BAB II KAJIAN TEORITIS
C. Hasil Penelitian Yang Relevan
Pembahasan pembinaan orang tua terhadap anak, ada beberapa orang yang telah melakukan penelitian ini, di antaranya :
1. Solehah, 2011 judul :
Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Akhlak Anak kelas VI SDN 04 Siderejo Kecamatan Brongsong Kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2010/
2011.
Dapat ditarik simpulan sebagai berikut:
a. Perhatian orang tua anak kelas VI SDN 4 Sidorejo Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2010/2011 tergolong cukup. Data yang
mendukung adalah nilai rata-rata (mean) variabel orang tua yang memperoleh rata-rata 69,28 yang termasuk dalam kategori cukup.
b. Akhlak anak kelas VI SDN 4 Sidorejo Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2010/2011 tergolong baik. Data yang mendukung variabel ini adalah nilai rata-rata (mean) yang diperoleh melalui perhitungan statistik yaitu sebesar 64,85 dan termasuk dalam kategori baik.
c. Hasil analisis “Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Akhlak Anak Kelas VI SDN 4 Sidorejo Brangsong Kendal Tahun Pelajaran 2010/2011”
mempunyai pengaruh yang positif dan dapat diterima. Hasil tersebut kemudian dikonsultasikan pada tabel harga kritik dari r product moment, pada tabel disebutkan taraf signifikansi 5% dengan N=21 adalah sebesar 0,433 dan taraf 1% adalah sebesar 0,549. Sehingga dapat diketahui hasil akhir dari penelitian adalah signifikan, karena hasil analisis lebih besar daripada nilai pada tabel dengan nilai 0,514 > 0,433.
2. Vidyah Pandu Winata, 2010. Judul:
Pengaruh Kedisiplinan Orang Tua Terhadap Perilaku Anak Pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kenanga Kota Bengkulu.
Hasil penelitian menyimpulkan dari hasil ananlisa data dan pembahasan yang diperoleh dari penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kedisiplinan orang tua terhadap perilaku anak pada pendidikan anak usia dini (PAUD) Kenanga.
Oleh karena itu kedisiplinan ini harus benar-benar diperhatikan dengan baik, terutama bagi orang tua dalam rangka membentuk prilaku anak. Ini terbukti dari kadar hubungan antara variabel berbeda pada 0,65 kuat/ tinggi.
3. Mami Gustian, 2010. Judul :
Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Anak Pada Mata Pelajaran PAI Di Kelas IV SDN 03 Malin Deman Kecamatan Malin Deman.
Kesimpulannya:
a. Perhatian orang tua terhadap anak rata-rata 10 orang (41%) dalam kategori sedang. Hal ini dapat dilihat dari segi penerapannya yaitu selalu menasehatianak-anaknya untuk belajar, ada juga orang tua mengantar anaknya pergi sekolah, mrngajari anak belajar di rumah, serta memberikan fasilitas belajar.
b. Prestasi belajar siswa SDN 03 Malin Deman Kecamatan Malin Deman dengan rata-rata 11 orang (45, 67%) responden dalam kategori tinggi,kemudian 10 orang (41,67%) dalam kategori sedang, sedangkan sebanyak 3 (12,5%) orang dikategorikan rendah.
c. Terdapat pengaruh antara perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dari perhitungan statistik yaitu r hitung
lebih besar dari r tabel ( 0,992 > 0, 404) dengan taraf signifikan 5% dan 1% pada n = 24.
Besdasarkan penelitian yang dilakukan terdahulu belu ada yang melakukan penelitian tentang : Pengaruh Pembinaan Orang Tua Terhadap Emosi Anak. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan oleh peneliti sendiri yang dilakukan sendiri dengan tanpa mencontek hasil karya orang lain.
D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara atau kesimpulan yang diambil untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian.36
Hipotesis adalah alternatif dugaan jawaban yang dibuat bagi problematika yanag dianjurkan dalam penelitiannya yang mana dugaan jawaban tersebut merupakan kebenaran yang bersifat sementara yang akan diuji kebenarannya dengan data yang dikumpulkan melalui penelitian37. Jadi dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan adalah:
1. Ha : Terdapat pengaruh antara pembinaan orang tua terhadap emosi anak di MTs Ar-Rhaudha Kabupaten Seluma.
2. Ho : Tidak ada pengaruh antara pembinaan orang tua terhadap emosi anak di MTs Ar-Rhaudha Kabupaten Seluma.
36Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung.
