BAB I Pendahuluan
BAB 3 Tujuan Kasus
3.12 Intervensi Keperawatan
55
56
Edukasi :
1.Jelaskan faktor resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
2.Ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat
D.0096 Koping tidak efektif
berhubungan dengan
ketidakpercayaan terhadap kemampuan diri mengatasi masalah
L.09086
Setelah dilakukan kunjungan rumah dan dilakukan tindakan keperawatan sebanyak 3 kali diharapkan status koping keluarga terastasi, dengan kriteria hasil :
1. Status Koping
1. Kemampuan meneuhi peran sesuai usia meningkat 2. Verbalisasi kemampuan
mengatasi masalah meningkat
3. Minat mengikuti pengobatan atau perawatan meningkat
I.09312
Intervensi Utama Promosi Koping Observasi :
1.Identifikasi kemampuan yang dimiliki
2.Identifikasi sumber daya yang tersedia untuk memenuhi tujuan
3.Identifikasi pemahaman proses penyakit
Terapeutik :
1.Diskusikan perubahan peran yang dialami 2.Gunakan pendekatan yang tenang dan menyakinkan
3.Fasilitasi dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan
4.Tinjau kembali kemampuan dalam mengambil keputusan
57
Edukasi :
1.Anjurkan menjalin hubungan yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama
2.Anjurkan mengungkapkan perasaan dan persepsi
3.Anjurkan keluarga terlibat
58
3.14 Evaluasi Keperawatan No
Dx
22 Februari 2021 23 Februari 2021 24 Februari 2021 1 S : klien dan keluarga
mengatakankurang tahu tentang penyakit Hipertensi
O :
1. Klien dan keluarga tampak siap untuk menerima informasi.
2. Klien dan keluarga tampak kebingungan menjawab tentang Hipertensi
3. Klien dan keluarga tampak kurang mengetahui cara merawat keluarga yang menderita Hipertensi A : masalah teratasi sebagaian.
P : lanjutkan intervensi 2 dan 3
S : klien dan keluarga
mengatakan tidak tahu cara merawat anggota keluarga yang menderita Hipertensi
O :
1. Klien dan keluarga tampak siap untuk menerima
informasi.
2. Klien dan keluarga mulai mengetahui tentang Hipertensi
3. Klien dan keluarga tampak mulai mengetahui cara merawat keluarga yang menderita
Hipertensi
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi 2 dan 3
S : Klien dan keluarga sudah tahu tentang apa itu penyakit Hipertensi dan cara merawat anggota keluarga yang menderita Hipertensi O :
1. Klien dan keluarga sudah menerima informasi
2. Klien dan keluarga dapat menjelaskan tentang Hipertensi kembali dengan benar.
3. Klien dan keluarga tampak sudah mengetahui cara merawat keluarga yang menderita Hipertensi
A : masalah teratasi P : intervensi dihentikan
2 S : klien mengatakan ketika merasa nyeri
kepala memilih
mendiamkannya sampai tidak terasa lagi.
O :
1. Klien tampak meringis dengan nyeri dibagian kepala
2. Klien tampak tidak dapat megatasi apa yang diderita
S : klien
mengatakan rasa
nyeri kepala
berkurang O :
1. Klien sudah tau cara mengatasi nyeri
2. Klien sudah dapat mengatasi nyeri kepala
3. Nyeri kepala
S : klien mampu mengatakan sudah bias mengatasi masalah nyeri
O :
1. Klien sudah mampumengatasi nyeri kepala
2. Klien sudah dapat mengatasi nyeri kepala lebih cepat 3. Klien sudah tidak
3. Klien tampak nyeri kepala
4. Hasil monitor TTV TD : 150/100 mmHg N : 89 x/menit RR : 27 x/menit Suhu : 36.6℃
A : masalah belum teratasi P : lanjutkan intervensi 1,2,3,dan 4
berkurang
4. Hasil monitor TTV
TD : 130/90 mmHg
Nadi : 85 x/menit RR : 24 x/menit S : 36,5℃
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi 2,3,dan 4
merasakan nyeri kepala
4. Hasil monitor TTV TD : 120/80 mmHg
Nadi : 86 x/menit RR : 22 x/menit S : 36,6℃
A : masalah teratasi P : intervensi dihentikan
BAB 4 PEMBAHASAN
Dalam pembahasan ini penulis akan menguraikan tentang kesenjangan yang terjadi antara tinjauan teori dan tinjauan kasus dalam asuhan keperawatan pada pasien Hipertensi di Desa Cukurgondang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan.
