• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

B. Hasil Uji Instrumen Penelitian

2. Hasil Uji Statistik Deskriptif

harus menjaga kualitas produk dan kualitas pelayanan agar pengunjung merasa puas dan pengunjung mereferensikan kepada orang-orang di sekitarnya.

yang didapat melalui penyebaran kuesioner) dan standar deviasi sebesar 3,03.

Variabel Store Atmosphere memiliki jawaban minimum responden yang didapat dari penyebaran kuesioner adalah sebesar 28 dan jawaban maksimum responden yang didapat dari penyebaran kuesioner adalah sebesar 60, dengan rata-rata total jawaban sebesar 48,8 (rata-rata jawaban responden yang didapat melalui penyebaran kuesioner) dan standar deviasi sebesar 7,3. Variabel Keputusan Pembelian memiliki jawaban minimum responden yang didapat dari penyebaran kuesioner adalah sebesar 16 dan jawaban maksimum responden yang didapat dari penyebaran kuesioner adalah sebesar 25, dengan rata-rata total jawaban sebesar 20,9 (rata-rata jawaban responden yang didapat melalui penyebaran kuesioner) dan standar deviasi sebesar 2,1. Serta Variabel Pembelian ulang memiliki jawaban minimum responden yang didapat dari penyebaran kuesioner adalah sebesar 16 dan jawaban maksimum responden yang didapat dari penyebaran kuesioner adalah sebesar 25, dengan rata-rata total jawaban sebesar 21,1 (rata-rata jawaban responden yang didapat melalui penyebaran kuesioner) dan standar deviasi sebesar 1,9.

3. Analisis Jalur (Path Analysis)

Teknik pengolahan data selanjutnya adalah dengan menggunakan analisis jalur (path analysis), dimana analisis jalur ini berfungsi untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung dari sekumpulan variabel yaitu variabel eksogen terhadap variabel endogen, pengujian yang harus dilakukan ialah:

a. Koefisien Korelasi

Dalam metode analisis jalur, untuk mengetahui derajat hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Koefisien korelasi hanya menggambarkan keeratan hubungan antara variabel tetapi tidak menggambarkan kekuatan kausalitas atau sebab-akibat, karena korelasi hanya digunakan untuk mengukur derajat hubungan maka dalam analisis korelasi tidak terdapat istilah variabel eksogen atau endogen

Tabel 4.18

Correlations Gayahidup Kualitaspelaya

nan

Storeatmosp here

Keputusanp embelian

Pembelianulan g

Gayahidup

Pearson Correlation

1 .285** .248* .443** .640**

Sig. (2-tailed) .004 .013 .000 .000

N 100 100 100 100 100

Kualitaspelayanan

Pearson Correlation

.285** 1 .215* .471** .645**

Sig. (2-tailed) .004 .032 .000 .000

N 100 100 100 100 100

Storeatmosphere

Pearson Correlation

.248* .215* 1 .363** .489**

Sig. (2-tailed) .013 .032 .000 .000

N 100 100 100 100 100

Keputusanpembeli an

Pearson Correlation

.443** .471** .363** 1 .641**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000

N 100 100 100 100 100

Pembelianulang

Pearson Correlation

.640** .645** .489** .641** 1

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000

N 100 100 100 100 100

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Sumber: Data primer diolah dengan SPSS 20.0, 2016

Dari hasil data pada tabel 4.18 dapat dilihat bahwa tiga hubungan dikategorikan sangat lemah, empat hubungan dikatergorikan lemah dan tiga hubungan lainnya dikategorikan berhubungan cukup kuat. Nilai signifikansi semua hubungan yaitu dibawah 0,05 di atas 0,000 berarti semua korelasi signifikan. Dapat disimpulkan hasil data SPSS pada tabel 4.19 sebagai berikut:

Tabel 4.19

Pengujian Hubungan Antar Variabel Hubungan Koefisien

Kolerasi

Kategori Probabilitas Kesimpulan Gaya hidup (X1) dengan

Kualitas pelayanan (X2)

0,285** Sangat lemah 0,004 Signifikan Gaya hidup (X1) dengan

Store atmosphere (X3)

