BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Dalam mendeskripsikan hasil penelitian ini peneliti menguraikan secara sistematis dan konkret sesuai dengan urutan fokus yang telah dipaparkan sebelumnya. Langkah pertama adalah mengutip semua naskah film The Terminal dari segi klasifikasi karakter tokoh. Langkah kedua adalah mengutip semua naskah film The Terminal yang mendeskripsikan hubungan karakter antartokoh dengan yang lain. Pada bagian ini dipaparkan hasil analisis dan pengolahan data.
1. Klasifikasi dan Deskripsi Karakter Tokoh
Berdasarkan hasil pembacaan naskah film The Terminal karya Sacha Gervasi dan Jeff Nalham secara eksistensi tokoh dalam naskah film yang mendeskripsikan klasifikasi karakter tokoh yang baik yang terdiri atas: budi pekerti, penolong, sabar, patuh pada peraturan/displin, berakti pada orang tua, baik hati,
59
bertanggung jawab. Mendeskripsikan klasifikasi karakter tokoh yang buruk yang terdiri atas; mudah curiga, paranoid.
a. Karakter Tokoh Baik (Suhaeb, 1979:85) mengatakan bahwa:
“Karakter adalah sifat kemauan yang mengikuti seseorang pada beberapa prinsip tertentu yang oleh rasionya dipastikan sebagai yang tidak dapat diubah, baik fisik maupun moral yang
membedakannya dengan orang lain secara khas”.
Karakter sering dinamakan dengan watak. Sehubungan dengan hal itu penggambaran tokoh atau watak sang tokoh harus wajar dan masuk akal. Tokoh protagonis merupakan tokoh yang mewakili yang
baik dan terpuji sehingga biasanya menarik simpati pembaca.
Karakter yang baik dalam hasil penelitian ini hendaknya dijadikan contoh bagi pembaca. Karakter yang baik cocok dijadaikan petunjuk atau pedoman dalam hidup dan kehidupan pembaca.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara sederhana bahwa karakter adalah kondisi jiwa manusia yang diakibatkan oleh faktor dari dalam diri manusia maupun dari luar, yang membedakan seseorang dari orang lain secara khas. Baik yang dapat berubah maupun tetap demi perkembangan kehidupannya yang ditampakkan dalam tingkah laku. Contoh karakter yang baik adalah budi pekerti.
Budi pekerti merupakan tingkah laku, perangai, akhlak. Budi pekerti mengandung makna perilkaku yang baik, bijaksana dan manusiawi.
Berdasarkan uraian tersebut, budi pekerti dari segi klasifikasi karakter tokoh dalam naskah film The Terminal karya Sacha Gervasi dan Jeff Nalham dapat dirinci sebagai berikut:
1) Viktor Navorski a) Penolong
Penolong merupakan seseorang yang rela untuk membantu meringankan beban atau penderitaan orang yang kesusahan.
Dengan demikian sifat yang baik hati dan suka menolong, manusia menunjukkan kemurahan hati dan budi pekerti yang elok.
Selain itu, orang yang memiliki sifat yang baik hati dan suka menolong secara tidak langsung akan meringankan beban orang lain.
Hal ini dapat dilihat pada beberapa perilaku dan motivasi tindakan tokoh berikut:
(1) Adegan 13
1. Perilaku : Viktor Navorski membantu gadis remaja yang kesusahan menutup kopornya.
2. Motivasi : Viktor Navorski menolong gadis tersebut.
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Navorski duduk dipinggir taman. Ia sedang memperhatikan lembaran kupon makanan yang diberikan oleh Turman. Tiba-tiba ia melihat seorang gadis remaja sibuk dengan kopornya. Gadis itu tidak bisa menutup kopornya karena isinya terlalu banyak sehingga kopornya penuh. Navorski hendaknya menolongnya. Ia berdiri dan menaruh kupon makanannya ditempatnya duduk.
Navorski : (berbahasa Bulgaria) (hlm:18) (2) Adegan 34
1. Perilaku : Viktor Navorski membantu Amelia yang jatuh untuk berdiri
2. Motivasi : Viktor Navorski menolong Amelia Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Seorang pramugari, bernama Amelia Warren, yang baru tiba terpeleset dan menjerit.
Amelia :”Astaga. Sial.”