Alfabeta:48
37Ibid. hal :55
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelelitian
Sehubungan dengan rumusan masalah, maka jenis penelitian ini tergolong penelitian korelasional yang ada di lapangan, sehingga disebut juga penelitian lapangan (field research) yang berkaitan dengan pembinaan dan emosi anak di MTs Ar-Rhaudha Kabupaten Seluma dengan jenis kuantitatif, yakni hasil penelitian yang memiliki data berbentuk angka-angka yang diperoleh dengan metode angket serta dianalisis dengan menggunakan rumus product moment.
B. Definisi Operasional Variabel
Definisi oprasional variabel adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti, atau dengan menspesifikan kegiatan, ataupun memberikan suatu oprasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Hal itu dimaksud terutama untuk mengatasi agar tidak terjadi salah satu tafsir atau pengertian beberapa definisi oprasional yang berkenaan dengan variabel dalam penelitian.
Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu sebagai berikut:
1. Tingkat pembinaan orang tua yang dimaksud adalah seorang bapak atau ayah dan ibu dari anak-anak mereka yang memiliki kewajiban penuh membina, menjaga dan merawat terhadap keberlangsungan hidup bagi anak-anaknya, sebagai variabel bebas (x).
2. Emosi anak yang dimaksud adalah penyesuaian batin secara menyeluruh, keadaan mental yang meluap-luap, reaksi terhadap segala segala yang terjadi di dalam diri kita, sebagai variabel terikat (y).
C. Populasi Dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Dengan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek yang akan diselidiki dalam penelitian38. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian adalah siswa dan siswi yang berjumlah 102 orang di MTs Ar- Rhaudha Kabupaten Seluma.
Tabel 1
Data jumlah siswa (responden)39
Kelas Tahun Ajaran 2015/2016
Laki-laki Perempuan Jumlah
1 8 20 28Siswa
2 20 23 43 Siswa
3 12 19 31 Siswa
Jumlah 40 62 102 Siswa
Sumber :Dokumentasi TU MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma
2. Sampel
Sampel penelitian adalah bagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi40. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini
38Arikunto, Suharsini. 2005. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta. PT.
Rineka Cipta :130
39Ibid. hal 132
40 Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung. Alfabeta 81)
adalah siswa berjumlah 30% orang di MTs Ar-Rhaudha Kabupaten Seluma, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsure (anggota) populasi untuk dipilih menjadi aggota sampel (Proportional stratified Random Sampling).
D. Tekhnik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1.Observasi
Observasi adalah diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomea-fenomena yang diselidiki41. Observasi digunakan sebagai studi pendahuluan untuk mengetahui tentang pembinaan oraang tua dan emosi anak di MTs Ar-Rhaudha Kabupaten Seluma.
2. Angket
Jenis angket yang digunakan adalah angket terstruktur yang diberikan kepada siswa, dimana seluruh item pertanyaan dilengkapi dengan tiga alternatif jawaban yang dapat dipilih salah satunya. Dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan pembinaan orang tua dan emosi anak di MTs Ar-Rhaudha Kabupaten Seluma. Adapun skor setiap item jawaban angket adalah sebagai berikut:
a. Jawaban A, skor 3
41 Ibid..hal: :115
b. Jawaban B, skor 2 c. Jawaban C, skor 1 3. Dokumentasi
Teknik dokumentasi merupakan teknik mencari data-data mengenai hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, majalah dan sebagainya42. Teknik ini penulis gunakan untuk mendapatkan data tentang keadaan di MTs Ar-Rhaudha Kabupaten Seluma.
Disamping itu, dokumentasi berupa catatan-catatan dan tulisan-tulisan yang berisi tentang jumlah siswa di MTs Ar-Rhaudha Kabupaten Seluma.
E. Uji Validitas dan Realibiltas 1. Validitas Angket
Validitas adalah alat ukur untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur43.
Pengukuran validitas angket dilakukan dengan mengkorelasikan skor item masing-masing nomor dengan total skor item dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment 44 sebagai berikut:
42Arikunto, Suharsini. 2005. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta : PT.
