• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis-jenis Zakat

Dalam dokumen strategi kua dalam upaya meningkatkan (Halaman 40-53)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

D. Zakat

4. Jenis-jenis Zakat

Pada dasarnya zakat terbagi menjadi dua macam di antaranya adalah :40 a. Zakat Fitrah

39 Didin Hafidhuddin, Panduan Praktis Tentang Zakat, Infak Sedekah, (Jakarta: Gema Insani Press, 2008), h.23

40 Elsi Kartika,Pedoman Pengelolaan Zakat ( Semarang : UNNES Press,2006),h.21

31

Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan saat berakhirnya puasa Ramadhan. Hukum zakat fitrah adalah wajib bagi setiap muslim, baik anak-anak maupun orang dewasa, laki-laki maupun perempuan, budak maupun orang merdeka. Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar ra.,dia berkata, Rasulullah SAW. Mewajibkan zakat fitrah saat berakhirnya bulan Ramadhan sebanyak satu sha’ korma atau satu sha’gandum kepada budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak-anak dan orang dewasa dari kalangan kaum muslimin.41

Sesuai dengan hadits nabi Muhammad SAW bersabda:

ضرف ةمعطو ,ثفرلاو وغللا نم مئ اصلل ةرهط رطفلا ةاكز ملسو هيلع الله ىلص الله لوسر

يكاسملل

Artinya:

“Rasulullah swt, telah mewajibkan zakat fitrah, untuk membersihkan orang yang berpuasa dari omongan yang tidak ada manfaatnya dan omongan kotor, serta untuk memberi makanan pada orang-orang miskin.”42

Zakat fitrah diwajibkan pada tahun kedua hijrah yaitu tahun diwajibkannya puasa pada bulan ramadhan untuk mensucikan orang yang berpuasa dari ucapan kotor dan perbuatan sia-sia untuk memberikan makanan pada orang-orang miskin dan mencukupkan mereka dari kebutuhan dan meminta- minta pada hari raya.

Para ulama fiqih sepakat bahwa zakat fitrah diwajibkan pada akhir bulan Ramadhan. Namun, mereka berbeda pendapat mengenai batasan waktu wajib itu,

41 Sayyid Sabiq,Fiqh Sunnah, h.167

42 Elsi Kartika,Pedoman Pengelolaan Zakat,h.35

32

menurut Tsauri, Ahmad, Ishaq,Syafi’I dalam pendapatnya versi baru ( Qaulul Jadid ) dan munurut satu Riwayat dari Malik, bahwa waktu wajib mengeluarkan zakat dimulai dari terbenamnya matahari pada malam hari raya. Sebab, Ketika itu berakhirnya puasa Ramadhan. Namun menurut Abu Hanifah, Laits, Syafi’I dalam pendapatnya versi lama dan menurut satu Riwayat dari Malik, bahwa waktu wajibnya mengeluarkan zakat adalah tatkala terbit fajar pada hari raya. Perbedaan pendapat ini berpengaruh terkait bayi yang dilahrikan sebelum terbit fajar pada hari raya dan bayi yang dilahirkan sesudah terbenamnya matahari, apakah dia diwajibkan membayar zakat fitrah atau tidak ? menurut pendapat pertama, tidak diwajibkan, karena bayi yang dilahirkan setelah waktu diwajibkan, sedangkan menurut pendapat kedua diwajibkan mengeluarkan zakat karena dia lahir sebelum waktu dilahirkan. 43

b. Zakat Mal

Zakat ini bersifat eksternal (keluar) yang dimaksud adalah sesuatu hal yang ada di luar badan manusia yang mempunyai harga ekonomi. Zakat mâl menurut bahasa ialah segala sesuatu yang diinginkan sekali oleh manusia untuk menyimpan dan memilikinya, sedangkan mâl menurut hukum Islam adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki dan dapat digunakan menurut kebiasaan44

Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman: Q.S. At-Taubah/9:34-35

43 Sayyid Sabiq,Fiqh Sunnah, h.179

44 Elsi Kartika,Pedoman Pengelolaan Zakat.h.24

33

ْنَع َنْوهدُصَيَو ِلِطاَبْلِبِ ِساهنلا َلاَوْمَا َنْوُلُكْأَيَل ِناَبْههرلاَو ِراَبْحَْلْا َن ِم ااْيرِثَك هنِا آْوُ نَمٰا َنيِذهلا اَهه يَٰٓيٰ

- ٍٍۙمْيِلَا ٍباَذَعِب ْمُهْرِ شَبَ فٍۙ ِٰ للا ِلْيِبَس ِْفِ اََنَّْوُقِفْنُ ي َلَْو َةهضِفْلاَو َبَههذلا َنْوُزِنْكَي َنْيِذهلاَوۗ ِٰ للا ِلْيِبَس ُْتُْزَ نَك اَم اَذٰه ۗ

ْمُهُرْوُهُظَو ْمُُبُّْوُ نُجَو ْمُهُهاَبِج اَِبُّ ىٰوْكُتَ ف َمهنَهَج ِرَنَ ْ ِفِ اَهْ يَلَع ىٰمُْيح َمْوه ي ٣٤ ٣٥ - َنْوُزِنْكَت ْمُتْ نُك اَم اْوُ قْو ُذَف ْمُكِسُفْ نَِلْ

Terjemahannya :

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang- orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih, (Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”45

Diwajibkan mengeluarkan zakat emas dan perak, baik berupa mata uang, kepingan emas atau emas Batangan, jika masing-masing darinya sudah mencapai nisab, sudah mencapai haul (setahun), pemeliknya tidak mempunyai hutang, dan keperluan-keperluan pokok dalam kehidupannya sudah terpenuhi.

Jenis-jenis Zakat mal yaitu : 1) Emas

Emas tidak wajib dikelaurkan zakatnya sampai jumlahhnya mencapai dua puluh dinar. Jika jumlah emas sudah mencapai dua puluh dinar (85 gram emas) dan sudah mencapai waktu satu tahun, maka zakatnya wajib dikeluarkan sebanyak 1/40, atau ½ dinar. (2.5%). Apabilah lebih dari dua puluh dinar, maka zakatnya

45 Departemen Agama RI,Al-Quran dan Terjemahan (Surabaya : Halim,2013) ,h.192

34

diwajibkan mengeluarkan lagi sebanyak 1/40-nya lagi. Sebagaimana hadits dari Ali ra. Berkata, Rasulullah bersabda,

ءيش كيلع سيل به ذلا فِ؛نيعي -

كل تناك اذإف ،ارانيد نورشع كل نوكي تّح

،كلاذ باسحبف ، داز امف ،رانيد فصن اهيفف ،لولحا اهيلع لاحو ،ارانيد نورشع )ىقاحيب و دواد وبأ و دحمأ هاور(زلولحا هيلع لويح تّح ،ةاكز لام فِ سيلو

Artinya : “Engkau tidak wajib mengeluarkan zakat sama sekali- maksudnya zakat emas- hingga kepemilikanmu mencapai dua puluh dinar.

Jikau engkau memiliki emas sebanyak dua puluh dinar dan mencapai satu tahun, zakatnya adalah setengah dinar. Selebihnya ditung seperti itu dan tidak wajib atas harta hingga mencapai waktu satu tahun.”46

2) Perak

Perak tidak wajib dikeluarkan zakatnya sebelum mencapai jumlah dua ratus dirham ( 595 gram ) jika sudah mencapai nisab dan haul maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 1/40. Selebihnya, baik dalam jumlah sedikit atau banyak, dihitung menurut jumlah tersebut. Perlu diingat, tidak ada keringanan dalam zakat uang apabila sudah mencapai nisab. Sebagaimana hadits dari Ali ra., bahwasanya Rasulullah bersabda, “Aku telah membebaskanmu dari zakat kuda dan budak. Oleh karena itu, keluarkan zakat perak pada setiap empat puluh dirham sebanyak satu dirham. Tidak ada kewajiban zakat jika mencapai Seratus Sembilan puluh dirham. Apabila telah mencapai dua ratus dirham, barulah kamu wajib mengeluarkan zakatnya sebanyak lima dirham.47

