• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS LINGKUNGAN

4.2 Identifikasi Isu-isu Penting

Dalam menyusun peran Universitas Andalas untuk masa yang akan datang, bentuk kongkrit program dan kegiatan haruslah mampu merespon issue-issue penting yang terjadi. Issue-issue tersebut harus dapat dijawab dengan baik dan terangkai secara logis agar mampu menhasilkan solusi yang berjalan efektif dan efisien. Hal tersebut dapat berupa ditemukannya kekurangan dalam berbagai aspek internal, kekuatan yang berpotensi didayagunakan, peluang yang dapat ditangkap serta ancaman dari lingkungan eksternal (SWOT analisis).

4.2.1Isu Eksternal

a. Perkembangan Revolusi Industri 4.0. Pengaruh revolusi industri 4.0 ini akan membuat terjadinya perubahan dalam tuntutan pemangku kepentingan Unand, terkait dengan kompetensi lulusan yang dibutuhkan serta bentuk- bentuk tatakelola dan layanan yang diharapkan dari suatu Perguruan Tinggi.

b. Kebijakan Pemerintah atas Pelaksanakan Kelas Daring dan pembelajaran jarak jauh. Perguruan tinggi yang agresif akan cepat mengambil peluang ini dengan menyiapkan infrastruktur, program serta SDM nya. Secara tak langsung kesiapan tersebut akan mempengaruhi minat calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi.

c. Trend industri kreatif dan pariwisata. Sejalan dengan perkembangan teknologi dan innovasi dalam proses pembuatan hingga distribusi barang,

_______________________________________________________________________________________________

Renstra Bisnis Universitas Andalas 2020-2024 78

industri kreatif dan pariwisata berkembang pesat. Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang relevan akan sangat dibutuhkan. Ini perlu disikapi oleh perguruan tinggi.

d. Berkembangnya sistem perbankan dan ekonomi islam. Trend kesadaran atas produk halal berjalan seiring dengan potensi perkembangan sistem perbankan dan financing sesuai prinsip syariah. Lapangan ini akan membutuhkan sumber daya manusia yang dapat memiliki kompetensi dalam bidang ekonomi dan perbankan syariah.

e. Kebjikan riset strategis. Pemerintah menyadari pentingnya peran riset dan pengembangan pada bidang-bidang strategis. Lembaga pendidikan tinggi yang memiliki sumberdaya peneliti yang berkualitas diharapkan akan mengambil peran utama dalam riset strategis tersebut. Program BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), telah menghendaki perlunya kerjasama institusi dan perguruan tinggi, untuk menghasilkan keatifitas dan inovasi.

f. Terbatasnya alokasi dana dari pemerintah. Alokasi dana pemerintah secara agregat cukup besar, namun biaya itu meliputi pembiayaan seluruh jenis pendidikan, pelatihan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, sekolah kedinasan serta diklat-diklat yang ada di kementerian dan lembaga.

Dampaknya alokasi dana untuk perguruan tinggi menjadi sulit untuk ditingkatkan. Hal ini berpotensi menjadi masalah dalam pelaksanaan program akselerasi pengembangan di perguruan tinggi.

g. Daya serab lulusan. Hal ini menjadi issue hangat, di mana banyak lulusan perguruan tinggi yang menjadi pengangguran atau pengangguran yang tidak kentara. Di lain pihak pertumbuhan lapangan kerja untuk lulusan perguruan tinggi sangat rendah. Lembaga pendidikan tinggi harus menyikapi ini untuk secara dinamis berusaha menyesuaikan kurikulum dan pembelajaran yang mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi dan karakter yang relevan.

h. Kesenjangan Perkembangan Teknoware dengan human ware. Pekembangan teknologi di era ini menghasilkan perubahan dalam pola komunikasi, pola interaksi antar manusia. Ada potensi berkurangnya interaksi sosial, dan manusia menjadi ego sentris dan asosial. Perkembangan ini menimbulkan adanya gap atau kesenjangan antara tekonoware dan humanware. Perguruan

_______________________________________________________________________________________________

Renstra Bisnis Universitas Andalas 2020-2024 79

tingg harus memiliki respon yang sistematis agar peran individu dan masyarakat tetap bermartabat

4.2.2 Isu Internal

a. Kurikulum. Kurikulum program studi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses dan penilaian untuk terselenggaranya proses belajar mengajar di program studi, dan merupakan isue terpenting yang perlu disiapkan dengan baik agar tercapainya tujuan dan sasaran pendidikan. Bahan ajar harus mampu mengantarkan prodi menghasilkan profil lulusan yang diharapkan dan mereka memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Berubahnya lingkungan eksternal, kurikulum turut berobah sesuai dinamika kebutuhan pekerjaan. Penyesuaian kurikulum tiap prodi dengan kebutuhan dunia kerja harus selalu direvisi secara berkala, dan disesuaikan dengan kemajuan IPTEK.

