Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di desa Sereang dan Desa Kanie telah terealisasikan sehingga menghasilkan pengurangan terhadap wilayah permukiman kumuh. Tahapan dalam implementasi program KOTAKU diawali dengan tahapan persiapan, tahap perencanaan teknis, tahap pencairan BPM, tahap pelaksanaan, tahap pemanfaatan dan pemelihraaan.
B. Implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Dalam Upaya
“kegiatan yang dilakukan disini itu seperti membersihkan pinggir jalan lorong kemudian diperbaiki dengan cara melakukan pengecoran pinggir jalan lorong ” (20 Juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa dimana masyarakat yang langsung bekerja pada program KOTAKU, masyarakat bekerja dengan baik dan bersemangat dalam berpartisipasi pada program ini.
Berdasarkan wawancara dengan masyarakat setempat tidak jauh berbeda mengatakan bahwa :
“ semenjak ada ini program bagusmi didepan rumahku jalan ee tidak becekmi kita juga masyarakat yang langsung turun tangan kerjai seperti kalo bergotong royong ki” (20 juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat benar-benar merasakan dampak program KOTAKU serta ikut berpartisipasi pada program ini.
Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat setempat mengatakan bahwa:
“ tidak semua ji diperbaiki itu didekatnya rumahku tidak diperbaiki ji, padahal kalo sudah hujan ii disitu becek sekali jalan ee” ( 20 juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat masih ada yang mengeluh akan jalanan yang masih becek saat hujan dan belum merasakan dampak yang baik pada program KOTAKU.
Berdasarkan wawancara dengan masyarakat Desa Sereang mengatakan bahwa:
“tidak diperbaiki saya disini sekitaran rumahku ee, na berlubang-lubang mi,.”
Berdasarkan wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa danya keluhan oleh masayarakat akan jalanan yang berlubang di sekitar rumahnya.
2. Desa Kanie
Berdasarkan hasil wawancara sekdes Kanie atas nama pak Aidil mengatakan bahwa :
“pada program KOTAKU kami berupaya menyelesaikan masalah yang ada, memperbaiki kawasan-kawasan wilayah yang kumuh dengan menentukan apa saja yang ingin diperbaiki, salah satunya memperbaiki jalan yang rusak” (29 juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa pemerintah mendukung penuh adanya program KOTAKU dan pemerintah berupaya mengurangi permukiman kumuh di Desa Kanie dengan melakukan perbaikan jalan.
Berdasarkan wawancara dengan kepala urusan perencanaan atas nama pak Yasir mengatakan bahwa :
“disini telah dilakukan pemasangan paving blok di lorong-lorong, banyak juga masyarakat yang ikut berpartisipasi pada program KOTAKU “ (29 juni 2022) Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa pemerintah telah melakukan perbaikan jalan dengan pemasangan paving blok yang dikerjakan sendiri oleh masyarakat di Desa Kanie.
Berdasakan wawancara oleh masyarakat setempat mengatakan bahwa :
“sejak ada ini program KOTAKU saya sebagai masyarakat sangat merasakan, berdampak baik untuk saya sebagai masyarakat Desa Kanie lorong-lorong sudah dikasi paving blok jadi tidak becek-becekmi kalo sudah ii hujan” (29 juni 2022)
Wanwancara diatas dapat disimpulkan bahwa program KOTAKU sangat berdampak baik bagi masyarakat Desa Kanie dengan adanya pemasangan paving blok di lorong-lorong masyarakat tidak takut dan khawatir akan adanya jalanan yang becek.
Bedasarkan hasil wawancara masyarakat setempat mengatakan bahwa:
“tidak tauka apa itu namanya Program KOTAKU, tidak pernah juga kulihat diperbaiki disini lorong-lorong ee wee na berlubang-lubangmi”
Wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang kurang mengetahui apa itu program KOTAKU, dan masyarakat juga merasakan tidak meratanya perbaikan jalan.
Kesimpulan wawancara diatas dengan beberapa informan dapat disimpulkan bahwa, pemeliharaan jalan sudah berjalan dengan baik, namun pada pembangunannya belum merata dibuktikan dengan adanya wawancara dari salah satu masyarakat setempat yang mengatakan bahwa tidak adanya pengetahuan tentang program KOTAKU dan jalanan yang berada disekitar rumahnya belum adanya perbaikan.
b. Pemeliharaan Drainase
Pemelihraan drainase merupakan kegiatan pemeliharaan, pembersihan sampah dan tanaman liar yang merambat pada saluran berpenampang kecil yang ada pada ruas jalan. Tujuan dari kegiatan ini adalah membersihkan saluran drainase yang tersumbat akibat sampah dan tanaman liar yang merambat didalamnya agar aliran air menjadi lanacar dan terhindar dari adanya genangan air pada jalanan.