Tirmidzi berkata, Aku bertanya kepada Bukhari mengenai kedudukan hadits ini. Dia menjawab, hadits ini sahih. Dia juga berkata, hadit ini menjadi pedoman

46 Sayyid Sabiq,Fiqh Sunnah, h.77

47 Sayyid Sabiq,Fiqh Sunnah, h.78

35

para ulama, bahwa tidak wajib zakat jika dirham tersebut kurang dari lima uqiyah.

Satu uqiah sama dengan empat puluh dirham. Jadi , lima uqiyah sama dengan dua ratus dirham. Dan 200 dirham sama dengan 27 Pound atau sama dengan 555 Qirsy Mesir.

3) Zakat Binatang Ternak

Allah SWT berfirman : Q.S. Al-An’am/6:5-7

َْيِحَو َنْوُْيحِرُت َْيِح لاََجَ اَهْ يِف ْمُكَلَو ٥ - َنْوُلُكَْتَ اَهْ نِمَو ُعِفاَنَمهو ءْفِد اَهْ يِف ْمُكَل اَهَقَلَخ َماَعْ نَْلْاَو ٍۙ مْيِح هر فْوُءَرَل ْمُكهبَر هنِا ِۗسُفْ نَْلْا ِ قِشِب هلِْا ِهْيِغِلٰب اْوُ نْوُكَت ْهلَّ ٍدَلَ ب ٰلِّا ْمُكَلاَقْ ثَا ُلِمَْتََو ٦ - َۖ

َنْوُحَرْسَت ٧ -

Terjemahaanya:

“Dan hewan ternak telah diciptakan-Nya, untuk kamu padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat penggembalaan). Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang,”48

Dalam berbagai hadits dikemukakan bahwa ada tiga jenis hewan ternak yang wajib dikeluarkan zakatnya setelah memenuhi persyaratan tertentu yaitu unta, sapi, dan domba. Sedangkan di luar ketiga jenis tersebut para ulama, berbeda pendapat. Abu Hanifah berpendapat bahwa pada binatang kuda dikenakan kewajiban zakat sedangkan Imam Malik dan Imam Syafi'i tidak mengucapkannya kecuali bila Kuda itu diperjualbelikan.

48 Departemen Agama RI,Al-Quran dan Terjemahan (Surabaya : Halim,2013) ,h.128

36

Syarat zakat binatang ternak adalah sudah mencapai jumlah tertentu yang ditentukan atau ditetapkan Syariah (cukup nisab), telah dimiliki 1 tahun (haul), digembalakan atau sengaja diurus sepanjang tahun untuk maksud memperoleh susu, bibit baru, pembiakan dan dagingnya. dan tidak dipekerjakan untuk kepentingan pemiliknya jika di dipekerjakan misalkan untuk membajak sawah maka tidak termasuk bukan objek zakat.

a. Zakat Unta Tabel Nishab Zakat

Nisab Unta Banyaknya Zakat 5 - 9 ekor 1 ekor kambing 10 - 14 ekor 2 ekor kambing 15 - 19 ekor 3 ekor kambing 20 – 24 ekor 4 ekor kambing 25 – 35 ekor 1 ekor bintu makhad 36 – 45 ekor 1 ekor bintu labun 46 – 60 ekor 1 ekor hiqqah 61 – 75 ekor 1 ekor jadza’ah 76 – 90 ekor 2 ekor bintu labun 91 – 120 ekor 2 ekor hiqqah