0,248** Sangat lemah 0,015 Signifikan Kualitas pelayanan (X2)

dengan Store atmosphere (X3)

0,215** Sangat lemah 0,041 Signifikan

Gaya hidup (X1) dengan Keputusan pembelian (Y1)

0,433** Lemah 0,000 Signifikan

Gaya hidup (X1) dengan Pembelian ulang (Y2)

0,640** Cukup kuat 0,000 Signifikan Kualitas pelayanan (X2)

dengan Keputusan pembelian (Y1)

0,471** Lemah 0,000 Signifikan

Kualitas pelayanan (X2) dengan Pembelian ulang (Y2)

0,645** Cukup kuat 0,000 Signifikan Store atmosphere (X3)

dengan Keputusan pembelian (Y1)

0,363** Lemah 0,000 Signifikan

Store atmosphere (X3) dengan Pembelian ulang (Y2)

0,489** Lemah 0,000 Signifikan

Hubungan Koefisien Kolerasi

Kategori Probabilitas Kesimpulan Keputusan Pembelian

(Y1) dengan Pembelian ulang (Y2)

0,641** Cukup Kuat 0,000 Signifikan Sumber : Data Primer yang diolah

b. Koefisien Determinasi

1) Koefisien Determinasi Struktur I Tabel 4.20

Koefisien Determinasi Struktur I

Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .607a .369 .349 1.74942

a. Predictors: (Constant), storeatmosphere, kualitaspelayanan, gayahidup

Sumber: Data Primer yang di olah

Pada tabel 4.20 didapat model analisis jalur dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,369 (36,9%). Nilai adjusted R square sebesar 34,9% ini menunjukkan bahwa pengaruh Gaya Hidup, Kualitas Pelayanan, dan Store Atmosphere terhadap Keputusan pembelian secara gabungan adalah 34,9%, sedangkan sisanya sebesar 0,651 atau 65,1% (100% - 34,9%) adalah kemungkinan terdapat aspek-aspek ain yang memiliki pengaruh terhadap variabel Keputusan Pembelian. Probabilitas variabel Keputusan Pembelian dapat dijelaskan sebesar 34,9% dengan variabel Gaya Hidup, Kualitas Pelayanan, dan Store Atmosphere.

2) Koefisien Determinasi Struktur II Tabel 4.21

Koefisien Determinasi Struktur II

Sumber: Data Primer yang di olah

Pada tabel 4.21 didapat model analisis jalur dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,741 (74,1%). Nilai adjusted R square sebesar 73,0% ini menunjukkan bahwa pengaruh Gaya Hidup, Kualitas Pelayanan, dan Store Atmosphere terhadap Keputusan Pembelian dan dampaknya terhadap Pemebelian Ulang secara gabungan adalah 73,0%, sedangkan sisanya sebesar 27,0%

(100% - 73,0%) adalah kemungkinan terdapat aspek-aspek lain yang memiliki pengaruh terhadap variabel Pembelian Ulang. Probabilitas variabel Pembelian Ulang dapat dijelaskan sebesar 73,0% dengan variabel Gaya Hidup, Kualitas Pelayanan, dan Store Atmosphere.

c. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Pengujian hipotesis secara silmultan bertujuan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel eksogen secara bersama-sama terhadap variabel endogen. Hasil hipotesis yang dalam pengujian ini adalah:

Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .861a .741 .730 1.02675

a. Predictors: (Constant), keputusanpembelian, storeatmosphere, gayahidup, kualitaspelayanan

1) Uji F Persamaan Struktur I Tabel 4.22

Analisis Varian Struktur I

Sumber: Data primer yang di olah

Berdasarkan tabel 4.22, untuk menguji pengaruh Gaya Hidup, Kualitas Pelayanan, dan Store Atmosphere terhadap Keputusan pembelian, hipotesisnya adalah:

Ho : ρx1y1= ρx2y1= ρx3y1 ≠ 0, diduga variabel gaya hidup, kualitas pelayanan, dan store atmosphere tidak berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian

Ha : ρx1y1=ρx2y1=ρx3y1 = 0, diduga variabel gaya hidup, kualitas pelayanan, dan store atmosphere berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian

Melalui langkah tersebut serta hasil ANOVA pada tabel 4.22, didapatkan hasil F-hitung sebesar 18,715 dengan probabilitas 0,000.