1. Desa Sereang
Berdasarkan hasil wawancara dengan sekdes Sereang atas nama Ibu Norma mengatakan bahwa :
“pemeliharaan drainase ini melakukan pembersihan saluran yang ada pada ruas jalanan, kami terus berusaha agar masyarakat Desa Sereang bisa betul- betul merasakan dampak baik progam KOTAKU ini”(20 juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa pemerintah berupaya keras untuk menjalankan program KOTAKU dengan sebaik mungkin.
Berdasarkan wawancara dengan pak Rahman selaku kasi kesejahteraan mengatakan bahwa:
“dipemeliharaan darinase masyarakat melakukan pembersihan saluran- saluran dengan cara mencabut rumput liar yang tumbuh pada saluran air, kemudian menggali sampah-sampah yang menumpuk” (20 juni 2022)
Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa cara pemeliharaan drainase yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sereang dengan cara membersihkan drainase yang menyebabkan adanya genangan air.
Berdasarkan wawancara dengan masyarakat setempat mengatakan bahwa :
“yaa saya disini ikut serta juga dalam membersihkan saluran-saluran yang menyumbat air jadi, sering ada genagan air dijalan sekarang sudah tidakmi, karna sudahmi dibersihkan”( 20 juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat ikut serta dalam pembersihan saluran-saluran air yang berada di sisi kanan dan kiri jalanan yang dulunya sering terdapat genangan air pada jalanan sekarang masyarakat sudah tidak merasakan hal tersebut.
Berdasarkan wawancara masyarakat setempat mengatakan bahwa :
“ sering banjir disini jalanan ee wee kalo sudah hujan karna tersumbat ii disitu saluran ee”(20 juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat mengeluh akan adanya genangan air yang berada di jalanan yang meresahkan masyarakat.
Berdasarkan wawancara dengan masyarakat desa Sereang mengatakan bahwa:
“biasa naik air ee disini kalau hujan ii masuk dalam rumah juga kalua deras sekali hujan karna biasa tidak lewat air ee tersumbat ii sama sampah-sampah”
Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat mengeluh akan masuknya air hujan didalam rumah masyarakat saat derasnya hujan disebabkan oleh adanya tumpukan sampah pada aliran drainase.
2. Desa Kanie
Berdasakan wawancara dengan sekdes Kanie atas nama pak Aidil mengatakan bahwa:
“kegiatan perbaikan yang dilakukan disini untuk mengembalikan kondisi saluran agar tetap berfungsi dengan baik, pemeliharaan drainase ini sejauh 3221 meter” (29 Juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahawa pemerintah berupaya untuk mengembalikan fungsi saluran yang tersumbat dan telah melakukan pemelihraan sejauh 3221 meter.
Berdasarkan wawancara dengan kepala urusan perencanaan atas nama pak Yasir mengatakan bahwa :
“sejak ada ini program masyarakat sangat antusias dalam bekerja, karna itu untuk kenyamanan tersendiri masyarakat, yang dulunya jalanan digenangi air sudah tidakmi lagi”
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat benar-benar merasakan dampak baik dari program KOTAKU, masyarakat merasakan kenyaman lingkungan sekitar.
Berdasarkan wawancara masyarakat setempat mengatakan bahwa :
“semangat sekalika dalam berpartisipasi saya bangun ini demi kepentingan saya sendiri, dimana kondisi lingkungan saya yang dulu itu airnya tergenang sekarang menjadi lancar mi semenjak pemeliharaan drainase ini pada program KOTAKU”(29 juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat sangat bersemangat dalam berpartisipasi, dimana itu untuk kepentingan lingkungan mereka sendiri dan kenyaman dalam beraktifitas dengan kondisi jalan baik.
Berdasarkan wawancara masyarakat setempat mengatakan bahwa :
“Tidak semua ta yang rusak di perbaiki sama pemerintah na ada itu juga drainase didepan lorong ee kalau hujan naikmi air ee dijalan, tidak diperbaiki ta, seharusnya di perbaiki pa sering naik airnya kalau hujan ii, padahal di lorong sebelah tidak terlalu parahji kenapa disitu diperbaiki dulu”
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat mengeluh adanya ketidak nyamanan lingkungan disekitar yang masih belum diberikan tindakan oleh pemerintah dan ketidak adilannya pembangunan.