Keterangan

• Bintu makhad = unta 1 tahun

37

• Bintu labun = unta 2 tahun

• Hiqqah = unta 3 tahun

• Jadza’ah = 4 tahun

• Untuk lebih dari 120 ekor, yang kelebihannya 50 unta, zakatnya 1 anak unta betina (umur 3 tahun lebih)

• Untuk lebih dari 120 ekor, yang kelebihannya 40 ekor zakatnya 1 anak unta betina (umur 2 tahun lebih)

b. Zakat sapi / kerbau Tabel nishab zakat sapi Nisab Sapi Banyaknya Zakat 30 – 29 ekor 1 tabi’ atau tabi’ah 40 – 59 1 musinnah

60 ekor 2 tabi’ atau tabi’ah 70 ekor 1 tabi’ dan 1 musinnah 80 ekor 2 musinnah

90 ekor 3 tabi’

100 ekor 2 tabi’ dan 1 musinnah

Keterangan

• Tabi’ dan tabi’ah = sapi jantan dan betina 1 tahun

• Musinnah = sapi betina 2 tahun

• Setiap 30 sapi, zakatnya 1 tabi’

38

• Setiap 40 sapi, zakatnya 1 musinnah c. Zakat kambing / domba

Tabel Nishab kambing

Nisab Kambing / Domba Banyaknya Zakat

1- 39 ekor 0

40 – 120 ekor 1 ekor kambing

121 – 200 ekor 2 ekor kambing

201 – 300 ekor 3 ekor kambing

Selanjutnya setiap kenaikan 100 ekor

Akan ditambah 1 ekor kambing

Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW:

“Dan jika jumlah kambing gembalaan seseorang mencapai 40 ekor kurang satu (maksudnya 40 ekor : 1 ekor), maka tidak ada perwajiban zakatnya sampai kapan pun. Zakat atas emas murni (riqqah) adalah seper empat dari seper sepuluh (maksudnya 2,5%), jika tidak memiliki emas murni kecuali sekedarnya, maka tidak ada zakatnya hingga kapan pun.” (HR. Bukhari)49

E. Infaq dan Sedekah 1. Pengertian Infaq

49Fahrudin Ansori,Analisis Penyaluran Dana Zakat Pada Lazis Sabilillah Malang (Studi pada Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah Sabilillah Malang), ( Malang : Kerya Ilmia, 2010

39

Selain zakat, Islam juga menganjurkan untuk sedekah sunnah yang sesuai dengan kemampuan, yakni infaq dan sedekah. kata infak merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab anfaqa-yunfiqu yang artinya membelanjakan atau membiayai. kata infaq dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti pemberian atau sumbangan harta dan sebagainya untuk suatu kebaikan secara khusus infaq ketika dihubungkan dengan upaya realisasi perintah-perintah Allah. salah satu ayat yang memerintahkan untuk berinfaq ialah Q.S. Al-Baqarah/2:267

اوُمهمَيَ ت َلْ َو ۗ ِضْرَْلْا َنِ م ْمُكَل اَنْجَرْخَا ٓاهِمَِو ْمُتْ بَسَك اَم ِتٰبِ يَط ْنِم اْوُقِفْنَا آْوُ نَمٰا َنْيِذهلا اَهه يَٰٓيٰ

٢٦٧ – دْيَِحم ٌِّنيَغ َٰ للا هنَا آْوُمَلْعاَو ۗ ِهْيِف اْوُضِمْغُ ت ْنَا ٓهلِْا ِهْيِذِخِٰبِ ْمُتْسَلَو َنْوُقِفْنُ ت ُهْنِم َثْيِبَْلْا