F-tabel dengan level signifikansi 0,05, degree of freedom (df) untuk df1=3, df2=96 maka F-tabel=3,09. Hasilnya adalah F-hitung (18,715)

> F-tabel (3,09) dan dengan hasil ini maka Ha diterima. Ini berarti bahwa variabel Gaya Hidup, Kualitas Pelayanan, dan Store Atmosphere secara simultan berpengaruh siginifikan terhadap

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 171.834 3 57.278 18.715 .000b

Residual 293.806 96 3.060

Total 465.640 99

a. Dependent Variable: keputusanpembelian

b. Predictors: (Constant), storeatmosphere, kualitaspelayanan, gayahidup

Keputusan Pembelian ini sejalan dengan penelitian Dian ayu puspita ardy (2013), Diana Petricia dan Syahputra (2014), dan Achirul Octaviani (2012) yang membuktikan ketiga variabel secara simultan berpengaruh positif pada Keputusan Pembelian.

2) Uji F Persamaan Struktur II Tabel 4.23

Analisis Varian Struktur II

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 286.610 4 71.652 67.968 .000b

Residual 100.150 95 1.054

Total 386.760 99

a. Dependent Variable: pembelianulang

b. Predictors: (Constant), keputusanpembelian, storeatmosphere, gayahidup, kualitaspelayanan

Sumber: Data primer yang di olah

Berdasarkan tabel 4.23, untuk menguji pengaruh Gaya Hidup, Kualitas Pelayanan, Store Atmosphere dan Keputusan Pembelian terhadap Pembelian Ulang secara simultan, hipotesisnya adalah:

Ho : ρx1y2= ρx2y2= ρx3y2 = ρy1y2 ≠ 0, diduga variabel gaya hidup, kualitas pelayanan, store atmosphere dan keputusan pembelian tidak berpengaruh secara simultan terhadap pembelian ulang

Ha : ρx1y2= ρx2y2= ρx3y2 = ρy1y2 = 0, diduga variabel gaya hidup, kualitas pelayanan, store atmosphere dan keputusan pembelian berpengaruh secara simultan terhadap pembelian ulang

Melalui langkah tersebut serta hasil ANOVA pada tabel 4.23, didapatkan hasil F-hitung sebesar 67.968 dengan probabilitas 0,000.

F-tabel dengan level signifikansi 0,05, degree of freedom (df) untuk df1=4, df2=95 maka F-tabel= 3,09. Hasilnya adalah F-hitung (67.968) > F-tabel (3,09) dengan hasil ini maka Ha diterima. Ini berarti bahwa variabel Gaya Hidup, Kualitas Pelayanan, Store Atmosphere dan Keputusan Pembelian berpengaruh secara simultan terhadap Pembelian Ulang ini sejalan dengan hasil jurnal yang dilakukan Panuntun Setyo Angger dan Rubiyanti Nurafni 2013 dan Nadya Oktaviani 2015 yang membukttikan variabel-variabel tersebut secara simultan berpengaruh terhadap Pembelian Ulang.

d. Uji Signifikansi Individu (Uji t)

Pengujian hipotesis secara parsial bertujuan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel eksogen secara parsial terhadap variabel endogen. Perlu diberitahu untuk setiap uji hipotesis kriterianya adalah sebagai berikut:

Jika – t-tabel > t-hitung atau t-hitung > t-tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Jika - t-tabel < t-hitung < t-tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Hasil hipotesis yang dalam pengujian ini adalah:

1) Uji t Persamaan Struktur I

Tabel 4.24 Hasil Uji t Struktur I

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 1.580 2.735 .578 .565

Gayahidup .183 .054 .291 3.375 .001

kualitaspelayanan .244 .061 .341 3.988 .000

storeatmosphere .064 .025 .218 2.572 .012

a. Dependent Variable: keputusanpembelian

Sumber: Data primer yang diolah

a) Hubungan Antara Gaya Hidup Dengan Keputusan Pembelian Hipotesisnya ialah:

Ho : ρx1y1 ≠ 0, diduga bahwa tidak ada pengaruh secara langsung antara gaya hidup terhadap keputusan pembelian Ha : ρx1y1= 0, diduga bahwa terdapat pengaruh secara langsung

antara variable gaya hidup terhadap keputusan pembelian Menurut tabel 4.24, nilai t-hitung adalah 3,375 dengan probabilitas 0,002. t-tabel dengan signifikansi level 0,05 dan degree of freedom (df) untuk df=n-2 or 100-2= 98 maka t-tabel adalah 1,66055. Hasilnya adalah t-hitung (3,375) > t-tabel (1,660055). Maka dapat disimpulkan Ha diterima. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara variabel Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian.

