• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Pada penelitian ini, secara khusus terfokus pada bagaimana penerapan kesesuaian penempatan kerja terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.

Pegadaian (Persero) CP Jeneponto. Berikut alur dan gambaran penelitian diantaranya :

1. Karakteristik Responden

Karakteristik responden yaitu menguraikan deskripsi identitas responden menurut sampel penelitian yang telah ditetapkan.Tujuannya yaitu memberikan gambaran yang ingin diketahui mengenai keadaan diri responden, selain itu karakteristik responden digunakan untuk mengetahui keragaman dari responden berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan lama bekerja. Dalam literatur keilmuan responden merupakan sumber untuk memperoleh data dan juga informasi yang tentunya berkaitan langsung pada topik penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada PT. Pegadaian (Persero) CP Jeneponto, berikut data responden yang telah dikelompokkan peneliti sebagai berikut :

a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Menurut Hungu (2016:43) jenis kelamin adalah perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara biologis sejak seorang itu dilahirkan.

Perbedaan biologis dan fungsi biologis laki-laki dan perempuan tidak dapat dipertukarkan diantara keduanya. Berdasarkan pernyataan di atas maka diperoleh tabel sebagai berikut :

Tabel 4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 Laki-Laki 24 80%

2 Perempuan 6 20%

Total 30 100

Sumber : Data Primer, Tahun 2021

Berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden pada tabel 4.1 di atas, terlihat bahwa responden laki-laki sebanyak 24 orang dengan presentase sebesar 80% dan responden perempuan yaitu sebanyak 6 orang dengan presentase sebesar 20%. Dapat dilihat bahwa sebagian besar responden yang ada adalah berjenis kelamin laki-laki. Hal ini sesuai dengan persentase karywan PT. Pegadaian (Persero) CP Jeneponto, dimana terlihat jumlah karyawan laki-laki jauh lebih banyak dibandingkan karyawan perempuan.

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Umur adalah rentang kehidupan yang diukur dengan tahun, selain itu umur merupakan lamanya hidup dalam tahun yang dihitung sejak dilahirkan.

Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur No Usia Responden Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 21-29 tahun 18 60%

2 30-39 tahun 9 30%

3 40-49 tahun 3 10%

Total 30 100

Sumber : Data Primer, Tahun 2021

Berdasarkan karakteristik umur responden menunjukkan bahwa responden yang berumur 21-29 tahun sebanyak 18 orang dengan persentase sebesar 60%,responden yang berumur 30-39 tahun sebanyak 9 orang dengan persentase sebesar 30%, selain itu responden yang berumur 40-49 tahun sebanyak 3 orang dengan persentase 10%.

Berdasarkan karakteristik umur responden sebagian besar responden berumur antara 21-29 tahun yakni sebesar 60%. Hal tersebut dikarenakan lokasi yang menjadi studi kasus adalah PT. Pegadaian (Persero) CP Jeneponto, sehingga sebagian besar responden masih muda.

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan.

Menurut Yunus (2018) Pendidikan adalah usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan kepada tujuan dan cita-citanya yang tinggi.

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan No Pendidikan Terakhir Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 SMA/SMK/MA 3 10%

2 DIPLOMA III 3 10%

3 S1 21 70%

4 S2 3 10%

Total 30 100

Sumber : Data Primer, Tahun 2021

Berdasarkan karakteristik responden yang terlihat pada tabel 4.3 maka karakteristik responden pada tingkat pendidikan sarjana (S1) mendominasi, dimana berada pada angka 21 responden dengan persentase sebesar 70%, sehingga tingkat pendidikan yang lain hanya berada dibawah 15% . Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan PT.

Pegadaian (Persero) CP Jeneponto lebih mengutamakan rekrutmen pegawai yang berlatar belakang pendidikan strata 1 (S1) dibandingan jenjang yang lain.

d. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa kerja

Menurut Andini (2015) Masa kerja adalah jangka waktu atau lamanya seseorang bekerja pada suatu instansi, kantor, dan sebagainya.

