BAB IV. HASIL PENELITIANDAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Karakteristik responden a. Umur.
Penulis mengklarifikasikan usia/umur kedalam 3 kelompok yaitu responden dengan usia 20-25 tahun, 26-30 tahun, dan 36-45 tahun
Tabel 4.1 Berdasarkan Umur
No Tingkat Umur Jumlah (orang) Persen (%)
1 21-25 8 40%
2 26-30 7 35%
3 36-45 5 25%
Jumlah 20 100%
Sumber: Microsoft Excel 2022
Berdasarkan tabel 4.1 Bisa dilihat dari 20 responden yang dijadikan sampel tedapat 8 orang (40%) berusia 21-25 tahun, 7 orang (35%) berusia 26-30 tahun, 5 orang (25%) berusia 35-45 tahun.
b. Jenis kelamin
Peneliti mengklasifikasikan jenis kelamin menjadi dua kelompok yaiu laki-laki dan perempuan.
Tabel 4.2 Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Frekuensi (orang) Presentase(%)
1 Laki-laki 9 45%
2 Perempuan 11 55%
Jumlah 20 100%
Sumber: Microsoft Excel 2022
Berdasarkan Tabel 4.2 Disimpulkan Bahwa dari 20 Responden yang dijadikan sampel terdapat 9 orang yang berjenis kelamin laki-laki dengan Persentase 45%, dan terdapat 11 orang berjenis kelamin perempuan dengan persentase 55%.
c. Pendidikan terakhir
Peneliti mengklasifikasikan pendidikan terakhir menjadi dua kelompok yaitu: (SMA/SMK, D3) dan (S1, S2).
Tabel 4.3 Tingkat Pendidikan
No Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persen(%)
1 SMA – D3 4 20%
2 S1-S2 16 80%
Jumlah 20 100%
Sumber: Microsoft Exel 2022
Berdasarkan tabel 4.3, dapat dilihat dari 20 responden yang dijadikan sampel terdapat 4 orang yang berpendidikan terakhir SMA/SMK, D3 (3%), 16 orang yang berpendidikan terkahir S1,S2 (52%).
d. Lama masa kerja
Tabel 4.4 Lama Bekerja
No Lama masa kerja Jumlah (orang) Persen(%)
1 1-5 tahun 10 50%
2 6-10 tahun 5 25%
3 11-15 tahun 5 25%
Jumlah 20 100%
Sumber: Microsoft Excel 2022
Berdasarkan tabel 4.4, dapat dilihat dari 20 responden yang dijadikan sampel terdapat 10 orang (50%) dengan lama bekerja 1-5 tahun, 5 orang (25%) dengan lama bekerja 6-10 tahun, dan 5 orang (25%) dengan lama bekerja 11-15 tahun.
e. Frekuensi skor pernyataan responden mengenai pengelolaan SDM Tabel 4.5 Jawaban responden pengelolaan SDM
Tanggapan STS TS KS S SS RATA-
RATA
Pernyataan F % F % F % F % F %
X1.1 5 25 8 40 7 35 4,1
X1.2 6 30 6 30 8 40 4,1
X1.3 1 5 9 45 10 50 4,45
X1.4 1 5 8 40 11 55 4,5
X1.5 6 30 7 35 8 40 4,05
X1.6 2 10 9 45 9 45 4,35
(Sumber: Data diolah, 2022)
Berdasarkan pada tabel diatas dapat dilihat bahwa pada variabel pengelolaan SDM, pernyataan yang memiliki nilai mean tertinggi adalah X1.4.
