• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDE BESAR (50’) Persiapan

Pada sesi ini peserta akan diajak melakukan diskusi kelompok dan diskusi kelas.

Persiapkan untuk membagi kelas menjadi 3 kelompok. Setiap anggota pada masing-masing kelompok akan diberikan 1 lembar cerita (Salah satu dari 3 Ide Besar). Oleh karenanya, untuk total peserta 15 orang, siapkan 15 lembar cerita dengan komposisi 5 lembar untuk masing-masing cerita).

Pelaksanan:

Bagi kelas ke dalam 3 kelompok besar lalu berikan penugasan. (15 menit)

Bapak/Ibu, kita akan membagi kelas menjadi 3 kelompok besar. Silakan ucapkan 1, 2, dan 3 secara bergiliran (Pastikan semua peserta memiliki nomor).

Baiklah sekarang silakan berkumpul bersama kelompoknya masing-masing:

Kelompok 1, 2, dan 3. Setelah berkumpul saya akan membagikan 3 lembar cerita yang berbeda untuk setiap kelompok.

Kelompok 1: Cerita Bu Nona Kelompok 2: Cerita Bu Ita Kelompok 3: Cerita Pak Winson

Setiap orang dipersilakan membaca lembar ceritanya. Setelahnya silakan diskusikan bersama kelompok masing-masing kesimpulan atau pelajaran yang didapatkan dari cerita tersebut! Waktu membaca dan berdiskusi adalah 15 menit.

Ingatkan sisa waktu diskusi pada 3 menit terakhir. Setelah 15 menit, minta setiap kelompok untuk menghentikan diskusi kelompoknya dan beralih ke diskusi kelas.

(15-20 menit)

Bapak/Ibu, waktu diskusi kelompok sudah berakhir. Sekarang mari kita bagikan hasil diskusi di kelompok kita masing-masing. Saya persilakan beberapa orang

perwakilan dari setiap kelompok untuk menyampaikan cerita yang dibacanya dan memberikan kesimpulan atau pelajaran dari cerita tersebut. Kita mulai dari kelompok 1, 2, dan 3. (Durasi waktu maksimal berbagi untuk setiap kelompok adalah 5 sampai 7 menit)

Setelah semua kelompok membagikan cerita dan pelajaran yang didapatkannya, pengajar praktik menyimpulkan dan mengkonfirmasi hasil diskusi kelas mengenai 3 Ide Besar dan arti pentingnya bagi peningkatan kualitas belajar murid. (10 menit)

Bapak/Ibu, apa yang sudah kita diskusikan adalah implementasi dari 3 Ide Besar untuk mengoptimalkan dampak dari peningkatan kompetensi guru, yakni: Fokus pada pembelajaran, membudayakan kolaborasi dan tanggung jawab kolektif, dan berorientasi pada hasil belajar murid.

Cerita Bu Nona berisi tentang implementasi “Fokus pada pembelajaran”

Cerita Bu Ita berisi tentang implementasi “Membudayakan kolaborasi dan tanggung jawab kolektif”

Cerita Pak Winson berisi tentang implementasi “Berorientasi pada hasil belajar murid”

[Tayangkan slide 17]

Mari kita simpulkan.

Ide pertama:FOKUS PADA PEMBELAJARAN. Jadi, perhatian utama guru di dalam komunitas adalah proses belajar. Baik proses belajar murid maupun proses belajarnya sendiri. Sehingga segala daya upaya perlu diarahkan untuk melakukanproses belajar secara berkelanjutan.

Ide kedua: MEMBUDAYAKAN KOLABORASI DAN TANGGUNG JAWAB KOLEKTIF.

Tentu, guru tidak bisa mendidik seorang diri. Sehingga setiap guru di satu kelas dan sekolah harussaling berkolaborasi dan memiliki tanggung jawab bersama

terhadap murid-muridnya.

Ide ketiga:BERORIENTASI PADA HASIL BELAJAR MURID.Bapak-ibu, muara akhir peningkatan kapasitas guru di dalam komunitas adalah memberikan dampak positif terhadap murid. Sehingga guru perlu secara konsisten meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar muridnya.

[Tayangkan slide 18]

Implementasi 3 Ide Besar akan mengoptimalkan dampak peningkatan kompetensi guru dari komunitas praktisi terhadap murid.

Lebih jauh, 3 Ide Besar ini perlu dihidupkan di dalam Komunitas Belajar di Satuan Pendidikan.

Komunitas Belajar di Satuan Pendidikan adalah kolaborasi guru di level satuan pendidikan yang sedang didorong oleh pemerintah melalui Implementasi Kurikulum Merdeka.

Harapannya, Bapak/Ibu dapat mengupayakan pengembangan Komunitas Praktisi untuk meningkatkan kompetensi diri dan ikut mendorong Komunitas Belajar di Satuan Pendidikan masing-masing untuk mengoptimalkan dampak positif terhadap murid. Hal ini tentu dapat mendukung tercapainya tujuan satuan pendidikan untuk memastikan setiap murid terlibat dalam proses pembelajaran yang berkualitas.