Terjemahannya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”50

Dari ayat tersebut, diketahui bahwasanya infaq hanya berkaitan dengan atau hanya dalam bentuk materi atau kebendaan saja. Hukum mengenai infak ada berbagai macam: ada yang wajib seperti zakat dan Nazar, ada pula infaq sunnah, dan infaq mubah bahkan ada juga infak yang haram titik Dalam hal ini ini infaq hanya berkaitan dengan materi. Menurut definisi syariat, bahwa hakikat infaq berbeda dengan zakat titik infak tidak mengenal istilah nisob setiap orang bisa mengeluarkan infak, baik yang berpenghasilan tinggi atau rendah. Infaq juga tidak harus diberikan kepada golongan tertentu buka (Mustahiq) seperti dalam zakat, melainkan kepada siapapun misalnya orang tua kerabat, anak yatim, orang miskin,

50 Departemen Agama RI,Al-Quran dan Terjemahan (Surabaya : Halim,2013) ,h.45

40

atau orang-orang yang sedang dalam perjalanan titik dari sinilah diketahui bahwa infak merupakan amal sosial sukarela yang dilakukan oleh seseorang dan diberikan kebebasan kepada pemiliknya untuk menentukan jenis harta kadar harta yang ingin Ia keluarkan. Hal ini berbeda dengan zakat yang jenisnya dan kadarnya ditentukan oleh syara jadi sifat infaq itu lebih umum daripada zakat beberapa manfaat dalam menyalurkan infaq di antaranya sebagai sarana pembersihan diri bentuk realisasi kepedulian sosial bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah dan sebagainya.

Macam-macam Infaq

Seperti disinggung sebelumnya, secara hukum, infaq terbagi menjadi empat macam : mubah,wajib, haram dan sunnah

a. Infaq mubah yaitu mengeluarkan harta untuk hal-hal yang mubah seperti dalam usaha atau perdagangan.

b. Infaq wajib yaitu mengeluarkan harta untuk hal-hal yang wajib seperti dalam pembayaran maskawin, menafkahi istri dan keluarga, dan nazar c. Infaq haram yaitu mengeluarkan harta untuk perkara yang di haramkan

Allah dan Rasulnya . seperti dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman Q.S. Al – Anfal /8: 36

ْمِهْيَلَع ُنْوُكَت هُثم اََنَّْوُقِفْنُ يَسَفۗ ِٰ للا ِلْيِبَس ْنَع اْوهدُصَيِل ْمَُلِاَوْمَا َنْوُقِفْنُ ي اْوُرَفَك َنْيِذهلا هنِا ٣٦ – ٍۙ

َنْوُرَشُْيح َمهنَهَج ٰلِّا آْوُرَفَك َنْيِذ هلاَو ۗە َنْوُ بَلْغُ ي هُثم اةَرْسَح

Terjemahaanya :

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta

41

itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan,”51

d. Infaq sunnah yaitu mengeluarkan harta dengan niatan sedekah. Infaq jenis ini ada dua macam, infaq untuk jihad dan infaq untuk kepada yang membutuhkan . 52

2. Pengertian Shadaqah

Shadaqah secara bahasa berasal dari kata shadaqa, yashduqu, shadaqatan yang berarti pembenaran. Secara istilah adalah mengeluarkan harta di jalan Allah sebagai pembenaran terhadap ajaranajaran Allah.53 Shadaqah berasal dari kata sidqun yang berarti benar dalam hubungannya dengan antara perkataan, keyaknan dan perbuatan. Zakat juga di sebut shadaqah karena salah satu tujuan dari zakat adalah mendekatkan diri pada Allah swt sebagai implementasi dari keyakinan terhadap tuhan. Dengan demikian zakat merupakan shadaqah wajib yang diwajibkan bagi orang muslim yang mempunyai harta satu nisab.54

Shadaqah akan menambah harta seseorang karena berkah, terhindah dari kerugian, digantikan dengan yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Shadaqah dibolehkan pada setiap waktu dan disunnahkan berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah. Shadaqah merupakan sumbangan yang termotivasi secara sepenuhnya dari keinginan pribadi. sedekah disunanahkan bagi siapa saja yang mempunyai harta sekalipun tidak satu nisab, dan Shadaqah dikeluarkan harus sesuai kemampuan. Shadaqah adalah sesuatu yang diberikan dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah. Shadaqah bukan merupakan suatu kewajiban. Sifatnya sukarela