4.1 Pengkajian
Pengkajian adalah suatu tahapan dimana seorang perawat mengambil informasi secara terus menerus terhadap anggota keluarga yang dibinanya untuk digunakan untuk menentukan masalah keperawatan yang muncul pada penderita.
Fakta yang didapatkan pada pengkajian riwayat kesehatan Tn.H mengatakan jika terlalu kecapekan biasanya kepalanya terasa pusing. Jika sakit kepala yang dirasakan terlalu berat Tn.H memeriksakan ke puskesmas. Teori yang didapatkan dari tinjauan pustaka bahwa tanda dan gejala tanda hipertensi adalah sering dikatakan bahwagejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Dalam kenyataanya ini merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis. Beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu : Mengeluh sakit kepala, lemas, kelelahan, sesak nafas, gelisah, mual, muntah, epistaksis, kesadaran menurun. Dalam hal ini dikatakan bahwa ada kesenjangan antara fakta dan teori yang dialami oleh klien.
Fakta yang didapatkan pada pengkajian tipe keluarga tersebut adalah Tn.
H mengatakan bahwa memiliki keluarga nuclear family (keluarga inti) yang
terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Menurut Effendy (dalam Bangga D., 2015) bentuk keluarga inti (nuclear family) merupakan keluarga yang dibentuk karena ikatan perkawinan yang direncanakan dan terdiri dari suami, istri, dan anak-anak, bak dilahirkan secara natural ataupun diadopsi. Pada kasus ini didapatkan bahwa klien yaitu Tn. H terdapat kesenjangan antara fakta dan teori karena tipe keluarga inti sama seperti yang dirasakan keluarga Tn. H
Fakta yang didapatkan pada pengkajian fungsi pemenuhan kesehatan adalah keluarga Tn. H mengatakan bahwa masih kurang mengetahui masalah kesehatan dimana Tn. H mempunyai penyakit Hipertensi. Menurut tinjauan pustaka tugas kesehatan keluarga mengenal masalah atau gangguan kesehaatan keluarga adalah kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang perlu mendapatkan perhatian. Orang tua perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan yang dialami anggota keluarganya terutama berkaitan dengan kesehatan. Alasannya adalah ketika terjadi perubahan sekecil apapun yang dialami keluarga, maka secara tidak langsung akan menjadi perhatian orang tua atau keluarga. Pada kasus ini didapatkan bahwa klien yaitu keluarga Tn. H terdapat kesenjangan antara fakta dan teori kerena kurang mengetahui masalah kesehatan dimana Tn. H mempunyai penyakit Hipertensi.
4.2 Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan pengkajian keperawatan yang diambil terdapat 2 diagnosa yang muncul pada klien yaitu Defisit Pengetahuan berhubungan denganketidaktahuan menemukan sumber informasi dan Koping tidak efektif berhubungan dengan ketidakpercayaaan terhadap kemampuan diri mengatasi masalah
Diagnosa keperawatan adalah suatu penilaian klinis mengenai respons klien terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan yang dialaminya baik yang berlangsung aktual maupun potensial. Diagnosa keperawatan bertujuan untuk mengidentifikasi respon klien individu, keluarga dan komunitas terhadap situasi yang berkaitan dengan kesehatan (SDKI, 2016).
