BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
a. Data Pre Tes Sebelum Penelitian
Sebelum akan melaksanakan eksperimen terlebih dahulu dilakukan pre-tes. Yaitu dengan memberikan perlakuan yang sama antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan memberikan pre-test. Berikut nilai hasil pre tes kelas VIII A dan VIII B.
Tabel 4.3
Data Nilai Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A dan VIII B
NO Nama Siswa Nilai Nama Siswa Nilai
1 Afdal Al Azis 50 Adji Pengestu 60
2 Afdal Zikri 70 Agum Malik 70
3 Aji Mahesa 60 Amelia Agustina 70
4 Alan Asta Jukasa 60 Ari Setiawan 60
5 Aldita Ananda 70 Bayu Rangga 50
6 Amelia Andesari 60 Catur Prasetyo 50 7 Ariyadus Shalihin 60 Dahlia Alpurningsih 60 8 Bunga Citra Lestari 70 Desti Nurbaiti 70
9 Dela Sintia 60 Helta 60
10 Faizun Mustofa 70 Ivan Robi 60
11 Gina Nopita Sari 60 Muhammad Abduh 60
12 Gita Miranda 60 Myvita Ramadani 50
13 Harga Mandala 60 Nanda Adi Pratama 50
14 Khessyfa Putri 50 Nanda Sari 60
15 Kipoi Saputra 60 Nurkholik 60
16 Melsi Elpitasari 60 Realita Lestika 60
17 Milzan Saputra 60 Reta Septiyani 60
18 Nadia Lestika 50 Rizka Asrisakinah 60
19 Nanang Irawan 60 Sastra Wisnu 70
20 Naufal 'Aqil 50 Satria Wibowo 70
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kemampuan awal siswa kelas VIII A dan VIII B memiliki masing-masing yaitu 60 dan 60,5.
b. Pembelajaran IPS metode problem solving terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 17 Mukomuko (Kelas Eksperimen)
Berdasarkan hasil pengamatan atau observasi yang peneliti lakukan selama proses pembelajaran terhadap aktivitas siswa, maka hasil pengamatan pada kelas ekperimen yang melaksanakan metode problem solving diketahui bahwa aktivitas siswa, yaitu minat siswa baik, respon siswa baik, keaktifan siswa baik, daya serap siswa baik, dan catatan baik.
Masing-masing aktivitas siswa tersebut sudah masuk dalam kategori baik, dengan demikian secara keseluruhan juga menunjukkan kategori baik.
42
Uraian di atas menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada eksperimen dengan menggunakan metode problem solving menunjukkan kategori baik. Hal ini dikarenakan siswa lebih memahami penjelasan- penjelasan dari guru dan dari teman sekelas. Selanjutnya dilakukan tes untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas eksperimen. Berikut disajikan nilai hasil tes kelas eksperimen:
Tabel 4.4
Nilai Hasil Tes VIII A (Kelas Eksperimen)
No Nama Siswa Nilai Tes
1. Afdal Al Azis 80
2. Afdal Zikri 80
3. Aji Mahesa Nugraha 80
4. Alan Asta Jukasa 80
5. Aldita Ananda 70
6. Amelia Andesari 80
7. Ariyadus Shalihin 70
8. Bunga Citra Lestari 70
9. Dela Sintia 80
10. Faizun Mustofa 80
11. Gina Nopita Sari 80
12. Gita Miranda 60
13. Harga Mandala Putra 90
14. Khessyfa Putri Hadi 70
15. Kipoi Saputra 70