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Masa kerja No Masa Kerja Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 1-5 tahun 15 50%

2 6-10 tahun 9 30%

3 11-15 tahun 6 20%

Total 30 100

Sumber : Data Primer, Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.5 di atas terlihat bahwa sebanyak 15 responden (50%) dengan masa kerja 1-5 tahun, 9 responden (30%) dengan masa kerja 6-10 tahun, selain itu terdapat 6 responden (20%) dengan masa kerja 11-15 tahun.

2. Analisis Deskriptif Variabel Penelitian

Analisi deskriptif penelitian merupakan hasil pengeumpulan data terkait masalah penelitian terkhusus proses realisasi penerapan kesesuaian penempatan kerja terhadap prestasi kerja karyawan pada PT. Pegaadaian (Persero) CP Jeneponto. Menurut Sugiyono (2018: 48) mengemukakan bahwa metode analisis deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri) tanpa membuat perbandingan dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel lain.

Variabel penelitian terdiri dari 2 (dua) yaitu, variabel independent yaitu Penempatan Kerja (x) dan variabel dependent yaitu Prestasi Kerja (Y).Skala pengukuan menggunakan skala likert dengan bobot tertinggi disetiap pertanyaan yaitu 5 (llima) dan bobot terendah yaitu 1 (satu) dengan jumlah responden sebanyak 30 orang.

a. Deskripsi Variabel Penempatan Kerja

Penempatan kerja karyawan adalah kebijakan terhadap sumber daya manusia untuk menentukan posisi atau jabatan seseorang, dengan menempatkan pegawai pada pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan pengetahuannya memungkinkan perusahaan mencapai tujuannya.

Oleh karena itu pihak perusahaan harus menyeleksi terlebih dahulu guna mengetahui kesesuaian penempatan kerja yang cocok untuk para karyawan yang memiliki kemampuan yang beragam. Adapun deskripsi data tanggapan respondon mengenai penempatan kerja pada PT.

Pegaadaian (Persero) CP Jeneponto terlihat pada tabel berikut : Tabel 4.5

Deskripsi Variabel Penempatan Kerja (X) Deskripsi Mean Median Std

Daviaton

Min Max Variance Sum

X1 3.6333 4 0.88992 2 5 0.792 109

X2 3.5667 4 0.85836 2 5 0.737 107

X3 3.4333 3 1.00630 2 5 1.013 103

X4 3.3667 3 0.76489 2 5 0.585 101

X5 3.2333 3 1.07265 1 5 1.151 97

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 25

Berdasarkan output diatas dapat disimpulkan bahwa :

1) Penempatan kerja diinstansi ini sudah disesuaiaikan dengan prestasi akademik karyawan. Tanggapan dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 109 dengan mean 3.6333 median 4 standar deviation 0.88992 serta variance 0.792.

2) Saya ditempatkan sesuai dengan pengalaman yang saya miliki.

Tanggapan dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 107 dengan mean 3.5667 median 4 standar deviation 0.85836 serta variance 0.737.

3) Saya merasa penempatan karyawan berdasarkan kondisi kesehatan fisik dan mental. Tanggapan dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 103 dengan mean 3.4333 median 3 standar deviation 1.00630 serta variance 1.013.

4) Status perkawinan sangat menentukan posisi saya dalam perusahaan.

Tanggapan dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 101 dengan mean 3.3667 median 3 standar deviation 0.76489 serta variance 0.585.

