru hingga warna hijau teridentifikasi terdapat endapan alluvium yang terdiri dari beberapa batuan yaitu tuffa, batu pasir, lempung, kerikil, dan basalt. Pada kedalaman ± 1,25 – 24 m dengan rentang nilai resistivitas 440 – 831 m yang ditandai dengan warna kuning hingga warna cokelat teridentifikasi terdapat beberapa batuan yaitu batu granit dan batu gamping. Pada kedalaman ± 1,25 – 9,26 m dan kedalaman ± 15, 9 – 45,6 m dengan rentang nilai resistivitas 1277 – 1570

m yang ditandai dengan warna merah hingga warna ungu teridentifikasi terdapat batuan andesit yang dapat digunakan sebagai material bahan bangunan.

Gambar 4.19 Interpretasi Penampang 2D Lintasan 8 Dengan Topografi

Berdasarkan hasil dari permodelan penampang 2D pada 8 lintasan, dapat diklasifikasikan material bawah permukaan pada daerah permukaan berdasarkan rentang nilai resistivitas. Klasifikasi material bawah permukaan tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.2 di bawah ini.

Tabel 4.2 Klasifikasi Material Bawah Permukaan Berdasarkan Permodelan Penampang 2D

Rentang Resisitivitas (m) Mineral

± 18,3 – 205 Tuffa, batu pasir, lempung, kerikil, dan basalt.

± 322 – 1025 Batu granit dan batu gamping

± 1277 – 8537 Batuan andesit

Dalam dokumen identifikasi sebaran batuan andesit sebagai (Halaman 59-74)

Dokumen terkait