Berdasarkan wawancara dengan beberapa informan diatas dapat disimpulkan bahwa, dampak dari pemeliharaan drainase ini telah dirasakan oleh beberapa masyarakat setempat, salah satu dampak yang dirasakan yaitu tidak adanya genangan air dijalanan yang dapat mengakibatkan banjir disekitar jalanan tersebut, namun masih ada beberapa masyarakat masih mengeluh dikarenakan tidak
meratanya pemelihraan drainase tersebut, sehingga jalanan digenangi air pada saat hujan.
c. Biaya SMK3
Biaya SMK3 ( sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja) merupakan pemberian alat pelindung kerja kepada masyarakat yang ikur berpartisipasi dalam program KOTAKU. Pemerintah menyadari pentingnya kelesamatan dan kesehatan kerja untuk mengurangi jumlah kecelakaan dan penyakit akibat kerja secara efektif di lapangan. Implementasi SMK3 telah terbukti efektif dalam dalam mencegah kecelakaan kerja dan terutama tingkat fatalitas.
1. Desa Sereang
Berdasarkan wawancara dengan sekdes Sereang atas nama Ibu Norma mengatakan bahwa :
“masyarakat yang ikut berpartisipasi pada program KOTAKU diberikan alat perlindungan diri agar terlindungi dari kecelakaan pada saat dilapangan” (20 Juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa adanya penyediaan alat pelindung diri diberikan kepada masyarakat yang ikut berpartisipasi pada program KOTAKU untuk keselamatan para pekerja di lapangan.
Berdasarkan wawancara dengan kasi kesejahteraan Desa Sereang atas nama pak Rahman mengatakan bahwa:
“alat pelindung diri ini berfungsi agar masyarakat tetap aman dalam bekerja dan terlindungi dari adanya kecelakaan-kecelakan yang ada pada lapangan”(20 Juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang berpartispasi diberikan alat pelindung diri demi keselamatan dalam bekerja.
Berdasarkan wawancara dengan masyarakat setempat mengatakan bahwa :
“ iyaa alat pelindung diri yang dikasiki memang ada, sehingga kita merasa amanki dalam bekerja, tapi sebenarnya biar tidak dikasiki tidak apa-apa ji juga, tapi demi keamanan dan keselamatanta yang terpenting”.
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat merasa aman dalam bekerja dengan adanya alat pelindung diri yang diberikan sehingga mereka tidak khawatir akan adanya kecelekan yang akan terjadi saat dilapangan.
2. Desa Kanie
Berdasarkan wawancara dengan sekdes Kanie atas nama pak Aidil mengatakan bahwa:
“perlindungan diri saat bekerja sangat penting untuk diperhatikan demi keselamatan bersama, dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan dalam bekerja, masyarakat yang ikut berpartisipasi pada program KOTAKU ini wajib menggunakan alat pelindung diri yang diberikan”(29 Juni 2022) Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa. untuk menjaga keselamatan dalam bekerja masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam program KOTAKU wajib menggunakan alat pelindung diri yang telah diberikan.
Berdasarkan wawancara dengan kepala urusan perencanaan atas nama Pak Yasir mengatakan bahwa:
“ alat pelindung diri yang diberikan kepada masyarakat sangat berfungsi untuk menjaga keamanan mereka dalam bekerja sehingga masyarakat tidak khawatir akan adanya kecelakaan yang akan terjadi dan masyarakat juga bekerja secara totalitas”(29 Juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa alat pelindung diri yang dibagikan kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam program KOTAKU membuat masyarakat merasa aman dan masyarakat juga dapat bekerja secara totalitas tanp khawatir akan adanya kecelakan yang terjadi.
Berdasarkan wawancara masyarakat setempat mengatakan bahwa :
“ dengan adanya alat pelindung diri yang diberikam kepada saya, saya dalam bekerja tidak ragu-ragu meka karna kayak merasa aman meki pake alat pelindung diri, terlindungi dari bahaya-bahaya, tapi alhamdulillah selama ikutka berpartisipasi pada Program KOTAKU tidk pernah ji terjadi sesuatu sama saya”
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat merasa jauh dari akan bahaya yang terjadi dengan adanya alat pelindung diri yang diberikan kepada masyarakat, mereka sangat bersemangat dalam bekerja tanpa rasa ragu atau khawatir dalam bekerja.
Berdasarkan wawancara dengan masyarakat Desa Kanie mengatakan bahwa:
“ iyaa ikutka berpartisipasi dalam program ini menurutku bagus ini program karna naajakki pelihara lingkunganta sendiri jadi dirasakan dampaknya sama kita sendiri juga ada juga dibagikan ki APD jadi amanki bekerja”
Berdasarkan wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat diajak dalam memelihara lingkungannya sendiri sehingga mereka dapat merasakan dampak baik dari program KOTAKU itu sendiri, dengan adanya alat pelindung diri dalam bekerja (ADP) mereka merasa aman dalam melakukan pekerjaan.