Rineka Cipta. hal :231
43 Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. ……..hal: 121
44 Ibid. hal: 183
2 2 2 2
Y Y
N X X
N
Y X XY
rxy N
Keterangan:
r xy = Koefisien korelasi N = Jumlah responden
∑X = Jumlah skor item
∑Y = Jumlah skor total (seluruh item)
= Jumlah Hasil Perkalian antara variabel X dan variabel Y 2. Reliabilitas Angket
Untuk mengetahui reliabilitas angket peneliti menggunakan teknik atau metode belah dua (Split Half Method), yaitu dengan mengelompokkan skor nomor genap dan nomor ganjil lalu dikorelasikan. Penghitungannya menggunakan product moment, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan rumus Spearman Brown45 sebagai berikut:
xy xy
tot r
r r 1
. 2
Keterangan:
rtot Koefisien reliabilitas internal seluruh item.
rxy Korelasi Product Moment antara belahan (ganjil-genap) atau (awal- akhir).
45 Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. ……….hal: 131
F. Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui pengaruh pembinaan orang tua terhadap emosi anak. Teknik analisis yang penulis gunakan adalah:
1. Mencari nilai rata-rata dengan rumus Mean (M) sebagai berikut:
=
Keterangan:
= Mean yang kita cari
= Jumlah dari perkalian antara frekuensi dari masing-masing interval dengan frekuensinya masing-masing.
N = Number of cases
2. Mencari standar deviasinya adalah menggunakan rumus sebagai berikut:
SD =
Keterangan:
SD = Standar Deviasi
= Jumlah hasil perkalian antara midpoint 2 yang telah dikuadratkan ( ) dengan frekuensinya masing-masing.
= Jumlah dari hasil perkalian antara midpoint dengan frekuensinya.
N = Number of cases
3. Mencari tinggi, sedang, rendah (TSR) dengan rumus sebagai berikut:
a. Tinggi : M + 1. SD keatas
b. Sedang : M 1. SD sampai M + 1.SD c. Rendah : M 1. SD kebawah
Keterangan:
M = Mean (Rata-rata) SD = Standar Deviasi
1 = Ukuran standar deviasi
4. Langkah selanjutnya adalah mencari pengaruh pembinaan orang tua terhadap emosi anak di MTs Ar-Rhaudha Kabupaten Seluma. Peneliti menggunakan rumus product moment, yaitu:
Keterangan:
rxy = Angka Indeks Korelasi “r” Product Moment N = Jumlah Individu dalam sampel
= Skor Variabel X = Skor Variabel Y
= Jumlah Hasil Perkalian antara variabel X dan variabel Y
Selanjut nya di masukkan dengan rumus uji t guna untuk mengetahui seberapa besar perbandingan variabel X dan variabel Y:
t-hitung =
Di lanjutkan dengan persamaan regresi digunakan untuk melakukan prediksi seberapa tinggi nilai variabel dependen bila variabel independen dimanipulasi (dirubah-rubah).
Secara umum persamaan regresi sederhana (dengan satu predicator) dapat dirumuskan sebagai berikut:
Y’ = a + b X
Y’ = Nilai yang diprediksikan a = Konstanta atau bila harga x = 0 b = Koefesien regresi
X = Nilai variabel independen46
46 Ibid .hal:188
BAB IV
TEMUAN DAN HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Wilayah Penelitian
1. Sejarah MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma
Yayasan Ar Rhaudha Seluma berdiri sejak tahun 1992,. Awalnya didirikan di Bengkulu, berdasarkan akte notaris Zulkifli Wildan, SH. di kota Bengkulu pada tanggal 21 Febuari 1992 dan telah terdaftar di pengadilan Negeri Bengkulu pada tanggal 25 Febuari 1992 No. 34/PBH/Not/1992. Para pendiri terdiri dari H. Tabrani, H. Zamzami, H. Djaludin, Arsyad Bisyahri dan Muh. Idris.
Selanjutnya dibentuk Badan Pengurus terdiri dari (1992-2000):
1. Ketua = Bapak Zamzami 2. Wakil Ketua = Bapak Tabrani 3. Sekretaris = Bapak Pramuji Winata 4. Bendahara = Bapak Bahron Rismadjaya
Pada priode pertama ini tugas pengurus mencari dan mengumpulkan dana beasiswa bagi beberapa anak kurang mampu untuk belajar di kota-kota di pulau Jawa. Dengan modal awal sebesar Rp. 20 Juta dari Bapak H. Tabrani dan dari masyarakat Bengkulu yang berdiam di Jakarta dan Bandung yayasan Ar-rhaudha priode 1992-1995 memberangkatkan 5 orang ke berbagai pesantren di Jakarta, Banten dan Tasikmalaya.
