• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian yang Relevan

Dalam dokumen BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG FATMAWATI (Halaman 36-42)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Dalam skripsi ini, penulis menggunakan beberapa rujukan yang masih berhubungan dengan penelitian yang dilakukan, antara lain:

Syarifah Sinaga, SH, M.Hum, seorang mahahsiswi S3 Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia yang melakukan penelitian dengan judul “Akad Pembiayaan Murabahah Kendaraan Bermotor Perusahaan Pembiayaan PT.

CMB Niaga Auto Finance “ yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmiah Renaissance No. 2 VOL. 1 JULI 2016: 216 – 233. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normative dimana data sekunder merupakan data yang paling utama yang kemudian didukung dengan data lapangan sebagai data primer yang didapatkan dari pejabat penyelenggara pertahanan

Hasil dari penelitian ini adalah , pertama, untuk mengetahui hal apa saja terdapat perbedaan antara akad murabahah yang menerapkan prinsip syariah dengan perjanjian pembiayaan konsumen secara konvensional. Kedua, kedudukan hukum Surat Kuasa untuk membuat Akta Jaminan Fidusia sudah memenuhi prinsip Syariah. Ketiga, kekuatan hukum surat pernyataan bersama yang dibuat antara dealer dan perusahaan pembiayaan. Dengan kata lain, skripsi ini bertujuan untuk membandingkan antara akad murabahah dengan perjanjian pembiayaan pada bank konvensional. Selain itu, skripsi ini menjelaskan tentang pemberian surat kuasa untuk membuat akta jaminan fidusia namun dengan prinsip syariah. Dengan kata lain penelitian ini membahas akad murabahah dari segi hukum, baik dari segi hukum Negara maupun hukkum islam.

Wirda Yuli Firdaus (2017) dalam skripsinya yang berjudul Analisis

“Pembiayaan Murabahah Kepemilikan Mobil Pada PT.Bank BNI Syariah Kantor Cabang Medan”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aplikasi pembiayaan Murabahah pada PT. Bank BNI Syariah KC. Medan dan ingin mengetahui apakah pembiayaan disana sudah sesuai dengan Fatwa DSN- MUI yang berlaku, yakni DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah. Hasil penelitian ini adalah Pelaksanaan yang ditetapkan oleh PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Medan dalam kegiatan penyaluran pembiayaan kepada nasabah memiliki pelaksanaan yang berbeda dengan Fatwa DSN MUI, ini terlihat dari pelaksanaan akad wakalah. Dimana seharusnya dalam Fatwa DSN MUI harus menyelesaikan akad wakalah terlebihdahulu baru selanjutnya pihak bank melakukan akad murabahah. Akan tetapi di PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Medan tidak akad terjadi secara bersamaan. Hal ini bisa menyebabkan cacat janji yang dilakukan oleh nasabah kepada bank

Dari beberapa penelitian yang sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain tentang akad Murabaha yang digunakan sebagai salah satu media antara nasabah dengan pihak bank guna memenuhi kebutuhan yang mereka inginkan, oleh karenanya penulis mengambil judul yang sama dengan yang sebelumya untuk membuktikan minat para nasabah untuk menggunakan akad Murabahah ini sebagai salah satu media antara nasabah dengan bank untuk melakukan akad (transaksi) khususnya dalam bidang otomotif.

C. Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah didefinisikan sebagai hal yang paling penting. Jadi, dengan demikian kerangka berpikir adalah pemahaman yang melandasi pemahaman-pemahaman lainnya. Sebuah pemahaman yang paling mendasar yang menjadi pondasi setiap pemikiran atau suatu proses dari bentuk keseluruhan penelitian yang akan dilakukan.

Konsep pemikiran dari penelitan ini adalah mengenai minat nasabah terhadap pembiayaan pada Bank BNI Syariah. Proses penelitian yag penulis lakukan dapat digamarkan kedalam kerangka berpikir seperti gambar dibawah ini.

n

Keinginan,

kebutuhan Nasabah

Kebijakan Bank

Faktor Internal : 1. Motif Rasional 2. Motif Emosional

Faktor Eksternal : 1. Produk

2. Promosi 3. Lokasi

Minat Nasabah

Adapun yang dimaksud dengan faktor-faktor yang mempengaruhi minat nasabah untuk menggunakan suatu barang atau jasa adalah :

