• Tidak ada hasil yang ditemukan

EDIT YANG RAPIEDIT YANG RAPI

4) B.Jenis-jenis Struktur

2.5 Tinjauan Tentang Struktur

9) C.Klasifikasi Struktur

1. Klasifikasi struktur menurut geometri serta wujud dasarnya:

a.Elemen garis merupakan elemen yang panjang serta ramping dengan potongan melintang nya lebih kecil dibanding dimensi panjangnya. Elemen garis bisa dibedakan jadi elemen lurus serta elemen melengkung.

b.Elemen permukaan merupakan elemen yang ketebalannya lebih kecil dari pada dimensi panjang nya. Elemen datar bisa berbentuk datar ataupun lengkung. Elemen lengkung dapat berbentuk lengkung tunggal ataupun lengkung ganda.

2. Klasifikasi struktur bersumber pada ciri kekakuan elemen:

a.Elemen kaku, umumnya selaku elemen yang tidak hadapi pergantian wujud yang lumayan besar apabila hadapi tekanan beban

b.Elemen tidak kaku ataupun fleksibel, misalnya kabel yang berganti jadi wujud tertentu pada sesuatu keadaan pembebanannya.

Struktur fleksibel hendak mempertahankan keutuhan raga nya walaupun wujudnya berubah- ubah.

3. Menurut lapisan eleman:

a.System 2 arah dengan system bersilang yang terletak diantara 2 titik tidak terletak diatas garis yang sama.

b.System satu arah, dengan mekanisme tranfer beban dari struktur buat menyelurkan ketanah ialah aksi satu arah saja. Suatu balok yang terbentang pada 2 titik tumpuan merupakan contoh system satu arah.

4. Menurut material pembentuknya di bedakan:

a.Struktur kayu b.Struktur baja c.Struktur beton, dll.

D.Elemen-elemen Struktur

Elemen-elemen struktur di kelompokkan menjadi 3 kelompok utama yaitu:

a.Elemen kaku yang biasanya digunakan yaitu balok, kolom, pelengkung, plat datar, plat berpelengkung dan cangkung.

b.Elemen tidak kaku atau fleksibel seperti kabel, membrane atau kabel berpelengkung tunggal maupun ganda.

c.Elemen elemen yang merupakan rangkain dari elemen elemen tunggal: rangka, rangka batang, kubah dan jaringan.

1) Kolom

Kolom bisa diibaratkan selaku kerangka manusia. Bila ada bagian yang rusak, dapat mengakibatkan segala ketahanan badan. Guna kolom sangat krusial selaku penerus beban langsung ke pondasi.

Kolom mempertahankan rumah dari tiupan angin kencang, beban dalam bangunan semacam manusia serta beberapa barang, dan pengokoh bangunan supaya tidak gampang roboh.

2) Balok

Bila kolom digunakan dengan posisi vertikal ke atas, hingga balok diletakkan dengan posisi tidur. Balok ialah penguat horizontal yang berperan selaku dudukan lantai serta pengikat kolom lantai atas.

EDIT YANG RAPI

3) Atap

Bagian paling atas bangunan ini pasti harus terdapat selaku pelindung penghuninya. Pembuatan atap umumnya disesuaikan dengan wilayah tempat tinggal. Pembuatan atap wajib merancang sebagian perihal semacam luas zona yang wajib diberi atap, wujud serta konstruksi yang ingin digunakan, dan susunan penutupnya.

Sedangkan di zona atap ada rangka atap serta penopang rangka atap. Rangka ini berperan selaku penahan beban dari bahan penutup (atap).

4) Plat Lantai

Plat lantai biasa juga disebut dengan lantai tingkatan yang posisinya tidak terletak di atas tanah langsung. Plat lantai umumnya disusun dari balok- balok yang bertumpu pada kolom struktur bangunan. Bahan plat lantai juga beragam mulai dari kayu, beton, serta kayu semen. Sedangkan sistem plat lantai terdapat 2 ialah plat satu sistem serta plat 2 arah.

5) Tangga

Tangga ialah penghubung antara lantai satu dengan yang lain.

Tangga umumnya terdiri dari komponen berbentuk plat, borders, serta anak tangga.Tangga terdapat juga berbagai jenis yaitu tangga membentang horizontal, tangga spiral, tangga melayang, serta tangga jepit sebelah yang bertumpuk pada balok tengah.