Ternyata dia melewati lantai yang licin karena lantai itu baru saja dipel. Ia tidak memperhatikan tanda yang ada disekelilingnya. Hak sepatunya patah. Navorski memungut hak sepatu wanita tersebut.
Navorski : (berbahasa Bulgaria)
Lewatlah Rajan sambil tersenyum. Wanita tersebut memungut barangnya yang berserakan. Navorski menyapanya.
Navorski :”Ini milikmu?”
Amelia :”Terima kasih.”
Navorski membantunya berdiri.
Amelia :”Oh, sial.” (Berjalan ke kursi dibantu Navorski) Navorski :”Lihat? Lantai basah.”Anda disana.” (dialek Bulgaria)
Amelia :”Saya terlambat.” (Melepaskan sepatu dan melihat ke lantai atas)” Buenos Aires. Aku tak ingat gerbangnya.”
(melepaskan hak sepatu yang sebelahnya)
Navorski mengambilkan koper dan membawa kepadanya Navorski :”Gerbang 24.”
Amelia :”Anda yakin?”
Navorski :”Ya.”(hlm:33)
Wanita tersebut melihat ke lantai atas dan memasang sepatunya
Amelia :”Terima kasih.” (berdiri dan melangkah ke eskalator)
Navorski :”Tunggu-tunggu.” (mengejar wanita itu). “Untuk Anda. Payless Shoes.”
Amelia sudah si eskalator. Jadi, ia memberikan disitu.
Navorski :”Lantai dua. Pakai hak rendah saja.” (hlm:33) (3) Adegan 40
1. Perilaku : Viktor Navorski memberikan uang kembalian kepada pelayan toko
2. Motivasi : Viktor Navorski sekadar memberikan
Hal ini dapat dilihat pada adegan berikut:
Navorski meletakkan tiga uang receh di meja. Ia diberi satu burger. Sebenarnya ia masih mempunyai uang kembalian, tapi ia memberikannya kepada pelayan itu. Ia mendorng uang kembaliannya ke pelayan.
Navorski :”Ambil kembaliannya.” (hlm:37) (4) Adegan 67
1. Perilaku : Viktor Navorski mengejar dan mengajak Amelia berbicara
2. Motivasi : bentuk perhatian pada Amelia
Viktor Navorski kasihan melihat melihat Amelia yang sedih.
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Melihat Amelia pergi, Navorski menyimpan gagang telepon ditempatnya.
Navorski :”Tunggu. Tunggu. Tunggu. Tunggu.” (mengejar Amelia)
Adegan tersebut dilihat Rajan. Ia tersenyum Navorski menegur Amelia yang hampir berjalan di lantai yang licin.
Navorski :”Lantai basah.”
Mendengar teguran Navorski dan melihat lantai yang licin, Amelia menghindar.
Navorski :”Jangan sampai terluka.” (mengejar Amelia) Amelia :”Bagaimana tidak? Dia sudah menikah.”(terus
melangkah ) Navorski terus mengikuti Amelia.
Navorski :”Satu pria. Dua wanita. Kacau.”
Amelia :”Anda ingin tahu bagian apa yang terburuk?
Saya tidak pernah meminta dia untuk meninggalkan istrinya. Saya menyuruhnya untuk konseling.
Maksud Saya, betapa sakitnya saya.”(berhenti melangkah)”.
Saya mendukung pernikahannya.” (tersedu-sedu dan berbalik memegang pagar pengaman) (hlm:61)
(5) Adegan 80
1. Perilaku : Viktor Navorski mengambilkan kacamata Amelia yang jatuh
2. Motivasi : Viktor Navorski membantu Amelia Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Amelia :”Viktor?”(membuka kacamata) Navorski :”Oh...oh.”(kaget)
Amelia :”well, hai.”(senang) Navorski :”Oh, hai.”(senang)
Amelia tidak sengaja menjatuhkan kacamata. Viktor membantu mengambilkan kacamata tersebut. Amelia juga jongkok hendak mengambil kacamata itu.
Navorski :”Please. Please.” (hlm:77)
1. Perilaku : Viktor Navorski menerima ajakan makan siang Amelia
2. Motivasi : Viktor Navorski tidak ingin mengecewakan Amelia untuk kedua kalinya.
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Keluar dari toko buku.