Dan nilai mean yang paling rendah adalah X1.5.
f. Frekuensi skor pernyataan responden mengenai kesejahteraan Tabel 4.6 Jawaban responden kesejahteraan
Tanggapan STS TS KS S SS RATA-
RATA
Pernyataan F % F % F % F % F %
X2.1 8 40 12 60 4,6
X2.2 6 30 14 70 4,7
X2.3 4 20 16 80 4,75
X2.4 6 30 14 70 4,7
X2.5 6 30 14 70 4,7
X2.6 4 20 16 80 4,7
(Sumber: Data diolah, 2022)
Berdasarkan pada tabel diatas dapat dilihat bahwa pada variabel kesejahteraan, pernyataan yang memiliki nilai mean tertinggi adalah X2.3. Dan nilai mean yang paling rendah adalah X2.1.
g. Frekuensi skor pernyataan responden mengenai kinerja karyawan Tabel 4.7 Jawaban responden kinerja karyawan
Tanggapan STS TS KS S SS RATA-
RATA
Pernyataan F % F % F % F % F %
Y1 1 5 8 40 11 55 4,5
Y2 1 5 10 50 9 45 4,4
Y3 5 25 15 75 4,75
Y4 1 5 8 40 11 55 4,5
Y5 2 10 5 25 13 65 4,55
Y6 10 50 10 50 4,5
Y7 4 20 16 80 4,8
Y8 6 30 14 70 4,7
(Sumber: Data diolah, 2022)
Berdasarkan pada tabel diatas dapat dilihat bahwa pada variable kinerja karyawan, pernyataan nilai mean yang paling tinggi adalah Y7. Dan nilai mean yang paling rendah adalah Y2
2. Uji validitas
Menurut Ghozali (2016:52) Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan sah atau valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Rumus yang digunakan untuk mencari nilai korelasi adalah korelasi Person Product Moment
Untuk menguji validitas instrumen, penulis menggunakan alat bantu SPSS (Statistic Package for Social Science). Berikut ini hasil uji validitas :
Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas
No Variabel
Butir Pernyataan
Nomor
Validitas
Keterangan 𝐫𝐡𝐢𝐭𝐮𝐧𝐠 𝐫𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥
1. Pengelolaan SDM (X1)
X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6
0,791 0,857 0,769 0,750 0,551 0,544
0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444
Valid Valid Valid Valid Valid Valid
2. Kesejahteraan (X2)
X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2.6
0,683 0,592 0,617 0,712 0,721 0,537
0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444
Valid Valid Valid Valid Valid Valid
3. Kinerja Karyawan (Y)
Y.1 Y.2 Y.3 Y.4 Y.5 Y.6 Y.7 Y.8
0,645 0,785 0,701 0,762 0,630 0,798 0,525 0,651
0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444
Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Hasil Olah Data Dari SPSS Versi 28
Berdasarkan tabel 4.8 dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan dalam variabel pengelolaan SDM dikatakan valid karena r hitung > dari r tabel sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini.
3. Uji Reabilitas
Dalam penelitian ini, cara yang digunakan untuk menguji reliabilitas kuesioner adalah dengan mengukur reliabilitas dengan uji statistic Cronbach Alpha. Dimana suatu pernyataan dikatakan reliabel jika Cronbach Alpha >
0,60.
Tabel 4.9 Hasil Uji Realibilitas
No. Variabel Alpha Cronbach Keterangan
1 Pengelolaan SDM 0,756 Reliabel
2 Kesejahteraan 0,707 Reliabel
3 Kinerja Karyawan 0,827 Reliabel
Sumber : Hasil Olah Data Dari SPSS Versi 28
Berdasarkan tabel 4.9 dapat dilihat bahwa nilai reliabilitas untuk setiap variabel dalam penelitian ini memiliki nilai lebih dari 0,60, artinya seluruh variabel dalam penelitian ini adalah variabel yang reliabel.
4. Uji Hipotesis
1. Uji Parsial (Uji T)
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi-variasi dependen.
