• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN KASUS

3.4 Intervensi Keperawatan

Tabel 3.15 Intervensi Keperawatan pada pasien Diabetes Mellitus

NO DIAGNOSA

KEPERAWATAN SLKI SIKI

DIAGNOSIS LUARAN INTERVENSI

1. Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif berhubungan dengan

kompleksitas program

perawatan/pengobatan

Setelah dilakukan intervensi keperawatan keluarga 3 x 2 jam diharapkan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif menjadi efektif dan keluarga mampu dalam merawat mengenal masalah anggota keluarga dengan diabetes mellitus dengan kriteria hasil :

Luaran Utama :

Manajemen Kesehatan Keluarga Luaran Tambahan :

Status Kesehatan Keluarga

1) Kemampuan menjelaskan masalah kesehatan yang dialami meningkat

2) Aktivitas keluarga mengatasi masalah kesehatan tepat meningkat

3) Tindakan untuk mengurangi faktor risiko meningkat 4) Gejala penyakit anggota keluarga menurun

5) Kesehatan fisik anggota keluarga meningkat 6) Sumber perawatan kesehatan meningkat

Intervensi Utama :

Dukungan Keluarga Merencanakan Perawatan Observasi :

1) Identifikasi kebutuhan dan harapan keluarga tentang kesehatan

2) Identifikasi tindakan yang dapat dilakukan keluarga Terapeutik :

1) Motivasi pengembangan sikap dan emosi yang mendukung upaya kesehatan

2) Gunakan sarana dan fasilitas yang ada dalam keluarga

3) Ciptakan perubahan lingkungan rumah secara formal

Edukasi :

1) Informasikan fasilitas kesehatan yang ada dalam lingkungan keluarga

2) Anjurkan menggunakan fasilitas kesehatan yang ada

3) Anjurkan cara perawatan yang bisa dilakukan keluarga

Intervensi Pendukung :

Dukungan pengambilan keputusan Edukasi kesehatan

Edukasi latihan fisik

68

2. Ansietas berhubungan dengan

kurangnya terpapar informasi Setelah dilakukan intervensi keperawatan keluarga 3 x 2 jam diharapkan tingkat Ansietas menurun dan keluarga mampu dalam merawat mengenal masalah anggota keluarga dengan diabetes mellitus dengan kriteria hasil :

Luaran Utama : Tingkat Ansietas Luaran Tambahan : Tingkat Pengetahuan

1) Verbalisasi kebingungan menurun

2) Verbalisasi khawatir terhadap kondisi yang dihadapi menurun

3) Perilaku gelisah menurun 4) Frekuensi pernapasan membaik 5) Frekuensi nadi membaik 6) Tekanan darah membaik 7) Konsentrasi pola tidur membaik 8) Perilaku sesuai anjuran meningkat

9) Kemampuan menjelaskan pengetahuan tentang suatu topic meningkat

10) Perilaku sesuai dengan pengetahuan

11) Pertanyaan tentang masalah yang dihadapi meningkat 12) Menjalani pemeriksaan yang tidak tepat meningkat

Intervensi Utama : Terapi Relaksasi Observasi :

1) Identifikasi teknik relaksasi yang pernah efektif digunakan

Terapeutik :

1) Ciptakan lingkungan tenang dan tanpa gangguan dengan pencahayaan da suhu ruang nyaman jika memungkinkan

2) Gunakan pakaian longgar

3) Gunakan nada suara lembut dengan irama lambat dan berirama

Edukasi :

1) Jelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis relaksasi yang tersedia (Misal. Musik, meditasi, napas dalam, relaksasi otot progresif)

2) Jelaskan secara rinci intervensi relaksasi yang dipilih

3) Anjurkan mengambil posisi nyaman

4) Anjurkan rileks dan merasakan sensasi relaksasi 5) Anjurkan sering mengurangi atau melatih teknik

yang dipilih

6) Demonstrasikan dann latih teknik relaksasi (Misal.