Amelia :”Kurasa kita menulis ulang sejarah.”(tersenyum gembira)
“Mengapa tidak kita bicarakan sambil makan siang?”
Amelia berhenti melangkah. Seakan-akan ia menyadari ada kesalahan yang ia perbuat.
Amelia :”Astaga.”(air mukanya menjadi tegang dan serius)”
Aku tidak percaya. Aku mengajakmu keluar lagi.
“Aku melakukannya lagi.”
Amelia tertawa. Ia tidak percaya apa yang dilakukannya. Ia melangkah menjauh Viktor. Viktor mengikutinya.
Amelia :”Saya sangat...Jauhi aku, Viktor! Ok?”
Berbalik ke Viktor.
Amelia :”Aku sakit. Aku tidak kemampuan sendirian selama 5 detik.”
Navorski :”Ok.”
Amelia :”Ok, apa?” (heran)
Navorski :”Ok. Makan siang....denganmu.”
amelia tersenyum. Ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya. (hlm:81)
(6) Adegan 88
1. Perilaku : Viktor Navorski memberi tahu bahwa ia salah mengartikan kata
2. Motivasi : Viktor Navoski menolong Milodragovich.
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Miladgrovich dibawa pergi. Semua bubar. Opsir Torres mengambil meja yang jatuh, Viktor berpikir dan melihat keempat botol obat di tangannya.
Navorski :”Tunggu...Tunggu.”(memanggil rombongan yang membawa Miladragovich dan belum jauh)”kambing.”
Rombongan berhenti.
Dixon :”Apa?”
Navorski :”kambing?”(bingung)
Terdengar suara Miladragrovich yang masih tersedu.
Navorski :”Ya. Obatnya untuk kambing.”(menirukan suara kambing) Kambing.”
Miladragrovich merengek.
Dixon : “Dia bilang begitu?”menengok ke Miladragrovich) Navorski :”Ya. Katanya...kami tidak mengerti. Aku tidak
mengerti kambing.”
Dixon :”Kenapa? Apa yang kamu katakan?”
Berjalan beberapa langkah. Ia berada di tengah-tengah antara Navorski dan rombongan.
Dixon :”Kamu salah mengerti? Obat itu bukan untuk ayahnya yang sekarat?”(wajah dan suara menunjukkan ketidak percayaan. Ia membuka kacamatanya)
Navorski :”Bukan. Bukan. Di...Krakhozia, nama untuk ayah... terdengar seperti kambing. Aku keliru.”(tertawa kecil).
Opsir Torres berdiri tidak terlalu jauh dibelakangnya. Dixon melihat Miladragrovich yang ditahan dan tersedu. Ia tidak percaya. Ia tersenyum kecil.
Dixon :”Mengapa kamu melakukan ini, Viktor?”
Melangkah dan memasang kacamatanya.
Navorski :”Obatnya...untuk kambingnya.”(melihat obat ditangannya) (hlm:90).
(7) Adegan 92
1. Perilaku : Viktor Navorski hendak memberikan hiasan dinding berbentuk ikan kepada Dixon.
2. Motivasi : Viktor Navorski hendak berbuat baik dan menjalin komunikasi yang baik dengan Dixon.
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Dixon sedang duduk di ruangannya. Dia duduk bersandar dan menaikkan kedua kakinya di meja. Ia sedang ke arahnya. Wanita tersebut menarik Navorski yang terlihat oleh Dixon. Navorski mengatakan mengetuk dan tersenyum. Ia lalu mengambil hiasan dinding
berbentuk ikan, yang dimenangkan pada saat bermain kartu dengan temannya. Ia memperlihatkan pada Dixon melalui pintu yang terbuat dari kaca bening. Dixon berdiri membuka pintu unt uk Navorski dan melepaskan kacamatanya. Ia melihat Navorski tidak bisa membuka pintu karena memegang hiasan dinding berbentuk ikan dengan ukuran besar.
Dixon :”Ini untukmu?”
Navorski :”Ya. Ya. Inikan layar pulau Virgin. Untukmu.
Untukmu.”
Dixon melangkah ke tempat duduknya.
Navorski :”Untuk dinding. Ikan untuk dinding.”
