BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
b. Menganalisis data dan membahas hasil penelitian.
c. Menyimpulkan hasil penelitian.
G. Instrumen Penelitian
Adapun instrumen penelitian yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
1. Tes Hasil Belajar Matematika Siswa
Untuk memperoleh data tentang hasil belajar matematika siswa, digunakan satu perangkat alat instrumen yaitu tes hasil belajar yang dibuat sendiri oleh peneliti dengan bimbingan dosen pembimbing. Tes ini digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap materi setelah belajar dalam jangka waktu tertentu. Bentuk tes yang digunakan adalah bentuk uraian. Namun sebelum tes hasil belajar itu dibuat, terlebih dahulu dibuatkan kisi-kisi agar masing-masing bagian dalam materi terwakili secara proporsional dalam tes.
2. Lembar Observasi Aktivitas Siswa
Instrumen ini digunakan untuk memperoleh data tentang aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Instrumen ini dibuat sendiri oleh penulis dengan bimbingan dosen pembimbing. Komponen-komponen penilaian berkaitan dengan aktivitas siswa, perhatian, kesungguhan, kedisiplinan dan keterampilan siswa diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Siswa yang hadir pada saat pembelajaran.
b. Siswa yang memperhatikan penjelasan guru.
c. Siswa yang mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahami.
d. Siswa yang mengerjakan LKS.
e. Siswa yang aktif berdiskusi dalam mengerjakan LKS.
f. Siswa yang mengerjakan soal latihan secara mandiri/individu.
g. Siswa yang mengajukan tanggapan saat pembahasan soal.
h. Siswa yang menyelesaikan seluruh tugas diberikan oleh guru.
3. Lembar Observasi Aktivitas Guru Mengelolah Pembelajaran
Instrumen ini digunakan untuk mengetahui guru dalam mengelola pembelajaran. Instrumen ini dibuat sendiri oleh peneliti dengan bimbingan dosen pembimbing. Dalam penelitian ini aspek yang diamati adalah:
a. Menumbuhkan minat belajar siswa dengan memberikan motovasi terlebih dahulu sehingga siswa tertarik untuk belajar.
b. Melibatkan siswa secara langsung mengenai pengalamannya terhadap materi yang diajarkan sehingga akan meningkatkan dan mempermudah pemahaman terhadap isi pembelajaran.
c. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menamai apa saja yang mereka peroleh dalam proses pembelajaran.
d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendemonstrasikan atau menerapkan pengetahuan mereka di depan kelas.
e. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan hasil pengetahuan mereka kepada siswa lain.
f. Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang memiliki prestasi yang bagus.
4. Angket Respon Siswa
Angket respon siswa dirancang untuk megetahui respon siswa terhadap metode pembelajaran pendekatan kontekstual dan angket respon siswa terhadap model pembelajaran langsung. Angket respon siswa menyangkut suasana kelas, minat mengikuti pembelajaran berikutnya, dan cara-cara guru mengajar
H. Teknik Pengumpulan Data
Data hasil penelitian, dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran serta angket respon siswa. Data yang terkumpul merupakan skor untuk masing-masing individu. Data-data hasil penelitian (nilai Pretest dan Posttest) yang diperoleh, dikumpulkan kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif. Skor terebut mencerminkan ketuntasan belajar yang dicapai oleh siswa selama penelitian berlangsung. Data tentang hasil belajar siswa diambil dengan menggunakan tes hasil belajar. Data tentang aktivitas siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Data tentang respon siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket respon siswa. Sedangkan data tentang keterlaksanaan pembelajaran dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi.
I. Teknik Analisis Data
Data yang telah terkumpul menggunakan instrumen-instrumen yang ada kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif.
Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mengungkapkan ketuntasan belajar siswa, aktivitas siswa selama pembelajaran dan respon siswa terhadap pembelajaran matematika serta Aktivitas guru mengelola pembelajaran dengan pendekatan kontekstual.
a. Analisis hasil belajar siswa
Pedoman yang digunakan untuk mengelompokkan tingkat hasil belajar siswa adalah pedoman yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di bawah ini:
Tabel 3.1 Kategorisasi Standar Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Pallangga Kab. Gowa Skor Kategorisasi Ketuntasan Belajar
0 ≤ × ≤64 Tidak tuntas
64 < × ≤ 100 Tuntas
Tabel 3.2 Kategorisasi Hasil Belajar Matematika Siswa yang Dikemukakan Oleh Arikunto (1992)
( Mutmainnah, 2012:51) Disamping itu hasil belajar siswa juga diarahkan pada pencapaian ketuntasan belajar secara individual dan klasikal. Kriteria seorang siswa dikatakan tuntas belajar apabila memperoleh nilai paling rendah 65, sedangkan
Skor Kategori
81 – 100 Sangat Tinggi
66 – 80 Tinggi
56 – 65 Sedang
41 – 55 Rendah
0 – 40 Sangat Rendah
ketuntasan klasikal tercapai apabila minimal 85% siswa di kelas tersebut telah mencapai skor paling sedikit 65.
b. Analisis data observasi keaktifan siswa
Data hasil pengamatan aktivitas siswa meliputi menghitung frekuensi rata- rata aspek tiap pertemuan dilakukan dengan cara menjumlahkan frekuensi aspek yang dimaksud dibagi banyak siswa yang diamati. Untuk menghitung rata-rata persentase setiap aspek aktivitas siswa digunakan rumus sebagai berikut:
=∑
∑ × 100%
Keterangan:
= Persentase aktivitas siswa untuk melakukan jenis aktivitas tertentu Ta= Jenis aktivitas tertentu yang dilakukan siswa tiap pertemuan T = Seluruh aktivitas siswa setiap pertemuan
Indikator keberhasilan aktivitas siswa dalam penelitian ini ditunjukan dengan sekurang-kurangnya 75% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
c. Analisis data observasi Aktivitas guru mengelolah pembelajaran.
Data tentang Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dianalisis dengan mencari presentase tiap aspek dari beberapa pertemuan yang dilaksanakan. Nilai rata-rata tersebut dikonversikan oleh Sunoto (dalam Syafrullah, 2012: 25) dengan kriteria sebagai berikut.
Tabel 3.3 Kategori Aktivitas guru
Tingkat Penguasaan (%) Kriteria 0,00 ≤ nilai < 1,50
1,50 ≤ nilai < 2,50 2,50 ≤ nilai < 3,50 3,50 ≤ nilai < 4,00
Tidak Baik Kurang Baik
Baik Sangat Baik
Dari data yang diperoleh, dicari rata-rata dari keseluruhan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran. Pengelolahan pembelajaran dikatakan efektif apabila Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran telah mencapai kriteria baik.
d. Analisis angket respon
Data tentang respon siswa diperoleh dari angket respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran. Selanjutnya dianalisis dengan mencari persentase jawaban siswa untuk tiap-tiap pertanyaan dalam angket. Respon siswa dianalisis dengan melihat presentase dari respon siswa.
Presentase ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
P= × 100%
Keterangan:
P= Presentase repon siswa yang menjawab ya dan tidak f = Frekuensi siswa yang menjawab ya dan tidak
N= Banyaknya siswa yang mengisi angket
Kriteria yang ditetapkan untuk mengatakan bahwa para siswa memiliki respon positif terhadap pembelajaran matematika dengan metode pendekatan kontekstualadalah apabila rata-rata persentase tiap aspek mencapai ≥ 80%.
a. Kriteria Keefektifan
Keefektifan pembelajaran matematika dengan metode pembelajaran pendekatan kontekstual ditentukan oleh 4 aspek berikut:
1) Hasil belajar matematika siswa.
2) Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.
3) Aktivitas guru mengelolah pembelajaran.