Sekarang silakan refleksikan. Setelah Bapak Ibu mempelajari komunitas praktisi dan 3 ide besar, "Bagaimana cara agar kegiatan-kegiatan komunitas praktisi di satuan pendidikan Anda berdampak pada peningkatan proses dan hasil belajar murid?"

● Berikan waktu sebentar kepada peserta untuk berpikir lalu persilakan beberapa orang untuk membagikan jawaban atau refleksinya. (5 menit)

● Tutup sesi dengan mengajak peserta untuk melakukan langkah nyata dari hasil refleksi yang telah dilakukan.

PENUTUPAN DURASI: 30 MENIT TUJUAN SESI

Calon Guru Penggerak dapat mengingat kembali materi yang diajarkan

Calon Guru Penggerak dapat mengevaluasi hasil belajar dan kegiatan lokakarya yang berlangsung

Calon Guru Penggerak dapat mengetahui tugas yang perlu dilakukan untuk lokakarya selanjutnya

PERLENGKAPAN YANG DIBUTUHKAN:

Laptop

Proyektor

Layar

Pointer

Alat tulis

Kamera

BENANG MERAH (10’) Persiapan:

Siapkan pulpen

Pelaksanaan:

Ajak peserta mengingat kembali materi yang telah dipelajari selama lokakarya pertama ini. Dengan semangat, berikan pertanyaan-pertanyaan pemantik untuk peserta mengingat materi.

Bapak/Ibu, kita telah tiba di penghujung lokakarya ini. Mari kita mengingat kembali materi yang telah kita pelajari. Apakah siap Bapak/Ibu? Kita mulai!

[Tayangkan slide 16]

Tanyakan kepada peserta:

Apa pentingnya kita perlu komunitas praktisi?

Apa artinya komunitas praktisi?

Apa saja peranan kita sebagai guru penggerak di komunitas praktisi?

Apa saja tahapan dalam menggerakkan komunitas praktisi?

Beritahukan kepada peserta bahwa kegiatan lokakarya ini serta sharing yang dilakukan di grup facebook, grup whatsapp, juga merupakan komunitas praktisi.

Bapak/Ibu, saya juga ingin memberitahukan bahwa lokakarya ini serta grup Facebook antar guru, atau grup WhatsApp merupakan komunitas praktisi yang telah kita pelajari hari ini. Karena komunitas praktisi memang digunakan untuk mengembangkan kompetensi Bapak/Ibu guru, maka manfaatkanlah media tersebut serta lokakarya ke depannya untuk mengembangkan kompetensi Bapak/Ibu.

Apresiasi peserta karena telah mempelajari materi di lokakarya pertama ini.

Luar biasa, Bapak/Ibu! Karena Bapak/Ibu sudah sangat keren dalam mempelajari materi di lokakarya ini. Berikan tepuk tangan kepada diri Bapak/Ibu yang telah berusaha mempelajari materi. Kita mulai!

REFLEKSI HASIL BELAJAR (15’) Pelaksanaan:

Pimpin refleksi hasil belajar dan membahas hal yang telah dipelajari dan hal yang ingin ditingkatkan dari diri.

Ada pepatah yang mengatakan ‘guru terbaik adalah pengalaman’, namun kita tidak akan belajar dari pengalaman jika pengalaman tersebut tidak dimaknai.

Oleh karena itu, mari kita memaknai pembelajaran 1 hari ini. Silakan Bapak/Ibu dan berdiri membuat lingkaran (jika dimungkinkan)

Silakan dipikirkan 1 kalimat untuk menjelaskan hal yang telah Bapak/Ibu pelajari hari ini. Sudah dipikirkan? Mulai dari saya, kemudian dilanjutkan ke orang sebelah kanan saya, dan seterusnya hingga kembali ke saya.

(proses refleksi)

Silakan dipikirkan 1 kalimat untuk menjelaskan hal yang ingin Bapak/Ibu tingkatkan sebagai calon guru penggerak. Sudah dipikirkan? Mulai dari saya, kemudian dilanjutkan ke orang sebelah kiri saya, dan seterusnya hingga kembali ke saya.

(proses refleksi)

Terimakasih telah melakukan refleksi, boleh tepuk tangan kepada Bapak/Ibu.

PENUTUPAN DAN FOTO BERSAMA (5’) Persiapan:

Siapkan kamera

Pelaksanaan:

Berikan ucapan penutupan dan minta peserta foto bersama untuk dokumentasi lokakarya pertama.

Dengan ini, saya menyatakan lokakarya pertama selesai! Terimakasih atas partisipasi dan keaktifan Bapak/Ibu selama proses lokakarya ini. Di zaman sekarang ini, tidak lengkap sebuah kegiatan jika tidak ada foto bersama. Mari kita foto bersama.

Pengajar praktik mengarahkan posisi Bapak/Ibu guru untuk foto bersama.

Selesai foto bersama, pengajar praktik mempersilakan Bapak/Ibu guru untuk meninggalkan lokasi. Lokakarya pertama selesai.

Dokumen terkait