• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Tinggi

Dalam dokumen Lampiran 1. Jadwal Penyusunan Skripsi (Halaman 91-95)

Sand ra Maria Corneles 1, Fredrika N. Losu 2 1,2,.Jur usan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Manado

ABSTRAK

Latar Belakang : Angka Kematian Ibu di Indonesia relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara- negara di Asia Tenggara. Penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan, eklampsi, partus lama, komplikasi abortus dan infeksi.Dari survey awal yang dilakukan pada bulan Februari 2013 terdapat 50 ibu hamil dan 14 diantaranya termasuk dalam kategori kehamilan risiko tinggi. Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang memiliki risiko yang lebih besar dari biasanya, baik bagi ibu maupun bayinya, yang akan menyebabkan terjadinya penyakit atau kemati an sebelum maupun

sesudah persalinan.

Tujuan : penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Tinggi Di Puskesmas Pap usungan Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung.

Metode : yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectionalyaitu untuk memperolehHubungan Tingkat Pendidikan Deng an Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Ris iko Tinggi Di Puskesmas Papusungan Kecama tan Lembeh Selatan Kota Bitung. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 ibu hamil.Analisa data menggunakan distribusi frekwensi dan uji Chi Square.

Hasil : analisis uji ChiSquareantara hubungantingkat pendidikan dengan pe ngetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi di Puskesmas papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitungdidapatkan hasilx² hitun g sebesar 83.801 dan x² tabel sebesar 3.84 de ngan nilai p = 0.00.

Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi di Puskesmas Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan K ota Bitung

Kata Kunci : Pendidikan, Pen getahuan, Kehamilan risiko tinggi

PENDAHULUAN

Menurut UU RI No.2 3 Tahun 2003

digunakan sebagai ala t penyesuaian diri Tingkat pendidikan seseo rang dapat

bagi diri sendiri maup un lingkungannya.

mendukung atau mempeng aruhi tingkat

(1)

pengetahuan yaitu sem akin tinggi

Kehamilan Risiko Tinggi adalah pendidikan maka sema kin tinggi

kehamilan yang mem iliki risiko lebih pengetahuan seseorang karen a pendidikan

besar dari biasanya, baik bagi ibu maupun yang tinggi mempermudah ibu menerima

bayinya, yang aka n menyebabkan informasi baru sehingga tida k akan acuh

terjadinya penyakit atau kematian sebelum terhadap informasi kesehatan sedangkan

maupun sesudah persalinan. (2)

semakin rendah pendidikan maka Penyebab tidak langsung kematian pengetahuan pun sangat terb atas sehingga

ibuyaitu rendahnya tingkat pendidikan ibu, acuh terhadap program kes ehatan yang

keadaan sosial ekono mi yang rendah, ada. Pengetahuan merupakan sekumpulan

sosial budaya yang tidak mendukung,

Volume 3 Nomor 2. Juli – De sember 2015

Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

akses ibu yang tinggal dipedesaan diperlukan peran serta masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan. terutama ibu-ibu ham il untuk memiliki Penyebab langsung kematia n ibu adalah pengetahuan tentang kehamilan risiko perdarahan, eklampsi partuslama, tinggi sehingga ibu mam pu mengenali atau komplikasi abortus dan infek si. Penyebab mengetahui secara dini bahaya kehamilan tidak langsung kematian ib u antara lain risiko tinggi, dengan demikian bila ada kurang energi kronis ( KEK) pada kelainan atau kompl ikasi akan dapat kehamilan 37%, dan a nemi dalam segera terdeteksi.

(5)

kehamilan 40%.

(3)

Dari survei awal yan g dilakukan pada Berbagai upaya untuk menur unkan angka bulan Februari 201 3 di Puskesmas kematian ibu sudah dimulai sejak akhir Papusungan Kecamata n Lembeh Selatan tahun delapan puluhan dengan program Kota Bitung.terdapat 5 0 ibu hamil dan 15 safe motherhood initiative ya ng mendapat (30,3%) diantaranya termasuk dalam perhatian besar dan dukkungan dari kategori kehamilan risik o tinggi.

berbagai pihak baik dalam maupun luar METODE negeri. Pada tahun 2000 dicanangkan

Dalam penelitian ini me nggunakan metode upaya menurunkan kematian ibu melalui penelitian deskriptif analitik dengan Making Pregnancy Safer (MPS), salah rancangan cross s ectional. Sampel satunya dengan meningkatka n surveilans, penelitian ini ibu hamil yang ada di pembiayaan, monitoring daan informasi puskesmas

Papusungan Kecamatan kesehatan ibu dan anak.

(3)

Lembeh Kota Bitung yang merupakan Profil Dinas Kesehatan Kota Bitung

seluruhan populasi yaitu 50 responden.

menunjukkan di Propinsi Su lawesi Utara

Data diperoleh langsu ng dari penelitian pada tahun 2010 kematian i bu berjumlah melalui kuesioner langsung pada 50 ibu dan tahun 2011 berjumlah 71 ibu.

responden dan data dok umentasi yang ada Di Kota Bitung tahun 2011 terdapat 2

di profil Puskesmas. Analisis data yang kematian ibu sedangkan pad a tahun 2012 digunakan adalah uni variate dilakukan berjumlah 5 orang.

secara deskriptif den gan menggunakan Bidan sebagai tenaga kesehatan harus ikut

tabel distribusi frekw ensi tiap variabel mendukung upaya penur unan angka

yang digunakan dala m penelitian baik kematian ibu. Peran bidan dimasyarakat variabel dependen maupun variabel sebagai bidan terlatih d alam sistem independen dan A nalisa Bivariate kesehatan nasional salah satunya adalah

dilakukan untuk melih at hubungan dari meningkatkan Komunikasi Informasi dan tiap-tiap variabel indep enden yaitu tingkat Edukasi (KIE) dan menetapkan pendidikan ibu hamil dan pengetahuan keikutsertaan masyarakat dalam berbagai

tentang kehamilan resiko tinggi dengan kegiatan untuk mempercepa t penurunan menggunakan uji statistik Chi-Square dan angka kematian ibu.

(4)

mengunakan program SPSS versi 18.

Selain faktor-faktor tersebut diatas HASIL

faktor dominan yang m empengaruhi

Volume 3 Nomor 2. Juli – De sember 2015

52

Jurnal Ilmiah Bidan

ibu hamil yang ada di Pus kesmas Pintu

Kota Kecamatan lembeh Utara

Kota

Bitung. Distribusi

umur resp onden terdiri

dari umur <20 tahun sebany ak 8 (16%), umur 20-35 tahun sebanyak 36 (72%) dan umur >35 tahun sebanya k 6 (12%).

Distribusi pendidikan resp onden

terdiri

dari pendidikan rendah s ebanyak 35 (72%), pendidikan menengah sebanyak 12 (24%) dan pendidikan tinggi sebanyak 2

ISSN : 2339-1731

(4%). Distribusi parita s responden terdiri

dari paritas 0 sebanyak 26 (52%), paritas

1-2 sebanyak 19 (38 %) dan paritas ≥3

sebanyak 5 (10%). Distribusi tingkat

pengetahuan responden terdiri dari tingkat

pengetahuan baik sebanyak 13 (26%),

tingkat pengetahuan c ukup sebanyak 27

(54%) dan tingkat pe ngetahuan kurang

sebanyak 10 (20%).

Dalam dokumen Lampiran 1. Jadwal Penyusunan Skripsi (Halaman 91-95)