16. Melsi Elpitasari 70
17. Milzan Saputra 70
18. Nadia Lestika 70
19. Nanang Irawan 80
20. Naufal 'Aqil Ramadhan 80
Setelah tabulasi nilai post tes VIII A (kelas eksperimen) di atas, maka dilakukan perhitungan dengan prosedur sebagai berikut:
1) Mencari mean dengan rumus:
M = N
fX M =
20 1510 M =75,5
2) Mencari nilai standar deviasi dengan rumus sebagai berikut:
SD =
2 2
N fX N
fX
SD =
2
20 1510 20
114900
SD = 5745
75,5 2 SD = 57455700,25 SD = 44,75SD = 6,68
3) Penentuan kriteria TSR sebagai berikut:
Setelah diketahui mean dan standar deviasi post tes VIIIA (kelas eksperimen), maka langkah selanjutnya menetapkan TSR sebagai berikut:
Tinggi : M + 1 . SD ke atas : 75,5 + 1 . 6,68
: 82,18 ke atas
Sedang : M – 1 . SD sampai M + 1 . SD
: 75,5 – 1 . 6,68 sampai dengan 75,5 + 1 . 6,68 : 68,82 sampai dengan 82,18
Rendah : M – 1 . SD ke bawah : 75,5 – 1. 6,68
: 68,82 ke bawah
44
Berdasarkan perhitungan di atas di atas, maka skor hasil post tes VIII A (kelas eksperimen) dibuat perincian sebagai berikut:
Tabel 4.5
Kategori TSR Hasil Tes VIII A (Kelas Eksperimen)
No Kategori Frekuensi %
1 2 3
Tinggi Sedang Rendah
1 18
1
5 % 90 %
5 %
Jumlah 20 100 %
Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa hasil post tes kelas VIIIA (kelas eksperimen) pada kategori “sedang”. Hal ini dapat dilihat dari kategori TSR yaitu mayoritas hasil tes kelas VIII A berada pada kategori sedang sebanyak 18 siswa atau 90%.
c. Pembelajaran IPS pada Kelas VIII B (Kelas Kontrol)
Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran IPS pada kelas kontrol yang menggunakan pendekatan konvensional, maka dapat dilihat bahwa dengan metode konvensional guru belum dapat menciptakan proses pembelajaran yang menarik dan siswa menjadi pasif dalam pembelajaran.
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS pada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional adalah kurang baik. Selanjutnya nilai hasil post tes disajikan berikut ini:
Tabel 4.6
Nilai Hasil Tes Kelas VIII B (Kelas Kontrol)
No Nama Siswa Nilai Tes
1. Adji Pengestu 70
2. Agum Malik 70
3. Amelia Agustina 70
4. Ari Setiawan 70
5. Bayu Rangga 60
6. Catur Prasetyo 70
7. Dahlia Alpurningsih 60
8. Desti Nurbaiti 60
9. Helta 70
10. Ivan Robi 70
11. Muhammad Abduh 70
12. Myvita Ramadani 50
13. Nanda Adi Pratama 80
14. Nanda Sari 70
15. Nurkholik 60
16. Realita Lestika 60
17. Reta Septiyani 60
18. Rizka Asrisakinah 70
19. Sastra Wisnu 70
20. Satria Wibowo 70
Setelah nilai hasil tes diperoleh langkah selanjutnya adalah mencari rata-rata skor atau mean dan standar deviasi nilai tes siswa dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Tabel 4.7
Tabulasi Nilai Tes Kelas VIII A (Kelas Kontrol)
No X F X2 F . X F . X2
1 50 1 2500 50 2500
2 60 6 3600 360 21600
3 70 12 4900 840 58800
4 80 1 6400 80 6400
Jumlah 1330 89300
