48. Financial Instrument and Financial Risks Management
a. Kebijakan Manajemen Risiko a. Risk Management Policy
Dalam transaksi normal Grup, secara umum
terekspos risiko keuangan sebagai berikut: In normal transaction, the Group is generally exposed to financial risks as follows:
1. Risiko Kredit 1. Credit Risk
2. Risiko Nilai Tukar Mata Uang 2. Foreign Exchange Rate Risk 3. Risiko Tingkat Suku Bunga 3. Interest Rate Risk
4. Risiko Likuiditas 4. Liquidity Risk
5. Risiko Harga 5. Price Risk
6. Risiko Investasi 6. Investment Risk
Catatan ini menjelaskan mengenai eksposur Grup terhadap masing-masing risiko di atas dan pengungkapan secara kuantitatif termasuk seluruh eksposur risiko serta merangkum kebijakan dan proses-proses yang dilakukan untuk mengukur dan mengelola risiko yang timbul.
This Note describes the exposure of the Group to each of the above risks and quantitative disclosures including risk exposures and summarizes the policies and processes for measuring and managing the risks that arised.
Direksi Grup bertanggung jawab dalam melaksanakan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup dan secara keseluruhan program manajemen risiko keuangan Perusahaan difokuskan pada ketidakpastian pasar keuangan dan meminimalisasi potensi kerugian yang berdampak pada kinerja
The Group’s directors are responsible for implementing risk management policies and overall financial risk management program which focuses on uncertainty of financial market and minimize potential losses that will have an impact to the Group's financial performance.
Kebijakan manajemen Grup mengenai risiko
keuangan adalah sebagai berikut: The Group’s policy on financial risk mangagement are as follows:
1. Risiko Kredit 1. Credit Risk
Risiko kredit adalah risiko dimana Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau pihak rekanan yang gagal memenuhi liabilitas kontraktual mereka. Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan investasi. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut.
Credit risk is the risk that the Group will incur loss arising from their customers, clients or counterparties that fail to discharge their contractual obligations. The Group’s financial instruments that have potential credit risk are cash and cash equivalent, trade accounts receivable, other accounts receivable and investments.
Maximum total credit risks exposure are equal to the carrying amount of the respective accounts.
Untuk meringankan risiko ini, Grup menetapkan kebijakan untuk transaksi Penjualan jasa kepada pelanggan dengan mengharuskan pemakai jasa /pelanggan untuk memberikan uang muka sebelum bertransaksi, sehingga Perusahaan lebih mudah memantau pendapatannya. Selain itu saldo piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.
To minimize this risk, the Group established a policy to deal with the sale of services to customers by requiring service users / customers to pay deposit’s before entering transaction and hence allow the Company to monitor their income easier. In addition, receivable balances are monitored on a continuous basis to reduce the possibility of uncollectible receivables.
Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Grup akan menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan akan menghentikan pelayanan jasa kepada pelanggan sebagai akibat gagal bayar. Tergantung pada penilaian Perusahaan, penyisihan khusus dibuat jika terdapat bukti objektif tidak tertagih.
When a customer is unable to make payments within the specified time, the Group will contact the customer to follow up on receivables that are past due. If the customer does not pay the receivables within a specified time period, the Company will discontinue services to customers as a result of the default. Depending on the assessment of the Company, specific allowance is made when there is an objective evidence that it will not be collected.
Nilai tercatat dari aset keuangan mencerminkan nilai eksposur kredit maksimum. Nilai eksposur kredit maksimum pada tanggal laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
The carrying amount of the financial asset reflects the value of the maximum credit exposure. The maximum credit exposure value on the statements of financial position are as follows:
Belum jatuh
tempo/Neither Telah jatuh Penurunan nilai/
31 Desember 2015 past due tempo/Past due Impairment Total December 31, 2015
Pinjaman yang Loans and
diberikan dan piutang: Receivables:
Kas dan Setara Kas 2,618,040,351 - - 2,618,040,351 Cash and Cash Equivalents Kas yang Dibatasi
Penggunaannya 42,244,106 - - 42,244,106 Restricted Cash
Piutang Usaha 226,287,163 240,043,319 (76,776,368) 389,554,114 Trade Receivables Piutang Lain-Lain 41,474,975 30,267,150 (22,149,354) 49,592,771 Other Receivables Pendapatan yang Masih
akan Diterima 73,235,154 - - 73,235,154 Accrued Revenue
Total 3,001,281,749 270,310,469 (98,925,722) 3,172,666,496 Total
Belum jatuh
tempo/Neither Telah jatuh Penurunan nilai/
31 Desember 2014 past due tempo/Past due Impairment Total December 31, 2014
Pinjaman yang Loans and
diberikan dan piutang: Receivables:
Kas dan Setara Kas 4,247,026,898 - - 4,247,026,898 Cash and Cash Equivalents Kas yang Dibatasi
Penggunaannya 20,523,000 - - 20,523,000 Restricted Cash
Piutang Usaha 149,003,445 327,916,115 (88,764,852) 388,154,708 Trade Receivables Piutang Lain-Lain 299,508,043 30,267,150 (16,782,976) 312,992,217 Other Receivables Pendapatan yang Masih
akan Diterima 89,515,997 - - 89,515,997 Accrued Revenue
Total 4,805,577,383 358,183,265 (105,547,828) 5,058,212,820 Total
2. Risiko Nilai Tukar Mata Uang 2. Foreign Exchange Rate Risk Risiko nilai tukar mata uang adalah risiko dimana
nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko nilai tukar mata uang terutama terdiri dari kas dan setara kas, investasi dan pinjaman.
Foreign exchange rate risk is the risk that the fair value of future cash flow of a financial instrument will fluctuate because of changes in foreign exchange rates. The Group’s financial instruments that potentially containing foreign exchange rate risk are cash and cash equivalent, investments and loans.
Perusahaan tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju pertukaran mata uang asing. Bagaimanapun, terkait dengan hal-hal yang telah didiskusikan pada paragraf di atas, fluktuasi dalam nilai tukar Rupiah dan Dolar AS
The Company does not have any formal hedging policy for foreign exchange exposure. However, in relation to the matters discussed in the preceding paragraph, the fluctuations in the exchange rates between the Rupiah and US Dollar provide some