4) Respon siswa terhadap proses pembelajaran.
Pembelajaran matematika melalui penerapan Pendekatan Kontekstual dikatakan efektif jika paling sedikit tiga dari empat aspek dipenuhi, dengan syarat aspek satu dan dua harus dipenuhi.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil dan analisis data penelitian dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari kegiatan penelitian tentang hasil belajar siswa melalui penerapan Pendekatan Kontekstual yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pallangga Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilaksanakan selama lima kali pertemuan, dimana pertemuan pertama diberikan pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan diberikan posttestsetelah perlakuan.
1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif a. Deskripsi Hasil Belajar Siswa
1) Hasil Belajar Matematika Siswa Sebelum Diberikan Perlakuan (Treatment)
Untuk memberikan gambaran awal tentang hasil belajar matematika siswa kelas VIIIByang dipilih sebagai unit penelitian, berikut disajikan skor hasil belajar matematika siswa kelas VIII6sebelum diberikan perlakuan.
Tabel 4.1 Statistik Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII6
Sebelum Diberikan Perlakuan
Statistik Nilai Statistik Ukuran Sampel
Skor Ideal Skor Maksimum
Skor Minimum Rentang Skor Skor Rata-rata Standar deviasi
38 100
35 3 32 12,03
6,35
36
Jika skor variabel hasil belajar matematika siswa yang diajar sebelum menggunakan Pendekatan Kontekstual dikelompokkan ke dalam lima kategori menurut Departemen Pendidikan Nasional, maka diperoleh skor frekuensi dan persentase seperti yang ditunjukkan pada Tabel 4.2 berikut.
Tabel 4.2 Distribusi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII6Sebelum Diberikan Perlakuan
No Skor Kategori Frekuensi Persentase (%) 1.
2.
3.
4.
5.
81 – 100 66 – 80 56 – 65 41 – 55 0 – 40
Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah
0 0 0 0 38
0,00 0,00 0,00 0,00 100,00
Jumlah 38 100,00
Berdasarkan data yang diperoleh pada Tabel 4.2 dapat disimpulkan bahwa secara umum hasil belajar matematika siswa Kelas VII6 sebelum diberikan perlakuan dapat dikategorikan sangat rendah. Hal ini ditunjukkan dari perolehan nilai pada kategori sangat rendah sebesar 100% dari 21 siswa yang berarti seluruh jumlah siswa berada pada kategori sangat rendah.
Untuk melihat ketuntasan belajar matematika siswa sebelum diterapkan Pendekatan Kontekstual dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut ini:
Tabel 4.3 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII6
SMP Negeri 1 Pallangga Kabupaten Gowa Sebelum Perlakuan.
Skor Kategori Frekuensi Persentase (%) 0 ≤ × ≤64
64 < × ≤ 100
Tidak Tuntas Tuntas
38 0
100 0
Jumlah 38 100,00
2) Tingkat Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Diberikan Perlakuan (Treatment)
Berikut disajikan deskripsi dan persentase hasil belajar matematika siswa Kelas VIII6setelah diberikan perlakuan.
Tabel 4.4 Statistik Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII6 Setelah Diberikan Perlakuan
Statistik Nilai Statistik Ukuran Sampel
Skor Ideal Skor Maksimum
Skor Minimum Rentang Skor Skor Rata-rata Standar deviasi
38 100
92 52 40 75,84 10,32
Jika skor variabel hasil belajar matematika siswa Kelas VII6 yang diberikan perlakuan dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi skor frekuensi dan persentase hasil belajar seperti yang ditunjukkan pada table 4.5 berikut:
Tabel 4.5. Distribusi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII6Setelah Diberikan Perlakuan
No Skor Kategori Frekuensi Persentase (%) 1.
2.
3.
4.
5.