1. Faktor internal a) Motif Rasional

Adalah suatu sikap yang dilakukan berdasarkan pikiran dan pertimbangan yang logis dan cocok dengan akal sehat manusia24. Dengan kata lain, nasabah yang ingin atau yang sudah menggunakan pembiayaan murabahah ini terlebih dahulu berfikir dan mencari tahu apakah

pembiayaan ini memang yang dia butuhkan atau tidak, serta bagaimana proses dan cara angsuran yang digunakan.

b) Motif Emosioanl

Adalah perasaan psikologis dan mental seseorang yang muncul karena dipengaruhi oleh keadaan sekitar baik itu dari dalam diri maupun luar, dengan mengekspresikannya dalam tingkah laku yang nampak. Motif emosional dalam hal memutuskan untuk menjadi nasabah pembiayaan ini juga didorong dengan rasa yang kuat dari dalam diri seseorang. Apabila keinginannya kuat maka nasabah tersebut akan menggunakan pembiayaan tersebut.

Oleh karenanya, kedua faktor ini sangat penting bagi para nasabah sebelum menggunakan atau memutuskan untuk menggunakan pembiayaan murabahah, berfikir dan bertindak merupaka suatu keharusan bagi

seseorang sebelum mengambil keputusan.

24 www.duniapsikologi.com/kematangan-emosi-pengertian-dan-faktor-yang-mempengaruhi/

Lain dari pada itu, adapun faktor eksternal dari nasabah sebelum menggunakan pembiayaan murabahah ini, yakni :

1. Faktor Produk

Untuk hal ini, biasanya calon nasabah pembiayaan akan mencari tahu dan menanyakan produk pembiayaan yang ada di Bank teresebut, apakah produk pembiayaan ini baik utnuk digunakan, seperti apa proses pengajuannya serta bagaimana sistim yang digunakan dalam meng angsur cicilan per bulannya.

2. Faktor Promosi

Faktor promosi sangatlah penting, baik bagi suatu lembaga keungan maupun non keuangan. Faktor promosi juga merupakan usaha untuk memperkenalkan suatu produk pada halayak banyak untuk menarik minat orang banyak,hal ini pula yang digunakan oleh Bank BNI Syariah untuk memperkenalkan produk-rpoduk yang mereka miliki, khususnya dalam hal pembiayaan.

3. Faktor Lokasi

Lokasi merupakan salah satu unsur pendukung bagi keberlangsungan suatu perusahaan atau lembaga keuangan, lokasi juga menentukan minat sesorang untuk menjangkau apa yang diinginkannya, lokasi inilah yang membuat para calon nasbah mau menggunakan produk dari bank syariah. Bila lokasi mudah untuk dijangkau, maka nasabah tidak akan

merasa kesulitan untuk mendapatkan pelayanan dari pihak Bank.

Pertanyaan Penelitian

1) Apa yang menjadi keputusan nasabah untuk menggunakan pembiayaan Murabahah khususnya pada kendaraan bermotor?

2) Bagaimana prosentasi yang diajukan oleh pihak bank untuk pembiayaan Murabahah ?

30 A. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Minat Nasabah dalam menggunakan pembiyaan murabahah khususnya untuk kendaraan mobil pada Bank BNI Syariah.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Bank BNI Syariah. Dilaksanakan sejak tanggal 11 April 2018 hingga 11 Oktober 2018.

C. Latar Penelitian

Subjek penelitian ini adalah Bank BNI Syariah yang di fokuskan pada MINAT NASABAH TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH UNTUK KENDARAAN BERMOTOR yang merupakan bagian dari Bank BNI Syariah untuk mengetahui seberapa banyak nasabah yang menggunakan pembiayaan tersebut dan tentang pemahaman para nasabah tentang pembiayaan tesebut sehingga nasabah mampu memahami dan mau memutuskan menggunakan pembiayaan Murabahah. Inilah yang menjadi latar penelitian penulis.

D. Metode dan Prosedur Penelitian

Metode penelitian yang digunakan penulis adalah kualitatif di mana penelitian ini menggunakan pendekatan induktif, dengan penyajian data empirik hasil pengamatan melalui paparan naratif atau dalam bentuk kata dan kalimat (verbal) bukan melalui angka atau bilangan (numerik).25 Hasil penelitian kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif naratif.26

Pendekatan deskriptif ini memusatkan perhatiannya pada fenomena yang diselidiki dengan melukiskan dan mengklasifikasikan fakta atau karakterisktik subjek secara faktual dan cermat. Data yang diperoleh (berupa kata-kata, gambar, dan prilaku) tidak dituangkan dalam bentuk bilangan atau angka statistik, melainkan tetap dalam bentuk kualitatif yang memiliki arti lebih kaya dari sekedar angka atau frekuensi.27

Selain menggunakan pendekatan kualitatif, penulis juga mengguakan analisis SWOT untuk lebih mempertegas dan mempermudah proses penelitian

E. Data dan Sumber Data

Sumber data penelitian dapat dibedakan menjadi data primer dan data sekunder, yakni :

25 Emzir, Metodelogi Penelitian Kualitatif Analisis Data, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010), h. 3.