Setelah tabulasi hasil belajar kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional, maka dilakukan perhitungan dengan prosedur sebagai berikut:
46
1) Mencari mean dengan rumus:
M = N
fX M =
20 1330 M = 66,5
2) Mencari nilai standar deviasi dengan rumus sebagai berikut:
SD =
2 2
N fX N
fX
SD =
2
20 1330 20
89300
SD = 4465
66,52 SD = 44654422,25 SD = 42,75SD = 6,53
3) Penentuan kriteria TSR sebagai berikut:
Setelah diketahui mean dan standar deviasi hasil kelas VIII A (kelas kontrol) yang menggunakan metode konvensional, maka langkah selanjutnya menetapkan TSR sebagai berikut:
Tinggi : M + 1 . SD ke atas : 65,5 + 1 . 6,53 : 72,03 ke atas
Sedang : M – 1 . SD sampai M + 1 . SD
: 65,5 – 1 . 6,53 sampai dengan 65,5 + 1 . 6,53 : 58,97 sampai dengan 72,03
Rendah : M – 1 . SD ke bawah : 65,5 – 1. 6,53
: 58,97 ke bawah
Berdasarkan perhitungan di atas di atas, maka skor hasil post tes kelas VIII B (kelas kontrol) yang menggunakan metode konvensional dibuat perincian sebagai berikut:
Tabel 4.8
Kategori TSR Hasil Post Tes kelas VIII B (Kelas Kontrol)
No Kategori Frekuensi %
1 2 3
Tinggi Sedang Rendah
1 18
1
5 % 90 %
5 %
Jumlah 20 100 %
Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa hasil post tes kelas VIII B (kelas kontrol) pada kategori “sedang”. Hal ini dapat dilihat dari kategori TSR yaitu mayoritas hasil tes kelas VIII B berada pada kategori sedang sebanyak 18 siswa atau 90%
2. Uji Pra Syarat
a. Uji Normalitas Data Kelas VIII A (Kelas Eskperimen)
Dari nilai hasil tes belajar di atas selanjutnya dilakukan analisis uji normalitas data dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menentukan skor tersbesar dan terkecil Skor terbesar yaitu: 90
Skor terkecil yaitu: 60
2) Menentukan nilai rentangan (R) R= Max-Min
R= 90-60 R =30
3) Menentukan banyaknya kelas dengan rumus:
BK = 1+ 3,3 Log n BK = 1 + 3,3 log 20 BK = 1+ 3,3 (1,3) BK = 1 + 4,29
48
BK = 5
4) Menentukan nilai panjang kelas dengan rumus:
BK i R
5
30 i i 6
5) Menentukan distribusi frekuensi nilai hasil belajar siswa kelas eskperimen.
Tabel 4.9
Frekuensi Hasil Tes Siswa Kelas VIII A (Kelas Eskperimen)
No Interval F Xi Xi2 F . Xi F . Xi2
1 60-65 1 62.5 3906.25 62.5 3906.25
2 66-71 8 68.5 4692.25 548 37538
3 72-77 0 74.5 5550.25 0 0
4 78-83 10 80.5 6480.25 805 64802.5
5 84-90 1 86.5 7482.25 86.5 7482.25
Jumlah 1502 113729
6) Menentukan nilai-rata-rata nilai prestasi belajar siswa kelas VIII A (kelas eskperimen) dengan rumus:
N M fXi
20
1502 M
1 .
75 M
7) Mencari simpangan baku dengan rumus:
2 2
N fXi N
S fXi
2
20 1502 20
113729
S
01 , 5640 45 , 5686
S
44 ,
46 S
81 ,
6 S
8) Menentukan batas kelas yaitu skor kiri kelas interval pertama dikurangi 0,5 kemudian skor kanan kelas interval ditambah 0,5 sehingga diperoleh nilai sebagai berikut: 59,5, 65,5,71,5, 77,5, 83,5, 90,5.