Program jangka pendek ini tujuan awalnya untuk memenuhi kebutuhan keperluan guru mengaji, imam masjid dan pendakwa ke desa-desa di Propinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan mengingat saat ini banyak masjid terutama di dusun-dusun pedalaman sudah tidak berfungsi lagi, karena tidak ada pengurusnya lagi.
Tahun 1994 pengurus yayasan mencari masyarakat di Tais yang bersedia mewakafkan tanahnya untuk pembangun pesantren, Bapak H.
Djauhari, Bapak Burhan Abas dan Ibu Dewi Husmi dan beberapa masyarakat lainnya dengan sukarela menyerahkan tanahnya sebagai wakaf untuk pembangunan pesantren Ar-Rhaudha.
Program pendidikan pesantren ini derencanakan dua tahun dan dikuti 25 orang santri yang berasal dari berbagai dusun di kecamatan Tais. tujuannya untuk mengisi kekosongan tenaga pengurus masjid diberbagai kampung di daerah pedalaman. Untuk itu para santri dibekali sejumlah mata pelajaran meliputi antara lain, penguasaan ilmu Fikih, Ahklak, pengantar sastra Islam, Pengantar Perbandingan Agama. Selain itu para santri juga dibekali ilmu pertanian, peternakan dan perikanan, koperasi dan pertukangan.
Tahun 1996, atas usul dan saran dari berbagai pihak khususnya dari Bapak Lolo A Rahman, pemimpin pondok Ar-Rhaudha, yayasan mendirikan sekolah formal yaitu membuka Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Ar-Rhaudha, hal ini memungkinkan mengingat sudah
tersedianya tenaga pengajar dari tamatan Gontor, IAIN dan IKIP serta sarjana dari universitas lainnya di Indonesia.
Setelah tiga tahun sesudah itu, dengan bantuan swadaya masyarakat, instansi pemerintah, meskipun masih sederhana pesantren sudah memiliki 6 lokal ruang belajar, 4 lokal asrama santri, 3 unit wisma guru, 1 ruangan administrasi, 1 ruangan perpustakaan dan 1 Masjid bantuan yayasan Amal Bhakti Muslimin Pancasila. Tanggal 30 maret 1999, di atas tanah wakaf bapak H. Nurdin Djafar yang letaknya tidak jauh dari pondok diresmikan juga sebuah Taman kanak-kanak Islam yayasan Ar-Rhaudha dengan murid pertama 40 orang anak.
Setelah berkiprah selama 24 Tahun berdasarkan Undang-Undang yayasan yang baru “Rhaudha” lama harus dilikuidasi dan harus diperbarui aktenye, untuk itu sejumlah aktivis dan simpatisan Rhaudha menghadap notaris /PPAT Is Hariyani, SH, Jln. Suparman 40 untuk memperbarui akte yayasan Ar-Rhaudha yang semula dibuat oleh notaris Zulkifli Wildan tertanggal 21- Febuari 1992 atas petunjuk notaris Is Hariyani, SH dan setelah dikonsultasikan pula dengan Departemen Kehakiman di Jakarta, maka nama yayasan Ar-Rhaudha diganti menjadi nama yayasan AR-Rhaudha Seluma, dan setelah diadakan penelitian oleh yang berwajib InsaAllah nama yayasan
AR-Rhaudha Seluma hanya satu-satunya yang ada dan tercatat di Departemen Kehakiman RI47.
