• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

KASI : Kepala Seksi

KLP : Kelompok

RW : Rukun Warga

RT : Rukun Tetangga

(Sumber: Profil Kelurahan Pajar Bulan Kecamatan Semidang Alas, Seluma Tahun 2016/2017)

Sebelum pergi melaksanakan tradisi Beniat, perlu musyawarah keluarga, menentukan harinya, menyiapkan hewan yang ingin dibawa, menyiapkan peralatan dan segala keperluan.69

Dalam pelaksanaan tradisi Beniat menggunakan pakaian yang sopan dan pantas. Laki-laki memakai celana panjang dan membawa peci (khusus untuk pemimpin doa), perempuan memakai pakaian panjang dan longgar serta memakai hijab.

Aturan tersebut dibuat karena pelaksaan tradisi Beniat dianggap sakral oleh sebagian masyarakat.

Tahapan di atas memiliki makna kekeluargaan dan jiwa musyawarah mufakat antara orang akan melaksanakan tradisi Beniat dan keluar serta para tetangga.70

2) Tahap Pelaksanaan

Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan tradisi Beniat.

Pelaksanaan dimulai pada pukul 08.00 sampai dengan selesai di waktu dan hari yang telah ditentukan sebelumnya. Sebelum berangkat ke tempat pelaksanaan tradisi Beniat, pihak keluarga dan orang-orang yang terlibat akan menyiapkan hewan yang akan dipotong dan mengemasi peralatan dan kebutuhan yang diperlukan.

Pelaksanoan tradisi Beniat itu biasoyo akapan, jadi antakh bejalanan, nyiapka barang nyo kak dibawa. Amo lah sampai kelo, nyo lanang nyembelia hewa di seberang untuk didoaka udim itu baru dimasak dan dimakan besamo.

69Wawancara dengan Indra (Tokoh Adat), 14 Nopember 2021

70Wawancara dengan Indra (Tokoh Adat), 14 Nopember 2021

Terjemahan:

Pelaksanaan tradisi Beniat itu biasanya di pagi hari, jadi sebelum berangkat, menyiapkan barang yang ingin dibawa.

Setelah sampai, kaum laki-laki akan menyembelih hewan dan berdoa,barulah dimasak dan disantap bersama.71

Setelah sampai ke tempat tujuan, kaum laki-laki akan membawa hewan yang akan disembelih ke seberang sungai, sementara itu kaum perempuan menyiapkan peralatan memasak.

Hewan yang dibawa kemudian disembelih dan dipimpin oleh ketua adat, pada saat melaksanakan tradisi Beniat masyarakat akan membaca Doa dan Ayat-Ayat pendek seperti Surah Al- Fatiha, An-Nass dan lainnya.

Hewan yang telah disembelih dibawa kembali ke seberang oleh kaum laki-laki untuk dibersihkan seta selanjutnya dimasak bersama. Setelah itu daging yang telah dimasak, dido’akan kembali. Baru lah setelah itu disantap bersama disertai harapan mendapat keberkahan dari Allah SWT.72

Tahap ini mencerminkan nilai-nilai kerja sama san gotong royong antara masyarakat yang terlibat dalam prosesi tradisi Beniat.73

71Wawancara dengan Indra (Tokoh Adat), 14 Nopember 2021

72Wawancara dengan Indra (Tokoh Adat), 14 Nopember 2021

73Wawancara dengan Indra (Tokoh Adat), 14 Nopember 2021

3) Tahap Setelah Pelaksanaan

Setelah rangkaian pelaksanaan kegiatan tradisi Beniat selesai dilaksanakan, maka selanjutnya kembali ke rumah. Sebagian daging yang telah dimasak dibawa pulang ke rumah, untuk dibagikan ke sanak keluarga dan para tetangga terdekat. Dengan dilaksanakannya beberapa rangkaian kegiatan tersebut, maka prosesi tradisi Beniat dianggap selesai.