Hasil ini sama dengan penelitian terdahulu yang dialakukan oleh Dian ayu puspita ardy 2013 dan Alentra Ratna Juliana Purba

2015 yang menyatakan bahwa Gaya hidup berpengaruh terhadap Keputusan pembelian.

b) Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Dengan Keputusan Pembelian

Hipotesis atas parsial ini ialah:

Ho : ρx2y1 ≠ 0, diduga bahwa tidak ada pengaruh secara langsung antara variabel kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian

Ha : ρx2y1 = 0, diduga bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara variabel kualitas pelayanan terhadap pembelian ulang

Menurut tabel 4.24, nilai t-hitung adalah 3,988 dengan probabilitas 0,000. t-tabel dengan signifikansi level 0,05 dan degree of freedom (df) untuk df=n-2 or 100-2= 98 maka t-tabel adalah 1,66055. Hasilnya adalah t-hitung (3,988) > t-tabel (1,660055) dan level signifikan (0,000) < (0,05). Maka dapat disimpulkan Ha diterima. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara variabel Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan pembelian.

Hasil ini sama dengan penelitian terdahulu yang dialakukan oleh Diana Petricia dan Syahputra 2014 dan Diah Sulistianingrum Muhammad Edwar 2014 yang menyatakan bahwa Kualitas Pelayanan berpengaruh terhadap Keptusan Pembelian.

c) Hubungan Antara Store atmosphere Dengan keputusan Pembelian Hipotesis atas parsial ini ialah:

Ho : ρx3y1 ≠ 0, diduga bahwa tidak ada pengaruh secara langsung antara variabel store atmosphere terhadap keputusan pembelian

Ha : ρx3y1 = 0, diduga bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara variable store atmosphere terhadap keputusan pembelian

Menurut tabel 4.24, nilai t-hitung adalah 2,572 dengan probabilitas 0,015. t-tabel dengan signifikansi level 0,05 dan degree of freedom (df) untuk df=n-2 or 100-2= 98 maka t-tabel adalah 1,66055. Hasilnya adalah t-hitung (2,572) > t-tabel (1,660055) dan level signifikan (0,000) < (0,05). Maka dapat disimpulkan Ha diterima. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara variabel store atmosphere terhadap keputusan Pembelian.

Hasil ini sama dengan penelitian terdahulu yang dialakukan oleh Fredy Sugiman, Rika Mandasari 2015 dan Panuntun Setyo Angger dan Rubiyanti Nurafni 2013 yang menyatakan bahwa Store atmosphere berpengaruh terhadap Keptusan Pembelian.

Tabel 4.25

Uji t Persamaan Struktur I

Pengaruh Gaya Hidup, Kualitas Pelayanan, Store Atmosphere terhadap Keputusan Pembelian

No Hipotesis Analisis Jalur t-hitung t-tabel Hasil 1 ρx1y1X1 = 0 ρx1y1X1 = 0,183 3,375 1,66055 Ha diterima 2 ρx2y1X2 = 0 ρx2y1X2 = 0,244 3,988 1,66055 Ha diterima 3 ρx3y1X3 = 0 ρx2y1X3 = 0,064 2,572 1,66055 Ha diterima Sumber: Data primer diolah

Berdasarkan hasil pada tabel 4.25, tes parsial Gaya Hidup, Kualitas Pelayanan, Store Atmosphere berpengaruh secara langsung terhadap Keputusan Pembelian. Maka dari itu persamaan dari analisis jalur struktur I ialah:

Y1=ρx1y1X1+ρx2y1X2+ρx3y1X3

Y1=0,183X1+0,244X2+0,064X3

Angka residu didapat dari 1 - adjusted R square yaitu 1 - 0,349 = 0,651

2) Uji t Persamaan Struktur II

Tabel 4.26 Hasil Uji t Struktur II

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) -3.499 1.608 -2.176 .032

Gayahidup .218 .034 .381 6.474 .000

Kualitaspelayanan .254 .039 .389 6.543 .000

Storeatmosphere .064 .015 .238 4.213 .000

Keputusanpembelian .185 .060 .203 3.084 .003

a. Dependent Variable: pembelianulang

Sumber: Data primer yang diolah

a) Hubungan Antara Gaya Hidup Dengan Pembelian Ulang Hipotesisnya ialah:

Ho : ρx1y2 ≠ 0, diduga bahwa tidak ada pengaruh secara langsung antara variabel gaya hidup terhadap pembelian ulang

Ha : ρx1y2 = 0, diduga bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara variable gaya hidup terhadap pembelian ulang Menurut tabel 4.26, nilai t-hitung adalah 6,474 dengan probabilitas 0,000. t-tabel dengan signifikansi level 0,05 dan degree of freedom (df) untuk df=n-2 or 100-2= 98 maka t-tabel adalah 1,66055. Hasilnya adalah t-hitung (6,474) > t-tabel (1,660055). Maka dapat disimpulkan, Ha diterima. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara variabel gaya hidup terhadap pembelian ulang.

Hasil ini sama dengan penelitian terdahulu yang dialakukan oleh M. Reza Indrawan 2013 yang menyatakan bahwa gaya hidup berpengaruh terhadap pembelian ulang.

b) Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Dengan Pembelian Ulang Hipotesis atas parsial ini ialah:

Ho : ρx2y2 ≠ 0, diduga bahwa tidak ada pengaruh secara langsung antara variabel kualitas pelayanan terhadap pembelian ulang Ha : ρx2y2 = 0, diduga bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara variable kualitas pelayanan terhadap pembelian ulang Menurut tabel 4.26, nilai t-hitung adalah 6,543 dengan probabilitas 0,000. t-tabel dengan signifikansi level 0,05 dan degree of freedom (df) untuk df=n-2 or 100-2= 98 maka t-tabel adalah 1,66055. Hasilnya adalah t-hitung (6,543) > t-tabel (1,660055). Maka dapat disimpulkan, Ha diterima. Ini berarti

bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara variabel kualitas pelayanan terhadap pembelian ulang.

Hasil ini sama dengan penelitian yang dilakukan Nadya Oktaviani 2015 di Bandung. Dimana kualitas pelayananan yang di berikan akan berpengaruh signifikan terhadap pembelian ulang yang dilakukan oleh konsumen.

c) Hubungan Antara Store Atmosphere Dengan Pembelian Ulang Hipotesis atas parsial ini ialah:

Ho: ρx3y2 ≠ 0, diduga bahwa tidak ada pengaruh secara langsung antara variabel store atmosphere terhadap pembelian ulang Ha : ρx3y2 = 0, diduga bahwa terdapat pengaruh secara langsung

antara variable store atmosphere terhadap pembelian ulang Menurut tabel 4.26, nilai t-hitung adalah 4,213 dengan probabilitas 0,000. t-tabel dengan signifikansi level 0,05 dan degree of freedom (df) untuk df=n-2 or 100-2= 98 maka t-tabel adalah 1,66055. Hasilnya adalah t-hitung (4,213) > t-tabel (1,660055). Maka dapat disimpulkan, Ha diterima. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara variabel store atmosphere terhadap pembelian ulang.

Hasil ini sama dengan penelitian yang dilakukan Panuntun Setyo Angger dan Rubiyanti Nurafni 2013 di Bandung. Dimana Store Atmosphere berpengaruh signifikan terhadap pembelian ulang.

d) Hubungan Antara Keputusan Pembelian Dengan Pembelian Ulang

Hubungan atas parsial ini ialah:

Ho : ρy1y2 ≠ 0, diduga bahwa tidak ada pengaruh secara langsung antara variabel Keputusan Pembelian terhadap Pembelian Ulang

Ha : ρy1y2 = 0, diduga bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara variable Keputusan Pembelian terhadap Pembelian Ulang

Menurut tabel 4.26, nilai t-hitung adalah 3,084 dengan probabilitas 0,001. t-tabel dengan signifikansi level 0,05 dan degree of freedom (df) untuk df=n-2 or 100-2= 98 maka t-tabel adalah 1,66055. Hasilnya adalah t-hitung (3,084) > t-tabel (1,660055). Maka dapat disimpulkan, Ha diterima. Ini berarti bahwa variabel Keputusan pembelian terhadap pembelian ulang berpengaruh secara langsung.

