BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4 Interpretasi Hasil Pengujian
Ha1 : Ada pengaruh rasio Likuiditas terhadap Financial Distress
Rasio likuiditas yang menggunakan perhitungan rasio lancar yang memiliki koefisien regresi positif sebesar 0,127 dan tingkat signifikan sebesar 0,046 dimana lebih kecil dari 0,05. Hal ini menujukkan bahwa
66
rasio likuiditas yang diukur dengan Current Ratio atau Rasio Lancar dengan membandingkan asset lancar dengan hutang lancar mampu melihat perusahaan terkena financial distress. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek. Hal ini menunjukkan bahwa likuiditas yang tinggi menggambarkan bahwa perusahaan mampu memenuhi seluruh kewajiban dalam jangka pendek, mampu melunasi kewajiban dalam perusahaan juga dapat menjadikan perusahaan dalam kondisi kesulitan keuangan. Dalam likuiditas yang tinggi bisa terjadi financial distress dikarenakan adanya aktiva lancar dalam perusahaan yang dinilai terlalu overstated atau berlebihan agar terlihat tinggi namun kenyataannya tidak sesuai dengan nilai aktiva yang sebenarnya dalam perusahaan, selain itu walaupun likuiditas tinggi yang artinya mampu melunasi kewajiban namun bisa terjadi financial distress bisa dikarenakan hutang perusahaan yang berasal dari hutang jangka pendek ini kemudian berkembang menjadi hutang jangka panjang yang bisa mengakibatkan kesulitan pembayaran pada perusahaan yang menagkibatkan financial distress. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa rasio likuiditas berpengaruh terhadap financial distress sehingga hipotesis pertama diterima.
Hasil penelitian ini sama dengan penelitian menurut Ni Made dan I Made (2019) yang menyatakan bahwa rasio likuiditas berpengaruh terhadap financial distress. Tetapi berbeda dengan penelitian menurut
67
Simanjuntak, et al (2017) yang menyatakan bawa rasio likuiditas tidak berpengaruh terhadap financial distress.
2. Hipotesis Kedua
Ha2 : Tidak ada pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Financial Distress Rasio profitabilitas yang dilihat apakah perusahaan mampu memperoleh laba ini memiliki koefisien negatif sebesar -3,919 dan tingkat signifikan sebesar 0,163 dimana lebih besar dari 0,05. Profitabilitas yang diukur dengan Return On Assets tidak dapat digunakan untuk melihat suatu kondisi apakah terjadi financial distress atau tidak, karena dalam profitabilitas dimana kemampuan perusahaan mendapatkan laba ini perusahaan mampu mengelola penggunaan asset yang ada sehingga laba dalam perusahaan yang didapat ini tinggi, jika laba dalam perusahaan yang didapat semakin baik maka posisi perusahaan juga semakin baik karena aset dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan kondisi kesulitan keuangan yang nantinya terjadi financial distress. Tingkat profitabilitas yang cukup besar ini sebenarnya tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress dikarenakan asset dalam perusahaan didapatkan dari modal sendiri ataupun modal pihak luar yang dijadikan berbagai aktiva perusahaan agar perusahaan tetap dapat berjalan sehingga perusahaan mendapatkan laba yang baik dan tidak terjadi financial distress. Artinya penggunaan aset dalam perusahaan jika dikelola dengan baik dan mampu mendapatkan laba yang baik bagi perusahaan. Hasil yang di dapat
68
menunjukkan bahwa rasio profitabilitas tidak berpengaruh terhadap financial distress sehingga hipotesis kedua ditolak.
Hasil penelitian ini sama dengan penelitian menurut Simanjuntak (2017) yang menyatakan bahwa rasio profitabilitas tidak berpengaruh terhadap financial distress. Tetapi berbeda dengan penelitian menurut Ghina, et al (2019) yang menyatakan bawa rasio profitabilitas berpengaruh terhadap financial distress.