9) Menentukan nilai z score untuk batas kelas dengan rumus:
S M Bataskelas
Z
29 , 81 2
, 6
1 , 75 5 ,
59
Z
40 , 81 1
, 6
1 , 75 5 ,
65
Z
52 , 81 0
, 6
1 , 75 5 ,
71
Z
35 , 81 0
, 6
1 , 75 5 ,
77
Z
23 , 81 1 , 6
1 , 75 5 ,
83
Z
26 , 81 2
, 6
1 , 75 5 ,
90
Z
10) Menentukan luas 0-Z dari kurva dengan angka-angka batas kelas sehingga diperoleh luas 0-Z sebagai berikut: 0,4890, 0,1554, 0,1985, 0,1368, 0,3907, 0,4826
11) Mencari luas tiap kelas interval dengan cara mengurangkan angka- angka 0-Z yaitu angka baris pertama dikurangi baris kedua, angka baris kedua dikurangi baris ketiga dan seterusnya, kecuali untuk angka yang berbeda pada baris paling tengah ditambahkan angka
50
pada baris berikutnya sehingga diperoleh: 0,0223, 0,0834, 0,2442, 0,2896, 0,2377,
12) Menentukan frekuensi yang diharapakan (fe) dengan cara mengalikan luas tiap interval dengan jumlah responden sehingga diperoleh: 0,67, 2,52, 6,44, 7,78, 5,20,
13) Frekuensi yang diharapkan (fe) dari hasil pengamatan (fo) untuk nilai hasil belajar siswa kelas eksperimen adalah sebagai berikut:
Tabel 4.10 Frekuensi (fe)
No Batas kelas Z Luas O-Z Luas Tiap Kelas
Fo Fe
1 59,5, -2,29 0,4890, 0,0223 0,67 1
2 65,5, -1,40 0,1554, 0,0834 2,52, 8
3 71,5, -0,52 0,1985, 0,2442 6,44, 0
4 77,5 0,35 0,1368, 0,2896 7,78, 10
5 83,5, -1,23 0,3907, 0,2377 5,20 1
6 90,5 2,26 0,4826
14) Menentukan nilai chi-kuadrat hitung dengan rumus:
fe fe X fo
k
i
2
1
2
( )
64 ,
2 6 X
Selanjutnya membandingkan nilai X2hitung < X2tabel pada derajat kebebasan (dk) = k-1= 5-1 maka diperoleh X2tabel pada taraf signifikansi 5 % sebesar 9,488 dan diperoleh X2hitung 6,64 maka X2hitung< X2tabel atau 6,64 < 9,488 maka data hasil belajar siswa pada kelas kelas VIII A (kelas eskperimen) berdistribusi normal.
b. Uji Normalitas Data hasil Belajar Kelas VIII B (Kelas Kontrol)
Dari nilai hasil tes belajar di atas selanjutnya dilakukan analis normalitas data dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menentukan skor tersbesar dan terkecil Skor terbesar yaitu: 80
Skor terkecil yaitu: 50
2) Menentukan nilai rentangan (R) R= Max-Min
R= 80-50 R =30
3) Menentukan banyaknya kelas dengan rumus:
BK = 1+ 3,3 Log n BK = 1 + 3,3 log 20 BK = 1+ 3,3 (1,3) BK = 1 + 4,29 BK = = 5
4) Menentukan nilai panjang kelas dengan rumus:
BK i R
5
30 i i 6
5) Menentukan distribusi frekuensi prestasi belajar siswa kelas kontrol Tabel 4.11
Frekuensi Hasil Belajar Siswa Kelas VIII B (Kelas Kontrol)
No Interval F Xi Xi2 F . Xi F . Xi2
1 50-55 1 52.5 2756.25 52.5 2756.25
2 56-61 6 58.5 3422.25 351 20533.5
3 62-67 0 64.5 4160.25 0 0
4 68-73 12 70.5 4970.25 846 59643
5 74-80 1 76.5 56.25 76.5 5852.25
Jumlah 1326 88785
52
6) Menentukan nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol dengan rumus:
N M fXi
20
1326 M
3 ,
66 M