(hlm:101) (8) Adegan 116
1. Perilaku : Viktor Navorski memutuskan untuk tidak ke New York.
2. Motivasi : Viktor Navorski tidak ingin terjadi sesuatu pada teman-temannya.
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Navorski :”Aku akan pulang.”
Dixon :”Maafkan aku. Apa katamu?” (tidak percaya dengan apa yang didengarnya?
Navorski :”Aku akan pulang. Jangan ganggu mereka. Aku akan pulang.”
Dixon :”Hari ini.”
Navorski :”Ya.”
Ia pasrah. Ia marah, sedih, dan kecewa, tapi ia mau terjadi apa-apa pada teman-temannya yang telah membantunya selama ini.
Dixon :”Jika kamu tidak naik pesawat itu, mereka semua pergi. (mengancam)
Navorski :”Ya.”
Ia maju beberapa langkah sehingga dekat dengan Navorski.
Dixon :”Ok, bagus.” (hlm:140).
Pada adegan-adegan tersebut dalam naskah film The Terminal tokoh Viktor Navorski sifat yang baik hati dan suka menolong. Ia hendak
membantu seorang gadis remaja yang kesusahan menutup kopernya, memberikan uang kembalian kepada pelayan toko, membantu Amelia berdiri ketika terjatuh di lantai yang licin, memberi tahu Amelia letak gerbang Bournes Aires, memberikan kupon payless shoes kepada Amelia, mengambilkan kacamata Amelia yang jatuh, dan menolong Milodragovich membawa pulang obat yang ditahan Dixon, padahal ia tidak mengenal mereka. Dengan perbuatan tersebut bahwa Viktor Navorski mempunyai budi pekerti yang elok dan secara tidak langsung meringankan beban orang yang ditolongnya, misalnya, Amelia tidak bersusah payah berdiri, Amelia tidak bingung lagi mencari gerbang Bournes Aires, dan Milodragovich dapat membawa pulang obat untuk ayahnya yang sedang sakit.
b) Sabar
Sabar diartikan bahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa); sikap tenang. (KBBI: 1996:157).
Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. [sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.
Hal ini dapat dilihat pada beberapa perilaku dan motivasi tindakan tokoh berikut:
(1) Adegan 15
1. Perilaku : Viktor Navorski tinggal di gerbang 67
2. Motivasi :Viktor Navorski menjadikannya tempat tinggal sementara
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
(Instrumen lagu Stranger In The Nighta 2x). Pesawat mendarat. Malam pun tiba. Navorski mencarai tempat istirahat. Ia berkeliling di ruang Transit Internasional.
Akhirnya ia menemukan tempat yang kosong karena direnovasi, yaitu gedung 67. Ia duduk di kursi sambil melihat kaleng kacang lalu menyimpannya di tas. (hlm:20)
(1) Adegan 22
1. Perilaku : Viktor Navorski tidak membalas saat Rajan marah padanya
2. Motivasi : Viktor Navorski menerima dengan lapang dada kejadian tersebut.
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Navorski :”Halo.”
Rajan :”Halo. Anda punya janji?”
Navorski :”Ya. Pukul 09.30. Sampah, dokumen makanan. Selasa.”
Rajan :”Selasa! Saya benci Selasa! (membentak dan mereka pergi meningglkan Navorski)” Permisi.”
Navorski hanya melihat dan membiarkannya pergi.
(hlm:27) (2) Adegan 24
1. Perilaku : Viktor Navorski makan Saltine dan Ketchup
2. Motivasi : Viktor Navorski mengisi perutnya yang kosong/lapar
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Karena Navorski tidak mempunyai banyak uang, ia hanya makan Saltine dan Ketchup untuk mengisi perutnya yang kosong/lapar. (hlm:28)
(3) Adegan 51
1. Perilaku : Viktor Navorski menjerit saat tangannya terjepit pegangan troli dan hanya membiarkan petugas yang diangkat Dixon mengambil troli yang dikumpulkannya.
2. Motivasi : Viktor Navorski masih bisa mentolerir kejadian tersebut
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Ketika Navorski hendak mengembalikan troli yang telah dikumpulkannya tiba-tiba ada orang yang datang menahan troli tersebut, membuat tangan Navorski terjepit. Ia pun menjerit dan mengibas-ibaskan tangannya yang sakit. (hlm:42)
(4) Adegan 53
1. Perilaku : Viktor Navorski tidak membalas saat Rajan marah dan merebut pel darinya
2. Motivasi : Viktor Navorski menerima dengan lapang dada Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Rajan :”Lepaskan, lepaskan, lepaskan.”
