• Tidak ada hasil yang ditemukan

Iklim Kerja

Dalam dokumen pengaruh kepemimpinan kepala sekolah (Halaman 33-42)

F. Landasan Teori

4) Iklim Kerja

a. Pengertian Iklim Kerja

Membicarakan iklim kerja bagi guru-guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah dibebankan kepadanya berarti membicarakan tentang kondisi lingkungan sekolah sebagai organisasi pendidikan dimana guru melaksanakan tugasnya.Sekolah sebagai suatu organisasi formal merupakan wadah untuk bekerjasama dalam upaya melakukan pekerjaan berkaitan dengan aktivitas pendidikan.Menurut Henriegel dan Slocum, organisasi merupakan suatu

53Ibid.,

54T. Hani Handoko, Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia (Yogyakarta: BPFE Yogyakarta, 2001), 294.

wahana yang teratur dari sekelompok orang, masing-masing membawa maksud sendiri-sendiri dalam rangka mencapai tujuan tertentu.55

Selain itu, Hersey dan Blanchard berpendapat bahwa organisasi merupakan sistem sosial terdiri dari subsistem manusia, subsistem teknologi, dan subsistem administratif.56Subsistem yang paling penting dalam suatu organisasi adalah subsistem manusia.Hal ini disebabkan berhasil atau tidaknya organisasi itu mencapai tujuan dan mempertahankan eksistensinya lebih banyak ditentukan oleh faktor manusia.Oleh karena itu dalam melaksanakan aktivitasnya, manusia yang bekerja pada organisasi tersebut perlu disubtitusi dengan berbagai stimulus dan fasilitas yang dapat meningkatkan kebutuhan dan gairah kerjanya.

Hoy dan Miskel mengemukakan bahwa:

Terdapat tingkah laku didalam setiap organisasi mempunyai fungsi yang tidak sederhana, karena didalamnya terdapat sejumlah kebutuhan individu-individu dan tujuan-tujuan organisasi yang ingin dicapai bersama.Hubungan-hubungan antar unsur didalamnya sangatlah dinamis, mereka membawa kebiasaan-kebiasaan unik dari rumah masing-masing dengan segala simbol-simbol, nilai-nilai dan motivasi.57 Mengenai hakikat iklim kerja pada suatu organisasi, terdapat berbagai teori dan konsep dikemukakan oleh para pakar. Hoy dan Miskel berpendapat iklim kerja pada suatu organisasiadalah suatu ungkapan yang berkembang bahwa guru-guru dipersepsikan berasal dan lingkungan kerja yang yang bersifat umum, yang mana hal ini dikemukakan dari organisasi formal, organisasi informal dan partisipasi-partisipasi perorangan. Selanjutnya Hoy dan Miskel menguraikaniklim

55Hellriegel dan Slocum, Management (Massachusets: Addison Wesley Publishing Company, 1989), 5.

56Hersey dan Blanchard¸ Management of Organizational Behaviour Utilizing Human Resource (New Jersey: Prentice Hall Inc, 1989), 9.

57Hoy K. Wayne and Miskel, Educational Administration Theory Research, and Practice (New York: This Book Was Developed for Random House by Lane Akers, Inc, 1987), 216.

sekolah sebagai suatu hal bersumber dari lingkungan madrasah dan keberadaan individu-individu yang memiliki kepribadian masing-masing.58

Menurut Davis dan Newstrom dalam I Gusti Made menyatakan bahwa iklim kerja organisasi adalah lingkungan manusia tempat pegawai organisasi melakukan pekerjaan mereka.Iklim kerja organisasi adalah suasana di dalam organisasi yaitu perasaan dan dorongan hati orang-orang di dalamnya. Dalam pengertian ini iklim organisasi mengandung beberapa faktor yaitu gaya manajemen, motivasi pribadi, jenis pekerjaan, lingkungan kerja, keadilan organisasi yang dirasakan dan kelayakan bisnis. Pengaruh dari iklim organisasi atas perilaku individu merupakan fungsi dari faktor personil dan situasi secara simultan, lebih lanjut dikatakan bahwa ada beberapa dimensi organisasi yang memengaruhi iklim organisasi yaitu ukuran, sistem, kompleksitas, gaya kepemimpinan dan penetapan tujuan.59

John mengemukakan bahwa iklim organisasi ditentukan oleh hubungan sosial orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut, dan reward sistem yang digunakan untuk kebutuhan para pekerja. Pengertian hubungan sosial disini merupakan pengertian luas.Iamencakup komunikasi baik vertikal maupun horizontal, kerja sama diantara para pekerja, supervisi dari atasan, dukungan dari bawahan, dan kejelasan tugas yang diemban maisng-masing pekerja. Lebih lanjut Gary dan Jhons mengatakan iklim organisasi merupakan seperangkat karakteristik yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi lain, dan mempengaruhi perilaku orang-orang berbeda di dalam organisasi itu. Iklim merupakan produk akhir dan perilaku sekelompok orang berbeda dalam organisasi tersebut, meliputi

58Ibid., 225.