5. Letak geografis
MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma terletak di Jalan Bendungan Hilir KM. 61 kelurahan Lubuk Kebur Kecamatan Seluma kabupaten Seluma dari Kota Bengkulu ± 61 KM dari pusat kota Tais ± 1 KM. Untuk lebih jelas dapat dilahat pada tabel I Dibawah ini :
Tabel 2 Profil Sekolah Madrasah Tsanawiyah Ar-Raudhah
NO IDENTITAS SEKOLAH
1 Nama Sekolah MTs Ar Raudhah
2 Nomor Statistik 121217050002
3 Propinsi Bengkulu
4 Otonomi Daerah Kabupaten Seluma
5 Kecamatan Seluma
6 Desa/Kelurahan Lubuk Kebur
7 Jalan Dan Nomor Bendungan Hilir
8 Kode Pos 38576
9 Telpon Kode Wilayah : - Nomor : -
10 Daerah Perkotaan
11 Status Sekolah Swasta
12 Kolompok sekolah B
13 Akreditasi Disamakan
14 Surat Keputusan/SK Nomor : 241/PAP-SM/MM/XI/2012 15 Penerbit SK ditanda tangani
oleh
AN. MENAGRI RI KA. Kanwil Depak Propinsi Bengkulu
16 Tahun berdiri Tahun 1995
17 Kegiatan belajar mengajar Pagi
18 Lokasi sekolah Milik sendiri 19 Jarak kepusat kecamatan 1 Km
20 Jarak Kepusat Kota 1 Km
Sumber : Dokumentasi TU MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma
47 Dokumentasi TU MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma
6. Visi dan Misi MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma
a. Visi: Terwujudnya warga MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma yang Islami, berakhlak mulia, cerdas dan kompetitif.
b. Misi :
1. Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
2. Mempertinggi budi pekerti dan akhlakul karimah
3. Memperkuat keperibadian, kemandirian, ketaatan, kedisiplinan, tangguh dan cakap serta trampil.
4. Mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tana air.
5. Meningkatkan standar ketuntasan belajar, prestasi belajar, ujian akhir sekolah, ujian akhir nasional, dan ujian akhir madrasah berbasis nasional.
6. Menerapkan pembelajaran yang aktif, efektif dan menyenangkan.
7. Meningkatkan kemampuan dibidang teknologi informasi dan komunikasi.
A. Tujuan :
1. Menghasilkan mutu lulusan yang Islami, berakhlak mulia, cerdas, kompetitif, dan unggul dalam mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi.
2. Menghasilkan mutu guru yang inovatif, kreatif dan disiplin, cerdas serta profesional.
3. Terbentuknya tenaga pendidikan yang inovatif, kreatif dan disiplin, cerdas serta profesional.
4. Meningkatkan standar ketuntasan belajar prestasi belajar, ujian akhir sekolah, ujian akhir nasional, dan ujian akhir madrasah berbasis nasional.
5. Memiliki prestasi disetiap iven perlombaan baik akademik, maupun non akademik.
6. Meningkatkan pran masyarakat dalam mengembangkan pendidikan.
7. Melaksanakan muatan lokal yang bercirikan daerah dan dapat menumbuhkan kreatifitas siswa.
7. Keadaan Fisik sekolah/sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma terdiri dari halaman, gedung dan fasilitas. Agar lebih jelas dapat dilihat pada tabel 2 berikut :
Tabel 3
Sarana dan Prasarana MTs Ar-Raudhah Tahun Ajaran 2015-2016
No Nama Ruang Jumlah Kualitas
1 Ruang Kelas 3 Baik
2 Ruang tamu 1 Cukup
3 Ruang Perpustakaan 1 Baik
4 Ruang kepala sekolah 1 Baik
5 Ruang Guru 1 Baik
6 Ruang BP/BK 1 Baik
7 Ruang TU 1 Baik
8 Ruang Lab. IPA 1 Baik
9 Ruang Lab. UKS 1 Cukup
10 Ruang Praktek Komputer 1 Cukup
11 Koperasi 1 Cukup
12 WC Murid 5 Cukup
13 Ruang Ibadah (Mussolah) 1 Cukup
14 rumah penjaga sekolah 1 Cukup
15 WC Guru 3 Baik
16 Lapangan Parkir 1 Baik
21 Lapangan Voli + Basket 1 Cukup
Sumber Observasi MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma
Sarana dan prasarana MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma untuk proses pembelajaran dapat kita lihat dari tabel di atas, sudah layak dan sudah bisa tempat berlangsungnya proses pembelajaran namun ada beberapa sarana dan prasarana yang belum memadai.