7) Mencari simpangan baku dengan rumus:
2 2
N fXi N
S fXi
2
20 1326 20
88785
S
25 , 4422 25
, 4439
S
17 S
4 S
8) Menentukan batas kelas yaitu skor kiri kelas interval pertama dikurangi 0,5 kemudian skor kanan kelas interval ditambah 0,5 sehingga diperoleh nilai sebagai berikut: 49,5, 55,5,61,5,67,5, 73,5, 80,5
9) Menentukan nilai z score untuk batas kelas dengan rumus:
S M Bataskelas
Z
2 , 4 3
3 , 66 5 ,
49
Z
08 , 4 1
3 , 66 5 ,
55
Z
2 , 4 1
3 , 66 5 ,
61
Z
3 , 4 0
3 , 66 5 ,
67
Z
8 , 4 1
3 , 66 5 ,
73
Z
55 , 4 3
3 , 66 5 ,
80
Z
10) Menentukan luas 0-Z dari kurva dengan angka-angka batas kelas sehingga diperoleh luas 0-Z sebagai berikut: 0,4993, 0,3599, 0,3849, 0,1179, 0,4641, 49,98,
11) Mencari luas tiap kelas interval dengan cara mengurangkan angka- angka 0-Z yaitu angka baris pertama dikurangi baris kedua, angka baris kedua dikurangi baris ketiga dan seterusnya, kecuali untuk angka yang berbeda pada baris paling tengah ditambahkan angka pada baris berikutnya sehingga diperoleh: 0.0222, 0.0934, 0.2442, 0.2996, 0.2387,
12) Menentukan frekuensi yang diharapkan (fe) dengan cara mengalikan luas tiap interval dengan jumlah responden sehingga diperoleh: 0,44, 1,86, 4,88, 5,99, 4,77,
13) Frekuensi yang diharapkan (fe) dari hasil pengamatan (fo) untuk nilai hasil tes belajar siswa kelas VIII B (kelas kontrol) adalah sebagai berikut:
Tabel 4.12 Frekuensi (fe)
No Batas kelas Z Luas O-Z Luas Tiap kelas Fe Fo
1 49,5, -3,2 0,4993 0.0222 0,44 1
2 55,5, -1,08 0,3599 0.0934 1,86 6
3 61,5, -1,2 0,3849 0.2442 4,88 0
4 67,5, 0,3 0,1179 0.2996 5,99 12
5 73,5, 1,8 0,4641 0.2387 4,77 1
6 80,5 3,55 0,4998
Menentukan nilai chi-kuadrat hitung dengan rumus:
54
fe fe X fo
k
i
2
1
2
( )
78 ,
2 7 X
Selanjutnya membandingkan nilai X2hitung < X2tabel pada derajad kebebasan (dk) = k-1= 5-1 maka diperoleh X2tabel pada taraf signifikansi 5 % sebesar 9,488 dan diperoleh X2hitung 7,78 maka X2hitung< X2tabel atau 7,78 < 9,488 maka data hasil belajar siswa pada kelas VIII B (kelas kontrol) berdistribusi normal.
c. Uji Homogenitas
Untuk melakukan uji homogenitas terlebih dahulu dilakukan perhitungan data untuk mencari varians dari masaing masing sampel.
Tabel 4.13
Nilai Varians Kedua Sampel
Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A (Eksperimen)
Hasil Belajar Siswa Kelas VIII B (Kontrol)
Varians 47,1 45
n 20 20
Langkah selanjutnya yaitu mencari nilai varians terbesar dan varians terkecil dengan rumus:
Fhitung =
Fhitung =
Fhitung = 1,04
Dk pembilang= n-1= 20-1=19 Dk penyebut =n-1 = 20-1 = 19
Dengan kriteria pengujian jika Fhitung ≥ Ftabel berarti data tidak homogen dan jika Fhitung ≤ Ftabel berarti data homogen. Ternyata Fhitung < Ftabel atau 1,04
< 2,15, maka varian kedua data adalah homogen sehingga analisis data dapat dilanjutkan.