59I Gusti Made, Pengaruh Kompensasi, dan Kompetesi Profesional terhadap Produktivitas Kerja pada STIMK Dharma Putra”, Vol. 06, No. 1, Maret 20015, 65.

pimpinan puncak organisasi (top manager), middle manager, para supervisor, serta staf atau karyawan organisasi. Iklim organisasi ini pada akhhirnya akan mempengaruhi etos kerja dari setiap person didalam organisasi tersebut.60

Berdasarkan teori diatas, secara konseptual iklim kerja didefinisikan sebagai suasana dalam sekolah diciptakan oleh hubungan antar pribadi, baik hubungan antara atasan dan bawahan, maupun hubungan sesama tenaga pendidik, dan susasana yang terjadi sebagai akibat dari pengaruh sistem sekolah, serta lingkungan fisik sekolah tersebut. Pengukuran terhadap iklim kerja akan dilakukan melalui penilaian guru terhadap suasana tempat ia bekerja yang dilihat dan dirasakan.

b. Unsur-Unsur Iklim Kerja

Menurut Taguiri, iklim sebagai karakteristik keseluruhan dari lingkungan sekolah terbagi atas empat dimensi, yakni ekologi, miliu, sistem sosial dan budaya.61

1) Ekologi atau fisik

Ekologi atau fisik merujuk kepada aspek fisik dan material sebagai faktor sekolah (input), contohnya ukuran, umur, reka bentuk, kemudahan, kondisi bangunan, teknologi yang digunakan oleh anggota dalam organisasi, kursi, dan meja, papan tulis dan lain-lain. Unsur ini meliputi keberhasilan, keselamatan, penggunaan sumber daya secara hemat dan efisien, kenyamanan, serta keindahan.Keberhasilan mencakaup keberhasilan kelas, keberhasilan lingkungan sekolah, keberhasilan bangunan, dan keberhasilan dalam berpakaian.Sekolah juga

60Gary Johns, Organizational Behaviour: Understanding Life at Work (Dallas: Scott, 1988), 130.

61Supardi, Kinerja Guru (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2016), 130.

memiliki kepedulian.Sekolah berusaha mengurangi kebisingan yang diakibatkan oleh lingkungan maupun dari dalam sekolah.

Budaya keindahan perlu ditanamkan kepada semua warga sekolah seperti, penanaman pohon pelindung maupun tanaman hias di sekolah.Dinding sekolah dan ruangan kelas diberi gambar-gambarpahlawan atau bahan pelajaran serta kata-kata mutiara atau kata-kata penuh kebijaksanaan agar mendukung pembelajaran.

2) Miliu atau aspek sosial

Miliu merujuk pada dimensi sosial dalam organisasi contohnya apa dan siapa mereka dalam organisasi sekolah yaitu dari segi bangsa, etnis, gaji guru, sosio-ekonomi peserta didik dan tingkat pendidikan guru.

Dari aspek sosial perlu dibudayakan saling menghormati, rasa tanggung jawab, kerja sama, kebersamaan, kebangsaan, kebersamaan serta keadilan. Saling menghormati dapat ditanamkan dengan saling memberisalam, mengucapkan terima kasih, saling memberi maaf, senantiasa menghargai pendapat orang lain serta kepatuhan terhadap tata tertib dan disiplin sekolah.

3) Sistem sosial dalam organisasi

Sistem sosial dalam organisasi merujuk pada aspek struktur administrasi bagaimana cara membuat keputusan, pola komunikasi dikalangan anggota organisasi.Struktur administrasi berkaitan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab pekerjaan.Pembagian tugas mengajar dan tugas tambahan lainya dikalangan guru. Pengambilan keputusan di sekolah dilakukan dengan terlebih dahulu meminta pendapat guru dan tenaga kependidikan. Keterlibatan guru dan tenaga

kependidikan diperlukan karena guru dan tenaga kependidikan ikut bertanggung jawab dalam pelaksanaan terhadap keputusan kepala sekolah yang diambil.

Pola komunikasi sekolah yang dikembangkan disekolah adalah komunikasi langsung dua arah secara lisan, tertulis, maupun bermedia.Komunikasi yang dikembangkan adalah dengan menghilangkan hambatan-hambatan dalam komunikasi seperti hambatan budaya, hambatan jabatan dan hambatan lainya.

4) Budaya sekolah

Budaya sekolah merujuk kepada nilai, sistem kepercayaan, norma dan cara berpikir anggota dalam organisasi serta budaya ilmu.Nilai-nilai yang dikembangkan moral dan semangat untuk belajar dan terus belajar dikalangan peserta didik.Pembelajaran yang turut dikembangkan adalah pembelajaran yang merangsang berpikir aktif, kreatif dan inovatif serta positif. Dikalangan kepala sekolah, guru, terutama nilai moral dan semangat dalam bekerja untuk menghasilkan dan memberikan layanan yang terbaik. Nilai lain yang dikembangkan adalah berkaitan dengan pembelajaran dan penegakan norma kesusilaan, kesopanan, moral dan agama.