Dan menurut teori diagnosa yang kemungkinan muncul untuk penderita Hipertensi ada 7 diagnosa yaitu penurunan curah jantung, nyeri akut, intoleransi aktivitas, koping tidak efektif, resiko cidera, defisit pengetahuan, ansietas
Terdapat kesenjangan yang terjadi antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus. Pada tinjauan teori yaitu terdapat 7 diagnosa yang muncul. Sedangkan pada tinjauan kasus ditemukan 2 diagnosa keperawatan yang muncul pada Tn.H karena pada saat pengkajian Tn. H tidak menunjukkan munculnya diagnosa curah jantung, nyeri akut, intoleransi aktivitas, resiko cidera, ansietas
4.3 Intervensi Keperawatan
Intervensi pada tinjauan pustaka dan tinjauan kasus terdapat kesamaan secara umum, namun masing-masing intervensi tetap mengacu pada sasaran, data
dan kriteria hasil yang telah ditetapkan. Berikut intervensi yang telah disusun sesuai dengan SDKI (2016), SIKI dan SLKI (2018) dengan menyesuaikan tinjauan kasus yaitu :
4.3.1 Intervensi pada diagnosa defisit pengetahuan berhubungan dengan ketidaktahuan menemukan sumber informasi dilakukan selama 3 x 24 jam diharapkan keluarga mampu mengenali masalah kesehatan melalui rencana asuhan keperawatan meliputi identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi, identifikasi faktor factor yang dapat meningkatandan menurunkan motivasi perilaku hidup bersih dan sehat, sediakan materi dan media pendidikan kesehatan, jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan, berikan kesempatan untuk bertanya, jelaskan faktor resiko yang dapat mempengarui kesehatan, ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.
4.3.2 Intervensi pada diagnosa koping tidak efektif berhubungan dengan ketidakpercayaan terhadap kemampuan diri mengatasi masalah dilakukan selama 3 x 24 jam diharapkan keluarga mampu untuk identifikasi kemampuan yang dimiliki, identifikasi sumber daya yang tersedia untuk memenuhi tujuan, Identifikasi pemahaman proses penyakit,diskusikan perubahan peran yang dialami, gunakan pendekatan yang tenang dan menyakinkan, fasilitasi dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan, tinjau kembali kemampuan dalam mengambil keputusan, anjurkan menjalin hubungan yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama, anjurkan mengungkapkan perasaan dan presepsi, anjurkan keluarga terlibat
Pada intervensi terdapat kesenjangan antara tinjauan kasus dan tinjauan teori dengan munculnya diagnosa keperawatan defisit pengetahuan berhubungan dengan ketidaktahuan menemukan sumber informasi dan koping tidak efektif berhubungan dengan ketidakpercayaan terhadap kemampuan diri mengatasi masalah
4.4 Implementasi Pelaksanaan
Implementasi pada tinjauan pustakan hanya membahas teori asuhan keperawatan dan pada tinjauan kasus implementasi tersebut diwujudkan langsung pada klien disertai pendokumentasian tindakan dari intervensi keperawatan 4.4.1 Pada tanggal 22 Februari 2021 penulis mengimplementasikan diagnosa 1 meliputi membina hubungan saling percaya, menjelaskan tentang masalah penyakit Hipertensi, menjelaskan kepada klien tentang penyebab dan cara mencegah Hipertensi. Untuk mengimplementasikan diagnosa 2 meliputi menganjurkan klien untuk bertanya tentang Hipertensi dan mengajarkan teknik relaksasi dan memonitor tanda tanda vital yaitu TD : 150/100 mmHg, nadi 89 x/menit, respirasi 27x/menit, suhu 36,6ºC
4.4.2 Pada tanggal 23 Februari 2021 diagnosa 1 meliputi menjelaskan kepada klien dan keluarga tentang pentingnya menjaga pola makan, Mengedukasi klien tentang makanan apa saja yang dianjurkan dan dihindari Untuk mengimplementasikan diagnosa 2 meliputi yaitu mengajurkan klien untuk bertanya tentang hipertensi, mengajarkan teknik relaksasi, mengobservasi tanda tanda vital yaitu : TD : 130/90 mmHg, nadi 85 x/menit, respirasi 24x/menit, suhu 36,5ºC
4.4.3 Pada tanggal 24 Februari 2021 penulis mengimplementasikan diagnosa 1 meliputi mendiskusikan dengan klien dan keluarga apa sudah faham tentang penyakit Hipertensi dan cara merawatnya, Untuk mengimplementasikan diagnosa 2 meliputi Menganjurkan teknik relaksasi dan memonitor tanda tanda vital yaitu TD : 120/80 mmHg, nadi 86 x/menit, respirasi 22x/menit, suhu 36,6ºC
Selama melakukan tindakan asuhan keperawatan, penulis tidak mengalami kesulitan dalam melakukan asuhan keperawatan dikarenakan keluarga dan klien cukup kooperatif dan menerima kehadiran penulis
4.5 Evaluasi Keperawatan
Evaluasi keperawatan adalah tahapan terakhir dari proses keperawatan untuk mengukur respons klien terhadap tindakan keperawatan dan kemajuan klien ke arah pencapaian tujuan (Potter & Perry, 2010).