Tabel 4.10 Hasil Uji Parsial (Uji T) Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 2.139 6.976 .764 .407
Pengelolaan SDM (X1)
.406 .172 .253 1.760 .004
Kesejahteraan (X2)
1.179 .271 .746 4.353 <,001
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Sumber : Hasil Olah Data Dari SPSS Versi 28
Diketahui sig untuk pengaruh pengelolaan SDM (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) di peroleh hasil pvalue= 0,004 dan < standar yaitu 0,05 sedangkan nilai T hitung= 1.760 dimana angka ini > T tabel 0,257 dari hasil tersebut maka diproleh hasil pengelolaan SDM (X1) berpengaruh siknifikan terhadap kinerja karyawan (Y)
Diketahui sig untuk pengaruh Kesejahteraan (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebesar 0,001 < 0,05 dan nilai t hitung 4,353 > T tabel 0,257, dan nilai koefisien sebesar 0,406 sehingga dapat dismpulkan bahwa Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh kesejahteraan (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).
2. Uji Simultan (Uji F)
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen.
Tabel 4.11 Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa
Model
Sum of
Squares Df
Mean
Square F Sig.
1 Regressio n
98.728 2 49.364 12.438 <,001b
Residual 67.472 17 3.969
Total 166.200 19
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
b. Predictors: (Constant), Kesejahteraan, Pengelolaan SDM Sumber : Hasil Olah Data Dari SPSS Versi 28
Pada penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi (α) sebesar 5%
atau 0,05. Dalam menentukan F ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 diperoleh melalui output SPSS yaitu sebesar 12,438 dan F 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yang dicari dengan signifikansi α= 5% atau 0,05, yaitu n-k = 18 dan didapat nilai F 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 sebesar 3,55.
Kesimpulan pada tabel 4.11 dapat dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 12,438 (12,438> 3,55). Maka Ha diterima yang berarti pengelolaan SDM dan kesejahteraan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
3. Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linier berganda adalah analisis statistik yang menghubungkan antara dua variabel independen (X) atau lebih dengan variabel dependen (Y). Yang berarti untuk mengetahui pengaruh pengelolaan SDM dan kesejahteraan terhadap kinerja karyawan.
Tabel 4. 12 Hasil uji regresi linear berganda Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 2.139 6.976 .764 .407
Pengelolaan SDM
.406 .172 .253 1.760 .004
Kesejahteraan 1.179 .271 .746 4.353 <,001
a. Dependent Variable: Kinerja karyawan Sumber : Hasil Olah Data Dari SPSS Versi 28
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda pada tabel 4.12 dapat diperoleh persamaan regresi:
Y= 2,139 + 0,406𝐗₁+ 1,179𝐗₂+ 0,05
Dari hasil analisis regresi linear berganda diperoleh hasil bahwa variabel pengelolaan SDM (X1) dan variabel kesejahteraan (X2) berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y) secara regresi linear berganda sebagai berikut:
1. Variabel Pengelolaan SDM (X1) memiliki koefisien sebesar 0,406 maka kinerja karyawan pada PT. Bank Sulselbar akan meningkat lebih baik sebesar 0,406 mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
2. Variabel Kesejahteraan (X2) memiliki koefisien sebesar 1,179 maka kinerja karyawan pada PT. Bank Sulselbar akan meningkat lebih baik sebesar 1,179 mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
4. Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi dipakai dalam menguji seberapa jauh kekuatan model dalam rangka menerangkan variasi variable dependen, Berikut ini hasil uji koefisien determinasi.
Tabel 4.13 Koefisien Determinasi Model Summary
Model R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .771a .594 .546 1.99222
a. Predictors: (Constant), Kesejahteraan (X2), Pengelolaan SDM (X1)
Sumber : Hasil Olah Data Dari SPSS Versi 28
Berdasarkan dari table diatas dapat diketahui nilai R= 0,771 atau 77,1% mempunyai hubungan yang sangat kuat karena mendekati nilai 1, sedangkan untuk mengetahui besarnya hubungan variable bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap variable terikat dapat dilihat dari nilai koefisien R Square sebesar 0,596. Hal ini menunjukkan bahwa 59,4% kinerja karyawan bagian SDM dipengaruhi oleh variable independent yang digunakan adalah pengelolaan SDM dan kesejahteraan dan sisanya 40,6%
dipengaruhi oleh variable lain diluar model.