Napas dalam, peregangan, atau imajinasi terbimbing)

Intervensi Pendukung : Konseling

Terapi Relaksasi Otot Progresif

3.5 Implemenntasi Keperawatan

Tabel 3.16 Implementasi Keperawatan

No. Tanggal No. Dx

Kep. Implementasi TTD

1. 03 – 03 –

2021 1 1) Bina hubungan saling percaya (BHSP) dan tetap menggunakan prinsip 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun)

2) Memperkenalkan diri kepada keluarga Tn. P dan menjelaskan tujuan kedatangan ke rumah Tn. P 3) Membuat kontrak waktu dengan keluarga Tn. P 4) Menganjurkan menggunakan fasilitas kesehatan

apa saja yang dapat digunakan untuk penyakit diabetes mellitus seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit terdekat

5) Mengajarkan cara perawatan yang bisa dilakukan keluarga dirumah ketika penyakit Tn. P kambuh seperti menyendirikan makanan Tn. P dengan anggota keluarga lain

2 1) Menciptakan suasana yang tenang dan nyaman dengan keluarga Tn. P

2) Mengobservasi tanda – tanda vital TD : 160/90mmHg

Nadi : 88x/menit RR : 22x/ menit GDA : 429 mg/dl

3) Mengajarkan dan mendemostrasikan cara mengurangi rasa cemas dengan cara terapi nonfarmakologis seperti terapi relaksasi nafas dalam

4) Mengajarkan pada keluarga untuk mengatur pola tidur klien

5) Memberikan kesempatan bertanya kepada keluarga Tn. P terkait masalah kesehatan yang di derita Tn.

P 2 04 – 03 –

2021 1 1) Bina hubungan saling percaya (BHSP) dan tetap menggunakan prinsip 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun)

2) Membuat kontrak waktu dengan keluarga Tn. P 3) Menganjurkan menggunakan fasilitas kesehatan

apa saja yang dapat digunakan untuk penyakit diabetes mellitus seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit terdekat.

4) Mengajarkan cara perawatan yang bisa dilakukan keluarga dirumah ketika penyakit Tn. P kambuh seperti menyendirikan makanan Tn. P dengan anggota keluarga lain

2 1) Menciptakan suasana yang tenang dan nyaman dengan keluarga Tn. P

2) Mengobservasi tanda – tanda vital TD : 140/90mmHg

Nadi : 88x/menit RR : 22x/ menit GDA : 265 mg/dl

3) Mengajarkan dan mendemostrasikan cara mengurangi rasa cemas dengan cara terapi nonfarmakologis seperti terapi relaksasi nafas

dalam

4) Mengajarkan pada keluarga untuk mengatur pola tidur klien

5) Memberikan kesempatan bertanya kepada keluarga Tn. P terkait masalah kesehatan yang di derita Tn.

P 3 05 – 03 –

2021

1 1) Memperkenalkan diri kepada keluarga Tn. P dan menjelaskan tujuan kedatangan ke rumah Tn. P 2) Membuat kontrak waktu dengan keluarga Tn. P 3) Menganjurkan menggunakan fasilitas kesehatan

apa saja yang dapat digunakan untuk penyakit diabetes mellitus seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit terdekat.

4) Mengajarkan cara perawatan yang bisa dilakukan keluarga dirumah ketika penyakit Tn. P kambuh seperti menyendirikan makanan Tn. P dengan anggota keluarga lain

2 1) Menciptakan suasana yang tenang dan nyaman dengan keluarga Tn. P

2) Mengobservasi tanda – tanda vital TD : 120/80mmHg

Nadi : 80x/menit RR : 20x/ menit GDA : 135 mg/dl

3) Mengajarkan dan mendemostrasikan cara mengurangi rasa cemas dengan cara terapi nonfarmakologis seperti terapi relaksasi nafas dalam

4) Mengajarkan pada keluarga untuk mengatur pola tidur klien

5) Memberikan kesempatan bertanya kepada keluarga Tn. P terkait masalah kesehatan yang di derita Tn.

P

71 3.7 Evaluasi Keperawatan

Tabel 3.17 Evaluasi Keperawatan

NO DX KEP

TANGGAL Senin, 9 November 2020

jam 10.00 WIB

TANGGAL

Selasa, 10 November 2020 jam 10.00 WIB

TANGGAL Rabu, 11 November 2020

jam 10.00 WIB

1 S :

1) Keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat penyakit yang di derita Tn. P 2) Keluarga mengatakan makanan Tn. P sama

dengan keluarga lain

3) Tn. P mengatakan khawatir tidak bisa mengontrol kadar gulanya yang terkadang naik

O :

1) Keluarga dan klien tampak banyak bertanya mengenai masalah kesehatan klien

A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi

S :

1) Keluarga mengatakan sedikit memahami cara merawat penyakit yang di derita Tn. P