51 Departemen Agama RI,Al-Quran dan Terjemahan ,( Surabaya : Halim,2013) h.181

52 M. Fuad Hadziq, Fiqh Zakat, Infaq, dan Sedekah,(malang : Ziswaf, 2018) h. 56

53 Hasbiyallah, Fiqh dan Ushul Fiqh, ( Bandung : Remaja Rosdakarya, 2017), h. 246

54 Ilfi Nur Diana, Hadits-hadits Ekonomi,( Malang: UIN-Maliki, 2008) h.79

42

dan tidak terikat pada syarat-syarat tertentu dalam pengeluarannya, baik mengenai jumlah, waktu dan kadarnya. Setiap bershadaqah dikeluarkan dengan perasaan ikhlas tanpa motivasi atau niat untu di puji atau memberi malu penerima Shadaqah itu. Shadaqah yang diberikan dengan motivasi atau nia untuk dipuji da atau memberi malu penerimanya. Tidak akan memperoleh pahala dari Allah swt sebagimana dalam firman-Nya surat Q.S. Al Baqarah /2: 262-263

َلَْو ْۚ

ْمِِ بَُّر َدْنِع ْمُهُرْجَا ْم ُهلِ ٍۙىاذَا َٓلْهو اًّنَم اْوُقَفْ نَا ٓاَم َنْوُعِبْتُ ي َلْ هُثم ِٰ للا ِلْيِبَس ِْفِ ْمَُلِاَوْمَا َنْوُقِفْنُ ي َنْيِذهلَا ُٰ للاَو ۗ ىاذَا ٓاَهُعَ بْ ته ي ٍةَقَدَص ْنِ م ْيرَخ ةَرِفْغَمهو فْوُرْعهم لْوَ ق٢٦٢ - َنْوُ نَزَْيح ْمُه َلَْو ْمِه ْيَلَع فْوَخ ٢٦٣ - مْيِلَح ٌِّنيَغ

Terjemahannya :

Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun.”55

55 Departemen Agama RI,Al-Quran dan Terjemahan ,( Surabaya : Halim,2013) h.45

43 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di Kantor Urusan Agama yang berada di KUA yang berada di Jalan Bonto Lebang Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Yang ingin saya teliti yaitu “Strategi KUA Dalam Upaya Meningkatkan Minat Masyarakat Untuk Melaksanakan Zakat,Infaq dan Sedekah (Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar ) ”. Dengan demikian maka penulis tertarik untuk meneliti peran Penyuluh Agama.

B. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Metode pengumpulan data yang biasa digunakan dalam penelitian kualitatif adalah metode wawancara, pengamatan, dan pemanfaatan dokumen.56

Tipe penelitian yang akan digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan, meringkas kan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai fenomena realitas sosial yang ada di masyarakat yang menjadi objek penelitian dan berupaya menarik realitas itu kepermukaan

56 Burhan Bungin, Analisa Data Penelitian Kualitatif, Pemahaman dan Metodologis Ke Arah Penguasaan Model Aplikasi,(Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2003), h. 50

44

sebagai suatu ciri, karakter, sifat, model, tanda atau gambaran tentang kondisi, situasi, ataupun fenomena tertentu.

Tujuan penelitian kualitatif lebih berfokus kepada pendeskripsian fenomena sosial. Berdasarkan tujuan yang disampaikan, maka prosedur sampel dalam penelitian kualitatif adalah terfokus pada kejelian dalam menentukan informan kunci (Key Informan), yang dapat memberikan data yang valid mengenai fokus yang sedang diteliti.57

Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan apa adanya, dari suatu keadaan, jadi penelitian ini menggambarkan bagaimana Peran Penyuluh Agama dalam Melaksanakan Tugas pokok dan fungsinya di Kantor Urusan Agama kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar.