4.5.1 Evaluasi terhadap diagnosa keperawatan defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi cara merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi pada tanggal 22 Februari 2021 didapatkan data subjektif yaituklien mengatakan kurang tahu tentang penyakit Hipertensi. Dengan data objektif yaitu klien tampak siap untuk menerima informasi, klien tampak kebingungan menjawab pertenyaan tentang hipertensi, klien tampak kurang mengetahui cara merawat penderita hipertensi. Dari data yang diperoleh penulis menghasilkan analisa masalah teratasi sebagian dan melanjutkan intervensi.
4.5.2 Evaluasi terhadap diagnosa keperawatan koping tidak efektif berhubungan dengan ketidakpercayaan terhadap kemampuan diri mengatasi masalah pada tanggal 22 Februari 2021 didapatkan data subjektif yaitu klien mengatakan ketika
merasa nyeri kepalah memilih mendiamkanya sampai tidak terasa lagi. Dengan data objektif yaitu klien tampak meringis dengan nyeri dibagian kepala, klien tampak tidak dapat mengatasi apa yang diderita, klien tampak pusing, hasil monitor tanda tanda vital yaitu TD : 150/100 mmHg, nadi 89 x/menit, respirasi 27 x/menit, suhu : 36.6℃. Dari data yang diperoleh penulisan menghasilkan analisa masalah teratasi sebagian dan melanjutkan intervensi.
4.5.3 Evaluasi terhadap diagnosa keperawatan defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi cara merawat anggota keluarga yang menderita Hipertensi pada tanggal 23 Februari 2021 didapatkan data subjektif yaitu klien mengatakan tidak tahu cara merawat penderita Hipertensi.. Dengan data objektif yaitu klien tampak siap untuk menerima informasi, klien mengetahui tentang hipertensi. Klien tampak mulai mengetahui cara merawat penderita Hipertensi. Dari data yang diperoleh penulis menghasilkan analisa masalah teratasi sebagian dan melanjutkan intervensi.
4.5.4 Evaluasi terhadap diagnosa keperawatan koping tidak efektif berhubungan dengan ketidakpercayaan terhadap kemampuan diri mengatasi masalah pada tanggal 23 Februari 2021 didapatkan data subjektif yaitu klien mengatakan nyeri berkurang. Dengan data objektif yaitu klien sudah tahu cara mengatasi nyeri, Klien mengatakan nyeri kepala berkurang, hasil monitor tanda tanda vital yaitu TD : 130/90 mmHg, nadi 85 x/menit, respirasi 24 x/menit, suhu 36,5ºC. Dari data yang diperoleh penulisan menghasilkan analisa masalah teratasi sebagian dan melanjutkan intervensi.
4.5.5 Evaluasi terhadap diagnosa keperawatan defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi cara merawat anggota keluarga yang menderita Hipertensi pada tanggal 24 Februari 2021 didapatkan data subjektif yaitu klien sudah tahu tentang apa itu penyakit Hipertensi dan cara merawat anggota keluarga yang menderita Hipertensi. Dengan data objektif yaitu klien mengatakan siap menerima informasi, klien dapat menjelaskan tentang Hipertensi dengan benar, klien sudah mengetahui cara merawat penyakit Hipertensi dengan benar. Dari data yang diperoleh penulis menghasilkan analisa masalah teratasi dan intervensi dihentikan.
4.5.6 Evaluasi terhadap diagnosa keperawatan koping tidak efektif berhubungan dengan ketidakpercayaan terhadap kemampuan diri mengatasi masalah pada tanggal 24 Februari 2021 didapatkan data subjektif yaitu klien mampu mengatakan sudah bisa mengatasi masalah nyeri. Dengan data objektif yaitu klien sudah mampu mengatasi nyeri kepala, klien sudah dapat mengatasi nyeri kepala lebih cepat, klien sudah tidak merasakan nyeri, monitor tanda tanda vital yaitu TD : 120/80 mmHg, nadi 86 x/menit, respirasi 22 x/menit, suhu 36,6ºC. Dari data yang diperoleh penulisan menghasilkan analisa masalah teratasi sebagian dan melanjutkan intervensi.