(merebut pel dari Navorski)
“Anda mencoba mengambil
pelku. Anda mencoba
mengambil lantaiku. Itu tugasku”
(menunjuk dirinya sendiri).”Jauhi lantaiku. Jauhi pelku.”
Navorski ingin menjelaskan kepada Rajan. Ia tidak dapat berbicara. Ia hanya bisa menunjuk ke lantai karena Rajan terus berbicara.
Navorski :”Makanan.”(menunjuk lantai) Rajan :”Bila Anda menyentuhnya lagi,
saya akan membunuh Anda.”
(pergi meningglakan Navorski) Navorski hanya melihat dan membiarkannya pergi. (hlm:43)
(5) Adegan 68-71, 73
1. Perilaku : Viktor Navorski tidak marah saat dia ditolak dan ditertawai manager toko.
2. Motivasi : Viktor Navorski masih bisa mentolerir kejadian tersebut.
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Adegan 68
Di toko makanan
Navorski :”Aku...Aku bisa bantu?” (memperlihatkan papan pengumuman yang bertuliskan “dicari bantuan”
dan menunjukkan dirinya dan pemilik toko)
Pem. Toko :”Maaf, Tuan. Posisinya telah terisi.
(tersenyum dan mengambil papan pengumuman dari tangan navorski). (hlm:66)
Adegan 69
Pem. Toko :”Anda tinggal didekat sini?” (melihat kertas formulir)
Navorski :”Ya. Gerbang 67.”
Pem. Toko :”Karena kami sangat mementingkan ketepatan waktu..., katamu gerbang 67.” (heran dan tidak percaya)
Navorski :”Gerbang 67.”
Mendengar kepastian Navorski, pemilik toko tertawa.
(hlm:66)
Adegan 70
Pemilik dan pelayan toko tertawa mengetahui bahwa Navorski tinggal di gerbang 67.
Pem. Toko :”Anda pasti bercanda.”
Adegan 71
Pem. Toko :”Anda harus mengizinkan saya membantu Anda. Saya tidak melihat nomor jaminan sosial...” (hlm:67)
Adegan 73
Navorski :”Hallo.”
Manajer :”Bagaimana kabarnya?”
Navorski : ”Baik.”
Manajer :”Baiklah. Saya menyampaikan bahwa posisinya sudah terisi.”
Navorski menggumam tanda mengerti. (hlm:68) (6) Adegan 88
1. Perilaku : Viktor Navorski tidak membalas saat Dixon kearah dan menariknya dengan kasar sampai ke mesin fotokopi
2. Motivasi : Viktor Navorski masih bisa mentolerir kejadian tersebut
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Navorski :”Dia menyayangi kambing itu.”
Dixon ternyata marah pada Navorski. Tiba-tiba ia menyerang Navorski. Ia memegang leher dan tangan Navorski dengan kasar dan menariknya ke mesin fotokopi.
Dixon :”Kau pikir aku perlu alasan untuk mengembalikanmu ke sel itu, menyimpanmu di sana selama 5 tahun?”
Tangan kiri Navorski di atas mesin fotokopi yang berfungsi.
Akhirnya, tangan kiri Navorski terkopi. Hasil kopiannya banyak.
Dixon :”Kau menetangku berarti kau menentang AS. Lalu kamu tahu mengapa orang di Karkhozia antri untuk kertas toilet murah, sementara Paman Sam membersihkan pantat dengan yang mahal. (marah)
Kejadian tersebut disaksikan oleh beberapa petugas pabean dan tim pemeriksa bandara. Dixon ditenangkan oleh Turman.
Navorski bebas dan pergi dengan diantar Turman. (hlm:98).
Pada adegan-adegan tersebut menggambarkan tokoh Viktor Navorski pada naskah film The Terminal karya Sacha Gervasi dan Jeff nalham.