6)Pondasi

Hampir semua masyarakat mengenal pondasi. Bagian yang langsung bertumpu dengan tanah ini jadi penyangga struktur bangunan di atasnya. Pondasi dibuat untuk menahan dari gempa, tekanan angin, serta aktivitas metafisik lain yang bisa menimbulkan

kehancuran pada bangunan. Pondasi sendiri dibagi jadi 3 tipe ialah pondasi dalam, pondasi dangkal, serta sumuran.

2.6 Tinjauan Tentang Utilitas

A.Pengertian Utilitas

Utilitas Bangunan merupakan seluruh suatu yang digunakan buat menunjang tercapainya faktor kenyamanan, kesehatan, keselamatan, komunikasi serta mobilitas dalam suatu bangunan.

Jadi secara universal utilitas bangunan bisa didefisikan selaku sesuatu kelengkapan sarana yang memenuhi bangunan buat mendukung seluruh kegiatan baik di dalam ataupun di luar bangunan. (Hartono Purbo).

Utilitas bangunan ialah perihal yang wajib dicermati sejak dini sesi perencanaan serta perancangan bangunan, khususnya bangunan bertingkat. Hal ini disebabkan apabila utilitas bangunan dalam sesuatu gedung tidak lengkap hingga gedung tersebut tidak hendak berperan dengan baik.

2.3 Kajian Utilitas

2.6.1 Sistem Utilitas Bangunan

Ultilitas berasal dari bahasa inggris “Utility” yang berarti kegunaan, jadi ultilitas bangunan adalah suatu kelengkapan fasilitas bangunan yang digunakan untuk menunjang tercapainya unsur-unsur keyamanan, kesehatan keselamatan, kemudahan komunikasi dan mobilitas dalam bangunan. Rina Maria, 2018 . Pusat Sejarah dan Budaya Batik Jawa, Prodi Arsitektur UTP

2.6.2 Sistem Penyediaan Aksesibilitas a. Ramp

Ramp adalah jalur sirkulasi yang memiliki bidang dengan kemiringan tertentu, sebagai alternatif bagi orang yang tidak dapat menggunakan tangga.

Kemiringan suatu ramp di dalam bangunan tidak boleh melebihi 7°, perhitungan kemiringan tersebut tidak termasuk awalan atau akhiran ramp (curb ramps/landing) Sedangkan kemiringan suatu ramp yang ada di luar bangunan maksimum 6°.

Panjang mendatar dari satu ramp (dengan kemiringan 7°) tidak boleh lebih dari 900 cm. Panjang ramp dengan kemiringan yang lebih rendah dapat lebih panjang.

Lebar minimum dari ramp adalah 95 cm tanpa tepi pengaman, dan 120 cm dengan tepi pengaman. Untuk ramp yang juga digunakan sekaligus untuk pejalan kaki dan pelayanan angkutan barang harus dipertimbangkan secara seksama lebarnya, sedemikian sehingga bisa dipakai untuk kedua fungsi tersebut, atau dilakukan pemisahan ramp dengan fungsi sendiri-sendiri.

Muka datar (bordes) pada awalan atau akhiran dari suatu ramp harus bebas dan datar sehingga memungkinkan sekurang- kurangnya untuk memutar kursi roda dengan ukuran minimum 160 cm.

Permukaan datar awalan atau akhiran suatu ramp harus memiliki tekstur sehingga tidak licin baik diwaktu hujan.

Lebar tepi pengaman ramp (low curb) 10 cm, dirancang untok menghalangi roda kursi roda agal tidak terperosok atau keluar dari jalur ramp. Apabila berbatasan langsung dengan lalu-lintas jalan

umum atau persimpangan harus dibuat sedemikian rupa agar tidak mengganggu jalan umum.

Ramp harus diterangi dengan pencahayean yang cukup sehingga membantu penggunaan ramp saat malam hari. Pencahayaan disediakan pada bagianbagian ramp yang memiliki ketinggian terhadap muka tanah sekitarnya dan bagian- bagian yang membahayakan.

Ramp harus dilengkapi dengan pegangan rambatan (handrail) yangdijamin kekuatannya dengan ketinggian yang sesuai.

Gambar 2.9 Tipikal Ramp

Sumber : DPUPR. 1998. Persyaratan Teknis Aksesibilitas Pada Bangunan Umum dan Lingkungan.

Dokumen terkait