81 – 100 66 – 80 56 – 65 41 – 55 0 – 40
Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah
8 25
1 4 0
21,05 65,79 2,63 10,53 00,00
Jumlah 38 100,00
Berdasarkan Tabel 4.4 dapat dinyatakan bahwa hasil belajar matematika siswa Kelas VII6 setelah diberikan perlakuan dapat dikategorikan tinggi. Hal ini ditunjukkan dari persentase perolehan nilai pada kategori tinggi bisa mencapai 65,79% dari 38 siswa, dimana persentase tersebut lebih besar jika dibandingkan persentase pada kategori sangat rendah yaitu 0%, dan 10,53% siswa berada pada kategori rendah, 2,63% berada pada kategori sedang dan 21,05% berada pada kategori sangat tinggi.
Untuk melihat ketuntasan belajar matematika siswa setelah diterapkan Pendekatan Kontekstual dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut ini:
Tabel 4.6 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII6
SMP Negeri 1 Pallangga Kabupaten Gowa Setelah Perlakuan.
Skor Kategori Frekuensi Persentase (%) 0 ≤ × ≤64
64 < × ≤ 100
Tidak Tuntas Tuntas
0 38
0 100
Jumlah 38 100,00
Berdasarkan tabel 4.5, tampak bahwa dari 38 orang siswa sebagai subjek penelitian terdapat 38 (100%) yang tuntas secara perorangan. Ini berarti siswa di kelas VIII6 mencapai ketuntasan secara klasikal karena ketuntasan klasikal tercapai apabila minimal 85% siswa di kelas tersebut telah mencapai skor ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah tersebut.
b. Deskripsi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran
Lembar pengamatan ini dibuat untuk memperoleh salah satu jenis data pendukung kriteria keefektifan pembelajaran. Instrumen ini memuat 8 indikator
aktivitas siswa. Pengamatan dilaksanakan dengan menggunakan observer (pengamat) yang mengamati aktivitas siswa selama lima kali pertemuan, dimana tiga pertemuan merupakan kegiatan pembelajaran dan dua pertemuan merupakan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dari instrumen tersebut dirangkum pada setiap akhir pertemuan. Hasil rangkuman setiap pengamatan disajikan pada Tabel 4.6 berikut ini:
Tabel 4.7 Persentase Aktivitas Siswa Kelas VII6 dalam Pembelajaran Pendekatan Kontekstual
No. Komponen yang diamati Pertemuan Persentase
keseluruhan Ket.
I II III
1. Siswa yang hadir pada saat
pembelajaran 38 36 37 97% Efektif
2.
Siswa yang
memperhatikan penjelasan
guru. 38 35 36 98% Efektif
3.
Siswa yang mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahami.
5 8 6 17% Tidak
Efektif
4. Siswa yang mengerjakan
LKS. 38 36 37 100% Efektif
5.
Siswa yang aktif berdiskusi dalam
mengerjakan LKS. 36 34 34 94% Efektif
6.
Siswa yang mengerjakan soal latihan secara
mandiri/individu. 37 34 37 97% Efektif
7.
Siswa yang mengajukan tanggapan saat
pembahasan soal. 9 7 6 20% Tidak
Efektif
8.
Siswa yang menyelesaikan seluruh tugas diberikan
oleh guru - 36 37 100% Efektif
*) Sesuai dengan siswa yang hadir pada saat pembelajaran (21 siswa) Aktifitas siswa pada saat pembelajaran Pendekatan Kontekstual