Ia tidak mempunyai tempat tinggal dan hanya di bebaskan di ruang Transit Internasional. Ia akhirnya memutuskan tinggal di salah satu gedung yang akan di renovasi, yanitu gerbang 67, dan tidur di tempat tidur yang disusun dari kursi, makan saltine dan kethcup untuk mengganjal perutnya, ia tidak marah saat troli yang telah dikumpulkannya diambil oleh petugas yang baru saja diangkat oleh Frank Dixon, saat Gupta Rajan dan frank Dixon marah padanya. Ia marah. Ia ditertawai oleh manajer toko saat menyebutkan tempat tinggalnya. Ia membiarkan saja karena ia tahu ia mengatakan yang sebenarnya. Dari segala peristiwa dialaminya. Ia menghadapinya dengan toleransi dan bijaksana, sikapnya tenang dan tanpa mengeluh.
c) Patuh pada peraturan
Patuh pada peraturan adalah Orang yang mempunyai kesadaran terhadap berbagai aturan hukum akan mematuhi apa yang menjadi tuntutan peraturan tersebut. Dengan kata lain dia akan
menjadi patuh terhadap berbagai peraturan yang ada. Penegakkan hukum yang sesuai dengan ukuran ukuran tentang hukum baik atau hukum yang buruk. Kepatuhan dari warga-warga masyarakat terhadap kaidah-kaidah hukum yang dibuat serta diterapkan oleh badan-badan legislatif, eksekutif dan judikatif.
Hal ini dilihat pada beberapa perilaku dan motivasi tindakan tokoh berikut:
(1) Adegan 9
1. Perilku : Viktor Navorski mulai tinggal di ruang transit internasional
2. Motivasi : Viktor Navorski mengikuti perintah Dixon/peraturan Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Turman membawa Navorski ke ruang Transit Internasional.
Untuk membuka pintu, Turman harus menggesekkan kartu sebagai tanda mengenal dan berfungsi sebagai kunci.
Tannoy :”Pengumuman kedatangan penerbangan....dari Singapore Airlines”.
Turman :”Sekarang, Tuan Navorski. Tuan Navorski, Tuan Navorski”. (memegang tangan Navorski)”ini adalah Ruang Transit Internasional. Anda bebas menunggu di sini. (hlm:13)
(2) Adegan 33
1. Perilaku : Viktor Navorski memperlihatkan wajahnya di kamera
2. Motivasi : Viktor Navorski memberitahu bahwa ia sudah tahu dibohongi dan ia akan menunggu.
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Tiba-tiba wajah Navorski muncul di monitor. Ia sengaja memperlihatkan wajahnya.
Navorski :”Saya menunggu. Saya akan menunggu.
Saya akan menunggu”. (petugas Pabean tersenyum)”Saya akan menunggu.”
(hlm:33) (3) Adegan 67
1. Perilaku : Viktor Navorski menolak ajakan makan Amelia 2. Motivasi : Viktor Navorski tidak ingin melanggar
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Navorski hendak pergi. Ia mengambil tas yang disimpan di lantai.
Amelia :”Kamu suka makanan Itali? Aku tahu sudah larut.”
Navorski menunjuk ke suatu arah.
Amelia :”Dan mungkin punya rencana lain, tetapi bila kamu mau makan malam, kita bisa cari taksi.”(menunjuk arah luar dengan ibu jari)”Aku tahu tempat punya Cannelloni paling lezat.”
Navorski :”Emm...Tidak. Aku ...Aku tidak bisa.”
Amelia :”Kamu sudah menikah?”
Navorski :”Belum.”
Amelia :”Pacar?”
Navorski :”Tidak. Aku... Aku tidak dapat keluar...denganmu.”
(4) Adegan 116
1. Perilaku : Viktor Navorski bicara baik-baik dengan Dixon
2. Motivasi : Viktor Navorski minta tanda tangan Dixon agar visa daruratnya berlaku.
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Navorski ke ruangan Dixon. Dixon mengeluarkan obat dari laci. Tampak banyak botol obat dilacinya.
Navorski :”Perang di negaraku sudah berakhir.”
Navorski berdiri di depan Dixon sambil memegang visa daruratnya yang belum ditandatangani oleh Dixon. Ia tidak lagi mengenakan jas, hanya kemeja dan dasi. (hlm:136) Pada adegan-adegan tersebut menunjukkan Ia diminta untuk tinggal di Ruang Transit Internasional bandara dan ia hanya bebas di ruang tersebut. Ia pun mengikuti hal tersebut.