3. Uji Hipotesis
Berikut disajikan nilai hasil belajar dari kedua kelas:
Tabel 4.14
Hasil Belajar Kedua Kelas No
Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A
(Kelas Eksperimen)
Kelas VIII B (Kelas Kontrol)
1 80 70
2 80 70
3 80 70
4 80 70
5 70 60
6 80 70
7 70 60
8 70 60
9 80 70
10 80 70
11 80 70
12 60 50
13 90 80
14 70 70
15 70 60
16 70 60
17 70 60
18 70 70
19 80 70
20 80 70
Berdasarkan data hasil belajar kedua kelas di atas selanjutnya dilakukan perhitungan berikut ini:
Tabel 4.15
Perhitungan Varian dan Standar Deviasi Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A (Kelas Eksperimen)
56
No Responden Nilai (X) X - X (X - X )2
1 80 4.5 20.25
2 80 4.5 20.25
3 80 4.5 20.25
4 80 4.5 20.25
5 70 -5.5 30.25
6 80 4.5 20.25
7 70 -5.5 30.25
8 70 -5.5 30.25
9 80 4.5 20.25
10 80 4.5 20.25
11 80 4.5 20.25
12 60 -15.5 240.25
13 90 14.5 210.25
14 70 -5.5 30.25
15 70 -5.5 30.25
16 70 -5.5 30.25
17 70 -5.5 30.25
18 70 -5.5 30.25
19 80 4.5 20.25
20 80 4.5 20.25
Jumlah 1510 895
Rata-rata 75.5
Langkah selanjutnya dilakukan perhitungan nilai varians dan standar deviasi dari hasil belajar kelas VIII A (kelas eksperimen) sebagai berikut:
Varians (
s
12) =
1
2
N
X X
= 1 20
895
= 47,1
Standar Deviasi (S1) =
1
2
N
X X
=
1 20
895
= 47 ,1 = 6,86
Tabel 4.16
Perhitungan Varians dan Standar Deviasi Hasil Belajar Siswa Kelas VIII B (kelas Kontrol)
No Responden Nilai (X) X - X (X - X )2
1 70 3.5 12.25
2 70 3.5 12.25
3 70 3.5 12.25
4 70 3.5 12.25
5 60 -6.5 42.25
6 70 3.5 12.25
7 60 -6.5 42.25
8 60 -6.5 42.25
9 70 3.5 12.25
10 70 3.5 12.25
11 70 3.5 12.25
12 50 -16.5 272.25
13 80 13.5 182.25
14 70 3.5 12.25
15 60 -6.5 42.25
16 60 -6.5 42.25
17 60 -6.5 42.25
58
18 70 3.5 12.25
19 70 3.5 12.25
20 70 3.5 12.25
Jumlah Nilai 1330 855
Rata-Rata 66.5
Langkah selanjutnya dilakukan perhitungan nilai varians dan standar deviasi dari hasil belajar siswa kelas VIII B (kelas kontrol) sebagai berikut:
Varians (
s
12) =
1
2
N
X X
= 1 20
855
= 45
Standar Deviasi (S1) =
1
2
N
X X
=
1 20
855
= 45 = 6,7
Langkah selanjutnya adalah memasukkan nilai yang telah diperoleh dari perhitungan di atas ke dalam rumus “t” tes.
t =
2 2 2 1 2 1
2 1
n s n s
X X
t =
20 45 20
1 , 47
5 , 66 5 , 75
t =
7 , 6 86 , 6
9
t =
7 , 6 86 , 6
9
t =
682 , 3
9 t = 2,444
Selanjutnya membandingkan thitung dengan ttabel dengan kaidah pengujian taraf signikansinya (α = 5%) Dk= n1+ n2 -2 = 20+ 20-2 = 38 sehingga diperoleh ttabel = 2,04. Dengan kriteria pengujian jika thitung ≤ ttabel
maka Ha diterima dan Ho ditolak, Ternyata tthitung < ttabel atau 2,04 > 2,44 maka Ha diterima dan Ho diterima terdapat pengaruh metode problem solving terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 17 Mukomuko.
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 17 Mukomuko memiiki pengaruh terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di SMP Negeri 17 Mukomuko. Adanya pengaruh ini karena di kelas eksperimen siswa dituntut lebih aktif di dalam proses pembelajaran. Siswa diwajibkan mengemukakan pendapatnya masing-masing tentang tema yang akan dibahas sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman masing-masing. Kemudian siswa menyusun beberapa pertanyaan atas jawaban yang ingin diketahui, sehingga dari pertanyaan tersebut terbentuklah tujuan membaca. Setelah selesai, siswa diharuskan menjawab pertanyaan tadi yang sebelumnya telah diformulasikan oleh guru melalui aktivitas cara membaca matri. Jawaban tersebut selanjutnya disusun menjadi ringkasan matri untuk kemudian diceritakan melalui tulisan dan disampaikan kembali oleh siswa di depan kelas.