Hasil ini sama dengan penelitian yang dilakukan Hartiwi Prabowo, Darman, Enny Noegraheni 2014. Dimana Keputusan Pembelian berpengaruh signifikan terhadap Pembelian ulang.

Tabel 4.27

Uji t Persamaan Struktur II

Pengaruh Gaya Hidup, Kualitas Pelayanan, Store Atmosphere dan Keputusan Pembelian terhadap Pembelian Ulang

No Hipotesis Analisis Jalaur t-hitung t-tabel Hasil 1 ρx1y2X1 = 0 ρx1y2X1 = 0,218 6,474 1,66055 Ha diterima 2 ρx2y2X2 = 0 ρx2y2X2 = 0,254 6,543 1,66055 Ha diterima 3 ρx3y2X3 = 0 ρx3y2X3 = 0,064 4,213 1,66055 Ha diterima 4 ρy1y2Y2 = 0 ρy1y2Y2 = 0,185 3,084 1,66055 Ha diterima Sumber: Data primer diolah dengan SPSS 20.0, 2016

Berdasarkan hasil pada tabel 4.27, tes parsial Gaya Hidup, Kualitas Pelayanan, Store Atmosphere dan Keputusan Pemebelian berpengaruh secara langsung terhadap Pembelian Ulang. Maka dari itu persamaan dari analisis jalur struktur II ialah:

Y2=ρx1y2X1+ρx2y2X2+ρx3y2X3+ρy1y2Y1

Y2= 0,218X1+ 0,254X2+ 0,064X3+ 0,185Y1

Angka residu didapat dari 1 - adjusted R square yaitu 1 - 0,730

= 0,270 4. Uji Sobel

Uji sobel dimaksudkan untuk menguji signifikansi pengaruh tidak langsung, dengan menghitung nilai t dari koefisien variabel eksogen dan variabel mediasi, nilai t-hitung dibandingkan dengan t-tabel. Jika nilai t- hitung lebih besar dari nilai t-tabel maka dapat disimpulkan terjadi pengaruh mediasi. Pengujian sobel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Gaya Hidup terhadap pembelian ulang melalui proses keputusan pembelian

Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa gaya hidup berpengaruh langsung terhadap pembelian ulang dan juga berpengaruh langsung terhadap proses keputusan pembelian. Untuk mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap pembelian ulang melalui proses keputusan pembelian dapat diuji dengan dengan uji sobel sebagai berikut:

Hitung standard error dari koefisien indirect effect (Sx1y1) Sx1y1 = √ y12sx12 + x12sy12 + sx12sy12

Di mana: x1 = 0,183 sx1 = 0,054 y1 = 0,185 sy1 = 0,060

Sx1y1 = √(0,185)2(0,054)2 + (0,183)2(0,060)2 + (0,054)2(0,060)2 Sx1y1 = 0,0151940153

Berdasarkan hasil Sx1y1 ini, selanjutnya dapat menghitung nilai t statistik pengaruh mediasi dengan rumus sebagai berikut:

Perkalian koefisien (x1y1) = (0,183)(0,185) sebesar 0.033855.

t = = = 3.3888888889

Hasil perhitungan diperoleh nilai t-hitung sebesar 3.3888888889 lebih besar dari t-tabel dengan tingkat signifikansi 0,05 yaitu sebesar 1,66055. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh mediasi antara

gaya hidup terhadap pembelian ulang melalui proses keputusan pembelian.