8. Keadaan Guru dan Karyawan
Tahun ajaran 2015-2016 jumlah guru dan karyawan lainnya di MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma berjumlah 22 orang untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 3 berikut :
9. Keadaan Siswa
Jumlah Siswa MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma Pada tahun 2015/2016 sebanyak 102 Siswa Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 7 berikut :
Tabel 4
Keadaan Siswa MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma Tahun Ajaran 2015/2016
Kelas Tahun Ajaran 2015/2016
Laki-laki Perempuan Jumlah
1 8 20 28Siswa
2 20 23 43 Siswa
3 12 19 31 Siswa
Jumlah 40 62 102 Siswa
Sumber :Dokumentasi TU MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma
Pada tahun 2015/2016 Jumlah siswa MTs Ar-Raudhah Kabupaten Seluma berjumlah 40 siswa yang terdiri dari laki-laki 62 siswa dan perempuan 102 siswa. Siswa/siswi ini berasal dari latar belakang yang berbeda-beda baik dari segi sosial, maupun ekonominya. Siswa/siswi MTs Ar- Raudhah Kabupaten Seluma, tidak semua dari kelurga yang ekonominya tergolong mampu, namun banyak juga dari keluarga yang kurang mampu.
Tetapi itu semua tidak menjadi penghalang untuk menuntut ilmu, dengan perbedaan ini MTs Ar-Raudha Kabupaten Seluma mampu mencetak murid yang berkualitas dan memiliki kepribadian yang mencerminkan ilmu agama, sebagai mana yang mereka proleh di sekolah yang berbasis agama tersebut.
B. Penyajian Data Dan Hasil Penelitian
Hasil yang diperoleh dari angket yang telah disampaikan kepada 30 orang siswa dan siswi MTs Ar-Raudha Kabupaten Seluma memiliki jawaban bervariasi antara setiap responden.
Tabel 5
Perolehan angket nilai kelasVII
No Nama siswa Jenis kelamin Variabel (X)
1 Wita Anggraini P 27
2 Lusi Puspita Sari P 30
3 Nora Pita Loka P 30
4 Yupita Sherly P 29
5 Adeko Candra L 29
6 Pipit Nopika P 28
7 Nopan Sandri L 31
8 Vita Sari P 30
9 Merry Susanti L 27
10 Merniati P 25
11 Puput Melati P 28
12 Widya P 26
13 Rendi Pratama L 26
14 Agung Saputra L 27
15 M. Nurul Huda L 26
16 Bella Nadia P 25
17 Asma Rida P 28
18 Viko Petrio L 25
19 Gio Giovani L 25
20 Yosen Candra L 27
Jumlah 549
Mean 27,45
Sumber : Dokumen T.U MTs Ar-Raudha Kabupaten Seluma. Tabel 6
Perolehan nilai kelas VIII A
No Nama siswa Jenis Kelamin Variabel (Y)
1 Andi Saputra L 58
2 Viko Julianto L 58
3 Ruliansyah L 51
4 Merry Nopika P 52
5 Putri Pratami P 52
6 Amalia Tri Utami P 55
7 Imelda P 55
8 Riko Setiawan L 58
9 Agro Novandi L 53
10 Ruri andrigiado L 57
11 Siti Fathonah P 51
12 Ghandi Putra L 54
13 Rini Fitriani P 46
14 Nosi Purnama P 54
15 Wilda Saputri P 55
16 Nanda putra L 45
17 Desta Putra L 45
18 Winda Darlin P 48
19 Zera Vanhelen L 40
20 Zendi L 54
Jumlah 1041
Mean 52,05
Sumber : dokumen T.U MTs Ar-Raudha Kabupaten Seluma.
Untuk variabel tentang pembinaan orang tua yaitu variabel X jumlah pertanyaan yang diajukan berjumlah 20, dan jumlah alternatif atau kemungkinan pilihan jawaban sebesar 41 yang sekaligus merupakan skor atau nilai maksimal dari variabel pembinaan orang tua.
Sedangkan variabel penelitian tentang emosi anak yaitu variabel Y jumlah pertanyaan yang diajukan juga berjumlah 20, dan jumlah alternative jawaban 30, yang merupakan skor atau nilai maksimal dari variable emosi anak.
Pertanyaan dan jawaban dari variabel-variabel penelitian semua bersifat kuantitatif.