2) Keluarga mengatakan makanan Tn. P masih sama dengan keluarga lain

3) Tn. P mengatakan masih khawatir tidak bisa mengontrol kadar gulanya yang terkadang naik

O :

1) Keluarga dan klien tampak banyak bertanya mengenai masalah kesehatan klien

A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi

S :

1) Keluarga mengatakan sudah memahami cara merawat penyakit yang di derita Tn. P 2) Keluarga mengatakan makanan Tn. P sudah

di sendirikan dengan keluarga lain

3) Tn. P mengatakan sudah tidak khawatir lagi jika mengontrol kadar gulanya yang terkadang naik

O :

1) Keluarga dan klien mampu mengatasi masalah kesehatan klien

A : Masalah teratasi P : Hentikan intervensi

2 S :

1) Tn. P mengatakan merasa bingung dengan kadar gulanya yang terkadang naik

2) Keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat masalah Tn. P yang khawatir akan kadar gulanya yang terkadang naik O :

1) Keluarga tampak gelisah dengan penyakit yang di derita Tn. P

2) Tn. P tampak kurang tidur raut wajahnya kelihatan lesu

3) TTV

TD : 160/90mmHg Nadi : 88x/menit

S :

1) Tn. P mengatakan merasa sedikit cemas dengan kadar gulanya yang terkadang naik 2) Keluarga mengatakan sedikit memahami cara

merawat masalah Tn. P yang khawatir akan kadar gulanya yang terkadang naik

O :

1) Keluarga masih tampak bingung dengan penyakit yang di derita Tn. P

2) Tn. P tampak kurang tidur raut wajahnya sedikit lesu

3) TTV

TD : 140/90mmHg Nadi : 88x/menit

S :

1) Tn. P mengatakan tidak merasa cemas dengan kadar gulanya yang terkadang naik 2) Keluarga mengatakan sudah memahami cara

merawat masalah Tn. P yang khawatir akan kadar gulanya yang terkadang naik

O :

1) Keluarga sudah tidak bingung dengan penyakit yang di derita Tn. P

2) Tn. P tampak sudah menjaga pola tidurnya raut wajahnya kelihatan lebih segar

3) TTV

TD : 120/80mmHg Nadi : 80x/menit

72

RR : 22x/ menit GDA : 429 mg/dl A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi

RR : 22x/ menit GDA : 265 mg/dl A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi

RR : 20x/ menit GDA : 135 mg/dl A : Masalah teratasi P : Hentikan intervensi

73 BAB IV PEMBAHASAN

Dalam pembahasan ini penulis akan menguraikan tentang kesenjangan yang terjadi antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus dalam asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosa Diabetes Mellitus di desa Sumberdawesari Kabupaten Pasuruan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi.

4.1 Pengkajian

Pengkajian adalah suatu tahapan dimana seorang perawat mengambil informasi secara terus menerus terhadap anggota keluarga yang dibinanya (Andarmoyo, 2012).

Fakta yang didapatkan pada pengkajian tersebut adalah Tn. P mengatakan bahwadirinya mempunyai penyakit diabetes mellitus karena menyukai makanan dan minuman yang manis, Tn. P terkadang merasakan pusing, dan mual ketika kadar gula darahnya naik. Menurut dr. Hans Tandra (2013) tanda dan gejala penyakit diabetes mellitus ketika gula darah naik adalah banyak kencing, merasa haus, berat badan menurun, rasa seperti flu dan lemah, mata kabur, luka yang sukar sembuh, kesemutan, gusi merah dan bengkak, kulit kering dan gatal, mudah terkena infeksi, gatal pada kemaluan. Pada kasus ini didapatkan bahwa klien yaitu Tn. P tidak terdapat kesenjangan antara fakta dan teori dimana semua tanda dan gejala diabetes mellitus tidak dirasakan oleh Tn. P.

Fakta yang didapatkan pada pengkajian tipe keluarga tersebut adalah Tn. P mengatakan bahwa memiliki keluarga nuclear family (keluarga inti) yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Menurut Effendy (dalam Bangga D., 2015) bentuk

keluarga inti (nuclear family) merupakan keluarga yang dibentuk karena ikatan perkawinan yang direncanakan dan terdiri dari suami, istri, dan anak-anak, bak dilahirkan secara natural ataupun diadopsi. Pada kasus ini didapatkan bahwa klien yaitu Tn. P terdapat kesenjangan antara fakta dan teori karena tipe keluarga inti sama seperti yang dirasakan keluarga Tn. P.