1. Persentase kehadiran siswa pada saat proses pembelajaran yaitu 97%.
2. Persentase siswa yang memperhatikan penjelasan guru saat pembelajaran berlangsung yaitu 98%.
3. Persentase siswa yang mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahami yaitu 17%.
4. Persentase siswa yang mengerjakan LKS yang diberikan oleh guru yaitu 100%.
5. Persentase siswa aktif berdiskusi dalam mengerjakan LKS yaitu 94%.
6. Persentase siswa yang mengerjakan soal latihan secara mandiri/individu yaitu 97%.
7. Persentase siswa yang mengajukan tanggapan saat pembahasan soal yaitu 20%.
8. Persentase siswa yang mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) yaitu 100%.
c. Deskripsi Aktivitas Guru dalam Mengelola Pembelajaran Aktivitas guru dalam pembelajaran matematika melalui penerapan Pendekatan Kontekstualyang diamati dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu:
1) Bagian kegiatan awal. Pada bagian ini aktivitas guru yang diamati difokuskan dalam hal: (1) Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, (2) Mengecek kehadiran siswa, (3) Menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai., (4) melakukan apresiasi dan memberikan motivasi kepada siswa, (5) menjelaskan langkah- langkah yang akan dilaksanakan
2) Bagian kegiatan inti pembelajaran. Pada bagian ini aktivitas guru yang diamati dalam hal: (1) Menjelaskan materi, (2) membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, (3) meminta siswa untuk mengambil posisi sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan, (4) membagikan LKS dan bahan ajar kepada setiap kelompok, (5) menyampaikan petunjuk cara menyelesaikan LKS, (6) mengarahkan setiap kelompok untuk mendiskusikan dan menyelesaikan LKS, (7) mengarahkan siswa untuk memulai diskusi kelas (8) meminta kelompok lain untuk memberikan tanggapan.
3) Bagian Penutup. Pada bagian ini aktivitas guru yang diamati adalah: (1) memberikan penghargaan kepada siswa yang telah mempresentasikan hasil kerjanya, (2) membimbing siswa untuk menyimpulkan materi, (3)melakukan refleksi hasil pembelajaran, (4) memberikan PR terkait materi yang dipelajari.
4) Aspek lainnya yang diamati yaitu suasana kelas antara lain antusias siswa selama bekerja di dalam kelompok.
Rata-rata hasil pengamatan dari observer(pengamat) terhadap aktivitas guru dalam proses pembelajaran selama empat kali pertemuan dengan
memberikan tiga kategori penilaian sebagai berikut: (1) Kurang baik, (2) Cukup
baik, (3) Baik, (4) Sangat baik. Rekapitulasi skor hasil pengamatan observer dan rata-rata skor hasil pengamatan observer selama empat kali pertemuan secara rinci dapat dilihat pada lampiran. Penilaian masing-masing aspek aktivitas guru dalam proses pembelajaran yang diamati diuraikan sebagai berikut:
Tabel 4.8 Hasil Pengamatan Aktivitas Guru dalam Mengelola Pembelajaran Pendekatan Kontekstual
Aktivitas Guru Yang Diamati
S K O R Pertemuan
1
Pertemuan 2
Pertemuan 3 Kegiatan Awal
1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan
salam. 4 4 4
2. Guru mengecek kehadiran
siswa. 4 4 4
3. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
4 4 4
4. Guru melakukan apresiasi dan memberikan motivasi
kepada siswa. 3 4 4
5. Guru menjelaskan langkah- langkah yang akan
dilaksanakan. 4 4 4
Kegiatan Inti 1. Guru memberi penjelasan
tentang materi yang akan
diajarkan. 4 4 4
2. Guru membagi siswa ke
dalam beberapa kelompok. 4 4 4
3. Guru meminta siswa untuk mengambil posisi sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan.
4 4 4
4. Guru membagikan LKS dan bahan ajar kepada
setiap kelompok. 4 4 4
5. Guru menyampaikan petunjuk cara
menyelesaikan LKS.
3 4 4
6. Guru mengarahkan setiap kelompok untuk
mendiskusikan dan menyelesaikan LKS.
4 4 4
7. Guru mengarahkan siswa untuk memulai diskusi
kelas. 4 3 4
8. Guru meminta kelompok lain untuk memberikan tanggapan
3 3 4
Kegiatan Akhir 1. Guru memberikan
penghargaan kepada siswa yang telah
mempresentasekan hasil kerjanya.