2. Kualitas pelayanan terhadap pembelian ulang melalui proses keputusan pembelian

Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh langsung terhadap pembelian ulang juga berpengaruh langsung terhadap proses keputusan pembelian. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap pembelian ulang melalui proses keputusan pembelian dapat diuji dengan dengan uji sobel sebagai berikut:

Hitung standard error dari koefisien indirect effect (Sx2y1) Sx2y1 = √ y12

sx22

+ x22

sy12

+ sx22

sy12

Di mana: x2 = 0,244 sx2 = 0,061 y1 = 0,185 sy1 = 0,060

Sx2y1 = √(0,185)2(0,061)2 + (0,244)2(0,060)2 + (0,061)2(0,060)2 Sx2y1 = 0,018843471

Berdasarkan hasil Sx2y1 ini, selanjutnya dapat menghitung nilai t statistik pengaruh mediasi dengan rumus sebagai berikut:

Perkalian koefisien (x2y1) = (0,244)(0,185) sebesar 0,04514 t = = = 4

Hasil perhitungan diperoleh nilai t-hitung sebesar 4 lebih besar dari t-tabel dengan tingkat signifikansi 0,05 yaitu sebesar 1,66055. Maka

dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh mediasi antara kualitas pelayanan terhadap pembelian ulang melalui proses keputusan pembelian.

3. Store atmosphere terhadap pembelian ulang melalui proses keputusan pembelian

Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa Store atmosphere berpengaruh langsung terhadap pembelian ulang dan juga berpengaruh langsung terhadap proses keputusan pembelian. Untuk mengetahui pengaruh Store atmosphere terhadap pembelian ulang melalui proses keputusan pembelian dapat diuji dengan dengan uji sobel sebagai berikut:

Hitung standard error dari koefisien indirect effect (Sx3y1) Sx3y1 = √ y12sx32 + x32sy12 + sx32sy12

Di mana: x3 = 0,064 sx3 = 0,025 y1 = 0,185 sy1 = 0,060

Sx3y1 = √(0,185)2(0,025)2 + (0,064)2(0,060)2 + (0,025)2(0,060)2 Sx3y1 = 0.0061956598

Berdasarkan hasil Sx3y1 ini, selanjutnya dapat menghitung nilai t statistik pengaruh mediasi dengan rumus sebagai berikut:

Perkalian koefisien (x3y1) = (0,064)(0,185) sebesar 0,01184.

t = = = 2,56

Hasil perhitungan diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,56 lebih besar dari t-tabel dengan tingkat signifikansi 0,05 yaitu sebesar 1,66055. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh mediasi antara store atmosphere terhadap pembelian ulang melalui proses keputusan pembelian.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan dari data tentang penilaian responden tentang pengaruh gaya hidup, kulaitas pelayanan, dan store atmosphere terhadap keputusan pembelian dan dampaknya terhadap pembelian ulang studi kasus pada konsumen Sahabat Kopi di wilayah Ciputat, maka dapat ditarik kesimpulan, yaitu:

1. Gaya hidup berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian (studi kasus Sahabat Kopi di wilayah Ciputat).

2. Kualitas pelayanan berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian (studi kasus Sahabat Kopi di wilayah Ciputat).

3. Store atmosphere berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian (studi kasus Sahabat Kopi di wilayah Ciputat).

4. Gaya hidup, kualitas pelayanan, store atmospehere berpengaruh terhadap keputusan pembelian secara simultan (studi kasus Sahabat Kopi di wilayah Ciputat).

5. Gaya hidup berpengaruh langsung terhadap pembelian ulang (studi kasus Sahabat Kopi di wilayah Ciputat).

6. Kualitas pelayanan berpengaruh langsung terhadap pembelian ulang (studi kasus Sahabat Kopi di wilayah Ciputat).

7. Store atmosphere berpengaruh langsung terhadap pembelian ulang (studi kasus Sahabat Kopi di wilayah Ciputat).

8. Keputusan pembelian berpengaruh langsung terhadap pembelian ulang (studi kasus Sahabat Kopi di wilayah Ciputat).

9. Gaya hidup, kualitas pelayanan, store atmospehere dan keputusan pembelian berpengaruh terhadap pembelian ulang secara simultan (studi kasus Sahabat Kopi di wilayah Ciputat).

10. Gaya hidup berpengaruh terhadap pembelian ulang melalui proses keputusan pembelian (studi kasus Sahabat Kopi di wilayah Ciputat).