b. Pembelajaran. Proses pembelajaran yang tradisional bertumpu pada Dosen (Teacher-Center Learning) sudah bergeser menjadi Student Center Learning, dengan berbagai varian metoda pembelajaran (Problem Based Learning, Cooperative learning). Metoda dan proses pembelajaran menentukan keberhasilan tercapainya proses transfer pengetahuan dan keterampilan (softskill). Dewasa ini, dengan Teknologi Industri, telah memudahkan mahasiswa untu mengakses informasi, data yang memberikan dampak pada proses pembelajaran, termasuk metoda pembelajaran, misalnya program SPADA, e-learning, Web base learning dan examination. Kondisi ini menuntut Dosen harus menyiapkan bahan ajar, sistim/ cara pembelajaran serta evaluasi yang harus sesuai dengan ketersediaan teknologi. Sarana dan prasarana untuk implementasi proses pembelajaran perlu dipenuhi dengan baik.

c. Roadmap dan Budaya Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat lintas disiplin. Peta jalan riset dan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang masih

‘stand alone’ dan pola ‘hit and run’. Peta jalan riset diarahkan untuk menghasilkan inovasi dan produk kreatifitas, memberikan nilai tambah baik secara ekonomi dan mampu menyelesaikan sebagain problem di masyarakat.

Pada akhirnya, nilai tambah produk dan teknologi tersebut dapat memberikan kontribusi income/RGA bagi Unand (Revenue generating activity). Program

_______________________________________________________________________________________________

Renstra Bisnis Universitas Andalas 2020-2024 80

riset dan kegiatan pengabdian di masyarakat dilaksanakan dengan pola berkesinambungan.

d. Optimalisasi Asset. Unand memiliki asset yang luar biasa dilahan 500 Ha, pemanfaatannya selain untuk Tridharma PT, ada peluang untuk berkreasi dan berinovasi dalam pemanfaatannya. Kegiatan akademik dan non-akademik yang memberikan nilai tambah dan atau hilirisasi hasil penelitian bersama stakeholder, masyarakat industry dan pemerintah, akan memberikan peluang untuk optimalisasi pemanfaatannya, sehingga terbuka peluang RGA.

e. Sistem informasi terintegrasi. Sistim ICT Unand diharapkan mampu menjadi instrument yang andal untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas tatakelola PT, mulai dari perencanaan, operasional, evaluasi program, pengelolaan administrasi dan keuangan, asset dan SDM, termasuk jaringan komunikasi bagi pimpinan, dosen, tendik dan mahasiswa. Repositori dan karya ilmiah terarsipkan dan terkelola secara baik. ICT diharapkan menjadi jejaring data dan komunikasi bagi civitas akademika, kegiatan PBM dan menghubungkan seluruh stakeholders/mitra yang link dengan Unand.

f. Budaya penelitian di Universitas Andalas selama terfokus pada karya individu, dan belum terkonsolidasi secara optimal. Dampaknya target untuk menjadi institusi yang terkemuka dalam penelitian masih belum efektif tercapai;

g. Model Pembelajaran. Isu ini sejalan dengan isu kompetensi lulusan. Untuk menghasilkan lulusan yang cerdas dan berdaya saing, maka model pembelajaran yang selama ini diterapkan di Unand perlu disesuaikan dengan target kompetensi yang lebih luas;

h. Peralatan Laboratorium. Meski bukan merupakan faktor penentu utama, ketersediaan peralatan laboratorium punya pengaruh terhadap kuantitas dan kualitas penelitian yang dihasilkan. Dalam kenyataannya, kerusakan berbagai peralatan laboratorium pasca gempa di Padang masih belum dapat digantikan sampai dengan tahun 2013;

i. Pengelolaan laboratorium. Di samping aspek peralatan laboratorium, pengelolaan laboratorium juga belum tertata dan terkoordinasi dengan baik.

Hal juga berkontribusi pada kurang produktifnya laboratorium – laboratorium dalam menghasilkan penelitian lintas jurusan;

_______________________________________________________________________________________________

Renstra Bisnis Universitas Andalas 2020-2024 81

j. Fasilitas pendukung. Isu ini terkait dengan kurang baiknya pengelolaan fasilitas pendukung kehidupan kampus, antara lain: tata kelola dan instalasi listrik dan air bersih belum efektif dan efisien, terbatasnya fasilitas umum kampus (ruang interaksi, taman, kantin dan parkir) yang sudah tidak seimbang dengan peningkatan populasi civitas akademika FT Unand;

k. Kurangnya Koleksi Ruang Baca dan Literatur. Untuk menjadi institusi yang terkemuka kecukupan dan kelengkapan ruang baca dengan segala koleksinya sangat menentukan. Hanya saja koleksi yang dimiliki ruang baca di Unand masih sangat minim untuk mendukung berbagai proses pembelajaran dan penelitian. Hal ini perlu menjadi perhatian di masa yang akan datang;

l. Komposisi mahasiswa didominasi S1. Upaya pengembangan penelitian dan produk keilmuan lainnya sangat dipengaruhi oleh kuatnya program pasca sarjana, karena penelitian unggulan dosen dapat dilakukan dengan efektif melalui pelibatan mahasiswa pasca sarjana. Saat ini, jumlah mahasiswa pasca sarjana masih sangat sedikit, dan bahkan setengah program studi masih belum memiliki program studi pasca sarjana.