Fakta yang didapatkan pada pengkajian fungsi pemenuhan kesehatan adalah keluarga Tn. P mengatakan bahwa masih kurang mampu mengenal masalah kesehatan dimana Tn. P mempunyai penyakit diabetes mellitus. Menurut Friendman (2010) tugas kesehatan keluarga mengenal masalah atau gangguan kesehaatan keluarga adalah kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang perlu mendapatkan perhatian. Orang tua perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan yang dialami anggota keluarganya terutama berkaitan dengan kesehatan. Alasannya adalah ketika terjadi perubahan sekecil apapun yang dialami keluarga, maka secara tidak langsung akan menjadi perhatian orang tua atau keluarga.. Pada kasus ini didapatkan bahwa klien yaitu keluarga Tn. P terdapat kesenjangan antara fakta dan teori karena kurang mampu mengenal masalah kesehatan dimana Tn. P mempunyai penyakit diabetes mellitus.

4.2 Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan adalah suatu penilaian klinis mengenai respons klien terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan yang dialaminya baik yang berlangsung aktual maupun potensial. Diagnosa keperawatan bertujuan untuk menidentifikasi respons klien individu, keluarga dan komunitas terhadap situasi yang berkaitan dengan kesehatan (Harif Fadillah dkk, 2017).

4.2.1 Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif

Pada tinjauan kasus diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu manajemen kesehatan keluarga tidak efektif berhubungan dengan kompleksitas program perawatan/pengobatan ditandai dengan keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat penyakit yang di derita Tn. P, makanan Tn. P sama dengan keluarga lain, Tn. P khawatir tidak bisa mengontrol kadar gulanya yang terkadang naik, dan keluarga klien tampak banyak bertanya mengenai masalah kesehatan klien.

Menurut teori Fadillah, dkk (2018), ada beberapa masalah keperawatan yang muncul untuk penderita diabetes mellitus seperti manajemen kesehatan keluarga tidak efektif yaitu tanda dan gejala mayor, minor meliputi mengungkapkan tidak memahami masalah kesehatan yang di derita, mengungkapkan kesulitan menjalankan perawatan yang ditetapkan, gejala penyakit anggota keluarga semakin berat, aktivitas keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan tidak tepat, dan gagal melakukan tindakan untuk mengurangi faktor resiko.

Pada kasus ini didapatkan bahwa klien yaitu Tn. P terdapat kesenjangan antara fakta dan teori karena diagnosa keperawatan yang di alami oleh klien ada beberapa yang sesuai.

4.2.2 Ansietas

Pada tinjauan kasus diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu Ansietas berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi ditandai dengan Tn. P mengatakan merasa bingung dengan kadar gulanya yang terkadang naik, keluarga kurang memahami cara merawat masalah Tn. P yang khawatir akan kadar gulanya

yang terkadang naik, keluarga tampak gelisah dengan penyakit yang di derita Tn.

P, Tn. P tampak kurang tidur raut wajahnya kelihatan lesu dan adapun tanda – tanda vital Tn. P adalah tekanan darah : 160/90mmHg, nadi : 88x/menit, rr : 22x/

menit, GDA : 429 mg/dl.

Menurut teori Fadillah, dkk (2018), ada beberapa masalah keperawatan yang muncul untuk penderita diabetes mellitus seperti ansietas yaitu tanda dan gejala mayor, minor meliputi merasa bingung, merasa khawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, sulit berkonsentrasi, tampak gelisah, tampak tegang, sulit tidur, mengeluh pusing, anoreksia, palpitasi, merasa tidak berdaya, frekuensi napas meningkat, frekuensi nadi meningkat, tekanan darah meningkat, diaphoresis, tremor, muka tampak pucat, suara bergetar, kontak mata buruk, sering berkemih, berorientasi pada masa lalu.

Pada kasus ini didapatkan bahwa klien yaitu Tn. P terdapat kesenjangan antara fakta dan teori karena diagnosa keperawatan yang di alami oleh klien ada beberapa yang sesuai.

4.3 Intervensi Keperawatan

Intervensi keperawatan merupakan segala treatment yang dikerjakan oleh perawatan yang didasarkan pada pengetahuan dan penilaian klinis untuk mencapai luaran (outcome) yang diharapkan (Harif Fadillah dkk, 2018).