Sebagaimana diungkapkan oleh Satuna bahwa:

Amo pelaksanoan tradisi Beniat lah udim mangko baliak ke ghuma. Separo daging lah dimasak tadi dinjuaka nga ading beghading jugo tetanggo pasigh.

Terjemahan:

Jika pelaksanaan telah selesai, maka selanjutnya kembali kerumah, sebagian masakan yang masih ada dibagikan ke sanak dan tetangga.74

Pelaksaan tradisi Beniat dulunya dilaksanakan setiap habis panen oleh masyarakat Semidang Alas, Seluma. Saat ini hanya dilaksanakan ketika ada masyarakat yang igin membayarnya. Tata cara dan pelaksanaan tradisi Beniat tetap mengikuti cara terdahulu karena terdapat makna tersendiri di dalamnya. Hal inilah yang menjadi alasan ketika seseorang ingin membayar niatnya, maka harus dilaksanakan dengan benar agar tidak kerja dua kali (melaksanakan kembali karena terdapat kesalahan sebelumnya).

74Wawancara dengan Satuna (tokoh adat), 15 Nopember 2021

Sebagaimana menurut Indra yang mengatakan bahwa:

Amo ndak mbayar niat mangko harus didampingi jmo yo paham, iluak ketua adat atau yang kito anggap pacak mimpin pas di bada.

Ini penting karno nginakah bebeghapo kejadian, jmo yang beniat keno musibah karno caro mbaigh o dulu salah.

Terjemahan:

Jika ingin membayar niat maka harus didampingi orang yang paham, seperti ketua adat atau orang yang dapat memimpin ketika dilokasi.

Ini penting karena melihat beberapa kejadian, orang yang beniat kena musibah karena cara melaksanakannya salah.75

Tahap terakhir dalam rangkaian prosesi tradisi Beniat ini mengajarkan dan menumbuhkan jiwa berbagi kepada sesama sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.76

b) Prosesi Nazar

Masyarakat Semidang Alas, Seluma yang akan bayar nazar biasanya melaksanakan di rumah atau masjid, tempat pelaksana ini sesuai dengan nazar seseorang tempo hari. Adapun nazar disini seperti orang berkata, jika usaha kebun saya tahun ini hasilnya melimpah maka saya akan sedekah uang dan membawa makanan ke masjid. Pada pelaksanaan nazar lebih sederhana, misalnya orang akan membayar niat ke masjid cukup menyiapkan keperluannya lalu membayarkan. Jika melaksanakannya di rumah, cukup dengan mengajak tetangga terdekat dan imam yang bertugas mendoakan.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Peri Hartanto bawa:

75Wawancara dengan Indra (Tokoh Adat), 14 Nopember 2021

76awancara dengan Indra (Tokoh Adat), 14 Nopember 2021

Jemo Semidang Alas biasoyo melaksoka nazar di masjid atau rumah, ini dikarenoka nazar lebih sederhana. Misalo, baigh nazar di masjid bayaro endo perlu dikeruani jemo banyak.

Nyo paling penting dalam nazar adalah benar-benar karno Allah SWT. kareno lah ngenjuak reseki nga rahmat nga kito.

Terjemahan:

“Orang Semidang Alas biasanya melaksanakan nazar di masjid dan di rumah, ini dikarenakan nazar lebih sederhana.

Misalnya, bayar nazar di masjid tidak perlu diketahui orang banyak. Yang paling penting niat karena Allah SWT.77

Tahap nazar ini mengajarkan dan menumbuhkan jiwa beribadah dan melaksanakannya sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.78

2. Persepsi Masyarakat Muslim Terhadap Tradisi Beniat dan Nazar Persepsi adalah kepandaian tentang objek yang didapatkan dengan mengumpulkan informasi dan menguraikan pesan. Persepsi merupakan kejadian, maupun ikatan adalah pengalaman terhadap sebuah objek, yaitu inti komunikasi karena sejatinya persepsi harus tepat dan teraplikasikan.