C. Pendekatan Penelitian

Adapun metode pendekatan penelitian yang digunakan dalam peneleitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pendekatan syar’i, yaitu pendekatan yang menelusuri pendekatan syariat Islam seperti al-Qur’an dan hadits yang relevan dengan masalah yang dibahas.

2. Pendekatan sosial/sosiologis, yaitu pendekatan yang digunakan untuk mengetahui bagaimana fakta-fakta yang terjadi di lapangan terkait strategi Penyuluh Agama.

57 Burhan Bungin, Analisa Data Penelitian Kualitatif, Pemahaman dan Metodologis Ke Arah Penguasaan Model Aplikasi h. 53

45

3. Pendekatan yuridis normatif, yaitu pendekatan yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam kodifikasi hukum kemudian merelevansikannya dengan masalah yang dibahas

D. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari yakni:

1. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumber pertama.

Data primer ini diperoleh dari hasil wawancara yang ditunjuk instansinya yaitu seperti Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penyuluh Agama serta staf-staf lainnya yang menangani masalah Zakat, Infak dan Sedekah di Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar untuk menjadi informan.

2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dengan cara mempelajari literatur-literatur beberapa buku-buku, karya ilmiah dan peraturan perundang-undangan yang berkenaan dengan pokok permasalahan yang dibahas.

3. Sumber data tersier bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder seperti kamus dan lain-lain.

E. Metode Pengumpulan Data

Mengenai metode pengumpulan data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui : 1. Observasi

46

Observasi sebagai Teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan bentuk lain.58 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi terstruktur, karena peneliti sudah mengetahui dimana obyek yang akan diteliti dan apa yang akan diamati, sehingga lebih sitematis.

Adapun yang akan dijadikan observasi oleh peneliti yakni Strategi KUA Dalam Upaya Meningkatkan Minat Masyarakat Untuk Melaksanakan Zakat,Infaq dan Sedekah (Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar ).

Interview (Wawancara)

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit atau kecil.59 Menurut Suharsimi Arikunto wawancara tidak berstruktur yakni pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan.60 Karena bersifat tidak berstruktur, yang peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh nanti. maka peneliti dapat mengajukar berbagai pertaryaan berikutnya yang lebih mengarah pada suatu tujuan.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam maka peneliti menggunakan wavvancara tidak berstruktur. Dalam penelitian ini, peneliti akan

58 Moh. Kasiram,Metode Penelitian Kualitatif-Kuantitatif (malang; UIN-Malang Pres,2008), h.205

59 Moh. Kasiram,Metode Penelitian Kualitatif-Kuantitatif), h.137

60 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,.(Jakarta: PT>

Rineka Cipta, 2006) h.227

47

melakukan wawancara dengan penyuluh agama dan beberapa pegawai yang bertugas di Kantor Urusan Agama Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. tentang konsep atau strategi yang untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menegeluarkan zkat, infak dan sedekah.

2. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu mengumpulkan bahan tertulis seperti buku, notulen, surat menyurat dan laporan-laporan untuk mencari informasi yang diperlukan.61 Metode ini digunakan untuk memperoleh data, dokumen-dokumen atau bukubuku yang punya relevansi dengan penulisan ini. Teknik pengumpulan data dengan dokumen adalah meupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif

F. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data 1. Teknik Pengolahan

Dalam suatu penelitian, pengolahan data merupakan suatu kegiatan yang menjabarkan terhadap bahan penelitian, sehingga penulis mendapat data dari hasil penelitian yang dilakukan. Kemudian dianalisa yaitu semua data yang diperoleh baik yang diperoleh di lapangan maupun yang diperoleh malalui kepustakaan setelah diseleksi dan disusun kembali kemudian disimpulkan secara sistematis.

Teknik pengelolahan data yang digunakan dalam penelitian dengan jalan persentase melalui analisi statistik deskriptif

61 Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data (Cet. I, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010), h. 65.

Dalam dokumen strategi kua dalam upaya meningkatkan (Halaman 40-53)

Dokumen terkait