BAB 5 PENUTUP
Berdasarkan tujuan asuhan keperawatan yang dilakukan penulis pada pasien Hipertensi di Desa Cukurgondang, maka penulis memberikan kesimpulan serta saran untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan asuhan keperawatan.
5.1 Kesimpulan
Setelah pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien Hipertensi di desa Cukurgondang, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut.
5.1.1 Pengkajian
Berdasarkan dari hasil pengkajian dan teori penulis tidak menemukan kesenjangan pada munculnya diagnosa keperawatan
5.1.2 Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan dari hasil pengkajian dan teori penulis menemukan kesenjangan pada muculnya diagnosa pada klien
5.1.3 Intervensi Keperawatan
Intervensi yang dirumuskan pada dua diagnosa prioritas yang muncul pada pasien dilakukan melalui satu jenis tindakan yaitu tindakan mandiri keperawatan 5.1.4 Evaluasi Keperawatan
Evaluasi dilakukan dalam bentuk SOAP. Selama penulis melakukan tindakan keperawtan, penulis mengevaluasi bahwa secara keseluruhan keluarga mampu mengenali dan merawat anggota kelurga dalam masalah kesehatan Hipertensi
5.1.5 Implementasi Keperawatan
Implementasi kepada klien sesuai dengan rencana tindakan yang dipilih oleh penulis
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka saran yang dapat penulis berikanyaitu:
5.2.1 Bagi penderita Hipertensi dan keluarga
Dapat meningkatkan pengetahuan klien dan keluarga tentang bagaimana menangani masalah Hipertensi dengan tindakan yang benar sehingga masalah Hipertensi teratasi
5.2.2 Bagi institusi pendidikan
Hasil asuhan keperawatan diharapkan dapat menjadi bahan referensi mengajar serta pengembangan ilmu pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan topic asuhan keperawatan keluarga pada klien dengan Hipertensi bagi dosen dan mahasiswa di lingkungan Politeknik Kesehatan Kerta CendikiaSidoarjo 5.2.3 Bagi penulis selanjutnya
Disarankan untuk penulis selanjutnya agar dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam memberikan asuhan keperawatan yang optimal dan komprehensif serta bertanggung jawab kepada klien dan keluarga
DAFTAR PUSTAKA
Arif, Muttaqin., 2009. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular dan hematologi. Salemba Medika, Jakarta
Budiman dan Riyanto. 2013. Kuesioner Pengetahuan dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika
Corwin, Elizabeth J. 2009. Buku Saku Patofisiologi.Edisi 3. Jakarta : EGC
Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan. 2017. Profil Kesehatan Kabupaten Pasuruan Tahun 2017. Dinkes Kabupaten Pasuruan.
Elizabeth j, Corwin. 2009. Buku saku patofiologi corwin. Jakarta: ECG
Hadi, C. 2015. Efektifitas Pendidikan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga tentang Hipertensi. Mutiara Medika
Hidayat, A. Alimul Azizdan Uliah, Musrifatul.2015.Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Edisi 2-Buku 2. Jakarta: Salemba Medika
Herdman, Headther, dkk. 2018. Nanda-I Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2018-2020.
Kemenkes RI. (2019). Hari Hipertensi Dunia 2019. Retrieved from http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/hari-hipertensi-dunia- 2019-know-your-number-kendalikan-tekanan-darahmu-dengan-cerdik
Mubarak, IW.2012.Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Salemba Medika.
Miltenberger, R.G.(2008).Behavior Modification Principles And Procedures(4thedition). Australia: Thompson Wadsworth
Notoadmodjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: pt rineka cipta Nursalam & Efendi, F. 2008. Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba
Medika.