Penjelasan di atas dapat dibuktikan melalui perbandingan nilai hasil pretest dan postest. Berdasarkan nilai post tes diperoleh dari 20 siswa kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar adalah 75,5 sedangkan nilai post tes dari 20 siswa kelas kontrol diperoleh rata-rata prestasi belajar adalah
60
66,5. Hal ini menunjukkan bahwa nilai post tes kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol.
Terjadinya peningkatan hasil tes ini, karena siswa menjawab pertanyaan berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajarinya dari perlakuan pembelajaran yang telah diberikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat terdapat pengaruh metode problem solving terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 17 Mukomuko. Berdasarkan uji perbedaan rata-rata satu pihak yaitu uji pihak kanan diperoleh thitung= 2,44 dan ttabel= 2,00.
Dengan demikian berdasarkan perbandingan hasil belajar dan peningkatan hasil belajar siswa di atas menujukkan bahwa kelebihan-kelebihan metode problem solving dapat diaplikasikan dalam pembelajaran IPS kelas VII.
Metode problem solving merupakan suatu metode yang mampu menarik perhatian siswa sehingga termotivasi untuk mengungkapkan perasaannya ke dalam bentuk tulisan, tidak bersifat abstrak, dan membantu membangkitkan minat siswa untuk mengarang.
Sebagaimana dijelaskan bahwa kelebihan metode problem solving yaitu sebagai berikut:
e. Dapat mendorong siswa untuk berfikir kritis aktif dankreatif dalam mencari bentuk-bentuk pemecahan msalahdengan sepenuh hati dan teliti.
f. Dapat mendorong siswa untuk belajar sambil bekerja.
g. Untuk memupuk rasa tanggung jawab siswa dalam memecahkan masalah.
h. Dapat mendorong siswa untuk berfikir sempit dan fanatik.
Namun demikian dalam penerpaannnya diperlu diperhatikan kelemahan metode problem sloving yaitu sbegai berikut:
1. Tidak semua pelajaran dapat mengandung masalah atau problem yang justru harus dipecahkan, akan tetapi memerlukan pengulangan dan latihan-latihan tertentu.
2. Kesulitan mencari masalah yang tepat atau sesuai dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswa.
3. Banyak menimbulkan resiko. Terutama bagi anak yang memiliki kemampuan kurang.
4. Kemungkinan akan menyebabkan rasa frustasi dan ketegangan batin, dalam memecahkan masalah-masalah sulit dan mendasar.
5. Kesulitan mengevaluasi secara tepat mengenai proses pemecahan masalah yang dialami siswa.48
48Mayar Yusuf dan Syaiful Anwar, Metodologi Pengajaran, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2015), h. 81.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode problem solving terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 17 Mukomuko. Hal ini dapat dilihat dari thitung yang diperoleh adalah 2,44 sedangkan ttabel=2,00 maka thitung lebih besar dari ttabel baik pada taraf signifikansi 5% Dengan demikian hipotesis kerja yang menyatakan bahwa pengaruh metode problem solving terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 17 Mukomuko dapat diterima. Berdasarkan nilai post tes diperoleh dari 20 siswa kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar adalah 75,5 sedangkan nilai post tes dari 20 siswa kelas kontrol diperoleh rata-rata prestasi belajar adalah 66,5. Hal ini menunjukkan bahwa nilai post tes kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol.
B. Saran
Berkaitan dengan pembahasan hasil penelitian, maka saran-saran yang dapat diberikan sebagai berikut:
1. Kepada guru hendaknya menggunakan metode problem solving sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
2. Kepada siswa hendaknya mampu mengikuti pembelajaran dengan antusias dan aktif sehingga mampu menguasai materi yang disampaikan oleh guru.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan Terjemahannya. 2005. Departemen Agama RI. Bandung:
Percetakan Diponegoro.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Arina, Rina. 2015. Penerapan Metode Problem Solving berbantu Meia Film dalam Peningkatan Hasil Belajar IPA siswa kelas Kelas IV SDN Madyopuro Malang. Malang: Uin Malang.