1. Uji validitas dan reliabilitas
Adapun langkah-langkah yang digunakan peneliti dalam menentukan dan menganalisis validitas angket adalah sebagai berikut:
a. Memberikan skor jawaban
b. Memasukkan skor jawaban responden kedalam sampel c. Member total skor atas jawaban setiap responden
d. Menganalisa validitas setiap item, dengan menggunakan teknik korelasi product moment, angka kasar.
e. Mengkonsultasikan koefisien validitas yang diperoleh dengan keriteria penafsiran korelasi. Hasil pengujian validitas anket no 1 (untuk N= 40) tentang pengaruh pembinaan orang tua terhadap emosi anak MTs Ar- Raudha Kabupaten Seluma.
Adapun hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah “adanya hubungan yang signifikan antara pengaruh pembinaan orang tua terhadap emosi anak MTs Ar-Raudha Kabupaten Seluma.”
Table 7 Uji Validitas x
No X Y x² y² Xy
1 1 35 1 1225 35
2 2 37 4 1369 74
3 2 38 4 1444 76
4 1 36 1 1296 36
5 2 35 4 1225 70
6 1 36 1 1296 36
7 2 35 4 1225 70
8 2 37 4 1369 74
9 1 38 1 1444 38
10 1 34 1 1156 34
11 2 32 4 1024 64
12 3 37 9 1369 111
13 1 34 1 1156 34
14 2 39 4 1521 78
15 2 37 4 1369 74
16 2 35 4 1225 70
17 1 30 1 900 30
18 2 35 4 1225 70
19 1 31 1 961 31
20 2 32 4 1024 64
21 3 58 9 3364 174
22 3 58 9 3364 174
23 3 51 9 2601 153
24 3 52 9 2704 156
25 3 52 9 2704 156
26 3 55 9 3025 165
27 3 55 9 3025 165
28 3 58 9 3364 174
29 3 53 9 2809 159
30 3 57 9 3249 171
31 3 51 9 2601 153
32 3 54 9 2916 162
33 3 46 9 2116 138
34 3 54 9 2916 162
35 3 55 9 3025 165
36 2 55 4 3025 110
37 3 45 9 2025 135
38 3 48 9 2304 144
39 3 50 9 2500 150
40 3 54 9 2916 162
Jml 92 1124 180 58538 3223
Data diolah bulan Desember 2015
Dengan menggunakan skor atau nilai tertentu atas alternatif jawaban responden, maka didapat data penilaian yang bersifat kuantitatif. Jumlah skor variabel pembinaan orang tua (∑X) adalah 92. Jumlah variabel (∑Y) adalah 1124. Jumlah ∑X² adalah 180 dan jumlah ∑Y² adalah 58538. Jumlah kuadrat skor variabel pembinaan dan emosi anak ∑XY adalah 3223 untuk lebih jelasnya hasil-hasil perhitungan ini disajikan sebagai berikut:
N = 40
∑X = 92
∑Y = 1124
∑X² = 180
∑Y² = 58538 ∑XY = 3223
Setelah data variabel X (pembinaan orang tua) dan variabel Y (emosi anak) ditabulasikan, maka langkah penulis selanjutnya adalah mengolah data tersebut sesuai dengan rumus yang telah ditetapkan yakni rumus product moment.
Berdasarkan data tentang variabel X (pembinaan orang tua) pada tabel diatas, maka diolah dengan mengunakan rumus product moment sebagai berikut :
N X2 X 2 N Y2 Y 2
Y X XY
rxy N
rxy =
rxy = rxy = rxy = rxy = 0,319
Berdasarkan hasil perhitungan Statistik di atas ternyata rxy adalah 0,319. Kemudian langkah selanjutnya menentukan Df nya dengan rumus:
Df = N-Nr =40-2 =38
Jadi pada taraf signifikan 5% dengan r hitung diperoleh Df 38= 0,320 dengan demikian maka r hitung 0,319 < 0,320 dengan demikian maka data item soal no 1 adalah tidak valid.
Tabel 8 Pengujian Validitas Angket item no 1 dengan N= 40 Analisa Data Variabel X (Pembinaan Orang Tua) dan Y (Emosi Anak).
Uji Validitas y
No X Y x2 y2 Xy
1 1 27 1 70090 27
2 2 30 4 900 60
3 2 30 4 900 60
4 1 29 1 841 29
5 2 29 4 841 58
6 1 28 1 784 28
7 3 31 9 961 93