26 Basrowi dan Suwandi, Memehami Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), h. 21.

27 Ezmir, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Press, 2001), h. 174.

1. Data primer, merupakan data yang diperoleh langsung dari Bank BNI Syariah. Yakni dengan wawancara, baik dengan nasabah yang menggunakan pembiayaan tersebut dan dari pihak bank BNI Syariah.

2. Data sekunder, merupakan sumber pendukung dan pelengkap data penelitian yang diperoleh dari buku, jurnal, majalah, internet, surat kabar, dan bahan pustaka lainnya28

F. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data adalah langkah-langkah yang dilalui peneliti dalam memperoleh data, dalam hal ini data kualitatif yang dibutuhkan. Langkah-langkah itu meliputi usaha membatasi penelitian, menentukan jenis pengumpulan data, dan merancang usaha perekaman data.29

Dalam penelitian ini teknik yang dilakukan dalam pengumpula data adalah dengan observasi, wawancara, dan dokmentasi.

1. Observasi, merupakan teknik pengumpulan data dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat penelitian yang dilakukan.30 Dalam hal ini peneliti melakukan pengamatan langsung ke Bank BNI Syariah.

2. Wawancara, salah satu metode dengan jalan komunikasi (lisan) antara peneliti dengan responden, yakni melalui kontak dan hubungan

28 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Sesuatu Pendekatan Praktek), (Jakarta: PT.

Rineka Cipta, 1996), h. 18.

29 Fakultas Agama Islam Universtias Muhammadiyah Jakarta, Panduan Praktis Menulis Skripsi, (Cirendeu: PT Wahana Kordofa, 2018), h. 23-24.

30 Riduwan, Metode Riset, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h. 104.

pribadi.31 Wawancara yang penulis lakukan melalui wawancara terstruktur dengan poin-poin pertanyaan yang terdapat dalam pedoman wawancara. Narasumber dimintai informasi dan pendapatnya mengenai masalah dalam penelitian. Instrumen yang digunakan peneliti adalah buku catatan untuk mencatat setiap informasi penting dan alat perekam agar tidak ada poin-poin jawaban atas permasalahan yang terlewatkan.

3. Dokumentasi, pengumpulan data-data sekunder mengenai bahan penelitian yang didapatkan dari berbagai sumber tertulis seperti arsip, dokumentasi resmi, foto, data statistik, dan sejenisnya yang diharapkan dapat mendukung analisis penelitian.32

G. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan cara mengolah data menjadi sebuah informasi sehingga karakteristik data tersebut dapat dipahami dan bermanfaat untuk sebuah solusi permasalahan. Atau suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengubah hasil penelitian menjadi informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan kesimpulan.33

Proses analisis data penelitian kulaitatif yang penulis lakukan adalah:

1. Menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, baik dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan

31 Afif Fauzi Abbas, Metodologi Penelitian, (Ciputat: Adelina Bersaudara, 2010), h. 141

32 Hadari Nawawi, Metode Penelitian Sosial, (Yogyakarta: Gajah Mada University, 1993), h. 111.

33 Fakultas Agama Islam Universtias Muhammadiyah Jakarta, op.cit., h. 24.

lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan sebagainya.

2. Reduksi data. Data yang telah dibaca, dipelajari, dan ditelaah tersebut mungkin sangat banyak sekali jumlahnya, sehingga memerlukan reduksi (pengurangan, penyusutan, dan penurunan). Ini merupakan usaha membuat rangkuman dengan tetap menjaga inti, proses, dan pernyataan-pernyataan yang ada.

3. Menyusun data hasil reduksi ke dalam bentuk narasi..

H. Validitas Data

Keabsahan data merupakan konsep yang sangat penting untuk memperoleh derajat keabsahan atau validitas yang tinggi. Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian dilakukan atas dua kriteria, yaitu: pertama, melalui ketekunan pengamatan atas perilaku dari individu dan organisasi yang tergambar dalam aktivitas yang dilakukan. Selain itu pula, ketekunan pengamatan ini dilakukan untuk menemukan kinerja hasil yang dapat ditunjukkan melalui pengamatan terhadap dokumentasi berupa arsip-arsip tertulis baik berisi informasi materi maupun berisi pesan dan informasi umum. perspektif eksteral organisasi ditujukan kepada stakeholders BNI Syariah.