perbedaan suatu kelompok bisa dipahami karena terdapat persepsi. semakin tinggi tingkat kesamaan persepsi seseorang, maka semakin memudahkan terjalinnya komunikasi.79 Manusia merupakan makhluk sosial sekaligus individu, maka ditemukan beberapa beberapa perbedaan antara individu satu dengan yang lainnya. Adanya suatu perbedaan antara individu

77Wawancara Dengan Peri Hartanto (Tokoh Agama), 15 Nopember 2021

78Wawancara Dengan Peri Hartanto (Tokoh Agama), 15 Nopember 2021

79Pawito, Penelitian Komunikasi Kualitatif, (Cet 1: Yogyakata: Lkis, 2007), Hal.203

menyebabkan seseorang memilih suatu objek kemudian tergantung mereka menafsirkan objek tersebut sesuai persepsinya masing-masing.

Teori Osgood berusaha menjelaskan kandungan dan asal konotasi-konotasi itu. Teori Osgood terkait dengan model Stimulus- Response (S-R). Osgood meyakini bahwa asosiasi dasar S-R bertanggung jawab pada pembangunan makna, yaitu respon internal dan mental menjadi sebuah rangsangan.

Rangsangan dari luar mengarah pada pembentukan makna di dalam diri yang kemudian mengarahkan terciptanya respon ke luar.

Rangsangan internal dapat dibagi menjadi dua bagian, respon internal dan rangsangan internal. Ini dapat digambarkan menjadi rangsangan fisik, respon internal, rangsangan internal, dan respon dari luar.

Memaknai merupakan hal yang internal dan unik karena melibatkan pengalaman setiap individu menghadapi rangsangan alamiah.

Karena itu, memaknai berkenaan dengan konotasi. Pemaknaan internal ini memediasi repon setap individu terhadap kata. Kontribusi terbesar Osgood adalah diferensial semantic (semantic differential) berasumsi bahwa satu makna bisa diekspresikan menggunakan kata-kata sifat.

Osgood menggunakan analisis faktor untuk mengetahui dimensi dasar dalam proses memaknai. Ini mengantarkan pada teori mengeni ruang semantic (semantic space). Maka terkait dengan ruang metafora mengenai tiga dimensi utama, evaluasi, aktivitas, dan potensi. Osgood meyakini

bahwa tiga faktor makna, yaitu evaluasi, aktivitas, dan potensi, dapat diaplikasikan ke semua orang dan semua konsep.

Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa kelompok, persepsi masyarakat muslim Semidang Alas Seluma dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama, yaitu kelompok yang beranggapan bahwa tradisi Beniat dilaksanakan karena kebiasaan yang turun temurun dari leluhur.

Kelompok kedua beranggapan tradisi Beniat merupakan hal yang musyrik karena mempercayai sesuatu selain Allah SWT dan menyatakan bahwa nazar merupakan pilihan yang baik bagi masyarakat yang ingin melakukan suatu niatan dan syukuran karena sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

Berdasarkan pengelompokan persepsi masyarakat Semidang Alas Seluma terhadap tradisi Beniat dan nazar dapat disimpulkan bahwa tradisi Beniat dilaksanakan karena dorongan kebiasaan dari leluhur yang terus diwariskan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Namun, kelompok lainnya beranggapan bahwa tradisi Beniat merupakan hal yang musyrik dan menyatakan sebaiknya melaksanakan nazar karena lebih jelas dalil dan hukumnya.

Persepsi masyarakat muslim terhadap tradisi Beniat yang dikemukakan dari dua kelompok masyarakat. Kelompok pertama menyatakan bahwa tradisi Beniat dilaksanakan karena kebiasaan turun- temurun dari leluhur serta menyatakan bahwa nazar adalah pilihan bagi sebagian masyarakat selain tradisi Beniat. Kelompok kedua menyatakan bahwa tradisi Beniat adalah musyrik karena mempercayai selain Allah

SWT dan mereka beranggapan bahwa lebih baik melaksanakan nazar karena sudah dijelasakan dalam Al-qur’an. Menurut hasil wawancara dari beberapa informan terdapat beberapa perbedaan pendapat, Seperti yang diuraikan dalam penelitian ini:

Indra merupakan tokoh adat di Semidang Alas, Seluma. Indra adalah tokoh adat yang memahami betul lokasi penelitian dan tradisi Beniat tersebut. berikut ini yang dikemukan oleh Indra selaku tokoh adat:

Menurut aku, ngapo tradisi Beniat dilaksanoka, karena jak niniak muyang sampai mbakini masia dilaksanoka namoyo tradisi Beniat. ndo gango maksud lain, segalo jak di Allah SWT cuman baigh niat lah jadi kebiasoan niak muyang kito.

Sedangka nazar adalah pilihan lain bagi sebagian masarakat selain tradisi beniat.

Terjemahan:

Menurut saya,kenapa tradisi Beniat dilaksanakan, karena dari nenek moyang kita sampai sekarang masih terus dilaksanakan namanya tradisi Beniat. Tidak ada maksud lain, semua dari Allah SWT hanya saja tradisi Beniat menjadi kebiasaan nenek moyang kita. Sedangkan nazar, pilihan lain bagi sebagian masyarakat selain tradisi Beniat.80

Kelompok kedua berpendapat bahwa tradisi Beniat merupakanhal yang musyrik karena mempercayai hal selain Allah SWT. Sebagaimana diungkapkan oleh Saim selaku tokoh agama:

Menurut sayo tradisi Beniat sebetul o melenceng jak di ajaran agama, karno di dalam o ado separo masyarakat mempercayoi hal selain Allah SWT. Harus o ughang yo ndak melakuka syukuran pacak di umah senighi atau di masjid, tentuyo itu lebia jelas hukum dan dalil o dalam Al-qur’an.

Terjemahan:

80Wawancara dengan Indra (Tokoh Adat), 14 Nopember 2021

Menurut saya tradisi Beniat sebetulnya melenceng dari ajaran agama, karena di dalamnya ada sebagian masyarakat mempercayai hal selain Allah SWT. Harusnya mereka yang mau melaksanakan syukuran bisa di rumah sendii atau di masjid, tentunya hal itu lebih jelas hukum dan dalilnya dalam Al-Qur’an.81

Dari hasil wawancara dengan informan lain, peneliti juga mendapatkan informasi mengenai hewan yang menjadi syarat dilaksanakan tradisi Beniat yaitu burung dara, kambing, sapi, dan kerbau, Sebagaimana diungkapkan Indra bahwa:

Menurut sayo ndo masalah pas ngerjoka motong burung daro, kambing, sapi atau kebau karno batan tando syukur. Litu jugo nga ngrighimka doa kepado Allah SWT sesuai dengan Al-quran nga mendoakan jmo yo beniat supayo reskio makin ngalir, itula ngpo ngajak jmo agak banyak ngko pacak ndoaka serto kerjo samo. Nazar jugo adoseparo masyarakat nyo ngerjokanyo, itu ndo masalah karno segaloyo tedapat nilai positif di dalamo.

Terjemahan:

Menurut saya tidak masalah ketika melakukan pemotongan burung dara, kambing, sapi atau kerbau karena sebagai tanda syukur. Begitu juga dengan mendoakan orang yang beniat supaya rezekinya makin mengalir, itulah kenapa mengajak orang banyak agar bisa mendoakan dan bisa kerja sama. Nazar juga ada sebagian masyarakat yang melaksanakannya, tapi itu

81Wawancara dengan Saim (Tokoh Agama), 15 Nopember 2021

tidak masalah karena semuanya terdapat nilai positif di dalamnya.82

Masyarat yang melaksanakan tradisi Beniat dan juga nazar adalah masyarakat yang beragama Islam. Dengan demikian mereka menghubungkan dengan ajaran-ajaran Islam, seperti disampaikan oleh Saim selaku tokoh agama:

Amo kito ndak ngeruani hubungan tradisi Beniat jelas ado perbedaan yo agak encolok, tradisi beniat dilaksanoka sebagai syukuran kepada Allah SWT atas dasar nikmat dan rezeki yang diperoleh, anye ado separo masarakat nyo ninggalka bagian palak hewan yo di sembelia yang ngadoka tekesan mubazir.