Baharuddin, dan Esa Nur Wahyuni, 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Djaali. 2008 Psikologi Belajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Djamarah, Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamid, Moh. Sholeh. 2013. Metode Edutainment. Jogjakarta: Diva Press.
Hanandi, Heli. 2016. Penerapan Metode Problem Solving dalam Meningkatkan Hasil Belajar PAI pada siswa kelas V SD Negeri 14 Abeli Kota Kendari.
Kendari: IAIN Kendari.
Kunandar. 2007. Guru Profesional Implementasi KTSP. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Margono, S. 2000. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Mulyono, Abdurrahman. 2009. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.
Jakarta: Rineka Cipta.
Mulyono. 2012. Strategi Pembelajaran. Malang: UIN Maliki Pres.
Prayitno dan Belferik Manulang. 2010. Pendidikan Karakter Dalam Membangun Bangsa, Jakarta: PT Grasindo.
Ramayulis. 2020. Metodelolgi Pengajaran. Jakarta: Kencana.
Sams, Rosma Hartiny. 2010. Model Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakata: Teras.
Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja GravindoPersada
Sardiyo. 2009. Pendidikan IPS. Jakarta : Universitas Terbuka.
Slameto.Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Suasnto, Muhammad. 2014. Penerapan Metode Problem Solving Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran IPA di SMP Giriroto 1. Surakarta: IAIN Surakarta.
Sudijono, Anas. 2014. Pengantar Statistik Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sudjana, Nana. 2004. Penilaian Hasil Proses Belajar mengaja. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM.
Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Supriyadi. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Cakrawala Ilmu.
Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Belajar. Jakarta Rajawali Pers.
Taniredja, Tukiran dan Hidayati Mustafida. 2011. Penelitian Kuantitatatif.
Bandung: Alfabeta.
Trianto. 2010. Pendidikan IPS. Yogyakata: Teras.
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen. 2007. Jakarta:
Pustaka Merah Putih.
Uno. 2009. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Yamin, Martinis. 2003. Strategi Pembelajran Berbasis Kompetensi. Jakarta:
Gudang Perseda Pers.
Yusuf, Mayar dan Syaiful Anwar. 2015. Metodologi Pengajaran, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Aqib, Zainal. 2009. Penelitian Tindakan Kelas Untuk: Guru. Bandung: Yrama Widya.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: Rineka Cipta.
Baharuddin, dan Esa Nur Wahyuni. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Departemen Agama RI. 2009. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung:
Percetakan Diponegoro.
Djaali. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamdai, Iif Khoiru dkk. 2011. Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu. Jakarta:
PT Prestasi Pustakaraya.
Hamid, Moh. Sholeh Hamid. 2013. Metode Edutainment. Jogjakarta: Diva Press.
Kunandar. 2007. Guru Profesional Implementasi KTSP. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Kunandar. 2012. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas: Sebagai Pengembangan Propesi Guru. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Majid, Abdul. 2016. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Margono, S. 2000. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Mulyono, 2012. Strategi Pembelajaran. Malang: UIN Maliki Pres.
Mulyono, Abdurrahman. 2009. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.
Jakarta: Rineka Cipta.
Ramayulis. 2020. Metodelogi Pengajaran. Jakarta: Kencana.
Sams, Rosma Hartiny. 2020. Model Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakata: Teras.
Sanjaya, Wina. 2014. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana.
Sardiyo. 2009. Pendidikan IPS. Jakarta : Universitas Terbuka.
Setyono, Hendro Ari dkk. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi KTSP.
Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sudijono, Anas. 20210. Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudjana, Nana. 2004. Penilaian Hasil Proses Belajar mengajar. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Sulistyorini, Sry. 2007. Pembelajaran IPA Sekolah Dasar. Yogyakarta: Tiara Karya.