Intervensi keperawatan disesuaikan dengan masalah yang dialami oleh klien sehingga kebutuhan klien dapat terpenuhi. Rencana asuhan keperawatan pada Tn. P diambil dalam tinjauan pustaka berdasarkan teori asuhan keperawatan keluarga dengan diabetes mellitus. Dalam asuhan keperawatan keluarga Tn. P terdapat intervensi keperawatan yang direncanakan sebagai berikut : Identifikasi

kebutuhan dan harapan keluarga tentang masalah kesehatan klien ; Identifikasi tindakan yang dapat dilakukan keluarga ; Motivasi pengembangan sikap dan emosi yang mendukung upaya kesehatan ; Gunakan sarana dan fasilitas yang ada dalam keluarga ; Ciptakan perubahan lingkungan rumah secara formal ; Informasikan fasilitas kesehatan yang ada dalam lingkungan keluarga ; Anjurkan menggunakan fasilitas kesehatan yang ada ; Anjurkan cara perawatan yang bisa dilakukan keluarga.

Adapun intervensi keperawatan untuk manajemen kesehatan keluarga tidak efektif menurut Fadillah, dkk (2018) sebagai berikut : Identifikasi kebutuhan dan harapan keluarga tentang kesehatan ; Identifikasi tindakan yang dapat dilakukan keluarga ; Motivasi pengembangan sikap dan emosi yang mendukung upaya kesehatan ; Gunakan sarana dan fasilitas yang ada dalam keluarga ; Ciptakan perubahan lingkungan rumah secara formal ; Informasikan fasilitas kesehatan yang ada dalam lingkungan keluarga ; Anjurkan menggunakan fasilitas kesehatan yang ada ; Anjurkan cara perawatan yang bisa dilakukan keluarga ; Kolaborasi pemberian analgetik.

Pada kasus didapatkan kesenjangan antara fakta dan teori dimana ada intervensi keperawatan menurut teori yang tidak dicantumkan pada intervensi keperawatan untuk tinjauan kasus yaitu kalaborasi pemberian analgetik. Hal ini dikarenakan penulis tidak berkalaborasi dengan tim medis lain dalam pemberian analgetik dan penulis hanya menganjurkan cara perawatan yang bisa dilakukan keluarga dirumah seperti menyendirikan makanan klien dengan anggota keluarga yang lain.

4.4 Implementasi Keperawatan

Implementasi keperawatan merupakan sebuah fase dimana perawat melaksanakan rencana atau intervensi yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

Berdarsarkan terminologi SIKI, implementasi terdiri atas melakukan dan mendokumentasikan yang merupakan tindakan khusus yang digunakan untuk melaksanakan intervensi (Harif Fadillah, 2018).

Pada tahap implementasi keperawatan mampu dilaksanakan sesuai perencanaan yang sudah disusun, dukungan keluarga merencanakan perawatan dan latihan merawat anggota keluarga yang sakit dan keluarga yang lain bekerja sama seperti mau menerima pendidikan kesehatan dan membantu memfasilitasi tindakan yang dilakukan. Keluarga yang kooperatif merupakan faktor pendukung, sehingga implementasi bisa dilakukan sesuai perencanaan yaitu tiga kali kunjungan. Tidak ada hambatan dalam melakukan implementasi pada Tn. P, klien mampu mengikuti arahan dan latihan sampai selesai. Implementasi yang dilakukan berdasarkan intervensi yang direncanakan pada tinjauan pustaka sebagai berikut : Bina hubungan saling percaya (BHSP) dan tetap menggunakan prinsip 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) ; Memperkenalkan diri kepada keluarga Tn. P dan menjelaskan tujuan kedatangan ke rumah Tn. P ; Membuat kontrak waktu dengan keluarga Tn. P ; Menganjurkan menggunakan fasilitas kesehatan apa saja yang dapat digunakan untuk penyakit diabetes mellitus seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit terdekat ; Menganjarkan cara perawatan yang bisa dilakukan keluarga dirumah ketika penyakit Tn. P kambuh seperti menyendirikan makanan Tn. P dengan anggota keluarga lain.