Pemeriksaan keabsahana atau validitas data dapat dilakukan melalui :

1. Kredibilitas (derajat kepercayaan). Kredibilitas merupakan penetapan hasil penelitian (kualitatif) yang kredibel (dapat

dipercaya) dari prespektif partisipan dalam penelitian ini. Dari prespektif ini tujuan penelitian adalah untuk mendeskrisikan atau memahami fenomena yang menarik perhatian dari sudut pandang partisipan. Partisipan adalah satu-satunya orang yang dapat menilai secara sah kredibilitas hasil penelitian. Strategi untuk meningkatkan kredibilitas data meliputi perpanjangan, pegamatan, ketekunan penelitian, triangulasi, dan diskusi teman sejawat.

2. Transferabilitas (keteralihan). Transferabilitas mengacu pada tingkat kemampuan hasil penelitian yang dapat digeneralisasikan atau ditransfer pada konteks yang lain. Dari prespektif kualitatif, transferabilitas merupakan tanggung jawab seseorang dalam melakukan generalisasi. Peneliti dapat meningkatkan transferabilitas dengan mendeskripsikan konteks penelitian dan asumsi-asumsi yang menjadi senral pada penelitian tersebut. Orang yang ingin mentranfer hasil penelitian pada konteks yang berbeda, bertanggung jawab untuk membuat keputusan bahwa tranfer tersebut logis.

3. Dependabilitas (kebergantungan). Dependabilitas menekankan perlunya peneliti memperhitungkan konteks yang berubah- ubah dalam penelitian yang dilakukan. Peneliti bertanggung jawab menjelaskan erubahan-perubahan yang terjadi dalam setting (latar) dan bagaimana perubahan-perubahan tersebut

dapat mempengaruhi pendekatan yang digunakan pada penelitian dalam studi tersebut.

4. Konfirmabilitas (kepastian). Konfirmibilitas atau objektivitas mengacu pada tingkat kemampuan hasil penelitian yang dikonfirmasi oleh orang lain. Terdapat sejumlah strategi untuk menigkatkan konfirmibilitas. Misalnya, peneliti dapat mendokumentasikan prosedur untuk memeriksa dan memeriksa kembali seluruh data penelitian. Jadi, kriteria kepastian atau objektivitas menekankan pada datanya bukan pada orang atau banyak orang.34

34 Ibid., h. 24-25.

37

A. Gambaran Umum tentang Latar Penelitian 1. Gambaran Umum BNI Syariah35

a. Sejarah Bank BNI Syariah

Tempaan krisis moneter tahun 1997 membuktikan ketangguhan sistem perbankan syariah. Prinsip Syariah dengan 3 (tiga) pilarnya yaitu adil, transparan dan maslahat mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sistem perbankan yang lebih adil. Dengan berlandaskan pada Undang-undang No.10 Tahun 1998, pada tanggal tanggal 29 April 2000 didirikan Unit Usaha Syariah (UUS) BNI dengan 5 kantor cabang di Yogyakarta, Malang, Pekalongan, Jepara dan Banjarmasin. Selanjutnya UUS BNI terus berkembang menjadi 28 Kantor Cabang dan 31 Kantor Cabang Pembantu.

Disamping itu nasabah juga dapat menikmati layanan syariah di Kantor Cabang BNI Konvensional (office channelling) dengan lebih kurang 1500 outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di dalam pelaksanaan operasional perbankan, BNI Syariah tetap memperhatikan kepatuhan terhadap aspek syariah. Dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang saat ini diketuai oleh KH.Ma‟ruf Amin, semua

35www.bnisyariah.co.id di akses pada tanggal 10 agustus 2018

produk BNI Syariah telah melalui pengujian dari DPS sehingga telah memenuhi aturan syariah.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 12/41/KEP.GBI/2010 tanggal 21 Mei 2010 mengenai pemberian izin usaha kepada PT Bank BNI Syariah. Dan di dalam Corporate Plan UUS BNI tahun 2003 ditetapkan bahwa status UUS bersifat temporer dan akan dilakukan spin off tahun 2009.

Rencana tersebut terlaksana pada tanggal 19 Juni 2010 dengan beroperasinya BNI Syariah sebagai Bank Umum Syariah (BUS).