5) Menurut saya faktor usia sudah dipertimbangkan, sehingga perusahaan tahu dimana posisi karyawan ditempatkan. Tanggapan dari responden maksimal 5 minimal 1 dan sum 97 dengan mean 3.2333 median 3 standar deviation 1.07265 serta variance 1.151.

b. Analisis Variabel Prestasi Kerja

Menurut Mulyadi (2016:63) menyatakan bahwa kinerja (prestasi kerja) merupakan hasil kerja yang dicapai oleh pekerja atau karyawan secara kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan tugas dan tanggung

jawab mereka. Penilaian kinerja merupakan tugas penting organisasi sehingga mengetahui sejauh mana karyawan berhasil atau tidak dalam bekerja selama masa kerja yang ditentukan. Informasi mengenai tinggi rendahnya prestasi kerja karyawan tidak daapat diperoleh begitu saja, bisa jadi melalui proses yang panjang yaitu proses performance appraisal.

Berikut data tanggapan responden mengenai variabel prestasi kerja karyawan :

Tabel 4.6

Deskripsi Variabel Prestasi Kerja (Y) Deskripsi Mean Median Std

Daviaton

Min Max Variance Sum

Y1 4.1333 4 0.62881 3 5 0.395 124

Y2 4.2333 4 0.62606 3 5 0.392 127

Y3 4.1333 4 0.62881 3 5 0.395 124

Y4 3.9333 4 0.78492 2 5 0.616 118

Y5 3.9667 4 0.61495 3 5 0.378 119

Y6 3.7333 4 0.58329 2 5 0.340 112

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 25

Berdasarkan output diatas dapat disimpulkan bahwa :

1) Pencapaikan kerja Bapak/Ibu sesuai dengan target yang ditentukan.

Tanggapan dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 124 dengan mean 4.1333 median 4 standar deviation 0.62881 serta variance 0.395.

2) Pengetahuan pekerjaan karyawan telah meningkatkan prestasi kerja.

Tanggapan dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 127 dengan mean 4.2333 median 4 standar deviation 0.62606 serta variance 0.392.

3) Inisiatif karyawan dalam melaksanakan tanggungjawab telah menghasilkan kinerja yang baik. Tanggapan dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 124 dengan mean 4.1333 median 4 standar deviation 0.62881 serta variance 0.395.

4) Karyawan mampu memahami arahan yang diberikan oleh pimpinan.

Tanggapan dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 118 dengan mean 3.9333 median 4 standar deviation 0.78492 serta variance 0.616.

5) Dalam meningkatkan prestasi kerja harus dilandaskan pada sikap dan semangat bekerja. Tanggapan dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 119 dengan mean 3.9667 median 4 standar deviation 0.61495 serta variance 0.378.

6) Disiplin merupakan cara meningkatkan kualitas kerja. Tanggapan dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 112 dengan mean 3.7333 median 4 standar deviation 0.58329 serta variance 0.340.

3. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah tidaknya suatu kuesioner. Kuesioner dapat dikatan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Untuk melihat item pertanyaan itu valid dengan melihat corrected Item Total Corelation. Indikator dalam kuesioner dapat dikatakan valid apabila nilar r hitung > dari r tabel. Dipenelitian kali ini jumlah sampel (n) = 30 dan besarnya df dapat dihitung 30-2 = 28 dengan taraf signifikan 5% didapat r tabel = 0,361 sehingga item pertanyaan dikatan valid jika r hitung lebih besar dari = 0,361. Berikut hasil uji validitas data dalam penelitian ini terlihat pada tabel berikut :

Tabel 4.7 Uji Validitas

No. Item

Pernyataan

R hitung Rtabel Keterangan

1. X1

Berdasarkan tabel 4.7 di atas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan memiliki nilai koefisien korelasi positif dan lebih besar dari R tabel. Ini menandakan bahwa data yang di dapatkan telah valid dan bisa di lakukan pengujian data selanjutnya.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan salah satu cara dalam mengukur suatu kuesioner yang merupakan suatu indikator dari variabel atau konstruk.