11. Kualitas Pelayanan berpengaruh terhadap pembelian ulang melalui proses keputusan pembelian (studi kasus Sahabat Kopi di wilayah Ciputat).

12. Store atmosphere berpengaruh terhadap pembelian ulang melalui proses keputusan pembelian (studi kasus Sahabat Kopi di wilayah Ciputat).

B. SARAN

Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan diatas, maka ada beberapa saran sebagai berikut:

1. Untuk Perusahaan a. Gaya hidup

Peningkatan yang berkelanjutan untuk gaya hidup karena masih adanya responden yang menjawab netral dan tidak setuju dengan nilai tertinggi terdapat di pertanyaan: saya sering berkunjung kedai Sahabat Kopi untuk bersantai dan menghabiskan waktu luang saya. Dan peningkatan yang dilakukan adalah pihak Sahabat Kopi harus menyiapkan tempat yang membuat konsumen nyaman dalam menghabiskan waktu luangnya.

b. Kualitas Pelayanan

Kualitas pelayanan telah diterapkan dengan baik oleh pihak Sahabat Kopi tetapi yang perlu kita lihat dari jawaban responden ada beberapa faktor yang harus ditingkatkan karena beberapa responden menjawab netral dan tidak setuju dalam pertanyaan: kedai Sahabat Kopi menggunakan peralatan yang terlihat canggih, modern dan perhatian kepada pelanggan.

Dan peningkatan yang dilakukan adalah pihak Sahabat Kopi melakukan perlengkapan dalam teknologi pendukung seperti penyediaan Wifi dan lebih memperhatikan konsumen agar konsumen merasa lebih diperhatikan dalam pelayanan.

c. Store Atmosphere

Store atmosphere merupakan satu hal yang sangat penting bagi perusahaan yang membuat para konsumen perusahan betah berlama-lama untuk menikmati sajian yang di berikan oleh perusahaan. Dan dapat dilihat dari responden yang menjawab netral dan tidak setuju dalam peratanyan:

1) Pintu masuk kedai Sahabat Kopi memudahkan anda masuk dan keluar Sahabat Kopi 2) Efek Penerangan di kedai Sahabat Kopi menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen 3) Atap, dinding dan lantai didalam kedai Sahabat Kopi membuat para konsumen nyaman 4) Warna kedai Sahabat Kopi sesuai dengan ciri khas kedai kopi 5) Penempatan pecahayaan yang baik di kedai Sahabat Kopi membantu konsumen dalam penglihatan 6) Jarak antara meja di kedai Sahabat Kopi memudahkan konsumen berlalu

lalang 7) Area pelanggan Sahabat Kopi sangat nyaman. Dan peningkatakn yang dilakukan adalah 1) Akses keluar masuk Sahabat Kopi hendaklah dibuat lebih mudah agra konsumen dapat kluar masuk dengan mudah 2) pemberian cahaya yang menarik seperti lampu yang bervariasi 3) membuat variasi dalam atap, dinding dan lantai agar konsumen tertarik dan nyaman 4) Sahabat Kopi harus menerapkan warna yang lebih sesuai 5) pihak Sahabat Kopi harus meningkatkan pencahayaan agar konsumen dapat melakukan aktifitas dengan baik 6) pemeberian jarak anatar meja hendaklah lebih diberikan jarak agar konsumen mudah berlalu lalang 7) Pihak Sahabat Kopi harus menyediakan area yang lebih nyaman lagi untuk konsumen.

d. Keputusan Pembelian

Keputusan pembelian merupakan hal yang dilakukan oleh konsumen untuk memutuskan membeli ditempat tersebut. Hal tersebut menjadi sangat penting yang harus di perhatikan oleh pihak Sahabat Kopi.

Dan dapat dilihat dari responden yang menjawab netral dan tidak setuju dalam peratanyan: saya mencari informasi tentang kedai Sahabat Kopi sebelum memutuskan untuk berkunjung kesana. Dan peningkatan yang harus dilakukan pihak Sahabat Kopi adalah informasi yang di berikan atau di sebarkan Sahabat Kopi hendaklah jelas dan akurat agar konsumen dapat informasi Sahabat Kopi dengan baik.

Dokumen terkait