Realisasi waktu spin off bulan Juni 2010 tidak terlepas dari faktor eksternal berupa aspek regulasi yang kondusif yaitu dengan diterbitkannya UU No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Disamping itu, komitmen Pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah semakin kuat dan kesadaran terhadap keunggulan produk perbankan syariah juga semakin meningkat. Pada bulan juni 2014 jumlah cabang BNI Syariah mencapai 65 Kantor Cabang 161 Kantor Cabang Pembantu, 17 Kantor Kas, 22 Mobil Layanan Gerak dan 20 Payment Poin. BNI Syariah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Berdasarkan uraian diatas pada awalnya BNI Syariah berupa Unit Usaha Syariah (UUS) pada Bank BNI 46. BNI Syariah berdiri pada tahun 2000 dan menjadi Bank Umum

Syariah pada tahun 2010.perubahan BNI Syariah ini tidak terlepas dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan peran manajemen BNI itu sendiri yang mampu merubah uus menjadi UUS menjadi BUS dalam waktu yang relatif singkat. Faktor eksternal berupa regulasi yang kondusif yaitu diterbitkan UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perabankan Syariah.

1) Visi dan Misi Bank BNI Syariah

a) Visi Bank BNI Syariah adalah “Menjadi bank syariah

pilihan masyarakat yang unggul dalam layanan dan kinerja”. Visi Manajemen BNI Syariah tersebut menggambarkan bahwa BNI Syariah bertujuan menjadi lembaga perbankan yang dipercaya oleh masyarakat. Mereka juga menjadi layanan dan kinerja yang unggul sebagai visi.

b) Misi BNI Syariah adalah sebagai berikut :

(1) Memberikan kontribusi positif kepada masayarakat dan peduli pada kelestarian linkungan.

(2) Memberikan solusi bagi masyarakat untuk kebutuhan jasa perbankan syariah.

(3) Memberkan nilai investasi yang optimal bagi investor.

(4) Menciptakan wahana terbaik sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi bagi pegawai sebagai perwujudan ibadah.

(5) Menjadikan acuan tata kelola perusahaan yang amanah.

Misi BNI Syariah secara umum menjalankan fungsi sosial, ekonomi, dan spiritual. Pada poin pertama misi BNI Syariah ialah menjalankan fungsi sosial, pada poin kedua dan ketiga bertujuan menjalankan fungsi ekonomi, poin keempat bertujuan menjalankan fungsi spiritual, sedangkan poin terakhir pada misi BNI Syariah ialah sebagai pionir perusahaan yang amanah.

Sebagaimana dalam prinsip dasar dalam perankan, perbankan syariah merupakan bagian dari sistem perbankan nasional yang didasarkan kepada prinsip-prinsip syariah Islam.

Perbankan syariah yang didasarkan atas interpretasi postulat keimanan dalam tataran kehidupan manusia sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.

Konsep ekonomi syariah meletakkan nilai-nilai islam sebagai dasar dan ladasan dalam aktivitas perekonomian dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Salah satu upaya merealisasikan niali-nilai ekonomi islam dalam aktifitas nyata masyarakat adalah mendirikan lembaga-lembaga keungan yang beroprasi berdasarkan syariah islam. Dari sekian jenis lembaga keuangan, perbankan merupakan salah satu sektor

yang besar pengaruhnya dalam aktifitas perekonomian masyarakat modern. Perbankan syariah secara ideal akan mendorong dan mempercepat kemajuan ekonomi suatu masyarakat (agent of development) dengan melakukan kegiatan fungsinya sebagai lembaga intermediary untuk pengembangan investasi sesuai dengan prinsip islam.36

Secara umum prinsip perbankan syariah didasarkan kepada prinsip keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan.

2) Produk-produk Bank BNI Syariah a) Produk Dana BNI Syariah

(1) Kartu Tap Cash iB Hasanah (2) BNI Giro iB Hasanah (3) BNI Deposito iB Hasanah (4) Tabungan

(a) BNI Dollar iB Hasanah (b) BNI Simpel iB Hasanah (c) BNI Baitullah iB Hasanah (d) BNI Prima iB Hasanah (e) BNI Tunas iB Hasanah (f) BNI Bisnis iB Hasanah (g) BNI iB Hasanah