- 3 3
2. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan
materi. 4 4 4
3. Guru melakukan refleksi
hasil pembelajaran. 4 4 4
4. Guru memberikan PR terkait materi yang
dipelajari. 4 4 4
Rata – rata ( ̅) 3,59 3,82 3,92
Pada beberapa pertemuan terlihat bahwa seluruh komponen telah terlaksana. Dari tiga pertemuan diperoleh nilai rata – rata 3,78. Oleh karena dari keseluruhan aspek diperoleh:
3,50 ≤ nilai < 4,00
Maka sesuai dengan kriteria keefektifan, dapat disimpulkan bahwa guru mampu mengelola pembelajaran melalui penerapanPendekatan Kontekstual dengan baik.
d. Deskripsi Angket Respon Siswa
Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data respon siswa adalah angket respon siswa. Angket ini diberikan kepada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Pendekatan Kontekstual untuk diisi menurut perasaan dan pendapat mereka terhadap kegiatan pembelajaran. Hasil analisis data respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran Pendekatan Kontekstual yang diisi oleh 18 siswa secara singkat ditunjukkan pada Tabel 4.7 berikut.
Tabel 4.9 Deskripsi Hasil Respon Siswa Terhadap Pelaksanaan PembelajaranPendekatan Kontekstual
No Uraian Jawaban Ya Jawaban Tidak
Jumlah Persentase Jumlah Persentase 1. Siswa yang senang dengan
pembelajaran matematika melalui Pendekatan Kontekstual.
38 100% - -
2. Siswa yang lebih termotiovasi belajar matematika melalui Pendekatan Kontekstual.
35 92% 3 8%
3. Siswa yang lebih mudah memahami materi pelajaran matematika melalui Pendekatan Kontekstual.
33 87% 5 13%
4. Siswa yang merasa mudah memahami pelajaran dengan adanya Lembar Kerja Siswa (LKS) pada pembelajaran matematika melalui Pendekatan
34 89% 4 11%
Kontekstual
5. Siswa yang menyukai lembar soal yang digunakan pada saat pembelajaran melalui
Pendekatan Kontekstual.
35 92% 3 8%
6. Siswa yang senang membahas jawaban dari kelompok lain bersama dengan teman kelompoknya.
36 95% 2 5%
7. Siswa yang menyukai kegiatan belajar mengajar melalui Pendekatan Kontekstual
35 92% 3 8%
8. Siswa yang merasakan ada kemajuan setelah diterapkan pembelajaran melalui Pendekatan Kontekstual.
38 100% - -
Berdasarkan Tabel 4.7 terlihat bahwa hasil analisis data respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran melalui penerapan Pendekatan Kontekstual menunjukkan bahwa rata-rata 100% siswa merasa senang dengan pembelajaran matematika melalui Pendekatan Kontekstual, 92% siswa merasa lebih termotiovasi belajar matematika melalui Pendekatan Kontekstual,87%siswa merasa lebih mudah memahami materi pelajaran matematika melalui Pendekatan Kontekstual., 89%
siswa merasa mudah memahami pelajaran dengan adanya Lembar Kerja Siswa (LKS) pada pembelajaran matematika melalui Pendekatan Kontekstual, 92% Siswa menyukai lembar soal yang digunakan pada saat pembelajaran melalui Pendekatan Kontekstual, 95% Siswa yang senang membahas jawaban dari kelompok lain bersama dengan teman kelompoknya, 92% siswa yang menyukai kegiatan belajar mengajar melalui Pendekatan Kontekstual, 100% Siswa yang
merasakan ada kemajuan setelah diterapkan pembelajaran melalui Pendekatan Kontekstual.
Dengan demikian, siswa dapat dikatakan merespon positif pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Pendekatan Kontekstual.
Sebab rata-rata persentase respon positif siswa pada tiap aspek adalah 94%. Nilai ini lebih besar dari kriteria yang telah ditetapkan pada bab III, yaitu minimal 80%.