Dikatakan reliabel apabila jika tanggapan seseorang terhadap pernyataan konsisten dari hasil pengukuran kuesioner yang berulang. Berikut hasil uji realibilitas :

Tabel 4.8 Uji Reliabilitas

No. Variabel Cronbach’

Alpha

Batas Reliabilitas

Keterangan

1. Penempatan kerja (X) 0.814 0.60 Reliabel 2. Prestasi Kerja (Y) 0,815 0.60 Reliabel Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 25

Berdasarkan tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa hasil uji reliabilitas semua nilai dari variabel penempataan kerja (X) sebesar 0.814 dan variabel prestasi kerja (Y) sebesar 0,815 menandakan bahwa nilai tersebut lebih besar dari nilai probabilitas = 0.60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa instrument dari kuesioner yang dugunakan untuk menjelaskan variabel penempatan kerja dan prestasi kerja dinyatakan reliabel atau terpercaya sebagai alat ukur variabel.

4. Analisis Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi linear sederhana merupakan sebuah metode pendekatan untuk pemodelan hubungan antara satu variabel dependen (terikat) dan satu variabel independen (bebas). Analisis regresi linear sederhana digunakann untuk memprediksi berapa besar kekuatan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Berikut hasil uji data regresi linear sederhana :

Tebel 4.9

Uji Regresi Linear Sederhana

a. Dependent Variable: Prestasi Kerja (Y) Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 25

Berdasarkan hasil uji di atas maka diperoleh hasil sebaagai berikut :

Y = α+β×

Y = 13.704 + 0.605 X

Merujuk pada output di atas maka diperoleh hasil analisis variabel bebas ke terikat sebagai berikut :

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B

Std.

Error Beta

1 (Constant) 13.704 1.738 7.885 .000

Penempatan Kerja (X)

.605 .099 .756 6.120 .000

1) Nilai konstanta sebesar 13.704, artinya jika kesesuaian penempatan kerja nilainya 0 atau konstant maka prestasi kerja karyawan sebesar 13,704.

2) Koefisien regresi untuk variabel bebas (penempatan kerja) sebesar 0,605 artinya jika penempatan mengalami kenaikan sebesar 1, maka prestasi kerja (variabel terikat) akan mengalami peningkatan sebesar 0,605. Koefisien bernilai positif artinya ada pengaruh positif antara penempatan kerja dengan prestasi kerja karyawan.

5. Pengujian Hipotesis

Analisis data menggunakan pengujian analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui berapa besar kekuatan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini yaitu menggunakan dua metode yaitu berdasarkan uji koefisien determinasi (R2) dan uji t :

a. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui kemampuan semua variabel independent dalam menjelaskan variabel dependen. Penelitian ini menggunakan koefisien determinasi adjusted R2 untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Tabel 4.10

Uji Koefisien Determinasi (R2)

Model Summary

a. Predictors: (Constant), Penempatan Kerja (X)

Berdasarkan hasil uji diatas, koefisien korelasi menunjukkan bahwa variabel penempatan kerja sebagai variabel independen, memiliki korelasi atau searah sebesar 75,6%. Nilai R square menunjukkan bahwa variabel Y yaitu prestasi kerja dipengaruhi oleh prestasi kerja (X) sebesar 57,2% dan sisanya 42,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum di teliti.

b. Uji Parsial (Uji - t)

Uji Parsial (Uji - t) bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen, yang ditunjukkan oleh tabel coefficient. Jika nilai signifikasi > 0.05 maka keputusannya adalah ditolak atau variabel independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika nilai signifikasi < 0.05 maka keputusannya diterima atau variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

Uji t dapat dilihat berdasarkan output coefficient berikut : Tabel 4.11 a. Dependent Variable: Prestasi Kerja (Y)

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 25

Berdasarkan hasil output di atas dapat dijelaskan bahwa koefisien regresi variabel penempatan kerja (x) sebesar 0,605 dengan nilai signifikan 0.000 < 0.05 sedangkan nilai t hitung = 6,120 dan nilai t tabel = 1,701 artinya penempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Hal ini menandakan bahwa semakin baik realisasi penerapan kesesuaian penempatan kerja maka prestasi kerja karyawan semakin meningkat.

Dokumen terkait