Adapun intervensi yang telah direncanakan pada masalah keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif untuk tinjauan kasus sebagai berikut : Identifikasi kebutuhan dan harapan keluarga tentang kesehatan ; Identifikasi tindakan yang dapat dilakukan keluarga, Motivasi pengembangan sikap dan emosi yang mendukung upaya kesehatan ; Gunakan sarana dan fasilitas yang ada dalam keluarga ; Ciptakan perubahan lingkungan rumah secara formal ; Informasikan fasilitas kesehatan yang ada dalam lingkungan keluarga ; Anjurkan menggunakan fasilitas kesehatan yang ada ; Anjurkan cara perawatan yang bisa dilakukan keluarga.

Implementasi yang dilakukan penulis mulai dari awal hingga akhir sesuai dengan intervensi keperawatan yang telah direncanakan yang telah direncanakan pada tinjauan kasus. Hal ini dikarenakan klien dan keluarga mampu kooperatif dan mau memfasilitasi tindakan yang akan dilakukan dan diajarkan. Tidak ada hambatan dalam melakukan implementasi Tn. P, klien mampu mengikuti arahan dan latihan sampai selesai juga merupakan faktor penting dalam terlaksananya intervensi keperawatan yang telah direncanakan.

4.5 Evaluasi Keperawatan

Evaluasi keperawatan adalah tahapan terakhir dari proses keperawatan untuk mengukur respons klien terhadap tindakan keperawatan dan kemajuan klien ke arah pencapaian tujuan (Potter & Perry, 2010).

Setelah melakukan implementasi keperawatan diatas selama tiga kali kunjungan rumah, didapatkan catatan perkembangan pada evaluasi hari akhir sebagai berikut :

Perkembangan yang muncul pada saat evaluasi klien yaitu Tn. P terdapat data subyektif : Keluarga mengatakan sudah memahami cara merawat penyakit yang di derita Tn. P ; Keluarga mengatakan makanan Tn. P sudah di sendirikan dengan keluarga lain ; Tn. P mengatakan sudah tidak khawatir lagi jika mengontrol kadar gulanya yang terkadang naik ; Keluarga mengatakan sudah memahami cara mengenal masalah Tn. P yang khawatir kadar gulanya naik dan data obyektif : Keluarga dan klien mampu mengatasi masalah kesehatan klien.

Menurut teori kriteria hasil yang diharapkan untuk perkembangan pasien setelah dilakukan tindakan sebagai berikut : Kemampuan menjelaskan masalah kesehatan yang dialami meningkat ; Aktivitas keluarga mengatasi masalah kesehatan tepat meningkat ; Tindakan untuk mengurangi faktor risiko meningkat ; Gejala penyakit anggota keluarga menurun ; Kesehatan fisik anggota keluarga meningkat ; Pengawasan perawatan kesehatan dewasa meningkat ; Sumber perawatan kesehatan meningkat.

Evaluasi keperawatan yang muncul setelah dilakukan tindakan selama tiga hari sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan. Kemampuan mengatasi masalah kesehatan setelah dilakukan tindakan dari kurang mampu mengatasi masalah perawatan Tn. P menjadi meningkat. Hari pertama memikirkan masalah kadar gulanya yang tidak turun – turun, tetapi setelah dilakukan tindakan keperawatan gejala tersebut sudah tidak tampak. Berdasarkan data subjektif dan objektif diatas penulis menyimpulkan bahwa pada masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif sudah teratasi sehingga dapat dihentikan.

81 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan “Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dibetes Mellitus Dengan Masalah Keperawatan Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif Di Desa Sumberdawesari Kabupaten Pasuruan” diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

5.1.1 Pengkajian

Pada pengkajian asuhan keperawatan keluarga, mendapatkan keluhan kurang memahami cara merawat penyakit yang di derita oleh Tn. P serta merasa khawatir akan dengan kondisi Tn. P akan kadar gulanya yang terkadang tinggi, Tn. P tampak lemah, gelisah dan keluarga Tn. P masih menyediakan makanan Tn.

P sama dengan anggota keluarga yang lain.

5.1.2 Diagnosa Keperawatan

Diagnosa prioritas pada kasus ini yaitu manajemen kesehatan keluarga tidak efektif dibuktikan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat mengenal masalah anggota keluarga dengan diabetes mellitus.

5.1.3 Intervensi Keperawatan

Intervensi yang disusun pada diagnosa utama untuk Tn. P. Penulis berusaha semaksimal mungkin merencanakan tindakan keperawatan keluarga sesuai dengan teori yang didapat, intervensi yang dilakukan anatara lain identifikasi kebutuhan dan harapan keluarga tentang kesehatan, identifikasi tindakan yang dapat dilakukan keluarga, motivasi pengembangan sikap dan emosi yang mendukung upaya kesehatan.