Budaya ilmu menjadi nilai yang harus tertanam dalam setiap warga sekolah.Budaya ilmu diartikan sebagai suatu budaya yang meletakkan nilai tertinggi dan asas kepada pengetahuan sebagai kunci segala kebaikan dan keutamaan lainnya yang dicari dan dikembangakan pada setiap masa dan tempat.

c. Karakteristik Iklim Kerja

Menurut depdiknas tahun 2000 dalam librawati dkk, iklim kerja sekolah dapat diukur melalui karakteristik sebagai berikut:62

1) Persepsi guru terhadap lingkungan fisik sekolah

Lingkungan fisik sekolah yang terdiri dari, lingkungan yang nyaman, aman bersih, sehat, tertib, rindang, sejuk, dan indah.

2) Persepsi guru terhadap perilaku kepala sekolah

Persepsi tersebut yang terdiri dari, hasil kerja personal sekolah, kejauhan, pertimbangan, dan dorongan.

3) Persepsi guru terhadap perilaku guru itu sendiri

Persepsi-persepsi itu meliputi dari hambatan dalam tugas, keterbatasan, keakraban, dan semangat kerja.

Bakat kreatif guru akan berkembang jika ada dukungan dari lingkungan, sebaliknya bakat guru akan terhambat jika iklim sekolah tidak menunjang.

Suasana yang diharapkan dapat mendorong kreativitas disarankan oleh Gary K.

Himes dalam Dale Timpe, antara lain:63

1) Hubungan yang baik antara atasan-bawahan

Hubungan yang baik antara atasan-bawahan diupayakan membangun suasana yang mendorong perubahan dan gagasan baru.Pendekatan individu dan pengakuan atas gagasannya serta penghargaan khusus perlu diberikan bila telah berhak didapatkan.

2) Keterbukaan komunikasi

62Librawati, Analisis Pengaruh Sikap Profesional, Iklim Kerja Sekolah, dan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri di Kecamatan Sukawati, (Bali: e-Journal Program Pascasarjana, 2013), 20.

63 A. Dale Timpe, Kreativitas, 113.

Berikan arus informasi dan akses data secara jelas dan bebas.

3) Dukungan serta kerja sama yang aktif

Ciptakan prosedur yang pasti, adil dan konsisten dari tiap gagasan, akomodasikan masukan atau saran dari anggota.Kumpulkan anggota yang memiliki keterampilan dan pengalaman untuk membangun gabungan kreativitas.

4) Perhatian dan penghargaan kepada karyawan yang sangat kreatif

Jika memungkinkan pisahkan sebagian orang kreatif dari tekanan pekerjaan harian, berikan dukungan dan kebutuhannya.Berikan kesempatan belajar, bekerja dan menyampaikan gagasan sesuai keinginan mereka.

5) Ada kebebasan berpendapat serta menghindari kritik-kritik prematur.

Hindarkan ketidak sabaran dan sifat pesimis serta putus asa.Lindungi orang kreatif dari tekanan.

6) Adanya waktu untuk berpikir

Berikan waktu luang untuk berpikir, hilangkan kendala dan keterlibatan terus menerus dalam setiap masalah.

7) Gaya manajemen kendali longgar

Berikan otonomi dan kebebasan dalam bekerja, tetap ada kendali pimpinan namun keterlibatan dan peran mereka lebih diutamakan.

d. Pengaruh Iklim Kerja terhadap Kreativitas Mengajar Guru Pendidikan Agama Islam

Iklim kerja yang menyenangkan dibutuhkan oleh semua organisasi termasuk organisasi sekolah agar anggota organisasi merasa nyaman dan bersemangat dalam melaksanakan tugas.Perkembangan kreativitas dalam organisasi termasuk kreativitas guru dipengaruhi banyak faktor, salah satu

diantaranya adalah iklim kerja.Sebagaimana menurut Buchari bahwa iklim kerja merupakan factor dominan dalam mendorong kreativitas dan produktivitas.

Melalui iklim kerja yang kondusif akan memberikan kenyamanan terhadap guru dalam bekerja sehingga guru semakin kreatif serta penampilanya menjadi lebih baik.64

Dengan iklim kerja yang baik akan diperoleh dorongan dari obrolan antar guru, dengan kepala sekolah, dorongan dari organisasi, kelompok kerja, sifat saling menunjang dan menghargai. Melalui suasana yang demikian guru akan merasa tenang, nyaman, memiliki motivasi, tidak ada yang ditakuti dalam bekerja, dan tidak malu-malu sehingga guru makin kreatif dan penampilanya lebih baik.65

64Buchari Alma, Guru Profesional, 170.

65Supardi, Kinerja Guru, 121.

Dalam dokumen pengaruh kepemimpinan kepala sekolah (Halaman 33-42)

Dokumen terkait