Rachmawati, D. A. (2017). Upaya pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan
Setyaningsih, R., Dwi, E., & Megawati, N. (2014). Pengaruh Pemberian pendidikan Kesehatan Tentang Hipertensi Kehamilan Terhadap Upaya Pemeliharaan Tekanan Darah
Saputra, dkk. (2017). Profil Penderita Hipertensi Di Rsud Jombang Periode Januari-Desember 2011. Saintika Medika, 9(2), 116.
https://doi.org/10.22219/sm.v9i2.4140
Smeltzer. 2013. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Suwardianto dan Erlin. 2011. Pengaruh Terapi Relaksasi Napas Dalam (Deep Breathing)
Suriasumantri, Jujun S. 2010.Filsafat Ilmu. Jakarta: Pestaka Sinar Harapan
Wijaya, A.S dan Putri, Y.M. 2013. Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Teori
Widyanto. (2014). Keperawatan Komunitas Dengan Pendekatan Praktis
76 Lampiran 2
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) HIPERTENSI
Pokok Bahasan : Hipertensi
Sasaran : Pasien dankeluarga Tempat : Rumah Tn. H
Hari/Tanggal : Rabu, 24 Febuary2021 Waktu : 1 x 30menit
I. Tujuan
A. Tujuan Intruksional Umum(TIU)
Setelah di lakukan tindakan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit di harapkan pasien dan keluarga mampu mengerti tentang penyakitHipertensi
B. Tujuan Intruksional Khusus(TIK)
Setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan 1x pertemuan, diharapkan klien dan keluarga :
1. Menjelaskan tentang pengertian Hipertensi 2. Menjelaskan tentang penyebab Hipertensi 3. Menjelaskan tentang tanda dan gejala Hipertensi
II. Materi Pembelajaran
Pokok Bahasan : Hipertensi III. MetodePembelajaran
A. Ceramah
B. Tanya jawab/Diskusi IV. Sasaran
Pasien dan keluarga pasien penderita Hipertensi V. Media
Leaflet VI. SusunanAcara
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 2 menit
Pembukaan : 1. Memberisalam
2. Menjelaskan tujuanpenyuluhan
Menjawab salam Mendengarkan dan memperhatikan
2 25 menit
Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur Materi:
1. Menjelaskan tentangpengertian Hipertensi
2. Menjelaskan tentangpenyebab Hipertensi
3. Menjelaskan tentang tanda dan Hipertensi
Mendengarkan dan menyimak pembicara
3 2 menit
Evaluasi :
Meminta kepada audiens untuk mengulang kembali apa yang disampaikan pembicara
Bertanya dan
menjawabpertanyaan
4 1 menit
Penutup :
Mengucapkan terima kasih dan salam
Menjawab salam
VII. Evaluasi
A. EvaluasiStruktur 1. KesiapanPanitia
2. Kesiapan media dantempat
3. Pengorganisasian 1 harisebelumnya B. EvaluasiProses
1. Kegiatan dilaksanakan sesuai denganwaktunya 2. Peserta antusias terhadappenjelasan
3. Peserta tidak meninggalkan tempat sebelum acara kegiatanselesai
4. Peserta terlihat aktif dalam kegiatandiskusi C. EvaluasiHasil
Peserta mampu mengerti dan memahami tentang : 1. Menjelaskan tentang pengertian Hipertensi 2. Menjelaskan tentang penyebab Hipertensi 3. Menjelaskan tentang tanda dan gejala Hipertensi
Lampiran 3
INFORMED CONSENT
Judul : “ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT PENGETAHUAN DI DESA CUKURGONDANG KABUPATEN PASURUAN”. Tanggal pengambilan studi kasus 22 Febuari 2021
Sebelum tanda tangan dibawah, saya telah mendapatkan informasi tentang tugas pengambilan studi kasus ini dengan jelas dari mahasiswa yang bernama Dicky Akbar Permana proses pengambilan studi kasus ini dan saya mengerti semua yang telah dijelaskan tersebut.
Saya setuju untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan studi kasus ini dan saya telah menerima salinan dari form ini.
Saya, Tuan Hermawa dengan ini saya memberikan kesediaan setelah mengerti semua yang telah dijelaskan oleh peneliti terkait dengan proses pengambilan studi kasus ini dengan baik. Semua data dan informasi dari saya sebagai partisipan hanya akan digunakan untuk tujuan dari studi kasus ini.
Tanga tangan Partisipan Tanda tangan Peneliti
(Hermawan) (Dicky Akbar Permana)