Bedasarkan wawancara dengan beberapa informan diatas dapat disimpulkan bahwa, masyarakat yang berpartisipasi dalam program kota tanpa kumuh (KOTAKU) diberikan alat pelindung diri agar terhindar dari kecelakan pada saat
bekerja, dengan adanya alat pelindung diri tersebut masyarakat merasa aman dalam bekerja dan juga menumbuhkan rasa semangat masyarakat dalam melakukan perkerjaanya.
d. Meningkatkan kapasitas masyarakat
Dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan memperkenalkan adanya proram KOTAKU, dengan program tersebut untuk membangun kolaborasi melalui peningkatan peran pemerintah daerah dan pertisipasi masyarakat. Masyarakat yang ikut berpartisipasi pada program KOTAKU diberikan penghargaan berupa upah/gaji yang telah ditentukan.
1. Desa Sereang
Berdasarkan wawancara dengan sekdes Sereang atas nama Ibu Norma mengatakan bahwa:
“ didalam meningkatkan kapasitas masyarakat, program KOTAKU ini seperti membuka lowongan pekerjaan yang baru kerena, masyarakat yang ikut berpartisipasi pada program ini diberikan gaji berupa uang”(20 Juni 2022) Hasil wawancara diatas disimpulkan bahwa program KOTAKU memberikan lowongan pekerjaan baru kepada masyarakat Desa Sereang, masyarakat yang berpartisipasi pada program tersebut diberikan upah/gaji.
Berdasarkan wawancara dengan kasi kesejahteraan atas nama Pak Rahman mengatakan bahwa:
“ program KOTAKU ini sangat bagus karna langsung melibatkan masyarakat yang memelihara lingkungannya sendiri dan juga masyarakat yang berpartisipasi pada program ini diberikan gaji, jadi mereka mendapatkan
keuntungan tersendiri, merasakan lingkungan yang baik serta mendapakan upah dari partisipasi mereka” (20 Juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa program KOTAKU memberikan keuntungan yang baik kepada masyarakat dari keuntungan tersebut masyarakat dapat menikmati hasil kerja mereka dengan adanya lingkungan yang baik.
Wawancara dengan masyarakat setempat mengatakan bahwa:
“ program KOTAKU ini telah memberikan saya pekerjaan walaupun tidak berlangsung lama tapi sangat bersyukurka ada ini program karna tidak asal bekerja ki tapi dikasi gaji ki juga jadi bagus, 110 ribu dikasiki 1 hari itu laginya tidak sampaiji 1 hari, karna ada juga istirahatnya”
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa program KOTAKU sangat di butuhkan oleh masyarakat dengan adanya program ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan baik.
2. Desa Kanie
Berdasarkan wawancara dengan sekdes Sereang atas nama Pak Aidil mengatakan bahwa:
“program KOTAKU ini selain mengurangi persentase kekumuhan juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat karna masyarakat tidak berkerja secara cuma-cuma tetapi diberikan gaji”
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa program KOTAKU tidak hanya mengurangi kekukumuhan yang ada di Desa Sereang tetapi juga meningkatkan perekonomiam masyarakat.
Berdasarkan wawancara dengan kepala urusun perencanaan atas nama Pak Yasir mengatakan bahwa:
“masyarakat desa mengaku program ini sangat dirasakan manfaatnya, selain dapat meningkatkan kualitas lingkungan juga dapat mengatasi krisis ekonomi masyarakat”( 29 Juni 2022)
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa program KOTAKU dapat mengatasi krisis ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat dengan meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai pelaku dalam program ini.
Berdasarkan wawancara dengan masyarakat sekitar mengatakan bahwa:
“ saya sebagai masyarakat Desa Sereang mendukung penuh adanya program KOTAKU, karna program ini kita digaji dan juga dirasakan manfaatnya dengan lingkungan yang bersih, jadi nyaman dirasa”
Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Sereang mendukung penuh adanya program KOTAKU disamping mereka bekerja dan merasakan manfaat yang baik dari program ini mereka juga diberikan gaji/upah.
Berdasarkan wawancara dengan beberapa informan diatas dapat disimpulkan bahwa program KOTAKU memberikan lowongan pekerjaan yang baru bagi masyarakat, dimana masyarakat yang ikut berpartisipasi pada program ini diberikan upah/gaji sebesar 110 ribu rupiah perhari, dengan adanya program ini masyarakat sangat mendukung program ini karena dapat merasakan manfaat salah satunya dengan meningkatnya perekonomian masyarakat.
C. Pembahasan