3. Hipotesis Ketiga
Ha3 : Tidak ada pengaruh Rasio Rentabilitas Ekonomi terhadap Financial Distress
Rasio rentabilitas ekonomi memiliki koefisien positif sebesar 0,24 dan tingkat signifikan sebesar 0,317 dimana lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Rasio Rentabilitas Ekonomi yang merupakan kemampuan perusahaan mendapatkan laba dengan modal perusahaan tidak dapat membuat perusahaan terjadi financial distress.Hal ini dapat dikatakan karena apabila modal yang ada dalam perusahaan dapat dikelola dengan baik sehingga bukan hanya digunakan untuk mebayarkan kewajiban tetapi dapat menghasilkan laba bagi perusahaan maka perusahaan dalam keadaan stabil karena mendapatkan laba yang baik bagi perusahaan sehingga perusahaan tidak terkena kondisi kesulitan keuangan yang nantinya berakibat Financial Distress.Penggunaan modal yang baik dalam perusahaan sehingga dapat menghasilkan laba yang baik bagi perusahaan maka dapat dikatan perusahaan dalam kondisi kestabilan
69
keuangan. Hasil yang di dapat menunjukkan bahwa rasio rentabilitas ekonomi tidak berpengaruh terhadap financial distress sehingga hipotesis ketiga ditolak.
Hasil penelitian ini tidak sama dengan penelitian menurut Novita, Edy dan Nyoman (2014) yang menyatakan bahwa rasio rentabilitas ekonomi berpengaruh terhadap financial distress.
4. Hipotesis Keempat
Ha4 : Ada pengaruh Rasio Leverage terhadap Financial Distress
Rasio Leverage yang memperlihatkan perusahaan menggunakan pembiayaan untuk hutang atau asset menghasilkan nilai koefisien positif sebesar 1,559 dan tingkat signifikan sebesar 0,024 dimana lebih kecil dari 0,05. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa Rasio Leverage berpengaruh terhadap Financial Distress. Rasio Leverage sendiri berarti dimana perusahaan lebih banyak menggunakan pembiayaannya apakah untuk hutang atau asset. Hal ini menunjukkan bahwa dalam Rasio Leverage pembiayaan digunakan untuk membayar kewajiban menggunakan asset yang ada namun pembiayaan lebih banyak digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan.Karena pembiayaan perusahaan lebih banyak digunakan untuk membayar kewajiban hal ini dapat beresiko karena akan menimbulkan kesulitan pembayaran di masa yang akan datang akibatnya banyaknya hutang dibandingkan dengan asset yang
70
dimiliki sehingga bisa menimbulkan kondisi financial distress dalam perusahaan.
Hasil penelitian ini sama dengan penelitian menurut Simanjuntak (2017) yang menyatakan bahwa rasio leverage berpengaruh terhadap financial distress. Tetapi berbeda dengan penelitian menurut Ni Made dan I Made (2019) yang menyatakan bawa rasio leverage tidak berpengaruh terhadap financial distress.
71
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian untuk melihat dalam rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio rentabilitas ekonomi dan rasio leverage terhadap financial distress dari 210 sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2017-2019 dengan uji yang digunakan adalah Uji Regresi Logistik.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian dibuat dalam kesimpulan sebagai berikut:
a. Rasio Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Manufaktur periode 2017-2019.
b. Rasio Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Manufaktur periode 2017-2019.
c. Rasio Rentabilitas Ekonomi berpengaruh tidak signifikan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Manufaktur periode 2017-2019.
d. Rasio Leverage berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Manufaktur periode 2017-2019.
5.2 Saran
Peneliti berharap pada penelitian selanjutnya dapat memberikan hasil penelitian yang lebih baik lagi. Harapan peneliti kepada peneliti selanjutnya adalah:
72
a. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variable-variabel lain agar dapat mengetahui apakah dengan variable lain dapat mempengaruhi financial distress.
b. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah tahun penelitian untuk mendapatkan hasil yang berbeda dan melihat tingkat pengaruh atau tidaknya terhadap financial distress.
c. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan objek perusahaan yang lain, seperti sector pertambangan, sector perbankan agar mengetahui apakah variable-variabel tersebut mempengaruhi financial distress.
73
DAFTAR PUSTAKA
Agus & Wirawati. 2019. Pengaruh Rasio Keuangan Pada Financial Distress Perusahaan Ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). E-Jurnal Akuntansi, Universitas Udayana. Vol. 26
Andre, Vici. Rita, Andini dan Kharis. 2016. Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, Rasio Aktifitas dan Rasio Profitabilitas Terhadap Financial Distress.
Eko, Sulastri & Rachma, Zannati.Prediksi financial distress dalam mengukur kinerja perusahaan manufaktur.Jurnal Manajemen Strategi dan Aplikasi Bisnis, 1 (1), 27-36
Fitria, M. Sutra & Rimi, G. Mais. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Financial Distress dengan Pendekatan Altman Z-Score Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI.Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 15 No. 1, April 2019.