Sedangaka nazar dilaksanoka di masjid atau di umah dan murni sebagai bentuk aso syukur kepada allah swt tanpa ado unsur mubazir di dalam o.

Terjemahan:

Jika kita mau hubungkan tradisi Beniat dan jugo nazar dengan Islam jelas ada hubungan yang cukup mencolok, tradisi Beniat dilaksanakan sebagai syukuran kepada Allah SWT atas dasar nikmat dan rezeki yang diperoleh, tetapi ada sebagian masyarakat yang meninggalkan bagian kepala hewan yang disembelih yang menjadikan hal itu terkesan mubazir.

Dapat disimpulkan bahwa hubungan tradisi Beniat dan nazar dengan budaya Islam, yaitu kebudayaan Islam adalah hasil karya manusia yang bersumber dari ajaran agama Islam, Sedangkan tradisi Beniat merupakan tradisi turun temurun dari leluhur. Adapun nazar adalah cara Islami melaksanakan suatu niatan.

82Wawancara dengan Indra (Tokoh Adat), 15 Nopember 2021

3. Tanggapan MUI Bengkulu mengenai tradisi Beniat dan nazar Berkaitan dengan persepsi masyarakat terhadap tradisi Beniat dan nazar, penulis melakukan wawancara dengan Rohimin, ketua MUI Provinsi Bengkulu. Hal tersebut dilakukan karena MUI merupakan lembaga yang memiliki wewenang mengatur dan memberikan fatwa di bidang keagamaan dan hal yang berhubungan dengan adat. hal-hal yang sifatnya adat kemasyarakatan. Adapun hasil wawancara sebagai berikut:

Dalam Islam itu yang ada nazar, orang-orang kampung atau desa menyebutnya bayar niat. Antara nazar dengan bayar niat yang disebut masyarakat itu sama. Nazar itu posisinya adalah sebagai penguatan atau doa dan nazar itu tidak boleh dilaksanakan terhadap suatu perbuatan yang sudah menjadi wajib contohnya nazar apabila lulus ujian akan melaksanakan sholat jumat. Nazar dilaksanakan terhadap ibadah yang sunnah dan bukun untuk maksiat. Nazar tidak boleh mubazir, dan tidak berlebih-lebihan. Jika ngin menyembelih hewan, sapi atau yang lainnya harus disembelih dengan cara Islam dan harus dimanfaatkan, tidak boleh meninggalkan bagian tubuh hewan yang ditinggalkan di suatu tempat, bawah pohon, atau dihanyutkan di sungai untuk sesajian dan hal yang bercampur mistik. Tradisi dalam Islam tidak boleh bertentangan dengan agama. Tradisi Beniat termasuk hal yang musyrik dan dilarang karena di dalamnya pelaksanaannya dilakukan penyembelihan di makam Gerincing. Tradisi Beniat merupakan hal yang bertentangan dengan agama Islam karena juga meninggalkan atau menguburkan bagian tubuh hewan (kepala) yang diniatkan di area makam (Gerincing), lebih lagi jika diniatkan untuk sesajian dapat mengarah kepada perbuatan syirik.83

Berdasarkan kutipan wawancara di atas, disimpulkan bahwa nazar itu posisinya adalah sebagai penguatan atau doa dan nazar itu tidak boleh dilaksanakan terhadap suatu perbuatan yang sudah menjadi wajib. suatu tradisi tidak boleh bertentangan dengan agama. Tradisi

83Wawancara dengan Rohimin (Ketua MUI), 7 Januari 2021

Beniat yang bertentangan dengan agama adalah meninggalkan atau membuan bagian tubuh hewan yang dinazarkan, lebih lagi jika diniatkan untuk sesajian dapat mengarah kepada perbuatan syirik.

Dokumen terkait