5.1.4 Implementasi Keperawatan

Implementasi yang dilaksanakan pada Tn. P dengan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif adalah memberikan edukasi mengenai penyakit diabetes mellitus mulai dari pengertian, penyebab, gejala, cara pencegahan, dan diit bagi penderita diabetes mellitus, menganjurkan menggunakan fasilitas kesehatan apa saja yang dapat digunakan untuk penyakit diabetes mellitus seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit terdekat, menganjurkan menggunakan fasilitas kesehatan apa saja yang dapat digunakan untuk penyakit diabetes mellitus seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit terdekat, menganjarkan cara perawatan yang bisa dilakukan keluarga dirumah ketika penyakit Tn. P kambuh seperti menyendirikan makanan Tn. P dengan anggota keluarga lain.

5.1.5 Evaluasi Keperawatan

Evaluasi keperawatan pada Tn. P pada diagnosa utama yaitu manajemen kesehatan keluarga tidak efektif masalah keperawatan sudah teratasi dengan data yaitu kemampuan menjelaskan masalah kesehatan yang dialami meningkat, aktivitas keluarga mengatasi masalah kesehatan tepat meningkat, gejala penyakit anggota keluarga menurun.

5.2 Saran

5.2.1 Bagi Institusi

Diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dan meningkatkan pengetahuan untuk memberikan pelayanan pada klien dengan diagnosa medis diabetes mellitus yang lebih berkualitas dengan mengikuti perkembangan ilmu keperawatan terkini.

5.2.2 Bagi Klien

Diharapkan klien dan keluarga mengerti serta mampu dalam merawat keluarga yang sakit dan mengenal masalah kesehatan yang di derita salah satu anggota keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

Andarmoyo, Sulistyo. 2012. Keperawatan Keluarga Konsep Teori, Proses dan Praktik Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Anggraeni. 2014. Jurnal Repository Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Fokus Utama Anggota Keluarga Menderita Hipertensi Pada Keluarga Bapak H Di Desa Kalipucak Kidul. Diakses pada tanggal 24 Januari 2021. Tersedia : http://www.repository.ump.ac.id/1667/.

Anggraeni, Wiewid Tyas.2018.Proposal. Asuhan Keperawatan Dengan Diagnosa Medis Diabetes Mellitus di Ruang Melati RSUD Bangil Pasuruan. Diakses pada 21 Januari 2021. Tersedia : https://docplayer.info/192465345- Proposal-asuhan-keperawatandengan-diagnosa-medis-diabetes-mellitus-di- ruangmelatirsud-bangil-pasuruan-oleh-wiewid-tyas-anggraeninim.html Bakri, M. H. 2017. Manajemen keperawatan (konsep dan aplikasi dalam praktik

keperawatan profesional). Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Bangga, D. F. 2015. Studi Kasus Asuhan Keluarga Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Pajintan Kecamatan Singkawang Timur Tahun 2015. Diakses

pada tanggal 24 Januari 2021. Tersedia :

http://www.academia.edu/1577026/Studi_Kasus_Asuhan_Keluarga_Pad a_Pasie_Hipertensi_Di_Puskesmas_Pajintan_Kecamatan_Singkawang_T imur_Tahun_2 15

Corwin , Elizabeth J 2012 .Buku Saku Patofisiologi , Jakarta : EGC Semarang : CV Agung Semarang dapat-dicegah html diakses tanggal tanggal 6 Juni 2016

Dinarti, Aryani, R., Nurhaeni, H., & Chairani, R. (2013). Dokumentasi Keperawatan (2nd ed.). Jakarta: TIM.

Fadillah, Harif, dkk 2017. Standar Diagnosia Keperawatan Indobesia : Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1. Cetakan III Revisi. Jakarta : Dewan Pengurus PPNI

Fadillah, Harif, dkk. 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia : Definisi dan tindakan Keperawatan, Edisi 1. Cetakan II. Jakarta : Dewan Pengurus PPNI

Fadillah, Harif, dkk. 2018. Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Cetakan II. Jakarta : Dewan Pengurus PPNI

Harmoko. 2012. Asuhan Keperawatan Keluarga. Penerbit: pustaka Pelajar.

Yogyakarta

Dokumen terkait