Ghina, Aulia., Jumaidi, A & Azizul, Kholis. 2019. Pengaruh Likuiditas, Profitabilitas, Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress Perusahaan Aneka Industri di BEI 2016-2018.
Ghozali, Imam, 2018. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hawaria, Sitti. 2018. Pengaruh rasio Likuiditas Terhadap Financial Distress Perusahaan Sub Sektor Transportasi yang Terdaftar di BEI. Universitas Negeri Makassar.
74
Jenny, P. Assaji & Zaky, M. Rasio Keuangan dan Prediksi Financial Distress.
Jurnal Penelitian Ekonomi dan Bisnis, 2 (2), 2017.
Kasmir. 2018. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Grasindo.
Lindawati. 2013. Pengaruh Rasio Leverage dan Rasio Likuditas Terhadap Kondisi Financial Distress. Jurnal Akuntansi. Universitas Komputer Indonesia.
M, Mahmud & Halim, Abdul. 2016. Anlisis Laporan Keuangan. Edisi Kelima.
UPP STIM YKPN.
Novita, R., Edy S. & Nyoman A. (2014) Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Profitabilitas, Rasio Rentabilitas Ekonomi dan Rasio Leverage Terhadap Prediksi Financial Distress. e-Journal S1 Ak.Universitas Pendidikan Ganesha.Vol: 2 No.1 Tahun 2014.
Rahmadi, Sujana, Surya. Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Profitabilitas, Rasio Rentabilitas Ekonomi dan Rasio Leverage Terhadap Prediksi Financial Distress. Universitas Pendidikan Ganesa Singaraja.
Rina, Erayanti. Pengaruh Likuditas, Profitabilitas dan Leverage Terhadap Prediksi Financial Distress. JRAP (Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan) Vol. 6 No. 1, 2019.
Septiani, Ni Made & Dana, I Made. 2019. Pengaruh Rasio Likuditas, Leverage, dan Kepemilikian Institusional Terhadap Financial Distress pada Perusahaan Property dan Real Estate. E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 5.
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
75
Sugiyono, 2016. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Methods) Bandung : Alfabeta.
Widhiari, Ni Luh Made & Merkusiwati, Ni K. Lely. 2015. Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Operating Capacity, dan Sales Growth Terhadap Financial Distress. E-Jurnal Akuntansi, Universitas Udayana.
76
LAMPIRAN
77
Lampiran 1
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean
Std.
Deviation
L 210 .63 47.74 3.6336 4.47270
P 210 .00 2.36 .0990 .22265
R 210 .00 252.79 15.6837 29.17138
Lv 210 .05 5,80 .4892 .59050
Fd 210 0 1 .64 .480
Valid N (listwise) 210
Hosmer and Lemeshow Test
Step Chi-square Df Sig.
1 5.601 8 .692
Iteration Historya,b,c Iteration
-2 Log likelihood
Coefficients Constant
Step 0 1 273.751 .571
2 273.738 .588
3 273.738 .588
a. Constant is included in the model.
b. Initial -2 Log Likelihood: 273.738
Iteration Historya,b,c,d
Iteration -2 Log likelihood
Coefficients
Constant L P R LV
Step 1
1 263.885 .064 .055 -1.965 .014 .594
2 260.991 -.272 .099 -3.214 .021 1.148
3 260.542 -.462 .123 -3.811 .023 1.493
4 260.532 -,493 .127 -3.916 .024 1.557
78 Model Summary
Step
-2 Log likelihood
Cox & Snell R Square
Nagelkerke R Square
1 260.532a .061 .084
a. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than .001.
Variables in the Equation
B S.E. Wald Df Sig. Keterangan Step 1a L .127 .064 3.981 1 .046 Berpengaruh
P -3.919 2.812 1.942 1 .163 Tidak Berpengaruh R .024 .024 1.000 1 .317 Tidak Berpengaruh Lv 1.559 .690 5.098 1 .024 Berpengaruh
Constant -.494 .409 1.455 1 .228 -
Omnibus Tests of Model Coefficients
Chi-square Df Sig.
Step 1 Step 13.206 4 .010
Block 13.206 4 .010
Model 13.206 4 .010
5 260.532 -,494 .127 -3.919 .024 1.559
6 260.532 -,494 .127 -3.919 .024 1.559
a. Method: Enter
b. Constant is included in the model.
c. Initial -2 Log Likelihood: 273.738
d. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than .001.