(h) BNI Tapenas iB Hasanah (i) BNI TabunganKu iB Hasanah

36 Asep Supyadillah, Hukum Perbankan Syariah, (Jakarta: PT. Wahana Kodova, 2013), hlm.6

Produk-produk simpanan bank syariah ditujukan untuk mobilisasi dan investasi tabungan untuk pengembangan perekonomian dengan cara yang adil sehingga keuntungan yang adil dapat dijamin bagi semua pihak. Tujuan mobilisasi dana merupakan hal penting karena islam secara tegas mengutuk penimbunan tabungan dan menuntut penggunaan sumber dana secara produktif dalam rangka mencapai tujuan sosial ekonomi islam, dalam hal ini bank syariah melakukannya tidak dengan prinsip bunga (riba), melainkan dengan prinsip-prinsip yang sesuai dengan syariat islam, terutama wadi’ah (titipan), qard (pinjaman), mudharabah (bagi hasil), dan ijarah.

b) Produk Pembiayaan (1) Mikro

(a) Rahn Mikro

(b) Mikro 3 iB Hasanah (c) Mikro 2 iB Hasanah (2) Korporasi

(a) BNI Syariah Multifinance (b) BNI Syariah Linkage Program (c) BNI Syariah Kopkar/Kopeg (d) BNI Syariah Usaha Besar (e) BNI Syariah Valas

(f) BNI Syariah Ekspor (g) BNI Syariah Onshore

(h) BNI Syariah Sindikasi (3) Usaha Kecil dan Menengah

(a) BNI Syariah Wirausaha (b) BNI Syariah Valas

(c) BNI Syariah Kopkar/Kopeg (d) BNI Syariah Dealer iB Hasanah (e) BNI Syariah Tunas Usaha (f) BNI Syariah Usaha Kecil (g) BNI Syariah Linkage

Produk-produk pembiayaan bank syariah pada dasarnya merupakan bentuk pembiayaan secara komersial menguntungkan.

Ditujukan untuk menyalurkan investasi dan simpanan masyarakat ke sektor riil dengan tujuan produktif dalam bentuk investasi bersama (investment financing) yang dilakukan bersma mitra usaha menggunakan pola bagi hasil (mudharabah dan musyarakah) dan dala bentuk investasi sendiri (trade financing) kepada yang membutuhkan pembiayaan menggunakan pola jual beli (murabahah,salam, dan istishna) dan pola sewa (ijarah dan ijarah mutahiya bittamlik).

(4) Produk Jasa BNI Syariah (a) Transaksi Ekspor (b) Collection

(c) Transaksi Kiriman Uang Luar Negeri (d) Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri

(e) Transaksi Impor (f) Cash Management

(g) Internet Banking Corporate (h) Bank Garansi

(i) Surat Keterangan Bank (j) Kirim Uang

(k) Bank Notes

Produk-produk jasa bank syariah pada umumnya menggunakan akad tabaru’ yang dimaksudkan tidak untuk mencari keuntungan, tetapi dimaksudkan sebagai fasilitas pelayanan kepada nasabah dalam melakukan transaksi perbankan.

Oleh karena itu, bank sebagai penyedia jasa hanya membebani biaya administrasi. Jasa perbankan golongan ini yang bukan termasuk akad tabaru’ adalah akad sharf yang merupakan akad pertukaran uang dengan uang dan ujr yang merupakan bagian dari ijarah (sewa) yang dimaksudkan untuk mendapatkan upah (ujrah) atau fee. Beberapa bentuk jasa ini antara lain:

a) Pemindahan piutang atau anjak piutang (Hawalah) b) Pemberian kuasa (Wakalah)

c) Peminjaman/ Penangguhan/Bank Garansi (Kafalah) d) Pinjaman utang yang harus dikembaikan dala jumlah

yang sama (Qardh)

e) Bank dapat meminta agunan sebagai jamian hutang (Rahn)

f) Jual Beli Valuta Asing (Sharf)

3) Profi Bank Negera Indonesi Kantor Cabang Fatamawati Nama : Bank Negara Indonesia

Alamat : Jl. RS. Fatmawati No. 30 D, Cilandak,

Jakarta Selatan, 12430 Telepon : (021) 7696807

Alamat Web : www.bnisyariah.co.id Tanggal berdiri :21 Mei 2010

4) Struktur organisasi BNI Syariah Kantor Cabang Utama Fatmawati

Berikut adalah gambaran struktur organisasi PT.

BNI Syariah KCU Fatmawati. Yang secara langsung akan menjelaskan bagaimana bagan struktural organisasi di BNI Syariah Kantor Cabang Fatmawati.

Dalam dokumen BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG FATMAWATI (Halaman 36-42)

Dokumen terkait