Kemudian, saat Amelia mengajaknya makan di luar, ia menolak.
Ia tahu bahwa ia tidak bisa keluar dari bandara karena ia tidak mempunyai surat yang sah, yaitu visa. Itu berarti ia tidak berhak masuk ke New York. Jadi, jika ia ikut berarti ia melanggar. Untuk itu, ia harus menunggu.
Peraturan dibuat untuk dilaksanakan dan ditaati agar kehidupan lebih teratur. Orang yang disiplin akan mematuhi peraturan. Dari perilaku yang ditunjukkan Viktor Navorski, dapat dikatakan bahwa ia patuh pada peraturan/disiplin.
d) Berbakti pada orang tua
Adalah mengasihi, menyayangi, mendoakan, taat dan patuh, melakukan hal-hal yang membahagiakan hati serta menjauhi hal- hal yang tidak disukai oleh mereka.
Hal ini dapat dilihat pada beberapa perilaku dan motivasi tindakan tokoh berikut :
(1) Adegan 6, 7, 19, 20, 21, 48, 115, 116, 132, 134, 136, 138 1. Perilaku : Viktor Navorski datang dan berusaha ke New York 2. Motivasi : Viktor Navorski menepati janji pada almarhum
ayahnya.
Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:
Adegan 6
Turman :”Apa sebenarnya yang Anda lakukan di Amerika Serikat, Tuan Navorski?”
Navorski :”(mengambil kertas. Ia membaca dan berujar dengan aksen Bulgaria yang kental)”Taksi kuning. Bawa saya ke Ramada Inn. 161 Lexington.”
Turman mencatat yang diucapkan Navorski. Lalu ia bertanya dengan serius,
Turman :”Anda tinggal di Ramada Inn?”
Navorski :”Simpan kembaliannya.”
Turman :”Anda kenal seseorang di New York?” (hlm:5) Adegan 7
Turman :”Walau kami usahakan surat-surat baru, (Navorski berbalik dengan wajah bingung) kami tidak dapat
memrosesnya sampai AS mengakui reklasifikasi diplomatik baru negara Anda.”
Dixon :”Anda tidak memperoleh suaka, status pengungsi, status perlindungan sementara, kebebasan kemanusiaan (Navorski membersihkan bajunya yang terkena keripik kentang), perjalanan kerja nonmigas, atau visa diplomatik. Sederhana Anda tidak dapat diterima.”
Navorski :”Tidak dapat diterima.”
Dixon :”Tidak dapat diterima.” (makan Apel)
Navorski :”Tidak dapat diterima. Tur Apel besar termasuk Brooklyn, Bridge, Empire State, pertunjukan Broadway”Cats”.
Dixon :”Aku punya kabar buruk lagi untuk Anda.”Cats”ditutup.”
Navorski :”Ok.Ok. Sekarang, saya pergi ke kota New York.
Terima kasih.”(berdiri dan hendak menjabat tangan Dixon)
Dixon : (berdiri menerima uluran tangan Navorski)”Tidak, Tuan Navorski. Saya tidak dapat mengizinkan Anda masuk AS saat ini. “ (hlm:*)
Adegan 19
Torres :”Selamat datang di Amerika Serikat. (katanya kepada pengunjung sepasang suami istri setelah memeriksa paspor dan formulir hijau muda yang telah diisi dan memberikan stempel pada formulir tersebut. Ia menyerahkan dokumen tersebut). “Berikut.”
Ternyata Navorskilah dibelakang pengunjung tersebut.
Navorski :”Saya perlu Visa.” (sambil menyerahkan tanda pengenalnya kepada Torres).
Torres mengambil dan melihat tanda pengenal Navorski.
Torres :”Mana formulir hujai Anda? Aku tidak bisa melakukan apapun tanpa itu.” (menyerahkan tanda pengenal Navorski).
“Pergi ke tembok.” (menunjuk ke tembok).
Berikutnya!”
Tidak berapa lama kemudian Viktor kembali dan menyerahkan formulir berwarna hijau bersama tanda pengenalnya.
Torres :”Tuan. Formulir hijau muda. (memperlihatkan contoh formulir yang benar dan membandingkan formulir yang dibawa oleh Navorski.” (hlm:24)